wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Assesmen Sumatif Akhir

Total questions: 40

Worksheet time: 1hrs 29mins

Name
Class
Date
1.

Andini latihan menyanyikan lagu “Indonesia Raya” di dalam kelas, tanpa sadar membawakan lagu tersebut dengan tempo yang lebih cepat dari seharusnya. Guru musik yang mendengarnya segera menegur karena lagu kebangsaan tersebut memiliki tempo majestoso, yaitu tempo yang harus dinyanyikan dengan agung, khidmat, dan penuh wibawa. Guru menekankan bahwa perubahan tempo dapat memengaruhi kesan dan makna lagu, sehingga Andini harus menyesuaikan tempo nyanyiannya agar sesuai dengan karakter lagu.

Unsur musik yang paling ditekankan oleh guru dalam situasi yang dilakukan Andini adalah…

a)

Nada

b)

Tempo

c)

Lirik

d)

Dinamika

2.

Saat latihan menyanyi solo di sekolah, guru musik meminta Jordin untuk menyanyikan lagu “Tanah Airku” dengan lebih jelas pada setiap kata. Guru menekankan bahwa meskipun nada dan iramanya sudah tepat, pesan dalam lagu tidak akan tersampaikan dengan baik jika pengucapan kata-katanya kurang jelas. Karena itu, Jordin diminta fokus memperbaiki kejelasan pelafalan setiap suku kata agar pendengar dapat memahami lirik lagu dengan tepat.

Teknik vokal yang sedang dilatih Jordin adalah…

a)

Resonansi

b)

Artikulasi

c)

Intonasi

d)

Pernapasan

3.

Dalam sebuah sesi latihan paduan suara di kelas, Joerge diminta menyanyikan bagian awal lagu nasional secara solo. Namun, beberapa nada yang ia nyanyikan tidak sesuai dengan notasi sehingga terdengar fals. Seusai latihan, guru musik menekankan bahwa untuk dapat menyanyikan lagu dengan benar, Joerge harus melatih kepekaannya dalam mengenali tinggi rendahnya bunyi agar setiap nada dapat dinyanyikan dengan tepat.

Unsur musik yang perlu diperbaiki oleh Joerge adalah…

a)

Tempo

b)

Nada

c)

Dinamika

d)

Lirik

4.

Acara ulang tahun sekolah, SMPN 1 Lela semua murid di setiap kelas diminta untuk mengikuti lomba menyanyi solo di sekolah, para peserta diminta tampil di depan juri dengan membawakan lagu favorit mereka. Juri menilai tidak hanya kualitas suara, tetapi juga kemampuan peserta dalam menghayati lagu, menjaga ketepatan nada, dan mengatur pernapasan dengan baik. Penilaian ini diberikan agar peserta dapat memahami pentingnya setiap aspek teknik bernyanyi dan meningkatkan kesadaran diri terhadap kualitas penampilan mereka.

Penilaian tersebut yang dilakukan juri bertujuan untuk melatih peserta agar…

a)

Berpikir kritis terhadap kualitas bernyanyi

b)

Tidak perlu latihan teknik vokal

c)

Menghafal lagu lebih cepat

d)

Menghindari penggunaan nada tinggi

5.

Pada sebuah konser musik klasik, seorang pemain biola utama diminta melakukan perubahan interpretasi pada bagian pembuka sebuah komposisi. Awalnya, bagian tersebut ditulis dengan tanda tempo Largo, yang memberikan nuansa lembut, tenang, dan penuh penghayatan. Namun, sutradara pertunjukan menginginkan suasana pembukaan yang lebih dramatis untuk menarik perhatian penonton sejak awal. Oleh karena itu, ia meminta pemain biola untuk menaikkan tempo menjadi Presto. Pergantian tempo yang sangat kontras ini mengubah karakter musik secara signifikan, dari yang semula lambat dan syahdu menjadi cepat, intens, dan penuh ketegangan. Penonton pun diharapkan dapat merasakan perubahan energi yang mendadak ini sebagai pembuka pertunjukan yang lebih menggugah.

Dampak utama perubahan tempo dari Largo ke Presto terhadap suasana pertunjukan adalah...

a)

Suasana menjadi lebih lembut dan menenangkan

b)

Suasana menjadi lebih lambat dan penuh emosi

c)

Suasana menjadi lebih cepat dan menegangkan

d)

Tidak ada perubahan suasana yang signifikan

6.

