wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Soal Pilihan Ganda Pendidikan Pancasila

Total questions: 85

Worksheet time: 45mins

Name
Class
Date
1.

Dalam konteks menguatnya politik identitas, urgensi Pendidikan Pancasila terletak pada ...

a)

Menyamakan seluruh identitas budaya agar tidak terjadi perbedaan

b)

Membangun kesadaran bahwa perbedaan identitas harus dikelola dengan prinsip persatuan

c)

Mendorong negara menghapuskan kelompok identitas tertentu

d)

Menegaskan bahwa identitas lokal lebih tinggi dari identitas nasional

2.

Ketika perkembangan AI mempercepat penyebaran disinformasi, Pendidikan Pancasila berperan sebagai...

a)

Alat negara untuk membatasi inovasi teknologi

b)

Mekanisme etis yang membangun kemampuan literasi moral dan nalar kritis

c)

Media untuk menolak seluruh bentuk teknologi asing

d)

Instrumen hukum untuk memidanakan semua konten AI

3.

Dalam menghadapi penetrasi nilai global yang menggeser budaya lokal, Pendidikan Pancasila strategis karena ...

a)

Mengharuskan semua masyarakat menolak budaya luar

b)

Meneguhkan identitas nasional tanpa menutup diri terhadap nilai global yang konstruktif

c)

Melarang penggunaan produk digital luar negeri

d)

Mewajibkan pelestarian budaya lokal secara kaku

4.

Jika mahasiswa memahami Pancasila hanya sebatas doktrin negara, maka ________

a)

Pendidikan Pancasila sudah berhasil

b)

Diperlukan strategi pembelajaran reflektif berbasis studi kasus dan dialog

c)

Mata kuliah dapat dihapus karena tidak relevan

d)

Mahasiswa cukup menghafal sila-sila

5.

Dalam konsep filsafat Pancasila, hubungan manusia dengan masyarakat menekankan bahwa ...

a)

manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri

b)

manusia harus selalu mengutamakan kepentingan pribadi

c)

masyarakat tidak berpengaruh terhadap kehidupan manusia

d)

hubungan manusia dengan masyarakat bersifat individualistis

6.

Kepentingan individu selalu mengalahkan kepentingan umum

a)

Kepentingan individu selalu mengalahkan kepentingan umum

b)

Kepentingan umum boleh menghilangkan hak individu

c)

Kepentingan individu dan umum harus diselaraskan secara proporsional

d)

Negara memegang kekuasaan absolut atas individu

7.

Ketika muncul konflik horizontal berbasis agama, penyelesaian paling sesuai dengan Pendidikan Pancasila adalah ...

a)

Menetapkan satu agama sebagai standar moral tertinggi

b)

Menghapus ruang publik bagi kelompok minoritas

c)

Mengedepankan dialog lintas iman dengan prinsip kemanusiaan dan keadilan

d)

Menyerahkan sepenuhnya kepada aparat keamanan

8.

Tantangan generasi digital adalah lemahnya kesadaran historis. Urgensi Pendidikan Pancasila dalam isu ini adalah ...

a)

Melarang seluruh konten yang tidak bernuansa sejarah

b)

Membangun memori kolektif tentang perjuangan bangsa untuk memperkuat identitas kebangsaan

c)

Mengganti seluruh budaya populer dengan narasi sejarah

d)

Menjadikan sejarah sebagai media indoktrinasi

9.

Penerapan nilai keadilan sosial dalam lingkungan kampus dapat diwujudkan melalui ...

a)

Perlakuan seragam tanpa melihat kondisi setiap mahasiswa

b)

Penetapan kebijakan kampus yang memberi akses pendidikan adil bagi kelompok rentan

c)

Pengetatan aturan akademik untuk semua mahasiswa

d)

Membatasi peran organisasi mahasiswa

10.

Dalam perspektif Pendidikan Pancasila, etika digital harus didasarkan pada________

a)

Kebebasan berekspresi sepenuhnya tanpa batas

b)

Kepentingan kelompok tertentu

c)

Tanggung jawab moral, penghormatan terhadap martabat manusia, dan

11.

Jika generasi muda mengalami krisis orientasi nilai akibat budaya instan, Pendidikan Pancasila relevan sebagai...

a)

Mekanisme kontrol negara terhadap kreativitas

b)

Sarana pembentukan karakter yang berlandaskan prinsip kemanusiaan, keutamaan moral, dan rasionalitas publik

c)

Instrumen politik untuk kepentingan pemerintah

d)

Prosedur administratif yang bersifat formalistik

12.

