WorksheetsSOAL UJIAN SEMESTER PAI KELAS X
Total questions: 40
Worksheet time: 20mins
Kompetisi dalam kebaikan dalam konteks proyek kelompok kelas X paling tepat dipahami sebagai...
Upaya membuat kebaikan yang tampilannya paling kreatif agar mudah diapresiasi banyak orang.
Usaha meningkatkan kualitas kebaikan sambil tetap menghargai upaya kelompok lain.
Dorongan membuat kegiatan sebesar mungkin agar terlihat menonjol.
Semangat menghasilkan dokumentasi terbaik sebagai bentuk keseriusan bekerja.
Upaya melakukan kebaikan yang mudah dilihat agar memotivasi kelompok lain.
Etos kerja yang ideal dalam pengerjaan proyek kebaikan adalah...
Memilih tugas yang paling mudah agar tidak merepotkan kelompok.
Tetap konsisten menyelesaikan tugas meski hasilnya belum terlihat langsung.
Mengambil tugas yang paling terlihat agar kontribusi mudah dikenali.
Mengikuti alur kerja tanpa banyak tanya agar tidak mengganggu teman.
Menyelesaikan apa pun yang dikerjakan meski mengabaikan koordinasi.
Ciri kelompok dengan etos kerja tinggi adalah...
Setiap anggota sibuk dengan tugas masing-masing tanpa memikirkan hasil akhir.
Semua anggota terlibat aktif meski hasil kegiatan sederhana.
Kegiatan selesai dengan baik meski sebagian besar dikerjakan satu orang.
Kelompok tetap terlihat kompak meskipun kontribusi tidak merata.
Kelompok dapat menyusun dokumentasi yang rapi meskipun prosesnya tidak seimbang.
Kebaikan dikatakan “jelas penerima manfaatnya” jika...
Dokumentasinya rapi dan mudah ditampilkan.
Kegiatannya cukup besar untuk menjangkau banyak orang.
Kebaikan diberikan tepat kepada pihak yang benar-benar membutuhkan.
Ada banyak orang yang menyaksikan kegiatan tersebut.
Kelompok melibatkan banyak anggota dalam prosesnya.
Kompetisi sehat dalam proyek kebaikan ditunjukkan oleh...
Ingin hasil lebih baik tanpa meremehkan kelompok lain.
Berusaha menonjol agar terlihat paling peduli.
Mengerjakan kebaikan paling banyak meski kurang terarah.
Membandingkan hasil agar tahu kelompok mana yang lebih unggul.
Membuat kegiatan yang memukau meski manfaatnya tidak jelas.
Kerja sebagai ibadah dalam konteks proyek kebaikan berarti...
Mengutamakan niat baik meski hasilnya kurang tepat sasaran.
Bekerja sungguh-sungguh agar manfaat yang diberikan nyata.
Mengutamakan dokumentasi agar hasil bisa dibuktikan.
Mengambil tugas yang paling ringan agar tetap stabil.
Fokus pada proses meski tidak memperhatikan dampak.
Dalam chat kelompok, Febri menulis:
“Aku fokus edit video dulu. Pembagian makanan bisa kalian duluan ya, nanti aku nyusul.” Sikap yang mulai berkurang adalah…
Kerelaan mengikuti kesepakatan pembagian tugas.
Keinginan menjaga kualitas dokumentasi kegiatan.
Kemampuan mengatur prioritas untuk tugas kelompok.
Sikap menghargai kerja teman yang sudah turun duluan.
Semangat menyelesaikan tugas secara cepat dan rapi.
Saat menyiapkan paket makanan, Candra dan Maulidia sibuk mengambil foto, sementara Wisnu dan Laisya menyiapkan isinya.
Sikap paling tepat sesuai nilai kompetisi dalam kebaikan adalah…
Meminta Candra dan Maulidia menunda dokumentasi agar tugas seimbang.
Membiarkan mereka karena dokumentasi juga bagian dari tugas.
Meminta Wisnu dan Laisya menyesuaikan ritme agar efisien.
Mengatur ulang tugas sehingga dokumentasi jadi tanggung jawab bersama.
Tetap membiarkan pembagian itu.
