wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

SASARAN KESELAMATAN PASIEN

Total questions: 10

Worksheet time: 9mins

Name
Class
Date
1.

Seorang pasien tanpa identitas (Mr. X) dibawa ke IGD dalam keadaan tidak sadar akibat kecelakaan lalu lintas masif. Pasien membutuhkan transfusi darah segera. Gelang identitas sementara telah dipasang. Saat petugas laboratorium hendak mengambil sampel darah, prosedur identifikasi manakah yang paling tepat dan sesuai standar keselamatan pasien dalam situasi emergency ini?

a)

a. Mencocokkan gelang identitas pasien dengan surat pengantar dari kepolisian.

b)

b. Menggunakan dua penanda: Nomor Rekam Medis sementara dan jenis kelamin pasien.

c)

c. Melakukan cross-check visual wajah pasien dengan pengantar pasien (saksi mata).

d)

d. Mencocokkan label pada tabung sampel dengan gelang pasien menggunakan nama samaran "Mr. X" dan Nomor Rekam Medis sementara secara verbal (oleh dua petugas).

e)

e.Menunda pengambilan sampel sampai keluarga pasien datang membawa KTP

2.

Seorang perawat menerima instruksi via telepon dari Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) untuk memberikan obat High Alert (Heparin) secara bolus karena nilai APTT pasien memendek. Perawat telah melakukan Tulis, Baca, dan Konfirmasi (TBAK). Langkah krusial apa yang sering terlewat namun wajib dilakukan dalam konteks safety obat High Alert via telepon sebelum obat diberikan?

a)

a. Meminta dokter mengulang instruksi tiga kali.

b)

b. Perawat kedua (saksi) harus ikut mendengarkan instruksi telepon dan memverifikasi (double check) saat pemberian obat.

c)

c. Menunggu dokter datang untuk tanda tangan dalam 24 jam sebelum obat diberikan.

d)

d. Melakukan eja ulang (spelling) nama obat huruf demi huruf meskipun perawat sudah yakin.

e)

e. Meminta dokter mengirimkan foto resep via WhatsApp sebagai bukti legal.

3.

Di ruang rawat inap bedah, ditemukan elektrolit konsentrat (KCl 7.46%) tersimpan di lemari obat nurse station tanpa label khusus, bersebelahan dengan NaCl 0.9%. Hal ini merupakan pelanggaran berat SKP 3. Berdasarkan prinsip hirarki pengendalian risiko (Hierarchy of Controls), tindakan perbaikan sistemik yang paling efektif untuk mencegah kejadian ini terulang adalah:

a)

a. Melakukan edukasi ulang kepada seluruh perawat tentang bahaya KCl.

b)

b. Memasang stiker "High Alert" warna merah pada setiap ampul KCl.

c)

c. Memindahkan seluruh elektrolit konsentrat dari ruang rawat inap dan hanya menyimpannya di Instalasi Farmasi (kecuali area kritis tertentu).

d)

d. Membuat kebijakan sanksi pemotongan jasa medis bagi perawat yang lalai.

e)

e. Memisahkan penyimpanan KCl dan NaCl di lemari yang berbeda di nurse station

4.

Seorang pasien akan menjalani operasi katarak pada mata kanan. Saat Time-Out di kamar operasi, perawat sirkuler membacakan formulir persetujuan tindakan (Informed Consent) yang tertulis "Operasi Katarak Mata Kiri", namun penandaan lokasi operasi (site marking) ada di mata kanan, dan pasien (sebelum dibius) menyatakan mata kanan yang sakit. Tindakan manakah yang mutlak harus dilakukan tim operasi saat itu?

a)

a. Melanjutkan operasi pada mata kanan karena pasien sendiri yang mengonfirmasi.

b)

b. Mengganti Informed Consent segera di kamar operasi dan melanjutkan tindakan.

c)

c. Menghentikan seluruh proses (stop the line), menunda operasi, dan melakukan verifikasi ulang dokumen serta persetujuan medis di luar kamar operasi.

d)

d. Melakukan operasi pada mata kanan dengan catatan khusus di laporan operasi mengenai kesalahan administrasi.

e)

e. Menelpon keluarga pasien untuk meminta persetujuan lisan dan melanjutkan operasi

5.

