wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS Farmakoterapi Saraf & Psikiatri

Total questions: 40

Worksheet time: 47mins

Name
Class
Date
1.

Menurut International Association for the Study of Pain (IASP), nyeri didefinisikan sebagai...

a)

Respon fisiologis terhadap kerusakan jaringan

b)

Gejala yang selalu memerlukan terapi opioid

c)

Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan terkait dengan kerusakan jaringan aktual atau potensial

d)

Sensasi berdenyut pada satu sisi kepala

e)

Kondisi yang hanya dapat diatasi dengan terapi farmakologis

2.

Gejala yang merupakan ciri khas dari serangan migrain, selain nyeri kepala, adalah...

a)

Demam tinggi dan batuk

b)

Mual, muntah, dan sensitivitas terhadap cahaya atau suara

c)

Nyeri dada dan sesak napas

d)

Ruam kulit dan gatal-gatal

e)

Pembengkakan pada sendi

3.

Obat dari kelas analgesik non-opioid yang bekerja dengan menghambat sintesis prostaglandin adalah...

a)

Morfin

b)

Gabapentin

c)

Ibuprofen

d)

Amitriptilin

e)

Lidokain

4.

Seorang pasien mengalami nyeri seperti terbakar dan kesemutan pada kedua kaki akibat neuropati diabetik. Klasifikasi nyeri dan terapi adjuvan lini pertama yang paling tepat untuk kondisi ini adalah...

a)

Nyeri nosiseptif; diberikan Asetaminofen

b)

Nyeri neuropatik; diberikan Gabapentin atau Amitriptilin

c)

Nyeri akut; diberikan Morfin

d)

Nyeri inflamasi; diberikan Kortikosteroid

e)

Nyeri kronis; diberikan Tramadol sebagai terapi tunggal

5.

Dalam pemantauan terapi migrain, pasien disarankan untuk mencatat "faktor pemicu potensial". Hal ini paling erat kaitannya dengan prinsip penatalaksanaan nyeri non-farmakologis, yaitu...

a)

Terapi Fisik

b)

Pendekatan Psikologis

c)

Modifikasi Gaya Hidup

d)

Terapi Farmakologis

e)

Blokade Saraf

6.

Seorang apoteker merekomendasikan penggunaan plester lidokain untuk nyeri lokal pada pasien dengan herpes zoster. Terapi ini termasuk dalam kategori...

a)

Analgesik Opioid

b)

Analgesik Adjuvan

c)

Analgesik Non-Opioid sistemik

d)

Terapi Non-Farmakologis

e)

Anestesi Umum

7.

Seorang pasien dengan nyeri punggung bawah kronis mendapatkan terapi kombinasi Ibuprofen (saat kambuh) dan Amitriptilin (setiap malam). Setelah 4 minggu, skala nyeri menurun namun pasien mengeluh mulut kering dan konstipasi. Efek samping ini paling mungkin disebabkan oleh...

a)

Efek samping gastrointestinal dari Ibuprofen

b)

Efek antikolinergik dari Amitriptilin

c)

Efek samping hepatotoksik dari Ibuprofen

d)

Gejala putus obat dari Amitriptilin

e)

Reaksi alergi terhadap kombinasi obat

8.

Prinsip "pendekatan holistik" dalam manajemen nyeri menekankan pada...

a)

Penggunaan obat opioid sebagai pilihan pertama untuk nyeri berat

b)

Penanganan nyeri hanya dari aspek biologis atau fisik

c)

Penggabungan terapi farmakologi dan non-farmakologis untuk menangani aspek fisik, psikologis, dan fungsional pasien

d)

Pemantauan intensif hanya terhadap skala nyeri tanpa mempertimbangkan fungsi hidup

e)

Menghindari sama sekali penggunaan terapi komplementer seperti akupunktur

9.

Seorang pasien migrain diberikan terapi profilaksis dengan Topiramat, suatu antikonvulsan. Mekanisme kerja obat ini dalam mencegah migrain diduga kuat berkaitan dengan kemampuannya dalam...

a)

Memblokir reseptor opioid di sistem saraf pusat

b)

Menghambat enzim siklooksigenase (COX)

c)

Memodulasi neurotransmiter GABA dan glutamat serta memblokir saluran ion

d)

Menghambat reuptake serotonin dan norepinefrin

e)

Berikatan dengan reseptor cannabinoid

10.