Kelompok Fadil–Faiz membuat kebaikan sederhana tapi tepat sasaran. Kelompok Wulan membuat kegiatan besar tapi kurang sesuai kebutuhan penerima. Nilai yang seharusnya lebih diutamakan adalah...
Kesan bahwa kegiatan besar lebih menunjukkan kepedulian.
Kreativitas bentuk kegiatan meski manfaatnya tidak jelas.
Kesesuaian antara kebutuhan penerima dan jenis kebaikan.
Banyaknya orang yang terlibat dalam kegiatan.
Jumlah dokumentasi agar bukti kerja terlihat lengkap.
Syifa berkata, “Pengen kegiatan kita viral biar orang tahu kita peduli.” Penilaian yang paling tepat adalah...
Niatnya baik karena ingin menginspirasi orang lain.
Fokusnya perlu diarahkan agar manfaat tidak berubah jadi pencitraan.
Dokumentasi memang harus menarik agar orang termotivasi.
Wajar saja karena publikasi juga bagian dari tugas.
Niat itu tidak salah selama tidak mengganggu proses.
Dalam kelompok Zaky, Praditya mengambil hampir semua tugas “agar cepat selesai dan rapi.” Etos kerja yang perlu diperbaiki adalah...
Keinginan menjaga kualitas hasil.
Kemampuan menyelesaikan tugas dengan cepat.
Pemerataan kerja sama antaranggota.
Kemauan mengorbankan waktu demi kelompok.
Inisiatif mengambil alih agar tidak terjadi kekacauan.
Kelompok Wulan dan Faiz membagikan makanan kepada orang di jalan. Video mereka viral, tetapi banyak komentar menilai mereka terlalu fokus berpose. Penilaian yang paling tepat adalah...
Manfaat tetap ada sehingga proses tidak terlalu penting.
Viral atau tidaknya video tidak berpengaruh pada nilai kebaikan.
Proses mereka perlu dievaluasi karena fokus dokumentasi mengurangi ketulusan.
Komentar negatif tidak relevan karena dokumentasi memang diperlukan.
Kebaikan mereka sudah bagus karena berhasil menarik perhatian publik.
Candra ingin kegiatan yang “dampaknya langsung terasa”, sedangkan Wisnu ingin kegiatan “yang kreatif dan bagus untuk dokumentasi”. Keputusan paling sesuai nilai etos kerja Islam adalah...
Menggabungkan kedua ide agar kegiatan menarik dan bermanfaat.
Mengutamakan kreativitas agar semangat kelompok meningkat.
Memilih kegiatan yang mudah didokumentasikan agar hasil jelas.
Memprioritaskan dampak nyata meski bentuknya sederhana.
Mengikuti ide mana pun yang paling banyak didukung anggota.
Kelompok Syifa bekerja keras menyiapkan donasi, namun penerima manfaat yang dipilih ternyata tidak membutuhkan bantuan. Nilai etos kerja yang harus dievaluasi adalah...
Ketekunan mengumpulkan donasi.
Kesungguhan menyelesaikan tugas.
Ketepatan sasaran penerima manfaat.
Kemampuan menjaga suasana kerja tim.
Kualitas dokumentasi kegiatan yang mereka buat.
Dalam kelompok Laisya, Zaky dan Fadil kurang terlibat karena merasa tidak pandai berinteraksi, sehingga hanya muncul saat dokumentasi. Tindakan paling tepat adalah...
Memberi mereka tugas ringan agar tetap punya peran kecil.
Menyerahkan dokumentasi penuh kepada mereka karena itu yang mereka bisa.
Mengajak mereka terlibat bertahap dalam proses inti agar etos kerja tumbuh.
Membiarkan, karena setiap orang punya kemampuan berbeda
Mengganti mereka dengan anggota lain yang lebih aktif.
Cahyo membolos salat Jumat karena merasa “hari itu capek dan ingin tidur lebih lama.”
Dimensi iman yang paling terganggu pada kasus ini adalah...
Hati, karena ia merasa salat tidak penting.
Lisan, karena ia tidak mengingatkan dirinya untuk kebaikan.
Perbuatan (‘amal), karena ia meninggalkan kewajiban yang tampak.