Seorang perawat melakukan perawatan luka pada pasien MRSA (Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus). Urutan kegiatan perawat tersebut adalah: Masuk kamar, cuci tangan. Membuka balutan luka lama. Menyadari kassa kurang, ia berjalan ke troli di dekat pintu (tanpa menyentuh apapun selain troli) mengambil kassa. Kembali ke pasien, memakai sarung tangan steril, membersihkan luka. Dimanakah letak kegagalan penerapan 5 Moments for Hand Hygiene pada skenario di atas?

a)

a. Tidak mencuci tangan sebelum masuk kamar.

b)

b. Tidak mencuci tangan setelah membuka balutan luka lama (sebelum mengambil kassa tambahan).

c)

c. Tidak memakai sarung tangan saat membuka balutan luka lama.

d)

d. Tidak mencuci tangan setelah mengambil kassa dari troli.

e)

e. Tidak mengganti sarung tangan steril dua kali

6.

Seorang pasien pasca operasi appendiktomi hari ke-1 ingin buang air kecil. Pasien sadar penuh, namun terpasang infus di tangan kiri. Skor Morse Fall Scale pasien dikategorikan "Risiko Rendah" pada asesmen awal pagi hari. Saat ini pasien baru saja menerima injeksi analgesik opioid Tramadol. Bagaimana asesmen risiko jatuh harus diperlakukan dalam situasi ini?

a)

a. Tetap menggunakan skor risiko rendah karena kondisi fisik pasien tidak berubah.

b)

b. Melakukan asesmen ulang risiko jatuh segera karena adanya perubahan terapi medikamentosa (obat sedasi/analgesik).

c)

c. Meminta pasien berjalan sendiri ke toilet untuk menilai gaya berjalannya.

d)

d. Menaikkan pagar tempat tidur tanpa perlu mengubah skor risiko jatuh.

e)

e. Tidak perlu asesmen ulang, cukup edukasi keluarga.

7.

Perawat A menyiapkan obat injeksi Ceftriaxone. Saat akan menyuntikkan ke Pasien B, Pasien B bertanya, "Suster, kok warnanya beda dengan yang kemarin?". Perawat A mengecek ulang dan ternyata obat tersebut adalah Cefotaxime. Perawat A membatalkan pemberian dan mengganti dengan obat yang benar. Dalam sistem pelaporan Insiden Keselamatan Pasien (IKP), kejadian ini dikategorikan sebagai:

a)

a. Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) / Adverse Event

b)

b. Kejadian Nyaris Cedera (KNC) / Near Miss

c)

c. Kejadian Tidak Cedera (KTC) / No Harm Event

d)

d. Kondisi Potensial Cedera (KPC) / Reportable Circumstance

e)

e. Kejadian Sentinel

8.

Perawat “S” mendapat laporan bahwa pasien “A” masih mengeluh nyeri perut dan sudah meminum obat analgesic yang diberikan tapi nyeri tidak kunjung hilang sehingga pasien tidak bisa tidur, kemudian perawat “S” konsultasi ke dokter DPJP via telepon, hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam komunikasi efektif, kecuali:

a)

a. Dokumentasi hari dan jam telepon dalam rekam medis

b)

b. Mengulang kembali advis dokter

c)

c. Dokumentasi advis dalam rekam medis

d)

d. Perawat memberikan obat dan menutup telepon

e)

e. Advis dokter ditulis lengkap baik secara lisan

9.

Rumah sakit menetapkan kebijakan penandaan lokasi operasi. Manakah di antara kasus berikut yang secara standar internasional (JCI/WHO) TIDAK mewajibkan penandaan lokasi operasi (site marking) namun tetap memerlukan prosedur verifikasi ketat?

a)

a. Operasi pengangkatan ovarium kanan (Oovorektomi) secara laparoskopi.

b)

b. Operasi pencabutan gigi geraham bungsu kiri bawah (Gigi 38).

c)

c. Operasi amputasi jari kelingking kaki kiri pada pasien diabetes.

d)

d. Pemasangan Chest Tube (WSD) terencana pada efusi pleura kanan.

e)

e. Operasi Hernia Inguinalis Lateralis Dextra

10.

Ny. B usia 25 tahun post Sectio Cesar mendapatkan tranfusi darah, manajemen safety yang dilakukan perawat yaitu:

a)

a. Menggunakan jarum ukuran paling kecil

b)

b. Beri pengaman pada tempat tidur pasien

c)

c. Memantau keadaan umum pasien selama pemberian tranfusi

d)

d. Pastikan tepat lokasi tepat prosedur pembedahan

e)

e. Pastikan identifikasi pasien sebut nama dan cocokkan dengan etiket