Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS Imunohematologi STR

Total questions: 20

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.
Seorang pasien laki-laki 45 tahun datang ke IGD dengan perdarahan gastrointestinal akut. Dokter meminta transfusi PRC segera dan sampel darah pasien dikirim ke BDRS. Petugas melakukan pemeriksaan crossmatch metode manual menggunakan medium saline pada suhu ruang. Setelah inkubasi, terlihat adanya aglutinasi halus saat tabung diputar perlahan. Kontrol auto pasien menunjukkan hasil negatif. Petugas ingin memastikan apakah reaksi ini menunjukkan ketidakcocokan. Apa interpretasi paling tepat untuk hasil tersebut?
a)
Reaksi inkompatibilitas karena adanya antibodi signifikan
b)
Reaksi kompatibel dan aman ditransfusikan
c)
Reaksi lemah yang perlu dilanjutkan ke fase inkubasi 37°C dan AHG
d)
Reaksi palsu akibat kelebihan sel donor
e)
Reaksi palsu akibat kekurangan serum pasien
2.
Seorang pasien perempuan 28 tahun dirawat setelah mengalami perdarahan cukup banyak saat operasi. Dokter meminta transfusi PRC dan pemeriksaan crossmatch metode manual dilakukan. Pada fase saline tidak tampak reaksi. Ketika dilanjutkan ke fase inkubasi 37°C muncul aglutinasi lemah. Pada fase AHG reaksi menjadi lebih jelas dengan grade 2+. Pemeriksaan auto control menunjukkan hasil negatif dan skrining antibodi menunjukkan reaksi positif. Mesin inkubator telah dicek dan dalam kondisi baik. Apa interpretasi paling tepat dari hasil tersebut?
a)
Adanya antibodi terhadap antigen tertentu
b)
Darah donor aman ditransfusikan karena reaksi fase saline negatif
c)
Reaksi tidak signifikan karena nilai aglutinasi rendah
d)
Hasil tidak valid karena auto control negatif
e)
Reaksi terjadi karena sel donor rusak saat disimpan
3.
Pasien laki-laki 60 tahun dengan penyakit ginjal kronis rutin mendapat transfusi. Pada hari ini dilakukan crossmatch manual dan hasil fase AHG menunjukkan reaksi positif 2+. Fase saline dan fase 37°C menunjukkan hasil negatif. Kontrol auto juga negatif. Pemeriksaan skrining antibodi menunjukkan adanya kemungkinan antibodi klinis signifikan. Pasien belum pernah memiliki riwayat reaksi transfusi sebelumnya. Apa langkah selanjutnya?
a)
Transfusi segera karena reaksi dianggap tidak klinis
b)
Lakukan panel antibodi untuk identifikasi lebih lanjut
c)
Mengganti donor dengan darah ABO lain
d)
Mengencerkan serum untuk menghilangkan antibodi
e)
Mengulangi crossmatch dengan metode bedside
4.
Pasien anak 10 tahun dirawat karena anemia hemolitik. Crossmatch manual dilakukan untuk pemberian PRC. Pada fase saline negatif, fase 37°C menunjukkan aglutinasi 1+, dan fase AHG 3+. Kontrol auto menunjukkan reaksi positif 1+. Mesin inkubator dan centrifuge telah dicek dan berfungsi baik. Dokter curiga ada autoantibodi pada pasien. Apa interpretasi yang paling mungkin?
a)
Crossmatch kompatibel, aman untuk transfusi
b)
Inkompatibilitas karena alloantibodi
c)
Inkompatibilitas akibat autoantibodi pasien
d)
Reaksi negatif palsu
e)
Kesalahan teknis pada fase saline
5.
Seorang pasien luka bakar berat membutuhkan transfusi karena kehilangan darah cukup banyak. Crossmatch mayor metode manual menunjukkan reaksi negatif di semua fase. Pemeriksaan skrining antibodi negatif, dan kontrol auto juga negatif. Alat, reagen, dan kartu donor telah diverifikasi benar. Tidak ada riwayat transfusi sebelumnya. Apa interpretasi yang tepat?
a)
Darah tidak boleh diberikan
b)
Pasien memiliki antibodi IgM yang tidak terdeteksi
c)
Transfusi dapat diberikan karena hasilnya kompatibel
d)
Harus dilakukan ulang dengan metode gel
e)
Perlu dilakukan genotyping sebelum transfusi
6.
