wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Soal Analisis Konsep Fastabiqul Khairat

Total questions: 95

Worksheet time: 32mins

Name
Class
Date
1.

Fastabiqul Khairat tidak sekadar berarti melakukan kebaikan, tetapi kompetisi yang mendorong individu untuk mencapai kualitas tertinggi. Manakah analisis yang paling tepat mengenai implikasi Fastabiqul Khairat terhadap motivasi intrinsik seorang Muslim dalam beribadah dan bermuamalah?

a)

Menjadikan ibadah sebagai sarana persaingan status sosial antar individu.

b)

Menggeser fokus dari keikhlasan menjadi pengakuan dan pujian dari komunitas.

c)

Menciptakan standar etika dan moral yang dinamis, menuntut peningkatan kualitas amal secara berkelanjutan dan inisiatif tanpa menunggu perintah.

d)

Membatasi ruang lingkup amal hanya pada ibadah mahdhah, mengabaikan dimensi muamalah.

e)

Mendorong individu untuk menunda amal kebaikan hingga kondisi finansialnya stabil.

2.

Konsep Fastabiqul Khairat sering dikaitkan dengan firman Allah SWT dalam Q.S. Al-Baqarah (2): 148 yang menyeru manusia untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Jika seseorang memahami ayat ini sebagai dorongan untuk segera bertindak dan berinisiatif dalam proyek kemanusiaan skala besar, konsekuensi negatif apa yang mungkin timbul jika pemahaman tersebut tidak diimbangi dengan prinsip syura (musyawarah) dan manajemen risiko?

a)

A. Terjadi kekosongan kepemimpinan karena semua orang ingin menjadi yang pertama.

b)

B. Proyek amal menjadi terlalu berhati-hati dan lambat karena khawatir salah langkah.

c)

C. Tumpang tindih inisiatif, pemborosan sumber daya, dan potensi fitnah karena niat baik yang kurang terkoordinasi.

d)

D. Amal kebaikan menjadi terbatas hanya pada lingkup individu, menjauhi proyek kolektif.

e)

E. Umat Islam akan mengabaikan kewajiban utama mereka karena fokus pada proyek tambahan.

3.

Dalam konteks masyarakat pluralistik, bagaimana Fastabiqul Khairat dapat dianalisis sebagai pendorong terciptanya harmoni sosial yang otentik, bukan sekadar toleransi pasif?

a)

Menekankan bahwa hanya amal kebaikan dari satu kelompok agama yang valid di mata Tuhan.

b)

Mendorong diskusi teologis yang intens untuk membuktikan keunggulan satu ajaran.

c)

Mengarahkan energi kompetitif pada solusi masalah bersama (lingkungan, kemiskinan) yang melampaui batas identitas keagamaan, menjadikannya titik temu kebaikan universal.

d)

Mengharuskan setiap kelompok minoritas untuk mengadopsi praktik amal mayoritas.

e)

Membatasi interaksi antarumart beragama hanya pada urusan ritual keagamaan.

4.

Analisislah kesenjangan pemahaman Ahmad terhadap Fastabiqul Khairat yang sejati.

a)

Ahmad hanya fokus pada ibadah mahdhah (ritual) dan mengabaikan ibadah ghairu mahdhah (sosial).

b)

Ahmad terlalu fokus pada amal kolektif dan kurang memperhatikan amal individu.

c)

Ahmad sudah melakukan Fastabiqul Khairat dengan sempurna karena masjid adalah prioritas utama.

d)

Ahmad terlalu terburu-buru dalam beramal, sehingga kualitasnya menurun.

e)

Ahmad seharusnya menunda beramal sampai dia menjadi pemimpin komunitas.

5.

Jika Fastabiqul Khairat dipahami sebagai kecepatan dan kualitas inisiatif, manakah yang merupakan implementasi level C4 yang mencerminkan upaya sistematis dan visioner dalam konteks organisasi dakwah?

a)

Memublikasikan postingan kebaikan di media sosial setiap hari untuk mendapatkan banyak like.

b)

Mengumpulkan donasi seadanya setiap

c)

Merancang program pemberdayaan masyarakat berbasis data dan evaluasi berkelanjutan.

6.

Bagaimana urgensi Fastabiqul Khairat berinteraksi dengan konsep al-Ihsan dalam membentuk paradigma etika seorang Muslim?

a)

Fastabiqul Khairat bersifat lahiriah (aksi), sedangkan al-Ihsan bersifat batiniah (niat), keduanya saling menegasikan satu sama lain.

b)

Fastabiqul Khairat adalah aplikasi praktis dari al-Ihsan, karena berlomba dalam kebaikan menuntut kualitas dan mutu terbaik (keunggulan) yang hanya dapat dicapai dengan kesadaran penuh akan pengawasan Allah.

c)

Fastabiqul Khairat hanya berlaku untuk ibadah wajib, sementara al-Ihsan berlaku untuk semua amal.

d)

al-Ihsan menyebabkan pelambatan amal karena terlalu banyak pertimbangan, bertentangan dengan Fastabiqul Khairat.

e)

Keduanya hanyalah konsep teologis yang tidak relevan dengan kehidupan sehari-hari.

7.

Dalam konteks manajemen waktu, implementasi Fastabiqul Khairat menuntut seorang Muslim untuk meminimalkan prokrastinasi (penundaan). Analisis yang paling komprehensif mengenai bahaya penundaan amal kebaikan dalam perspektif ini adalah...

a)

Hanya akan mengurangi jumlah pahala yang diperoleh.

b)

Berisiko hilangnya momentum karena datangnya ajal atau berubahnya kondisi/kesempatan yang ada, sekaligus menunjukkan kelemahan iradah (kehendak) untuk melaksanakan perintah agama secara segera.

c)

Amal yang dilakukan terburu-buru cenderung tidak ikhlas.

d)

Orang lain mungkin akan mendahului kita dalam kebaikan tersebut.

e)

Penundaan hanya berdampak pada amalan sunnah, bukan amalan wajib.

8.