Semua dimensi iman pasti rusak sekaligus.
Hanya niatnya saja yang bermasalah.
Dinar sering berkata kasar di media sosial ketika sedang emosi, tetapi dia mengatakan bahwa “hatinya tidak bermaksud buruk.”
Dimensi iman yang lemah pada Dinar adalah...
Hati, karena emosinya tidak stabil.
Lisan, karena ucapan adalah cerminan iman.
Perbuatan, karena postingan adalah tindakan.
Semua dimensi iman sama-sama lemah.
Lisan dan hati, tetapi perilakunya masih wajar.
Melisa membantu temannya mengerjakan tugas tanpa meminta imbalan dan ia melakukannya diam-diam
Dimensi iman yang paling menonjol dari Melisa adalah...
Hati, karena ia ikhlas membantu.
Lisan, karena ia mengucap kata motivasi.
Perbuatan, karena ia memberikan bantuan nyata.
Hati dan perbuatan, karena ikhlas serta bekerja.
Perbuatan saja, karena ia diam tidak berbicara.
Rizky sering chat dengan lawan jenis hingga larut malam. Ia sadar hal itu bisa memicu fitnah, tetapi tetap melakukannya.
Dimensi iman mana yang paling perlu diperbaiki pada diri Rizky?
Hati, karena ia mengabaikan nilai kehati-hatian.
Lisan, karena percakapannya tidak terjaga.
Perbuatan, karena ia mengulangi kebiasaan yang salah.
Semua dimensi iman karena tindakan itu haram.
Lisan dan perbuatan karena dilakukan de
Hanif berusaha menjaga diri dari konten buruk, tetapi saat sedang sendiri, ia mudah tergoda membuka hal-hal yang ia sesali setelahnya. Dimensi iman yang sedang berkonflik adalah...
Hati yang ragu dan lisan yang tidak jujur.
Perbuatan yang tidak konsisten dengan hati.
Lisan yang buruk tetapi hati baik.
Hati dan perbuatan sama-sama kuat.
Lisan dan perbuatan tidak seimbang.
Nizar berkata, “Iman itu yang penting di hati. Yang penting hatiku baik.” Tetapi ia sering mengabaikan ibadah wajib. Pernyataan yang paling tepat adalah...
Hatinya baik, jadi perbuatan tidak terlalu menentukan.
Iman hati lebih besar nilainya daripada amal.
Perbuatan bisa saja salah walau hati baik.
Iman harus tampak pada hati, lisan, dan perbuatan.
Lisan lebih penting daripada amal dan hati.
Iqbal percaya Allah Maha Mengatur seluruh alam seperti dalam Q.S. Al-A’raf 54. Namun ia sering meremehkan salat Subuh dengan alasan “Allah Maha Pemaaf.” Analisis yang paling tepat adalah...
Keyakinannya benar, sehingga perilakunya dapat dimaklumi.
Ia paham kekuasaan Allah tetapi belum konsisten dalam perbuatan.
Ia belum memahami ayat tersebut secara utuh.
Perbuatannya tidak memengaruhi keimanannya.
Ia hanya perlu memperbaiki niat, bukan perbuatan.
Ilman mengingatkan temannya untuk menjaga lingkungan setelah memahami ayat 54 tentang Allah mengatur alam. Namun ia sendiri sering membuang sampah sembarangan. Sikap Ilman menunjukkan...
Hatinya sudah baik meski perbuatannya kurang.
Perbuatannya tidak sesuai lisannya.
Lisannya salah tetapi hatinya benar.
Ia memahami ayat hanya pada tataran teori.
Ia hanya perlu memperbaiki hati.
Arum berkata, “Allah menciptakan siang dan malam agar manusia bisa mengatur waktu.” Namun ia sering begadang untuk hal yang tidak bermanfaat. Analisis yang paling tepat adalah...
Ucapannya benar sehingga tindakannya tidak mengapa.
Ia tahu makna ayat tapi tidak menerapkannya.
Ia butuh fakta sains untuk memahami ayat.
Hatinya baik, sehingga perbuatannya wajar.
Ia hanya salah dalam mengatur jadwal, bukan iman.