Jika Pancasila lahir dari kesepakatan historis BPUPKI-PPKI, maka bagaimana urgensinya ketika terjadi perubahan orientasi politik generasi muda?

a)

Tidak relevan karena lahir pada konteks masa lalu

b)

Relevan karena memberikan fondasi normatif yang melampaui perubahan politik

c)

Harus diganti dengan nilai baru agar sesuai zaman

d)

Hanya digunakan untuk kepentingan negara semata

13.

Masyarakat digital sering terjebak dalam “echo chamber”. Dalam perspektif sosiologis Pancasila, masalah ini menandakan...

a)

Tidak perlunya nilai persatuan karena dunia sudah digital

b)

Melemahnya interaksi sosial lintas identitas

c)

Kemunduran teknologi yang merusak struktur sosial

d)

Hilangnya seluruh nilai budaya lokal

14.

Jika muncul regulasi baru yang bernuansa diskriminatif terhadap kelompok minoritas, maka secara politik Pendidikan Pancasila harus...

a)

Menguatkan kesadaran kritis bahwa kebijakan negara wajib tunduk pada prinsip keadilan dan nondiskriminasi

b)

Membiarkan regulasi tersebut karena mengikuti kehendak mayoritas

15.

Globalisasi nilai membuat batas budaya melebur. Jika mahasiswa hukum tidak memiliki landasan Pancasila yang kuat, maka dampaknya adalah...

a)

Kemampuan adaptasi justru meningkat

b)

Terjadinya kekaburan orientasi moral dalam menilai fenomena hukum

c)

Penguatan identitas nasional

d)

Terciptanya konsensus hukum baru tanpa konflik

16.

Di antara tantangan terbesar Pendidikan Pancasila di era AI adalah bias algoritma. Solusi paling tepat menurut nilai Pancasila adalah...

a)

Menolak seluruh penggunaan AI

b)

Mengembangkan kecerdasan etis berbasis kemanusiaan untuk mengevaluasi teknologi

c)

Menggantikan seluruh keputusan manusia dengan mesin

d)

Membebaskan platform digital tanpa regulasi

17.

Banyak konflik agraria terjadi karena tumpang tindih kepentingan negara-korporasi-rakyat. Dalam kerangka Pancasila, mahasiswa hukum harus menganalisis konflik ini dengan...

a)

Mengutamakan kepentingan negara semata

b)

Menimbang keadilan sosial, keseimbangan hak individu, dan fungsi sosial tanah

c)

Menyalahkan masyarakat lokal sebagai penghambat investasi

d)

Hanya menggunakan hukum positif tanpa analisis moral

18.

Ketika generasi muda lebih dipengaruhi budaya instan ketimbang nilai moral, Pendidikan Pancasila harus diarahkan untuk...

a)

Menghapus seluruh budaya populer

b)

Memberikan ruang kritis dan reflektif agar mahasiswa dapat memahami

19.

Jika suatu kebijakan negara mengabaikan kelompok rentan atas dasar efisiensi pembangunan, analisis yang sesuai dengan urgensi Pancasila adalah...

a)

Kebijakan dianggap sah karena efisiensi lebih penting

b)

Kebijakan harus diuji berdasarkan prinsip keadilan sosial dan perlindungan kelompok rentan

c)

Kebijakan dianggap benar karena mendukung investasi

d)

Kebijakan boleh diskriminatif bila mayoritas menyetujuinya

20.

Dalam dinamika sosial modern, konflik intoleransi meningkat. Sikap mahasiswa hukum berdasarkan Pendidikan Pancasila adalah...

a)

Mendiamkan konflik karena bersifat sensitif

b)

Mendorong penyelesaian berbasis dialog, penghormatan martabat manusia, dan rule of law

c)

Mengambil posisi sesuai kelompok mayoritas

d)

Membiarkan konflik agar menjadi proses seleksi sosial

21.

Untuk masa depan, Pendidikan Pancasila dianggap esensial karena...

a)

Nilai Pancasila menutup ruang inovasi teknologi

b)

Pancasila hanya relevan di masa awal kemerdekaan

c)

Pancasila menyediakan kerangka etis yang dapat mengarahkan perkembangan hukum, teknologi, dan demokrasi secara beradab

d)

Pancasila dapat menggantikan seluruh sistem hukum dunia

22.

Urgensi Pancasila dalam arus sejarah bangsa terlihat dari...

a)

Kemampuannya menyesuaikan diri dengan perubahan rezim tanpa kehilangan nilai dasarnya

b)

Keterikatannya hanya pada masa awal kemerdekaan

23.

