wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS Sumatif – Mata Pelajaran KUG Fase F Kelas XII DPIB

Total questions: 30

Worksheet time: 2hrs 30mins

Name
Class
Date
1.

Saat merancang sebuah bangunan rumah tinggal sederhana menggunakan teknologi Building Information Modelling (BIM), seorang siswa harus memastikan bahwa gambar dua dimensi (2D) yang dibuat dapat diterjemahkan dengan akurat ke dalam bentuk tiga dimensi (3D). Konsep ini penting karena kesalahan pada dimensi lantai, dinding, atau tinggi bangunan akan berpengaruh pada model 3D secara keseluruhan dan menyebabkan ketidaksesuaian antar elemen struktur. Oleh karena itu, fitur koordinasi objek menjadi krusial agar semua elemen terhubung secara otomatis ketika terjadi perubahan. Dalam konteks BIM, fungsi yang digunakan untuk menghubungkan perubahan gambar 2D otomatis ke pada model 3D dikenal sebagai...

a)

Rendering Material

b)

Automatic Object Linking

c)

Parametric Modelling

d)

Drafting Manual Mode

e)

Manual Layer Synchronization

2.

Dalam membuat visual animasi desain bangunan bertingkat menggunakan BIM, seorang siswa menemukan bahwa model bangunan berubah otomatis ketika ia mengganti ukuran balok atau kolom. Sistem ini meminimalkan kesalahan desain sekaligus meningkatkan efisiensi waktu pengerjaan. Proses otomatisasi ini terjadi karena sistem pemodelan menggunakan database elemen yang saling terkoneksi, sehingga setiap perubahan memperbarui seluruh data terkait. Sistem kerja yang menggambarkan hubungan data berbasis objek pada BIM disebut...

a)

Object-Oriented Modelling

b)

Static Layer Projection

c)

Manual Drafting Database

d)

Conventional CAD System

e)

Non-parametric Modelling

3.

Pada saat mengembangkan desain utilitas gedung seperti jaringan listrik dan instalasi sanitasi dalam model BIM, seorang siswa harus mampu memastikan bahwa jalur pipa air bersih tidak bertabrakan dengan jalur ducting AC atau kabel listrik. BIM menyediakan fitur pengecekan otomatis yang dapat mendeteksi potensi tabrakan antarelemen tersebut sehingga perbaikan dapat dilakukan lebih awal sebelum bangunan dibangun. Fitur ini dikenal sebagai...

a)

Object Scheduler

b)

Rendering Engine

c)

Clash Detection

d)

Cutaway View System

e)

Sheet Management

4.

Seorang siswa membuat gambar denah rumah dua lantai menggunakan BIM dan kemudian mengubah tinggi lantai pertama pada model 3D. Setelah perubahan dilakukan, elevasi tangga dan langit-langit ikut berubah secara otomatis tanpa harus diedit satu per satu. Hal ini menunjukkan bahwa platform BIM menggunakan sistem yang saling terintegrasi dan mengikuti aturan struktur bangunan. Sistem pengaturan dimensi seperti ini biasa disebut...

a)

Dynamic Object System

b)

Visual Sync Engine

c)

Parametric Constraint

d)

Free Adjustment System

e)

Manual Editing Tool

5.

Dalam proses pembuatan animasi walkthrough bangunan, siswa harus mengatur jalur kamera agar dapat menjelajahi ruangan sesuai sudut pandang manusia. Proses ini memerlukan kemampuan memahami skala ruangan, furnitur, dan penempatan objek agar animasi terlihat realistis. Teknik dalam BIM yang memungkinkan pengguna menjelajahi bangunan secara visual menggunakan simulasi disebut...

a)

Perspective Drafting

b)

Orthographic Visualization

c)

Virtual Walkthrough

d)

Static Render Projection

e)

Multi-Level Viewpoint

6.

Ketika membuat rancangan interior kamar tidur pada software BIM, siswa perlu menerapkan tekstur material seperti kayu untuk lantai, cat dinding, atau kaca pada jendela agar tampilan lebih realistis. Proses penentuan material ini penting untuk presentasi visual karena memberikan gambaran akhir sebelum konstruksi dilakukan. Fitur yang digunakan untuk memberikan efek cahaya, bayangan, dan material realistis disebut...

a)

Rendering

b)

Drafting

c)

Layering

d)

Clashing

e)

Scheduling

7.

Saat membuat gambar struktural dalam sistem BIM, siswa diminta mengecek volume material beton yang dibutuhkan. Tanpa menghitung secara manual, software tersebut otomatis menampilkan volume, luas, dan jumlah elemen yang digunakan pada model. Fitur otomatis yang digunakan untuk mendapatkan jumlah dan jenis material ini disebut...

a)

Rendering Schedule

b)

Bill of Quantity (BOQ)

c)

Layer Extraction

d)

Manual Calculation

e)

Object Selection Mode

8.

Dalam pemodelan bangunan bertingkat, siswa harus memastikan elevasi lantai antar level konsisten sesuai gambar kerja. Ketika satu elevasi level diubah, seluruh elemen seperti dinding, kolom, dan bukaan harus mengikuti perubahan tersebut agar tidak terjadi perbedaan ketinggian. Fitur yang memungkinkan perubahan level otomatis disebut...

a)

Level Constraint System

b)

Passive Layer Control

c)

Object Grouping

d)

Manual Placement Mode

e)

Independent Drafting Format

9.

Seorang siswa diminta membuat gambar potongan (section) dari sebuah bangunan dua lantai. Dengan menggunakan BIM, potongan tersebut dapat dibuat secara otomatis tanpa perlu menggambar ulang karena potongan merupakan representasi langsung dari model 3D. Teknik pembuatan tampilan potongan berbasis model ini dikenal sebagai...

a)

Manual Cutting

b)

Auto Section View

c)

Rendering Section

d)

Layer Split

e)

Drafting Mode

10.

Dalam pembuatan animasi desain informasi menggunakan BIM, siswa diminta menambahkan efek pencahayaan alami dari jendela agar model terlihat semakin realistis. Efek pencahayaan yang dipengaruhi posisi matahari disebut...

a)

Interior Lighting Engine

b)

Shadow Mapping

c)

Sun Path Simulation

d)

Ambient Projection

e)

Manual Light Input

11.

Saat merancang sistem ventilasi gedung menggunakan BIM, siswa harus memastikan bahwa ukuran ducting sesuai standar kenyamanan thermal dan pertukaran udara di dalam ruangan. Apabila ukuran ducting tidak disesuaikan dengan kapasitas ruangan, maka udara tidak akan terdistribusi merata dan dapat menyebabkan ketidaknyamanan penghuni. Di dalam BIM, objek ducting memiliki nilai teknis terkait ukuran, material, serta aliran udara yang dapat dianalisis secara otomatis. Proses pemanfaatan data teknis tersebut untuk mengevaluasi performa utilitas gedung disebut...

a)

Parametric Modelling

b)

Performance Simulation

c)

Rendering Perspective

d)

Manual Drafting Review

e)

Object Masking

12.

Dalam pekerjaan desain lansekap dan drainase, siswa menggunakan fitur elevasi tanah pada BIM untuk mengatur kontur permukaan. Setelah perbaikan dilakukan, perangkat lunak otomatis menyesuaikan posisi jalur drainase agar mengikuti kontur yang telah dimodifikasi. Hal ini menunjukkan bahwa BIM mampu memproses hubungan antar elemen berbasis data spasial secara detail. Kemampuan perangkat lunak untuk menganalisis perubahan topografi ini disebut...

a)

Site Grading Modelling

b)

Draft Surface Editing

c)

Manual Terrain Adjustment

d)

Static Layer Framework

e)

Rendering Terrain View

13.

Seorang siswa diminta menyusun jadwal pembangunan dari fondasi hingga finishing menggunakan fitur time-based simulation di BIM. Setelah seluruh elemen diberi penanda waktu, perangkat lunak dapat menghasilkan animasi proses pembangunan sesuai urutan. Fitur ini tidak hanya membantu visualisasi, tetapi juga mempermudah manajemen konstruksi di lapangan sehingga pekerjaan tidak tumpang tindih. Animasi berbasis waktu dalam BIM dikenal sebagai...

a)

4D Simulation

b)

Rendering Walkthrough

c)

Static Visual Scheduling

d)

Object Motion System

e)

Layer-Based Timeline

14.

Dalam membuat model elektrikal, siswa memasukkan simbol dan jalur kabel ke dalam model BIM. Ketika terjadi overlap antara jalur pipa air dengan kabel listrik, perangkat lunak memberi peringatan otomatis bahwa terdapat potensi konflik atau risiko keselamatan. Peringatan ini merupakan bagian dari manajemen risiko desain yang semakin penting dalam era digital konstruksi. Sistem ini berkaitan dengan fitur...

a)

Drafting Layer

b)

Engineering Warning

c)

Clash Detection

d)

Static Object Mapping

e)

Rendering Error System

15.