Sulthon memahami ayat 54 dan berkata bahwa manusia adalah hamba Allah. Namun ia terpengaruh konten-konten kasar di media sosial hingga ikut membully. Pernyataan paling tepat adalah...
Lisannya lebih cepat terpengaruh daripada hatinya.
Hatinya sudah benar tetapi lingkungannya tidak mendukung.
Ia paham konsep hamba, tetapi perbuatannya tidak mencerminkan itu.
Ia tidak bersalah karena hanya mengikuti tren.
Bullying tidak ada kaitannya dengan pemahaman ayat.
Ieza ingin menjaga iman, tetapi ketika sedang sendiri, ia mudah membicarakan keburukan orang lain lewat chat. Kesimpulan yang paling tepat adalah...
Lisan tidak sebanding dengan hati.
Hati baik tetapi perbuatannya wajar terjadi.
Lisannya perlu dikontrol agar selaras dengan iman.
Ia hanya perlu mengurangi durasi chat.
Ia cukup memperbaiki pergaulan.
Farvez membaca Al A'raf 54 dengan baik, memahami bahwa Allah mengatur semua makhluk. Namun dalam kelompok, ia malas bekerja dan membiarkan teman menanggung beban. Perilaku Farvez menunjukkan...
Perbuatannya tidak terlalu memengaruhi keimanannya.
Lisan dan hatinya sudah benar, sehingga amal tidak perlu ditekankan.
Pemahamannya tidak diterapkan dalam tindakan.
Ia hanya sedang lelah, bukan masalah iman.
Kelompok harus mengimbanginya agar tugas selesai.
Sifat berfoya-foya paling tepat dipahami sebagai...
Menggunakan harta untuk hal-hal menyenangkan selama tidak menyakiti orang lain.
Membeli barang yang disukai selama masih mampu membayar.
Menghabiskan harta atau waktu pada hal yang tidak ada manfaatnya.
Menabung untuk membeli barang mahal agar tidak membebani orang tua.
Memberi hadiah kepada teman meski nilainya cukup besar.
Perilaku ria dapat dilihat dari...
Menunjukkan hasil kerja kelompok agar bisa jadi inspirasi.
Membagikan konten ibadah untuk mengajak orang lain ikut berbuat baik.
Menampilkan ibadah agar terlihat lebih unggul dari orang lain.
Mendokumentasikan kegiatan sebagai bentuk laporan tugas.
Memberi motivasi melalui unggahan positif.
Takabur ditunjukkan oleh perilaku...
Percaya diri saat presentasi karena persiapan matang.
Menganggap dirinya lebih hebat sehingga meremehkan orang lain.
Meyakini pendapat sendiri benar setelah melalui argumentasi yang baik.
Menolak bantuan karena ingin mencoba mandiri.
Mengingatkan teman saat salah tanpa menyombongkan diri.
Dalam latihan role play, Natasya berperan sebagai siswi yang gemar membeli barang-barang mahal untuk dipamerkan di media sosial, meskipun sebenarnya barang itu tidak ia butuhkan.
Sifat mazmumah apa yang sedang dicontohkan dalam peran Natasya?
Hasad, karena ingin mendapat perhatian teman.
Sum’ah, karena memamerkan ibadah kepada orang lain.
Ria, karena ingin dipuji sebagai orang baik.
Berfoya-foya, karena membeli sesuatu yang tidak perlu.
Takabur, karena merasa lebih unggul secara materi.
Notri membuat adegan seseorang yang memamerkan sedekahnya secara berlebihan sambil berkata keras: “Ini dari aku, semoga kalian ingat ya!”
Perilaku dalam adegan tersebut termasuk sifat mazmumah apa?
Sum’ah, karena ibadahnya ditujukan untuk manusia.
Ria, karena ingin dipuji atas kebaikannya.
Takabur, karena merasa lebih unggul secara materi.
Dalam adegan kelompok, Haura memerankan orang yang selalu membandingkan dirinya dengan teman-temannya yang lebih sukses dan merasa kesal ketika orang lain dipuji. Sifat mazmumah apa yang paling tepat menggambarkan karakter yang diperankan Haura?
Sum’ah, karena ibadahnya ditujukan untuk manusia.