Dalam kajian sejarah bangsa Indonesia, Pancasila penting karena...

a)

Menghapus seluruh pluralitas budaya

b)

Menjadi identitas nasional yang terbentuk dari proses historis panjang

c)

Tidak pernah mengalami dinamika interpretasi

d)

Dilahirkan dari tradisi tunggal salah satu kelompok

24.

Sumber historis Pancasila terutama dapat ditelusuri dari...

a)

Kebijakan ekonomi liberal Belanda

b)

Perdebatan di BPUPKI yang melibatkan berbagai pemikiran bangsa

c)

Ajaran tunggal dari pemimpin negara

d)

Tradisi hukum kolonial

25.

Dari perspektif sosiologis, Pancasila lahir untuk menjawab...

a)

Homogenitas masyarakat Indonesia

b)

Dominasi satu kelompok atas kelompok lain

c)

Keanekaragaman sosial, budaya, dan agama

d)

Penyeragaman identitas nasional

26.

Sumber politis Pancasila tercermin dari...

a)

Penetapannya melalui prosedur yang tidak melibatkan wakil bangsa

b)

Posisi Pancasila sebagai kesepakatan politik tertinggi bangsa

c)

Ketiadaan peran elite nasional dalam merumuskannya

d)

Ditentukan oleh negara asing pasca perang dunia

27.

Dalam arus sejarah Indonesia modern, relevansi Pancasila muncul kembali ketika...

a)

Demokrasi berkembang tanpa konflik

b)

Terjadi polarisasi identitas dan menguatnya intoleransi

28.

Dalam kajian sejarah bangsa, Pancasila dapat dipahami sebagai dasar negara yang...

a)

Tidak boleh mengalami reinterpretasi

b)

Justru menuntut reinterpretasi kontekstual sesuai dinamika zaman

c)

Hanya digunakan dalam pendidikan dasar

d)

Bersifat kaku dan tertutup terhadap ilmu pengetahuan

29.

Relevansi sosiologis Pancasila bagi mahasiswa hukum pada masa kini terletak pada...

a)

Menempatkan hukum sebagai alat represif negara

b)

Menjadikan hukum sarana pembentukan tatanan masyarakat yang adil dan manusiawi

c)

Menghapus seluruh hukum positif kolonial tanpa seleksi

d)

Menggantikan seluruh teori hukum modern

30.

Urgensi Pancasila sebagai landasan politik negara modern diperlihatkan melalui...

a)

Pemusatan kekuasaan pada satu partai

b)

Demokrasi yang berbasis musyawarah, bukan dominasi mayoritas

c)

Pembatasan seluruh bentuk kebebasan sipil

d)

Menyatukan seluruh kekuatan politik di bawah pemerintah

31.

Ketika fenomena globalisasi mempengaruhi orientasi nilai generasi muda, urgensi Pancasila dalam konteks sejarah bangsa adalah...

a)

Mencegah seluruh pengaruh global

b)

Menjadi “nilai selektif” untuk menimbang mana nilai global yang sesuai dengan karakter bangsa

c)

Menghapus budaya lokal demi modernitas

d)

Membiarkan nilai global mendominasi karakter nasional

32.

Dalam teori tentang negara, unsur “pemerintah yang berdaulat” menjadi penting karena…

a)

Menentukan apakah suatu negara dapat diterima menjadi anggota PBB

b)

Menunjukkan kemampuan negara menjalankan fungsi-fungsinya tanpa tergantung pada pihak lain

c)

Membuktikan bahwa negara memiliki kekayaan alam yang melimpah

d)

Menjadi syarat terjadinya hubungan dagang internasional

33.

Tujuan Negara Indonesia yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 menunjukkan bahwa negara berorientasi pada…

a)

Pembentukan kekuasaan yang stabil

b)

Pembangunan sosial yang berorientasi industrial

c)

Perlindungan, kesejahteraan, pendidikan, dan keterlibatan global yang bermartabat

d)

Intervensi pemerintah dalam seluruh aspek ekonomi

34.

Urgensi dasar negara dalam konteks kontemporer terutama berkaitan dengan…

a)

Kebutuhan membuat undang-undang baru setiap tahun

b)

Menjamin bahwa politik hukum nasional tetap sesuai identitas bangsa di tengah arus globalisasi nilai

c)

Pembatasan ruang digital bagi warga negara

d)

Penguatan monopoli negara dalam bidang ekonomi

35.

Sumber yuridis Pancasila sebagai dasar negara ditopang terutama oleh…

a)

Putusan Mahkamah Konstitusi

b)

Ketetapan MPR No. III/MPR/2000

c)

Pembukaan UUD 1945

d)

Peraturan Presiden

36.

