Font size
WorksheetsUAB 1 GINJAL 2024 (OCULUS)
Total questions: 100
Worksheet time: 58mins
Daerah mucosa vesica urinaria yang tidak ada rugae meskipun dalam keadaan kosong adalah:
Apex vesicae
Corpus vesicae
Collum vesicae
Uvula vesicae
Trigonum vesicae
Daerah berbentuk segitiga di medula ginjal disebut .............
tubulus renalis
sphincter
piramida renalis
jaringan
kapsula renalis
Struktur yang terletak paling anterior dalam hilum renalis adalah:
Sinus renalis
Arteri renalis
Vena renalis
Fascia renalis
Pelvis renalis
Vaskular yang membawa darah langsung menuju ke kapiler glomerular yaitu
Arteri interlobularis cortex
Vasa recta
Arteriole afferent
Arteriole efferent
Vena interlobularis
Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri pinggang sebelah kiri. Dokter melakukan pemeriksaan fisik dan radiologis dan menyimpulkan adanya batu ureter sinistra. Lokasi yang paling mungkin untuk terjadinya batu ureter adalah
1/3 proximal ureter
1/3 tengah ureter
1/3 distal ureter
Saat ureter disilang oleh a. testicularis
Saat ureter menyalin bifurcatio a. iliaca communis
Pria, 50 tahun mengeluh nyeri pinggang kiri hebat. Nyeri yang dirasakan hilang timbul dengan interval 3-4 menit dan menjalar sampai ke testis kiri. Nyeri menjalar (referred pain) yang dirasakan oleh pasien diinervasi oleh ...
N. ilioinguinalis
N. iliohypogastricus
N. subcostalis
R. femoralis N. genitofemoralis
N. femoralis
Saraf apa yang diblok pada saat anestesi sirkumissi?
Saraf pudendus
Saraf dorsalis
Saraf spongiosa
Saraf bulbourethral
Mention the correct anatomy from the image below.
1. Renal Pelvis 2. Renal calyx 3. Ureter 4. Processus transversus 5. Buli
1. Renal Calyx 2. Renal pelvis 3. Ureter 4. Processus Spinosus 5. Buli
1. Renal Calyx 2. Renal pelvis 3. Processus transversus 4. Ureter 5. Buli
1. Renal Calyx 2. Renal pelvis 3. Ureter 4. Processus transversus 5. Buli
1. Renal Calyx 2. Renal pelvis 3. Ureter 4. Processus transversus 5. Buli
Requirements for conducting MET (Medical Expulsive Therapy):
Negative obstruction, negative infection, no need for control
Grade 4 obstruction, stone 4-6 mm, after antibiotic therapy
Strong diuretic, opaque stone and obstruction
Grade 2 obstruction, stone 6 mm, no infection, only subfebrile
Negative obstruction, stone maximum 4 mm, negative infection, need for control
The following statement about micturition reflex is correct:
Micturition reflex is integrated in the medulla oblongata
Parasympathetic fibers via nervus splanchnicus pelvicus are inhibited by stimulation
Efferent somatomotor via nervus pudendus is inhibited to relax the sphincter
Sympathetic signals to vesica urinaria via nervus splanchnicus pelvicus and hypogastric
Micturition reflex is initiated by distension of the bladder wall
A 35-year-old male comes to the Dermatology and Venereology Clinic with complaints of discharge from the tip of his penis. The discharge started 5 days ago, initially small but increased, yellowish pus, accompanied by pain during urination. No fever, muscle or joint pain. Last sexual contact was 7 days ago with WPS and without a condom. On examination, erythema, edema, and mucopurulent discharge from the external urethral orifice. No testicular swelling or inguinal lymphadenopathy. Gram stain of urethral discharge shows diplococci Gram negative intra and extracellular. The correct therapy for this case is:
Cefixime 2 x 100 mg/day, orally, for 7 days and Doxycycline 200 mg, orally, single dose
Cefixime 400 mg, orally, single dose and Doxycycline 2 x 200 mg, orally, for 7 days
Cefixime 2 x 100 mg/day, orally, for 7 days and Doxycycline 400 mg, orally, single dose
Cefixime 400 mg, orally, single dose and Doxycycline 2 x 100 mg/day, orally, for 7 days
Laki-laki 21 tahun datang ke klinik dengan keluhan nyeri saat kencing dan keluar nanah dari lubang penis. Pada pemeriksaan fisik didapatkan pada penis sebuah ulkus dengan dasar jernih dan tidak nyeri serta tak ada pembesaran kelenjar KGB regional. Pewarnaan gram terhadap uretral eksudat menunjukkan diplococci gram negatif diantara sel PMN. Pasien mengatakan kepada perawat klinik bahwa 'dia sudah tidak makan selama 2 hari.' Pengobatan yang paling sesuai untuk gonorrhea pada pasien ini adalah...
Ceftriaxone secara IM single dose
Tetracycline oral selama 7 hari
Vancomycin secara IM single dose
Procaine penicillin G secara IM single dose + 1 g probenecid
Amoxicillin oral selama 7 hari
Ny. Ana, 30 th, datang ke dokter dengan keluhan nyeri saat buang air kecil. Hasil pemeriksaan sedimen urin terdapat jumlah eritrosit dan leukosit meningkat. Pasien ini mempunyai riwayat sering nyeri epigastrium ketika bangun pagi dan diantara waktu makan, yang mereda bila diberi antasid dan makanan. Selain itu pernah mengalami urtikaria, hipotensi, dan sesak nafas setelah minum Penisilin V peroral 3 bulan yang lalu. Antibiotik apa yang menjadi pilihan utama pada kasus ini?