Pasien perempuan 52 tahun dengan kanker payudara akan menjalani kemoterapi dan membutuhkan transfusi PRC. Pemeriksaan crossmatch metode gel dilakukan. Pada kolom mayor terlihat butiran sel berada di bagian atas gel, sedangkan minor menunjukkan butiran sel turun ke bawah. Kontrol auto negatif. Mesin inkubasi gel menunjukkan suhu stabil. Apa interpretasi hasil mayor tersebut?
a)
Reaksi kompatibel
b)
Reaksi inkompatibel
c)
Reaksi lemah yang tidak signifikan
d)
Reaksi palsu akibat centrifuge
e)
Reaksi minor harus diulang sebelum mayor dinilai
7.
Seorang pasien mengalami anemia aplastik dan telah banyak menerima transfusi sebelumnya. Crossmatch metode gel menunjukkan reaksi positif 1+ pada kolom mayor, dengan sebagian sel tertahan di tengah gel. Minor negatif, auto negatif. Skrining antibodi menunjukkan kemungkinan antibodi klinis signifikan. Apa langkah berikutnya?
a)
Transfusi tetap dilakukan
b)
Gunakan darah ABO yang berbeda
c)
Lakukan panel antibodi
d)
Anggap hasil sebagai reaksi lemah dan diabaikan
e)
Ulang pemeriksaan dengan metode manual saja
8.
Pasien lansia 70 tahun dengan gagal jantung membutuhkan transfusi. Pada pemeriksaan crossmatch gel, sel donor sepenuhnya turun ke dasar gel. Tidak ada aglutinasi pada mayor maupun minor. QC reagen gel hari itu valid. Petugas ingin memastikan apakah darah aman diberikan. Apa interpretasi yang tepat?
a)
Kompatibel
b)
Inkompatibel
c)
Reaksi lemah tidak berarti
d)
Hasil invalid
e)
Perlu pemeriksaan tambahan walaupun sudah cocok
9.
Seorang pasien bayi membutuhkan transfusi PRC neonatal. Crossmatch gel dilakukan dan menunjukkan reaksi 4+ dimana sel donor sepenuhnya berada di bagian atas gel. Kontrol auto tidak dilakukan karena sampel bayi terbatas. Mesin inkubator gel berfungsi baik. Apa kemungkinan penyebab reaksi tersebut?
a)
Aglutinasi palsu karena sampel terlalu encer
b)
Adanya antibodi signifikan pada ibu yang ditransfer ke bayi
c)
Reaksi minor yang tidak penting
d)
Reaksi dari reagen gel
e)
Kesalahan pipet pada sel donor
10.
Pasien 32 tahun pasca kecelakaan lalu lintas membutuhkan transfusi segera. Crossmatch gel menunjukkan reaksi mayor negatif, namun kontrol auto menunjukkan reaksi 2+. Pemeriksaan skrining antibodi negatif. Reagen gel dalam QC menunjukkan valid. Apa interpretasi yang paling tepat?
a)
Reaksi autoantibodi pada pasien
b)
Reaksi alloantibodi klinis signifikan
c)
Kesalahan sampel donor
d)
Crossmatch kompatibel dan aman
e)
Reaksi palsu akibat suhu ruangan
11.
Seorang ibu hamil Rh-negatif melahirkan bayi Rh-positif. Pada kehamilan kedua, bayi menunjukkan anemia sejak trimester kedua. Pemeriksaan menunjukkan adanya antibodi anti-D di serum ibu. Dokter mencurigai inkompatibilitas yang sedang berlangsung. Apa mekanisme dasarnya?
a)
Antibodi IgM ibu menyerang sel darah janin
b)
Antibodi IgG ibu menembus plasenta dan menghancurkan sel janin
c)
Sel darah ibu masuk ke janin
d)
Antigen D janin menembus plasenta dan terurai sendiri
e)
Imunitas pasif dari bayi terhadap ibu
12.