Sumber historis Pancasila dapat ditelusuri dari…

a)

Pidato Bung Karno 1 Juni 1945

b)

Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945

c)

Konstitusi RIS 1949

d)

Dekrit Presiden 5 Juli 1959

37.

Dalam perspektif sosiologis, keberterimaan Pancasila sebagai dasar negara bergantung pada...

a)

Kebijakan ekonomi negara

b)

Kesediaan masyarakat menjadikan nilai Pancasila sebagai pedoman hidup dalam interaksi sosial

c)

Pengaruh ideologi asing

d)

Tingkat pertumbuhan penduduk

38.

Tantangan Pancasila sebagai dasar negara di era digital terutama terkait dengan...

a)

Penyusutan sumber daya alam

b)

Meningkatnya migrasi pekerja

c)

Penyebaran ideologi transnasional melalui media sosial yang dapat mengaburkan identitas kebangsaan

d)

Pertumbuhan ekonomi global yang menurun

39.

Dinamika Pancasila sebagai dasar negara tampak dari...

a)

Kemampuannya beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan substansi nilai-nilainya

b)

Pergantian sistem pemerintahan secara berkala

c)

Perubahan wilayah NKRI

d)

Reformasi birokrasi

40.

Dalam konteks politik, Pancasila berfungsi sebagai...

a)

Instrumen kontrol pemerintah terhadap masyarakat

b)

Pedoman penyelenggaraan negara agar tidak keluar dari prinsip nasionalisme inklusif dan keadilan sosial

41.

Esensi dan urgensi Pancasila sebagai dasar negara bagi masa depan terutama terletak pada…

a)

Kemampuannya menjadi alat legitimasi kekuasaan

b)

Potensinya menggantikan sistem hukum positif

c)

Kemampuannya memastikan bahwa pembangunan hukum, ekonomi, dan demokrasi tetap berakar pada jati diri bangsa sekaligus responsif terhadap perubahan global

d)

Kemampuannya mendorong dominasi negara atas sektor privat

42.

Dalam kerangka Pancasila sebagai sistem filsafat, tantangan terbesar pada era disrupsi digital adalah kemampuan nilai-nilai Pancasila untuk:

a)

Menggantikan seluruh regulasi hukum positif yang dianggap ketinggalan zaman

b)

Menjadi filter etis dalam penggunaan teknologi yang berkembang lebih cepat daripada norma sosial

c)

Membatasi ekspansi teknologi asing agar sesuai dengan kepentingan ekonomi nasional

d)

Mengontrol secara ketat seluruh aktivitas digital masyarakat demi stabilitas nasional

43.

Kajian mendalam terhadap Pancasila sebagai sistem filsafat diperlukan karena:

a)

Pancasila tidak lagi relevan tanpa dukungan kajian empiris kontemporer

b)

Filsafat Barat dianggap tidak mampu menjawab persoalan masyarakat Indonesia

c)

Kompleksitas persoalan global menuntut kerangka nilai yang mampu menafsirkan perubahan melalui pendekatan ontologis, epistemologis, dan aksiologis

d)

Pancasila harus berubah total mengikuti perkembangan teknologi

44.

Sumber historis Pancasila menjadi penting dalam membaca problem intoleransi masa kini karena:

4 lines
45.

Dalam perspektif sosiologis, alasan Pancasila tetap menjadi pedoman bangsa Indonesia di tengah meningkatnya polarisasi politik di media sosial adalah karena:

a)

Pancasila hanya mengatur aspek moral, bukan perilaku politik

b)

Pancasila secara sosiologis membentuk kesadaran kolektif untuk mengutamakan integrasi sosial daripada kepentingan kelompok

c)

Pancasila memiliki kekuatan memaksa melalui aparatur negara

d)

Perilaku politik masyarakat selalu mengikuti arahan pemerintah

46.

Sumber politis Pancasila dapat dipahami melalui dinamika perumusannya pada 1945. Relevansi sumber politis ini dalam konteks demokrasi digital saat ini terletak pada:

a)

Pembuktian bahwa perbedaan politik harus dihapuskan demi stabilitas nasional

b)

Penegasan bahwa konsensus politik bersifat final dan tidak boleh diperdebatkan

c)

Kesadaran bahwa deliberasi politik yang inklusif merupakan syarat untuk mengelola ruang publik digital yang penuh disinformasi

d)

Keinginan untuk mengembalikan struktur politik ke pola pra-kemerdekaan

47.

