Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Soal B.Indo kelas 9 sem 1 UAS 2025

Total questions: 45

Worksheet time: 2hrs 11mins

Name
Class
Date
1.

“Pesona Geopark Kaldera Toba”

Danau Toba, sebuah danau vulkanik raksasa yang terletak di Sumatera Utara, bukan sekadar perairan luas, melainkan warisan alam dunia yang diakui sebagai UNESCO Global Geopark. Danau ini terbentuk dari letusan supervolcano yang dahsyat puluhan ribu tahun silam. Keunikan Geopark Kaldera Toba terletak pada kombinasi formasi geologi yang spektakuler dan budaya Batak yang masih kental. Di tengah danau berdiri Pulau Samosir, pulau di tengah danau, yang memiliki luas hampir seluas negara Singapura. Pulau Samosir menjadi pusat kebudayaan Batak Toba, tempat peninggalan sejarah seperti kuburan batu raja-raja Batak dapat ditemukan. Selain itu, perbukitan hijau yang mengelilingi kaldera menjadi ide pendukung yang menciptakan panorama menakjubkan dari berbagai sudut. Udara yang dingin dan segar serta keramahan masyarakat lokal melengkapi pengalaman berwisata di salah satu keajaiban alam Indonesia ini.

  1. 1. Jika dilihat secara keseluruhan, ide pokok yang paling tepat dan komprehensif untuk teks di atas adalah...

a)

A. Danau Toba adalah danau vulkanik terbesar yang memiliki Pulau Samosir.

b)

B. Danau Toba telah diakui UNESCO Global Geopark dan memiliki kebudayaan yang kental.

c)

C. Keistimewaan Danau Toba sebagai Geopark Kaldera Toba terletak pada paduan fenomena geologi dan kekayaan budaya Batak.

d)

D. Danau Toba terbentuk dari letusan supervolcano yang menyisakan keindahan alam dan perbukitan hijau.

2.

“Pesona Geopark Kaldera Toba” Danau Toba, sebuah danau vulkanik raksasa yang terletak di Sumatera Utara, bukan sekadar perairan luas, melainkan warisan alam dunia yang diakui sebagai UNESCO Global Geopark. Danau ini terbentuk dari letusan supervolcano yang dahsyat puluhan ribu tahun silam. Keunikan Geopark Kaldera Toba terletak pada kombinasi formasi geologi yang spektakuler dan budaya Batak yang masih kental. Di tengah danau berdiri Pulau Samosir, pulau di tengah danau, yang memiliki luas hampir seluas negara Singapura. Pulau Samosir menjadi pusat kebudayaan Batak Toba, tempat peninggalan sejarah seperti kuburan batu raja-raja Batak dapat ditemukan. Selain itu, perbukitan hijau yang mengelilingi kaldera menjadi ide pendukung yang menciptakan panorama menakjubkan dari berbagai sudut. Udara yang dingin dan segar serta keramahan masyarakat lokal melengkapi pengalaman berwisata di salah satu keajaiban alam Indonesia ini.

  1. 2. Manakah kalimat berikut yang merupakan ide pendukung yang menguatkan klaim penulis bahwa Danau Toba adalah 'warisan alam dunia'?

a)

A. Di tengah danau berdiri Pulau Samosir, pulau di tengah danau.

b)

B. Pulau Samosir menjadi pusat kebudayaan Batak Toba.

c)

C. Danau ini terbentuk dari letusan supervolcano yang dahsyat.

d)

D. Udara yang dingin dan segar melengkapi pengalaman berwisata.

3.

“Pesona Geopark Kaldera Toba” Danau Toba, sebuah danau vulkanik raksasa yang terletak di Sumatera Utara, bukan sekadar perairan luas, melainkan warisan alam dunia yang diakui sebagai UNESCO Global Geopark. Danau ini terbentuk dari letusan supervolcano yang dahsyat puluhan ribu tahun silam. Keunikan Geopark Kaldera Toba terletak pada kombinasi formasi geologi yang spektakuler dan budaya Batak yang masih kental. Di tengah danau berdiri Pulau Samosir, pulau di tengah danau, yang memiliki luas hampir seluas negara Singapura. Pulau Samosir menjadi pusat kebudayaan Batak Toba, tempat peninggalan sejarah seperti kuburan batu raja-raja Batak dapat ditemukan. Selain itu, perbukitan hijau yang mengelilingi kaldera menjadi ide pendukung yang menciptakan panorama menakjubkan dari berbagai sudut. Udara yang dingin dan segar serta keramahan masyarakat lokal melengkapi pengalaman berwisata di salah satu keajaiban alam Indonesia ini.

  1. 3. Menurut teks, keunikan utama Danau Toba didukung oleh dua aspek penting. Manakah pilihan berikut yang secara tepat merangkum kedua aspek pendukung tersebut?

a)

A. Ukuran danau yang raksasa dan statusnya sebagai warisan alam.

b)

B. Formasi geologi yang spektakuler dan kekentalan budaya Batak.

c)

C. Keberadaan Pulau Samosir dan peninggalan kuburan batu raja-raja.

d)

D. Keramahan masyarakat lokal dan udara yang dingin serta segar.

4.

“Keindahan Tersembunyi di Puncak” Gunung Rinjani berdiri megah, puncaknya seolah menusuk langit biru. Untuk mencapai puncaknya, pendaki harus menempuh jalur yang menantang selama beberapa hari. Jalur pendakian yang curam dan berbatu, menguji fisik dan mental para pendaki. Banyak pendaki memilih bermalam di Danau Segara Anak sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak. Danau yang indah ini menjadi tempat yang tepat untuk beristirahat ....[1] mengisi perbekalan air. Airnya yang biru kehijauan seolah memanggil pendaki untuk sejenak melupakan lelah, padahal dinginnya air memaksa mereka berpikir dua kali sebelum menceburkan diri. Pemandangan dari puncak Rinjani sangatlah luar biasa. Lautan awan membentang luas .... [2] permadani putih yang mengelilingi. Momen matahari terbit adalah saat yang paling dinanti, …. [3] keindahan semburat jingga dan emasnya adalah hadiah atas segala perjuangan.

  1. 4. Konjungsi yang paling efektif untuk menghubungkan dua tindakan yang memiliki tujuan serangkaian pada bagian rumpang [1] adalah...

a)

A. sambil

b)

B. agar

c)

C. atau

d)

D. dan

5.