Pada tahap patofisiologi nyeri, proses dimana sinyal nyeri diteruskan dari perifer ke sistem saraf pusat disebut...

a)

Transduksi

b)

Transmisi

c)

Modulasi

d)

Persepsi

e)

Inflamasi

11.

Seorang pasien migrain diminta untuk mencatat berapa lama setiap serangan berlangsung. Aspek yang dicatat ini dikenal sebagai...

a)

Frekuensi

b)

Durasi

c)

Intensitas

d)

Gejala Penyerta

e)

Pemicu Potensial

12.

Seorang pasien dengan nyeri kronis akibat arthritis diberikan terapi dengan Duloxetine. Obat ini diklasifikasikan sebagai analgesik adjuvan dan bekerja dengan mekanisme...

a)

Menghambat siklooksigenase (COX)

b)

Memblokir reseptor opioid di SSP

c)

Menghambat reuptake serotonin dan norepinefrin (SNRI)

d)

Memblokir saluran natrium pada membran saraf

e)

Menginaktivasi serabut saraf secara lokal

13.

Akibat arthritis diberikan terapi dengan Duloxetine. Obat ini diklasifikasikan sebagai analgesik adjuvan dan bekerja dengan mekanisme...

a)

Menghambat siklooksigenase (COX)

b)

Memblokir reseptor opioid di SSP

c)

Menghambat reuptake serotonin dan norepinefrin (SNRI)

d)

Memblokir saluran natrium pada membran saraf

e)

Menginaktivasi serabut saraf secara lokal

14.

Seorang apoteker menyarankan pasien migrain untuk melakukan relaksasi progresif dan mindfulness. Strategi non-farmakologis ini termasuk dalam pendekatan...

a)

Fisioterapi

b)

Terapi Komplementer

c)

Psikologis

d)

Modifikasi Gaya Hidup

e)

Diet Khusus

15.

Seorang pasien menggunakan krim kapsaisin untuk nyeri osteoartritis lutut. Mekanisme kerja terapi topikal ini adalah...

a)

Menghambat konduksi saraf dengan memblokir saluran natrium

b)

Mengurangi sensasi nyeri pada ujung saraf

c)

Memberikan efek anti-inflamasi lokal yang kuat

d)

Bekerja sebagai analgesik sentral dengan cara diabsorbsi sistemik

e)

Mendinginkan area yang nyeri sehingga mengurangi impuls saraf

16.

Seorang pasien dengan nyeri kanker mendapat terapi patch Fentanyl. Dalam pemantauan terapi, efek samping yang membutuhkan perhatian paling serius dan edukasi untuk pencegahan overdosis adalah...

a)

Konstipasi

b)

Mual

c)

Depresi pernapasan

d)

Mulut kering

e)

Sakit kepala

17.

Seorang pasien melaporkan serangan migrain 15 hari per bulan, dimana 8 di antaranya memenuhi kriteria migrain penuh. Berdasarkan data frekuensi ini, kondisi pasien tersebut dapat dikategorikan sebagai...

a)

Migrain Episodik

b)

Migrain Kronis

c)

Sakit Kepala Tipe Tegang

d)

Migrain dengan Aura

e)

Status Migrainosus

18.

Berdasarkan prinsip "Terapi Individual" dalam manajemen nyeri, pemilihan regimen terapi untuk seorang pasien lansia dengan gangguan ginjal ringan dan nyeri neuropati sebaiknya...

a)

Menggunakan dosis maksimal NSAID untuk efektivitas terbaik

b)

Memilih opioid kuat sebagai terapi lini pertama karena potensi adiksinya rendah

c)

Menghindari penggunaan Gabapentin dan menyesuaikan dosis obat berdasarkan fungsi ginjal

d)

Hanya bergantung pada terapi non-farmakologis tanpa intervensi obat

e)

Memberikan kombinasi fixed-dose analgesic tanpa mempertimbangkan komorbiditas

19.

