wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Standar Audit Internal

Total questions: 96

Worksheet time: 48mins

Name
Class
Date
1.

Apa tujuan utama dari standar audit internal menurut Pickett (2010)?

a)

Meningkatkan kualitas audit

b)

Mengurangi jumlah auditor

c)

Meningkatkan jumlah laporan

d)

Mengurangi biaya audit

2.

Bagaimana standar audit internal membantu dalam menjamin kepatuhan auditor intern?

a)

Dengan memastikan auditor mematuhi peraturan dan kebijakan yang berlaku

b)

Dengan memberikan hadiah kepada auditor

c)

Dengan mengurangi jam kerja auditor

d)

Dengan menambah jumlah auditor

3.

Mengapa transparansi dan akuntabilitas penting dalam audit internal?

a)

Agar laporan lebih akurat dan meningkatkan akuntabilitas instansi pemerintah

b)

Agar auditor bisa bekerja sendiri

c)

Agar audit selesai lebih cepat

d)

Agar auditor tidak perlu membuat laporan

4.

Salah satu manfaat standar audit intern adalah meningkatkan integritas dan kepercayaan publik. Mengapa hal ini penting?

a)

Untuk membangun dan mempertahankan kepercayaan publik terhadap hasil audit

b)

Untuk mengurangi jumlah auditor

c)

Untuk mempercepat proses audit

d)

Untuk menambah biaya audit

5.

Bagaimana standar audit intern membantu membangun objektivitas dalam penilaian?

a)

Dengan memastikan penilaian dilakukan secara objektif dan independen tanpa konflik kepentingan

b)

Dengan meminta auditor bekerja dalam kelompok besar

c)

Dengan mengurangi jumlah laporan

d)

Dengan mempercepat proses audit

6.

Apa manfaat mengikuti standar audit dalam proses pengawasan intern?

a)

Proses audit dapat dilakukan lebih efisien dan efektif, menghemat waktu dan sumber daya

b)

Proses audit menjadi lebih lama

c)

Proses audit menjadi lebih mahal

d)

Proses audit tidak perlu dilakukan

7.

Mengapa peningkatan kompetensi penting bagi auditor intern?

a)

Agar auditor intern dapat meningkatkan keahlian mereka

b)

Agar auditor intern bisa bekerja lebih sedikit

c)

Agar auditor intern tidak perlu pelatihan

d)

Agar auditor intern bisa mengurangi laporan

8.

Apa tujuan utama auditor intern pemerintah mematuhi standar audit internal dan kode etik internal?

a)

Untuk meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan dan operasional instansi pemerintah

b)

Untuk mendapatkan penghargaan dari pemerintah

c)

Untuk mengurangi jumlah pegawai

d)

Untuk mempercepat proses audit

9.

Standar dibagi menjadi berapa kelompok standar?

a)

2

b)

3

c)

4

d)

5

10.

Kelompok standar apa saja yang disebutkan dalam materi?

a)

Standar Atribut dan Standar Kinerja

b)

Standar Kinerja dan Standar Prosedur

c)

Standar Prosedur dan Standar Etika

d)

Standar Etika dan Standar Organisasi

11.

Apa yang diatur oleh Standar Atribut?

a)

Atribut organisasi dan individu yang melaksanakan pengawasan

b)

Prosedur audit keuangan

c)

Jadwal audit tahunan

d)

Laporan hasil audit

12.

Berapa jumlah Pernyataan Standar yang terdapat dalam Standar Atribut?

a)

14

b)

10

c)

12

d)

8

13.

Diagram Standar Atribut yang berisi daftar nomor dan nama standar seperti Tujuan, Kewenangan, dan Tanggung Jawab; Independensi APIP; Kecakapan; Penilaian Intern; dan lain-lain.

a)

Diagram Standar Atribut

b)

Diagram Proses Audit

c)

Diagram Struktur Organisasi

d)

Diagram Laporan Keuangan

14.

Salah satu Pernyataan Standar Atribut adalah “Independensi APIP”. Mengapa independensi penting dalam pengawasan intern?

a)

Agar pengawasan dilakukan secara objektif tanpa pengaruh dari pihak lain

b)

Agar pengawasan bisa dilakukan lebih cepat

c)

Agar pengawasan bisa dilakukan oleh lebih banyak orang

d)

Agar pengawasan bisa menghasilkan keuntungan finansial

15.

Apa tujuan utama dari penerapan standar audit internal dalam sebuah organisasi?

a)

Untuk memastikan audit internal dilakukan dengan standar yang tinggi

b)

Untuk mengurangi jumlah karyawan

c)

Untuk meningkatkan penjualan produk

d)

Untuk mempercepat proses produksi

16.

Berapa jumlah Pernyataan Standar yang terdapat dalam Standar Kinerja?

a)

30

b)

10

c)

50

d)

5

17.

Salah satu standar dalam pengelolaan pengawasan intern adalah “Manajemen Risiko”. Pada nomor berapa standar ini tercantum?

a)

2120

b)

2050

c)

2300

d)

2600

18.

Jika sebuah organisasi ingin memastikan bahwa hasil penugasan dikomunikasikan dengan baik, standar mana yang harus diperhatikan?

a)

2400 Komunikasi Hasil Penugasan

b)

2100 Tata Kelola

c)

2000 Pengelolaan Pengawasan Intern

d)

2500 Pemantauan Tindak Lanjut

19.

Bagaimana penerapan standar audit internal dapat memberikan manfaat bagi organisasi?

a)

Memberikan manfaat yang signifikan dalam mencapai tujuan organisasi

b)

Membuat organisasi menjadi lebih kecil

c)

Mengurangi kualitas audit

d)

Menghilangkan kebutuhan audit

20.

Apa yang harus dipertimbangkan auditor saat menyusun rencana penugasan pengawasan intern?

a)

Hanya waktu dan biaya

b)

Strategi, tujuan, dan risiko organisasi yang relevan

c)

Lokasi kantor auditor

d)

Jumlah pegawai di perusahaan

21.

Mengapa auditor harus mempertimbangkan strategi dan sasaran kegiatan dalam perencanaan penugasan?

a)

Agar penugasan selesai lebih cepat

b)

Untuk memastikan pengendalian atas kinerja dan risiko signifikan dapat diterima

c)

Supaya auditor mendapat bonus

d)

Agar dokumen penugasan lebih banyak

22.

Apa yang harus dilakukan auditor ketika merencanakan penugasan dengan pihak di luar organisasi?

a)

Membuat kesepakatan tertulis tentang tujuan, ruang lingkup, dan tanggung jawab masing-masing pihak

b)

Mengabaikan dokumen penugasan

c)

Hanya mengandalkan komunikasi lisan

d)

Tidak perlu membatasi distribusi hasil penugasan

23.

Tujuan penugasan harus ditetapkan untuk setiap penugasan. Mengapa hal ini penting?

a)

Agar auditor bisa bekerja tanpa arahan

b)

Supaya hasil penugasan sesuai dengan penilaian risiko kegiatan

c)

Untuk memperbanyak dokumen

d)

Agar penugasan bisa ditunda

24.

Bagaimana hasil penilaian atas risiko kegiatan harus tercermin dalam penugasan?

a)

Dalam tujuan penugasan

b)

Dalam jumlah auditor yang ditugaskan

c)

Dalam waktu pelaksanaan saja

d)

Dalam biaya operasional

25.

Apa yang harus dipertimbangkan auditor saat menyusun tujuan penugasan?

a)

Kemungkinan kesalahan signifikan, fraud, ketidaktaatan, dan permasalahan lain

b)

Hanya hasil akhir audit

c)

Waktu pelaksanaan audit saja

d)

Jumlah auditor yang terlibat

26.

Kriteria yang memadai diperlukan untuk mengevaluasi apa saja dalam penugasan audit?

a)

Tata kelola, manajemen risiko, dan pengendalian intern

b)

Hanya tata kelola

c)

Hanya manajemen risiko

d)

Hanya pengendalian intern

27.

Tujuan penugasan konsultansi harus diarahkan pada proses apa?

a)

Tata kelola, manajemen risiko, dan pengendalian intern

b)

Hanya tata kelola

c)

Hanya manajemen risiko

d)

Hanya pengendalian intern

28.

Tujuan penugasan konsultansi harus konsisten dengan apa?

a)

Nilai, strategi, dan tujuan organisasi

b)

Hanya nilai organisasi

c)

Hanya strategi organisasi

d)

Hanya tujuan organisasi

29.

Mengapa ruang lingkup penugasan harus ditetapkan dengan memadai?

a)

Untuk mencapai tujuan penugasan

b)

Untuk mempercepat proses audit

c)

Untuk mengurangi biaya audit

d)

Untuk menambah jumlah auditor

30.

Apa saja yang harus dipertimbangkan dalam ruang lingkup penugasan?

a)

Sistem, dokumen, sumber daya manusia, dan aset yang relevan

b)

Hanya dokumen saja

c)

Hanya sumber daya manusia saja

d)

Hanya aset saja

31.

Jika ada layanan konsultansi signifikan saat penugasan asurans, apa yang harus dibuat?

a)

Kesepakatan yang mencakup tujuan, ruang lingkup, tanggung jawab, dan maksud lain

b)

Laporan keuangan

c)

Surat perjanjian tanpa ruang lingkup

d)

Hanya catatan audit

32.

Dalam melaksanakan penugasan konsultansi, apa yang harus dipastikan auditor terkait ruang lingkup penugasan?

a)

Ruang lingkup penugasan yang disepakati telah memadai untuk mencapai tujuan

b)

Ruang lingkup penugasan tidak perlu disepakati

c)

Ruang lingkup penugasan hanya untuk dokumentasi

d)

Ruang lingkup penugasan tidak mempengaruhi tujuan

33.

Apa yang harus dilakukan auditor selama penugasan konsultansi menurut 2220.K2?

a)

Mendiskusikan pengendalian intern yang konsisten dengan tujuan penugasan

b)

Menyusun laporan keuangan

c)

Melakukan audit eksternal

d)

Menghitung anggaran perusahaan

34.

Apa yang harus dipertimbangkan auditor saat menentukan alokasi sumber daya penugasan?

a)

Evaluasi karakteristik dan tingkat kompleksitas penugasan

b)

Jumlah pegawai di perusahaan

c)

Lokasi kantor auditor

d)

Jenis produk yang diaudit

35.

Mengapa auditor harus menyusun dan mendokumentasikan program kerja penugasan?

a)

Untuk mencapai tujuan penugasan

b)

Untuk mendapatkan promosi jabatan

c)

Untuk mengurangi biaya audit

d)

Untuk mempercepat proses audit

36.

Program kerja penugasan asurans didasarkan pada apa?

a)

Hasil penilaian atas risiko dan pengendaliannya, termasuk risiko fraud

b)

Jumlah dokumen yang tersedia

c)

Waktu pelaksanaan audit

d)

Lokasi perusahaan

37.

Bagaimana bentuk dan isi program kerja penugasan konsultansi?

a)

Dapat bervariasi tergantung sifat setiap penugasan

b)

Selalu sama untuk setiap penugasan

c)

Hanya berbentuk laporan tertulis

d)

Tidak perlu didokumentasikan

38.

Mengapa program kerja harus memperoleh persetujuan sebelum dilaksanakan dan jika terjadi perubahan harus segera memperoleh persetujuan?

a)

Agar program kerja sesuai dengan tujuan dan perubahan dapat dikontrol

b)

Supaya auditor bisa bekerja lebih cepat

c)

Agar dokumen lebih banyak

d)

Supaya audit bisa dilakukan tanpa persetujuan

39.

Apa yang harus dilakukan auditor dalam pelaksanaan penugasan menurut standar audit?

a)

Mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan mendokumentasikan informasi yang memadai

b)

Hanya mengumpulkan data tanpa analisis

c)

Melaporkan hasil tanpa dokumentasi

d)

Mengabaikan informasi yang tidak relevan

40.

Informasi seperti apa yang harus diidentifikasi oleh auditor untuk mencapai tujuan penugasan?

a)

Informasi yang cukup, andal, relevan, dan bermanfaat

b)

Informasi yang tidak lengkap

c)

Informasi yang tidak relevan

d)

Informasi yang sudah kadaluarsa

41.

Jika auditor menemukan indikasi terjadinya fraud dalam pelaksanaan penugasan, apa yang harus dilakukan?

a)

Melaporkan indikasi tersebut kepada Pimpinan sesuai mekanisme intern APIP

b)

Menyembunyikan indikasi tersebut

c)

Mengabaikan indikasi tersebut

d)

Melaporkan kepada teman saja

42.

Mengapa auditor dapat menggunakan tenaga ahli dalam pelaksanaan penugasan?

a)

Karena pengetahuan dan pengalamannya tidak memadai untuk mendapatkan informasi yang cukup, andal, relevan, dan bermanfaat

b)

Karena ingin bekerja lebih cepat

c)

Karena tidak ingin bekerja sendiri

d)

Karena tidak suka menganalisis data

43.

Apa yang harus dilakukan auditor dalam tahap analisis dan evaluasi?

a)

Menyusun kesimpulan dan hasil penugasan berdasarkan analisis dan evaluasi yang memadai

b)

Hanya mengumpulkan data tanpa analisis

c)

Melaporkan hasil tanpa evaluasi

d)

Mengabaikan hasil penugasan

44.

Bagaimana auditor harus mendokumentasikan informasi menurut standar audit?

a)

Mendokumentasikan informasi yang cukup, andal, relevan, dan bermanfaat untuk mendukung kesimpulan dan hasil penugasan

b)

Mendokumentasikan informasi yang tidak relevan

c)

Tidak perlu mendokumentasikan informasi

d)

Mendokumentasikan informasi secara sembarangan

45.

Siapa yang harus mengendalikan akses atas hasil penugasan menurut standar 2330.A1?

a)

Auditor eksternal

b)

Pimpinan APIP

c)

Pegawai administrasi

d)

Pimpinan keuangan

46.

Apa tujuan dari supervisi penugasan audit menurut standar 2340?

a)

Mengurangi biaya audit

b)

Memastikan tercapainya sasaran, kualitas terjamin, dan peningkatan kompetensi auditor

c)

Mempercepat proses audit

d)

Mengurangi jumlah auditor

47.

Menurut standar 2400, apa yang harus dilakukan auditor terkait hasil penugasan?

a)

Menyimpan hasil penugasan

b)

Mengkomunikasikan hasil penugasan

c)

Menghapus hasil penugasan

d)

Menyembunyikan hasil penugasan

48.

Komunikasi hasil penugasan harus mencakup apa saja menurut standar 2410?

a)

Sasaran, ruang lingkup penugasan, dan hasil penugasan

b)

Nama auditor, tanggal audit, dan biaya audit

c)

Hanya hasil penugasan

d)

Hanya ruang lingkup penugasan

49.

Bagaimana opini dalam komunikasi akhir hasil penugasan harus dipertimbangkan menurut 2410.A1?

a)

Berdasarkan harapan Pimpinan Unit Organisasi dan pemangku kepentingan lain

b)

Berdasarkan opini pribadi auditor saja

c)

Berdasarkan hasil audit sebelumnya

d)

Berdasarkan data keuangan perusahaan

50.

Mengapa auditor perlu menuangkan kinerja yang memuaskan dalam laporan hasil penugasan menurut 2410.A2?

a)

Agar laporan hasil penugasan dapat diterima dan bermanfaat

b)

Agar laporan hasil penugasan dapat disimpan

c)

Agar laporan hasil penugasan dapat dihapus

d)

Agar laporan hasil penugasan tidak perlu dikomunikasikan

51.

Apa yang harus dilakukan jika hasil penugasan disampaikan kepada pihak di luar organisasi?

a)

Tidak perlu menyebutkan pembatasan distribusi

b)

Harus disebutkan pembatasan distribusi dan penggunaan hasil penugasan

c)

Hasil penugasan boleh dibagikan secara bebas

d)

Hanya menyebutkan penggunaan hasil penugasan

52.

Komunikasi hasil akhir penugasan konsultansi dapat bervariasi dalam bentuk dan isinya tergantung pada apa?

a)

Waktu pelaksanaan audit

b)

Sifat penugasan dan kebutuhan auditi/mitra

c)

Jumlah auditor yang terlibat

d)

Lokasi audit dilakukan

53.

Sebutkan salah satu kualitas komunikasi yang harus dimiliki dalam audit!

a)

Tidak jelas

b)

Akurat

c)

Subjektif

d)

Tidak lengkap

54.

Jika komunikasi hasil akhir mengandung kesalahan atau kelalaian yang signifikan, apa yang harus dilakukan oleh Pimpinan APIP?

a)

Mengabaikan informasi yang salah

b)

Mengkomunikasikan informasi yang telah diperbaiki kepada semua pihak yang menerima komunikasi aslinya

c)

Menyimpan informasi untuk diri sendiri

d)

Menghapus laporan audit

55.

Mengapa auditor harus meminta tanggapan dari pejabat auditi/mitra?

a)

Untuk menambah jumlah dokumen

b)

Untuk meminta tindakan perbaikan yang direncanakan atas simpulan dan rekomendasi hasil penugasan

c)

Untuk mempercepat proses audit

d)

Untuk mengurangi beban kerja auditor

56.

Apa yang harus dicantumkan dalam laporan hasil penugasan terkait tanggapan auditi/mitra?

a)

Hanya hasil audit

b)

Tanggapan auditi/mitra dan rencana tindakan perbaikan

c)

Nama auditor saja

d)

Tanggal pelaksanaan audit

57.

Jika tanggapan auditi/mitra bertentangan dengan simpulan dan rekomendasi, apa yang harus dilakukan auditor?

a)

Mengabaikan tanggapan tersebut

b)

Menyampaikan ketidaksetujuan terhadap tanggapan secara wajar dan objektif

c)

Memaksa auditi/mitra untuk setuju

d)

Tidak perlu melakukan apa-apa

58.

Apa yang harus dinyatakan auditor dalam setiap laporan hasil penugasan terkait standar audit?

a)

Laporan dibuat sesuai keinginan auditor

b)

Laporan tidak perlu mengikuti standar

c)

Pengawasan Intern dilaksanakan sesuai dengan Standar Audit Intern Pemerintah Indonesia

d)

Laporan hanya untuk internal auditor

59.

Apa yang harus dikomunikasikan jika terdapat ketidaksesuaian terhadap Kode Etik atau Standar yang mempengaruhi penugasan?

a)

Prinsip atau aturan perilaku yang tidak sepenuhnya dilaksanakan, alasan ketidaksesuaian, dan dampak ketidaksesuaian terhadap penugasan

b)

Hanya alasan ketidaksesuaian saja

c)

Hanya prinsip atau aturan perilaku saja

d)

Hanya dampak ketidaksesuaian saja

60.

Siapa yang bertanggung jawab mengkomunikasikan hasil akhir penugasan kepada pihak-pihak yang terkait dengan penugasan?

a)

Pimpinan APIP

b)

Anggota tim audit

c)

Sekretaris organisasi

d)

Pihak luar organisasi

61.

Sebelum menyampaikan hasil penugasan kepada pihak di luar organisasi, apa yang harus dilakukan oleh Pimpinan APIP?

a)

Menilai potensi risiko, berkonsultasi dengan pimpinan terkait, dan mengendalikan pemanfaatan hasil penugasan

b)

Langsung menyampaikan hasil penugasan tanpa persiapan

c)

Mengabaikan risiko yang dihadapi organisasi

d)

Hanya berkonsultasi dengan ahli hukum

62.

Dalam penugasan konsultansi, apa yang harus diidentifikasi oleh Pimpinan APIP?

a)

Permasalahan tata kelola, manajemen risiko, dan pengendalian intern

b)

Hanya masalah keuangan

c)

Hanya masalah administrasi

d)

Hanya masalah komunikasi

63.

Jika permasalahan dalam penugasan konsultansi bersifat signifikan, kepada siapa Pimpinan APIP harus mengkomunikasikan hal tersebut?

a)

Pimpinan K/L/D dan/atau Pimpinan Unit Organisasi dan/atau Pimpinan Unit Kerja

b)

Hanya kepada anggota tim audit

c)

Hanya kepada pihak luar organisasi

d)

Hanya kepada sekretaris organisasi

64.

Apa yang harus diperhatikan oleh Pimpinan APIP saat memberikan opini makro?

a)

Hanya memperhatikan hasil audit

b)

Strategi, sasaran, risiko organisasi, dan ekspektasi pemangku kepentingan

c)

Hanya memperhatikan anggaran

d)

Hanya memperhatikan waktu pelaksanaan audit

65.

Sistem pemantauan tindak lanjut hasil penugasan audit harus dibangun oleh siapa?

a)

Auditor eksternal

b)

Pimpinan APIP

c)

Pegawai administrasi

d)

Pimpinan K/L/D

66.

Mengapa Pimpinan APIP harus menetapkan proses tindak lanjut?

a)

Untuk memastikan audit/mitra telah melaksanakan tindakan perbaikan secara efektif

b)

Untuk menambah jumlah audit

c)

Untuk mengurangi biaya audit

d)

Untuk mempercepat proses audit

67.

Jika Pimpinan APIP menyimpulkan bahwa tingkat risiko yang diterima organisasi tidak dapat diterima, apa yang harus dilakukan?

a)

Membiarkan masalah tersebut

b)

Membahas masalah secara berjenjang dengan pimpinan di atasnya

c)

Menyembunyikan masalah dari pimpinan

d)

Mengabaikan risiko tersebut

68.

Bagaimana jika permasalahan risiko belum terselesaikan setelah dibahas secara berjenjang?

a)

Pimpinan APIP harus mengkomunikasikan hal tersebut kepada Pimpinan K/L/D dan/atau Pimpinan Unit Organisasi

b)

Pimpinan APIP harus menghentikan audit

c)

Pimpinan APIP harus menunda tindak lanjut

d)

Pimpinan APIP harus mengabaikan masalah

69.

DoK Level 1: Apa nama dokumen fundamental yang menetapkan mandat formal bagi APIP dalam pengawasan intern menurut Standar 1000 SAIPI 2021?

a)

Piagam Pengawasan Intern (Internal Audit Charter)

b)

Surat Edaran Internal

c)

Laporan Tahunan

d)

Kode Etik Auditor

70.

DoK Level 2: Mengapa piagam pengawasan intern harus disahkan oleh Pimpinan Instansi seperti Menteri atau Gubernur?

a)

Agar menunjukkan dukungan struktural terhadap independensi APIP

b)

Agar piagam bisa digunakan untuk promosi jabatan

c)

Agar piagam dapat dipublikasikan di media massa

d)

Agar piagam menjadi dokumen rahasia

71.

Mengapa penting untuk mendistribusikan piagam pengawasan intern kepada seluruh auditor internal dan pihak terkait setelah piagam disahkan?

a)

Agar semua memahami batas-batas peran APIP dan menjamin kewenangan yang diberikan dalam piagam bisa dijalankan tanpa hambatan

b)

Agar auditor internal bisa mendapatkan insentif tambahan

c)

Agar piagam bisa digunakan sebagai alat evaluasi kinerja

d)

Agar piagam dapat dijadikan dokumen arsip saja

72.

Apa fungsi utama dari Piagam Pengawasan Intern (Intern Audit Charter) yang terdokumentasi?

a)

Mendefinisikan tujuan, wewenang, dan tanggung jawab APIP

b)

Menyusun laporan keuangan tahunan

c)

Mengatur jadwal rapat organisasi

d)

Menyimpan data audit eksternal

73.

Mengapa keberadaan piagam saja tidak cukup dalam penerapan Standar 1000?

a)

Karena implementasinya harus nyata, terdokumentasi, dan terukur

b)

Karena piagam harus ditulis dalam bahasa asing

c)

Karena piagam hanya berlaku untuk auditor eksternal

d)

Karena piagam tidak boleh diubah

74.

Sebutkan salah satu bukti tambahan yang menunjukkan pelaksanaan audit sesuai mandat!

a)

Surat permintaan atau pemberian akses data dan sistem dari unit kerja K/L/Pemda yang diaudit

b)

Laporan keuangan tahunan perusahaan

c)

Daftar hadir rapat umum

d)

Surat izin cuti pegawai

75.

Bagaimana APIP dapat menunjukkan relevansi piagam pengawasan intern?

a)

Dengan melakukan dokumentasi pembaruan atau reviu piagam secara berkala

b)

Dengan menghapus piagam lama setiap tahun

c)

Dengan menambah jumlah pegawai audit

d)

Dengan mengurangi kegiatan konsultasi

76.

Mengapa bukti-bukti pelaksanaan audit penting bagi APIP?

a)

Untuk peningkatan kualitas, kapabilitas, dan sebagai dasar audit kinerja

b)

Untuk memperbanyak dokumen di kantor

c)

Untuk mengurangi beban kerja auditor

d)

Untuk mempercepat proses pengambilan keputusan

77.

Apa yang menunjukkan pengakuan struktural dan politis terhadap independensi dan mandat APIP?

a)

Pengesahan Piagam oleh Pimpinan K/L/D (Menteri, Kepala Daerah, dll)

b)

Dokumen review dan pembaruan piagam

c)

Laporan Tahunan APIP

d)

Dokumentasi kegiatan asurans dan konsultansi

78.

Salah satu contoh dokumen sosialisasi atau komunikasi piagam ke seluruh jajaran APIP adalah...

a)

Notulen sosialisasi atau e-mail blast internal

b)

Surat pemberian akses data keuangan

c)

Memo internal revisi piagam

d)

Laporan tahunan APIP

79.

Mengapa isi piagam harus mencantumkan referensi kepada KP3IP dan SAIPI?

a)

Untuk mengakui definisi pengawasan intern, prinsip dasar, standar, dan kode etik dari KP3IP

b)

Agar piagam dapat direvisi secara berkala

c)

Untuk memberikan akses informasi kepada entitas yang diaudit

d)

Agar piagam dapat digunakan sebagai laporan tahunan

80.

Dokumen review dan pembaruan piagam menunjukkan bahwa piagam...

a)

Tidak statis dan terus disesuaikan dengan dinamika organisasi

b)

Hanya berlaku untuk satu tahun

c)

Tidak perlu direvisi

d)

Hanya digunakan untuk audit eksternal

81.

Surat pemberian akses data keuangan dan email persetujuan wawancara pegawai merupakan bukti bahwa...

a)

Wewenang dari piagam benar-benar dijalankan

b)

Piagam telah direvisi

c)

Konsultasi telah dilakukan

d)

Laporan tahunan telah dibuat

82.

Mengapa dokumentasi kegiatan asurans dan konsultansi penting bagi APIP?

a)

Karena APIP meliputi kedua jenis layanan tersebut dan perlu ada bukti audit serta konsultansi

b)

Karena hanya audit yang penting

c)

Karena konsultansi tidak perlu didokumentasikan

d)

Karena piagam tidak memerlukan bukti kegiatan

83.

Laporan Tahunan APIP yang merujuk pada pelaksanaan fungsi sesuai piagam biasanya berisi...

a)

Jumlah kegiatan asurans dan konsultansi, pengukuran capaian efektivitas hasil pengawasan, dan peran APIP dalam pencapaian tujuan organisasi

b)

Hanya jumlah pegawai APIP

c)

Hanya data keuangan organisasi

d)

Hanya hasil audit eksternal

84.

Apa yang dimaksud dengan independensi dalam konteks audit internal?

a)

Kebebasan auditor dari pengaruh atau intervensi yang dapat mengganggu penilaian yang tidak memihak

b)

Kemampuan auditor untuk bekerja sama dengan manajemen

c)

Keterlibatan auditor dalam setiap proses organisasi

d)

Auditor harus selalu mengikuti opini pribadi

85.

Mengapa objektivitas penting bagi seorang auditor internal?

a)

Agar auditor dapat menilai dan menyampaikan hasil audit dengan jujur dan terbuka

b)

Agar auditor dapat mengikuti opini pribadi

c)

Agar auditor dapat mengabaikan hasil audit

d)

Agar auditor dapat bekerja tanpa aturan

86.

Struktur pelaporan dalam organisasi harus disusun agar mendukung apa?

a)

Independensi auditor internal

b)

Keterlibatan manajemen dalam audit

c)

Pengurangan jumlah auditor

d)

Penambahan tugas non-audit

87.

Komite audit bertanggung jawab dalam proses berikut, kecuali:

a)

Pengangkatan pimpinan APIP

b)

Penilaian kinerja pimpinan APIP

c)

Menyetujui anggaran ruang lingkup kerja pengawasan intern

d)

Menentukan gaji seluruh pegawai

88.

Salah satu ancaman terhadap independensi dan objektivitas auditor adalah:

a)

Tekanan dari manajemen

b)

Dukungan dari komite audit

c)

Pelaporan yang transparan

d)

Audit yang dilakukan secara profesional

89.

Mengapa pimpinan APIP harus secara rutin melaporkan kepada pimpinan K/L/Pemda?

a)

Untuk memastikan status independensi dan objektivitas audit

b)

Untuk meminta izin melakukan audit

c)

Untuk mengatur jadwal audit

d)

Untuk menentukan gaji auditor

90.

Jika auditor internal diminta mengambil peran non-audit di dalam organisasi, apa yang tidak boleh dilakukan auditor tersebut?

a)

Melakukan audit atas area yang menjadi tanggung jawab non-audit

b)

Melaporkan hasil audit kepada komite audit

c)

Menilai kinerja pimpinan APIP

d)

Menyetujui anggaran audit

91.

Apa tujuan utama dari standar auditor intern pemerintah Indonesia?

a)

Memberikan panduan untuk pemenuhan unsur-unsur yang diwajibkan dalam Kerangka Praktik Profesional Pengawasan Intern Pemerintah (KP3IP)

b)

Menetapkan peraturan perpajakan

c)

Mengatur sistem pendidikan nasional

d)

Menyusun anggaran belanja negara

92.

Salah satu tujuan standar audit intern adalah mendorong peningkatan proses dan operasional organisasi. Apa manfaat dari tujuan tersebut?

a)

Organisasi menjadi lebih efisien dan efektif

b)

Organisasi menjadi lebih boros

c)

Organisasi menjadi lebih tertutup

d)

Organisasi menjadi lebih lambat

93.

Standar audit internal dirancang untuk memberikan kerangka kerja yang jelas bagi auditor dalam melaksanakan tugas mereka. Apa saja aspek yang dicakup oleh standar ini?

a)

Perencanaan audit, pelaksanaan, pelaporan, dan tindak lanjut

b)

Hanya pelaporan keuangan

c)

Hanya pelaksanaan audit

d)

Hanya perencanaan audit

94.

Dengan mematuhi standar audit internal, apa yang diharapkan dapat dicapai oleh organisasi?

a)

Akuntabilitas, keberlanjutan, dan peningkatan tata kelola

b)

Penurunan kualitas layanan

c)

Pengurangan transparansi

d)

Penurunan manajemen risiko

95.

Standar audit intern juga bertujuan untuk menetapkan dasar dalam mengevaluasi kinerja Pengawasan Intern. Mengapa evaluasi kinerja penting bagi organisasi?

a)

Untuk mengetahui efektivitas dan efisiensi pengawasan

b)

Untuk mengurangi jumlah pegawai

c)

Untuk menambah beban kerja

d)

Untuk mengabaikan hasil audit

96.

Apa salah satu tujuan dari Kerangka Praktik Profesional Pengawasan Intern Pemerintah menurut diagram?

a)

Memberikan kesamaan pemahaman bagi anggota AAIPI mengenai praktik profesional pengawasan intern

b)

Menyusun laporan keuangan tahunan

c)

Mengatur sistem pendidikan nasional

d)

Menetapkan standar gaji pegawai negeri