wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Suhu Tubuh: Indikator Vital Fisiologis & Indikasi Kunci

Total questions: 48

Worksheet time: 24mins

Name
Class
Date
1.

Apa yang dimaksud dengan suhu tubuh sebagai indikator vital fisiologis?

a)

Penanda derajat panas menilai kondisi tubuh

b)

Indeks tekanan darah untuk fungsi hemodinamik

c)

Parameter saturasi oksigen memeriksa ventilasi

d)

Ukuran denyut nadi memantau perfusi jaringan

2.

Situasi klinis mana yang paling tepat MEMERLUKAN pengukuran suhu tubuh segera?

a)

Donor darah sebelum pengambilan darah

b)

Atlet sehat setelah latihan ringan

c)

Pasien tanpa gejala pada kontrol rutin

d)

Pasien dengan demam atau hipotermia

3.

Mengapa suhu tubuh dipantau pada periode pasca operasi?

a)

Mengukur status hidrasi subjektif

b)

Menilai kecocokan anestesi umum

c)

Mengganti kebutuhan analgesi standar

d)

Mendeteksi komplikasi infeksi dini

4.

Manakah pernyataan yang BENAR terkait demam?

a)

Penurunan suhu di bawah normal persisten

b)

Kenaikan suhu sebagai respons patologis

c)

Fluktuasi suhu harian fisiologis normal

d)

Tidak terkait risiko infeksi pada pasien

5.

Pada pasien berisiko infeksi, tujuan utama pemantauan suhu adalah untuk:

a)

Mendeteksi tanda awal proses infeksi

b)

Mengukur toleransi latihan fisik ringan

c)

Menentukan tipe golongan antibiotik pasti

d)

Menilai status nutrisi mikronutrien pasien

6.

Evaluasi terapi antipiretik sebaiknya dilakukan dengan cara:

a)

Menentukan dosis tunggal maksimal awal

b)

Menghentikan cairan dan elektrolit pasien

c)

Mengganti rute pemberian ke intravena

d)

Memonitor tren penurunan suhu serial

7.

Skenario: Pasien hipotermia ringan setelah terpapar dingin. Tindakan awal terkait suhu yang paling tepat adalah:

a)

Ukur suhu dan lakukan pemanasan bertahap

b)

Berikan antipiretik dosis standar segera

c)

Tunda pengukuran hingga gejala menetap

d)

Lanjutkan aktivitas fisik tanpa intervensi

8.

Seorang pasien demam mendapat parasetamol. Dua jam kemudian, langkah terbaik untuk menilai efektivitas adalah:

a)

Periksa warna kulit untuk perfusi perifer

b)

Bandingkan suhu dengan nilai pra-terapi

c)

Tanyakan rasa nyeri sebagai indikator utama

d)

Nilai turgor kulit untuk status hidrasi

9.

Manakah pernyataan yang benar tentang alasan termometer raksa jarang digunakan dalam praktik klinis?

a)

Karena akurasinya lebih rendah dari digital

b)

Karena risiko keamanan terhadap paparan raksa

c)

Karena membutuhkan listrik setiap penggunaan

d)

Karena pembacaan selalu lebih lambat dari inframerah

10.

Peralatan mana yang termasuk primer untuk pengukuran suhu tubuh standar?

a)

Tisu untuk pembersihan permukaan

b)

Hand sanitizer berbasis alkohol

c)

Termometer digital untuk pengukuran kontak

d)

Sarung tangan steril sekali pakai

11.

Seorang perawat akan mengukur suhu pasien tanpa kontak. Perangkat apa yang paling tepat digunakan?

a)

Termometer inframerah untuk dahi atau telinga

b)

Termometer alkohol untuk lingkungan

c)

Termometer digital untuk oral atau aksila

d)

Termometer raksa dengan kolom kaca

12.

Setelah menggunakan termometer inframerah di ruang triase, tindakan pencegahan kebersihan yang paling sesuai adalah apa?

a)

Mengganti baterai sebelum disimpan

b)

Menyimpan perangkat tanpa pembersihan

c)

Menggunakan hand sanitizer pada tangan

d)

Mencuci perangkat dengan air mengalir

13.

Dalam paket peralatan standar, komponen sekunder apa yang mendukung keselamatan saat pengukuran suhu?

a)

Termometer inframerah untuk pengukuran cepat

b)

Termometer digital untuk hasil akurat

c)

Sarung tangan untuk perlindungan petugas

d)

Tisu untuk mengelap lensa perangkat

14.

Pada diagram, mana lokasi anatomi yang termasuk metode pengukuran suhu menggunakan termometer di mulut?

a)

Rektal (anus) di kanal rektum

b)

Aksila (ketiak) di lipatan lengan

c)

Telinga (tympani) di liang telinga

d)

Oral (mulut) pada rongga mulut

15.

Lokasi manakah yang mengacu pada pengukuran suhu di ketiak?

a)

Aksila (ketiak) pada lipatan aksila

b)

Rektal (anus) di rektum

c)

Temporal (dahi) sepanjang arteri

d)

Tympani (telinga) pada membran

16.

Seorang pasien memiliki iritasi rektum. Berdasarkan diagram, metode alternatif yang menghindari rektum adalah:

a)

Oral (mulut) pada rongga mulut

b)

Tympani (telinga) pada membran timpani

c)

Rektal (anus) melalui kanal rektum

d)

Temporal (dahi) dengan sensor dahi

17.

Metode mana yang memanfaatkan membran timpani sebagai lokasi pengukuran suhu?

a)

Oral (mulut) pada rongga mulut

b)

Aksila (ketiak) di lipatan aksila

c)

Temporal (dahi) di permukaan kulit

d)

Telinga (tympani) di saluran telinga

18.

Untuk skrining cepat pada pasien pediatrik gelisah, lokasi mana yang biasanya paling praktis menurut diagram?

a)

Aksila (ketiak) dengan sensor kontak

b)

Oral (mulut) dengan termometer batang

c)

Rektal (anus) dengan probe fleksibel

d)

Temporal (dahi) dengan sensor geser

19.

Rentang suhu normal oral pada dewasa paling mendekati mana?

a)

37,0–38,0 °C

b)

36,0–36,8 °C

c)

36,0–37,0 °C

d)

36,5–37,5 °C

20.

Lokasi mana yang digambarkan sebagai pilihan aman untuk bayi dan anak?

a)

Telinga dengan termometer timpani

b)

Aksila di ketiak

c)

Oral di bawah lidah

d)

Dahi menggunakan sensor temporal

21.

Metode mana yang dinyatakan paling akurat untuk bayi/anak?

a)

Oral menggunakan termometer digital

b)

Rektal dengan termometer lubrikasi

c)

Temporal/dahi inframerah nontouch

d)

Aksila dengan penempatan ketiak

22.

Rentang suhu normal aksila menurut bagan adalah berapa?

a)

36,0–37,0 °C

b)

36,5–37,5 °C

c)

37,0–38,0 °C

d)

36,0–38,0 °C

23.

Rentang suhu normal telinga/dahi yang ditunjukkan adalah apa?

a)

36,0–37,0 °C

b)

36,5–37,5 °C

c)

37,0–38,0 °C

d)

36,0–36,5 °C

24.

Manakah pernyataan yang tepat tentang akurasi lokasi pengukuran yang dibandingkan?

a)

Oral selalu lebih akurat daripada aksila

b)

Temporal lebih akurat daripada rektal pada neonatus

c)

Rektal dianggap paling akurat untuk bayi/anak

d)

Aksila paling akurat pada semua usia

25.

Kapan metode temporal/dahi paling bermanfaat menurut ringkasan gambar?

a)

Saat membutuhkan prosedur invasif cepat

b)

Saat menginginkan cara cepat dan non-invasif

c)

Saat pasien tidak bisa bernapas melalui hidung

d)

Saat menilai suhu inti dengan presisi tinggi

26.

Untuk orang dewasa, lokasi pengukuran yang umum digunakan adalah apa?

a)

Aksila karena aman

b)

Oral karena umum pada dewasa

c)

Rektal karena akurat

d)

Temporal karena tanpa kontak

27.

Jika suhu aksila pasien 37,2 °C, interpretasi paling tepat adalah apa?

a)

Tidak dapat ditafsirkan tanpa usia pasien

b)

Masih dalam rentang normal aksila

c)

Jauh di bawah batas normal aksila

d)

Sedikit di atas batas normal aksila

28.

Seorang bayi memerlukan penilaian suhu paling akurat. Lokasi mana yang sebaiknya dipilih?

a)

Aksila karena aman di semua kasus

b)

Oral karena mudah digunakan

c)

Rektal karena paling akurat bayi/anak

d)

Temporal karena paling cepat dan nyaman

29.

Langkah pertama sebelum mengukur suhu aksila adalah apa?

a)

Menyiapkan alat disinfeksi ruangan

b)

Meminta pasien membuka kemeja sepenuhnya

c)

Cuci tangan dengan teknik yang benar

d)

Memakai sarung tangan steril sekali pakai

30.

Tujuan utama komunikasi kepada pasien sebelum pengukuran aksila adalah apa?

a)

Menjelaskan prosedur agar pasien kooperatif

b)

Menentukan pilihan lokasi pengukuran alternatif

c)

Meminta persetujuan tertulis untuk tindakan

d)

Mencari riwayat alergi terhadap alkohol

31.

Apa yang harus dilakukan jika area ketiak pasien basah sebelum pengukuran?

a)

Semprotkan antiseptik pada area ketiak

b)

Gunakan termometer oral sebagai pengganti

c)

Keringkan ketiak pasien terlebih dahulu

d)

Biarkan karena tidak mempengaruhi hasil

32.

Penempatan termometer yang benar saat pengukuran aksila adalah di mana?

a)

Di atas pakaian dekat ketiak

b)

Di bawah otot pektoralis mayor

c)

Di tengah aksila menempel kulit

d)

Di tepi luar lipatan aksila

33.

Setelah termometer ditempatkan di aksila, apa tindakan selanjutnya?

a)

Pindahkan termometer setiap 30 detik

b)

Tekan termometer agar lebih dalam

c)

Rapatkan lengan pasien dengan lembut

d)

Minta pasien mengangkat lengan terus

34.

Kapan pengukuran suhu aksila dinyatakan selesai?

a)

Saat alarm termometer berbunyi

b)

Ketika pasien merasa nyaman kembali

c)

Saat layar termometer berkedip cepat

d)

Setelah tepat 60 detik berlalu

35.

Mengapa keringkan ketiak penting untuk akurasi hasil?

a)

Air meningkatkan konduksi panas berlebih

b)

Kelembapan dapat menurunkan pembacaan suhu

c)

Kering membuat sensor lebih sensitif

d)

Basah menyebabkan alarm tidak berbunyi

36.

Komponen higienitas yang ditekankan pada fase persiapan adalah apa?

a)

Mengganti pakaian kerja steril harian

b)

Menggunakan handrub setiap 5 menit

c)

Cuci tangan sebelum dan sesudah prosedur

d)

Dekontaminasi alat dengan autoklaf

37.

Jika pasien tidak memahami penjelasan, tindakan paling tepat adalah apa?

a)

Tetap lanjutkan untuk efisiensi waktu

b)

Alihkan ke pengukuran rektal segera

c)

Ulangi penjelasan dengan bahasa sederhana

d)

Tunda pengukuran hingga dokter datang

38.

Apa risiko penempatan termometer tidak di tengah aksila?

a)

Menghasilkan pembacaan suhu kurang akurat

b)

Menyebabkan iritasi kulit parah

c)

Meningkatkan durasi alarm berkepanjangan

d)

Mengurangi kenyamanan lengan permanen

39.

Saat merapatkan lengan pasien, prinsip teknik yang dianjurkan adalah apa?

a)

Tekan kuat agar termometer stabil

b)

Rapatkan dengan lembut dan stabil

c)

Ikat lengan menggunakan perban elastis

d)

Biarkan lengan menggantung bebas

40.

Indikator visual yang membantu dalam fase pengukuran menggambarkan apa?

a)

Lokasi pembuluh darah subklavia

b)

Arah penempatan termometer di aksila

c)

Cara membaca angka pada layar

d)

Jenis baterai termometer yang digunakan

41.

Pada tahap akhir pengukuran suhu aksila, apa yang harus dilakukan segera setelah membaca angka pada layar termometer?

a)

Matikan termometer tanpa mencatat hasil apa pun

b)

Catat hasil pada rekam medis pasien segera

c)

Menunggu lima menit sebelum mencatat angkanya

d)

Minta pasien mengingatkan nilai saat kontrol berikut

42.

Langkah dekontaminasi termometer yang benar setelah digunakan adalah apa?

a)

Bersihkan sesuai standar, lalu simpan di tempatnya

b)

Rendam semalaman dalam air panas biasa

c)

Bilas cepat dengan air tanpa disinfektan

d)

Lap kering saja dan gunakan kembali segera

43.

Jika fasilitas kehabisan larutan disinfektan standar, tindakan paling tepat untuk menjaga keselamatan dan alur kerja adalah apa?

a)

Tetap pakai termometer tanpa pembersihan

b)

Gunakan cairan pembersih rumah tangga seadanya

c)

Tunda penggunaan termometer dan laporkan kekosongan

d)

Pinjam termometer pasien untuk sementara

44.

Setelah menyelesaikan seluruh prosedur, kapan cuci tangan harus dilakukan oleh petugas?

a)

Tidak perlu jika memakai sarung tangan sepanjang prosedur

b)

Hanya jika termometer terlihat kotor atau basah

c)

Segera setelah selesai sebelum menyentuh benda lain

d)

Saat sudah kembali ke ruang staf di kemudian hari

45.

Pada pengukuran suhu klinis, apa alasan utama memilih lokasi pengukuran yang sesuai dengan usia dan kondisi pasien?

a)

Mengurangi waktu pemeriksaan tanpa meningkatkan akurasi

b)

Memaksimalkan keakuratan dan relevansi hasil pengukuran

c)

Memungkinkan penggunaan alat termahal untuk semua pasien

d)

Menjamin kenyamanan pasien meski hasil kurang konsisten

46.

Ketika menafsirkan suhu dari lokasi berbeda, langkah paling penting agar interpretasi akurat adalah:

a)

Menyamakan semua hasil ke satu nilai standar umum

b)

Mengutamakan hasil lokasi yang paling mudah diakses

c)

Memahami rentang normal spesifik untuk tiap lokasi

d)

Mengabaikan variasi fisiologis antar individu

47.

Seorang perawat mengikuti langkah-langkah prosedur pengukuran suhu secara konsisten dari awal hingga akhir. Dampak utamanya adalah:

a)

Memastikan hasil yang andal dan dapat direplikasi

b)

Mengurangi kebutuhan kalibrasi alat di masa depan

c)

Meningkatkan kecepatan tetapi menurunkan akurasi

d)

Menghilangkan kebutuhan verifikasi oleh rekan kerja

48.

Dalam pencegahan infeksi saat pengukuran suhu, praktik kebersihan tangan yang tepat sebaiknya dilakukan kapan?

a)

Hanya sebelum kontak dengan pasien dilakukan

b)

Saat ada gejala infeksi terlihat pada pasien

c)

Hanya setelah kontak dengan pasien selesai

d)

Sebelum dan sesudah setiap kontak dengan pasien