Konsep Etos Kerja Islami memandang kerja tidak hanya sebagai upaya mencari nafkah, tetapi sebagai ibadah dan amanah. Manakah analisis yang paling mendalam mengenai bagaimana pandangan ini secara fundamental mengubah definisi produktivitas di tempat kerja?

a)

Produktivitas hanya diukur dari keuntungan finansial yang diperoleh perusahaan.

b)

Produktivitas diukur dari lamanya waktu yang dihabiskan di kantor.

c)

Produktivitas diukur dari kombinasi kuantitas hasil dengan kualitas ihsan (keunggulan), keberkahan (barakah), dan dampak maslahat (kemaslahatan) yang ditimbulkannya.

d)

Produktivitas hanya diukur dari tingginya posisi jabatan seseorang.

e)

Produktivitas menjadi tidak relevan karena fokus utama adalah akhirat.

9.

Hadis Nabi SAW yang menyatakan bahwa Allah mencintai hamba yang jika beramal (bekerja), ia melakukannya dengan itqan (sungguh-sungguh/profesional). Bagaimana prinsip itqan ini dapat dianalisis sebagai prasyarat bagi terlaksananya Etos Kerja Islami di era industri 4.0?

a)

Itqan berarti menolak penggunaan teknologi baru karena khawatir mengurangi keikhlasan.

b)

Itqan menuntut adaptasi, upgrading keterampilan (skill), dan penggunaan metodologi terbaik yang tersedia (inovasi) agar hasil kerja dapat mencapai standar kualitas tertinggi (zero defect).

c)

Itqan hanya relevan untuk pekerjaan yang berhubungan langsung dengan agama.

d)

Itqan mengharuskan seorang Muslim untuk

10.

Etos Kerja Islami sangat menekankan pada keadilan (al-adl) dan profesionalisme. Seorang manajer Muslim dihadapkan pada dilema: memecat seorang karyawan yang sangat kompeten tetapi sering melakukan manipulasi data demi keuntungan pribadi, atau mempertahankan demi produktivitas perusahaan. Keputusan manakah yang paling mencerminkan Etos Kerja Islami yang komprehensif?

a)

Mempertahankan karyawan tersebut karena kompetensinya adalah aset yang tak ternilai.

b)

Memberikan sanksi peringatan keras sambil mengawasinya secara ketat.

c)

Memecat karyawan tersebut sebagai penegakan prinsip keadilan dan amanah, karena pelanggaran etika akan merusak keberkahan dan integritas sistem kerja jangka panjang, meskipun berdampak pada produktivitas jangka pendek.

d)

Meminta karyawan tersebut untuk mencari pekerjaan di perusahaan lain secara diam-diam.

e)

Mengabaikan manipulasi data selama keuntungan perusahaan tetap tinggi.

11.

Etos Kerja Islami mendorong sikap tanggung jawab sosial (fardhu kifayah) melalui profesi yang ditekuni. Jika seorang dokter Muslim memilih berpraktik di daerah terpencil dengan penghasilan minimal, padahal ia bisa mendapatkan gaji besar di kota, bagaimana analisis tindakan ini dalam kerangka Etos Kerja dan Fastabiqul Khairat?

a)

Tindakan tersebut tidak Islami karena mengabaikan hak diri sendiri untuk hidup sejahtera.

b)

Tindakan ini adalah Fastabiqul Khairat dalam ranah muamalah, yang secara integral merupakan Ibadah karena pengorbanan profesional tersebut mengisi kekosongan layanan primer yang merupakan fardhu kifayah komunitas.

c)

Tindakan ini hanya pencitraan untuk mendapatkan pujian masyarakat.

d)

Tindakan ini hanya wajib bagi mereka yang sudah kaya raya.

e)

Ia harus menyeimbangkan antara berpraktik di desa dan di kota besar.

12.

Etos Kerja Islami menolak praktik riba dan ghishy (penipuan/kecurangan). Bagaimana penolakan terhadap praktik ini dapat dianalisis sebagai faktor yang membangun keunggulan kompetitif (competitive advantage) yang berkelanjutan dalam jangka panjang?

a)

Membuat bisnis kurang kompetitif karena harus mengikuti standar moral yang tinggi.

b)

Menjamin kepercayaan (trust) stakeholder (pelanggan, pemasok, investor) dan reputasi yang kuat, yang merupakan modal sosial paling berharga dalam satu ditiru oleh pesaing yang tidak beretika.

c)

Hanya berdampak pada kepuasan batin pemilik, tanpa pengaruh signifikan pada pasar.

d)

Membuat harga produk menjadi terlalu mahal dan tidak terjangkau.

e)

Membatasi inovasi karena terlalu fokus pada kepatuhan syariah.

13.

Analisislah peran niat (in-namal a'malu bin-niyyat) dalam Etos Kerja Islami sebagai faktor pembeda utama antara kerja seorang Muslim yang muwahhid (mengEsakan Allah) dengan kerja seorang ateis yang hard-worker.

a)

Niat hanya menentukan pahala di akhirat, tetapi tidak memengaruhi kualitas pekerjaan di dunia.

b)

Niat mengubah kerja yang sepele sekalipun menjadi ibadah yang memiliki tujuan transendental, menjaga konsistensi moral dalam kondisi sulit, dan memberikan kekuatan pendorong yang melampaui motif material semata.

c)

Niat hanya relevan pada saat memulai pekerjaan, bukan selama proses pengerjaan.

d)

Seorang ateis yang hard-worker lebih produktif karena tidak terikat niat religius.

e)

Kualitas pekerjaan mereka pada akhirnya akan sama, niat tidak membedakan.

14.

Kepemimpinan Etos Kerja dalam Islam harus menjadi uswah hasanah (teladan yang baik). Jika seorang direktur Muslim memerintahkan pegawainya untuk shalat tepat waktu tetapi sendiri sering terlambat datang ke kantor, analisis konflik ini dari sudut pandang Etos Kerja Islami adalah...

a)

Etos Kerja sang direktur sudah cukup baik karena ia mementingkan kewajiban agama.

b)

Terjadi inkonsistensi antara perintah agama (shalat) dan perintah profesional (amanah kerja), yang menunjukkan kegagalan kepemimpinan dalam memberikan teladan integritas (keutuhan etika) yang holistik.

c)

Kewajiban shalat lebih penting dari kewajiban kerja, sehingga keterlambatan dapat dimaklumi.

d)

Etos Kerja hanya berlaku untuk bawahan, bukan untuk pimpinan.

e)

Konflik ini tidak relevan dengan Etos Kerja, karena itu urusan pribadi dengan Tuhan.

