WorksheetsGRAT Atelektasis, Karsinoma paru, dan Tumor Mediastinum
Total questions: 13
Worksheet time: 20mins
Rekrutmen alveoli selama ventilasi membantu meningkatkan oksigenasi dengan cara:
Mengurangi jumlah alveoli yang berpartisipasi dalam pertukaran gas
Membuka alveoli yang sebelumnya kolaps untuk meningkatkan luas permukaan
Mengurangi tekanan transpulmoner untuk memfasilitasi aliran udara pasif
Mengurangi kebutuhan surfaktan di alveoli kecil
Meningkatkan metabolisme oksigen oleh pneumosit
Atelektasis obstruktif (resorptif) paling sering terjadi karena:
Tekanan cairan pleura yang berlebihan
Terserapnya udara akibat sumbatan jalan napas
Penyusutan paru oleh proses fibrosis
Kekurangan surfaktan pada alveolus
Penurunan kapasitas residu fungsional pascaanestesi
Konsekuensi fisiologis utama dari atelektasis adalah gangguan pertukaran gas yang ditandai oleh:
Peningkatan ventilasi alveolar yang menimbulkan hipokarbia
Ketidakseimbangan rasio V/Q yang menyebabkan shunt intrapulmonal
Penurunan perfusi alveolar yang meningkatkan PaO2
Peningkatan difusi oksigen melalui membran alveolus
Penurunan kadar CO2 meskipun ventilasi menurun
Contoh penyebab atelektasis obstruktif adalah:
Efusi pleura masif yang menekan paru ke medial
Tumor bronkus yang menghalangi aliran udara ke distal
Fibrosis paru yang menarik pleura visceral ke bagian mediastinum
Penurunan FRC akibat anestesi umum
Peningkatan tekanan intraabdomen pada obesitas ekstrem
Seorang pasien 45 tahun dirawat pascaoperasi abdomen. Ia mengeluh napas cepat, sedikit sesak, dan pada pemeriksaan fisik ditemukan perkusi dada kanan bagian bawah lebih redup. Auskultasi menunjukkan suara napas menurun. Temuan ini paling sesuai dengan:
Pneumonia lobaris
Atelektasis
Pneumotoraks
Emboli paru
Edema paru
Paparan asap rokok pasif terutama menjadi faktor risiko penting pada:
Laki-laki yang bekerja di tambang batu bara dengan paparan kronis
Perempuan non-perokok yang terpapar asap rokok anggota keluarga
Anak-anak dengan riwayat pneumonia berulang tanpa faktor lain
Pekerja industri kimia dengan paparan nikel dan vinil klorida
Lansia dengan riwayat penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
Seorang laki-laki 58 tahun, perokok berat, datang dengan batuk kronis, penurunan berat badan, dan hemoptisis. Patomekanisme hemoptisis pada karsinoma paru paling berkaitan dengan:
Kerusakan endotel bronkus akibat hipersekresi mukus kronis
Ulserasi dan inflamasi tumor yang merusak pembuluh darah lokal
Penurunan elastisitas alveolar yang memicu ruptur ruang udara
Tekanan intratorakal yang tinggi akibat obstruksi mukus masif
Terjadinya reaksi imun sel T yang menyebabkan bronkitis autoimun
Seorang pria 58 tahun datang dengan keluhan sakit kepala, muntah, dan kelemahan ekstremitas. Pada pemeriksaan CT-Scan otak ditemukan lesi metastasis multipel. Pemeriksaan paru menunjukkan massa 3 cm di perifer. Mekanisme penyebaran metastasis paling mungkin adalah:
Invasi langsung
Hematogen
Limfogen
Implantasi
Penyebaran superficial pleural
Edukasi yang diberikan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien karsinoma paru yang mengalami kecemasan, sesak napas, dan penurunan berat badan mencakup, kecuali:
Teknik pernapasan untuk mengurangi sesak
Konseling psikologis
Edukasi nutrisi tinggi protein
Anjuran olahraga ringan
Kalori diet rendah untuk cegah obesitas
Pernyataan yang BENAR terkait etiologi tumor mediastinum adalah:
Hampir seluruh kasus timoma berkembang dari metastasis paru
Tumor mediastinum pada dewasa terutama ditemukan di bagian posterior
Memiliki etiologi yang sangat bergantung pada kompartemennya
Asal-usul neoplasma mediastinum tidak dipengaruhi usia dan faktor risiko
Seorang pria 45 tahun datang dengan keluhan sesak napas progresif, terutama saat berbaring. Pemeriksaan fisik menunjukkan pembesaran vena leher dan wajah tampak bengkak dengan sianosis. Berdasarkan patomekanisme, kondisi ini paling mungkin disebabkan oleh:
Penekanan trakea dan bronkus oleh tumor mediastinum posterior
Obstruksi vena cava superior akibat massa mediastinum anterior
Penekanan aorta dan vena oleh tumor mediastinum media
Infiltrasi pleura oleh tumor mediastinum posterior
Seorang pasien laki-laki 40 tahun datang dengan batuk kronik dan sesak. Foto toraks menunjukkan hilangnya batas jantung kanan (hilangnya tanda siluet). Interpretasi radiologis ini mengarah pada:
Massa di mediastinum posterior
Massa di mediastinum anterior
Massa di mediastinum tengah
Massa di hilus paru
Hal penting yang perlu disampaikan kepada pasien mengenai tumor mediastinum adalah:
Tumor mediastinum selalu ganas dan berakibat fatal
Tumor mediastinum dapat bersifat jinak atau ganas
Semua tumor mediastinum cukup dipantau tanpa tindakan
Tumor mediastinum jarang menimbulkan gejala berarti