Tantangan terbesar Pancasila sebagai sistem filsafat dalam menghadapi globalisasi ekonomi adalah:

a)

Tidak mampu menyesuaikan diri dengan sistem pasar bebas

b)

Dituntut untuk merumuskan etika ekonomi yang melindungi keadilan sosial dalam struktur ekonomi global yang semakin tidak setara

c)

Mengharuskan negara menutup diri dari arus investasi asing

d)

Menghapus seluruh bentuk kompetisi ekonomi agar sesuai dengan nilai kemanusiaan

48.

Salah satu dinamika Pancasila sebagai sistem filsafat dalam era kecerdasan buatan adalah perlunya landasan aksiologis untuk:

a)

Menggantikan seluruh peran manusia dengan mesin demi efisiensi

b)

Mewajibkan penggunaan AI dalam seluruh layanan publik

c)

Mengarahkan perkembangan AI agar tetap menghormati martabat dan kebebasan manusia sebagai nilai dasar Pancasila

d)

Menjadikan AI sebagai pengawas moral masyarakat

49.

Dalam menghadapi ideologi transnasional yang berkembang di ruang digital, Pancasila sebagai sistem filsafat dihadapkan pada tantangan untuk:

a)

Membatasi arus informasi internasional secara total

b)

Mengembangkan pemikiran kritis berbasis nilai agar masyarakat mampu menilai perbedaan ideologis tanpa kehilangan identitas nasional

c)

Menghapus keragaman pemikiran demi menjaga homogenitas

d)

Menyatakan bahwa ideologi asing tidak boleh dipelajari

50.

Urgensi Pancasila sebagai sistem filsafat dalam penyusunan kebijakan publik kontemporer adalah:

a)

Sebagai legitimasi formal yang tidak mengikat proses perumusan kebijakan

b)

Sebagai dasar ontologis yang memastikan kebijakan berorientasi pada manusia Indonesia sebagai titik pusat pembangunan

c)

Sebagai doktrin yang membatasi inovasi kebijakan

d)

Sebagai sarana politik untuk memperkuat dominasi elite

51.

Esensi Pancasila sebagai sistem filsafat dalam kehidupan masyarakat multikultur masa kini ditunjukkan melalui:

a)

Kemampuan memaksakan kesamaan pandangan seluruh kelompok

b)

Pemberian ruang bagi intoleransi atas nama kebebasan

c)

Kemampuan membangun harmoni melalui pemahaman bahwa keberagaman merupakan basis ontologis dan aksiologis keberadaan bangsa Indonesia

d)

Penolakan terhadap setiap bentuk perbedaan karena dianggap mengancam persatuan

52.

Dalam kerangka Pancasila sebagai sistem etika, tantangan moral terbesar pada era teknologi digital adalah kemampuan nilai Pancasila untuk:

a)

Menggantikan seluruh regulasi teknologi agar tidak terjadi penyalahgunaan

b)

Menjadi pedoman etis dalam penggunaan teknologi yang berpotensi mereduksi nilai kemanusiaan

c)

Mengatur secara ketat seluruh aktivitas digital masyarakat melalui instrumen hukum

d)

Membatasi inovasi digital yang dianggap mengganggu stabilitas sosial

53.

Urgensi Pancasila sebagai sistem etika dalam kehidupan warga negara terlihat ketika masyarakat dihadapkan pada dilema moral antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab sosial di media sosial. Fungsi etis Pancasila dalam kasus ini adalah:

a)

Mewajibkan negara menghapus konten yang menimbulkan perdebatan

b)

Memberi justifikasi moral untuk membatasi kebebasan berpendapat

c)

Mengarahkan penggunaan kebebasan secara bertanggung jawab dan sesuai nilai kemanusiaan

d)

Mengutamakan kepentingan kelompok tertentu demi stabilitas politik

54.

Sumber historis Pancasila sebagai sistem etika menunjukkan bahwa nilai-nilai etis bangsa berasal dari:

a)

Tradisi moral masyarakat kolonial yang bersifat unifikatif

b)

Paduan nilai budaya Nusantara yang berlandaskan musyawarah, keselarasan, dan penghormatan terhadap sesama

c)

Adaptasi penuh terhadap norma etika Barat

d)

Konstruksi moral tunggal yang ditetapkan oleh elite politik

55.

Sumber sosiologis Pancasila sebagai sistem etika tampak dalam realitas sosial Indonesia yang multikultur. Dalam konteks meningkatnya konflik identitas, sumber sosiologis ini menegaskan bahwa:

a)

Etika Pancasila hanya relevan bagi kelompok mayoritas

b)

Masyarakat harus menyeragamkan budaya agar sesuai etika publik

c)

Kehidupan etis dibangun melalui penghargaan atas perbedaan dan

56.