Ciprofloxacin
Erythromycin
Penicillin G
Cefotaxim
Cotrimoksazole
Obat di bawah ini mempunyai indeks terapeutik yang tinggi. Oleh karena itu dosis obat tersebut disesuaikan hanya bila bersihan kreatinin kurang dari 10 ml/menit. Yang manakah obat tersebut?
Trimetoprim
Metformin
Kaptopril
Digoksin
Penisilin
Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke Unit Gawat Darurat karena krisis hipertensi. Laju filtrasi glomerularnya 15 ml/menit/1,73 m2. Terapi lini pertama yang paling sesuai adalah:
Calcium channel blocker
Angiotensin receptor blocker
Beta blocker
ACE inhibitor
Osmotic diuretic
Manakah obat berikut ini yang efeknya meningkat pada gagal ginjal?
Suplemen Kalium
Amlodipin
Vitamin A
Antasida
Parasetamol
Seorang dokter di bangsal rawat inap menurunkan dosis antibiotika bagi pasien dengan Penyakit Ginjal Kronis (PGK) yang dirawat di rumah sakit karena pneumonia. Menurut anda, apakah alasannya?
Manakah obat berikut ini metabolit aktifnya dibersihkan ginjal?
Digoksin
Ciprofloxacin
Aminoglikosida
Enalapril
Sefalosporin
Sel berikut ini terletak di daerah vascular pole dan memproduksi hormon yang berperan pada regulasi tekanan darah
Sel pericyte
Sel Lacis
Sel juxtaglomerular
Sel mesangial intraglomerular
Sel podocyte
Pada pemeriksaan colok dubur atau DRE (Digital Rectal Examination), berikut apa saja yang dinilai KECUALI
Benjolan intra atau extra-lumen
Tonus sphincter dari anus
Suhu rektum
Ukuran prostat, konsistensi, nyeri tekan dan mobilitasnya
Terdapat darah atau feses pada sarung tangan
Histologi lumen pada sistem urinarius yang dilapisi oleh urothelium, dengan lipatan mukosa sehingga lumen berbentuk bintang adalah:
Tubulus kontortus proksimal
Henle tebal
Urethra
Ureter
Tubulus kontortus distal
Pada pemeriksaan urin seorang pasien yang menderita diabetes mellitus tipe 2 dan hipertensi kronis, didapatkan kondisi albuminuria. Struktur berikut ini yang mengalami kerusakan dan menyebabkan kondisi tersebut adalah ..
Lapisan parietal kapsula Bowman
Membran filtrasi ginjal
Ureter
Sel basal pada vesica urinaria
Sel epitel loop Henle
Pemeriksaan imaging untuk menunjang diagnosis renal cell carcinoma adalah:
Retrograde Pyelography
CT-scan abdomen dengan kontras
PET scan
Ureterorenoscopy (URS)
Cystography
Yang tidak benar mengenai ekstrofia buli adalah
Hanya pada laki-laki
Bisa ada epispadia
Tx dg operasi bertahap
Disertai kelainan kongenital lain
Seorang perempuan usia 20 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan diare lebih dari 6 kali sejak 3 jam yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda-tanda dehidrasi sedang. Perubahan dalam sistem urinaria dan cairan tubuh yang terjadi pada keadaan patologis ini adalah:
Retensi cairan pada jaringan interstisial tubulus
Peningkatan volume urine turun
Penurunan Glomerular Filtration Rate
Penurunan konsentrasi protein plasma
Penurunan tekanan osmotik koloid plasma
Seorang pria 60 tahun dengan riwayat Diabetes Mellitus yang sudah lama datang ke poli. Ia mengeluh kehilangan nafsu makan, mual dan sering muntah dalam 3 bulan terakhir. Ia tampak kurus dan kurang gizi. Hasil laboratorium menunjukkan: Hb 6,5 g/dl, gula darah acak 250 mg/dl, kreatinin serum 2,5 mg/dl, K 6 meq/l. Hasil USG ginjal menunjukkan kedua ukuran ginjal mengecil <9cm. Rendahnya kreatinin serum pada pasien ini dapat disebabkan karena:
Hiperglikemia
Kehilangan darah
Hiperkalemia
Malnutrisi
Kehilangan kreatinin di saluran cerna
Seorang wanita berusia 22 tahun menjalankan lomba 10 kilometer pada hari yang panas dan mengalami dehidrasi. Dengan asumsi bahwa kadar ADH-nya sangat tinggi dan ginjalnya berfungsi secara normal, di tubulus ginjal bagian mana yang paling banyak mereabsorpsi air?
Tubulus proksimal
Tubulus distal
Lengkung Henle descending
Tubulus koligens kortikal
Tubulus koligens medulla
Reabsorpsi Na+ tidak terjadi di:
Tubulus proksimal
Segmen descending
Tubulus distal
Tubulus
Segmen ascending
Komponen vaskuler dari nefron adalah:
Tubulus Proksimal
Tubulus Distal
Duktus koligentes
Ansa Henle
Glomerulus
Angiotensin II memiliki karakteristik dan fungsi sebagai berikut:
Menurunkan sekresi H+
Bekerja di tubulus proksimal, segmen tebal ansa Henle/tubulus distal, dan tubulus koligens
Menurunkan reabsorpsi H2O
Menurunkan reabsorpsi NaCl
Meningkatkan produksi urine
Condyloma accuminatum disebabkan oleh HPV:
Tipe 6 dan 11
Tipe 16 dan 18
Benang apa yang sebaiknya digunakan untuk sirkumisi?