15.

Hubungan antara Fastabiqul Khairat dan Etos Kerja Islami dapat dianalisis sebagai hubungan sebab-akibat. Manakah pernyataan yang paling tepat menggambarkan interkoneksi ini?

a)

Etos Kerja Islami adalah konteks bagi Fastabiqul Khairat, membatasi perlombaan kebaikan hanya di tempat kerja.

b)

Fastabiqul Khairat adalah motivasi dan dinamika yang mendorong Etos Kerja Islami untuk mencapai level ihsan (keunggulan), sehingga setiap hasil kerja menjadi amal yang dipercaya dan berkualitas tinggi.

c)

Keduanya adalah konsep yang terpisah dan tidak saling memengaruhi.

d)

Fastabiqul Khairat hanya berlaku di masa kemudahan, sedangkan Etos Kerja Islami berlaku di masa kesulitan.

e)

Etos Kerja Islami adalah lawan dari Fastabiqul Khairat karena kerja fokus pada dunia.

16.

Dalam perspektif Fastabiqul Khairat, seorang akademisi Muslim wajib berlomba dalam menghasilkan karya ilmiah terbaik. Jika ia menemukan kelemahan metodologi pada penelitiannya sendiri yang dapat merusak hipotesis yang telah ia publikasikan, prinsip Fastabiqul Khairat menuntunnya untuk...

a)

Menyembunyikan kelemahan tersebut agar reputasinya tidak tercoreng.

b)

Segera memublikasikan koreksi atau retraksi secara jujur dan berani (sebagai kebaikan tertinggi) demi integritas ilmu dan maslahat umat, mendahului orang lain dalam penegakan kebenaran ilmiah.

c)

Menyalahkan asisten peneliti atas kesalahan tersebut.

d)

Menunggu peneliti lain yang menemukan kelemahan itu terlebih dahulu.

e)

Beralih ke bidang penelitian yang lain.

17.

Analisis yang paling tepat mengenai bagaimana Fastabiqul Khairat memengaruhi manajemen risiko dalam Etos Kerja Islami adalah...

a)

Mendorong pengambilan risiko yang sembrono karena niatnya baik.

b)

Menuntut analisis risiko yang cermat dan cepat untuk memastikan keberlanjutan amal (kerja), karena kebaikan yang terencana buruk berisiko gagal dan tidak mencapai kualitas ihsan.

c)

Mengabaikan semua risiko karena Allah akan menanggung hasilnya.

d)

Membuat proses kerja menjadi terlalu birokratis dan lambat.

e)

Hanya fokus pada risiko kerugian finansial, bukan risiko etika.

18.

Mengapa Fastabiqul Khairat dan Etos Kerja Islami secara kolektif menolak budaya mediokritas (kualitas rata-rata) dalam komunitas Muslim?

a)

Kualitas rata-rata memungkinkan persaingan yang sehat.

b)

Kedua konsep menuntut keunggulan (ihsan) dan inisiatif maksimal, sehingga mediokritas dipandang sebagai pelanggaran amanah potensi yang diberikan Allah dan gagal memenuhi tuntutan lomba kebaikan.

19.

Konsep syu’abul imān menunjukkan bahwa iman memiliki cabang yang saling terhubung. Dalam konteks pembinaan karakter siswa, manakah analisis paling tepat terkait bagaimana cabang iman kategori al-a’māl (perbuatan) berkontribusi pada pembentukan akhlak sosial?

a)

Dengan menekankan aspek keyakinan sehingga perilaku sosial tumbuh secara otomatis

b)

Dengan memfokuskan pada ucapan sehingga perilaku sosial terbentuk tanpa latihan

c)

Dengan melatih tindakan nyata seperti membantu sesama sehingga membentuk karakter sosial

d)

Dengan meniadakan hubungan antara iman dan perbuatan

e)

Dengan menjadikan amal ibadah sebagai indikator tunggal kualitas sosial

20.

Jika seorang siswa rajin beribadah tetapi masih menunjukkan perilaku tidak jujur di sekolah, analisis paling tepat menurut konsep syu’abul imān adalah...

a)

Iman siswa tersebut tetap sempurna karena ibadah sudah terpenuhi

b)

Ketidakjujuran tidak terkait dengan iman

c)

Cabang iman pada aspek perbuatan belum sempurna sehingga perlu pembinaan

d)

Ibadah yang dilakukan tidak sah sehingga perilakunya buruk

e)

Ketidakjujuran tidak berpengaruh terhadap tingkat keimanan

21.

Perintah menjaga lisan merupakan salah satu cabang iman. Analisis yang paling tepat tentang urgensi menjaga lisan dalam kehidupan digital adalah...

a)

Tidak relevan karena konteksnya berbeda

b)

Hanya berlaku ketika berbicara langsung

c)

Lebih penting karena media digital memperluas dampak ucapan

d)

Tidak ada hubungannya dengan etika dalam media sosial

e)

Hanya berfungsi untuk menjaga hubungan keluarga

22.

Dalam syu‘abul īmān, malu termasuk cabang iman. Manakah contoh analisis situasi yang menunjukkan hilangnya cabang tersebut?

a)

Siswa menolak menyontek meski tidak diawasi

b)

Siswa tetap sopan kepada guru

c)

Siswa mempublikasikan perilaku buruk di media sosial tanpa rasa bersalah

d)

Siswa menjaga cara berpakaian sesuai norma

e)

Siswa merasa bersalah saat melakukan kesalahan

23.

Menghilangkan gangguan dari jalan adalah cabang iman. Analisis mana yang menunjukkan hikmah dari cabang tersebut?

a)

Menjaga kebersihan lingkungan dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan bagi orang lain

b)

Hanya bermanfaat untuk mendapatkan pahala

c)

Membuat seseorang lebih terlihat rajin

d)

Membantu pemerintah dalam pembangunan fisik

e)

Tidak memiliki relevansi dalam masyarakat modern

24.