Ria, karena ingin dipuji atas kebaikannya.
Takabur, karena merasa paling dermawan.
Berfoya-foya, karena sedekahnya tidak tepat sasaran.
Hasad, karena iri sedekah orang lain lebih viral.
Jusliani memerankan karakter yang suka menyombongkan prestasi di kelas. Namun ketika diminta memberi solusi, ia mengatakan:
“Seharusnya aku belajar merendah karena prestasi itu bukan jaminan aku lebih hebat dari orang lain.”
Upaya Jusliani ini mencerminkan usaha menghindari sifat mazmumah apa?
Cara menghindari ria.
Cara menghindari sum’ah.
Cara menghindari hasad.
Cara menghindari takabur.
Cara menghindari berfoya-foya.
Alya membuat adegan orang yang rajin ibadah, tetapi selalu mengunggahnya ke story Instagram dengan caption: “Biar kalian termotivasi, ya.” Namun teman-temannya merasa Alya melakukannya untuk pencitraan.
Analisis paling tepat terhadap sikap tokoh yang diperankan Alya dalam kaitannya dengan sifat ria dan sum’ah apa?
Alya benar karena ingin menyebarkan inspirasi.
Temannya salah menilai, karena semua kebaikan boleh diposting.
Perbuatannya lebih dekat pada sum’ah karena ibadahnya dipertontonkan.
Tindakannya termasuk ria karena ingin mendapat simpati.
Postingannya wajar selama tidak merugikan orang lain.
Dennis memerankan karakter yang hidup konsumtif: gonta-ganti HP, membeli barang karena tren, dan sering berkata: “Yang penting gaya dulu.” Namun ia sadar keadaan keluarganya tidak mampu. Makna moral paling tepat yang dapat diambil dari adegan ini apa?
Berfoya-foya hanya berbahaya bagi orang kaya yang tidak bersyukur.
Berfoya-foya sah-sah saja selama membuat senang.
Gaya hidup konsumtif dapat melampaui kemampuan dan merugikan keluarga.
Berfoya-foya meningkatkan rasa percaya diri anak muda.
Barang mahal dibutuhkan untuk bersosialisasi dengan nyaman.
Dalam role play, Devan, Cecilia, Aflaha, Arie, Nayla, dan Dalvina memerankan adegan lima sifat mazmumah. Di akhir adegan, mereka menyimpulkan bahwa kelima sifat tersebut memiliki efek yang sama: merusak hubungan manusia dengan Allah dan sesama makhluk.
Kesimpulan apa yang paling tepat tentang pengaruh sifat-sifat mazmumah terhadap akhlak dan hubungan sosial manusia?
Semua sifat mazmumah berdampak sama dan tidak perlu dibedakan.
Perbedaan sifat tidak penting selama hasil akhirnya buruk.
Setiap sifat memiliki bentuk berbeda, tetapi semuanya merusak akhlak dan hubungan sosial.
Sifat mazmumah hanya berdampak pada kerugian moral, bukan spiritual.
Mazmumah hanya berbahaya jika sudah berubah menjadi kebiasaan.
Perhatikan penggalan ayat Q.S. Al-A’raf: 54 berikut:
اِنَّ رَبَّكُمُ اللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِۗ
Apa hukum bacaan pada lafaz yang bercetak tebal dalam potongan ayat tersebut?
Idzhar
Iqlab
Ikhfa
Idgham
Perhatikan penggalan ayat Q.S. Al-A’raf: 54 berikut:
يُغْشِى الَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهٗ حَثِيْثًاۙ وَّالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُوْمَ
Apa hukum bacaan pada lafaz yang bercetak tebal dalam potongan ayat tersebut?
IKHFA
IDZHAR
IDGHAM BIGHUNNAH
IDGHAM BILAGHUNNAH
Perhatikan penggalan ayat Q.S. Al-A’raf: 54 berikut:
مُسَخَّرٰتٍ ۢ بِاَمْرِهٖٓۙ اَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْاَمْرُۗ تَبٰرَكَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ
Apa hukum bacaan pada lafaz yang bercetak tebal dalam potongan ayat tersebut?
IKHFA
IQLAB
IDGHAM
IDZHAR