Chromic catgut 4-0
Silk 4-0
Vicryl 4-0
Plain catgut 4-0
Monosyn 4-0
Dosis lidokain 1% pada anak dengan BB 20-29 kg
2 cc
4 cc
6 cc
8 cc
10 cc
Pneumaturia adalah
Keluhan yang menyertai nyeri kolik
Gejala yang berasal dari hubungan antara usus dan buli-buli
Urine mengandung darah
Disebabkan oleh infeksi saluran kemih
Instrumen dengan tenaga pneumatik untuk menghancurkan batu ginjal
Hematuria:
Menyebabkan timbulnya edema
Urin tampak berwarna merah segar
Selalu disertai hipertensi
Hanya didapatkan pada glomerulonefritis
Bila sedimen eritrosit > 5/lpb dalam urine
Manifestasi klinis yang dapat muncul pada tumor ginjal adalah sebagai berikut, kecuali
Hematuria
Hipertensi
Nokturia
Nyeri pinggang
Tumor abdomen
Jenis keganasan apa terbanyak pada bladder?
Papillary Renal Cell Carcinoma
Clear Cell Renal Cell Carcinoma
Urothelial Carcinoma
Chromophobe Renal Cell Carcinoma
Squamous Cell Carcinoma
Jenis keganasan apa terbanyak pada prostat?
Adenocarcinoma
Urothelial Carcinoma
Leiomyosarcoma
Squamous Cell Carcinoma
Lymphoma Maligna
Jenis histopatologi tersering pada kanker penis adalah:
Squamous cell carcinoma
Adenocarcinoma
Urothelial carcinoma
Dibawah ini adalah keganasan traktus urogenitalis yang bersifat chemo-radio resistant:
Renal Cell Carcinoma
Ca Prostate
Penile Cancer
Transitional cell carcinoma
Rhabdomyosarcoma
Seorang laki-laki usia 50 datang ke RS dengan keluhan utama nyeri pinggang kanan dan kencingnya berwarna kemerahan, sejak 2 bulan terakhir dan semakin memberat. Berat badan menurun 6 kg dalam 2 bulan. Pemeriksaan ct scan dan MRI didapatkan massa tumor pada ginjal kanan, kemudian dilakukan Nefrectomi. Gambaran Histopatologi menunjukkan tumor yang terdiri sel-sel epitel anaplasi yang mempunyai sitoplasma luas, dan jernih. Apa diagnosis patologi nya?
Papillary Renal Cell Carcinoma
Squamous Cell Carcinoma
Urothelial Carcinoma anaplasi pada epitel transisional
Chromophobe Renal Cell Carcinoma eosinofilik, peritubular halo
Clear Cell Renal Cell Carcinoma
Seorang anak laki laki umur 4 tahun dirujuk dari puskesmas ke poli ginjal anak. Pasien bengkak sejak 5 hari yang lalu pada sekitar mata dan kedua kaki. Ini adalah bengkak pertama kali. Kencing lancar, warna kuning keruh. Nafsu makan agak menurun sejak sakit. Pemeriksaan fisik didapatkan anak dengan bengkak anasarka, kesadaran kompos mentis. Berat badan 25 kg, tekanan darah 110/70 mmHg, suhu 36,8 ⁰C. Hasil pemeriksaan laboratorium sebagai berikut, Hb 14,5, lekosit 7800, HCT 44, trombosit 560.000, BUN 20mg/dl, serum kreatinin 0,5 mg/dl, serum albumin 1,2 g/dl, serum kolesterol 450 mg/dl, kalsium 5,2, natrium 135, fosfat 9. Pemeriksaan urin protein positif 4. Sedimen urin eritrosit 3-5/LP, lekosit 4-5/LP, epitel positif, silinder positif, oval fat bodies positif. Esbach 3 g/L. Diagnosis pada penderita ini adalah
Sindrom akut nefritik
Sindrom nefritik nefrotik
Glomerulonefritis akut
Sindrom nefrotik
Diare akut dan sindrom nefritik
Perempuan, 22 tahun, mengeluh nyeri waktu buang air kecil. Air seni bercampur darah, nanah, dan lendir. Keluhan dirasakan sejak 2 minggu yang lalu. Penderita setiap hari mencuci pakaian di sungai dekat rumah, tempat penduduk sekitar buang air besar (negara Sudan). Pemeriksaan urine secara mikroskopis menemukan bentukan telur oval dengan spina/duri pada ujung posteriornya. Diagnosis awal anak ini terinfeksi:
Schistosoma japonicum
Ancylostoma duodenale
Schistosoma haematobium
Ascaris lumbricoides
Strongyloides stercoralis
Perempuan, 22 tahun, mengeluh nyeri waktu buang air kecil. Air seni bercampur darah, nanah, dan lendir. Keluhan dirasakan sejak 2 minggu yang lalu. Penderita setiap hari mencuci pakaian di sungai dekat rumah, tempat penduduk sekitar buang air besar (negara Sudan). Pemeriksaan urine secara mikroskopis menemukan bentuk telur oval dengan spina/duri pada ujung posteriornya. Stadium infektif pada kasus tersebut adalah:
(a)
Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun datang ke Unit Gawat Darurat karena kencing berwarna coklat gelap seperti teh dengan gejala flu sejak 2 hari sebelumnya. Pemeriksaan fisik: tidak demam, tekanan darah normal dan tidak ada edema. Urinalisis: eritrosit penuh/lpb, leukosit 2-3/lpb, nitrit negatif. Diagnosis yang paling sesuai adalah:
Sistitis
Pielonefritis
Nefropati IgA
Sindrom nefritik akut
Glomerulonefritis fokal segmental
Seorang wanita, 30 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan keluhan mual muntah dan kencing sedikit. Hal yang mendukung tanda gagal ginjal akut adalah
Terjadi peningkatan kadar serum > 100% dari semula
Gejala timbul dalam 72 jam
Produksi urine < 0,5 ml/jam dalam 6 jam
Terjadi penurunan serum kreatinin < 0,3 mg/dL
Peningkatan kadar kreatinin lebih dari 0,5 x semula
Pada malam hari pukul 19:00 laki-laki usia 42 th dibawa ke UGD dengan luka di pinggang akibat tusukan. Pada pemeriksaan fisik, didapat tekanan darah 130/80 nadi 90x/menit, luka sayat dengan lebar 4 cm dan menembus fascia, serta darah dalam urine. Pemeriksaan paling tepat untuk menentukan derajat trauma ginjal pada pasien ini adalah:
CT scan abdomen dengan kontras
Foto polos abdomen
BNO/BOF
Ultrasonografi, IVP, radiografi
Sistografi
Pada proses transport aktif:
Selalu diikuti oleh molekul air
Partikel bergerak dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah
Partikel bergerak dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi
Menghasilkan energi
Sebagai contohnya adalah transport ion natrium dari ekstraseluler ke intraseluler
Seorang laki-laki 27 tahun datang ke Rumah Sakit dengan keluhan badan lemas dan kencing sedikit. Kreatinin serum meningkat (2,5 mg/dL). Kelebihan kreatinin dalam mengukur klirens ginjal dalam fungsi laju filtrasi glomerulus adalah
Dipengaruhi massa otot
Disekresi di tubulus ginjal
Dipengaruhi jenis kelamin
Murah dan mudah dikerjakan
Diproduksi konstan dalam 24 jam
Seorang wanita, usia 34 tahun datang ke poliklinik dengan nocturia. Pada anamnesis tidak didapatkan demam, tidak didapatkan nyeri suprapubik ataupun rasa nyeri saat berkemih. Akhir-akhir ini pasien merasa nyaman bila minum teh hangat sebelum tidur. Dokter memeriksakan urinalisis, dan bagaimana kemungkinan hasilnya:
Sel darah merah 6-10/per lapang pandang, leukosit negatif
Proteinuria positif, nitrit positif
Leukosit positif, nitrit positif
Laki 18 tahun datang dengan keluhan wajah sembab. Dari hasil anamnesis tidak ada keluhan infeksi. Hasil pemeriksaan urine protein +3, eritrosit 6-7/lapangan pandang. Untuk memeriksa hematuria mikroskopik dilakukan pemeriksaan
CT scan
IVP
Foto polos abdomen
Morfologi eritrosit
Kultur urin
Seorang laki-laki 56 tahun datang ke Rumah Sakit dengan keluhan pucat. Dijumpai tanda tanda Malar rash, oral ulcers, Arthritis, Photosensitivity. Hasil laboratorium menunjukkan Hb 6,5 g/dL, protein urine 2.5 g/hari, hemoglobin plasma 1 g/dL, hematuria (>50/lp), hemoglobinuria (+). Pasien didiagnosis sebagai Systemic Lupus Erythematosus (SLE). Gangguan glomerulus dapat ditunjukkan oleh pemeriksaan...
Eritrosit dismorfik dan silinder waxy
Silinder waxy
Silinder eritrosit
Eritrosit dismorfik
Eritrosit dismorfik dan silinder eritrosit
Bapak X usia 42 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri saat buang air kecil. Dari pemeriksaan fisik ditemukan ada cairan kekuningan keluar dari orificium urethra nya. Pada pewarnaan Gram yang dilakukan dari specimen cairan urethra tersebut ditemukan adanya bentuk diplococcus Gram Negatif intraseluler dengan banyak sel PMN. Mikroorganisme lain yang mempunyai mekanisme terjadinya infeksi sama seperti bakteri yang menginfeksi bapak X tersebut adalah:
Pseudomonas aeruginosa
Staphylococcus aureus
Leptospira
Mycobacterium tuberculosis
Salmonella typhi
Pasien datang ke ruangan praktek dokter dengan keluhan nyeri saat buang air kecil. Gejala dirasakan dalam 2 hari terakhir dengan disertai demam ringan. Setelah dilakukan pemeriksaan urine lengkap dan kultur, maka didapatkan bakteri positif dan pada kultur ditemukan bakteri Staphylococcus aureus dengan jumlah 8×103CFU/ml urine . Apakah kesimpulan yang dapat Saudara ambil dari hasil tersebut?