Salah satu cabang iman adalah menunaikan amanah. Jika seorang bendahara OSIS menjaga transparansi keuangan, analisis yang tepat dari perspektif syu‘abul īmān adalah...

a)

Ia menjalankan cabang iman pada aspek ucapan

b)

Ia hanya memenuhi tugas organisasi

c)

Ia telah mengamalkan cabang iman terkait akhlak dan tanggung jawab sosial

d)

Ia menunjukkan kemampuan administrasi

e)

Ia mengutamakan kepentingan pribadi

25.

Dalam syu‘abul īmān, mencintai karena Allah merupakan bagian dari iman. Analisis situasi yang paling tepat yang mencerminkan hal ini adalah...

a)

Mencintai teman karena membantu menyelesaikan tugas

b)

Menyukai seseorang karena penampilan

c)

Berteman karena memiliki hobi yang sama

d)

Menghargai seseorang karena ketakwaannya dan akhlaknya

e)

Menjalin hubungan karena kepentingan ekonomi

26.

Meninggalkan perbuatan maksiat termasuk cabang iman. Manakah analisis paling tepat terkait siswa yang menolak tawaran membuka situs tidak pantas?

a)

Ia hanya menaati aturan sekolah

b)

Ia takut ketahuan guru

c)

Ia telah mengamalkan cabang iman berupa al-kuffu 'an al-ma'āṣī

d)

Ia hanya mengikuti nasihat temannya

e)

Ia tidak tertarik pada hal tersebut

27.

Ketika seseorang menjaga wudhu sepanjang hari untuk memelihara kesucian jiwa, analisis yang tepat menurut syu‘abul īmān adalah...

a)

Ia mengutamakan aspek fisik semata

b)

Ia mengikuti kebiasaan budaya

c)

Ia memperkuat cabang iman yang berkaitan dengan kesucian dan ketaatan

d)

Tindakannya tidak berpengaruh pada iman

e)

Itu hanya praktik sunnah tanpa makna spiritual

28.

Membantu tetangga ketika terkena musibah termasuk salah satu cabang amal sosial dalam iman. Analisis paling tepat mengenai hal tersebut adalah...

a)

Amal sosial tidak termasuk bagian iman

b)

Tindakan tersebut hanya bentuk empati

c)

Tindakan tersebut mencerminkan cabang iman berupa solidaritas dan kepedulian

d)

Tindakan tersebut bertujuan mencari pujian

e)

Amal sosial tidak memiliki nilai ibadah

29.

Konsep syu‘abul īmān dibagi menjadi aspek hati, ucapan, dan perbuatan. Jika siswa memahami konsep tersebut tetapi tidak mengamalkannya, analisis yang tepat adalah...

a)

Ilmu tersebut sudah cukup tanpa praktik

b)

Pemahaman tidak berpengaruh pada iman

c)

Iman baru sempurna jika diwujudkan dalam tindakan nyata

d)

Tindakan tidak terkait dengan iman

e)

Pengetahuan lebih penting daripada amal

30.

Salah satu cabang iman adalah bersabar. Jika seseorang tetap tenang menghadapi provokasi di media sosial, analisis yang paling tepat adalah...

a)

Ia tidak peduli pada komentar

b)

Ia menghindari konflik karena kelemahan

c)

Ia menerapkan cabang iman berupa kesabaran dan pengendalian diri

d)

Ia ingin dianggap dewasa

e)

Ia tidak mengetahui cara membalas

31.

Dalam konteks syu‘abul īmān, menepati janji termasuk bagian penting dari iman. Analisis yang tepat terkait siswa yang konsisten mengumpulkan tugas tepat waktu adalah...

a)

Ia hanya menaati peraturan guru

b)

Ia melakukannya agar nilainya baik

c)

Ia sedang melatih akhlak amanah sebagai cabang iman

d)

Ia menunjukkan kemampuan manajemen waktu

e)

Ia terpaksa oleh aturan sekolah

32.

Menghormati orang tua merupakan cabang iman. Jika siswa sering membantah tanpa alasan, analisis yang tepat adalah...

a)

Perilakunya tidak ada kaitan dengan iman

b)

Kebiasaan membantah adalah wajar

c)

Ia belum mengembangkan cabang iman terkait adab kepada orang tua

d)

Hal tersebut bagian dari fase perkembangan remaja

e)

Itu hanya masalah komunikasi

33.

Menuntut ilmu termasuk cabang iman. Analisis paling tepat tentang hubungan antara mencari ilmu dan peningkatan iman adalah...

a)

Ilmu tidak memiliki dampak pada iman

b)

Ilmu hanya untuk kepentingan dunia

c)

Ilmu yang benar akan menguatkan keyakinan dan amal seseorang

d)

Ilmu justru mengurangi kebergantungan pada Allah

e)

Ilmu hanya sebatas meningkatkan kemampuan akademik

34.

Dalam syu‘abul īmān, mengucapkan salam adalah cabang iman. Analisis paling tepat tentang urgensi salam dalam membangun masyarakat adalah...

a)

Salam hanya simbol formal

b)

Salam tidak relevan dalam era modern

c)

Salam memperkuat hubungan sosial dan mengurangi permusuhan

d)

Salam hanya berlaku antar sesama keluarga

e)

Salam hanya sebagai ritual tanpa makna

35.

Meningkatkan rasa syukur merupakan cabang iman. Analisis yang tepat terkait siswa yang selalu berkeluh kesah meski mendapatkan banyak nikmat adalah...

a)

Ia sedang melatih kejujuran emosional

b)

Keluhan tidak berpengaruh pada iman

c)

Ia belum mengembangkan cabang iman berupa syukur

d)

Sikap tersebut wajar dan normal

e)

Tidak ada kaitan antara syukur dan perilaku

36.

Cabang iman berupa husnuzan (berbaik sangka) memiliki dampak signifikan dalam relasi sosial. Analisis yang tepat adalah...

a)

Husnuzan justru membuat seseorang naif

b)

Husnuzan tidak berpengaruh terhadap hubungan sosial

c)

Husnuzan mengurangi konflik dan memperkuat kepercayaan antar individu

d)

Husnuzan tidak diperlukan di lingkungan sekolah

e)

Husnuzan hanya bersifat spiritual tanpa implikasi sosial

37.

Cabang iman berupa menjauhi riba relevan dalam kehidupan modern. Analisis yang tepat mengenai urgensinya adalah...

a)

Riba tidak berpengaruh pada moral

b)

Larangan riba hanya terkait ibadah

c)

Menjauhi riba menjaga keadilan ekonomi dan menghindarkan eksploitasi

d)

Riba adalah praktik ekonomi yang netral

e)

Larangan riba hanya berlaku pada masa dahulu

38.

Mengamalkan amar makruf nahi mungkar adalah cabang iman. Analisis paling tepat terkait siswa yang menegur temannya karena membully adalah...

a)

Ia ikut campur urusan orang lain

b)

Ia ingin terlihat baik

c)

Ia menunaikan cabang iman dengan mencegah kemungkaran

d)

Ia hanya mengikuti aturan sekolah

e)

Ia terdorong oleh emosi pribadi

39.

Seorang siswa selalu membeli barang mahal agar terlihat lebih unggul dari teman-temannya. Dari sudut pandang etika Islam, perilaku tersebut lebih tepat dikategorikan sebagai...

a)

Riya’, karena ingin dipuji guru

b)

Takabbur, karena memandang dirinya lebih tinggi

c)

Hasad, karena iri pada teman

d)

Foya-foya, karena membeli sesuatu tanpa pertimbangan nilai

e)

Syuhrah, karena mencari popularitas secara terang-terangan

40.

Seseorang mampu mengelola keuangan dengan baik meski memiliki penghasilan terbatas. Ia membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Kemampuan ini paling efektif untuk menghindari...

a)

Hasad terhadap orang kaya

b)

Takabbur atas kemampuan diri

c)

Foya-foya dalam pengeluaran

d)

Riya’ dalam penampilan

e)

Sifat tamak pada harta

41.

Ketika melihat tetangga membeli motor baru, seseorang merasa terganggu dan berharap motor itu cepat rusak. Hal ini merupakan bentuk...

a)

Takabbur karena meremehkan

b)

Riya’ karena ingin dipuji

c)

Hasad yang dilarang dalam Islam

d)

Foya-foya karena boros pikiran

e)

Ujub karena merasa lebih baik

42.

Untuk mencegah sifat takabbur, seseorang perlu mengingat bahwa segala kelebihan berasal dari Allah. Sikap ini disebut...

a)

Taqarrub

b)

Tawadhu

c)

Tawakal

d)

Syukur

e)

Qana’ah

43.

Siswa yang rajin sedekah, tetapi ketika memberi ia memilih tempat ramai agar banyak orang melihat. Ini menunjukkan...

a)

Sedekahnya batal

b)

Ia riya’ karena memperlihatkan amal

c)

Ia foya-foya dengan harta

d)

Ia hasad kepada fakir

e)

Ia ingin memotivasi saja

44.

Sifat foya-foya biasanya muncul akibat...

a)

Kurangnya rasa syukur dan kontrol diri

b)

Kedisiplinan dalam mengatur keuangan

c)

Keinginan menolong sesama

d)

Kelebihan dalam ilmu pengetahuan

e)

Banyaknya kesempatan beramal

45.

Ketika seseorang sukses dalam suatu lomba lalu merendahkan teman yang kalah, tindakan tersebut menunjukkan...

a)

Riya’ karena memamerkan kemenangan

b)

Hasad kepada peserta lain

c)

Takabbur karena merasa lebih hebat

d)

Foya-foya dalam merayakan kemenangan

e)

Qana’ah dalam menerima hasil

46.

Strategi paling efektif mencegah riya’ adalah...

a)

Selalu mengingat bahwa segala amal hanya untuk Allah SWT

b)

Menceritakan amal kepada orang lain

c)

Beramal agar dipuji orang lain

d)

Melakukan amal secara terang-terangan

47.

Seseorang terus menghabiskan uang untuk nongkrong tiap hari demi gaya hidup. Dari perspektif Islam, persoalan utamanya terletak pada...

a)

Kesalahan memilih teman

b)

Gaya hidup foya-foya yang merusak tanggung jawab finansial

c)

Keinginan meniru tokoh publik

d)

Kurangnya dukungan keluarga

e)

Minimnya fasilitas pendidikan

48.

Seorang siswa iri melihat temannya juara kelas dan berusaha menjatuhkannya dengan menyebar rumor. Analisis yang tepat adalah...

a)

Hasad negatif yang merusak diri dan orang lain

b)

Riya’ karena ingin dipuji guru

c)

Takabur karena terlalu percaya diri

d)

Foya-foya karena membuang waktu

e)

Sikap kompetitif yang sehat

49.

Cara paling efektif mengatasi takabur berdasarkan ajaran Islam adalah...

a)

Menambah jumlah harta

b)

Mengingat bahwa manusia berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah

c)

Memamerkan kelemahan diri

d)

Berdebat agar orang menghargai

e)

Menghindari orang yang rendah ekonomi

50.

Perbedaan mendasar antara riya’ dan takabur adalah...

a)

Riya’ berkaitan dengan harta, takabur dengan ilmu

b)

Riya’ menonjolkan amal, takabur merendahkan orang lain

c)

Riya’ tampak dalam ibadah, takabur hanya dalam pidato

d)

Riya’ dilakukan sengaja, takabur tidak

e)

Riya’ terjadi pada orang miskin saja

51.

Siswa yang bersyukur atas keberhasilan temannya dan menjadikannya motivasi menunjukkan sikap...

a)

Hasad negatif

b)

Ghibtah positif

c)

Takabur

d)

Riya’

e)

Foya-foya

52.

Seorang pemimpin organisasi menolak kritik karena merasa dirinya paling benar. Sikap tersebut menunjukkan...

a)

Riya’

b)

Foya-foya

c)

Hasad

d)

Takabbur

e)

Qana’ah

53.

Menghindari sifat foya-foya dapat dimulai dengan...

a)

Membandingkan gaya hidup dengan orang kaya

b)

Membuat skala prioritas pengeluaran

c)

Menyimpan seluruh uang tanpa digunakan

d)

Mengikuti semua tren agar tidak tertinggal

e)

Menambah hutang untuk kebutuhan sosial

54.

Seseorang merasa tersinggung ketika temannya mendapat pujian dan ia tidak. Emosinya mendorongnya berharap temannya gagal. Ini termasuk...

a)

Hasad destruktif

b)

Takabbur

c)

Riya’

d)

Foya-foya

e)

Ujub

55.

Riya’ dapat merusak nilai ibadah karena...

a)

Amal dilakukan untuk dunia, bukan untuk mencari ridha Allah

b)

Amal dilakukan terlalu sering

c)

Amal dilakukan sendirian

d)

Amal dilakukan tanpa saksi

e)

Amal dilakukan pada waktu yang salah

56.

Sikap paling bertentangan dengan takabbur adalah...

a)

Qana’ah

b)

Tawadhu

c)

Hemat

d)

Tegas

e)

Kreatif

57.

Ketika seseorang mampu menahan diri dari membeli barang mewah meski mampu, karena memilih sedekah, tindakan tersebut menunjukkan...

a)

Riya’ karena ia memilih amal

b)

Menghindari foya-foya dengan pengendalian diri

c)

Takabbur terhadap kemampuannya

d)

Hasad kepada orang kaya

e)

Sikap tamak yang tersembunyi

58.

Dalam analisis pembiayaan murabahah, sebuah bank syariah menemukan bahwa harga pokok barang meningkat setelah akad ditandatangani. Langkah apa yang paling sesuai menurut prinsip syariah?

a)

Bank menaikkan margin secara sepihak

b)

Bank membatalkan kontrak dan memulai akad baru

c)

Bank menanggung selisih harga karena murabahah bersifat fixed price

d)

Nasabah wajib membayar tambahan harga karena adanya inflasi

e)

Harga baru dinegosiasikan ulang sebagai bentuk ta’widh

59.

Ketika bank syariah menilai portofolio pembiayaannya, ditemukan bahwa sebagian besar penyaluran menggunakan akad musyarakah dengan risiko tinggi. Analisis apa yang seharusnya dilakukan bank?

a)

Mengurangi seluruh portofolio musyarakah

b)

Menaikkan nisbah keuntungan untuk menutup risiko

c)

Menilai kembali due diligence dan mitigasi risiko usaha

d)

Mengubah seluruh akad menjadi murabahah

e)

Mengalihkan risiko sepenuhnya kepada nasabah

60.

Dalam asuransi syariah, apabila kontribusi peserta berlebih pada akhir periode, surplus underwriting harus dikelola dengan prinsip:

a)

Dibagi sama rata untuk seluruh peserta

b)

Diambil perusahaan sebagai keuntungan

c)

Dialokasikan bagi peserta sesuai akad dan klaim

d)

Diberikan kepada peserta yang tidak pernah klaim

e)

Digunakan untuk membayar bonus agen

61.

Sebuah koperasi syariah menghadapi masalah anggota yang sering menunggak angsuran mudharabah. Analisis kebijakan yang seharusnya diterapkan adalah...

a)

Meningkatkan denda keterlambatan kepada anggota

b)

Memberhentikan anggota dari koperasi

c)

Evaluasi kelayakan usaha dan pembinaan bisnis anggota

d)

Mengganti akad menjadi qardh untuk semua anggota

e)

Menjual aset anggota untuk menutup kerugian

62.

Perbedaan utama analis antara akad mudharabah dan musyarakah dalam konteks manajemen risiko bank syariah adalah...

a)

Mudharabah menanggung risiko oleh nasabah

b)

Musyarakah hanya menanggung risiko oleh bank

c)

Pembagian kerugian mudharabah hanya ditanggung bank

d)

Pembagian keuntungan mudharabah bersifat tetap

e)

Musyarakah hanya untuk modal kecil

63.

Ketika perusahaan asuransi syariah ingin mengurangi risiko klaim besar, strategi syariah yang paling tepat adalah...

a)

Menaikkan kontribusi seluruh peserta

b)

Mengalihkan risiko melalui reasuransi syariah

c)

Mengurangi manfaat proteksi

64.

Jika Bank Syariah menolak pembiayaan karena usaha nasabah mengandung unsur gharar, maka analisis keputusan tersebut didasarkan pada...

a)

Ketentuan administrasi bank

b)

Risiko moral hazard

c)

Larangan ketidakjelasan objek akad dalam syariah

d)

Ketentuan pajak dari pemerintah

e)

Keuntungan bank yang rendah

65.

Dalam koperasi syariah, keputusan pemberian SHU berdasarkan kontribusi anggota bertujuan untuk...

a)

Menyamakan hak setiap anggota

b)

Menguntungkan pengurus koperasi

c)

Mewujudkan prinsip keadilan proporsional

d)

Mengurangi jumlah anggota

e)

Memaksimalkan pendapatan koperasi

66.

Salah satu analisis kesalahan umum dalam penerapan akad ijarah muntahiyah bit tamlik (IMBT) adalah ketika...

a)

Aset disewakan pada pihak ketiga

b)

Opsi kepemilikan diberikan di awal akad

c)

Pemindahan kepemilikan dilakukan setelah periode sewa

d)

Penyewa wajib menanggung seluruh biaya perbaikan mayor

e)

Jangka waktu sewa sangat panjang

67.

Dalam proses klaim asuransi syariah, perusahaan menemukan peserta memalsukan data kesehatan. Keputusan syariah yang tepat adalah...

a)

Klaim tetap dibayar sebagai bentuk tolong-menolong

b)

Klaim ditolak karena unsur penipuan

c)

Peserta dikenakan denda

d)

Akad dibatalkan dan dana hangus

e)

Memberikan klaim sebagian

68.

Ketika bank syariah menggabungkan akad qardh dengan rahn untuk pembiayaan mikro, analisis paling penting yang harus diperhatikan adalah...

a)

Besaran margin keuntungan

b)

Kesesuaian akad agar tidak terjadi hybrid contract terlarang

c)

Kemampuan bank menguasai barang jaminan

d)

Kondisi pasar pembiayaan

e)

Kemudahan operasional bank

69.

Dalam analisis kepatuhan syariah, akad wakalah bil ujrah menjadi tidak sah apabila...

a)

Agen menerima komisi

b)

Agen bertindak atas nama peserta

c)

Ujrah tidak disepakati di awal akad

d)

Agen menerima dua jenis fee

e)

Agen menjelaskan risiko peserta

70.

Jika sebuah bank syariah mengalihkan aset pembiayaan kepada pihak ketiga melalui akad hawalah, maka implikasi syariahnya adalah...

a)

Risiko kerugian tetap pada bank

b)

Pembayaran nasabah dialihkan kepada pihak ketiga

c)

Nasabah dapat membatalkan akad

d)

Bank tetap menerima margin

e)

Nasabah menanggung biaya tambahan

71.

Dalam asuransi syariah, prinsip risk sharing membedakan sistem syariah dari konvensional karena...

a)

Perusahaan menanggung seluruh risiko

b)

Risiko dibagi antara perusahaan dan peserta melalui dana tabarru’

c)

Peserta membayar premi tetap

d)

Perusahaan boleh mengambil surplus

e)

Peserta bebas mengatur kontribusi

72.

Koperasi syariah menggunakan akad murabahah untuk pembiayaan barang anggota. Analisis yang perlu dipastikan adalah...

a)

Harga ditentukan berdasarkan penawaran pasar

b)

Barang harus dimiliki koperasi sebelum dijual

c)

Anggota bebas memilih margin

d)

Pembayaran harus dilakukan tunai

e)

Anggota menanggung seluruh risiko pembelian

73.

Ketika bank syariah meninjau restrukturisasi pembiayaan, pengubahan akad dari mudharabah menjadi murabahah dinilai tidak tepat karena...

a)

A. Kedua akad tidak bisa berada dalam satu lembaga

b)

B. Murabahah membutuhkan objek barang yang jelas

c)

C. Margin murabahah terlalu rendah

d)

D. Mudharabah lebih menguntungkan

e)

E. Nasabah sulit memahami murabahah

74.

Dalam perusahaan asuransi syariah, penggunaan dana tabarru’ untuk biaya operasional dianggap melanggar prinsip syariah karena...

a)

Dana tabarru’ milik perusahaan

b)

Dana tabarru’ hanya untuk investasi

c)

Dana tabarru’ diperuntukkan bagi klaim peserta

d)

Tidak boleh dipisahkan dari dana ujrah

e)

Mengurangi kontribusi peserta

75.

Koperasi syariah menemukan bahwa beberapa anggota menggunakan dana mudharabah untuk kepentingan pribadi. Tindakan analitis yang paling tepat adalah...

a)

Memberikan tambahan modal

b)

Memberhentikan keanggotaan

c)

Menegakkan prinsip amanah dan melakukan auditing internal

d)

Mengubah akad menjadi qardhul hasan

e)

Mengalihkan risiko kepada anggota lain

76.

Bank syariah menggunakan akad musyarakah mutanaqisah untuk pembiayaan rumah. Analisis penting terkait pembagian kepemilikan adalah...

a)

Nasabah menanggung seluruh risiko aset

b)

Kepemilikan bank berkurang seiring pembayaran nasabah

c)

Nasabah wajib membeli aset di akhir

d)

Bank menentukan harga sewa sepihak

e)

Aset tidak boleh disewakan

77.

Analisis terhadap proses masuknya Islam di Indonesia menunjukkan bahwa jalur perdagangan sangat berperan karena...

a)

Pedagang Muslim menawarkan harga barang yang lebih murah

b)

Interaksi dagang memungkinkan terjadinya akulturasi budaya secara intens

c)

Para pedagang Arab memaksa penduduk lokal memeluk Islam

d)

Islam merupakan agama resmi yang dibawa setiap kapal dagang

e)

Para pedagang menguasai seluruh pelabuhan nusantara

78.

Perbandingan antara teori Gujarat dan teori Arab menunjukkan bahwa perbedaan mendasar keduanya terletak pada...

a)

Bahasa dakwah yang digunakan para ulama

b)

Peran kerajaan lokal dalam menerima Islam

c)

Lokasi asal penyebar Islam awal di Nusantara

d)

Kecepatan proses islamisasi di daerah pedalaman

e)

Dominasi mazhab yang diterapkan masyarakat lokal

79.

Masuknya Islam ke Jawa melalui Walisongo dianggap lebih efektif dibandingkan pendekatan di wilayah lain karena...

a)

Walisongo menggunakan kekuatan militer untuk mempercepat konversi

b)

Walisongo menghapus seluruh tradisi lokal yang bertentangan dengan Islam

c)

Walisongo menggunakan strategi kultural yang sesuai dengan masyarakat Jawa

d)

Masyarakat Jawa telah sepenuhnya memeluk agama Hindu-Buddha

e)

Semua kerajaan Jawa memiliki hubungan khusus dengan Mekah

80.

Penggunaan wayang oleh Sunan Kalijaga mencerminkan pola islamisasi bercorak akulturatif karena...

a)

Wayang digunakan untuk mengubah seluruh struktur sosial masyarakat

b)

Wayang adalah media propaganda politik kerajaan Demak

c)

Islam disampaikan tanpa menghapus simbol budaya lokal

d)

Wayang dianggap sebagai bentuk ibadah baru

e)

Wayang merupakan tradisi wajib bagi setiap ulama

81.

Jika dibandingkan dengan penyebaran Islam di Sumatra, penyebaran Islam di Maluku lebih lambat karena...

a)

Masyarakat Maluku menolak perdagangan rempah

b)

Jalur perdagangan Maluku hanya dipengaruhi pedagang Cina

c)

Persaingan antara Portugis dan pedagang Muslim menghambat proses islamisasi

d)

Maluku tidak memiliki pelabuhan internasional

e)

Para ulama enggan berdakwah di wilayah kepulauan

82.

Analisis terhadap peran Kesultanan Ternate dan Tidore menunjukkan bahwa islamisasi di Maluku berkembang pesat ketika...

a)

Raja-raja Maluku melarang kegiatan para misionaris Kristen

b)

Sultan menjadikan Islam sebagai identitas politik untuk melawan kekuatan asing

c)

Ternate menolak sistem perdagangan internasional

d)

Tidore mengadopsi hukum adat sebagai hukum utama

e)

Para bangsawan Maluku lebih tertarik mempelajari budaya India

83.

Salah satu bukti historis kuat bahwa Islam masuk ke Nusantara pada abad ke-7 adalah...

a)

catatan perjalanan pedagang Arab di Cina

b)

penemuan prasasti berbahasa Arab di Jawa

c)

peninggalan masjid kuno di Sumatera Barat

d)

penemuan kitab kuno di Bali

84.

Penyebaran Islam melalui jalur tasawuf dapat dianalisis efektif karena...

a)

A. Ajarannya mudah disinkronkan dengan kepercayaan lokal

b)

B. Tasawuf menolak seluruh tradisi kuno masyarakat

c)

C. Para sufi lebih fokus pada penyebaran politik Islam

d)

D. Tasawuf melarang perpaduan budaya dalam dakwah

e)

E. Masyarakat lokal lebih memahami bahasa Arab daripada bahasa daerah

85.

Perbedaan penyebaran Islam di pedalaman Kalimantan dengan daerah pesisir terletak pada...

a)

Pengaruh kuat kerajaan Hindu-Buddha di pedalaman

b)

Pedalaman lebih mudah dijangkau pedagang asing

c)

Dakwah di pedalaman lebih mengutamakan bahasa Arab

d)

Masyarakat pedalaman mewajibkan sistem kasta

e)

Para ulama pesisir menolak dakwah ke pedalaman

86.

Peran besar Kesultanan Demak dalam islamisasi Jawa terlihat ketika Demak...

a)

Menjadi pusat perdagangan lada terbesar di Nusantara

b)

Menyatukan seluruh ulama menjadi satu lembaga resmi

c)

Menggulingkan Majapahit lalu memperluas kekuasaan politik Islam

d)

Menolak seluruh tradisi pra-Islam masyarakat Jawa

e)

Mengadopsi sistem pemerintahan dari Persia

87.

Jika dianalisis dari aspek budaya, masjid-masjid kuno di Jawa menunjukkan ciri islamisasi bertahap karena...

a)

Menggunakan arsitektur Timur Tengah sepenuhnya

b)

Menggabungkan unsur arsitektur Hindu-Buddha dengan fungsi ibadah Islam

c)

Menolak penggunaan ornamen lokal

d)

Dibangun hanya oleh pedagang Arab

e)

Tidak memiliki pengaruh budaya manapun

88.

Kelemahan teori Persia tentang islamisasi Nusantara dapat dilihat dari...

a)

Tidak adanya pengaruh budaya Persia dalam tradisi lokal

b)

Penemuan nisan Fatimah binti Maimun

c)

Kesamaan ajaran tasawuf tertentu tidak cukup membuktikan asal kedatangan

d)

Adanya hubungan perdagangan Persia-Nusantara yang sangat intens

e)

Kesamaan sistem pemerintahan kerajaan Islam di Indonesia dan Persia

89.

Proses islamisasi di Sulawesi, khususnya di Gowa-Tallo, berlangsung cepat karena...

a)

Para bangsawan Bugis telah menganut Islam sebelumnya

b)

Sultan memerintahkan islamisasi melalui kekuatan politik

c)

Sulawesi tidak pernah didatangi pedagang asing

d)

Islam menjadi syarat utama dalam perdagangan beras

e)

Kekuatan Eropa tidak berpengaruh sama sekali

90.

Analisis terhadap hubungan Islam dan kekuasaan menunjukkan bahwa Islam sering diterima oleh masyarakat ketika...

a)

Rakyat dipaksa memeluk Islam oleh kerajaan

b)

Islam dipromosikan sebagai identitas politik tanpa dakwah

c)

Raja atau elit lokal terlebih dahulu memeluk Islam

d)

Masyarakat tidak memiliki pilihan agama lain

e)

Pedagang Muslim menguasai sektor ekonomi

91.

Penyebaran Islam di Bali lambat karena...

a)

Bali menolak seluruh bentuk perdagangan

b)

Struktur sosial Hindu yang kuat memengaruhi penerimaan agama baru

c)

Islam tidak pernah dibawa pedagang ke Bali

d)

Bali menutup diri dari hubungan internasional

e)

Ulama enggan berdakwah di Bali

92.

Salah satu bukti islamisasi yang berpengaruh di Sumatra adalah penggunaan aksara Jawi yang menunjukkan...

a)

Penggantian seluruh budaya lokal dengan budaya Arab

b)

Adaptasi huruf Arab dengan bahasa Melayu untuk kebutuhan dakwah

c)

Penolakan masyarakat Melayu terhadap bahasa Arab

d)

Dominasi suku tertentu dalam pemerintahan

e)

Pengaruh Cina dalam budaya tulis-menulis

93.

Jika dianalisis dari faktor politik, penyebaran Islam di Banten sangat dipengaruhi oleh...

a)

Hubungan erat dengan kerajaan Katolik Eropa

b)

Aliansi dagang dengan Portugis

c)

Strategi Banten menguasai jalur perdagangan Selat Sunda

d)

Pengaruh budaya India Selatan

e)

Penolakan pedagang Muslim terhadap Banten

94.

Pengaruh internal masyarakat Nusantara yang mempercepat proses islamisasi adalah...

a)

Masyarakat telah mengenal konsep ketuhanan tunggal melalui kepercayaan lokal

b)

Penolakan penuh terhadap seluruh tradisi Hindu-Buddha

c)

Semua masyarakat menguasai bahasa Arab

d)

Struktur sosial berbasis kasta sudah mapan

e)

Masyarakat hanya menerima agama dari India

95.

Islamisasi melalui lembaga pendidikan seperti pesantren menunjukkan bahwa Islam berkembang kuat karena...

a)

Pesantren adalah lembaga resmi pemerintah

b)

Pesantren menggantikan seluruh fungsi kerajaan

c)

Pesantren menjadi pusat penyebaran ilmu

d)

Semua pesantren didirikan oleh pedagang asing

e)

Pesantren menolak pengaruh budaya lokal