Sumber politis Pancasila sebagai sistem etika dapat dipahami dari proses perumusannya yang mengedepankan dialog. Relevansi sumber politis ini pada era demokrasi elektoral kontemporer terletak pada:

a)

Penguatan etika kompetisi politik yang fair dan menghormati martabat lawan politik

b)

Legitimasi untuk menggunakan cara apa pun demi kemenangan politik

c)

Justifikasi pembatasan partisipasi politik kelompok minoritas

d)

Dominasi nilai moral satu kelompok atas kelompok lainnya

57.

Tantangan etis dalam penggunaan kecerdasan buatan (AI) mendorong reinterpretasi nilai Pancasila. Salah satu prinsip etis yang perlu ditekankan adalah:

a)

Penggantian seluruh pekerjaan manusia dengan AI demi efisiensi

b)

Pengawasan penuh negara terhadap seluruh algoritma AI

c)

Menempatkan manusia sebagai subjek moral yang martabatnya harus dijaga oleh setiap inovasi teknologi

d)

Membatasi perkembangan AI agar tidak melampaui batas moral klasik

58.

Dalam menghadapi ketimpangan sosial-ekonomi yang meningkat akibat ekonomi digital, dinamika Pancasila sebagai sistem etika menuntut bahwa:

a)

Negara menutup diri dari persaingan global

b)

Etika keadilan sosial diwujudkan dalam kebijakan redistribusi dan akses digital yang inklusif

c)

Kompetisi ekonomi dibiarkan berjalan tanpa intervensi etis

d)

Tanggung jawab moral hanya berada pada pelaku usaha besar

59.

Penyebaran disinformasi politik menjelang pemilu menjadi tantangan etika publik. Pancasila sebagai sistem etika mendorong:

a)

Normalisasi strategi politik manipulatif

b)

Kewajiban moral warga negara untuk melakukan verifikasi informasi

60.

Esensi Pancasila sebagai sistem etika terletak pada kemampuannya untuk:

a)

Menyeragamkan nilai moral dalam seluruh aspek kehidupan

b)

Menjadi kerangka moral yang menempatkan manusia, kebebasan, dan tanggung jawab sebagai pusat tindakan etis

c)

Menggantikan seluruh sistem etika lainnya

d)

Mengatur perilaku masyarakat secara memaksa

61.

Urgensi Pancasila sebagai sistem etika di tengah kondisi sosial-politik yang rentan polarisasi adalah:

a)

Menetapkan batasan ketat terhadap ekspresi identitas kelompok

b)

Menundukkan seluruh nilai etika lain di bawah satu otoritas moral tunggal

c)

Menjadi pedoman etis yang mampu menjaga kehidupan publik tetap berkeadaban dan menghargai kemajemukan

d)

Menentukan standar moral tunggal bagi seluruh warga negara

62.

Dalam konsep Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu, orientasi utama etis-ilmiah yang harus dijaga adalah:

a)

Ilmu harus dikembangkan tanpa mempertimbangkan dampak sosial

b)

Ilmu diarahkan untuk memperkuat posisi politik negara

c)

Ilmu dikembangkan dengan menjadikan manusia sebagai pusat, sehingga tidak meniadakan martabat manusia

d)

Ilmu diarahkan untuk menegasikan seluruh teori yang datang dari luar negeri

63.

Penerapan Pancasila dalam pengembangan teknologi digital menuntut agar inovasi ilmiah tetap berlandaskan:

a)

Kompetisi bebas tanpa batas

b)

Penyesuaian total terhadap tuntutan pasar global

c)

Keseimbangan antara kemajuan teknologi dan etika kemanusiaan

d)

Penggunaan teknologi untuk memperluas kontrol negara terhadap

64.

Sebagai dasar nilai pengembangan ilmu, Pancasila menegaskan bahwa tujuan utama pengembangan ilmu adalah:

a)

Mempercepat industrialisasi tanpa mempertimbangkan keadilan sosial

b)

Menghasilkan pengetahuan yang hanya menguntungkan kelompok tertentu

c)

Menyejahterakan masyarakat secara berkeadilan dan tetap menjaga keberlanjutan

d)

Menghilangkan batas moral dalam proses penelitian

65.

Tantangan terbesar Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu di era kecerdasan buatan adalah:

a)

Ilmu pengetahuan berkembang terlalu lambat dibandingkan nilai-nilai Pancasila

b)

Potensi penyalahgunaan teknologi AI yang dapat bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan keadilan sosial

c)

Keterbatasan Pancasila dalam mengatur riset teknologi

d)

Ketergantungan ilmuwan pada etika global

66.