Seorang wanita berusia 35 tahun datang ke apotek dengan keluhan nyeri kepala berdenyut di satu sisi, disertai mual dan silau terhadap cahaya. Ia mengatakan serangan seperti ini terjadi 3-4 kali sebulan, dan sering dipicu oleh stres kerja. Saat ini, ia hanya mengonsumsi ibuprofen yang menurutnya kurang efektif. Berdasarkan kasus di atas, manakah rekomendasi NON-FARMAKOLOGIS yang PALING TEPAT untuk diberikan apoteker kepada pasien tersebut?

a)

Meningkatkan dosis ibuprofen menjadi dua kali lipat saat serangan datang.

b)

Mengganti ibuprofen dengan sumatriptan untuk menghentikan serangan lebih cepat.

c)

Menyarankan untuk memulai terapi profilaksis dengan obat antikejang seperti topiramat.

d)

Merekomendasikan untuk membuat catatan harian sakit kepala untuk mengidentifikasi dan menghindari pemicu.

e)

Langsung merujuk ke dokter untuk pemeriksaan MRI otak.

20.

Seorang pria berusia 60 tahun dengan riwayat diabetes melitus datang ke klinik dengan keluhan nyeri seperti terbakar dan kesemutan pada kedua telapak kakinya yang sudah berlangsung lebih dari 6 bulan. Nyeri tersebut semakin terasa pada malam hari dan mengganggu tidurnya. Dokter mendiagnosisnya sebagai neuropati perifer diabetik. Berdasarkan patofisiologi dan klasifikasi nyeri, terapi adjuvan manakah yang PALING DIREKOMENDASIKAN sebagai lini pertama untuk kondisi pasien tersebut?

a)

Ibuprofen 400 mg, diberikan saat nyeri muncul.

b)

Morfin sulfat 10 mg, untuk dikonsumsi setiap 6 jam.

c)

Celecoxib 200 mg, satu kali sehari.

d)

Gabapentin 300 mg, dosis awal satu kali sehari sebelum tidur.

e)

Dexamethasone 4 mg, selama 3 hari untuk mengurangi peradangan saraf.

21.

Berikut pernyataan yang TIDAK BENAR tentang neurotransmiter asetilkolin

a)

Sintesis di saraf adrenergik

b)

Bagian dari saraf simpatis dan parasimpatis

c)

Diinaktifkan oleh enzim kolisesterase

d)

Diinhibisi oleh obat antikolinesterase

e)

