WorksheetsUji Kompetisi
Total questions: 70
Worksheet time: 35mins
[Bagian: Safety secara umum tentang pertambangan (10 soal tingkat tinggi)] Prinsip ALARP dalam pertambangan bermakna bahwa risiko harus diturunkan hingga:
Nol tanpa pengecualian
Level serendah mungkin secara teknis dan ekonomis layak
Level medium secara statistik
Sesuai standar industri tanpa evaluasi tambahan
[Bagian: Safety secara umum tentang pertambangan (10 soal tingkat tinggi)] Fatality risk paling sering dikaitkan dengan:
Keausan ban
Operasi di area highwall dan dump point
Jadwal shift malam
Cuaca panas
[Bagian: Safety secara umum tentang pertambangan (10 soal tingkat tinggi)] Mengapa leading indicator lebih penting daripada lagging indicator dalam keselamatan tambang?
Mengukur biaya kecelakaan
Mengidentifikasi potensi bahaya sebelum insiden terjadi
Mengurangi administrasi
Lebih mudah dihitung
[Bagian: Safety secara umum tentang pertambangan (10 soal tingkat tinggi)] Ketidaksesuaian tinggi pada ground condition paling berpotensi memicu:
Heat stress
Overturning unit
Fuel contamination
Komunikasi radio buruk
[Bagian: Safety secara umum tentang pertambangan (10 soal tingkat tinggi)] Risk tolerance pekerja sering meningkat karena:
Pelatihan intensif
Kompensasi tinggi
Budaya complacency
Supervisi ketat
[Bagian: Safety secara umum tentang pertambangan (10 soal tingkat tinggi)] Critical control dalam operasi tambang adalah:
Semua prosedur standar
Kontrol yang jika gagal dapat langsung menyebabkan fatality
Kontrol administratif
Kontrol biaya operasional
[Bagian: Safety secara umum tentang pertambangan (10 soal tingkat tinggi)] Trigger action response plan (TARP) digunakan untuk:
Mengukur produksi harian
Mengatur level respons terhadap kondisi geoteknik
Menilai kinerja operator
Manajemen ban
[Bagian: Safety secara umum tentang pertambangan (10 soal tingkat tinggi)] Penyebab utama runaway truck adalah:
Operator mengantuk
Rem panas dan kehilangan efektivitas
Jalan terlalu lurus
Muatan terlalu sedikit
[Bagian: Safety secara umum tentang pertambangan (10 soal tingkat tinggi)] Safety critical communication harus dilakukan:
Hanya melalui telepon
Dengan protokol read-back
Dengan isyarat tangan saja
Setelah pekerjaan selesai
[Bagian: Safety secara umum tentang pertambangan (10 soal tingkat tinggi)] Pemantauan fatigue modern menggunakan:
Form checklist harian
Fatigue monitoring system berbasis kamera dan AI
Supervisi manual
Kontrol shift non-bergilir
[Bagian: Bisnis proses tambang (10 soal)] Tahapan awal dalam bisnis proses pertambangan adalah:
HAULING
Eksplorasi
Crushing
Shipping
[Bagian: Bisnis proses tambang (10 soal)] Faktor yang paling berpengaruh pada profitabilitas tambang adalah:
Warna unit alat berat
Stripping ratio
Jumlah operator
Jumlah radio komunikasi
[Bagian: Bisnis proses tambang (10 soal)] Dalam proses penambangan, value chain dimulai dari:
Operasi pengangkutan
Penentuan cadangan (reserve estimation)
Pembuatan jalan hauling
Pematangan lahan
[Bagian: Bisnis proses tambang (10 soal)] Overburden removal berfungsi untuk:
Membersihkan pit
Membuka akses ke lapisan batubara atau ore
Mengurangi kemiringan jalan
Menurunkan biaya transport
[Bagian: Bisnis proses tambang (10 soal)] Tolak ukur efisiensi bisnis proses hauling adalah:
Cycle time
Warna cat unit
Nomor lambung
Jumlah shift
[Bagian: Bisnis proses tambang (10 soal)] Dispatching system modern berfungsi untuk:
Menjadwalkan cuti
Mengoptimalkan alokasi unit secara real-time
Mengatur penggantian oli
Menghitung potongan payroll
[Bagian: Bisnis proses tambang (10 soal)] Faktor yang paling memengaruhi tonnage harian:
Kapasitas unit
Kepadatan penduduk daerah
Sistem pemerintahan
Waktu istirahat
[Bagian: Bisnis proses tambang (10 soal)] Pada proses pengiriman (shipping), parameter kualitas utama adalah:
Warna batuan
Moisture dan sulfur
Bentuk butiran
Tinggi tongkang
[Bagian: Bisnis proses tambang (10 soal)] Cost-per-ton sangat dipengaruhi oleh:
Komunikasi supervisor
Efisiensi bahan bakar
Warna helm
Tinggi bench
[Bagian: Bisnis proses tambang (10 soal)] Continuous improvement dalam proses tambang wajib berbasis pada:
Tebakan pengalaman
Analisis data
Perasaan operator
Observasi sekilas
[Bagian: UUD tentang pertambangan (10 soal) – difokuskan pada UU Minerba Indonesia] Undang-Undang utama yang mengatur pertambangan mineral dan batubara adalah:
UU 19/2010
UU 4/2009
UU 33/2004
UU 11/2020
[Bagian: UUD tentang pertambangan (10 soal) – difokuskan pada UU Minerba Indonesia] Dalam UU Minerba, prinsip utama pengelolaan minerba adalah:
Dikuasai oleh pemerintah untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat
Diserahkan kepada swasta secara bebas
Didistribusikan sama rata ke semua daerah
Dibebaskan dari pajak
[Bagian: UUD tentang pertambangan (10 soal) – difokuskan pada UU Minerba Indonesia] IUP adalah singkatan dari:
Izin Unit Pertambangan
Izin Usaha Pertambangan
Instruksi Unit Produksi
Izin Usaha Perkapalan
[Bagian: UUD tentang pertambangan (10 soal) – difokuskan pada UU Minerba Indonesia] Pemegang IUP wajib melakukan:
Penjualan bebas tanpa laporan
Reklamasi dan pascatambang
Pengangkutan tanpa izin
Penjualan langsung tanpa penimbangan
[Bagian: UUD tentang pertambangan (10 soal) – difokuskan pada UU Minerba Indonesia] IUP Operasi Produksi diberikan setelah:
IUP Eksplorasi
IUP Informal
IUP Pencucian
IUP Pengangkutan
[Bagian: UUD tentang pertambangan (10 soal) – difokuskan pada UU Minerba Indonesia] Pengawasan pertambangan dilakukan oleh:
Pemerintah pusat dan daerah
Operator tambang
Supplier alat
Safety officer saja
Kegiatan pertambangan tanpa izin disebut:
Operasi bebas
Pertambangan ilegal (Illegal Mining)
Community mining
Non-commercial mining
Laporan RKAB wajib disampaikan:
Setiap 5 tahun
Setiap tahun
Setiap shift
Setiap bulan
Kewajiban pemegang IUP terkait lingkungan adalah:
Menanam pohon sembarangan
Menyusun analisis dampak lingkungan (AMDAL)
Mengabaikan air limbah
Tidak perlu memantau kualitas air
Tujuan utama reklamasi adalah:
Mengamankan aset perusahaan
Memulihkan fungsi lahan pascatambang
Meningkatkan jumlah haul road
Menambah lokasi stockpile
Komponen yang paling kritis untuk dicek pada awal P2H karena menentukan kestabilan pengereman adalah…
Level washer fluid
Level oli transmisi
Level oli brake accumulator
Level coolant
Jika saat P2H ditemukan retakan kecil pada dump body, tindakan paling tepat adalah…
Tetap lanjut operasi karena hanya bagian non-struktural
Laporkan dan minta inspeksi welder/repair
Menambal sementara dengan plat tipis
Semprot dengan cat agar tidak melebar
Tanda bahwa steering system mengalami early failure saat P2H adalah…
Lingkar kemudi terasa ringan
Lingkar kemudi terasa berat dan terdapat suara mendengung
Steering angle berlebih
Steering wheel tidak kembali ke posisi netral
Tekanan ban yang tidak sesuai pada HD785-7 dapat menyebabkan…
Penurunan konsumsi BBM
Peningkatan daya angkut
Kegagalan struktur rim
Stabilitas menjadi lebih baik
Pemeriksaan backlash pinion dan differential saat P2H termasuk kategori…
Pemeriksaan kritikal
Pemeriksaan opsional
Pemeriksaan administratif
Tidak termasuk P2H
Alasan pengecekan “park brake apply indicator” penting adalah…
Untuk memastikan dump body tidak terlalu berat
Untuk verifikasi bahwa rem darurat siap saat kondisi gagal rem utama
Untuk memastikan engine warming berjalan
Untuk memastikan speed limiter aktif
Jika ditemukan bau hangus pada area hub roda, kemungkinan masalah adalah…
Overlubrication
Underinflated tire
Kerusakan brake lining atau overheating
Kebocoran coolant
Coolant recovery tank harus dicek pada kondisi engine…
Full throttle
Idle dan stabil
Mati
Dumping
Apabila ditemukan kebocoran pada hose steering high-pressure, tindakan paling tepat…
Dibersihkan dan isi ulang oli
Segera stop unit dan lock-out/tag-out
Isi tekanan ban
Matikan lampu-lampu hazard
Mengapa inspeksi bolt torque pada wheel assembly penting?
