Font size
WorksheetsLatihan Soal SAS DDTO
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
Saat mengukur hambatan menggunakan AVO analog, jarum tidak kembali ke angka nol ketika probe disatukan. Apa analisis terbaik yang harus dilakukan?
Mengganti baterai AVO meter
Mengganti kabel probe
Mengatur ohm adjustment screw
Mengganti sekring internal meter
Membalik polaritas probe
Sebuah rangkaian menunjukkan tegangan 12V dan arus 1,2A, tetapi ketika diuji dengan AVO digital menunjukkan arus 0,3A saja. Apa penyebab paling mungkin?
AVO meter rusak
Pengukuran dilakukan paralel, bukan seri
Probe tidak menyentuh permukaan terminal
Baterai AVO lemah
Rangkaian tidak stabil
Mengapa pengukuran hambatan pada rangkaian yang masih terhubung dengan sumber listrik sering menghasilkan nilai salah?
Ohm meter tidak mampu membaca arus
Tegangan eksternal mempengaruhi pembacaan
Probe terlalu sensitif
Baterai AVO meter mudah habis
Kabel terlalu pendek
Sebuah komponen menunjukkan nilai hambatan jauh lebih kecil dari nilai resistor yang tertera. Apa kemungkinan terbaik?
Resistor mengalami kerusakan hubung singkat.
Resistor dalam kondisi baik.
Resistor mengalami kerusakan terbuka.
Resistor memiliki nilai toleransi tinggi.
Pada pengujian dioda menggunakan multimeter, dioda menunjukkan nilai 0 Ω pada kedua arah. Apa kesimpulan yang tepat?
Dioda normal
Dioda dalam kondisi open
Dioda mengalami short
Probe digital tidak tepat
Tegangan rangkaian terlalu kecil
AVO analog digunakan untuk mengukur tegangan AC 220V, namun jarum tidak bergerak. Analisis terbaik?
Probe salah polaritas
Range terlalu tinggi
Range terlalu rendah
Pengukuran harus seri
Saklar selector rusak
Dalam rangkaian seri, lampu kedua redup walau tegangan total mencukupi. Analisis tepat?
Lampu pertama rusak
Terdapat penurunan tegangan pada lampu pertama
Arus terlalu besar
Resistor 470Ω namun multimeter menunjukkan 510Ω. Penyebab paling masuk akal?
Kesalahan teknik membaca
Suhu resistor meningkat
Resistor toleransi 10%
Probe longgar
Rangkaian terhubung paralel
Mengapa Avometer digital lebih akurat dalam nilai kecil?
Memiliki jarum stabil
Menggunakan sensor optik
Memiliki resolusi digital lebih tinggi
Bekerja tanpa baterai internal
Lebih berat dan sensitif
Sekring sering putus saat starter. Analisis terbaik?
Sekring terlalu kecil
Terdapat hubungan pendek pada jalur beban
Aki terlalu kuat
Kabel terlalu besar
Dioda pengisian bocor
Jika V meningkat dua kali lipat sementara R tetap, apa efek pada arus?
(a)
Pada mode DCV 50, jarum menunjukkan angka 6. Interpretasi nilai?
6 mV
6 V
30 V
60 V
0,6 V
Dua resistor paralel 4Ω dan 12Ω menghasilkan hambatan total?
2Ω
3Ω
6Ω
8Ω
16Ω
Dalam rangkaian paralel, tegangan pada tiap cabang...
Tergantung arus
Berbeda sesuai hambatan
Sama untuk semua cabang
Menurun jika cabang ditambah
Tidak dapat diukur
Mengapa lampu pada rangkaian seri redup?
Tegangan terbagi pada setiap beban
Arus tidak mengalir
Resistansi terlalu rendah
Kabel berbeda ukuran
Tidak ada saklar
Kabel panas saat arus mengalir. Analisis terbaik?
Kabel terlalu besar
Kabel menerima arus melebihi kapasitas
Kabel tidak diisolasi
Tegangan terlalu rendah
Baterai tidak stabil
LED tidak menyala meski diberi tegangan cukup; arus sangat kecil. Penyebab?
LED short
Resistor pembatas terlalu besar
Polaritas terbalik
LED gosong
AVO salah mode
Mengukur arus DC tapi multimeter dipasang paralel. Dampak?
Arus terbaca akurat
Multimeter dapat rusak
Arus menurun
Tegangan naik
Mengukur baterai 12V dengan mode ACV, hasil 1V. Penyebab?
Baterai rusak
Mode pengukuran tidak sesuai
Probe tidak berfungsi
Beban terlalu besar
Arus bocor
Multimeter digital menunjukkan nilai tidak stabil. Analisis?
Multimeter low enforcement
Tegangan beban fluktuatif
Probe berkualitas rendah
Rangkaian tidak memiliki resistor
Kabel AC putus