Berikatan dengan reseptor muskarinik dan nikotinik

22.
Neurotransmiter yang TIDAK diinaktivasi oleh enzim MAO dan COMT
a)
Asetilkolin
b)
Norepinefrin
c)
Epinefrin
d)
Dopamin
e)
GABA
23.
Berdasarkan tempat aksinya, aksi presinaptik bekerja dengan cara
a)
mempengaruhi proses sintesis, penyimpanan, metabolisme dan pelepasan neurotransmitter
b)
Menghambat degradasi neurotransmiter
c)
Agonis reseptor
d)
Antagonis reseptor
e)
Menghambat kerja setelah neurotransmiter dilepaskan
24.
Seorang wanita berusia 35 Tahun datang ke klinik jiwa dengan keluhan merasa sedih hampir setiap hari selama lebih dari 2 bulan. Ia juga melaporkan kehilangan minat terhadap aktivitas yang biasanya ia nikmati, sulit tidur, kelelahan, dan sulit berkonsentrasi saat bekerja. Pasien tidak memiliki riwayat gangguan psikotik dan tidak menunjukkan tanda-tanda agitasi berat. Setelah evaluasi klinis, dokter mendiagnosis pasien dengan depresi mayor episode pertama tanpa ciri psikotik. Sebagai bagian dari rencana terapi jangka panjang, dokter akan memulai pengobatan farmakologis. Obat lini pertama yang paling tepat untuk menangani pasien dengan diagnosis depresi mayor seperti kasus diatas adalah?
a)
Diazepam
b)
Haloperidol
c)
Sertraline
d)
Lithium
e)
Gabapentin
25.
Seorang pria (30 Tahun) datang ke ke IGD dengan keluhan sulit tidur, bicara cepat, sangat aktif secara fisik dan ide, serta merasa sangat percaya diri dalam beberapa hari terakhir. Pasien terlihat mudah tersinggung dan menunjukkan perilaku impulsif. Berdasarkan evaluasi psikiater, pasien didiagnosis mengalami episode manik akut sebagai bagian dari gangguan bipolar. Obat lini pertama yang direkomendasikan untuk menangani manik akut adalah?
a)
LITHIUM
b)
RISPERIDONE
c)
FLUOXETINE
d)
HALOPERIDOL
e)
SERTRALINE
26.
Wanita berusia 35 tahun datang ke dokter dengan keluhan sedih berkepanjangan, kehilangan minat, dan sulit berkonsentrasi selama lebih dari dua minggu. Ia didiagnosis mengalami depresi mayor. Namun, ia menyatakan bahwa ia harus tetap produktif bekerja di siang hari dan tidak ingin obat yang menyebabkan kantuk. Obat antidepresan manakah yang paling sesuai untuk pasien ini?
a)
AMITRIPTILIN
b)
MIRTAZAPIN
c)
SERTRALINE
d)
DOXEPIN
e)
TRAZODON
27.
Terapi lini pertama short-term Insomnia yang memiliki mekanisme kerja sebagai agonis reseptor gamma-aminobutyric acid dan mengaktifkan kerja reseptor tersebut
a)
Benzodiazepin
b)
Asam valproate
c)
Vigabatrin
d)
Tiagabin
e)
Gabapentin
28.
Berikut yang BUKAN merupakan golongan benzodiazepin
a)
Zolpidem
b)
Alprazolam
c)
Diazepam
d)
Estazolam
e)
Clobazam
29.
Seorang wanita usia 29 tahun, hamil 12 minggu, datang dengan kekambuhan depresi. Ia memiliki riwayat major depressive disorder dan sebelumnya mendapatkan duloxetine. Setelah hamil, ia menghentikan obatnya. Dokter ingin meresepkan obat dari golongan SNRI yang paling aman dan memiliki bukti keamanan kehamilan paling banyak. Obat SNRI manakah yang paling direkomendasikan digunakan pada wanita hamil berdasarkan data keamanan yang lebih luas?
a)
Venlafaxine
b)
Citalopram
c)
Fluoxetin
d)
Escitalopram
e)
Amitriptyline
30.
Seorang pria usia 56 tahun datang ke klinik dengan keluhan sedih berkepanjangan, penurunan energi, sulit tidur, dan kehilangan minat. Ia didiagnosis major depressive disorder (MDD). Pasien memiliki riwayat penyakit ginjal kronis (CKD) stadium 3b dengan nilai eGFR 35 mL/min/1.73 m². Dokter ingin memulai terapi antidepresan golongan Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI) yang tidak memerlukan penyesuaian dosis signifikan pada gangguan ginjal dan dianggap paling aman digunakan pada pasien dengan CKD. SSRI manakah yang paling sesuai untuk pasien ini?
a)
Desvenlafaxine
b)
Duloxetine
c)
Fluoxetine
d)
Citalopram
e)
Venlafaxine
31.
Seorang wanita berusia 45 tahun datang dengan keluhan cemas berlebihan, sulit berkonsentrasi, mudah lelah, sulit tidur, dan merasa tegang hampir setiap hari selama 6 bulan terakhir. Ia didiagnosis Generalized Anxiety Disorder (GAD). Pasien telah mencoba terapi SSRI (sertraline) selama 8 minggu, tetapi tidak menunjukkan perbaikan yang signifikan. Dokter mempertimbangkan penggunaan tricyclic antidepressant (TCA) sebagai pilihan terapi lini kedua untuk gangguan cemas. Pasien tidak memiliki riwayat penyakit jantung, tekanan darah normal, dan tidak sensitif terhadap efek sedatif. Namun ia mengeluhkan keluhan nyeri kronis ringan yang muncul sesekali akibat neuropati pasca trauma 3 tahun lalu. TCA manakah yang paling tepat untuk menangani GAD pada pasien ini, dengan mempertimbangkan efektivitas anxiolytic, tolerabilitas, serta potensi membantu keluhan nyeri neuropatik?
a)
Paroxetin
b)
Imipramine
c)
Duloxetine
d)
Diazepam
e)
Buspiron
32.
Seorang pria berusia 52 tahun datang dengan keluhan sulit mempertahankan tidur (sleep maintenance insomnia) selama 3 bulan terakhir. Ia sering terbangun di tengah malam dan membutuhkan waktu lama untuk kembali tertidur. Pasien memiliki riwayat hipertensi yang terkontrol, tidak ada penyakit paru, tidak mengonsumsi alkohol, dan tidak memiliki riwayat sleep apnea. Pasien telah mencoba sleep hygiene dengan baik namun tidak ada perbaikan bermakna. Dokter mempertimbangkan terapi obat untuk membantu tidur, terutama yang dapat memperbaiki kesulitan mempertahankan tidur tanpa menyebabkan kantuk berlebihan di pagi hari. Obat manakah yang paling sesuai untuk mengatasi sleep maintenance insomnia pada pasien ini?
a)
Zolpidem IR (Immediate Release)
b)
Zolpidem CR (Controlled Release)
c)
Ramelteon
d)
Triazolam
e)
Suvorexant
33.
Seorang wanita berusia 30 tahun, hamil 10 minggu, datang dengan keluhan cemas berlebihan, gelisah, sulit tidur, serta rasa khawatir yang tidak dapat dikendalikan selama 4 bulan terakhir. Ia didiagnosis Generalized Anxiety Disorder (GAD). Pasien belum pernah menggunakan obat sebelumnya dan ingin terapi yang aman untuk kehamilan, terutama di trimester pertama. Dokter mempertimbangkan beberapa pilihan farmakoterapi untuk GAD. Obat manakah yang paling aman dan direkomendasikan sebagai terapi pertama untuk GAD pada wanita hamil?
a)
Diazepam
b)
Buspirone
c)
Sertraline
d)
Venlafaxine
e)
Alprazolam
34.
Seorang wanita berusia 27 tahun, telah melahirkan 3 bulan yang lalu dan sedang menyusui eksklusif. Ia datang dengan keluhan cemas berlebihan, sulit tidur, mudah tegang, dan sering khawatir tentang hal-hal kecil. Keluhan berlangsung selama 4 bulan dan semakin mengganggu aktivitas. Ia didiagnosis Generalized Anxiety Disorder (GAD). Dokter ingin memberikan terapi farmakologis yang aman untuk ibu menyusui, dengan konsentrasi obat yang minimal masuk ke ASI, serta dianggap sebagai lini pertama untuk GAD. Obat apakah yang paling aman dan direkomendasikan untuk mengatasi GAD pada ibu yang sedang menyusui?
a)
Desvenlafaxine
b)
Sertraline
c)
Diazepam
d)
Buspirone
e)
Venlafaxine
35.

Selain degradasi dengan enzim spesifik, pengambilan kembali (re-uptake) neurotransmitter ke ujung syaraf presinaptik merupakan salah salah satu mekanisme inaktivasi neurotransmitter

a)
True
b)
False
36.

Obat-obat yang bekerja dengan menghambat enzim pendegradasi akan meningkatkan ketersediaan neurotransmiter di tempat aksinya, sebagai contoh obat golongan inhibitor MAO dan inhibitor COMT akan meningkatkan ketersediaan asetilkolin, dopamin dan norepinefrin

a)
True
b)
False
37.

Obat anti inflamasi non-steroid (OAINS) non selektif menghambat aktivitas enzim siklooksigenase 1 dan 2 sehingga perlu dilakukan monitoring efek samping pendarahan dan gangguan lambung

a)
True
b)
False
38.

Menjaga keseimbangan neurotransmiter GABA di otak sehingga menghambat transmisi listrik yang berlebih yang memicu terjadinya konvulsi (kejang) adalah salah satu sasaran terapi epilepsi

a)
True
b)
False
39.

Salah satu monitoring keberhasilan terapi Insomnia adalah dengan melihat Sleep Onset Latency (SOL) atau waktu yang dibutuhkan seseorang untuk tertidur setelah mencoba untuk tidur adalah  <30 menit; Wake After Sleep Onset (WASO) <30 menit; dan Total Sleep Time (TST) <6 jam

a)
True
b)
False
40.

Patofisiologi depresi adalah kadar neurotransmitter serotonin menurun, sehingga menyebabkan gangguan suasana perasaan yang ditandai dengan kesedihan menetap, hilangnya minat, dan ketidakmampuan beraktivitas selama minimal dua minggu. Oleh karena itu, tujuan pemberian obat golongan SELECTIVE SEROTONIN REUPTAKE INHIBITORS (SSRI) adalah menghambat reuptake serotonin (5-HT) dan norepinefrin (NE) pada sinaps neuron di sistem saraf pusat, sehingga meningkatkan kadar kedua neurotransmiter tersebut di celah sinaptik

a)
True
b)
False