Untuk meningkatkan kenyamanan operator
Untuk mencegah brake fade
Untuk mencegah wheel detachment
Untuk menghemat fuel consumption
Dalam SOP HD785-7, pengoperasian engine pada suhu terlalu rendah dapat menyebabkan…
Konsumsi bahan bakar lebih hemat
Viskositas oli terlalu encer
Kerusakan bearing akibat oli belum bersirkulasi optimal
Overboost turbo
SOP menekankan bahwa retarder digunakan terutama untuk…
Mengurangi getaran ban
Menahan kecepatan di turunan tanpa overheating brake
Menambah akselerasi
Menstabilkan dump body
Mode traction control akan aktif ketika…
Unit bermanuver di jalan lurus
Terdeteksi wheel spin berlebihan
Dumping material
Engine dalam mode eco
Penggunaan gear yang tidak sesuai saat tanjakan dapat memicu…
Turbo stall
Engine overspeed
Loss of momentum yang menyebabkan rollback
Fuel system shutdown
Dalam SOP, operator dilarang melakukan “coasting” (free-gear) karena…
Menghemat bahan bakar
Mengurangi keausan ban
Menghilangkan kontrol kecepatan & dapat merusak transmisi
Mendinginkan brake system
Dumping harus dilakukan pada rpm tertentu untuk…
Menghindari shock load ke hydraulic system
Mempercepat cycle
Menghemat fuel
Membuat material lebih padat
Ketika muncul “High Brake Temp Warning”, langkah operator sesuai SOP adalah…
Operasikan seperti biasa
Mempercepat laju
Menepi dan pendinginan sistem
Dumping material
SOP melarang penggunaan retarder pada kecepatan sangat rendah karena…
Tidak efektif sehingga memicu overheating
Mempercepat wear-out turbo
Mengurangi performa dumping
Membuat suspensi miring
Sebelum bergerak, operator harus memastikan “travel alarm”…
Mati agar tidak mengganggu orang
Aktif dan berfungsi sebagai peringatan
Dapat dimatikan manual
Berbunyi hanya saat dumping
Mengoperasikan unit dengan payload di atas kapasitas menyebabkan…
Efisiensi fuel meningkat
Kerusakan frame dan suspensi jangka panjang
Waktu siklus lebih cepat
Pengereman lebih ringan
“Berm” pada jalan tambang berfungsi sebagai…
Pembatas visual
Penghalang material jatuh
Pengaman agar unit tidak keluar jalur
Penanda arah
Istilah “rimpull” mengacu pada…
Gaya dorong maksimum yang dapat dihasilkan oleh hauler
Gaya tarik bucket
"Slot dozing" digunakan saat…
Dumping material di stockpile
Dozer membuat jalur sempit untuk meningkatkan efisiensi dorong
Hauler menanjak
Excavator menggali batubara
"Grade resistance" adalah…
Hambatan akibat permukaan jalan berlubang
Hambatan akibat kemiringan jalan
Hambatan aerodinamis
Hambatan rolling tire
"Loose density" material berarti…
Densitas sebelum digali
Densitas setelah dipadatkan
Densitas saat material tidak dipadatkan dan gembur
Densitas dalam kondisi jenuh air
"Spotting" dalam proses hauling adalah…
Penentuan rute hauling
Manuver unit mendekati alat muat pada posisi yang tepat
Pemeriksaan material
Pengaturan dumping
"Swing angle" berpengaruh pada…
Konsumsi BBM alat gali
Cycle time alat gali
Massa jenis batubara
Posisi loading point
"Interburden" berarti…
Batas antara lapisan ore dan waste
Material antara dua seam batubara
Lapisan abu vulkanik
Zona pengayaan mineral
"Haul road crossfall" adalah…
Sudut kemiringan ke samping untuk drainase
Lebar jalan hauling
Kemiringan longitudinal
Tanda visual speed limit
"Face position" mengacu pada…
Lokasi operator berdiri
Area depan excavator yang digali
Pengamatan geoteknik
Lokasi pergantian shift
Variabel paling dominan yang mempengaruhi cycle time adalah…
Jenis brand unit
Kecepatan rata-rata hauling dan return
Warna unit
Ukuran ban
Jika swell factor material meningkat, maka volume material yang diangkut…
Berkurang
Tidak berubah
Meningkat dalam kondisi gembur
Hilang sebagian
Unit dengan kecepatan rata-rata 35 km/h pada jarak 3 km membutuhkan waktu perjalanan sekitar…
3 menit
5 menit
6 menit
10 menit
Factor delays dalam perhitungan produktivitas digunakan untuk…
Meningkatkan kapasitas teoritis
Menghitung kehilangan waktu real di lapangan
Menentukan load factor
Mengukur fuel consumption
Cycle time bertambah besar jika…
Spot time berkurang
Load time meningkat
Haul distance dipendekkan
Dump time dipercepat
Jika fill factor bucket naik, maka…
Volume muatan meningkat
Brake system bekerja lebih baik
Wheel slip berkurang
Unit lebih irit
Match factor 1,0 berarti…
Hauler terlalu banyak
Excavator terlalu cepat
Produksi maksimal karena supply & demand alat seimbang
Hauler kekurangan muatan
Utilization rate 80% berarti…
Unit hanya aktif 80% dari total waktu tersedia
Unit idle 80%
Unit rusak 20%
Unit overload 20%
Produktivitas per jam dapat dihitung dari…
Payload × jumlah cycle per jam
Idle time saja
Horsepower engine
Fuel consumption
Jika return speed lebih rendah daripada haul speed, penyebab umumnya adalah…
Unit lebih ringan saat kembali
Jalan return rusak atau menanjak
Rem blong
Operator mematikan engine
