NEW
Font size
WorksheetsDestination Management
Total questions: 50
Worksheet time: 33mins
Dalam konteks siklus hidup destinasi pariwisata (TALC oleh Butler), tahap manakah yang paling kritis di mana intervensi manajemen strategis dibutuhkan untuk mencegah penurunan (decline) dan mendorong peremajaan (rejuvenation)?
Exploration
Development
Stagnation
Consolidation
Pendekatan manajemen destinasi yang berfokus pada "Triple Bottom Line" paling erat kaitannya dengan konsep.............
Mass Tourism
Sustainable Tourism Development
Product Life Cycle Theory
Carrying Capacity statis
Model "7A" sering digunakan sebagai kerangka analisis destinasi. Unsur Amenities merujuk pada...
Objek wisata utama yang menjadi daya tarik.
Fasilitas pendukung seperti hotel, restoran, dan toilet umum.
Sikap keramahan masyarakat lokal.
Ketersediaan penerbangan dan jalur transportasi.
Apa yang menjadi tantangan terbesar dalam koordinasi stakeholder di destinasi pariwisata yang matang (mature destination)?
Kurangnya minat investor baru untuk masuk.
Keberagaman kepentingan, tujuan yang kontradiktif, dan ego sektoral antar pelaku industri dan pemerintah daerah.
Rendahnya kesadaran masyarakat lokal terhadap pariwisata.
Ketidakmampuan mengakses media sosial untuk promosi.
Destination Branding yang efektif tidak hanya bertujuan untuk menarik pengunjung, tetapi juga untuk...
Menjamin kenaikan harga properti di daerah tersebut.
Membangun identitas yang unik, membedakan destinasi dari pesaing, dan menciptakan loyalitas pengunjung serta kebanggaan lokal.
Meniru strategi pemasaran destinasi lain yang sudah sukses.
Menyediakan diskon besar-besaran secara konsisten.
Apa yang dimaksud dengan Generating Region dalam sistem kepariwisataan?
Lokasi di mana objek wisata baru sedang dikembangkan
Area geografis tempat tinggal permanen wisatawan, tempat keputusan melakukan perjalanan dibuat.
Rute perjalanan dari satu negara ke negara lain.
Tempat di mana wisatawan menghabiskan uang paling banyak.
Model sistem kepariwisataan yang paling komprehensif biasanya mencakup empat pilar utama, yaitu...
Wisatawan, Objek Wisata, Fasilitas, dan Masyarakat Lokal.
Pemasaran, Keuangan, SDM, dan Operasional.
Pemerintah, Swasta, Akademisi, dan Komunitas.
Ekonomi, Sosial, Lingkungan, dan Politik.
Salah satu output negatif dari sistem kepariwisataan yang tidak terkelola dengan baik adalah...
Peningkatan devisa negara
Penciptaan lapangan kerja
Degradasi lingkungan dan hilangnya budaya lokal
Peningkatan pemahaman lintas budaya
Apa yang dimaksud dengan leakage dalam konteks dampak ekonomi sistem kepariwisataan di daerah tujuan?
Uang yang disimpan oleh masyarakat lokal di bank.
Uang yang diinvestasikan kembali untuk infrastruktur lokal.
Uang yang dibelanjakan wisatawan tetapi keluar dari daerah tujuan untuk membayar barang impor atau keuntungan perusahaan asing.
Pajak yang dibayarkan ke pemerintah daerah.
Apa yang menjadi input utama yang mendorong berjalannya sistem kepariwisataan?
Jumlah hotel yang tersedia di destinasi.
Kualitas jalan raya di daerah transit.
Keinginan, motivasi, dan kebutuhan manusia untuk melakukan perjalanan
Regulasi visa yang ketat dari pemerintah.
Yang termasuk dalam komponen "Infrastruktur" dalam sistem kepariwisataan adalah...
A.
B.
C.
D.
Pemandu wisata
Jasa perbankan
Sistem penyediaan air bersih dan listrik
Maskapai penerbangan
DSP manakah itu?
Danau Toba
Likupang
Labuan Bajo
Bunaken
Siapa tokoh utama yang mengembangkan dan mempopulerkan model Siklus Hidup Area Pariwisata (TALC)?
Philip Kotler
Richard Butler
UNWTO
Morison
Model TALC Butler secara umum memiliki berapa tahapan utama dalam siklus hidup sebuah destinasi?
5
6
7
8
Pada tahap manakah dalam siklus TALC, jumlah kedatangan wisatawan masih sangat kecil, fasilitas lokal hampir tidak ada, dan interaksi dengan penduduk lokal sangat tinggi dan otentik?
Stagnation
Development
Exploration
Involvement
Pada tahap "Pengembangan" (Development), karakteristik utama yang muncul adalah...
Dominasi fasilitas lokal yang sederhana.
Penurunan drastis jumlah pengunjung.
Keaslian budaya (authenticity) meningkat pesat.
Kedatangan investor eksternal yang membangun fasilitas berskala besar dan terstandar, serta kendali lokal mulai berkurang.
Apa yang menjadi pemicu utama pergeseran dari tahap "Keterlibatan" ke tahap "Pengembangan"?
Pengakuan pasar yang lebih luas, peningkatan aksesibilitas, dan investasi awal.
Peningkatan promosi besar-besaran oleh pemerintah pusat.
Keputusan masyarakat lokal untuk menutup destinasi.
Konflik lingkungan yang parah.
Di tahap manakah daya dukung (carrying capacity) destinasi kemungkinan besar sudah terlampaui, menyebabkan dampak negatif sosial dan lingkungan mulai sangat terasa?
A. Tahap
B. Tahap(Consolidation)
C. Tahap Penurunan (Decline) atau Stagnasi
D. Tahap (Rejuvenation)
Eksplorasi
Konsolidasi
Peremajaan
Stagnasi
Setelah tahap "Stagnasi", destinasi memiliki dua pilihan jalur, yaitu "Penurunan" (Decline) atau "Peremajaan" (Rejuvenation). Apa kunci dari terjadinya "Peremajaan"?
Mengandalkan pasar lama yang sama.
Tidak melakukan intervensi manajemen strategis.
Inovasi produk, pembangunan kembali citra (rebranding), dan investasi baru untuk menarik segmen pasar baru.
Mengandalkan pasar baru/renewable.
Dalam konteks Indonesia, kawasan Puncak Bogor yang mengalami kepadatan lalu lintas dan tekanan lingkungan luar biasa, serta fasilitas yang cenderung stagnan, sering dianggap berada pada tahap...
Keterlibatan
Pengembangan
Stagnasi
Peremajaan
Dimana?
Wakatobi
Plengkung
Derawan
Likupang
?
Mandalika
Derawan
Nusa Dua
Raja ampat
Dalam model pembangunan desa wisata, pendekatan Community-Based Tourism (CBT) menekankan pada pemberdayaan lokal. Apa indikator kunci keberhasilan paling kritis dari implementasi CBT?
Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan secara signifikan
Terbentuknya struktur organisasi lokal yang kuat
Pembangunan fasilitas yang didanai oleh investor luar daerah
Kecepatan akses internet yang setara dengan perkotaan.
Isu authenticity (keaslian) merupakan dilema utama dalam pengembangan desa wisata. Ketika sebuah ritual adat dipertontonkan secara rutin semata-mata untuk tujuan hiburan turis, fenomena ini dalam sosiologi pariwisata dikenal sebagai...
Demonstration Effect
Demonstration Live
Cultural Revitalization
Staged Authenticity
Ketika sebuah desa wisata memutuskan untuk fokus pada segmen pasar "wisata edukasi pertanian organik", strategi ini dalam manajemen pemasaran pariwisata disebut sebagai...
Mass Marketing
Undifferentiated Marketing
Product Bundling
Differentiated Strategy
Apa yang dimaksud dengan konsep "Triple Bottom Line" dalam konteks pariwisata berkelanjutan?
Fokus pada tiga jenis keuntungan: jangka pendek, menengah, dan panjang.
Penyeimbangan antara keuntungan ekonomi, keadilan sosial , dan kelestarian lingkungan.
Tiga lapisan manajemen: pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan komunitas lokal.
Pengelolaan destinasi yang hanya melibatkan tiga pemangku kepentingan utama.
Definisi pariwisata berkelanjutan yang paling diakui secara global berasal dari UNWTO (Organisasi Pariwisata Dunia). Fokus utama dari definisi tersebut adalah...
Memastikan pertumbuhan ekonomi maksimum setiap tahunnya di destinasi wisata.
Mengutamakan kepuasan wisatawan di atas kesejahteraan masyarakat lokal.
Menghentikan semua bentuk pariwisata massal dan beralih ke ekowisata eksklusif.
Memenuhi kebutuhan wisatawan saat ini dan daerah tujuan, sambil melindungi dan meningkatkan peluang di masa depan.
Dalam aspek sosial-budaya pariwisata berkelanjutan, isu commodification budaya sering muncul. Apa contoh nyata dari fenomena ini?
Ritual sakral keagamaan yang diubah menjadi pertunjukan harian berbayar dengan jadwal tetap untuk turis.
Masyarakat lokal bangga menampilkan tarian adat mereka di festival tahunan.
Penggunaan bahasa Inggris oleh pemandu wisata lokal.
Pembangunan museum untuk melestarikan artefak budaya.
Overtourism adalah ancaman serius bagi keberlanjutan. Intervensi kebijakan manajerial yang paling efektif untuk mengatasinya adalah...
Mempromosikan destinasi secara lebih agresif lagi untuk meningkatkan pendapatan.
Mengurangi harga tiket masuk untuk menarik segmen pasar yang berbeda.
Menghilangkan semua infrastruktur pariwisata yang ada
Melakukan diversifikasi produk wisata, menyebarkan kunjungan ke area penyangga, dan menerapkan sistem kuota atau reservasi wajib.
?
Machu Pichu
Pnomphen
Angko Vat
The great wall
Berdasarkan klasifikasi resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang digunakan dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), tingkatan desa wisata yang menunjukkan kondisi paling siap dan mandiri adalah...
Desa Wisata Berkembang
Desa Wisata Rintisan
Desa Wisata Maju
Desa Wisata Mandiri
Berikut ini yang merupakan indikator utama yang tidak digunakan dalam penilaian klasifikasi tingkat perkembangan desa wisata adalah...
Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal
Luas wilayah administratif desa
Ketersediaan sarana dan prasarana
Taraf ekonomi masyarakat lokal
Salah satu tujuan utama penetapan DSP adalah menarik investasi besar dan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Kriteria utama yang menjadi fokus pengembangan di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, adalah...
Pengembangan wisata religi dan budaya
Optimalisasi potensi agrowisata
Peningkatan ekowisata premium dan berkelanjutan
Pembangunan infrastruktur Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition
Dalam konteks pengembangan DSP Mandalika di Nusa Tenggara Barat, fokus utama pembangunan yang menjadi daya tarik global adalah...
Konservasi alam bawah laut
Pembangunan sirkuit balap internasional (MotoGP)
Pengembangan desa wisata berbasis budaya Sasak secara massal
Optimalisasi wisata geopark
Program pengembangan DSP Borobudur mencakup wilayah yang lebih luas, tidak hanya candi utama. Wilayah di sekitar yang turut dikembangkan untuk mendukung DSP ini dikenal sebagai...
Zona Inti Borobudur
KSPN Borobudur-Yogyakarta
KSPN Borobudur-Joglosemar
Delta Pawan Wisata Terpadu
Apa tantangan terbesar yang sering dihadapi dalam implementasi pembangunan fisik di Destinasi Super Prioritas, terutama terkait dengan aspek keberlanjutan dan penerimaan masyarakat lokal?
Kurangnya minat investor asing
Sulitnya akses permodalan dari perbankan nasional
Keseimbangan antara pembangunan masif dan konservasi lingkungan serta budaya lokal
urangnya promosi digital oleh pemerintah pusat
Model Pentahelix adalah pendekatan kolaboratif yang melibatkan lima pemangku kepentingan utama dalam pembangunan, khususnya di sektor pariwisata. Lima unsur tersebut adalah akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan...
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)
Investor Asing
Public unit
Media
Dalam model Pentahelix, unsur yang berperan sebagai regulator, fasilitator kebijakan, penyedia infrastruktur dasar, dan koordinator utama program pembangunan adalah...
Private Sector
Community
Academics
Government
Model Pentahelix dianggap lebih efektif dibandingkan model pembangunan sektoral tunggal karena menekankan pada pendekatan...
Top-down
Sentralisasi
Intergrasi
Buttom-up
UU No. 10 Tahun 2009 menetapkan tiga pilar utama dalam pembangunan kepariwisataan nasional. Ketiga pilar tersebut adalah...
Aksesibilitas, Amenitas, dan Atraksi
Pemerintah, Masyarakat, dan Swasta
Promosi pariwisata, Pemasaran pariwisata, dan Pengembangan pariwisata
Destinasi Pariwisata, Industri Pariwisata, dan Pemasaran Pariwisata
Pilar "Destinasi Pariwisata" dalam UU No. 10 Tahun 2009 mencakup berbagai aspek fundamental. Yang termasuk dalam ruang lingkup pilar destinasi pariwisata adalah, kecuali...
Penjualan paket wisata dan jasa perjalanan
Kawasan Strategis Pariwisata Nasional
Pembangunan daya tarik wisata
Pengelolaan lingkungan dan mitigasi bencana
Pilar "Pemasaran Pariwisata" berfokus pada strategi promosi dan branding destinasi. Pemasaran pariwisata dilakukan dengan tujuan untuk...
Mencapai target kunjungan wisatawan sebanyak mungkin
Memastikan hanya wisatawan premium yang datang ke Indonesia
Mempromosikan destinasi
Meningkatkan citra Indonesia dan arus kunjungan
Dampak sosial-budaya pariwisata dapat bersifat positif, seperti revitalisasi budaya lokal. Namun, ketika interaksi antara wisatawan dan masyarakat lokal menciptakan ketegangan, hal ini sering disebut...
Konflik Host-Guest
Demonstration Effect
Gentrifikasi Pariwisata
Akulturasi Simetris
Dalam perhitungan daya dukung pariwisata, metode yang paling sering dirujuk dan dikembangkan oleh Cifuentes (1992) membagi perhitungan menjadi tiga tingkatan. Tingkat perhitungan manakah yang menjadi dasar atau kapasitas maksimum secara spasial murni?
Daya Dukung Riil
Daya Dukung Fisik
Daya Dukung Efektif
Daya Dukung Manajemen
Rumus dasar untuk menghitung Daya Dukung Fisik (PCC) suatu area wisata adalah:
𝑃𝐶𝐶=𝐴×(1/𝐵)×𝑅𝑓
Dalam rumus tersebut, komponen "A" merepresentasikan...
Jumlah rata-rata pengunjung per hari
Waktu kunjungan rata-rata wisatawan
Faktor koreksi biofisik lingkungan
Luas area yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan wisata
Rumus dasar untuk menghitung Daya Dukung Fisik (PCC) suatu area wisata adalah:
𝑃𝐶𝐶=𝐴×(1/𝐵)×𝑅𝑓
Dalam rumus tersebut, komponen "B" merepresentasikan...
Jumlah rata-rata pengunjung per hari
Waktu kunjungan rata-rata wisatawan
Luas area yang dibutuhkan per individu wisatawan untuk merasa nyaman
Luas area yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan wisata
Daya Dukung Riil (Real Carrying Capacity/RCC) merupakan perhitungan PCC yang telah disesuaikan dengan mempertimbangkan berbagai batasan dan faktor koreksi di lapangan. Rumus untuk menghitung RCC adalah:
𝑅𝐶𝐶=𝑃𝐶𝐶×𝐶𝑓1×𝐶𝑓2×…×𝐶𝑓𝑛
.
Yang termasuk dalam Faktor Koreksi (Cf) biofisik lingkungan meliputi, kecuali...
Keberadaan satwa liar atau kerentanan ekosistem
Jumlah petugas keamanan atau pemandu wisata yang tersedia
Curah hujan dan kondisi iklim
Topografi atau kemiringan lahan
Unsur Sapta Pesona yang berkaitan erat dengan keramahan lingkungan dan manajemen limbah adalah...
Sejuk
Tertib
Bersih
Aman
Menurut UU No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, jumlah total jenis usaha pariwisata yang diakui dan diatur adalah...
8
10
12
13
Pont des art
Mala Strana District
Hohenzollern Bridge
Namsan Seoul Tower