Pada proses pembuatan denah, siswa menambahkan pintu, jendela, serta furnitur digital dari perpustakaan objek (object library). Semua objek tersebut bukan sekadar gambar, tetapi memiliki ukuran, material, dan parameter teknis yang dapat dihitung. Kehadiran database objek siap pakai dalam BIM yang dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan desain dikenal sebagai...

a)

Object Repository

b)

Drafting Symbol Library

c)

BIM Content Library

d)

Rendering Asset Storage

e)

Manual Object Archive

16.

Dalam tahap finishing, siswa menggunakan fitur material mapping untuk menentukan jenis ubin, cat dinding, dan plafon. Setiap material yang diterapkan memiliki parameter seperti harga, tekstur, dan daya tahan. BIM kemudian dapat menghitung jumlah material yang dibutuhkan berdasarkan permukaan model. Fitur yang memungkinkan estimasi material teraut pada model desain disebut...

a)

Cost Estimator Automation

b)

Material Take Off

c)

Manual Bill Calculation

d)

Rendering Texture List

e)

Object Surface Counter

17.

Saat membuat visualisasi 3D exterior bangunan bertingkat, siswa menambahkan efek bayangan realistis sesuai waktu tertentu dalam satu hari. Proses ini sangat penting untuk menganalisis kenyamanan cahaya alami dan degradasi suhu permukaan bangunan. Fitur analisis cahaya alami berdasarkan rotasi bumi dan posisi matahari ini dikenal sebagai...

a)

Rendering Shadow Tool

b)

Daylight Analysis

c)

Simulation Mapping

d)

Projection Light Setup

e)

Draft Environment Control

18.

Dalam tahap evaluasi desain, siswa membuat laporan otomatis mengenai perubahan jumlah dinding, kolom, dan slab setelah melakukan revisi model. Laporan tersebut dapat diperbarui otomatis tanpa perlu dibuat ulang. Sistem pengumpulan data otomatis dari seluruh model BIM disebut...

a)

Model Data Extraction

b)

BIM Documentation System

c)

Object Auto-Reporting

d)

Smart Schedule

e)

Manual Export Summary

19.

Saat mempresentasikan hasil desain, siswa memperlihatkan perbandingan antara versi 2D konvensional dan model 3D BIM. Penonton lebih cepat memahami desain melalui tampilan 3D karena memberikan persepsi kedalaman, bentuk, dan proporsi yang lebih akurat. Proses meningkatkan pemahaman desain melalui tampilan 3D ini disebut...

a)

Spatial Visualization

b)

Manual Projection

c)

Draft Rendering

d)

Static View Analysis

e)

Object Mapping

20.

Pada tahap koordinasi antar bidang, siswa menggabungkan file arsitektur, struktur, dan MEP dalam satu platform BIM agar tidak terjadi tumpang tindih dalam desain. Proses penyatuan berbagai disiplin bidang pekerjaan ini dikenal sebagai...

a)

Draft Overlay

b)

3D Walkthrough

c)

Model Federasi

d)

Manual Layer Stacking

e)

Visual Workspace Sync

21.

Dalam pengembangan model BIM untuk bangunan publik, siswa diminta membuat sistem rute evakuasi internal sebagai bagian dari standar keselamatan. BIM memudahkan pembuatan jalur yang terhubung antar ruang dengan mempertimbangkan jarak tempuh, arah bukaan pintu, serta aksesibilitas kursi roda. Visualisasi jalur evakuasi ini mempermudah analisis keselamatan dan memastikan rancangan tidak melanggar standar teknis. Proses pemodelan jalur evakuasi berbasis analisis dalam BIM dikenal sebagai...

a)

Egress Modelling

b)

Rendering Pathway

c)

Walkthrough Route Creation

d)

Building Access Drafting

e)

Manual Safety Tracking

22.

Ketika memperbaiki desain sistem plumbing pada model gedung dua lantai, seorang siswa menemukan bahwa perubahan diameter pipa tidak hanya memengaruhi struktur jalur distribusi air, tetapi juga memengaruhi tekanan dalam sistem. BIM tidak hanya menampilkan perubahan model, tetapi juga memberikan simulasi performa sistem berdasarkan parameter teknis. Kemampuan BIM untuk mengevaluasi fungsi sistem mekanikal ini disebut...

a)

Mechanical Drafting

b)

Performance-Based Modelling

c)

Manual Plumbing Review

d)

Static Water Simulation

e)

Utility Rendering

23.

