wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

SOAL PAS MATPEL PELAYANAN FARMASI KELAS 11 FARMASI

Total questions: 50

Worksheet time: 25mins

Name
Class
Date
1.

Menurut peraturan perundang-undangan di Indonesia, yang dimaksud dengan Apotek adalah...

a)

Tempat dilakukannya pekerjaan kefarmasian dan penyaluran alat kesehatan.

b)

Tempat penyimpanan dan penjualan obat bebas.

c)

Sarana pelayanan kesehatan tempat dilakukannya pekerjaan kefarmasian oleh Apoteker.

d)

Toko yang menjual obat keras dan obat bebas terbatas.

e)

Klinik tempat praktik Dokter dan perawat.

2.

Tenaga kesehatan utama dan penanggung jawab penuh atas pengelolaan apotek di Indonesia adalah...

a)

Asisten Apoteker (Tenaga Teknis Kefarmasian).

b)

Dokter Umum.

c)

Apoteker (Pharmacist).

d)

Perawat.

e)

Tenaga Administrasi.

3.

Berikut adalah salah satu fungsi utama apotek sebagai sarana pelayanan kesehatan, kecuali...

a)

Pelayanan Informasi Obat (PIO).

b)

Pelayanan resep dari dokter.

c)

pengamanan dan distribusi perbekalan farmasi

d)

melakukan upaya preventif

e)

pelayanan tindakan medis invasif

4.

Yang merupakan kepanjangan dari SIA dalam konteks perizinan apotek adalah...

a)

Surat Izin Apoteker.

b)

Sistem Informasi Apotek.

c)

Surat Izin Apotek.

d)

Standar Instalasi Apotek.

e)

Sarana Informasi Obat.

5.

Kegiatan pelayanan kefarmasian yang dilakukan oleh Apoteker dalam rangka penggunaan obat yang rasional dan efektif di apotek disebut...

a)

Pengadaan obat.

b)

Administrasi keuangan.

c)

Asuhan Kefarmasian (Pharmaceutical Care).

d)

Inventory Control.

e)

Pemasaran produk.

6.

Prosedur standar yang harus dilakukan Apoteker saat menerima resep dari dokter adalah...

a)

Langsung menghitung harga obat.

b)

Segera membuat salinan resep.

c)

Melakukan skrining resep (Administratif, Farmasetik, dan Klinis).

d)

Mencatat nama pasien di buku penjualan.

e)

Langsung menyerahkan obat tanpa konfirmasi.

7.

Yang termasuk dalam aspek skrining resep secara farmasetik adalah pengecekan mengenai...

a)

Identitas pasien dan dokter.

b)

Bentuk dan kekuatan sediaan obat (Dosis, Stabilitas, Kompatibilitas).

c)

Adanya alergi pada pasien.

d)

Interaksi obat dengan makanan.

e)

Aturan pakai yang diberikan oleh pasien.

8.

Dalam struktur organisasi apotek, individu yang bertanggung jawab atas pengelolaan stok obat, pencatatan keluar-masuk barang, dan membantu pelayanan di bawah supervisi Apoteker adalah...

a)

Asisten Apoteker

b)

Manajer Apotek

c)

Kasir

d)

Dokter

9.

Tempat penyimpanan obat yang memerlukan suhu rendah, biasanya antara 2°C sampai 8°C, seperti insulin dan beberapa jenis vaksin, adalah...

a)

Lemari narkotika.

b)

Lemari pendingin (kulkas farmasi).

c)

Rak penyimpanan obat bebas.

d)

Gudang umum.

e)

Rak obat luar.

10.

Catatan yang harus dibuat oleh Apoteker ketika terjadi perubahan dosis, penggantian obat, atau penyesuaian lain pada resep dokter yang telah dikonsultasikan, disebut...

a)

Kartu stok.

b)

Laporan keuangan.

c)

Salinan Resep (Copy Resep).

d)

Faktur pembelian.

e)

Etiket obat.

11.

12. Penggolongan obat yang ditandai dengan lingkaran hijau bergaris tepi hitam adalah...

a)

Obat bebas

b)

Obat keras

c)

Obat bebas terbatas

d)

Obat psikotropika

12.

a. Obat Keras. b. Obat Narkotika. c. Obat Psikotropika. d. Obat Bebas. e. Obat Bebas Terbatas.

a)

Obat Keras.

b)

Obat Narkotika.

c)

Obat Psikotropika.

d)

Obat Bebas.

e)

Obat Bebas Terbatas.

13.

Istilah yang merujuk pada kesiapan dan ketersediaan obat dan alat kesehatan di apotek untuk memenuhi kebutuhan pasien disebut...

a)

Dispensing.

b)

Perbekalan Farmasi (Farmaceutical Supplies).

c)

Drug Related Problems.

d)

Pharmaceutical Care.

e)

Copy Resep.

14.

Dokumen yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi keluar masuk obat, terutama untuk obat golongan Narkotika dan Psikotropika, adalah...

a)

Faktur pembelian.

b)

Resep.

c)

Kartu Stok atau Buku Pencatatan Khusus.

d)

Kwitansi.

e)

Daftar harga.

15.

Di Indonesia, apotek diwajibkan memiliki Apoteker Penanggung Jawab dan dapat dibantu oleh...

a)

Satu orang perawat.

b)

Dua orang dokter.

c)

Apoteker Pendamping dan Tenaga Teknis Kefarmasian.

d)

Tenaga akuntansi.

e)

Tenaga pemasaran saja.

16.

Yang termasuk dalam Obat Wajib Apotek (OWA) adalah obat keras yang dapat diserahkan oleh Apoteker kepada pasien tanpa resep dokter, namun dengan batasan jumlah tertentu dan penyerahan informasi yang jelas. Contoh obat yang termasuk OWA adalah...

a)

Insulin Injeksi.

b)

Morfin tablet.

c)

Pil Kontrasepsi (KB) atau Betametason Krim.

d)

Obat Kanker.

e)

Antibiotik (seperti Amoxicillin).

17.

Apotek harus mampu memberikan informasi mengenai cara penggunaan, efek samping, dan penyimpanan obat kepada pasien. Kegiatan ini dikenal sebagai...

a)

Skrining Resep.

b)

Penyiapan Obat.

c)

Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) atau Konseling.

18.

Proses penyerahan obat yang telah diracik atau disiapkan kepada pasien, disertai dengan pemberian etiket dan penjelasan, disebut...

a)

Recording.

b)

Packaging.

c)

Dispensing.

d)

Order taking.

e)

Capping.

19.

Yang merupakan contoh dari pelayanan farmasi klinis di apotek adalah...

a)

Menerima resep dari dokter.

b)

Menghitung harga obat.

c)

Membersihkan rak obat.

d)

Melakukan monitoring penggunaan obat pada pasien kronis.

e)

Menghubungi distributor obat.

20.

Tujuan dari dilakukannya Pemusnahan Obat di apotek adalah untuk...

a)

Mengganti obat yang laku dijual.

b)

Mencegah penyalahgunaan obat yang sudah kadaluarsa atau rusak.

c)

Mengurangi beban pajak apotek.

d)

menjaga kebersihan gudang

e)

menghitung keuntungan bersih

21.

Tahapan awal dan paling krusial dalam siklus pengelolaan perbekalan farmasi di Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) yang bertujuan untuk menentukan jenis dan jumlah perbekalan farmasi yang dibutuhkan sesuai kebutuhan medis adalah...

a)

Pengadaan (Procurement)

b)

Distribusi (Distribution)

c)

Penyimpanan (Storage)

d)

Perencanaan (Planning)

22.

Metode perencanaan kebutuhan perbekalan farmasi yang paling umum digunakan dan didasarkan pada perhitungan data penggunaan (konsumsi) perbekalan farmasi periode sebelumnya adalah metode...

a)

Metode ABC

b)

Metode Just in Time (JIT)

c)

Metode Epidemiologi

d)

Metode Konsumsi

23.

Prinsip penyimpanan perbekalan farmasi yang memprioritaskan obat yang tanggal kadaluwarsanya (Expiry Date) lebih dekat untuk dikeluarkan terlebih dahulu, terlepas dari tanggal kedatangannya, adalah...

a)

LIFO (Last In, First Out)

b)

FIFO (First In, First Out)

c)

LILO (Last In, Last Out)

d)

FEFO (First Expired, First Out)

24.

Salah satu keuntungan utama dari sistem distribusi Unit Dose Dispensing (UDD) di rumah sakit adalah...

a)

Membutuhkan lebih sedikit tenaga farmasi.

b)

Memungkinkan pasien menanggung biaya obat lebih rendah.

c)

Menghilangkan kebutuhan akan lemari stok di ruang perawatan.

d)

Mengurangi kesalahan obat (medication errors) dan meningkatkan kontrol terhadap inventaris.

25.

Dalam Apotek, obat yang diklasifikasikan sebagai Narkotika harus disimpan di tempat khusus. Persyaratan penyimpanan yang paling tepat untuk obat Narkotika adalah...

a)

Disimpan di rak terbuka untuk memudahkan pengawasan langsung oleh Apoteker.

b)

Disimpan terpisah dari obat lain, dikunci rangkap, dan kunci dipegang oleh Apoteker Penanggung Jawab.

c)

Disimpan bersama obat Prekursor dalam satu lemari terkunci.

d)

Disimpan di dalam lemari pendingin (kulkas) dengan suhu 2oC sampai 8oC.

26.

Analisis ABC dalam pengelolaan perbekalan farmasi digunakan untuk...

a)

Mengklasifikasikan perbekalan farmasi berdasarkan nilai investasi (biaya) tahunan.

b)

Menilai tingkat kecepatan pergerakan (turnover) masing-masing item obat.

c)

Menentukan jenis obat yang harus masuk ke dalam Formularium Rumah Sakit.

d)

Mengevaluasi kesesuaian obat dengan standar pelayanan minimal di rumah sakit.

27.

Indikator efisiensi pengelolaan perbekalan farmasi di IFRS yang mengukur seberapa sering seluruh persediaan diubah (diganti) dalam setahun adalah...

a)

Nilai Stock Out

b)

Persentase Obat Kadaluarsa

c)

Rasio Perencanaan

d)

Turn Over Ratio (TOR) / Rasio Perputaran Persediaan

28.

Apabila terjadi kerusakan atau kedaluwarsa (ED) pada perbekalan farmasi, tindakan yang harus segera dilakukan Apoteker adalah...

a)

Memusnahkan obat tersebut tanpa prosedur formal untuk menghemat waktu.

b)

Mengembalikan obat tersebut ke distributor untuk diganti dengan stok baru.

c)

Segera menjualnya dengan harga diskon besar-besaran sebelum tanggal ED terlewati.

d)

Mencatat, mengamankan (memisahkan/mengisolasi), dan menyiapkan berita acara untuk proses pemusnahan resmi.

29.

Sistem distribusi perbekalan farmasi di rumah sakit di mana perbekalan farmasi disiapkan dan diserahkan oleh IFRS dalam persediaan lengkap untuk diletakkan di lemari stok ruang perawatan adalah sistem...

a)

One Day Supply

b)

Individual Prescribing (IP)

c)

floor stock

d)

unit dose dispensing

30.

Di Apotek, dokumen yang wajib diisi setiap terjadi penerimaan atau pengeluaran obat (terutama Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor) untuk tujuan pengendalian dan pelaporan adalah...

a)

Faktur Penjualan

b)

Laporan Keuangan Bulanan

c)

Kartu Stok / Kartu Kendali

d)

Surat Pesanan Obat

31.

Tujuan utama dari kegiatan seleksi (pemilihan) perbekalan farmasi di IFRS, yang hasilnya diwujudkan dalam Formularium Rumah Sakit, adalah...

a)

Menentukan jumlah obat yang akan dipesan untuk periode satu tahun ke depan.

b)

Memprioritaskan obat-obat dengan harga termurah.

c)

Memastikan ketersediaan obat yang paling aman, efektif, dan cost-effective, serta mengurangi duplikasi item.

d)

Memastikan semua obat yang ada di pasaran tersedia di rumah sakit.

32.

Dalam Apotek, jika Apoteker menemukan obat yang akan kedaluwarsa dalam waktu kurang dari 3 bulan, tindakan pencegahan yang paling tepat untuk meminimalkan kerugian adalah...

a)

Menyimpannya di tempat yang sama untuk memastikan FIFO/FEFO berjalan dengan baik.

b)

Memindahkan obat ke rak penyimpanan dan menunggu tanggal ED terlewat.

c)

Menarik obat dari display dan segera memproses pemusnahan.

d)

Mengisolasi obat (karantina) dan mempertimbangkan upaya promosi untuk percepatan penjualan, atau retur ke PBF jika memungkinkan.

33.

Salah satu kriteria utama yang harus dipenuhi oleh Pemasok Besar Farmasi (PBF) yang dipilih oleh Apotek atau IFRS untuk pengadaan perbekalan farmasi adalah...

a)

Berlokasi sangat jauh dari fasilitas kesehatan untuk mengurangi risiko pencurian.

b)

Menawarkan diskon terbesar dibandingkan PBF lainnya.

c)

Memiliki izin PBF yang sah dan menerapkan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB).

d)

memiliki sertifikat izin edar dari BPOM

34.

Bagian mana dari siklus pengelolaan perbekalan farmasi yang merupakan tanggung jawab bersama antara Apoteker, dokter, perawat, dan manajemen secara keseluruhan?

a)

Penggunaan / Pemakaian (Pemberian kepada Pasien)

b)

Pengadaan

c)

Penyimpanan

d)

Perencanaan

35.

Di Apotek atau IFRS, jika ditemukan kekurangan stok (defisit) saat dilakukan stock opname (inventarisasi fisik), penyebab yang paling mungkin bukan adalah...

a)

Pencurian atau penyalahgunaan (hilang).

b)

Kesalahan pencatatan pada kartu stok (misalnya, salah mencatat jumlah keluar).

c)

Kelebihan pesanan dari PBF yang belum dicatat dalam penerimaan.

d)

Pemberian obat kepada pasien tanpa disertai pencatatan (lupa mencatat pengeluaran).

36.

Sistem informasi farmasi yang ideal di Apotek atau IFRS harus mampu memberikan peringatan (alert) secara otomatis mengenai...

a)

Jumlah kunjungan pasien harian di rumah sakit.

b)

Hasil audit keuangan IFRS pada akhir tahun.

c)

Tanggal Kadaluwarsa (ED) kritis, stock out, dan overstock.

d)

Tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan dokter.

37.

Manakah dari kegiatan berikut yang bukan termasuk dalam lingkup tugas Apoteker dalam pengelolaan perbekalan farmasi di Apotek?

a)

Melakukan pemeriksaan fisik pasien dan mendiagnosis penyakit.

b)

Melakukan dispensing (penyiapan dan penyerahan) obat kepada pasien.

c)

Melakukan evaluasi penggunaan obat secara klinis (Drug Utilization Review/DUR).

d)

Menyusun Surat Pesanan (SP) dan menandatanganinya (untuk obat-obatan tertentu).

38.

Pengadaan perbekalan farmasi melalui tender terbuka (lelang) lebih cocok digunakan untuk item perbekalan farmasi yang...

a)

Dibeli dalam jumlah sedikit dan bersifat mendesak (cito).

b)

Termasuk dalam kelompok item A (nilai investasi tinggi) dengan volume besar dan kebutuhan terstandar.

c)

Merupakan obat paten tunggal dengan distributor eksklusif.

39.

Berdasarkan pedoman penyimpanan, perbekalan farmasi yang harus disimpan pada suhu dingin (2oC - 8oC) adalah...

a)

Vaksin, Serum, dan Insulin

b)

Cairan Infus (misalnya NaCl 0,9%)

c)

Obat Tablet dan Kapsul

d)

Obat Narkotika dan Psikotropika

40.

Metode pemesanan perbekalan farmasi yang didasarkan pada penentuan titik order kembali (Reorder Point/ROP) dan jumlah pesanan ekonomis (Economic Order Quantity/EOQ) bertujuan untuk...

a)

Hanya digunakan untuk item-item yang termasuk dalam kategori V (Vital).

b)

Mengutamakan kualitas barang daripada efisiensi biaya.

c)

Meminimalkan total biaya persediaan (biaya pemesanan dan biaya penyimpanan).

d)

Memastikan stok hanya dipesan satu kali dalam setahun.

41.

Menurut Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek/Puskesmas, manakah dari kegiatan di bawah ini yang tergolong dalam Pelayanan Kefarmasian Klinis?

a)

Pencatatan dan Pelaporan

b)

Penyimpanan dan Pendistribusian

c)

Pemantauan Terapi Obat (PTO) dan Konseling

d)

Perencanaan dan Pengadaan Sediaan Farmasi

42.

Tujuan utama dari penerapan Standar Pelayanan Kefarmasian adalah?

a)

Meningkatkan pendapatan fasilitas pelayanan kesehatan.

b)

Memastikan ketersediaan obat yang cukup dan terjangkau di pasaran.

c)

Melindungi pasien dari kesalahan penggunaan obat dan meningkatkan mutu hidup pasien.

d)

Memperluas jejaring bisnis apotek dengan pihak distributor.

43.

Tahapan kritis dalam kegiatan dispensing (penyerahan obat) yang bertujuan untuk memastikan pasien memahami cara penggunaan obat adalah:

a)

Pemberian Informasi Obat (PIO)

b)

Pengecekan Akhir (DUBLE-CHECK)

c)

Penyiapan Obat

d)

Skrining Resep

44.

Pada konseling obat, Apoteker menggunakan pendekatan "3 Pertanyaan Utama" kepada pasien. Pertanyaan pertama yang harus diajukan adalah:

a)

Apakah Anda memiliki alergi terhadap obat ini?

b)

Apa efek samping yang paling ditakuti dari obat ini?

c)

Apakah anda sudah mengetahui dosis maksimal obat ini ?

d)

apa yang dikatakan dokter tentang kegunaan obat

45.

Berikut adalah komponen dari Asuhan Kefarmasian (Pharmaceutical Care) yang dilakukan Apoteker, KECUALI:

a)

Memberikan terapi pengobatan independen kepada pasien tanpa resep dokter.

b)

Mengidentifikasi, menyelesaikan, dan mencegah Drug Related Problems (DRPs).

c)

Mengevaluasi hasil akhir yang dialami pasien, termasuk status kesehatannya.

d)

Berinteraksi dengan pasien dan tenaga kesehatan lain untuk mencapai hasil terapi yang optimal.

46.

Dalam Pengelolaan Sediaan Farmasi, tahap apakah yang harus dilakukan setelah tahap Perencanaan untuk memastikan produk yang dibeli memenuhi standar mutu yang ditetapkan?

a)

Pendistribusian

b)

Pencatatan

c)

Penyimpanan

d)

Pengadaan

47.

Berikut adalah salah satu contoh Drug Related Problems (DRPs) yang sering ditemukan Apoteker saat Pemantauan Terapi Obat (PTO):

a)

Pasien lupa membawa resep saat datang ke Apotek.

b)

Pasien menerima obat dengan dosis terlalu rendah sehingga tidak tercapai efek terapi yang diinginkan.

c)

Stok obat tertentu di Apotek sedang kosong.

d)

Harga obat yang diresepkan terlalu mahal bagi pasien.

48.

Langkah yang paling penting dilakukan Apoteker saat memberikan rekomendasi untuk Swamedikasi (Self-Medication) adalah:

a)

Menjual obat dengan harga termurah agar terjangkau pasien.

b)

Mendiagnosis penyakit pasien secara mandiri.

c)

Langsung memberikan obat bebas yang paling populer untuk gejala yang disebutkan.

d)

Melakukan penggalian informasi dan menentukan apakah masalah kesehatan pasien termasuk dalam kategori swamedikasi yang aman.

49.

Dalam penyerahan obat resep, Apoteker harus memastikan adanya etiket pada kemasan obat. Informasi utama yang wajib dicantumkan pada etiket, terutama untuk obat racikan, adalah:

a)

Tanggal kadaluarsa bahan baku obat.

b)

Aturan pakai, nama pasien, tanggal peresepan.

c)

Nama dokter dan nomor telepon apotek.

d)

Nomor Izin Praktik Apoteker (SIPA).

50.

Kegiatan Pemantauan Terapi Obat (PTO) pada Pelayanan Kefarmasian Klinis memiliki tahapan. Manakah tahapan yang paling akhir dalam proses PTO?

a)

Penyusunan rencana Pemantauan Terapi Obat.

b)

Identifikasi Drug Related Problems (DRPs).

c)

Pengumpulan data pasien.

d)

Tindak lanjut rekomendasi dan dokumentasi.