Pasien mungkin telah mendapatkan terapi antibiotika sebelumnya
Pasien tidak mengalami infeksi saluran kemih
Pasien harus mengulang pemeriksaan karena jumlah koloni yang didapat tidak banyak
Pasien minum obat golongan diuretic
Pasien mengalami infeksi saluran kemih secara descending
Pasien Wanita MRS dengan diagnosis meningitis dan kesadaran menurun. Suhu tubuh 39°C, RR 30x/m, Tensi 130/80, pasien menggunakan "indwelling catheter". Untuk melakukan kultur anaerob, specimen urine dapat diambil dari:
Urine porsi awal
Urine kateter
Urine aspirasi suprapubic
Urine porsi tengah
Kantong urine (Urine bag)
Parasit yang dapat menyebabkan urethritis nonspesifik adalah
Wuchereria bancrofti
Chilomastix mesnilli
Giardia lamblia
Schistosoma haematobium
Trichomonas vaginalis
Seorang laki-laki 56 tahun datang ke Rumah Sakit dengan keluhan pucat. Dijumpai tanda tanda Malar rash, oral ulcers, Arthritis, Photosensitivity. Hasil laboratorium menunjukkan Hb 6,5 g/dL, protein urine 2.5 g/hari, hemoglobin plasma 1 g/dL, hematuria (>50/lp), hemoglobinuria (+). Pasien didiagnosis sebagai Systemic Lupus Eritematosus (SLE). Kemungkinan penyebab proteinuria pada pasien tersebut adalah...
Pre renal
Pre Renal, Glomerular dan Tubular
Tubular
Pre Renal, Glomerular
Glomerular
Pasien dengan gangguan fungsi ginjal untuk batu ureter pilihan modalitasnya adalah
MRI dengan kontras
USG saja
Plain foto dan MRI kontras
MSCT tanpa kontras
Plain Foto dan IVP
Berikut ini pernyataan yang benar mengenai pemeriksaan renogram, kecuali:
Pemeriksaan memakan waktu lama
Memberikan informasi anatomi lebih bagus dibandingkan CT/MRI
Dapat untuk pemeriksaan serial (bisa)
Memakai radiofarmaka
Dapat digunakan pada pasien yang mengalami gagal ginjal
Seorang wanita, usia 23 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri, seperti terbakar saat berkemih. Keluhan tersebut terbanyak disebabkan karena:
Keganasan kandung kemih
Vaginitis
Inflamasi kandung kemih dan uretra
Cervicitis
Pielonefritis
Seorang anak perempuan usia 2 tahun dibawa ke poli anak RSUD Dr. Soetomo karena panas tinggi 3 hari. Selain itu ada gejala mual dan nafsu makan menurun. Kencing tidak lancar, keruh sejak lebih kurang 1 minggu. Pemeriksaan anak tampak sakit, kompos mentis, Suhu tubuh 39,5o C. Hasil laboratorium Hb 12.5 g/dl, lekosit 20.000/cmm, trombosit 450.000. Urin sedimen: eritrosit 20-25/hpf, leukosit penuh, granular cast positif. Bakteri positif. USG ginjal tampak batu di kandung kemih. Berdasarkan data di atas, diagnosis utama anak tersebut intrepetasi: dysuria, hematuria, leukositosis, pyuria
Infeksi saluran kemih + batu buli-buli
Batu ginjal + dugaan infeksi saluran kemih
Infeksi saluran kemih
Dugaan infeksi saluran kemih + batu buli-buli
Batu ginjal + Infeksi saluran kemih
Diagnosis infeksi saluran kemih ditegakkan berdasarkan
Kultur urin
CT Scan ginjal buli-buli
Ibu A, 68 tahun, telah dirawat di Rumah Sakit selama 10 hari karena menderita kanker cervix. Dalam 3 hari terakhir, ibu A diberikan kemoterapi per infus. Saat ini ibu A mendadak mengalami panas badan, mual, muntah dan nyeri di bagian punggung belakang. Dari pemeriksaan fisiknya didapatkan vital sign dalam batas normal. Pemeriksaan penunjang kultur urine yang diambil dari urine kateternya menunjukkan pertumbuhan bakteri = 105CFU/mlurine , dan teridentifikasi bakteri Acinetobacter baumanii. Sedangkan pada kultur darahnya tidak ditemukan pertumbuhan bakteri. Kemungkinan hal yang dialami ibu A adalah:
Pelvic Inflammatory Disease
Urethritis
Cystitis
Urosepsis
Pyelonephritis
Seorang wanita 26 tahun datang dengan keluhan nyeri saat berkemih yang dirasakan sejak 2 minggu yang lalu, tidak disertai demam, mual, nyeri pinggang. Pada pemeriksaan fisik tidak ditemukan nyeri ketok ginjal, tetapi didapatkan nyeri tekan suprapubik. Pemeriksaan laboratorium leukosit 9000/mm3, ureum 21 mg/dL, kreatinin 0.6mg/dL, glukosa urin +, protein +, RBC+, sedimen leukosit 15/LBP. Apakah diagnosis yang mungkin?
Glomerulonefritis kronis
Pielonefritis kronis
Pielonefritis akut
Glomerulonefritis akut
Sistitis
Seorang wanita 50 tahun datang ke poli ginjal dengan keluhan bengkak kedua pergelangan kaki makin berat. Tekanan darah pasien ini 160/100 mmHg. Hasil pemeriksaan urin menunjukkan proteinuria 2,5g/hari dan cast eritrosit. Apakah diagnosis yang paling mungkin?