Dalam proses koordinasi desain, siswa mengirimkan hasil pemodelan ke format file yang dapat dibuka oleh berbagai software BIM lain. Format interoperabilitas ini memungkinkan kolaborasi antar tim meskipun menggunakan platform berbeda. File ini berfungsi sebagai standar pertukaran data internasional yang banyak digunakan dalam proyek konstruksi modern. Format interoperabilitas ini dikenal sebagai...

a)

JPEG

b)

IFC

c)

DWG

d)

PDF

e)

PPTX

24.

Ketika melakukan revisi desain rumah tinggal dua lantai, siswa mengaktifkan fitur history tracking pada BIM untuk memantau perubahan yang dilakukan pada model. Fitur ini memungkinkan penyimpanan versi perbaikan sehingga kesalahan dapat diperbaiki dengan cepat tanpa membuat ulang model dari awal. Fitur pelacakan versi digital dalam BIM ini disebut...

a)

Version Freeze

b)

Revision Control

c)

Draft Compare

d)

Object Snapshot

e)

Document Rollback

25.

Untuk mempresentasikan desain akhir bangunan bertingkat, siswa menambah elemen lingkungan seperti langit, pepohonan, kendaraan, dan manusia digital. Elemen ini tidak memengaruhi perhitungan teknis model, tetapi meningkatkan kejelasan visual dan aspek estetika penyajian. BIM menyediakan kategori objek non-struktural ini yang disebut...

a)

Environmental Component

b)

Decorative Modelling

c)

Contextual Object

d)

External Asset

e)

Surrounding Layer

26.

Ketika melakukan evaluasi efisiensi desain, siswa menggunakan analisis energi bangunan untuk mengetahui tingkat penggunaan energi berdasarkan bentuk bangunan, bukaan, material, dan intensitas cahaya alami. Proses ini penting untuk menerapkan prinsip desain berkelanjutan. Fitur analisis energi dalam BIM dikenal sebagai...

a)

Green Simulation

b)

Renewable Rendering

c)

Energy Modelling

d)

Eco Drafting

e)

Thermal Estimation Manual

27.

Dalam proses perencanaan instalasi jaringan listrik, siswa menghubungkan titik lampu, saklar, dan stop kontak dengan logika sistem sehingga software dapat mengecek koneksi antara jalur tegangan dan kontrol. Sistem ini membantu memastikan bahwa semua komponen terhubung sesuai diagram listrik standar. Proses pemodelan jaringan logis dalam BIM dikenal sebagai...

a)

Electrical Load Drafting

b)

Circuit Modelling

c)

Power Simulation Layout

d)

Grid Rendering

e)

Manual Wiring Scheme

28.

Untuk memastikan bangunan nyaman secara akustik, siswa menambahkan parameter peredam suara pada dinding, plafon, dan lantai. BIM kemudian menghitung efek penyerapan suara dan potensi kebisingan antar ruang. Fitur analisis suara ini sangat penting untuk gedung sekolah, rumah sakit, dan auditoriums. Fitur BIM tersebut dikenal sebagai...

a)

Noise Rendering System

b)

Acoustic Modelling

c)

Frequency Mapping

d)

Echo Reduction Planner

e)

Sound Drafting Analysis

29.

Ketika mengembangkan jadwal kerja konstruksi, siswa membuat hubungan antar aktivitas seperti pengecoran kolom yang hanya dapat dimulai setelah pekerjaan bekisting selesai. Hubungan antar tahapan pekerjaan ini berkaitan dengan logika penjadwalan dalam simulasi BIM. Teknik penjadwalan yang mengatur ketergantungan antar kegiatan konstruksi disebut...

a)

Material Linking

b)

Process Sequencing

c)

Static Timeline

d)

Calendar Allocation

e)

Activity Free Scheduling

30.

Pada sesi presentasi akhir, siswa menampilkan model bangunan dengan format video animasi yang memperlihatkan interior dan eksterior bangunan secara menyeluruh. Video ini kemudian diekspor sebagai file media agar dapat digunakan untuk promosi maupun dokumentasi. Proses ekspor model BIM ke format video disebut...

a)

File Rendering Export

b)

Animation Publishing

c)

Model Media Conversion

d)

Walkthrough Export

e)

Visual Draft Output