“Keindahan Tersembunyi di Puncak” Gunung Rinjani berdiri megah, puncaknya seolah menusuk langit biru. Untuk mencapai puncaknya, pendaki harus menempuh jalur yang menantang selama beberapa hari. Jalur pendakian yang curam dan berbatu, menguji fisik dan mental para pendaki. Banyak pendaki memilih bermalam di Danau Segara Anak sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak. Danau yang indah ini menjadi tempat yang tepat untuk beristirahat ....[1] mengisi perbekalan air. Airnya yang biru kehijauan seolah memanggil pendaki untuk sejenak melupakan lelah, padahal dinginnya air memaksa mereka berpikir dua kali sebelum menceburkan diri. Pemandangan dari puncak Rinjani sangatlah luar biasa. Lautan awan membentang luas .... [2] permadani putih yang mengelilingi. Momen matahari terbit adalah saat yang paling dinanti, …. [3] keindahan semburat jingga dan emasnya adalah hadiah atas segala perjuangan.

  1. 5. Hubungan perbandingan antara “Lautan awan” dan “permadani putih” pada bagian rumpang [2] paling tepat dihubungkan dengan konjungsi...

a)

A. agar

b)

B. seperti

c)

C. sebab

d)

D. sedangkan

6.

“Keindahan Tersembunyi di Puncak” Gunung Rinjani berdiri megah, puncaknya seolah menusuk langit biru. Untuk mencapai puncaknya, pendaki harus menempuh jalur yang menantang selama beberapa hari. Jalur pendakian yang curam dan berbatu, menguji fisik dan mental para pendaki. Banyak pendaki memilih bermalam di Danau Segara Anak sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak. Danau yang indah ini menjadi tempat yang tepat untuk beristirahat ....[1] mengisi perbekalan air. Airnya yang biru kehijauan seolah memanggil pendaki untuk sejenak melupakan lelah, padahal dinginnya air memaksa mereka berpikir dua kali sebelum menceburkan diri. Pemandangan dari puncak Rinjani sangatlah luar biasa. Lautan awan membentang luas .... [2] permadani putih yang mengelilingi. Momen matahari terbit adalah saat yang paling dinanti, …. [3] keindahan semburat jingga dan emasnya adalah hadiah atas segala perjuangan.

  1. 6. Jika penulis ingin menegaskan bahwa pemandangan matahari terbit adalah alasan utama para pendaki melakukan perjuangan, konjungsi kausalitas yang paling logis dan kuat untuk mengisi bagian rumpang [3] adalah...

a)

A. oleh karena itu

b)

B. sebab

c)

C. tetapi

d)

D. melainkan

7.

Perpustakaan desa kami terasa sejuk dan tenang. (2) Dinding-dindingnya dicat hijau muda yang memberikan kesan damai. (3) Di sudut ruangan terdapat sebuah rak kayu besar berisi buku-buku kuno. (4) Oleh karena itu, anak-anak sering datang ke sini untuk membaca dan mengerjakan tugas. (5) Lampu-lampu kuning yang remang-remang menciptakan suasana belajar yang nyaman.

  1. 7. Perhatikan kalimat (4): "Oleh karena itu, anak-anak sering datang ke sini untuk membaca dan mengerjakan tugas." Hubungan sebab-akibat yang diwakili oleh konjungsi "Oleh karena itu" pada kalimat tersebut membuat paragraf menjadi tidak koheren (tidak padu). Perbaikan yang paling tepat untuk mengembalikan koherensi logis paragraf tersebut adalah...

a)

A. Mengganti "Oleh karena itu" dengan konjungsi "Meskipun demikian".

b)

B. Menghapus konjungsi "Oleh karena itu" dan menambahkan kalimat deskriptif sebelum kalimat (4) yang menjelaskan fasilitas.

c)

C. Mengganti kalimat (4) dengan kalimat yang menjelaskan akibat dari keberadaan buku-buku kuno di kalimat (3).

d)

D. Mengganti "Oleh karena itu" dengan konjungsi "Bahkan" untuk memberikan penegasan.

8.
  1. 8. Jika Kalimat (1) dan Kalimat (2) digabungkan menjadi satu kalimat menggunakan konjungsi koordinatif, manakah gabungan yang paling efektif dalam konteks deskripsi suasana?

a)

A. Perpustakaan desa kami terasa sejuk, tetapi tenang.

b)

B. Perpustakaan desa kami terasa sejuk, melainkan tenang.

c)

C. Perpustakaan desa kami terasa sejuk dan tenang.

d)

D. Perpustakaan desa kami terasa sejuk, walaupun tenang.

9.
  1. 9. Berdasarkan informasi porsi pada setengah piring, gabungan menu yang dapat dipasangkan dalam satu setengah piring untuk pemenuhan gizi seimbang adalah...

a)

A. makanan pokok dan sayuran

b)

B. buah-buahan dan lauk-pauk

c)

C. makanan pokok dan lauk-pauk

d)

D. buah-buahan atau sayuran

10.
  1. 10. Salah satu bentuk penerapan pola hidup sehat yang tercantum dalam infografik gizi seimbang di samping adalah...

a)

A. Cuci tangan pakai sabun

b)

B. Aktivitas fisik 30 menit per hari

c)

C. Minum air 8 gelas sehari

d)

D. Biasakan sarapan pagi

11.

"Rahasia Teh Nenek"

Pagi itu, udara pegunungan terasa dingin sekali. Aku mendekati Nenek yang sudah sibuk di dapur. "Nek, Teh jahe madu lagi?" tanyaku. Nenek tersenyum. (1) Nenek mengambil dua ruas jahe segar dari keranjang, lalu mengupasnya hingga bersih. (2) Jahe itu kemudian dicuci di bawah air mengalir dan digepreknya perlahan menggunakan ulekan kayu. (3) Di sisi lain, Nenek sudah memanaskan air di panci kecil hingga mendidih. (4) Setelah air mendidih, Nenek memasukkan jahe geprek ke dalam panci, membiarkannya mendidih bersama air selama sekitar lima menit hingga aroma jahe mulai menusuk hidung. (5) Nenek menuangkan air rebusan jahe ke dalam dua cangkir, menyaring serpihan jahe agar tidak ikut masuk. (6) Terakhir, ia menambahkan dua sendok madu murni, mengaduknya, dan memberikannya padaku.

  1. 11. Dalam teks prosedur yang baik, langkah-langkah harus urut dan logis. Aktivitas pada kalimat (3), yaitu memanaskan air hingga mendidih, memiliki keterkaitan langsung sebagai persiapan untuk langkah pada kalimat...

a)

A. (2), yaitu mencuci jahe.

b)

B. (4), yaitu memasukkan jahe.

c)

C. (5), yaitu menyaring serpihan jahe.

d)

D. (6), yaitu menambahkan madu murni.

12.