Sindrom Nefrotik
Tumor ginjal
Sindrom Nefritik
Infeksi Saluran Kemih
Batu ginjal
Seorang pasien pria 19 tahun datang ke UGD dengan keluhan bengkak di wajah sejak 5 hari dan hipertensi. Pada pemeriksaan urin didapatkan protein 1,5 gram/hari dan cast eritrosit. Kemungkinan px menderita:
Progressive CKD
Sindroma nefrotik
Sindroma nefritik akut
Minimal change disease
Rapid Progressive Glomerulonephritis
Seorang pria 34 tahun dengan HIV dibawa ke rumah sakit karena demam dan diare berat selama 5 hari. Tekanan darahnya 80/60 mmHg, dan mengalami anuria selama 6 jam. Ia telah minum parasetamol untuk demamnya. Diagnosis apa yang paling tepat bagi pasien ini?
Acute Kidney Injury Renal dan Postrenal
Acute Kidney Injury Renal
Acute Kidney Injury Prerenal
Acute Kidney Injury Prerenal dan Postrenal
Acute Kidney Injury Postrenal
Seorang anak laki laki umur 4 tahun dirujuk dari puskesmas ke poli ginjal anak. Pasien bengkak sejak 5 hari yang lalu pada sekitar mata dan kedua kaki. Ini adalah bengkak pertanda kaki. Kencing lancar, warna kuning keruh (indikasi kerusakan pada ginjal). Nafsu makan agak menurun sejak sakit. Pemeriksaan fisik didapatkan anak dengan bengkak anasarka, kesadaran compos mentis. Berat badan 25 kg, tekanan darah 110/70 mmHg normal, suhu 36,8 °C, demam. Hasil pemeriksaan laboratorium sebagai berikut, Hb 14,5, lekosit 7800, HCT 44, trombosit 560.000, BUN 20 mg/dl, serum kreatinin 0,5 mg/dl, serum albumin 1,2 g/dl, serum kolesterol 450 mg/dl, kalsium 5,2, natrium 135, fosfat 9. Pemeriksaan urin protein positif 4+. Sedimen urin eritrosit 3-5/LP, leukosit 4-5/LP, epitel positif, silinder positif, (indikasi tubular necrosis??) oval fat bodies positif. Esbach 3 g/L.
Transfusi albumin merupakan terapi utama
Diet tinggi protein dapat mengurangi bengkak
Pemberian furosemid poten merupakan terapi utama
Pemberian kortikosteroid merupakan terapi utama
Diet tinggi protein harus diberikan
Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke Poliklinik dengan keluhan utama nyeri kepala sejak 2 hari sebelumnya. Anak juga mengeluh mual dan muntah. Kencing lebih jarang dari biasanya, warna kencing seperti teh. Didapatkan riwayat batuk pilek 1 minggu sebelum sakit. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran baik, BB 30 kg, tekanan darah 152/78 mmHg, nadi 92/menit, laju nafas 24/menit dan suhu aksila 36,5 °C. Edema pretibia. Pemeriksaan laboratorium: Hb 11 g/dl, leukosit 6500/cmm, trombosit 255.000/cmm, hematokrit 33%, albumin 3,1 g/dl, urinalisis: protein 1+, eritrosit >50/lpb, leukosit 1-3/lpb. Pemeriksaan laboratorium tambahan yang masih diperlukan untuk menegakkan diagnosis:
Elektrolit serum
Protein urin 24 jam
Kultur urin
Fungsi ginjal
Analisis gas darah
Hipertensi pada anak diberikan terapi medikamentosa bila:
Ada keluhan mual muntah
Tekanan darah >= persentil 90 mmHg
Tekanan darah >= persentil 95 +10 mmHg
Tekanan darah >= persentil 50
Ada keluhan nyeri kepala
Seorang wanita, usia 30 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sering buang air kecil sedikit-sedikit dan rasa nyeri seperti terbakar waktu berkemih. Sering buang air kecil dalam jumlah sedikit-sedikit ini kemungkinan disebabkan karena:
Batu di kandung kemih menyebabkan iritabilitas kandung kemih
Mucosa dan submucosa kandung kemih mengalami inflamasi
Pengosongan kandung kemih yang tidak komplit frekuensi
Fibrosis pada kandung kemih
Adanya tumor di kandung kemih menyebabkan volume kandung kemih berkurang
Seorang anak perempuan usia 2 tahun dibawa ke poli anak RSUD Dr. Soetomo karena panas tinggi 3 hari. Selain itu ada gejala mual dan nafsu makan menurun. Kencing tidak lancar, keruh sejak lebih kurang 1 minggu. Pemeriksaan anak tampak sakit, composmentis, Suhu tubuh 39,5 oC. Hasil laboratorium Hb 12.5 g/dl, leukosit 20.000/cmm, trombosit 450.000. Urin sedimen: eritrosit 20-25/hpf, leukosit penuh, granular cast positif. Bakteri positif. USG ginjal tampak batu di kandung kemih. Faktor resiko penyakit di atas adalah
Infeksi saluran kemih
Obat-obatan
Seorang laki-laki usia 78 tahun datang ke Poliklinik dengan keluhan nyeri saat buang air kecil. Keluhan tersebut dirasakan sejak beberapa minggu terakhir. Gejala lain yang dirasakan adalah sulit untuk menahan buang air kecil saat malam hari dan tidak tuntas saat buang air kecil. Tanda-tanda vital pasien dalam batas normal. Penyakit penyerta apa yang harus dipertimbangkan pada pasien di atas
Diabetes Mellitus
Urolithiasis
BPH
Gonorrhoe
Bukan salah satu diatas
Pria 70 tahun dengan keluhan LUTS sejak 2 tahun yang lalu. Score IPSS 7. Dari pemeriksaan colok dubur didapatkan prostat membesar dengan teraba nodule di lobus kiri prostat. Pemeriksaan PSA 35 ng/dl (nilai normal 4ng/dl). Terapi atau pemeriksaan apa yang anda anjurkan pasien
A-blocker
Watchful waiting dan perubahan gaya hidup
Biopsi prostat
Operasi open prostatektomi
Operasi TURP
Pria 60 tahun dengan keluhan benjolan di lipatan paha sebelah kiri sejak 3 bulan yang lalu. Dari anamnesis didapatkan pasien dengan keluhan sering kencing, kencing menetes dan sering terbangun untuk kencing sejak 5 tahun yang lalu. Dari Questioner IPSS didapatkan score 26. Terapi dan atau edukasi apa yang akan berikan ke pasien?