Dalam sebuah pelajaran musik di sekolah, siswa diminta membaca sebuah partitur lagu sederhana yang akan mereka mainkan bersama-sama. Pada bagian atas partitur, terlihat tanda tempo Moderato yang diberikan oleh komponis. Guru menjelaskan bahwa tanda tempo tersebut menunjukkan kecepatan lagu yang berada di antara tempo lambat dan cepat. Moderato sering digunakan dalam musik untuk menciptakan suasana yang tenang, stabil, dan tidak terburu-buru, namun tetap memberikan rasa gerak yang jelas. Dengan tempo ini, pemain musik diharapkan dapat menjaga alunan lagu tetap mengalir tanpa terasa berat ataupun terlalu cepat.

Berdasarkan stimulus tersebut, Moderato menunjukkan tempo yang berada pada rentang…

a)

Sedang

b)

Sangat lambat

c)

Sangat cepat

d)

Sangat lambat menuju cepat

7.

Dalam latihan paduan suara, Frido diminta untuk menyanyikan lagu nasional “Syukur” sesuai notasi yang telah diberikan guru. Lagu tersebut memiliki tanda tempo Andante, yang menuntut penyanyi membawakan lagu dengan kecepatan sedang, tenang, dan stabil agar makna lirik dan karakter lagu tersampaikan dengan baik. Namun, saat latihan, Frido cenderung menyanyikannya lebih cepat dari tempo yang ditentukan. Akibatnya, bagian lagu terdengar tergesa-gesa dan tidak seimbang dengan anggota paduan suara lainnya. Guru kemudian menekankan pentingnya membaca tanda tempo dan menyesuaikan kecepatan bernyanyi agar seluruh grup terdengar harmonis dan ekspresif sesuai karakter lagu.

Dari pernyataan di atas, hubungan antara lagu dengan keasalahan yang dilakukan Frido, harus meningkatkan kepekaan terhadap…

a)

Tempo

b)

Genre

c)

Timbre

d)

Lirik

8.

Dolin adalah seorang penyanyi pria yang sedang mengikuti kelas vokal di sekolah musik. Ia memiliki suara yang sangat tinggi, cemerlang, dan jelas untuk seorang pria, sehingga sering menjadi pusat perhatian saat tampil. Dalam latihan, ia mampu mencapai nada-nada tinggi dengan mudah dan lantang, serta mengekspresikan lagu-lagu dengan penuh energi. Guru menjelaskan bahwa dalam musik klasik dan opera, suara pria dibedakan berdasarkan jangkauan nada (ambitus) dan karakter suara, mulai dari suara rendah yang berat hingga suara tinggi yang ringan dan lincah. Suara pria yang memiliki ambitus paling tinggi, terdengar ringan, jernih, dan sering memegang peran utama dalam opera atau lagu-lagu tertentu, disebut sebagai…

a)

Bass

b)

Sopran

c)

Bariton

d)

Tenor

9.

Dalam latihan bernyanyi unisono, Misel diminta untuk menyanyikan lagu nasional “Syukur” sesuai notasi yang telah diberikan guru. Lagu tersebut memiliki tanda tempo Andante, yang menuntut penyanyi membawakan lagu dengan kecepatan sedang, tenang, dan stabil agar makna lirik dan karakter lagu tersampaikan dengan baik. Namun, saat latihan, Misel cenderung menyanyikannya lebih cepat dari tempo yang ditentukan. Akibatnya, bagian lagu terdengar tergesa-gesa dan tidak seimbang dengan anggota paduan suara lainnya. Guru kemudian menekankan pentingnya membaca tanda tempo dengan cermat dan menyesuaikan kecepatan bernyanyi agar seluruh grup terdengar harmonis dan ekspresif sesuai karakter lagu.

Berdasarkan situasi di atas, Misel perlu meningkatkan kepekaannya terhadap…

a)

Genre lagu yang sedang dibawakan

b)

Tempo lagu yang sesuai notasi

c)

Timbre suara anggota paduan suara

d)

Lirik dan makna lagu

10.

Ancis adalah seorang penyanyi yang sedang mempersiapkan penampilan untuk lomba menyanyi di sekolah. Ia dikenal memiliki nada yang tepat dan kontrol suara yang baik. Namun, setelah berlatih dengan guru, Ancis menerima kritik bahwa lirik lagu yang ia nyanyikan sering terdengar samar oleh penonton. Meskipun nada dan ritme sudah benar, kata-kata yang keluar dari mulutnya sulit dipahami, sehingga makna lagu tidak tersampaikan dengan jelas. Guru kemudian menekankan bahwa selain menguasai nada, seorang penyanyi harus memperhatikan artikulasi, diksi, dan resonansi suara agar setiap kata terdengar jelas dan mudah dimengerti. Jaka perlu merencanakan latihan yang dapat membantu mengoptimalkan teknik vokalnya agar lirik dapat tersampaikan dengan lugas dan ekspresif.

Bagian teknik vokal yang paling perlu Ancis latih untuk meningkatkan kejelasan lirik lagu yang dinyanyikannya adalah…

a)

Artikulasi, diksi, dan resonansi suara

b)

Kontrol napas dan panjang frase

c)

Dinamika volume dan tempo lagu

d)

Ekspresi wajah dan gerakan panggung

11.

Selama latihan menyanyi, guru vokal selalu menekankan pentingnya postur tubuh yang benar. Santi sering kali membungkuk saat bernyanyi, sehingga suaranya terdengar terhambat dan napasnya cepat habis. Guru menjelaskan bahwa postur tubuh yang tegak dengan bahu rileks dan dada terbuka akan membantu paru-paru bekerja lebih maksimal, memungkinkan udara mengalir dengan lancar, dan mempermudah pengaturan nada tinggi maupun rendah. Dengan postur yang baik, kualitas suara Santi dapat meningkat, dan ia dapat bernyanyi lebih stabil dalam jangka waktu lama.

Aspek yang perlu diperhatikan Santi agar suara dan pernapasannya optimal saat bernyanyi adalah …

a)

Memperkuat otot tangan dan kaki

b)

Menjaga postur tubuh tegak dengan bahu rileks

c)

Mempercepat tempo lagu agar terdengar kuat

d)

Fokus pada gerakan tangan untuk ekspresi

12.

Saat mulai bernyanyi, Ibu sary memperhatikan beberapa anggota yang sering menunduk atau membungkuk saat menyanyi. Ia menjelaskan bahwa postur tubuh yang benar tidak hanya membuat suara lebih resonan, tetapi juga mempengaruhi keseimbangan tubuh dan kenyamanan saat bernyanyi dalam waktu lama. Ibu sari meminta setiap murid untuk berdiri tegak dengan kepala sejajar, bahu rileks, dan perut sedikit ditarik ke dalam untuk menjaga stabilitas. Latihan ini membantu mereka bernapas lebih efektif, mengontrol frase panjang, dan mengekspresikan lagu dengan lebih baik.

Ibu sary menekankan postur tubuh yang tegak dan bahu rileks saat bernyanyi, karena…

a)

Agar lagu terdengar lebih cepat dan dinamis

b)

Agar penampilan terlihat lebih menarik di panggung

c)

Agar siswa bisa bergerak bebas sambil menyanyi

d)

Agar kontrol napas, stabilitas tubuh, dan kualitas suara meningkat

13.

Seorang juri bernama Dita sedang menilai lomba menyanyi di sekolah. Selama menonton peserta, ia memperhatikan berbagai aspek, seperti teknik vokal, intonasi, penguasaan lagu, ekspresi, dan cara bernyanyi sesuai karakter lagu. Dita menyadari bahwa beberapa juri lain hanya menilai berdasarkan suara yang keras atau tinggi, tanpa memperhatikan kesesuaian nada, ritme, atau penghayatan peserta. Guru pembimbing menjelaskan bahwa menjadi juri yang baik tidak hanya menilai suara, tetapi juga kemampuan peserta menyampaikan lagu secara utuh, teknik bernyanyi, serta ekspresi musik yang tepat. Dengan memperhatikan semua aspek tersebut, penilaian akan lebih objektif dan adil.

Aspek terpenting yang perlu diperhatikan Dita agar menjadi juri yang baik adalah…

a)

Memperhatikan teknik vokal, intonasi, ekspresi, dan kesesuaian lagu

b)

Menilai peserta hanya berdasarkan suara yang keras atau tinggi

c)

Memberikan nilai tinggi pada peserta favorit

d)

Fokus pada penampilan fisik peserta saja

14.

Saat lomba menyanyi, juri diminta memberikan masukan yang membangun bagi setiap peserta. Candy, seorang juri baru, sering memberikan komentar singkat seperti “Bagus” atau “Coba lebih keras” tanpa menjelaskan alasan atau aspek yang perlu diperbaiki. Guru pembimbing menjelaskan bahwa juri yang baik harus bisa mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan peserta, memberikan kritik yang jelas dan konstruktif, serta tetap objektif. Dengan demikian, peserta dapat belajar dan memperbaiki teknik serta ekspresi bernyanyi mereka di masa depan.

Hal yang seharusnya dilakukan Candy, agar menjadi juri yang baik adalah…

a)

Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan peserta serta memberikan kritik yang jelas dan konstruktif

b)

Memberikan komentar singkat tanpa penjelasan

c)

Memberikan nilai tinggi pada peserta yang popular

d)

Lebih fokus pada pakaian dan penampilan peserta saja

15.

Avril adalah seorang penyanyi yang sedang mempersiapkan penampilan lagu balada berjudul “Sepi di hati”. Saat berlatih, ia menyadari bahwa meskipun nadanya tepat, penonton kurang merasakan emosi yang ingin disampaikan. Guru vokalnya menjelaskan bahwa interpretasi lagu bukan hanya tentang menyanyikan nada dengan benar, tetapi juga bagaimana penyanyi menyampaikan perasaan, menekankan kata-kata penting, mengatur dinamika suara, dan menyesuaikan ekspresi wajah serta tubuh dengan karakter lagu. Dengan interpretasi yang tepat, penampilan Avril dapat membuat penonton merasakan emosi lagu secara mendalam.
aspek penting yang harus diperhatikan Avril agar interpretasi lagunya lebih baik adalah…

a)

Fokus hanya pada nada tinggi tanpa memperhatikan kata-kata lagu

b)

Menghafal lirik tanpa memperhatikan ekspresi dan dinamika

c)

Menyanyikan nada dan ritme dengan tepat serta menyampaikan emosi lagu

d)

Menyanyi dengan volume keras setiap saat

16.

Urca sedang mempersiapkan pertunjukan lagu nasional yang penuh semangat, “Indonesia Pusaka”. Ia menyanyikan lagu sesuai nada dan ritme, namun Ibu sary menilai bahwa penampilannya kurang meyakinkan dan kurang menunjukkan semangat patriotik lagu tersebut. Ibu sary menjelaskan bahwa untuk interpretasi lagu yang baik, penyanyi harus memahami makna lirik, karakter lagu, menekankan kata-kata penting, dan menyesuaikan ekspresi suara serta tubuh dengan suasana lagu. Dengan latihan interpretasi yang tepat, Andi akan mampu menyampaikan lagu dengan penuh perasaan dan membuat penonton merasakan karakter lagu.
Tindakan yang paling tepat bagi Urca agar interpretasi lagunya lebih maksimal adalah…

a)

Memahami makna lirik, karakter lagu, serta menyesuaikan ekspresi dan dinamika suara

b)

Menyanyikan lagu sesuai nada dan ritme saja

c)

Menghafal lirik tanpa memperhatikan emosi atau ekspresi

d)

Hanya mengutamakan pada kecepatan tempo lagu saja

17.

Bram adalah seorang penyanyi yang sedang mempersiapkan lagu yang berjudul “Hujan di Bulan Juni”. Saat latihan, guru vokalnya mengamati bahwa meskipun Bram menyanyikan nada dan ritme dengan benar, penampilannya terasa datar dan penonton sulit merasakan emosi lagu. Guru kemudian menekankan bahwa penjiwaan lagu bukan hanya sekadar mengikuti nada dan ritme, tetapi juga memahami makna lirik, menyampaikan perasaan secara emosional melalui dinamika suara, intonasi, tempo, serta ekspresi wajah dan gerakan tubuh. Guru menyarankan Bram untuk menganalisis setiap frasa lagu, menentukan kata-kata yang perlu ditekankan, dan menyesuaikan tekanan suara dan tempo agar penonton dapat merasakan emosi lagu secara mendalam.

Langkah paling tepat yang harus dilakukan Bram agar penjiwaan lagu lebih maksimal adalah…

a)

Menyanyikan lagu sesuai nada dan ritme saja tanpa memperhatikan makna lirik

b)

Menghafal lirik dan nada, lalu menambahkan ekspresi wajah tanpa mempertimbangkan emosi lagu

c)

Menganalisis setiap frasa lagu, memahami makna lirik, menekankan kata penting, dan menyesuaikan dinamika suara serta ekspresi

d)

Yang terlihat hanya pada teknik vokal seperti napas dan volume suara

18.

Perhatikan partitur lagu berikut yang menggunakan notasi angka. Jumlah ketukan pada setiap birama di partitur di atas adalah…

a)

2 ketukan

b)

3 ketukan

c)

4 ketukan

d)

6 ketukan

19.

Birama kedua dari partitur tersebut adalah 5 6 5 4. Nada 6 berada pada ketukan ke….

a)

Ketukan 1

b)

Ketukan 2

c)

Ketukan 3

d)

Ketukan 4

20.

Jordin akan memainkan partitir lagu “Bolelebo” di atas dengan menggunakan alat music pianika. Terjemahan notasi balok di atas menjadi notasi angka pada birama kedua jika titik nada mulai dari do=G adalah…Jordin akan memainkan partitir lagu “Bolelebo” di atas dengan menggunakan alat music pianika. Terjemahan notasi balok di atas menjadi notasi angka pada birama kedua jika titik nada mulai dari do=G adalah…

a)

3.. 1¯1

b)

3. 1 1

c)

5.. 3¯3

d)

5. 3 3

21.

Murid kelas VII SMP Negeri 1 Lela, membuat alat musik ritmis dari barang bekas untuk mengiringi lagu anak. Mereka menggunakan botol plastik berisi pasir, kaleng bekas yang ditutup dengan plastik tebal, dan kardus kecil sebagai tepukan ritmis. Saat latihan, Ibu sary meminta mereka memainkan pola ketukan 4/4. Botol shaker ditugaskan untuk menjaga ketukan dasar (beat), sedangkan kaleng digunakan untuk memberikan aksen pada ketukan kedua dan keempat. Kardus ditepuk pada sela-sela ketukan sebagai variasi. Ibu Sary mengingatkan bahwa kerja sama dan konsistensi ketukan sangat penting agar pola ritme terdengar stabil.

Alat musik ritmis yang berfungsi menjaga ketukan dasar dalam permainan tersebut adalah …

a)

Botol shaker

b)

Kaleng plastik

c)

Kardus tepuk

d)

Kaleng aksen

22.

Di mata pelajaran seni musik, murid diminta membuat kastanet sederhana dari tutup botol bekas yang ditempelkan pada potongan kayu kecil. Setelah selesai, mereka berlatih memainkan pola ritmis sederhana berupa pengulangan ketukan cepat. Ibu Sary menjelaskan bahwa kastanet menghasilkan bunyi “klik” yang pendek dan tajam sehingga cocok untuk memperjelas irama. Namun, beberapa siswa mengalami kesulitan karena tutup botol tidak menempel kuat sehingga bunyinya kurang jelas.

Masalah utama yang menyebabkan bunyi kastanet kurang jelas adalah …

a)

Kayu yang digunakan terlalu tebal

b)

Tutup botol tidak menempel dengan kuat

c)

Ritme yang dimainkan terlalu lambat

d)

Pola ketukan terlalu sederhana

23.

Pada kegiatan proyek musik, murid membuat drum mini dari kaleng besar bekas cat. Bagian atas kaleng ditutup dengan balon karet yang direntangkan sehingga dapat menghasilkan bunyi ketika dipukul. Saat mencoba, mereka menemukan bahwa bunyi aslinya terlalu pelan. Ibu sary kemudian menunjukkan bahwa semakin kencang balon direntangkan, semakin tinggi dan jelas bunyi yang dihasilkan. Percobaan dilakukan berulang untuk menemukan ketegangan yang pas agar suara drum mini cukup nyaring untuk mengiringi permainan ritmis.

Agar drum mini menghasilkan bunyi yang lebih nyaring, murid perlu …

a)

Mengendurkan balon penutup kaleng

b)

Memukul kaleng lebih pelan

c)

Mengganti kaleng dengan kardus

d)

Merentangkan balon dengan lebih kencang

24.

Sebuah kelompok musik kelas VII menggunakan pipa PVC bekas yang dipotong pada panjang berbeda untuk membuat boomwhackers sederhana. Panjang pipa menentukan tinggi-rendah bunyi ketika dipukul ke lantai atau telapak tangan. Kelompok tersebut membagi tugas: pipa paling panjang memainkan ketukan dasar, sedangkan pipa lebih pendek menambahkan variasi ritme. Ibu Sary menjelaskan bahwa meskipun boomwhackers dapat menghasilkan nada, dalam permainan ini pipa tersebut digunakan sebagai alat musik ritmis, bukan melodi, sehingga fokusnya pada pola ketukan.

Alat musik boomwhackers dalam permainan tersebut tetap dianggap alat musik ritmis karena….

a)

Hanya dimainkan oleh satu orang

b)

Pipa PVC tidak dapat menghasilkan nada

c)

Bunyinya lebih keras daripada alat lain

d)

Fokusnya digunakan untuk pola ketukan, bukan melodi

25.

Dalam latihan alat musik ritmis, murid kelas VII menggunakan sendok kayu, botol kaca berisi kerikil, dan kantong plastik tebal sebagai alat musik. Sendok kayu dipukul satu sama lain menghasilkan bunyi keras, botol kaca digunakan untuk menghasilkan ritme gemericik, sedangkan kantong plastik dipukul untuk memberi efek suara lembut. Ibu Sary meminta murid kelas VII memainkan pola ritmis bergantian sehingga tiap alat masuk pada waktu yang tepat. Namun beberapa murid memainkan pola dengan tempo yang tidak konsisten sehingga keseluruhan permainan terdengar kacau.

Agar permainan musik ritmis terdengar lebih rapi, murid kelas VII perlu memperbaiki …

a)

Tinggi-rendah bunyi setiap alat

b)

Jumlah alat yang dimainkan

c)

Tempo dan konsistensi ketukan

d)

Jenis bahan yang digunakan

26.

Dalam latihan musik, kelompoknya Anisa menggunakan beberapa teknik perkusi tubuh: clapping (tepuk tangan), patting (menepuk paha), stomping (menghentak kaki), dan snapping (jentikan jari). Namun saat membawakan pola ritme 4/4, suara tepuk tangan terdengar jauh lebih keras dibandingkan jentikan jari sehingga ritme keseluruhan menjadi tidak seimbang. Ibu Sary meminta kelompok Anisa dan teman-teman tersebut menyeimbangkan dinamika suara karena semua bunyi harus terdengar proporsional.

Tindakan yang paling tepat untuk menyeimbangkan dinamika dalam permainan perkusi tubuh tersebut adalah….

a)

Menghilangkan jentikan jari dari pola ritme

b)

Memperkuat semua jenis bunyi agar terdengar keras

c)

Melembutkan tepuk tangan sambil memperkuat jentikan jari

d)

Mempercepat tempo agar semua bunyi terdengar cepat

27.

Dalam sebuah pertunjukan kecil di SMP Negeri 1 Lela, kelompok kelas VII D menggunakan kombinasi stomping, clapping, dan patting. Saat tampil, mereka mengalami masalah: hentakan kaki terdengar telat setengah ketukan dan menyebabkan seluruh pola ritme terdorong mundur. Ibu Sary menegaskan bahwa koordinasi antar anggota menjadi kunci keberhasilan perkusi tubuh karena semua suara berasal dari anggota badan sendiri yang tidak memiliki alat bantu mekanis.

Analisis yang paling tepat terkait penyebab pola ritme menjadi mundur adalah…

a)

Stomping memerlukan tenaga besar sehingga sulit tepat waktu

b)

Patting membutuhkan dua tangan sehingga mengurangi fokus

c)

Clapping terlalu keras sehingga menutupi suara lain

d)

Tempo lagu terlalu cepat untuk dimainkan

28.

Saat latihan permainan alat musik ritmis, kelas VII C membuat pola ritme sinkopasi sederhana menggunakan clap dan snap. Namun pola snap yang muncul di luar ketukan utama membuat beberapa anggota terlambat masuk karena tidak terbiasa dengan aksen tak terduga tersebut. Guru memberi kesempatan kepada mereka untuk mengevaluasi ulang bagian mana yang harus disesuaikan agar ritme tetap rapi tanpa menghilangkan unsur sinkopasi.

Jika kelompok ingin mempertahankan sinkopasi tanpa membuat anggota lain terlambat, tindakan terbaik adalah …

a)

Menghapus bagian snap agar pola lebih sederhana

b)

Menambah latihan fokus pada ketukan luar (off beat)

c)

Mengganti snap dengan stomping karena lebih keras

d)

Memperlambat lagu hingga setengah tempo

29.

Manfaat menggunakan alat musik ritmis dari barang bekas seperti pada video di atas adalah…

a)

Membuat alat musik lebih mahal

b)

Melatih kreativitas dan mengurangi sampah

c)

Hanya untuk pertunjukan profesional

d)

Mengganti alat musik tradisional

30.

Metode Kodály menggunakan suku kata ritmis seperti ta, ti-ti, dan ta-a untuk mempermudah kelas VII mempelajari panjang–pendek bunyi. Suku kata tersebut membantu kelas VII mengenali nilai ketukan dasar pada lagu sederhana seperti pada video. Kelas VII biasanya memperkenalkan pola ritme sambil menepuk agar siswa dapat menghubungkan suara dan gerakan pukulan drum dalam video tersebut.
Suku kata
ti-ti dalam metode Kodály seperti pada video menunjukkan…

a)

Satu ketukan panjang

b)

Dua bunyi cepat dalam satu ketukan

c)

Ketukan senyap

d)

Dua ketukan panjang

31.

Dalam pembelajaran ritme di kelas, Ibu Sary menggunakan kartu ritme berisi pola seperti ta ta ti-ti ta. Murid diminta membaca pola tersebut sambil menepuk secara berurutan. Tujuan kegiatan adalah membantu murid mengenali pembagian ketukan sederhana dan memahami simbol ritme dasar.

Tujuan utama penggunaan kartu ritme yang dilakukan ibu Sary adalah…

a)

Melatih siswa membaca pola ritme

b)

Menghafal syair lagu

c)

Mengetahui nama alat musik

d)

Meningkatkan volume suara siswa

32.

Kegiatan pembelajaran seni musik, Ibu Sary memperdengarkan iringan tepuk ritme: ta ti-ti ta ta-a. Setelah itu, siswa diminta menepuk kembali pola tersebut tanpa melihat kartu ritme. Aktivitas ini bertujuan agar siswa mampu menerapkan pemahaman ritme dari pendengaran ke gerakan fisik.
Tindakan murid yang paling tepat untuk menerapkan pola ritme tersebut adalah…

a)

Menghafal nama not pada staf

b)

Menirukan pola tepuk sesuai bunyi guru

c)

Mencari arti lirik lagu

d)

Menentukan jenis alat musik yang digunakan

33.

Murid kelas VII diminta untuk mengucapkan ritme dalam metode Kodaly sebelum memainkan alat music ritmis dari ember dan botol bekas seperti pada partitur di atas. Ucapan ritme yang dilakukan kelas VII pada birama pertama adalah…

a)

Ta titi ta a

b)

Titi ta ta a

c)

Tika Tika ta a

d)

Ta a titi ta

34.

Ibu Sary menunjukkan pola ritme pada papan tulis:
ti-ti ta ti-ti ta-a.
Kelas VII kemudian diminta mempraktikkan pola tersebut menggunakan gerakan kaki sambil menghitung ketukan. Kegiatan ini bertujuan melatih koordinasi gerakan agar sesuai dengan nilai ritme yang ditampilkan.
Bentuk penerapan bentuk notasi yang benar dari pola ritme oleh kelas VII adalah…

a)

b)

c)

d)

35.

Dalam pembelajaran ritme, Ibu Sary memberikan dua pola ritme:
Pola A: ta ta ti-ti ta
Pola B: ti-ti ti-ti ta-a
Ibu Sary meminta kelompok 2 menganalisis pola mana yang lebih cepat dalam pembagian ketukan dan memberikan alasan berdasarkan jumlah pembagian bunyi dalam setiap ketukan.
Pola ritme yang lebih cepat berdasarkan pembagian bunyi adalah…

a)

Pola B, karena memiliki lebih banyak ti-ti

b)

Pola B, karena memiliki dua ta-a

c)

Pola A, karena memiliki lebih banyak ta

d)

Pola A, karena durasi ketukan lebih panjang

36.

Ketika mempelajari cara memainkan alat music ritmis, murid membandingkan pola ritme yang mereka tepuk dengan pola yang ditulis Ibu Sary:
Tepukan siswa: ta ti-ti ta ta
Pola Ibu Sary: ta ta ti-ti ta
Ibu Sary meminta murid mengevaluasi perbedaan pola tersebut dan menentukan bagian mana yang perlu diperbaiki agar ritmenya sesuai.
Bagian ritme yang harus diperbaiki murid adalah…

a)

Bagian kedua, karena siswa menukar posisi ta dan ti-ti

b)

Bagian awal, karena siswa menepuk dua ti-ti

c)

Bagian akhir, karena guru menutup dengan ti-ti

d)

Seluruh pola, karena siswa salah semua

37.

Notasi di atas menggunakan tanda birama …

a)

2/2

b)

2/4

c)

3/4

d)

4/4

38.

Pada kegiatan ekstrakurikuler seni musik, murid diminta membentuk kelompok ansambel ritmis menggunakan alat musik dari barang bekas. Kelompok pertama memilih tiga botol bekas kaca dengan ukuran berbeda serta satu ember bekas cat sebagai instrumen utamanya. Ibu Sary kemudian memperdengarkan contoh pola ritme berikut:

Ta – Ta – Ti-ti – Ta | Ti-ti – Ta – Ta – Ta

Setelah mendengarkan contoh, guru menjelaskan bahwa:
• Botol kecil menghasilkan nada tinggi dan cocok untuk bunyi cepat.
• Botol sedang menghasilkan nada sedang untuk ketukan stabil.
• Botol besar menghasilkan nada rendah yang lebih berat.
• Ember menghasilkan bunyi bas yang kuat ketika dipukul di bagian tengah.

Murid harus menentukan instrumen yang paling tepat digunakan untuk bagian Ti-ti, yang merupakan ketukan cepat dalam ritme.

Bagian Ti-ti lebih tepat dimainkan menggunakan botol kecil karena botol kecil…

a)

Menghasilkan bunyi paling panjang sehingga cocok untuk ritme lambat

b)

Menghasilkan bunyi paling keras dibanding botol lain.

c)

Mudah menghasilkan bunyi bass untuk penanda birama

d)

Menghasilkan nada tinggi yang cocok untuk ketukan cepat.

39.

Kelas VII C diminta menyusun komposisi ritmis menggunakan botol bekas dan ember dengan mengikuti tiga pola ritme berikut:

Pola X: Ta – Ta – Ti-ti – Ta
Pola Y: Ta-a – Ta – Ti-ti
Pola Z: Ti-ti – Ta – Ta – Ta

Ibu Sary memberikan ketentuan untuk penyusunan komposisi:

1.      Ember harus digunakan pada ketukan pertama atau ketukan panjang (Ta-a).

2.      Botol kecil digunakan untuk ketukan cepat (Ti-ti).

3.      Botol besar digunakan untuk ketukan tunggal (Ta).

4.      Urutan pola harus mencerminkan variasi ritme, yaitu mengandung ketukan cepat dan panjang.

5.      Komposisi minimal terdiri dari tiga pola ritme.

Kelas VII C ingin memilih kombinasi pola yang paling sesuai untuk digunakan dalam pertunjukan kelas.

Urutan pola yang paling sesuai dengan ketentuan yang diberikan Ibu Sary adalah…

a)

Z – Z – Z

b)

X – Z – X

c)

Y – X – Z

d)

Y – Y – Y

40.

Dalam sebuah konser musik sekolah, Adi dipercaya menjadi drummer utama. Pada setiap lagu yang dibawakan, ia harus menyesuaikan pola pukulan drum agar sesuai dengan karakter lagu tersebut. Ketika memainkan lagu rock, Adi menggunakan ketukan yang cepat dan kuat sehingga penonton merasa bersemangat. Namun pada lagu balada, Adi memperlambat ritmenya dan memainkan pola yang lebih lembut untuk menciptakan suasana tenang. Guru musik kemudian menjelaskan bahwa perubahan ritme yang dimainkan Adi bukan hanya sekadar variasi, tetapi memiliki peran penting dalam membentuk keseluruhan suasana dan struktur lagu. Berdasarkan situasi tersebut, peran ritme dalam sebuah lagu adalah…

a)

Hanya menentukan tempo lagu

b)

Hanya berfungsi sebagai latar belakang musik

c)

Tidak berpengaruh pada emosi pendengar

d)

Memberikan struktur, aliran, dan emosi dalam sebuah lagu