wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

FD2025

Total questions: 50

Worksheet time: 38mins

Name
Class
Date
1.

Apotek menerima resep anak berisi parasetamol dan vitamin C yang harus dibuat dalam bentuk puyer terbagi. Saat menimbang bahan, Anda menyadari bahwa vitamin C mudah teroksidasi bila terkena udara. Bagaimana cara terbaik untuk menjaga stabilitas puyer?

a)

Menggunakan mortir logam

b)

Mencampur seluruh bahan sekaligus tanpa penghalusan

c)

Menambahkan adsorben seperti MgO

d)

Mengemas puyer dalam kertas perkamen

e)

Mencampur cepat dan segera mengemas dalam wadah tertutup

2.

Seorang dokter meresepkan puyer yang menghasilkan bobot kurang dari 100 mg per bungkus, sehingga sulit ditimbang dan dikemas. Anda harus menambahkan bahan pengisi. Apa bahan pengisi paling tepat untuk puyer tersebut?

a)

Magnesium stearat

b)

Laktosa

c)

Pati jagung

d)

Talk

e)

Tepung beras sebagai pengikat

3.

Sebuah industri farmasi akan membuat obat dari minyak atsiri untuk terapi gangguan pencernaan. Minyak tersebut bersifat cair dan mudah menguap. Apa bentuk kapsul yang paling sesuai untuk bahan tersebut?

a)

Kapsul keras ukuran besar

b)

Kapsul keras dengan pengisi laktosa

c)

Kapsul lunak

d)

Kapsul gelatin dengan penyalut enterik

e)

Kapsul herbal transparan

4.

Seorang TVF diminta menyiapkan serbuk obat sebanyak 500 mg tiap kapsul. Bahan yang digunakan memiliki densitas rendah sehingga membutuhkan ruang yang cukup besar. Berapa ukuran kapsul yang paling mendekati untuk menampung serbuk tersebut?

a)

Ukuran 4

b)

Ukuran 3

c)

Ukuran 1

d)

Ukuran 0

e)

Ukuran 00

5.

Sebuah formula tablet memiliki masalah sulit larut dan baru hancur setelah lebih dari 1 jam. Tablet tersebut tampak sangat keras. Apa komponen formula yang perlu ditingkatkan untuk mengatasi masalah ini?

a)

Lubrikan

b)

Pengisi

c)

Pengikat

d)

Disintegran

e)

Pemanis

6.

Seorang TVF di Industri Farmasi akan membuat tablet yang dapat melewati lambung dan hancur di usus untuk menghindari iritasi lambung. Apa jenis penyalut yang diperlukan?

a)

Film coating biasa

b)

Sugar coating

c)

Enteric coating

d)

Seal coating

e)

Compression coating tanpa bahan polimer

7.

Sediaan bedak tabur yang sedang Anda buat terasa kasar saat diuji dengan jari. Pasien meminta bedak yang halus untuk bayi. Apa proses yang sebaiknya dilakukan untuk menghasilkan bedak lebih halus?

a)

Trituraton dengan pelarut

b)

Ayakan dengan mesh lebih kecil

c)

Penambahan pati sebagai adsorben

d)

Penambahan magnesium stearat

e)

Pencampuran cepat tanpa penghalusan

8.

Seorang TVF akan membuat sediaan bedak purol. Bahan yang digunakan untuk sediaan diantaranya Asam Salisilat, Balsam Peru, Adeps Lanae, Magnesium Oksida, Seng Oksida, dan Talk Venet. Berapa nomor ayakan yang sebaiknya digunakan?

a)

8

b)

20

c)

44

d)

60

e)

100

9.

Dalam pembuatan pil, seorang TVF mendapati bahwa bobot pil tidak seragam antar unit. Pemeriksaan menunjukkan massa yang dibuat kurang homogen. Apa langkah yang paling tepat dilakukan?

a)

Mengurangi waktu pencampuran

b)

Menambah pelumas sejak awal

c)

Menguleni lebih lama hingga massa plastis merata

d)

Menambahkan pewarna larut air

e)

Mengurangi bahan aktif

10.

Seorang pasien memperoleh resep lotio berisi zinc oxide dan calamine. Saat dibiarkan beberapa menit, Anda melihat bagian padat cepat mengendap di dasar botol. Pasien mengeluhkan sulit mengocok hingga homogen. Apa bahan tambahan yang tepat untuk meningkatkan stabilitas suspensi lotio?

a)

Propilen glikol

b)

Karbomer

c)

NaCMC (sodium carboxymethylcellulose)

d)

Etanol 70%

11.

Seorang pasien dengan kulit sangat kering membutuhkan sediaan yang mampu menjaga kelembapan dan memberi oklusi kuat. Dokter meresepkan salep sederhana. Apa basis salep yang paling sesuai untuk kondisi tersebut?

a)

Vaselin putih

b)

PEG 400:PEG 4000 (1:1)

c)

Emulsi O/W

d)

Gliserin

e)

Lanolin anhidrat

12.

Seorang pasien ingin krim yang mudah dicuci dengan air dan tidak lengket. Produk digunakan untuk area wajah. Apa jenis krim yang paling sesuai?

a)

Krim W/O

b)

Krim O/W

c)

Krim anhidrat

d)

Krim hidrokarbon

e)

Krim absorpsi

13.

Sebuah krim O/W mengandung banyak air dan digunakan untuk pasien anak. Untuk mencegah kontaminasi mikroba, diperlukan pengawet yang kompatibel dengan emulsi. Apa pilihan pengawet yang umum digunakan dalam krim O/W?

a)

Sorbitol

b)

Metil paraben

c)

PEG 4000

d)

Talk

e)

Stearil alkohol

14.

Apoteker meminta Anda membuat pasta zinc oxide 40% untuk ruam kulit yang memerlukan perlindungan kuat. Pasta harus tebal dan tidak mudah menyebar. Apa sifat khas sediaan tersebut dibandingkan salep?

a)

Mengandung lipid tinggi sehingga lebih mudah menyebar

b)

Mengandung zat padat tinggi sehingga bersifat protektif

c)

Cepat hilang bila dicuci air

d)

Digunakan terutama untuk luka dalam

e)

Memiliki konsistensi cair

15.

Pasta yang baru dibuat tampak sangat kental sehingga sulit dikeluarkan dari wadah. Setelah dua hari, pasta menjadi lebih lembut dan mudah diaplikasikan. Apa kemungkinan penyebab perubahan tersebut?

a)

Bahan aktif menguap

b)

Penambahan disintegran

c)

Redistribusi cairan dalam basis pasta

d)

Reaksi kimia dengan udara

e)

Hilangnya minyak dasar

16.

Seorang pasien menggunakan plester transdermal analgesik untuk terapi nyeri kronis. TVF menjelaskan bahwa obat masuk ke aliran darah secara perlahan melalui kulit. Apa jalur utama penyerapan obat dari sediaan tersebut?

a)

Sistem limfatik

b)

Folikel rambut

c)

Stratum korneum

d)

Kelenjar keringat

e)

Pembuluh darah dermis secara langsung

17.

Seorang dokter memilih transdermal patch untuk pasien yang sering lupa minum obat dan memiliki gangguan lambung. Apakah salah satu keuntungan obat tersebut?

a)

Menyebabkan pelepasan obat secara cepat

b)

Selalu memberikan dosis lebih kecil

c)

Menghindari metabolisme lintas pertama hati (first-pass metabolism)

d)

Dapat digunakan pada luka terbuka

e)

Tidak memerlukan monitoring dosis

18.

Seorang pasien mendapatkan sirup antibiotik yang harus direkonstitusi. Setelah 5 hari, sirup tampak berbau asam dan warna berubah. Saat dicek, pasien menyimpan sirup tanpa pendinginan padahal etiket menyebut 'simpan di lemari es'. Apa penyebab utama kerusakan sediaan tersebut?

a)

Terjadi reaksi oksidasi karena cahaya

b)

Pertumbuhan mikroba akibat penyimpanan tidak sesuai

c)

Penguapan pelarut

d)

Ketidakcocokan zat aktif

e)

Adsorpsi pada dinding botol

19.

Seorang TVF membuat sirup sederhana sebagai basis obat. Guru praktik menyebutkan bahwa kadar sukrosa harus cukup tinggi agar bersifat antimikroba. Berapa konsentrasi sukrosa yang memenuhi syarat?

a)

15%

b)

30%

c)

45%

d)

50%

e)

65%

20.

Seorang pasien dewasa meminta obat batuk dalam bentuk eliksir karena menurutnya lebih cepat terasa efeknya dibanding sirup. Apa karakteristik utama sediaan eliksir?

a)

Mengandung alkohol sebagai pelarut

b)

Harus dikocok sebelum digunakan

c)

Mengandung banyak zat padat tersuspensi

d)

Tidak boleh diberi pemanis

e)

Selalu tidak berwarna

21.

Seorang ibu mengeluhkan suspensi antipiretik anaknya cepat sekali mengendap, sehingga harus dikocok berkali-kali untuk homogen. Di apotek, Anda melihat partikel dalam suspensi cukup besar. Apa cara terbaik untuk meningkatkan stabilitas suspense?

a)

Menambah pelarut

b)

Memperkecil ukuran partikel

c)

Menambah perasa

d)

Menghilangkan viskositas

e)

Menurunkan suhu simpan

22.

Seorang pasien membutuhkan emulsi oral yang mengandung minyak ikan untuk terapi nutrisi. Dokter meminta agar emulsi mudah tercampur dalam air minum. Apa jenis emulsi yang paling sesuai?

a)

Emulsi W/O

b)

Emulsi O/W

c)

Emulsi anhidrat

d)

Emulsi semi-padat

e)

Mikroemulsi padat

23.

Seorang pasien membeli obat kumur antiseptik untuk mengurangi bau mulut akibat plak. Ia menanyakan fungsi utama antiseptik dalam obat kumur. Apa fungsi utama antiseptik dalam sediaan tersebut?

a)

Mengurangi nyeri gigi

b)

Membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroba mulut

c)

Mempercepat penyembuhan luka gusi

d)

Mengurangi rasa pahit obat

e)

Meningkatkan pH saliva

24.

Seorang pasien mendapatkan supositoria gliserin untuk mengatasi konstipasi. Saat disimpan di ruang yang cukup hangat, supositoria tampak melunak dan berubah bentuk. Apa kemungkinan basis yang digunakan?

a)

Cocoa butter

b)

PEG 4000

c)

Massa gelatin-gliserin

d)

Beeswax

e)

Triglyceride sintetis titik leleh tinggi

25.

Saat praktikum, seorang mahasiswa membuat supositoria yang hasilnya menunjukkan bobot bervariasi dan ada bintik-bintik putih di permukaan. Dosen menjelaskan bahwa pencampuran kurang homogen. Bagaimana cara terbaik untuk memperbaiki keadaan tersebut?

a)

Memanaskan basis hingga mendidih

b)

Mengaduk perlahan tanpa pemanasan

c)

Mengaduk konstan pada suhu sedikit di atas titik leleh basis

d)

Menambahkan air untuk mempermudah pencampuran

e)

Mengubah cetakan menjadi ukuran lebih besar

26.

Seorang pasien wanita mendapat ovula antijamur. Obat harus meleleh perlahan di vagina untuk pelepasan obat yang optimal. Basis yang umum digunakan untuk ovula karena titik lelehnya dekat suhu tubuh adalah…

a)

PEG

b)

Gelatin mass

c)

Cocoa butter

d)

Mineral oil

e)

Liquid paraffin

27.

Seorang pasien mengeluhkan rasa perih saat menggunakan tetes telinga. Setelah diperiksa, sediaan memiliki pH terlalu rendah. Apa efek utama pH yang terlalu rendah pada tetes telinga?

a)

Menurunkan stabilitas obat

b)

Meningkatkan rasa manis

c)

Menyebabkan iritasi pada saluran telinga

d)

Mengurangi viskositas

e)

Meningkatkan efek anestesi

28.

Seorang TVF membuat tetes telinga berisi obat lipofilik. Obat sulit larut dalam air sehingga larutan tampak keruh. Dosen menyarankan menggunakan pelarut lain. Apa pelarut yang sering digunakan untuk tetes telinga yang bersifat minyak?

a)

Propilen glikol

b)

Oleum sesami

c)

Olive oil

d)

Glycerin

e)

Oleum lecoris

29.

Seorang pasien mendapat tetes mata antibiotik. Ketika membuka botol, pasien melihat endapan kecil dan larutan tampak keruh. Ia kembali ke apotek. Apa syarat penting yang harus dipenuhi tetes mata agar kejadian ini tidak terjadi?

a)

Harus berwarna jernih

b)

Harus steril dan bebas partikel

c)

Harus mengandung alkohol

d)

Harus sangat kental

e)

Harus mengandung pengawet dalam jumlah tinggi

30.

Saat praktikum, mahasiswa membuat tetes mata dan melupakan penyesuaian tonisitas. Pasien yang menggunakan tetes tersebut mengeluhkan mata terasa pedih. Apa fungsi penyesuaian isotonisitas pada tetes mata?

a)

Mencegah perubahan warna pada sediaan

b)

Mencegah pertumbuhan bakteri karena bersifat hipertonis

c)

Mencegah iritasi akibat perbedaan tekanan osmotik

d)

Membuat obat lebih cepat larut dalam basis

e)

Mengurangi viskositas, sehingga mudah diaplikasikan

31.

Seorang pasien menerima salep mata antibiotik. Sediaan tampak bersih, homogen, dan tidak ada kontaminasi. Apa kriteria penting untuk salep mata yang wajib dipenuhi?

a)

Tidak perlu steril karena berbentuk semi-padat

b)

Harus steril dan bebas partikel keras

c)

Harus mengandung air

d)

Harus memiliki pewangi

e)

Tidak boleh menggunakan basis parafin

32.

Sebuah salep mata antiradang harus dapat bertahan lama di permukaan mata, memberikan efek yang memanjang. Apa basis yang paling sering digunakan untuk memberikan waktu kontak lama pada salep mata?

a)

Krim O/W

b)

PEG hidrofilik

c)

Campuran petrolatum dan mineral oil

d)

Emulsi W/O

e)

Gel karbomer

33.

Seorang pasien asma menggunakan inhaler MDI (Metered Dose Inhaler) tetapi masih sering sesak. Saat dievaluasi, pasien menyemprotkan inhaler tanpa menarik napas dalam. Apa kesalahan utama pada penggunaan MDI tersebut?

a)

Menghirup terlalu cepat

b)

Tidak mengocok inhaler sebelum digunakan

c)

Tidak melakukan koordinasi antara menekan dan menarik napas

d)

Menahan napas terlalu lama

e)

Menghembuskan napas sebelum menekan inhaler

34.

Seorang anak kecil diberikan inhaler MDI dengan spacer karena sulit melakukan koordinasi. Ibu pasien bertanya apa fungsi utama spacer. Bagaimana jawaban yang tepat?

a)

Menambah dosis obat

b)

Mengurangi efek samping sistemik

c)

Memudahkan deposisi obat ke saluran pernapasan bawah

d)

Mengubah obat menjadi bentuk uap

e)

Menghilangkan kebutuhan teknik inhalasi

35.

Seorang pasien menggunakan nasal spray dekongestan. Namun pasien sering merasa obat hanya mengalir kembali ke luar dan tidak mencapai mukosa dengan baik. Apa faktor yang paling memengaruhi distribusi obat pada nasal spray?

a)

Warna botol

b)

Ukuran partikel atau droplet

c)

Jumlah pewangi

d)

Kandungan pemanis

36.

Seorang TVF di apotek mengecek nasal spray yang sering digunakan pasien. Ujung aplikator tampak kotor dan basah. Apa risiko utama dari kondisi tersebut?

a)

Obat kehilangan rasa

b)

Penurunan absorpsi

c)

Kontaminasi mikroba pada sediaan

d)

Penurunan pH

e)

Obat menjadi lebih kental

37.

Seorang pasien PPOK mengalami kesulitan menggunakan inhaler karena koordinasi yang buruk. Dokter kemudian meresepkan obat dalam bentuk nebulizer. Apa keuntungan utama nebulizer pada pasien tersebut?

a)

Meningkatkan bioavailabilitas karena obat bertahan lebih lama di tubuh

b)

Tidak memerlukan koordinasi antara napas dan aktivasi alat

c)

Menurunkan dosis obat yang dibutuhkan sehingga lebih efisien

d)

Memberikan efek obat lebih lambat dan sustain release

e)

Tidak memerlukan pembersihan alatdan lebih sederhana

38.

Seorang TVF diminta menyiapkan obat bronkodilator untuk nebulizer. Obat harus dalam bentuk larutan yang aman dihirup oleh pasien. Apa pelarut yang paling tepat digunakan dalam nebulizer?

a)

Etanol

b)

Minyak atsiri

c)

Air steril untuk injeksi

d)

Aquadest biasa

e)

Gliserin 50%

39.

Seorang pasien menggunakan tetes hidung dekongestan selama 10 hari untuk hidung tersumbat. Pasien merasa semakin sering tersumbat. Apa kemungkinan penyebab dari kondisi tersebut?

a)

Alergi terhadap pengawet

b)

Efek rebound akibat penggunaan berlebihan

c)

Infeksi virus baru

d)

Interaksi dengan obat lain

e)

Kerusakan pada mukosa hidung

40.

Pada praktikum, tetes hidung yang dibuat mahasiswa terlalu encer sehingga cepat mengalir ke tenggorokan dan tidak kontak lama dengan mukosa. Apa bahan penambah viskositas yang sering digunakan dalam tetes hidung?

a)

NaCMC (Sodium Carboxymethylcellulose)

b)

Menthol

c)

Vaselin cair

d)

Propilen glikol

41.

Seseorang dengan rinitis atrofik mengeluhkan mukosa hidung yang sangat kering. Dokter meresepkan salep hidung untuk menjaga kelembapan. Apa basis salep yang paling sesuai untuk menjaga kelembapan mukosa adalah...

a)

PEG 400:PEG 6000

b)

Petrolatum (vaselin)

c)

Karbomer gel

d)

Lanolin alkohol

e)

Gliserin 10%

42.

Seorang pasien menggunakan salep antibiotik hidung tetapi mengeluhkan rasa pahit di tenggorokan. Setelah dievaluasi, pasien mengoleskan salep terlalu dalam. Apa yang harus dilakukan pasien untuk mencegah masalah tersebut?

a)

Mengoleskan salep hanya pada bagian luar hidung

b)

Mengoleskan salep hanya pada bagian anterior nasal vestibule

c)

Mengoleskan salep hanya sampai menyentuh nasofaring

d)

Mengoleskan salep lebih banyak agar tidak mengalir

e)

Mencampur salep dengan tetes hidung

43.

Seorang pasien gawat darurat membutuhkan obat antiaritmia yang harus bekerja secepat mungkin. Dokter meminta pemberian obat secara intravena. Apa alasan utama pemberian obat secara intravena pada kondisi tersebut?

a)

Mengurangi nyeri suntikan

b)

Menghindari penggunaan jarum

c)

Memberikan onset kerja tercepat

d)

Mengurangi risiko efek samping

e)

Meningkatkan kepatuhan pasien

44.

Di instalasi farmasi, seorang TVF diminta menyiapkan obat antibiotik. Sediaan tersedia dalam bentuk suspensi injeksi. Dokter menginstruksikan pemberian IV bolus. Apa hal yang harus diperhatikan sebelum mengeksekusi instruksi tersebut?

a)

Suspensi injeksi harus diberikan cepat

b)

Suspensi injeksi aman untuk semua rute

c)

Suspensi injeksi tidak boleh diberikan intravena

d)

Suspensi injeksi tidak memerlukan pengenceran

e)

Suspensi injeksi lebih stabil dari larutan

45.

Seorang pasien dewasa harus menerima injeksi antibiotik intramuskular di otot gluteus. TVF harus memastikan volume yang diberikan tidak berlebihan. Berapa volume maksimum injeksi intramuskular di otot gluteus pada dewasa?

a)

0,5 mL

b)

1 mL

c)

2 mL

d)

3 mL

e)

5 mL

46.

Seorang pasien obesitas menerima injeksi IM (Intramuscular), namun efek obat muncul lebih lambat dari biasanya. Pemeriksaan menunjukkan jarum tidak cukup panjang sehingga obat mungkin masuk ke jaringan lemak. Apa penyebab penundaan efek tersebut?

a)

Penyerapan lebih cepat di jaringan lemak

b)

Penyerapan lebih lambat di jaringan lemak

c)

Eliminasi obat terlalu cepat

d)

Otot menghasilkan vasokonstriksi

e)

Obat segera terdegradasi

47.

Seorang pasien diabetes membutuhkan insulin sekali sehari. Dokter memilih rute subkutan untuk pemberian rutin. Apa alasan utama insulin diberikan melalui rute tersebut?

a)

Insulin lebih mudah diserap pada bagian stratumcorneum

b)

Penyerapan subkutan memberikan efek yang lebih lambat dan stabil

c)

Subkutan memberikan onset paling cepat dibanding rute lain

d)

Subkutan tidak memerlukan jarum suntik

e)

Rute subkutan lebih aman dan nyaman diberikan dibanding rute lain.

48.

Pada pembuatan kemasan dosis kecil untuk sediaan injeksi intratekal, TVF melihat bahwa larutan tidak mengandung pengawet. Mengapa sediaan harus bebas pengawet?

a)

Pengawet membuat pembuluh darah iritasi dan menimbulkan efek toksik

b)

Pengawet dapat menyebabkan kontaminasi mikroba yang masiv

c)

Pengawet sangat iritatif bagi SSP dan dapat menyebabkan neurotoksisitas

d)

Pengawet mempercepat sedimentasi obat sehingga terjadi pemisahan sediaan

e)

Pengawet menurunkan pH larutan yang tidak sesuai dengan pH darah

49.

Seorang TTK diminta menyiapkan infus NaCl 0,9% sebanyak 500 mL yang harus habis dalam 4 jam. Infus menggunakan set makrodrip (20 gtt/mL). Berapa kecepatan tetesan per menit yang dibutuhkan?

a)

25 gtt/menit

b)

30 gtt/menit

c)

35 gtt/menit

d)

40 gtt/menit

e)

45 gtt/menit

50.

Seorang pasien menerima infus antibiotik bersamaan dengan larutan nutrisi parenteral total (TPN). Setelah beberapa menit, larutan tampak berawan. Apa fenomena yang paling mungkin terjadi?

a)

Larutan menjadi lebih encer dan tidak stabil

b)

Terjadi inkompatibilitas antara antibiotik dan TPN

c)

Antibiotik mengalami degradasi karena suhu

d)

TPN mengalami kontaminasi mikroba

e)

Terjadi presipitasi protein dalam TPN