"Rahasia Teh Nenek"

Pagi itu, udara pegunungan terasa dingin sekali. Aku mendekati Nenek yang sudah sibuk di dapur. "Nek, Teh jahe madu lagi?" tanyaku. Nenek tersenyum. (1) Nenek mengambil dua ruas jahe segar dari keranjang, lalu mengupasnya hingga bersih. (2) Jahe itu kemudian dicuci di bawah air mengalir dan digepreknya perlahan menggunakan ulekan kayu. (3) Di sisi lain, Nenek sudah memanaskan air di panci kecil hingga mendidih. (4) Setelah air mendidih, Nenek memasukkan jahe geprek tadi ke dalam panci, membiarkannya mendidih bersama air selama sekitar lima menit hingga aroma jahe mulai menusuk hidung. (5) Nenek menuangkan air rebusan jahe ke dalam dua cangkir, menyaring serpihan jahe agar tidak ikut masuk. (6) Terakhir, ia menambahkan dua sendok madu murni, mengaduknya, dan memberikannya padaku. "Ini rahasia agar kuat menghadapi hari," bisiknya.

  1. 12. Dalam narasi tersebut, ada satu bahan penting yang disebutkan pada kalimat (6) sebagai penambah rasa, namun tidak pernah disiapkan pada langkah-langkah awal (1–3). Bahan tersebut adalah...

a)

A. Jahe segar

b)

B. Air bersih

c)

C. Panci kecil

d)

D. Madu murni

13.

"Rahasia Teh Nenek"

Pagi itu, udara pegunungan terasa dingin sekali. Aku mendekati Nenek yang sudah sibuk di dapur. "Nek, Teh jahe madu lagi?" tanyaku. Nenek tersenyum. (1) Nenek mengambil dua ruas jahe segar dari keranjang, lalu mengupasnya hingga bersih. (2) Jahe itu kemudian dicuci di bawah air mengalir dan digepreknya perlahan menggunakan ulekan kayu. (3) Di sisi lain, Nenek sudah memanaskan air di panci kecil hingga mendidih. (4) Setelah air mendidih, Nenek memasukkan jahe geprek tadi ke dalam panci, membiarkannya mendidih bersama air selama sekitar lima menit hingga aroma jahe mulai menusuk hidung. (5) Nenek menuangkan air rebusan jahe ke dalam dua cangkir, menyaring serpihan jahe agar tidak ikut masuk. (6) Terakhir, ia menambahkan dua sendok madu murni, mengaduknya, dan memberikannya padaku. "Ini rahasia agar kuat menghadapi hari," bisiknya.

  1. 13. Jika ingin menghasilkan teh jahe yang lebih pedas dan kuat, perubahan langkah prosedural yang paling mungkin dan logis adalah...

a)

A. Memperpendek waktu perebusan pada kalimat (4) menjadi satu menit.

b)

B. Mengganti madu murni pada kalimat (6) dengan gula batu.

c)

C. Menghilangkan proses pencucian jahe pada kalimat (2) dan langsung merebusnya.

d)

D.Menghilangkan proses penggeprekan jahe pada kalimat (2) dan mengirisnya tipis-tipis.

14.
  1. "Rahasia Teh Nenek"

    Pagi itu, udara pegunungan terasa dingin sekali. Aku mendekati Nenek yang sudah sibuk di dapur. "Nek, Teh jahe madu lagi?" tanyaku. Nenek tersenyum. (1) Nenek mengambil dua ruas jahe segar dari keranjang, lalu mengupasnya hingga bersih. (2) Jahe itu kemudian dicuci di bawah air mengalir dan digepreknya perlahan menggunakan ulekan kayu. (3) Di sisi lain, Nenek sudah memanaskan air di panci kecil hingga mendidih. (4) Setelah air mendidih, Nenek memasukkan jahe geprek tadi ke dalam panci, membiarkannya mendidih bersama air selama sekitar lima menit hingga aroma jahe mulai menusuk hidung. (5) Nenek menuangkan air rebusan jahe ke dalam dua cangkir, menyaring serpihan jahe agar tidak ikut masuk. (6) Terakhir, ia menambahkan dua sendok madu murni, mengaduknya, dan memberikannya padaku. "Ini rahasia agar kuat menghadapi hari," bisiknya.

  2. 14. Kata serapan yang digunakan pada kalimat (4) dan merujuk pada indra manusia adalah...

a)

A. Aroma

b)

B. Menusuk

c)

C. Mendidih

d)

D. Membiarkannya

15.
  1. "Rahasia Teh Nenek"

    Pagi itu, udara pegunungan terasa dingin sekali. Aku mendekati Nenek yang sudah sibuk di dapur. "Nek, Teh jahe madu lagi?" tanyaku. Nenek tersenyum. (1) Nenek mengambil dua ruas jahe segar dari keranjang, lalu mengupasnya hingga bersih. (2) Jahe itu kemudian dicuci di bawah air mengalir dan digepreknya perlahan menggunakan ulekan kayu. (3) Di sisi lain, Nenek sudah memanaskan air di panci kecil hingga mendidih. (4) Setelah air mendidih, Nenek memasukkan jahe geprek tadi ke dalam panci, membiarkannya mendidih bersama air selama sekitar lima menit hingga aroma jahe mulai menusuk hidung. (5) Nenek menuangkan air rebusan jahe ke dalam dua cangkir, menyaring serpihan jahe agar tidak ikut masuk. (6) Terakhir, ia menambahkan dua sendok madu murni, mengaduknya, dan memberikannya padaku. "Ini rahasia agar kuat menghadapi hari," bisiknya.

  2. 15. Teks tersebut menggunakan kata Panci pada kalimat (3) yang merupakan kata serapan dari bahasa Belanda (Pan). Jika penulis ingin menggunakan padanan kata yang maknanya sama tetapi memiliki asal-usul yang lebih dekat ke bahasa daerah atau bahasa asli Melayu, kata manakah yang paling mungkin menggantikannya?

a)

A. Wadah

b)

B. Wajan

c)

C. Belanga

d)

D. Periuk

16.

“Panduan Sederhana Membuat Minuman Isotonik Alami di Rumah”

(1) Cairan isotonik alami ini ideal untuk mengembalikan energi setelah berolahraga berat atau saat dehidrasi ringan. (2) Siapkan 200 ml air kelapa murni, 100 ml air mineral, 1/4 sendok teh garam himalaya, dan 1 sendok makan madu murni. (3)Campurkan air kelapa dan air mineral dalam gelas besar. (4)Aduk garam himalaya dan madu hingga keduanya larut sempurna. (5)Cicipi rasanya; jika terlalu asin, tambahkan sedikit lagi air mineral. (6)Minumlah segera setelah selesai berolahraga, dan pastikan minuman ini habis dalam waktu maksimal 2 jam setelah dibuat.

  1. 16. Berdasarkan kutipan prosedur di atas, fungsi utama dari teks ini bagi pembaca adalah...

a)

A. Memberikan petunjuk rinci tentang cara mendapatkan garam himalaya.

b)

B. Menjelaskan mengapa dehidrasi ringan harus diatasi dengan air mineral.

c)

C. Menyediakan panduan praktis untuk mengembalikan energi setelah aktivitas fisik.

d)

D. Mendorong pembaca untuk mengganti semua minuman isotonik kemasan.

17.

“Panduan Sederhana Membuat Minuman Isotonik Alami di Rumah”

(1) Cairan isotonik alami ini ideal untuk mengembalikan energi setelah berolahraga berat atau saat dehidrasi ringan. (2) Siapkan 200 ml air kelapa murni, 100 ml air mineral, 1/4 sendok teh garam himalaya, dan 1 sendok makan madu murni. (3)Campurkan air kelapa dan air mineral dalam gelas besar. (4)Aduk garam himalaya dan madu hingga keduanya larut sempurna. (5)Cicipi rasanya; jika terlalu asin, tambahkan sedikit lagi air mineral. (6)Minumlah segera setelah selesai berolahraga, dan pastikan minuman ini habis dalam waktu maksimal 2 jam setelah dibuat.

  1. 17. Tindakan prosedural "tambahkan sedikit lagi air mineral" pada Kalimat (5) bersifat kondisional. Kondisi yang memicu tindakan penambahan air mineral tersebut adalah...

a)

A. Dehidrasi yang dialami terlalu parah.

b)

B. Jumlah madu yang digunakan terlalu banyak.

c)

C. Rasa minuman yang dihasilkan terasa terlalu asin.

d)

D. Minuman tersebut sudah dibuat lebih dari 2 jam.

18.

18. Alasan yang tepat mengapa jus perlu segera dikonsumsi setelah membuatnya adalah …

a)

A. agar tidak perlu tambahan gula

b)

B. agar lebih segar dan nikmat

c)

C. agar tercampur rata di mulut

d)

D. agar tercampur rata di mulut

19.
  1. 19. Pada infografik tersebut, tampilan yang kurang sesuai dengan tips adalah …

a)

A. Latar yang kotak-kotak

b)

B. Mesin pembuat jus

c)

C. Kumpulan buah

d)

D. Toples madu

20.

"Membuat Lilin Aromaterapi Sederhana" (1) Setelah seharian bekerja, aku ingin mencoba membuat sesuatu yang menenangkan. (2) Malam ini, aku akan membuat lilin aromaterapi dari sisa lilin lama. (3) Aku siapkan wadah leleh tahan panas, kemudian memotong lilin bekas menjadi serpihan kecil. (4) Panaskan serpihan lilin tersebut di atas kompor dengan api kecil hingga semua meleleh sempurna. (5) Cairan itu mengeluarkan aroma yang manis, mengingatkanku pada masa kecil. (6) Sebelum menuangnya ke dalam cetakan, aku tambahkan lima tetes minyak esensial lavender. (7) Pastikan sumbu lilin sudah terpasang tegak lurus di tengah cetakan. (8) Setelah dituangkan, biarkan lilin mengeras selama beberapa jam.

  1. 20. Kalimat manakah yang menjelaskan tahap pengolahan awal terhadap bahan baku lilin?

a)

A. Kalimat (3)

b)

B. Kalimat (4)

c)

C. Kalimat (5)

d)

D. Kalimat (6)

21.

"Membuat Lilin Aromaterapi Sederhana" (1) Setelah seharian bekerja, aku ingin mencoba membuat sesuatu yang menenangkan. (2) Malam ini, aku akan membuat lilin aromaterapi dari sisa lilin lama. (3) Aku siapkan wadah leleh tahan panas, kemudian memotong lilin bekas menjadi serpihan kecil. (4) Panaskan serpihan lilin tersebut di atas kompor dengan api kecil hingga semua meleleh sempurna. (5) Cairan itu mengeluarkan aroma yang manis, mengingatkanku pada masa kecil. (6) Sebelum menuangnya ke dalam cetakan, aku tambahkan lima tetes minyak esensial lavender. (7) Pastikan sumbu lilin sudah terpasang tegak lurus di tengah cetakan. (8) Setelah dituangkan, biarkan lilin mengeras selama beberapa jam.

  1. 21. Anda diminta membuat versi ringkas dari teks prosedur ini tanpa menghilangkan langkah-langkah kerja inti. Manakah kalimat yang dapat dihilangkan karena tidak memuat instruksi tindakan atau persiapan, melainkan hanya konteks/motivasi?

a)

A. Kalimat (1)

b)

B. Kalimat (3)

c)

C. Kalimat (6)

d)

D. Kalimat (8)

22.

“Membuat Lilin Aromaterapi Sederhana”

(1) Setelah seharian bekerja, aku ingin mencoba membuat sesuatu yang menenangkan. (2) Malam ini, aku akan membuat lilin aromaterapi dari sisa lilin lama. (3) Aku siapkan wadah leleh tahan panas, kemudian memotong lilin bekas menjadi serpihan kecil. (4) Panaskan serpihan lilin tersebut di atas kompor dengan api kecil hingga semua meleleh sempurna. (5) Cairan itu mengeluarkan aroma yang manis, mengingatkanku pada masa kecil. (6) Sebelum menuangnya ke dalam cetakan, aku tambahkan lima tetes minyak esensial lavender. (7) Pastikan sumbu lilin sudah terpasang tegak lurus di tengah cetakan. (8) Setelah dituangkan, biarkan lilin mengeras selama beberapa jam.

  1. 22. Perhatikan kata panaskan pada kalimat (4). Imbuhan yang digunakan pada kata tersebut (-kan) berfungsi membentuk kata...

a)

A. Kata kerja (verba) yang bermakna perintah/imperatif.

b)

B. Kata benda (nomina) yang menyatakan hasil.

c)

C. Kata sifat (adjektiva) yang menyatakan keadaan.

d)

D. Kata kerja (verba) yang bermakna pasif.

23.

"Kunjungan ke Museum Perjuangan" Pagi Sabtu itu, rombongan kami tiba di Museum Perjuangan dengan hati penuh antusias. Arsitektur bangunan kuno yang megah langsung menarik perhatian. Setelah menyelesaikan prosedur registrasi di loket, kami berkumpul di halaman depan. Ketua rombongan, Bapak Bima, memberikan pengarahan singkat mengenai tata tertib dan jadwal kunjungan. Beliau menekankan agar kami memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk mendalami sejarah. Begitu memasuki ruang pameran utama, kami disuguhi berbagai koleksi peninggalan era revolusi. Ada seragam tentara yang sudah usang, senjata tradisional yang digunakan para pejuang, hingga foto-foto hitam putih yang menceritakan kesengsaraan rakyat. Kami menyimak setiap keterangan yang tertulis di bawah pajangan. Di sudut lain, ada diorama yang menggambarkan rapat rahasia para pahlawan di markas darurat. Koleksi tersebut tersusun rapi dan diberi pencahayaan yang dramatis.

  1. 23. Ide pokok yang paling tepat untuk Paragraf 1 adalah...

a)

A. Tata tertib dan jadwal kunjungan yang disampaikan oleh Bapak Bima.

b)

B. Prosedur registrasi rombongan di loket Museum Perjuangan.

c)

C. Kedatangan dan persiapan rombongan sebelum memulai kunjungan di museum.

d)

D. Arsitektur bangunan museum kuno yang megah dan menarik perhatian.

24.

“Kunjungan ke Museum Perjuangan”

Pagi Sabtu itu, rombongan kami tiba di Museum Perjuangan dengan hati penuh antusias. Arsitektur bangunan kuno yang megah langsung menarik perhatian. Setelah menyelesaikan prosedur registrasi di loket, kami berkumpul di halaman depan. Ketua rombongan, Bapak Bima, memberikan pengarahan singkat mengenai tata tertib dan jadwal kunjungan. Beliau menekankan agar kami memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk mendalami sejarah.

Begitu memasuki ruang pameran utama, kami disuguhi berbagai koleksi peninggalan era revolusi. Ada seragam tentara yang sudah usang, senjata tradisional yang digunakan para pejuang, hingga foto-foto hitam putih yang menceritakan kesengsaraan rakyat. Kami menyimak setiap keterangan yang tertulis di bawah pajangan. Di sudut lain, ada diorama yang menggambarkan rapat rahasia para pahlawan di markas darurat. Koleksi tersebut tersusun rapi dan diberi pencahayaan yang dramatis.

  1. 24. Informasi yang didapatkan rombongan dari Bapak Bima sebelum memasuki museum adalah tentang...

a)

A. Sejarah singkat arsitektur bangunan kuno.

b)

B. Tata tertib dan jadwal kunjungan.

c)

C. Koleksi seragam tentara dan senjata tradisional.

d)

D. Keharusan menulis surat pribadi untuk orang tua.

25.

“Kunjungan ke Museum Perjuangan”

Pagi Sabtu itu, rombongan kami tiba di Museum Perjuangan dengan hati penuh antusias. Arsitektur bangunan kuno yang megah langsung menarik perhatian. Setelah menyelesaikan prosedur registrasi di loket, kami berkumpul di halaman depan. Ketua rombongan, Bapak Bima, memberikan pengarahan singkat mengenai tata tertib dan jadwal kunjungan. Beliau menekankan agar kami memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk mendalami sejarah.

Begitu memasuki ruang pameran utama, kami disuguhi berbagai koleksi peninggalan era revolusi. Ada seragam tentara yang sudah usang, senjata tradisional yang digunakan para pejuang, hingga foto-foto hitam putih yang menceritakan kesengsaraan rakyat. Kami menyimak setiap keterangan yang tertulis di bawah pajangan. Di sudut lain, ada diorama yang menggambarkan rapat rahasia para pahlawan di markas darurat. Koleksi tersebut tersusun rapi dan diberi pencahayaan yang dramatis.

  1. 25. Dilihat dari partisipasi penulis di dalam cerita (rombongan kami), kutipan ini paling tepat diklasifikasikan sebagai...

a)

A. Rekon pribadi (personal recount).

b)

B. Laporan faktual (factual report).

c)

C. Eksposisi analitis.

d)

D. Teks prosedur.

26.

“Kunjungan ke Museum Perjuangan”

Pagi Sabtu itu, rombongan kami tiba di Museum Perjuangan dengan hati penuh antusias. Arsitektur bangunan kuno yang megah langsung menarik perhatian. Setelah menyelesaikan prosedur registrasi di loket, kami berkumpul di halaman depan. Ketua rombongan, Bapak Bima, memberikan pengarahan singkat mengenai tata tertib dan jadwal kunjungan. Beliau menekankan agar kami memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk mendalami sejarah.

Begitu memasuki ruang pameran utama, kami disuguhi berbagai koleksi peninggalan era revolusi. Ada seragam tentara yang sudah usang, senjata tradisional yang digunakan para pejuang, hingga foto-foto hitam putih yang menceritakan kesengsaraan rakyat. Kami menyimak setiap keterangan yang tertulis di bawah pajangan. Di sudut lain, ada diorama yang menggambarkan rapat rahasia para pahlawan di markas darurat. Koleksi tersebut tersusun rapi dan diberi pencahayaan yang dramatis.

  1. 26.  Kalimat manakah dalam kutipan yang merupakan fakta (dapat dibuktikan kebenarannya) berdasarkan peristiwa yang diceritakan?

a)

A. Arsitektur bangunan kuno yang megah langsung menarik perhatian.

b)

B. Kami tiba di Museum Perjuangan dengan hati penuh antusias.

c)

C. Koleksi tersebut tersusun rapi dan diberi pencahayaan yang dramatis.

d)

D. Ketua rombongan, Bapak Bima, memberikan pengarahan singkat.

27.

“Drama Ketinggalan Kereta ke Bandung” (1) Seminggu yang lalu, aku dan Risa berjanji akan pergi ke Bandung naik kereta eksekutif. (2) Kami sudah merencanakan perjalanan ini sejak dua bulan lalu, biar semua perfek. (3) Kami ….. di Stasiun Gambir sepuluh menit sebelum jadwal keberangkatan. (4) Dengan terburu-buru, kami berlari menuju peron, tetapi petugas dengan santainya mengunci pintu gerbang. (5) Kereta eksekutif itu sudah meninggalkan stasiun, dan kami hanya bisa terdiam melihat ekornya aja. (6) Gara-gara drama ini, kami terpaksa …. jadwal keberangkatan ke esok hari.

  1. 27. Kata yang paling tepat untuk melengkapi kalimat (3) adalah...

a)

A. Tiba

b)

B. Mendatangi

c)

C. Datang

d)

D. Menempuh

28.

“Drama Ketinggalan Kereta ke Bandung” (1) Seminggu yang lalu, aku dan Risa berjanji akan pergi ke Bandung naik kereta eksekutif. (2) Kami sudah merencanakan perjalanan ini sejak dua bulan lalu, biar semua perfek. (3) Kami ….. di Stasiun Gambir sepuluh menit sebelum jadwal keberangkatan. (4) Dengan terburu-buru, kami berlari menuju peron, tetapi petugas dengan santainya mengunci pintu gerbang. (5) Kereta eksekutif itu sudah meninggalkan stasiun, dan kami hanya bisa terdiam melihat ekornya aja. (6) Gara-gara drama ini, kami terpaksa …. jadwal keberangkatan ke esok hari.

  1. 28. Kata serapan yang digunakan pada kalimat (1), yaitu eksekutif, memiliki penulisan baku yang benar sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia. Berdasarkan kata serapan tersebut, manakah kata serapan yang tidak baku penulisannya di antara pilihan berikut?

a)

A. Aktivitas

b)

B. Sistim

c)

C. Formal

d)

D. Analisis

29.

“Drama Ketinggalan Kereta ke Bandung”

(1) Seminggu yang lalu, aku dan Risa berjanji akan pergi ke Bandung naik kereta eksekutif. (2) Kami sudah merencanakan perjalanan ini sejak dua bulan lalu, biar semua perfek. (3) Kami ….. di Stasiun Gambir sepuluh menit sebelum jadwal keberangkatan. (4) Dengan terburu-buru, kami berlari menuju peron, tetapi petugas dengan santainya mengunci pintu gerbang. (5) Kereta eksekutif itu sudah meninggalkan stasiun, dan kami hanya bisa terdiam melihat ekornya aja. (6) Gara-gara drama ini, kami terpaksa …. jadwal keberangkatan ke esok hari.

  1. 29. Kata esok hari pada Kalimat (6) adalah frasa keterangan waktu. Manakah penulisan kata serapan yang merujuk pada waktu dan memiliki penulisan yang benar dan konsisten dengan kaidah baku?

a)

A. Jum'at

b)

B. Azas

c)

C. Februari

d)

D. Aprill

30.

“Drama Ketinggalan Kereta ke Bandung”

(1) Seminggu yang lalu, aku dan Risa berjanji akan pergi ke Bandung naik kereta eksekutif. (2) Kami sudah merencanakan perjalanan ini sejak dua bulan lalu, biar semua perfek. (3) Kami ….. di Stasiun Gambir sepuluh menit sebelum jadwal keberangkatan. (4) Dengan terburu-buru, kami berlari menuju peron, tetapi petugas dengan santainya mengunci pintu gerbang. (5) Kereta eksekutif itu sudah meninggalkan stasiun, dan kami hanya bisa terdiam melihat ekornya aja. (6) Gara-gara drama ini, kami terpaksa …. jadwal keberangkatan ke esok hari.

  1. 30. Kata yang paling tepat untuk melengkapi kalimat (6) adalah...

a)

A. Mengubah

b)

B. Memajukan

c)

C. Menunda

d)

D. Menggeser

31.

“Deskripsi Kamar Lama Ibuku” (1) Ketika aku membuka pintu, aroma kayu jati tua yang khas langsung menyergap hidungku. (2) Inilah kamar yang selalu Ibuku banggakan; tempat beliau menghabiskan masa remajanya. (3) Di sudut ruangan, lemari pakaian berukir gelap tampak menjulang, permukaannya sedikit kusam tetapi masih terlihat gagah. (4) Di atas nakas kecil, aku menemukan sebuah bingkai foto bertepi perak yang di dalamnya tersimpan foto pernikahan beliau. (5) Jendela besar yang menghadap ke kebun belakang membiarkan sinar matahari sore masuk, menciptakan sorotan lembut pada lantai parket yang sudah usang.

  1. 31. Teks deskripsi berusaha melibatkan indra pembaca. Kalimat manakah yang paling kuat melibatkan indra penciuman dan penglihatan secara bersamaan?

a)

A. Kalimat (1)

b)

B. Kalimat (3)

c)

C. Kalimat (4)

d)

D. Kalimat (5)

32.

“Deskripsi Kamar Lama Ibuku” (1) Ketika aku membuka pintu, aroma kayu jati tua yang khas langsung menyergap hidungku. (2) Inilah kamar yang selalu Ibuku banggakan; tempat beliau menghabiskan masa remajanya. (3) Di sudut ruangan, lemari pakaian berukir gelap tampak menjulang, permukaannya sedikit kusam tetapi masih terlihat gagah. (4) Di atas nakas kecil, aku menemukan sebuah bingkai foto bertepi perak yang di dalamnya tersimpan foto pernikahan beliau. (5) Jendela besar yang menghadap ke kebun belakang membiarkan sinar matahari sore masuk, menciptakan sorotan lembut pada lantai parket yang sudah usang.

  1. 32. Teks di atas termasuk deskripsi karena fokus pada penggambaran. Sudut pandang yang digunakan penulis dalam mendeskripsikan kamar adalah...

a)

A. Orang ketiga serbatahu, ditandai dengan kata beliau.

b)

B. Orang ketiga terbatas, karena hanya fokus pada satu ruangan.

c)

C. Orang pertama, ditandai dengan kata aku dan ibuku.

d)

D. Sudut pandang campuran (kombinasi aku dan beliau).

33.

“Deskripsi Kamar Lama Ibuku” (1) Ketika aku membuka pintu, aroma kayu jati tua yang khas langsung menyergap hidungku. (2) Inilah kamar yang selalu Ibuku banggakan; tempat beliau menghabiskan masa remajanya. (3) Di sudut ruangan, lemari pakaian berukir gelap tampak menjulang, permukaannya sedikit kusam tetapi masih terlihat gagah. (4) Di atas nakas kecil, aku menemukan sebuah bingkai foto bertepi perak yang di dalamnya tersimpan foto pernikahan beliau. (5) Jendela besar yang menghadap ke kebun belakang membiarkan sinar matahari sore masuk, menciptakan sorotan lembut pada lantai parket yang sudah usang.

  1. 33. Kalimat (2), yang berbunyi: "Inilah kamar yang selalu Ibuku banggakan; tempat beliau menghabiskan masa remajanya," dalam struktur teks deskripsi berfungsi sebagai...

a)

A. Klimaks penggambaran objek.

b)

B. Definisi umum atau identifikasi objek yang akan dideskripsikan.

c)

C. Argumen utama penulis tentang pentingnya ruangan tersebut.

d)

D. Penutup yang memberikan kesan akhir.

34.

Topik: "Langkah Aman Membuang Limbah Minyak Jelantah Rumah Tangga" (1) Dinginkan: Setelah digunakan, dinginkan minyak jelantah hingga suhu ruang. (2) Saring dan Kumpulkan: Saring minyak ke dalam wadah tertutup yang tidak terpakai (misalnya, botol plastik bekas). (3) Tutup Rapat: Tutup wadah dengan rapat untuk mencegah tumpahan atau bau. (4) Kategorikan: Beri label "Limbah Minyak Jelantah" pada botol. (5) Serahkan: Bawa ke bank sampah atau tempat pengolahan khusus yang menerima limbah B3 rumah tangga.

  1. 34. Judul yang paling efektif dan informatif untuk menarik perhatian pembaca sekaligus mencerminkan prosedur pada poster adalah...

a)

A. Cara Aman Mengelola Minyak Jelantah Rumah Tangga

b)

B. Jangan Buang Sembarangan!

c)

C. Tips Dapur Bersih Setiap Hari

d)

D. Minyak Bekas dan Bahayanya

35.

