wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

ASESSMEN GANJIL TAHUN 2025/2026 XI TET 1

Total questions: 40

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.

Apa yang dimaksud dengan metode LiDAR dalam survei lapangan untuk pembangkit listrik tenaga bayu?

a)

Metode pengukuran arus udara menggunakan perangkat khusus.

b)

Metode pemetaan lahan dengan menggunakan satelit.

c)

Metode pengukuran jarak dan elevasi menggunakan laser.

d)

Metode penilaian potensi angin berdasarkan data historis.

2.

Mengapa penggunaan metode meteorologi sangat penting dalam survei lapangan untuk pembangkit listrik tenaga bayu?

a)

Untuk menentukan jenis turbin yang tepat.

b)

Untuk mengidentifikasi pola angin di lokasi yang diinginkan.

c)

Untuk mengevaluasi keberlanjutan proyek.

d)

Untuk memprediksi ketersediaan energi angin.

3.

Mengapa analisis mikroklimat penting dalam survei lapangan untuk pembangkit listrik tenaga bayu?

a)

Karena faktor-faktor seperti topografi dan vegetasi dapat mempengaruhi pola angin lokal.

b)

Karena mikroklimat menentukan harga tanah di daerah tersebut.

c)

Karena mikroklimat memengaruhi desain turbin angin.

d)

Karena mikroklimat menentukan kepadatan populasi di sekitar pembangkit listrik tenaga bayu.

4.

Metode apa yang digunakan untuk mengevaluasi potensi gangguan lingkungan dalam survei lapangan untuk pembangkit listrik tenaga bayu?

a)

Pengukuran tingkat kebisingan menggunakan microphone.

b)

Pengukuran jejak karbon dioksida menggunakan sensor gas.

c)

Analisis kualitas udara menggunakan perangkat spektrometer.

d)

Survei tentang migrasi burung menggunakan kamera jarak jauh.

5.

Apa yang dimaksud dengan metode "wake modeling" dalam survei lapangan untuk pembangkitan listrik tenaga bayu?

a)

Pemodelan untuk mengidentifikasi pengaruh turbin angin terhadap pola angin lokal.

b)

Pemodelan untuk mengevaluasi ketersediaan air di lokasi proyek.

c)

Pemodelan untuk memprediksi efek suara yang dihasilkan oleh turbin angin.

d)

Pemodelan untuk menghitung jumlah energi yang dihasilkan oleh turbin angin.

6.

Apa yang dimaksud dengan "boundary layer measurements" dalam survei lapangan untuk pembangkitan listrik tenaga bayu?

a)

Pengukuran arus laut di sekitar pesisir.

b)

Pengukuran kepadatan udara di permukaan tanah.

c)

Pengukuran kecepatan angin di ketinggian tertentu di atas tanah.

d)

Pengukuran polusi udara di batas-batas kota.

7.

Apa peran teknologi drone dalam survei lapangan untuk pembangkitan listrik tenaga bayu?

a)

Untuk mengukur polusi udara.

b)

Untuk memetakan topografi lahan.

c)

Untuk mengidentifikasi jenis-jenis tanaman.

d)

Untuk mencari sumber air yang dapat digunakan untuk pendinginan turbin angin.

8.

Mengapa integrasi data dari berbagai sumber seperti LiDAR, meteorologi, dan analisis mikroklimat sangat penting dalam survei lapangan untuk pembangkitan listrik tenaga bayu?

a)

Karena hal itu memungkinkan evaluasi yang lebih komprehensif terhadap potensi energi angin.

b)

Karena hal itu mengurangi biaya proyek pembangunan turbin angin.

c)

Karena hal itu meningkatkan daya tarik investor terhadap proyek tersebut.

d)

Karena hal itu mempercepat proses perizinan proyek oleh pemerintah.

9.

Apa tujuan utama dari teknik pengereman pada pembangkit listrik tenaga bayu?

a)

Meningkatkan kecepatan turbin angin.

b)

Mengurangi tekanan angin yang diterima oleh turbin.

c)

Meningkatkan efisiensi konversi energi angin menjadi energi listrik.

d)

Mengurangi kebisingan yang dihasilkan oleh turbin angin.

10.

Mengapa teknik pengereman perlu diterapkan pada pembangkit listrik tenaga bayu?

a)

Untuk mencegah terjadinya kelebihan pasokan energi listrik.

b)

Untuk mengurangi beban pada sistem transmisi energi.

c)

Untuk menjaga stabilitas operasi turbin angin.

d)

Untuk meningkatkan kecepatan rotasi turbin angin.

11.

Apa yang dimaksud dengan teknik "pitch control" dalam konteks pengereman pada pembangkit listrik tenaga bayu?

a)

Kontrol terhadap sudut serang baling-baling turbin.

b)

Kontrol terhadap kecepatan rotasi generator.

c)

Kontrol terhadap kepadatan udara di sekitar turbin.

d)

Kontrol terhadap kekuatan magnet pada generator.

12.

Bagaimana peran sistem kontrol dalam teknik pengereman pada pembangkit listrik tenaga bayu?

a)

Mengatur kecepatan angin yang masuk ke turbin.

b)

Mengontrol aliran energi listrik ke grid.

c)

Menghindari terjadinya overload pada generator.

d)

Meningkatkan efisiensi turbin angin.

13.

Apa yang dimaksud dengan "regenerative braking" dalam konteks pembangkit listrik tenaga bayu?

a)

Proses mengubah energi kinetik menjadi energi listrik yang disimpan dalam baterai.

b)

Proses pengurangan kecepatan putaran turbin untuk menghindari kerusakan.

14.

Apa manfaat utama dari penggunaan teknik pengereman yang efisien pada pembangkit listrik tenaga bayu?

a)

Peningkatan kecepatan putaran turbin.

b)

Penghematan energi yang dihasilkan.

c)

Peningkatan umur operasional turbin angin.

d)

Pengurangan biaya perawatan.

15.

Bagaimana sistem pengereman pada pembangkit listrik tenaga bayu dapat beradaptasi dengan perubahan kondisi angin yang cepat?

a)

Dengan mengubah sudut serang baling-baling turbin secara otomatis.

b)

Dengan meningkatkan kekuatan generator secara instan.

c)

Dengan mengurangi tekanan udara di sekitar turbin secara manual.

d)

Dengan meningkatkan jumlah turbin yang beroperasi.

16.

Mengapa sistem pengereman pada pembangkit listrik tenaga bayu harus dirancang agar dapat beroperasi secara otomatis?

a)

Untuk mengurangi ketergantungan pada operator.

b)

Untuk mengurangi biaya operasional.

c)

Untuk meningkatkan efisiensi energi yang dihasilkan.

d)

Untuk menghindari kegagalan sistem saat terjadi kondisi darurat.

17.

Apa yang menjadi faktor utama yang harus dipertimbangkan saat mengidentifikasi lokasi potensial untuk pembangkit listrik tenaga bayu?

a)

Ketersediaan sumber daya alam lainnya.

b)

Ketinggian tempat dan kecepatan angin.

c)

Curah hujan dan pola iklim.

d)

Jarak dari kota terdekat.

18.

Mengapa ketinggian tempat menjadi faktor kunci dalam menentukan lokasi yang potensial untuk pembangkit listrik tenaga bayu?

a)

Ketinggian tempat menentukan kepadatan populasi di sekitar.

b)

Ketinggian tempat mempengaruhi suhu udara di sekitar.

19.

Apa yang dimaksud dengan "wind mapping" dalam konteks penentuan lokasi potensial untuk pembangkit listrik tenaga bayu?

a)

Pemetaan pola migrasi burung di sekitar lokasi.

b)

Pemetaan pola angin menggunakan data historis dan pengukuran langsung.

c)

Pemetaan jalur angin menggunakan drone.

d)

Pemetaan kebutuhan energi listrik di daerah tertentu.

20.

Mengapa analisis topografi penting dalam mengevaluasi lokasi potensial untuk pembangkit listrik tenaga bayu?

a)

Topografi mempengaruhi arus laut di sekitar pesisir.

b)

Topografi mempengaruhi suhu udara di daerah tersebut.

c)

Topografi mempengaruhi pola angin dan kecepatannya.

d)

Topografi membatasi akses untuk pengiriman peralatan pembangunan.

21.

Apa yang dimaksud dengan "micrositing" dalam konteks penentuan lokasi potensial untuk pembangkit listrik tenaga bayu?

a)

Analisis kualitas tanah di daerah tersebut.

b)

Analisis keberadaan spesies langka di sekitar lokasi.

c)

Analisis mendetail tentang topografi dan pola angin di lokasi yang diinginkan.

d)

Analisis kepadatan penduduk di sekitar lokasi.

22.

Mengapa perlu mempertimbangkan dampak lingkungan saat memilih lokasi untuk pembangkit listrik tenaga bayu?

a)

Untuk mengurangi biaya operasional.

b)

Untuk memastikan ketersediaan sumber daya alam lainnya.

23.

Bagaimana peran teknologi seperti LiDAR dalam menentukan lokasi potensial untuk pembangkit listrik tenaga bayu?

a)

Untuk memetakan habitat satwa liar di sekitar lokasi.

b)

Untuk mengukur curah hujan yang diharapkan.

c)

Untuk mengukur elevasi dan pola angin di lokasi yang diinginkan.

d)

Untuk memetakan infrastruktur transportasi yang tersedia.

24.

Mengapa konsultasi dengan masyarakat setempat penting dalam menentukan lokasi potensial untuk pembangkit listrik tenaga bayu?

a)

Untuk mendapatkan dukungan masyarakat terhadap proyek tersebut.

b)

Untuk menilai kemampuan tenaga kerja lokal.

c)

Untuk menilai potensi konflik dengan masyarakat setempat.

d)

Untuk menilai permintaan energi listrik di daerah tersebut.

25.

Apa yang perlu dipertimbangkan dalam menilai kelayakan ekonomi lokasi potensial untuk pembangkit listrik tenaga bayu?

a)

Biaya perawatan tanah di daerah tersebut.

b)

Ketersediaan infrastruktur pendukung seperti jalan dan listrik.

c)

Ketersediaan air untuk pendinginan turbin angin.

d)

Harga tanah di daerah tersebut.

26.

Prinsip kerja dasar dari sebuah generator listrik adalah:

a)

Hukum Ohm

b)

Hukum Faraday tentang Induksi Elektromagnetik

c)

Efek Peltier

d)

Hukum Kirchoff

27.

Komponen utama pada generator yang berfungsi sebagai tempat berputarnya kawat penghantar dan menghasilkan gaya gerak listrik (GGL) induksi adalah:

a)

A. Rotor

b)

B. Stator

c)

C. Sikat Arang

d)

D. Komutator

28.

Dalam generator AC (alternator), bagian yang umumnya bergerak atau berputar (rotor) adalah:

a)

Kumparan jangkar

b)

Magnet permanen atau elektromagnet

29.

Perangkat yang berfungsi untuk mengubah arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC) pada generator DC adalah:

a)

Slip Ring

b)

Stator

c)

Komutator (Cincin Belah)

d)

Konduktor

30.

Fungsi dari medan magnet pada generator adalah:

a)

Menghambat aliran arus listrik.

b)

Menghasilkan gaya gerak listrik (GGL) ketika dipotong oleh kawat penghantar yang bergerak.

c)

Mengubah tegangan listrik.

d)

Mengatur kecepatan putaran generator.

31.

Generator yang menghasilkan arus listrik bolak-balik (AC) disebut:

a)

Dinamo

b)

Alternator

c)

Konverter

d)

Baterai

32.

Pada generator DC, yang berfungsi menghubungkan kumparan jangkar yang berputar dengan rangkaian luar (beban) adalah:

a)

Slip Ring

b)

Komutator dan Sikat Arang

c)

Regulator Tegangan

d)

Inti Besi

33.

Apa yang terjadi pada GGL induksi jika kecepatan putaran rotor pada generator ditingkatkan (dengan asumsi medan magnet konstan)?

a)

GGL induksi berkurang.

b)

GGL induksi menjadi nol.

c)

GGL induksi meningkat.

d)

GGL induksi tidak berubah.

34.

Generator listrik mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Apa sumber umum dari energi mekanik tersebut?

a)

Reaksi kimia

b)

Turbin (air, uap, angin)

35.

Sikat Arang pada generator berfungsi sebagai:

a)

Penguat medan magnet

b)

Penyangga mekanis rotor

c)

Penghantar arus listrik dari atau ke bagian yang berputar

d)

Pengubah frekuensi

36.

Generator sinkron umumnya digunakan pada:

a)

Sepeda motor

b)

Pembangkit listrik skala besar

c)

Bel listrik

d)

Lampu senter

37.

Apa yang membedakan generator DC dari generator AC dalam hal mekanisme keluaran (output)?

a)

Jumlah kutub magnet

b)

Penggunaan slip ring vs. komutator

c)

Bahan konduktor

d)

Kecepatan putaran

38.

Dalam generator, kemagnetan sisa (residual magnetism) pada kutub medan magnet diperlukan untuk:

a)

Mengurangi panas berlebih.

b)

Memulai proses pembangkitan tegangan (self-excitation).

c)

Menstabilkan kecepatan putaran.

d)

Menahan gaya sentrifugal.

39.

Efisiensi (η) sebuah generator didefinisikan sebagai perbandingan antara:

a)

Daya masukan (input) terhadap daya keluaran (output).

b)

Daya keluaran (output) terhadap daya masukan (input).

c)

Kerugian daya terhadap daya keluaran.

d)

Kerugian daya terhadap daya masukan.

40.

Untuk menghasilkan tegangan keluaran yang lebih stabil dan rata (smooth) pada generator DC, biasanya digunakan:

a)

Komutator dengan dua segmen.

b)

Lebih sedikit lilitan kawat.

c)

Komutator dengan banyak segmen.

d)

Kecepatan putaran yang sangat tinggi.