Operasi TURP
Pemberian a-blocker
Operasi hernioplasty dan TURP
Operasi hernioplasty
Non operatif management
Kelainan yang dapat ditemukan pada hipospadia kecuali
Dorsal hood
Chordee pada dorsal penis
Meatal stenosis
Muara uretra pada ventral penis
Tunika dartos yang inelastis
Malformasi lokasi lubang uretra yang berada di sepanjang ventral aspek poros penis, disebut:
Phimosis
Hypospadias
Smegma
Paraphimosis
Epispadias
Bagaimana penanganan trauma buli intraperitoneal?
Konservatif
Primary Endoscopic Realignment (PER)
Laparotomi
Sistostomi perkutan
Kateterisasi
Apa tanda klasik dari trauma uretra?
Hematome
Pneumaturia
Nyeri
Hematuria
Bloody Discharge
Seorang laki-laki usia 16 tahun mengalami kecelakaan lalu lintas. Penderita mengeluh nyeri di selangkangan dengan darah mengalir dari lubang uretra dan hematoma perineum pada pemeriksaan fisik. Pada urethrografi didapatkan ekstravasasi kontras pada uretra pars bulbosa. Tindakan awal untuk trauma uretra yang paling tepat pada penderita ini:
Sistostomi
Urethrotomia Interna
Pemasangan kateter uretra
Dilatasi uretra
Eksisi dan anastomosis uretra
Pembesaran Prostat yang disebabkan akumulasi cairan serus didalam tunica vaginalis, disebabkan karena: infections, tumor, idiopathic:
Chylocele fililariis
Hydrocele
Hematocele
Spermatocoele ada darah di sperma
Elephantiasis
Gangguan Disfungsi Ereksi organik antara lain, kecuali:
CRF
Depresi
Penyakit vaskular
Trauma
DM
Bagaimana pemeriksaan Nocturnal Penile Tumescence:
Testosteron test
Cavernosometri
Tes PDE5 inhibitor
Stamp test
Penile brachial Index (PBI)
Seorang pasien laki-laki usia 48 tahun, datang dengan keluhan nyeri abdomen bagian bawah, terkadang bila buang air kecil terasa "panas". Tidak pernah ada riwayat kencing bercampur darah. Buang air besar lancar. Tidak ada mual atau muntah. Flatus (+). Tidak ada demam. Hasil pemeriksaan urine menunjukkan adanya peningkatan leukosit dan eritrosit. Dilakukan pemeriksaan foto polos abdomen sebagai berikut. Diagnosis yang paling sesuai untuk pasien ini adalah:
Refer to the X-ray image provided. What is the diagnosis?
Batu ginjal
Fecalith
Batu empedu
Batu Buli
batu ureter
A 35-year-old male presents with left flank pain, colic. IVP is performed. What is the correct diagnosis according to you?
Hydronefrosis kiri disebabkan stricture ureter kiri
Hydronefrosis kiri disebabkan batu ureter kiri
Hydronefrosis kiri disebabkan batu buli2
Hydronefrosis kiri disebabkan batu pelvis renalis kiri
Hydronefrosis kiri disebabkan batu staghorn kiri
A 50-year-old female patient complains of pain during urination (micturition), accompanied by difficulty urinating, sometimes mixed with a little blood. If the body is moved, urination becomes smooth again and recurs. On ultrasound examination, the finding is:
Bladder stone
Renal cyst
Hydronephrosis
Bladder tumor
Look at the ultrasound image provided. What is the most likely diagnosis?
Batu di ureter
Batu di ginjal
Keradangan di urinary bladder
Batu di urinary bladder
Mass di urinary bladder
A 36-year-old male patient complains of fever accompanied by right flank pain. This condition has been felt for the past 8 months, sometimes disappearing. There is a history of reddish urine. The plain abdominal X-ray result is shown below. The most appropriate diagnosis is:
Atrofi ginjal
Batu staghorn
Batu kandung empedu
Pielonefritis kronik
Tumor ginjal yang mengalami kalsifikasi
The correct statement regarding testicular torsion is:
Tidak disertai rasa nyeri
Arah torsio ke sisi lateral
Refleks kremaster positif
Berapa lapisan yang harus ditembus untuk memberikan anestesi lokal pada sirkumsisi?
Tiga
Satu
Empat
Dua
Lima
Seorang laki-laki, usia 35 tahun, datang ke Poli Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Soetomo dengan keluhan keluar cairan dari alat kelaminnya. Keluhan dirasakan sejak 5 hari yang lalu. Awalnya cairan yang keluar hanya sedikit tapi makin lama makin banyak seperti nanah disertai rasa nyeri saat kencing. Tidak ada keluhan demam, nyeri otot dan sendi. Riwayat hubungan seksual terakhir kali 7 hari yang lalu dengan WPS dan tanpa kondom. Pada pemeriksaan fisis didapatkan muara uretra eksterna eritema, edema, duh tubuh uretra banyak, mukopurulen. Tidak didapatkan pembengkakan testis dan kelenjar getah bening inguinal. Pada pemeriksaan pengecatan Gram duh tubuh uretra didapatkan gambaran diplokokus Gram negatif intra dan ekstraseluler. PMN.
Chlamydiosis urethritis
Non specific genital infections (NSGI)
Gonorrhoeae urethritis
Non spesific urethritis (NSU)
Gonoblenorrhoe
Uretritis gonore sering disertai uretritis karena:
Gardnella vaginalis
Haemophilus ducrey
Chlamydia trachomatis
Candida albican
Staphylococcus aereus
Seorang laki-laki, usia 35 tahun, datang ke Poli Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Soetomo dengan keluhan keluar cairan dari alat kelaminnya. Keluhan dirasakan sejak 5 hari yang lalu. Awalnya cairan yang keluar hanya sedikit tapi makin lama makin banyak seperti nanah disertai rasa nyeri saat kencing. Tidak ada keluhan demam, nyeri otot dan sendi. Riwayat hubungan seksual terakhir kali 7 hari yang lalu dengan WPS dan tanpa kondom. Pada pemeriksaan fisis didapatkan muara uretra eksterna eritema, edema, duh tubuh uretra banyak, mukopurulen. Tidak didapatkan pembengkakan testis dan kelenjar getah bening inguinal. Pada pemeriksaan pengecatan Gram duh tubuh uretra didapatkan gambaran diplokokus Gram negatif intra dan ekstraseluler, PMN. Bila terjadi infeksi diseminata, maka bisa didapatkan gejala klinis berupa:
Faringitis
Dermatitis
Pleuritis
Nefritis
Konjungtivitis
Laki-laki tidak disunat, kebersihan lokal kurang, glans penis merah, bengkak, nyeri tekan
Paraphimosis
Phimosis
UTI
Balanitis
Balanoposthitis
A 30-year-old patient comes to the health center with complaints of right flank pain for 1 week. The patient also complains of fever and pain during urination. On physical examination, BP 137/70, pulse 81/min, temperature 38°C, and right CVA tenderness (+). What is the most likely diagnosis?
Pyelonephritis
Cystitis
Ureteritis
Nephrolithiasis
Ureterolithiasis
A woman, 35 years old, comes to the Dermatology and Venereology clinic with complaints of genital sores for 3 days. Initially, she complained of stress due to work about 1 week ago, then blisters appeared containing fluid that clustered and broke into small painful sores on the lips of the genitalia for 3 days. The patient had similar complaints 1 year ago, and the sores healed on their own. Sexual history only with her husband, and similar complaints were experienced by her husband several years ago. Examination showed lesions on the labia minora, multiple erythematous macules with shallow erosion and dirty base, and several vesicles clustered on an erythematous base. Tzanck smear from the vesicle base showed giant multinucleated cells, and Gram stain showed gram-positive cocci. The diagnosis for this case is:
Recurrent herpes simplex genitalis with secondary infection
Recurrent herpes simplex genitalis with gonorrhea
Genital ulcer due to gonorrhea
Genital ulcer with secondary infection
Genital ulcer due to herpes simplex genitalis recurrence
The structure that protrudes into the calyx minor is:
Renal tubules
Renal columns
Renal papilla
Renal cortex
Renal corpuscles
A 24-year-old man comes to the Dermatology and Venereology clinic with complaints of red spots for 1 week on his palms, initially on the palms and soles, then also appeared on the face and body. Itchy, hot, and painful when the spots are scratched. The patient does not remember any previous genital sores. The patient admits to frequent sexual intercourse with multiple partners and rarely uses condoms. Last sexual intercourse was 2 weeks ago. On physical examination, multiple erythematous macules, firm, annular, with collarette scales were found on the face, trunk, and palms. VDRL titer reactive 1:16 and TPHA reactive 1:640, HIV 3 methods nonreactive. No drug allergy history. The best treatment for this case is:
Benzathine penicillin 2.4 million IU intramuscularly once
Benzathine penicillin 2.4 million IU intramuscularly 3 times every 1 month
Benzathine penicillin 1.2 million IU intramuscularly 3 times every 1 month
Benzathine penicillin 2.4 million IU intramuscularly 3 times every 1 week
Benzathine penicillin 1.2 million IU intramuscularly once
A 5-month-old baby, admitted with a diagnosis of meningitis and decreased consciousness. Body temperature 39°C, RR 40/min, heart rate 150/min. To perform anaerobic urine culture, the urine specimen can be taken from:
