Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS KDPK (BU ENDAH) I/I 2526

Total questions: 24

Worksheet time: 12mins

Name
Class
Date
1.

Seorang penolong menemukan pasien dewasa tergeletak di jalan yang sepi. Setelah memastikan lokasi aman bagi dirinya dan pasien (Danger), penolong segera mengecek respons pasien. Pasien tidak merespons, dan penolong segera meminta bantuan darurat. Langkah selanjutnya yang harus dilakukan oleh penolong, sesuai dengan urutan langkah Resusitasi Jantung Paru (RJP), adalah...

a)

 Membuka jalan napas (Airway)

b)

Memberikan bantuan napas (Breathing)

c)

Mengecek nadi karotis dan memulai kompresi dada (Circulation)

d)

Melakukan defibrilasi cepat

e)

Menunggu tim medis datang

2.

Seorang ibu rumah tangga tidak sengaja menyentuh permukaan panci yang sangat panas. Area kulit yang terkena terlihat merah merata, bengkak, lunak, dan terasa nyeri. Setelah diperiksa, tidak ditemukan adanya lepuh (blister) berisi cairan pada area tersebut.

Berdasarkan ciri-ciri klinis yang dialami korban, luka bakar tersebut termasuk dalam kategori derajat berapa, dan apa karakteristik utamanya?

a)

Derajat III; Luka bakar terkena sampai kelapisan kulit jangat dan hangus (hitam/arang).

b)

Derajat II; Terdapat lepuh berisi cairan dan kasar.

c)

Derajat I; Luka bakar hanya di luar permukaan kulit dan kemerahan.

d)

Derajat III; Luka bakar terkena sampai ke tulang dan orgam dalam lainnya.

e)

Derajat II; Biasanya lebih nyeri daripada luka bakar derajat III.

3.

Seorang penolong berhasil membawa korban tenggelam ke darat. Air mengalir keluar dari mulut korban. Penolong tersebut ingin memastikan paru-paru korban bebas dari cairan.

Manakah tindakan yang paling tepat untuk mengatasi air yang keluar dari mulut korban sesuai panduan, dan apa alasannya?

a)

Menekan perut korban kuat-kuat agar semua air keluar dari paru-paru.

b)

Memaksa korban batuk agar air didorong keluar.

c)

Meniupkan napas buatan 5 kali dengan cepat untuk mengeluarkan air.

d)

Biarkan air mengalir sendiri (karena air berasal dari lambung, bukan paru-paru).

e)

Segera memiringkan kepala korban untuk mencegah air masuk kembali ke lambung.

4.

1Seorang guru menemukan muridnya terjatuh dari tangga di sekolah dan mengalami cedera pada kaki. Guru tersebut segera memanggil bantuan dan mengambil kotak P3K.

Tujuan utama (yang paling penting) dari tindakan pertolongan pertama yang dilakukan oleh guru tersebut, sesuai dengan prinsip-prinsip P3K, adalah...

a)

Menyembuhkan luka korban agar bisa segera kembali beraktivitas.

b)

Mencegah cedera/luka korban menjadi lebih parah.

c)

Memberikan diagnosis medis yang tepat sebelum dibawa ke rumah sakit.

d)

Menggantikan peran dokter atau petugas kesehatan profesional.

e)

Menjaga kerahasiaan kejadian agar tidak menimbulkan kepanikan.

5.

Saat melakukan kompresi dada pada pasien henti jantung, penolong harus memastikan kualitas Resusitasi Jantung Paru (RJP) yang diberikan. Berapakah rasio kompresi dada dan ventilasi yang ideal pada pasien dewasa, dan berapa kedalaman kompresi yang harus dicapai?

a)

Rasio 15:2, kedalaman 4 cm

b)

Rasio 30:2, kedalaman minimal 6 cm

c)

Rasio 15:1, kedalaman 5 cm

d)

Rasio 30:2, kedalaman 5 cm (tidak boleh lebih dari 6 cm)

e)

Rasio 5:1, kedalaman 5-6 cm

6.

Seorang bidan telah selesai membersihkan dan mengeringkan area muka, telinga, dan leher pasien dengan sarung tangan pengusap.

Langkah prosedural selanjutnya yang harus dilakukan oleh bidan, sesuai urutan tindakan memandikan pasien di tempat tidur dalam dokumen, adalah membersihkan bagian tubuh mana?

a)

Dada dan perut

b)

Punggung dan glutea

c)

Kaki (dimulai dari yang paling jauh)

d)

Lipatan paha dan genitalia

e)

Kedua tangan

7.

Seorang bidan menjelaskan tujuan memandikan pasien di tempat tidur kepada keluarga pasien yang dirawat karena stroke dan tidak bisa bergerak. Pasien ini sering kali mengalami kesulitan sirkulasi darah karena posisi tidur yang lama.

Selain menjaga kebersihan dan menambah kenyamanan pasien, tujuan tindakan memandikan pasien di tempat tidur yang didasarkan pada dokumen ini adalah...

a)

Mencegah timbulnya dekubitus (luka baring).

b)

Mengganti semua cairan tubuh yang hilang.

c)

Memperlancar sistem peredaran darah.

d)

Mempercepat proses penyembuhan patah tulang.

e)

Menguatkan otot-otot ekstremitas bawah.

8.

Dalam persiapan alat untuk mencuci rambut pasien di tempat tidur, disebutkan beberapa item seperti kain kassa dan kapas.

Apa fungsi spesifik dari alat-alat tersebut dalam langkah-langkah prosedur mencuci rambut pasien?

a)

Untuk mengeringkan rambut setelah pembilasan.

b)

Untuk menutup mata dan hidung pasien saat keramas.

c)

Untuk mengoleskan shampoo ke kulit kepala.

d)

Untuk membersihkan telinga pasien dari kotoran.

e)

Untuk menutup lubang telinga dengan kapas dan mata dengan kain kassa/sapu tangan pasien

9.

Setelah proses pembilasan selesai, bidan telah mengangkat talang dan mengeringkan rambut pasien menggunakan handuk, kemudian menggunakan alat pengering.

Setelah langkah pengeringan tersebut, apa tindakan yang harus dilakukan oleh bidan sebelum melakukan evaluasi tindakan?

a)

Menanyakan kesiapan pasien sebelum kegiatan dilakukan.

b)

Membuang air kotor di ember.

c)

Menyisir rambut, meletakkan kepala pada bantal yang telah dialasi handuk kering, dan merapikan pasien.

d)

Melepas sarung tangan dan celemek, lalu mencuci tangan.

e)

Memasang talang kembali untuk membilas kulit kepala.

10.

Setelah bidan selesai mencuci tangan, memberi salam, dan mengatur posisi pasien, bidan kemudian membuka set infus, mengisi selang infus dengan cairan, dan menggantung cairan/botol infus.

Langkah-langkah berikutnya yang harus dilakukan oleh bidan, sesuai urutan dalam prosedur pemasangan infus, sebelum melakukan penusukan vena adalah...

a)

Langsung melakukan desinfeksi dan penusukan vena.

b)

Langsung mencari akses vena dan melakukan fiksasi.

c)

Melepas tourniquet dan menyambungkan plastik IV kateter.

d)

Memasang perlak alas, memakai sarung tangan, mengidentifikasi akses vena, dan memasang tourniquet.

e)

Mengatur klem selang infus ke posisi ON.

11.

Seorang bidan akan memberikan cairan rehidrasi intravena pada seorang pasien anak berusia 6 tahun. Bidan tersebut menggunakan set infus mikro.

Berapakah faktor tetesan (jumlah tetes untuk setiap ml) yang harus digunakan oleh bidan tersebut dalam perhitungan kecepatan infus sesuai ?

a)

10 tetes/ml

b)

15 tetes/ml

c)

20 tetes/ml (Makro)

d)

30 tetes/ml

e)

60 tetes/ml (Mikro)

12.

Bapak Jhonson (30 tahun) memerlukan rehidrasi cairan intravena sebanyak 600 ml yang harus habis dalam waktu 4 jam. Mengingat usia pasien, digunakan set infus makro (faktor tetesan 20 tetes/ml). Berapa tetes per menit kecepatan infus yang harus diatur oleh bidan?

a)

30 tetes/menit

b)

40 tetes/menit

c)

50 tetes/menit

d)

60 tetes/menit

e)

75 tetes/menit

13.

Seorang pasien dengan diagnosis Anemia Berat (Hb < 8 g/dL) dirawat di ruang rawat inap. Dokter memutuskan untuk memberikan transfusi darah Packed Red Cell (PRC) kepada pasien tersebut.

Tujuan utama (yang paling relevan) dari pemberian transfusi darah dalam kasus pasien anemia ini, sesuai dengan panduan, adalah...

a)

Meningkatkan volume darah sirkulasi setelah trauma.

b)

Memberikan komponen seluler tertentu sebagai terapi (seperti faktor pembekuan).

c)

Memperbaiki fungsi hemostasis.

d)

Meningkatkan jumlah sel darah merah dan untuk mempertahankan kadar hemoglobin pada pasien anemia.

e)

Melakukan koreksi terhadap Trombosit (TC) pasien.

14.

Seorang bidan sedang memasang Nasogastric Tube (NGT) pada pasien yang baru saja menjalani operasi trauma perut. Pasien tersebut mengeluhkan mual dan memiliki potensi akumulasi gas berlebih di lambung.

Berdasarkan kasus di atas dan tujuan pemasangan NGT, manakah tujuan yang paling relevan dengan kondisi pasien tersebut?

a)

Untuk memberikan obat dan makanan secara langsung.

b)

Untuk mengambil spesimen lambung untuk pemeriksaan laboratorium.

c)

Untuk kompresi pendarahan lambung.

d)

Untuk irigasi karena keracunan.

e)

Mencegah atau mengurangi mual (nausea) dan gas dalam gastar (decompression).

15.

Bidan telah selesai memasukkan selang NGT melalui hidung pasien. Untuk memastikan bahwa ujung selang telah masuk dengan benar ke dalam lambung dan bukan ke paru-paru, bidan perlu melakukan verifikasi letak selang.

Manakah kombinasi dua metode verifikasi berikut yang tepat dilakukan oleh bidan?

a)

Menggunakan ronsen (X-ray) dan mengukur pH cairan lambung.

b)

Mengamati warna cairan yang keluar dari selang dan melakukan fiksasi.

c)

Memasukkan udara ke dalam selang sambil mendengarkan suara bergemuruh di epigastrium dengan stetoskop, dan memasukkan ujung selang ke gelas air.

d)

Meminta pasien batuk kuat-kuat dan mengamati warna kulit pasien.

e)

Mengukur panjang selang dari xiphoid process (PX) sampai ke telinga.

16.

Saat bidan memasukkan selang NGT melalui hidung pasien, pasien tiba-tiba mengalami batuk-batuk hebat dan menunjukkan tanda-tanda sesak napas (dispnoe).

Tindakan segera yang harus dilakukan oleh bidan, adalah...

a)

Menganjurkan pasien untuk menelan dengan cepat dan melanjutkan dorongan selang.

b)

Meminta bantuan medis darurat dan segera menghentikan prosedur.

c)

Melakukan fiksasi NGT secepatnya agar selang tidak bergeser.

d)

Mendorong udara ke dalam selang sambil mendengarkan suara di lambung.

e)

Segera cabut (lepaskan) selang NGT.

17.

Seorang dokter mencurigai adanya penyakit keganasan pada pasien yang memiliki ulserasi (luka terbuka) di mulutnya. Ulserasi tersebut telah diobati selama 3 minggu tetapi tidak menunjukkan tanda-tanda kesembuhan.

Berdasarkan indikasi biopsi, manakah pernyataan berikut yang paling mendukung keputusan untuk melakukan biopsi pada pasien ini?

a)

Pasien mengeluhkan nyeri hebat di lokasi ulserasi.

b)

Lesi tersebut dicurigai sebagai neoplasma.

c)

Ulserasi yang menetap tidak menunjukkan tanda-tanda kesembuhan sampai 3 minggu.

d)

Lesi hiperkeratotik yang menetap.

e)

Lesi sudah ada lebih dari 2 minggu tanpa diketahui penyebabnya.

18.

Pasien yang akan dioperasi SC mengenakan perhiasan, cincin kawin, dan make up. Petugas kamar operasi menekankan bahwa pasien harus dalam kondisi steril dan bebas dari benda-benda yang dapat mengganggu tindakan.

Manakah dari tindakan berikut yang harus dilakukan oleh bidan terhadap pasien terkait benda-benda yang dikenakan sebelum dikirim ke kamar operasi?

a)

Hanya melepaskan perhiasan dan membiarkan cincin kawin serta make up tetap terpasang.

b)

Melepaskan semua benda kecuali gigi palsu.

c)

Melepaskan perhiasan, gigi palsu, dan menghilangkan make up.

d)

Melepaskan perhiasan saja, karena make up dan gigi palsu tidak termasuk benda yang dilarang.

e)

Melepaskan perhiasan, memasang kembali make up yang tipis, dan membiarkan gigi palsu.

19.

Seorang bidan telah menjelaskan prosedur kuretase kepada pasien dan mengukur tanda-tanda vital (Tekanan darah, Nadi, Suhu, Pernafasan).

Langkah prosedural berikutnya yang harus dilakukan oleh bidan sebelum dokter memulai tindakan adalah...

a)

Memberikan obat-obatan Uterotonika sesuai program.

b)

Membersihkan dan merapikan pasien sesudah tindakan.

c)

Memindahkan pasien ke meja/bed ginekologi kemudian mengatur posisi litotomi.

d)

Memasang pembalut wanita.

e)

Menyiapkan tempat untuk jaringan Patologi Anatomi (PA).

20.

Seorang bidan memasuki kamar pasien untuk memulai pemeriksaan fisik Head to Toe. Setelah memberikan salam, bidan memperkenalkan diri kepada pasien.

Tujuan dari langkah-langkah awal ini, yang termasuk dalam Tahap Orientasi, adalah...

a)

Langsung memulai pemeriksaan untuk menghemat waktu.

b)

Mengetahui riwayat kesehatan lengkap pasien.

c)

Memberikan salam, mengidentifikasi pasien, menjelaskan tujuan, dan meminta persetujuan.

d)

Menilai tingkat kesadaran dan penampilan umum pasien.

e)

Menentukan diagnosis medis pasien sebelum pemeriksaan.

21.

Saat melakukan pemeriksaan fisik, bidan mengamati ekspresi wajah, cara berjalan, cara berpakaian, dan kebersihan umum pasien.

Semua pengamatan ini termasuk dalam komponen pemeriksaan...

a)

Penampilan Umum.

b)

Tingkat Kesadaran (GCS).

c)

Tanda-Tanda Vital.

d)

Pemeriksaan Kepala.

e)

Pemeriksaan Abdomen.

22.

Seorang bidan akan melakukan pemeriksaan fisik pada abdomen (perut) pasien.

Manakah urutan pemeriksaan Abdomen yang benar sesuai dengan panduan pemeriksaan fisik Head to Toe?

a)

Palpasi Perkusi Auskultasi Inspeksi.

b)

Perkusi Palpasi Auskultasi Inspeksi.

c)

Inspeksi Auskultasi Perkusi Palpasi.

d)

Inspeksi Perkusi Palpasi Auskultasi.

e)

Auskultasi Inspeksi Palpasi Perkusi.

23.

Seorang bidan menggunakan metode palpasi (perabaan) untuk menentukan nilai tekanan istolik pada pasien sebelum melakukan auskultasi.

Langkah yang paling tepat untuk menentukan nilai sistolik secara palpasi adalah...

a)

Mendengarkan suara korotkoff pertama pada arteri brakhialis dan mencatatnya.

b)

Mencatat mmHg manometer saat denyut nadi arteri radialis menghilang.

c)

Mengempeskan balon manset 2 mmHg/detik sampai denyut nadi arteri brakhialis teraba kembali.

d)

Mencatat mmHg manometer saat pertama kali denyut nadi arteri radialis teraba kembali.

e)

Memompa balon udara sampai denyut nadi arteri brakhialis tidak teraba.

24.

Seorang bidan sedang menghitung denyut nadi pergelangan tangan pasien (arteri radialis) dan mendapati irama denyut nadi pasien tidak beraturan (irregular).

Berapa lama waktu yang paling tepat digunakan bidan untuk menghitung denyut nadi pasien tersebut agar hasilnya akurat?

a)

15 detik kemudian dikalikan 4.

b)

30 detik kemudian dikalikan 2.

c)

Satu menit penuh (60 detik).

d)

10 detik kemudian dikalikan 6.

e)

45 detik tanpa dikalikan.