Dalam konteks perubahan iklim, Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu menuntut adanya pendekatan ilmiah yang:

a)

Berorientasi pada keuntungan ekonomi jangka pendek

b)

Mengabaikan aspek ekologis demi pertumbuhan industri

c)

Menjaga tanggung jawab antargenerasi dan keberlanjutan lingkungan

d)

Mengurangi keterlibatan publik dalam kebijakan ilmiah

67.

Arus globalisasi ilmu pengetahuan menghadirkan dilema antara penerimaan pengetahuan universal dan kepribadian nasional. Dalam perspektif Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu, sikap yang paling tepat adalah:

a)

Menolak seluruh bentuk ilmu dari luar negeri

b)

Menerima seluruh teori luar tanpa kritik

c)

Mengadopsi ilmu pengetahuan global secara selektif dengan mempertimbangkan nilai kemanusiaan, kebangsaan, dan keadilan sosial

68.

Dalam praktik penelitian modern, Pancasila menghadapi tantangan etis terutama terkait komersialisasi data pribadi. Nilai Pancasila menuntut agar penelitian dilakukan dengan prinsip:

a)

Pengumpulan data tanpa batas demi kepentingan ilmiah

b)

Penggunaan data untuk keuntungan institusi semata

c)

Perlindungan privasi dan penghormatan terhadap hak-hak subjek penelitian

d)

Pengabaian hak privasi demi efisiensi penelitian

69.

Urgensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu untuk masa depan terletak pada kemampuannya untuk:

a)

Menyeragamkan seluruh metode ilmiah

b)

Menjadi landasan moral yang memastikan ilmu berkembang tanpa merusak martabat manusia dan kelestarian alam

c)

Menggantikan seluruh kerangka etika ilmiah internasional

d)

Membatasi kreativitas ilmuwan agar tetap sesuai tradisi

70.

Esensi Pancasila dalam orientasi masa depan pengembangan ilmu pengetahuan terlihat dari gagasannya tentang:

a)

Pembangunan yang hanya fokus pada efisiensi ekonomi

b)

Teknokrasi tanpa melibatkan nilai moral

c)

Ilmu yang diarahkan untuk menciptakan keseimbangan antara kemajuan teknologi, keadilan sosial, dan kemanusiaan

d)

Pengembangan ilmu untuk kepentingan elite intelektual

71.

Tantangan masa depan seperti bioteknologi dan rekayasa genetika menuntut Pancasila memberikan arah etis yang jelas. Arah tersebut adalah:

a)

Pembebasan penuh eksperimen tanpa batas moral

b)

Pelarangan seluruh riset bioteknologi

c)

Penelitian yang tetap menghormati nilai kemanusiaan, hak hidup, dan tanggung jawab sosial

d)

Pemanfaatan bioteknologi untuk kepentingan ekonomi semata

72.

Dalam implementasi hukum di era digital, nilai dasar Ketuhanan Yang Maha Esa menuntut aparat penegak hukum untuk:

a)

Mengutamakan pertimbangan agama tertentu dalam penegakan hukum

b)

Menegakkan hukum secara objektif tanpa memaksakan tafsir keagamaan, tetapi tetap menghormati martabat manusia sebagai ciptaan Tuhan

c)

Menghapus pertimbangan HAM dalam penegakan hukum

d)

Menyesuaikan hukum positif dengan seluruh doktrin keagamaan

73.

Maraknya ujaran kebencian berbasis SARA di media sosial menunjukkan lemahnya implementasi nilai dasar Pancasila. Nilai yang paling dilanggar dalam konteks ini adalah:

a)

Persatuan Indonesia karena ujaran kebencian merusak integrasi sosial

b)

Keadilan sosial karena merugikan kelompok ekonomi tertentu

c)

Kerakyatan karena mengabaikan aturan pemilu

d)

Ketuhanan karena tidak sesuai dengan ritual agama

74.

Lambang sila kedua “Rantai Emas” secara filosofis mencerminkan nilai dasar kemanusiaan. Dalam konteks hukum pidana kontemporer, simbol ini mengingatkan bahwa:

a)

Tindak pidana harus dibalas dengan hukuman setimpal tanpa pertimbangan lain

b)

Pemidanaan wajib berorientasi pada pembalasan

c)

Sistem hukum harus memperlakukan pelaku, saksi, dan korban sebagai manusia yang memiliki martabat yang tidak boleh direduksi oleh proses hukum

d)

Hukum pidana tidak boleh menerima bahan bukti digital

75.