Untuk Sahabatku, Dito, Halo To! Gimana kabarmu di sana? Semoga baik-baik ya. Aku cuma mau cerita soal project yang aku kerjakan selama liburan ini. Awalnya, aku semangat banget bikin aplikasi belajar online untuk anak SD. Aku sudah invest banyak waktu, sampai tidur larut malam selama dua minggu. Sayangnya, pas hari presentasi, laptopku tiba-tiba hang dan error parah. Semua file-nya nggak bisa dibuka! Aku panik banget, To. Akhirnya, aku cuma bisa presentasi lisan seadanya, dan hasilnya... gagal total. Capek fisik dan mental. Jujur, rasanya kayak udah kerja keras tapi hasilnya nol besar. Aku nggak tahu harus mulai dari mana lagi sekarang. Semoga kamu nggak bosan dengar ceritaku yang menyedihkan ini, ya. Salam kangen, Reno

  1. 35. Tanggapan yang paling tepat untuk menunjukkan empati terhadap perasaan Reno ("gagal total," "capek fisik dan mental") adalah...

a)

A. "Sudahlah, kegagalan itu biasa. Coba lagi lain kali, jangan cengeng!"

b)

B. "Wah, sayang sekali ya! Aku bisa merasakan betapa kecewanya kamu. Istirahat dulu, To."

c)

C. "Kenapa kamu tidak langsung telepon aku? Kan bisa aku bantu perbaiki laptopmu."

d)

D. "Jangan terlalu dipikirkan. Kan kamu sudah invest banyak waktu, itu sudah bagus!"

36.

Untuk Sahabatku, Dito,

Halo To! Gimana kabarmu di sana? Semoga baik-baik ya.

Aku cuma mau cerita soal project yang aku kerjakan selama liburan ini. Awalnya, aku semangat banget bikin aplikasi belajar online untuk anak SD. Aku sudah invest banyak waktu, sampai tidur larut malam selama dua minggu. Sayangnya, pas hari presentasi, laptopku tiba-tiba hang dan error parah. Semua file-nya nggak bisa dibuka! Aku panik banget, To. Akhirnya, aku cuma bisa presentasi lisan seadanya, dan hasilnya... gagal total mendapatkan pendanaan. Jujur, rasanya kayak udah kerja keras tapi hasilnya nol besar. Capek fisik dan mental. Aku nggak tahu harus mulai dari mana lagi sekarang.

Semoga kamu nggak bosan dengar ceritaku yang menyedihkan ini, ya.

Salam kangen, Reno

  1. 36. Jika Dito adalah orang yang memiliki etika komunikasi yang baik, ia harus menghindari tanggapan yang bernada...

a)

A. Mengakui kesedihan dan menawarkan waktu untuk mendengarkan.

b)

B. Mengkritik kelemahan perencanaan Reno (misalnya, tidak punya backup data).

c)

C. Mengingatkan Reno untuk beristirahat dan tidak memaksakan diri.

d)

D. Menggunakan humor ringan untuk mencairkan suasana tanpa meremehkan masalah.

37.

Untuk Sahabatku, Dito,

Halo To! Gimana kabarmu di sana? Semoga baik-baik ya.

Aku cuma mau cerita soal project yang aku kerjakan selama liburan ini. Awalnya, aku semangat banget bikin aplikasi belajar online untuk anak SD. Aku sudah invest banyak waktu, sampai tidur larut malam selama dua minggu. Sayangnya, pas hari presentasi, laptopku tiba-tiba hang dan error parah. Semua file-nya nggak bisa dibuka! Aku panik banget, To. Akhirnya, aku cuma bisa presentasi lisan seadanya, dan hasilnya... gagal total mendapatkan pendanaan. Jujur, rasanya kayak udah kerja keras tapi hasilnya nol besar. Capek fisik dan mental. Aku nggak tahu harus mulai dari mana lagi sekarang.

Semoga kamu nggak bosan dengar ceritaku yang menyedihkan ini, ya.

Salam kangen, Reno

  1. 37. Melihat kondisi Reno yang "capek fisik dan mental" dan bingung harus "mulai dari mana lagi," saran yang paling konkret dan bijak dalam konteks proyek aplikasi adalah...

a)

A. "Coba ganti proyek saja, Reno. Bikin aplikasi yang lebih simpel agar tidak gagal lagi."

b)

B. "Coba backup semua file-mu dan hubungi dosen pembimbing untuk evaluasi."

c)

C. "Kamu harus tidur lebih awal! Itu pasti akibat kamu sering begadang dua minggu."

d)

D. "Segera cari investor lain tanpa harus memperbaiki presentasi pertamamu."

38.

Kepada: Gita

Hai, Git! Aku mau cerita, novel yang kamu rekomendasikan minggu lalu, 'Garis Batas Senja,' akhirnya selesai kubaca! Jujur, awalnya aku agak ragu karena tebalnya 500 halaman. Tapi ternyata, plot twist-nya di bagian tengah benar-benar membuatku terpukau. Penulisnya pintar sekali menyembunyikan petunjuk. Aku bahkan harus membaca ulang tiga bab karena merasa ada detail yang terlewat. Kisah perjuangan tokoh utama dalam membangun perusahaan di desa terpencil itu relate banget dengan kehidupan kita. Hanya saja, aku merasa bagian deskripsi alamnya terlalu panjang, bikin agak bosan di awal. Secara keseluruhan, novel ini worth it! Aku mau cari buku penulis yang sama lagi. Kamu ada rekomendasi buku lain yang sejenis? Salam semangat, Riana

  1. 38. Tanggapan balasan dari Gita yang paling tepat untuk menunjukkan apresiasi terhadap upaya dan ulasan Riana adalah...

a)

A. "Syukurlah kamu suka. Memang novel itu paling bagus di antara karya penulis lainnya."

b)

B. "Terima kasih sudah membacanya! Aku senang ulasannya sependapat denganku."

c)

C. "Kenapa kamu harus membaca ulang? Itu buang-buang waktu, harusnya kamu fokus saja."

d)

D. "Kalau bosan, kamu bisa skip saja bagian deskripsi alamnya. Tidak masalah, kok."

39.

Kepada: Gita

Hai, Git!

Aku mau cerita, novel yang kamu rekomendasikan minggu lalu, 'Garis Batas Senja,' akhirnya selesai kubaca! Jujur, awalnya aku agak ragu karena tebalnya 500 halaman.

Tapi ternyata, plot twist-nya di bagian tengah benar-benar membuatku terpukau. Penulisnya pintar sekali menyembunyikan petunjuk. Aku bahkan harus membaca ulang tiga bab karena merasa ada detail yang terlewat. Kisah perjuangan tokoh utama dalam membangun perusahaan di desa terpencil itu relate banget dengan kehidupan kita. Hanya saja, aku merasa bagian deskripsi alamnya terlalu panjang, bikin agak bosan di awal.

Secara keseluruhan, novel ini worth it! Aku mau cari buku penulis yang sama lagi. Kamu ada rekomendasi buku lain yang sejenis?

Salam semangat, Riana

  1. 39. Ketika merespons bagian kritik Riana ("aku merasa bagian deskripsi alamnya terlalu panjang, bikin agak bosan di awal"), balasan dari Gita harus menunjukkan etika yang baik. Balasan yang paling tepat secara etika adalah...

a)

A. Langsung menyalahkan penulis karena tidak profesional dalam menyunting karya.

b)

B. Mengakui bahwa selera setiap pembaca berbeda dan menghargai kejujuran Riana.

c)

C. Menyuruh Riana membaca ulang bagian deskripsi alam agar dapat memahami maknanya.

d)

D. Menyarankan Riana untuk tidak lagi membaca buku fiksi yang bergenre perjuangan.

40.

Kepada: Gita

Hai, Git!

Aku mau cerita, novel yang kamu rekomendasikan minggu lalu, 'Garis Batas Senja,' akhirnya selesai kubaca! Jujur, awalnya aku agak ragu karena tebalnya 500 halaman.

Tapi ternyata, plot twist-nya di bagian tengah benar-benar membuatku terpukau. Penulisnya pintar sekali menyembunyikan petunjuk. Aku bahkan harus membaca ulang tiga bab karena merasa ada detail yang terlewat. Kisah perjuangan tokoh utama dalam membangun perusahaan di desa terpencil itu relate banget dengan kehidupan kita. Hanya saja, aku merasa bagian deskripsi alamnya terlalu panjang, bikin agak bosan di awal.

Secara keseluruhan, novel ini worth it! Aku mau cari buku penulis yang sama lagi. Kamu ada rekomendasi buku lain yang sejenis?

Salam semangat, Riana

  1. 40. Riana menyebutkan "Aku bahkan harus membaca ulang tiga bab karena merasa ada detail yang terlewat." Saran balasan dari Gita yang paling relevan untuk memantik diskusi mendalam adalah...

a)

A. "Detail apa yang menurutmu terlewatkan? Kita bahas di coffee shop saja, ya!"

b)

B. "Aku tahu yang kamu maksud. Tapi kamu tidak boleh membocorkannya ke orang lain."

c)

C. "Kalau begitu, coba cari di internet saja. Pasti ada yang membahas detail rahasianya."

d)

D. "Itu artinya kamu tidak fokus membacanya, makanya banyak detail yang terlewat."

41.

  1. 1.

  2. “Sebuah Lukisan Klasik”

(1) Di tengah dinding ruang pamer, tergantung sebuah lukisan berbingkai emas yang memancarkan aura misterius. (2) Lukisan tersebut didominasi warna cokelat tua dan hijau lumut, menggambarkan sosok wanita paruh baya dengan tatapan mata yang dalam dan sayu. (3) Pakaiannya terbuat dari beludru merah yang tampak berat, dan kerutan di sudut bibirnya seolah menyimpan duka yang tak terucapkan. (4) Sumber cahaya tunggal datang dari samping kanan, menghasilkan bayangan dramatis pada leher wanita itu. (5) Melihatnya, saya merasa seolah ditarik masuk ke dalam abad lampau yang penuh rahasia.

Jelaskanlah 2 (dua) ciri kebahasaan yang paling menonjol dalam kutipan di atas yang menunjukkan bahwa teks ini adalah Teks Deskripsi!



(a)  

42.

Panduan dan Kisah Pembuatan Pupuk Kompos

(1) Pagi itu kami memulai proyek besar kami: membuat pupuk kompos skala rumahan. (2) Bapak Ketua RT menjelaskan, kompos adalah cara terbaik mengelola sampah organik, dan prosesnya tidak sulit. (3) Langkah pertama, siapkan wadah besar dan buat lapisan dasar setebal 10 cm dari ranting kering. (4) Setelah itu, campurkan sisa-sisa sayuran dan ampas kopi dengan tanah, lalu tutup lapisan pertama dengan tanah kering. (5) Jangan lupa, balik dan aduklah kompos setiap dua minggu sekali agar proses pelapukan berjalan optimal. (6) Kami sempat terkejut, ternyata bau yang dihasilkan tidak terlalu menyengat seperti yang kami bayangkan.

  1. 2. Kalimat yang termasuk prosedur seringkali memiliki ciri kebahasaan khusus. Jelaskan ciri kebahasaan yang dominan pada kalimat (3) dan kalimat (4) sehingga kedua kalimat tersebut berfungsi sebagai prosedur!



(a)  

43.

Panduan dan Kisah Pembuatan Pupuk Kompos

(1) Pagi itu kami memulai proyek besar kami: membuat pupuk kompos skala rumahan. (2) Bapak Ketua RT menjelaskan, kompos adalah cara terbaik mengelola sampah organik, dan prosesnya tidak sulit. (3) Langkah pertama, siapkan wadah besar dan buat lapisan dasar setebal 10 cm dari ranting kering. (4) Setelah itu, campurkan sisa-sisa sayuran dan ampas kopi dengan tanah, lalu tutup lapisan pertama dengan tanah kering. (5) Jangan lupa, balik dan aduklah kompos setiap dua minggu sekali agar proses pelapukan berjalan optimal. (6) Kami sempat terkejut, ternyata bau yang dihasilkan tidak terlalu menyengat seperti yang kami bayangkan.

  1. 3. Perbaikilah kalimat (5) menjadi dua kalimat prosedural yang lebih ringkas dan instruktif!



(a)  

44.

Kegiatan Sosial di Panti Jompo

(1) Sabtu, 5 Oktober yang lalu, aku dan teman-teman kelas sepuluh berkesempatan mengunjungi Panti Jompo "Senja Bahagia" sebagai bagian dari kegiatan sekolah. (2) Sesampainya di sana, kami langsung membagi kelompok untuk membantu membersihkan taman dan area umum panti. (3) Aku bertugas mendengarkan cerita Bapak Harun, seorang veteran yang menceritakan pengalamannya saat masa kemerdekaan, ceritanya sungguh mengharukan! (4) Setelah makan siang, kami bernyanyi bersama dan memberikan bingkisan kecil. (5) Rasanya senang sekali bisa berbagi keceriaan, meskipun hari itu singkat, pengalaman tersebut benar-benar meninggalkan kesan yang mendalam dan mengubah pandanganku tentang arti keluarga.

  1. 44. Berdasarkan penggunaan sudut pandang dan fokusnya, jelaskanlah termasuk jenis teks rekon apakah teks ini? Berikan bukti yang merujuk pada kutipan di atas!



(a)  

45.

Topik: "Pengaruh Kantin Sekolah terhadap Kebiasaan Makan Sehat Siswa."

Petunjuk Teknis:

1.      Struktur: Esai terdiri dari 3 paragraf: Paragraf 1 (Pernyataan umum/Pendahuluan), Paragraf 2 (Ide pendukung dan contoh), Paragraf 3 (Kesimpulan ringkas).

2.      Gaya Bahasa: Sederhana, lugas, dan personal (sudut pandang saya).

3.      Fokus Konten: Harus memuat minimal satu contoh makanan tidak sehat dan satu solusi praktis yang bisa diterapkan.

  1. 5. Susunlah sebuah esai sederhana berdasarkan prosedur di atas!

     



(a)