Seorang bayi lahir dengan ikterus pada hari pertama. Ibu bergolongan darah O, sedangkan bayi bergolongan A. Pemeriksaan menunjukkan hemolisis ringan. Dokter mencurigai inkompatibilitas ABO. Apa penyebab paling mungkin?
a)
Antibodi IgM anti-A menembus plasenta
b)
Antibodi IgG anti-A ibu menyerang sel A bayi
c)
Bayi menghasilkan antibodi sendiri
d)
Antigen A bayi tidak terbentuk
e)
Terjadi reaksi silang antibodi minor
13.
Pasien mendapatkan transfusi PRC, namun setelah menit ke-10 menunjukkan demam, nyeri pinggang, dan penurunan tekanan darah. Pemeriksaan ulang menunjukkan perbedaan golongan darah antara donor dan pasien. Reaksi ini disebabkan oleh…
a)
Inkompatibilitas ABO
b)
Inkompatibilitas Rh
c)
Alloantibodi minor
d)
Autoantibodi
e)
Reaksi alergi ringan
14.
Pasien dengan riwayat transfusi berulang menjalani crossmatch dan menunjukkan inkompatibilitas pada metode gel. Panel antibodi mengidentifikasi anti-Kell. Donor memiliki antigen Kell positif. Apa tindakan paling tepat?
a)
Tetap transfusi karena reaksi lemah
b)
Gunakan PRC Kell-negatif
c)
Gunakan PRC O-negatif
d)
Transfusi trombosit saja
e)
Ulangi crossmatch manual
15.
Seorang pasien dengan anemia hemolitik autoimun menunjukkan inkompatibilitas pada semua donor, termasuk O-negatif. Auto control menunjukkan reaksi kuat. Penyebab utama inkompatibilitas ini adalah…
a)
Alloantibodi terhadap antigen
b)
Autoantibodi pasien menyerang semua sel
c)
Reagen antisera rusak
d)
Donor salah label
e)
Reaksi minor tidak diperhatikan
16.
Seorang pasien baru masuk IGD dan membutuhkan tindakan cepat. Pemeriksaan golongan darah dilakukan dengan metode forward dan reverse typing. Forward menunjukkan reaksi kuat dengan anti-A, sedangkan reverse menunjukkan aglutinasi dengan sel B. Tidak ada ketidaksesuian hasil. Apa golongan darah pasien?
a)
A
b)
B
c)
AB
d)
O
e)
Tidak dapat ditentukan
17.
Seorang petugas BDRS melakukan pendataan stok darah dan mendapati bahwa PRC hampir habis. Ia segera melakukan permintaan donor ulang dan pendistribusian internal. Petugas juga memastikan suhu lemari es sesuai standar dan mencatat semua aktivitas. Kegiatan ini termasuk ke dalam…
a)
Validasi metode
b)
Manajemen inventory darah
c)
Skrining donor baru
d)
QC peralatan
e)
Audit mutu internal
18.
Seorang pendonor baru selesai di-screening. Hasil NAT menunjukkan reaktif untuk HCV, walaupun antibodi anti-HCV masih negatif. Apa makna hasil ini?
a)
Infeksi lama
b)
Infeksi fase window period
c)
False positive
d)
Darah aman digunakan
e)
Tidak signifikan secara klinis
19.
Pasien menerima transfusi PRC dan dalam satu jam mengalami sesak, peningkatan tekanan darah, dan edema paru. Dokter mencurigai transfusion-associated circulatory overload (TACO). Apa penyebab utama kondisi ini?
a)
Antibodi donor menyerang pasien
b)
Volume transfusi terlalu cepat
c)
Reaksi alergi terhadap protein donor
d)
Cedera paru akibat antibodi donor
e)
Hemolisis cepat dari sel donor
20.
BDRS melakukan uji kontrol setiap pagi pada antisera anti-A, anti-B, dan anti-D sebelum digunakan. Jika hasil QC tidak sesuai, reagen tidak boleh dipakai dan harus dilaporkan. Kegiatan ini termasuk…
a)
Pemantapan mutu internal
b)
Pemantapan mutu eksternal
c)
Validasi metode
d)
Crossmatch pretransfusi
e)
Pemeriksaan donor awal