Dalam sengketa agraria, simbol “Pohon Beringin” pada sila ketiga mengandung pesan etis bahwa:

a)

Negara wajib memihak kelompok tertentu yang lebih kuat

b)

Hukum hanya berfungsi melindungi pemilik modal

c)

Hukum harus menciptakan rasa aman, perlindungan, dan persatuan bagi semua pihak dalam sengketa

d)

Penyelesaian sengketa harus dilakukan melalui kekuasaan politik

76.

Ketika kebijakan publik menimbulkan ketidakadilan dalam distribusi bantuan sosial, nilai dasar sila kelima yang dilanggar adalah:

a)

Keadilan prosedural

b)

Keadilan distributif

c)

Keadilan privat

d)

Keadilan kompensatoris

77.

Penggunaan identitas nasional melalui simbol Garuda Pancasila dalam dokumen negara mengandung makna bahwa hukum Indonesia:

a)

Harus bersifat reaktif terhadap tekanan politik internasional

b)

Berlandaskan nilai dasar Pancasila dalam setiap produk legislasi

c)

Wajib mengadopsi seluruh sistem hukum negara maju

d)

Tidak boleh mengalami perubahan

78.

Dalam implementasi hukum adat di daerah, nilai dasar Pancasila menghendaki bahwa:

a)

Hukum adat harus menggantikan seluruh hukum nasional

b)

Hukum adat boleh diterapkan selama sesuai dengan nilai kemanusiaan, keadilan, dan persatuan

c)

Hukum adat hanya mengikat masyarakat tertentu tanpa batasan moral

d)

Hukum adat harus dibiarkan tanpa harmonisasi dengan hukum nasional

79.

Ketika terjadi penyalahgunaan kewenangan oleh aparat penegak hukum, pelanggaran paling mendasar terhadap nilai Pancasila terletak pada:

a)

Pengingkaran nilai kemanusiaan dan keadilan yang menjadi dasar legitimasi kekuasaan

b)

Ketidaksesuaian antara hukum internasional dan hukum nasional

c)

Pengaruh ideologi asing

d)

Penghapusan sistem peradilan adat

80.

79. Dalam konteks pemilu digital, simbol “Kepala Banteng” sebagai lambang sila keempat mengandung pesan bahwa:

a)

keputusan diambil berdasarkan musyawarah dan demokrasi

b)

kesejahteraan sosial menjadi prioritas utama

c)

persatuan dan kesatuan bangsa dijaga

d)

keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

81.

Keputusan politik harus diambil oleh elite tanpa partisipasi masyarakat. Musyawarah dapat digantikan sepenuhnya oleh mekanisme algoritma digital. Pemilu harus berbasis kekuatan massa semata.

a)

Keputusan politik harus diambil oleh elite tanpa partisipasi masyarakat

b)

Musyawarah dapat digantikan sepenuhnya oleh mekanisme algoritma digital

c)

Proses demokratis wajib menjamin keterlibatan masyarakat secara aktif, rasional, dan beradab dalam pengambilan keputusan

d)

Pemilu harus berbasis kekuatan massa semata

82.

Ketika regulasi mengenai perlindungan data pribadi diterapkan, nilai dasar sila kedua dan kelima menegaskan bahwa:

a)

Negara bebas menggunakan data warga untuk kepentingan politik

b)

Perlindungan privasi bukan bagian dari hak asasi

c)

Setiap teknologi harus menjamin martabat manusia serta memberikan keadilan bagi seluruh warga negara

d)

Penggunaan data pribadi dapat dilakukan tanpa persetujuan pengguna

83.

Maraknya kasus doxing di media sosial menunjukkan pelanggaran serius terhadap nilai kemanusiaan. Implementasi nilai Pancasila yang benar dalam konteks ini menuntut:

a)

Kebebasan untuk menyebarkan data pribadi selama tidak ada motif ekonomi

b)

Pengakuan dan perlindungan martabat manusia melalui penegakan hukum perlindungan data pribadi

c)

Penghapusan seluruh bentuk kritik publik

d)

Negara membatasi akses internet secara total

84.

Dalam penyelesaian sengketa tanah adat, penerapan nilai Pancasila tercermin ketika pemerintah:

a)

Mengambil tanah secara sepihak demi investasi asing

b)

Mengabaikan keberadaan masyarakat adat demi percepatan proyek

c)

Mengakui hak masyarakat adat dan menyeimbangkannya dengan kepentingan pembangunan melalui mekanisme hukum yang partisipatif

d)

Menunda penyelesaian hingga terjadi konflik fisik

85.

Nilai Pancasila yang paling tercermin ketika masyarakat membentuk kelompok advokasi lingkungan untuk melawan pencemaran perusahaan besar adalah:

a)

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

b)

Ketuhanan yang Maha Esa

c)

Persatuan Indonesia

d)

Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan