Worksheets12 - NIHON
Total questions: 50
Worksheet time: 3hrs 30mins
Name
Class
Date
1.
Pada hari Senin pagi, Mark dan Nana tiba hampir bersamaan di area parkir sekolah. Mark memperhatikan bahwa hari ini Nana datang lebih cepat dari biasanya. Biasanya Nana berjalan kaki, namun kadang ia juga diantar oleh kakaknya. Karena itu, Mark menjadi penasaran dengan cara Nana pergi ke sekolah hari itu. Sambil berjalan menuju pintu gerbang, Mark pun memutuskan untuk bertanya langsung kepada Nana. Ia kemudian menoleh dan bertanya:
Mark : Nana-chan [ ________ ] gakkou e ikimasu ka.
Nana : Baiku de ikimasu.
SHITSUMON : Berdasarkan percakapan di atas, pilihlah kata tanya yang paling tepat untuk melengkapi kalimat Mark!
a)
Nande
b)
Dokode
c)
Nani de
d)
Nan-ji
e)
Dono gurai
2.
Pada suatu sore setelah kegiatan klub selesai, seorang kouhai (junior) berniat pulang menuju rumahnya yang berada cukup jauh dari sekolah. Namun ia terlihat ragu-ragu karena belum terlalu hafal jarak dan waktu tempuh dari rumahnya menuju pantai terdekat, yang sering dijadikan tempat latihan jogging oleh klub mereka.
Melihat kebingungan itu, sang senpai (kakak kelas) mendekatinya dan mencoba membantu. Senpai ingin mengetahui berapa lama perjalanan dari rumah si kouhai sampai ke pantai jika menggunakan bus. Karena itu, ia mengajukan sebuah pertanyaan untuk memperkirakan waktu tempuh tersebut. Pertanyaannya harus menggunakan partikel yang tepat agar terdengar alami dan benar dalam bahasa Jepang.
Lalu senpai bertanya:
Senpai : Uchi [ ___ ] umi [ ___ ] basu [ ___ ] dono gurai desu ka.
Kouhai : 30-pun gurai desu.
SHITSUMON : Silakan lengkapi bagian yang kosong dengan partikel bahasa Jepang yang tepat sehingga kalimat tersebut menjadi benar secara tata bahasa.
a)
Kara – made - ni
b)
Kara – made – wa
c)
Kara – made - de
d)
Kara – made – o
e)
Kara – made - de
3.
Dikelas bahasa Jepang, Sensei meminta para siswa membaca beberapa kalimat tentang kegiatan sehari-hari. Salah satu siswa membacakan sebuah kalimat yang menceritakan kebiasaan seseorang setiap minggu. Setelah membaca kalimat itu dengan lantang, Sensei kemudian meminta seluruh siswa memahami arti kata kerja yang digunakan di dalamnya, terutama cara atau metode perginya. Untuk memastikan para siswa benar-benar mengerti makna ungkapan tersebut, Sensei memberikan sebuah pertanyaan.
Kalimat Bahasa Jepang yang dibaca adalah:
Watashi wa maishuu ichiba de aruite ikimasu.
SHITSUMON : Sensei : “Aruite ikimasu” imi wa nan desu ka?
a)
Berjalan-jalan
b)
Naik kendaraan
c)
Naik sepeda
d)
Naik mobil
e)
Berjalan kaki
4.
Jensen-san no ichinichi
Konnichiwa, Jensen desu. Mainichi goji ni okimasu. Sorekara kao o araimasu. Go jihan ni oinori o shimasu. Rokuji goro shawaa o abimasu. Sorekara, asagohan o tabemasu. Koucha o nomimasu. Shichi ji ni gakkou e ikimasu. Uchi kara gakkou made baiku de nijuppun gurai desu.Gogo ichiji ni uchi e kaerimasu.
SHITSUMON : Setiap hari jam berapa Jensen mandi?
a)
Jam 6
b)
Kira-kira jam 6
c)
Jam 5
d)
Kira-kira jam 6:30
e)
Kira-kira jam 5:30
5.
Jensen-san no ichinichi
Konnichiwa, Jensen desu. Mainichi goji ni okimasu. Sorekara kao o araimasu. Go jihan ni oinori o shimasu. Rokuji goro shawaa o abimasu. Sorekara, asagohan o tabemasu. Koucha o nomimasu. Shichi ji ni gakkou e ikimasu. Uchi kara gakkou made baiku de nijuppun gurai desu.Gogo ichiji ni uchi e kaerimasu.
SHITSUMON : Apa yang dilakukan Jensen setelah mencuci muka?
a)
Menggosok gigi
b)
Makin nasi
c)
Mandi
d)
Sembahyang (Berdoa)
e)
Minum teh
6.
Jensen-san no ichinichi
Konnichiwa, Jensen desu. Mainichi goji ni okimasu. Sorekara kao o araimasu. Go jihan ni oinori o shimasu. Rokuji goro shawaa o abimasu. Sorekara, asagohan o tabemasu. Koucha o nomimasu. Shichi ji ni gakkou e ikimasu. Uchi kara gakkou made baiku de nijuppun gurai desu.Gogo ichiji ni uchi e kaerimasu.
SHITSUMON : Nande gakkou e ikimasu ka?
a)
Baiku
b)
Kuruma
c)
Densha
d)
Jitensha
e)
Basu
7.
“DONO GURAI DESU KA?”
Yukiko : Kinou watashi wa Bandung e ikimashita.
Momiji : Soudesuka. Nan-de?
Yukiko : Densha de ikimasu.
Momiji : Dono gurai desu ka?
Yukiko : Etto, Sukabumi kara Bandung made densha de 4-ji gurai desu.
Momiji : Soudesuka. Kinou Watashi wa Bali e ikimashita.
Yukiko : E, hontou? Basu de?
Momiji : Ung, Basu de.
Yukiko : Soudesu ka.
SHITSUMON : Alat transportasi apa yang digunakan oleh Momiji pada saat pergi ke Bali?
a)
Kereta
b)
Bis
c)
Pesawat
d)
Mobil
e)
Kapal Laut
8.
[1] Ikimasu
[2] Kaerimasu
[3] Ikimashita
[4] Kimashita
[5] Kaerimashita
SHITSUMON: Kinou tomodachi wa surabaya kara [________].
a)
1
b)
2
c)
3
d)
4
e)
5
9.
[1] Ikimasu
[2] Kaerimasu
[3] Ikimashita
[4] Kimashita
[5] Kaerimashita
SHITSUMON: Ashita watashitachi wa isshoni yama e [_____]
a)
1
b)
2
c)
3
d)
4
e)
5
10.
[1] Ikimasu
[2] Kaerimasu
[3] Ikimashita
[4] Kimashita
[5] Kaerimashita
SHITSUMON: Nirami-san wa kinou uchi e [_____]
a)
1
b)
2
c)
3
d)
4
e)
5
11.
Dalam sebuah percakapan santai, Taki dan Satomi sedang membicarakan kegiatan yang biasa mereka lakukan ketika memiliki waktu luang. Taki ingin mengetahui kebiasaan Satomi di waktu senggang, sehingga ia menggunakan kalimat tanya dalam bahasa Jepang:
[ Himana toki nani . shimasu ka? ]
yang berarti “Saat waktu senggang, kamu melakukan apa?”
Pertanyaan ini menggunakan pola toki (とき) yang menunjukkan waktu ketika suatu kegiatan dilakukan, serta nani o shimasu ka sebagai bentuk sopan untuk menanyakan aktivitas.
Satomi pun menjawab dengan kalimat:
[ Machi o bura-bura shimasu. ]
SHITSUMON : Apa yang Satomi lakukan pada waktu senggang?
a)
Menonton TV
b)
Bertemu dengan teman
c)
Bermain Game
d)
Ngobrol
e)
Jalan-jalan di kota
12.
Pada materi alat transportasi Sensei membawa beberapa gambar kendaraan untuk membantu para siswa memahami kosakata tentang alat transportasi. Di papan tulis tertempel gambar mobil, bus, sepeda motor, sepeda, dan kereta. Sensei menjelaskan bahwa dalam bahasa Jepang, mengenal jenis kendaraan sangat penting karena sering muncul dalam percakapan sehari-hari, terutama ketika membahas cara pergi ke suatu tempat.
Setelah selesai menjelaskan, Sensei ingin memastikan para siswa bisa membedakan jenis-jenis kendaraan berdasarkan jumlah rodanya. Ia pun memberikan sebuah pertanyaan sederhana namun penting untuk menguji pemahaman dasar para siswa dalam memahami kosakata Bahasa Jepang yang berhubungan dengan alat transportasi.
SHITSUMON : Berikut ini manakah yang merupakan kendaraan roda?
a)
Kuruma
b)
Densha
c)
Angkotto
d)
Baiku
e)
Basu
13.
Watashi no kurasu wa ni juu nana nin desu. San-nin wa aruite kimasu. San-nin wa basu de kimasu. Yo-nin wa jitensha de kimasu. Hachi-nin wa angkotto de kimasu. Kyuunin wa baiku de kimasu.
SHITSUMON : 4-nin wa nande kimasu ka?
a)
Aruite kimasu.
b)
Jitensha de kimasu.
c)
Baiku de kimasu.
d)
Basu de kimasu.
e)
Angkotto de kimasu.
14.
Watashi no kurasu wa ni juu nana nin desu. San-nin wa aruite kimasu. San-nin wa basu de kimasu. Yo-nin wa jitensha de kimasu. Hachi-nin wa angkotto de kimasu. Kyuunin wa baiku de kimasu.
SHITSUMON : 8-nin wa basu de kimasu ka?
a)
Iie, angkotto de kimasu.
b)
Hai, basu de kimasu.
c)
Iie, basu de kimasu.
d)
Hai, soudesu.
e)
Hai, angkotto de kimasu.
15.
Perhatikan kalimat berikut ini !
“Ani wa maiasa 7-ji goro daigaku e ikimasu.”
Dalam tata bahasa Jepang, terdapat beberapa cara menyatakan waktu. Jika ingin menyatakan waktu yang pasti, digunakan bentuk jam-ji, contohnya 7-ji (jam 7 tepat). Namun,terdapat juga pola jam-goro yaitu untuk menunjukan waktu apa?
a)
Tepat
b)
Sekitar
c)
Biasanya
d)
Jarang
e)
Setengah
16.
Akino : Kinou watashi wa 3-ji kan (Bermain game). Nichi-youbi dakara.
Mamoru : Ee, hontou. Sugoi. Nan-ji ni nemashitaka.
Akino : 12-ji ni nemashita.
Bentuk lampau dari kata bermain game tersebut adalah...
a)
Geemu o shimasu.
b)
Geemu o shimasen.
c)
Geemu o shimasendeshita.
d)
Geemu o shimashitaka.
e)
Geemu o shimashita.
17.
Watashi wa getsu-youbi kara kin-youbi made gakkou e ikimasu. Demo, do-youbi wa [________].
SHITSUMON : Kata yang tepat untuk melengkapi kalimat diatas adalah...
a)
Kimasu
b)
Ikimasu
c)
Ikimasen
d)
Kimasen
e)
Kaerimasen
18.
Kyou wa nyuugakushiki ni oiwai o shimashita. Sono ato minna wa kyoushitsu ni kimashita. Kyoushitsu de Sensei ga imasushita. Sensei wa watashitachi ni “minna, hon ni namae o kaite kudasai”. Demo, boorupen wa wasurechatta. Doushiyo? Watashi wa “____________” to itta.
a)
Ano, boorupen o oshiete kudasaimasenka.
b)
Ano, boorupen tetsudaimasenka.
c)
Ano, boorupen o kashite kudasaimasenka.
d)
Ano, boorupen ikimasenka.
e)
Ano, boorupen mimasenka.
19.
Baik di Indonesia maupun di Jepang, banyak anak yang tumbuh di daerah pedesaan dan sering menghabiskan waktu bermain di alam, seperti berlari di ladang, menangkap serangga, atau berenang di sungai pada musim panas. Kebiasaan ini dianggap menyenangkan dan menjadi kenangan berharga bagi mereka.
Untuk menggambarkan kegiatan masa kecil, dalam bahasa Jepang digunakan pola 「〜のとき」 (no toki) yang berarti “ketika…”. Contohnya : Watashi wa kodomo no toki kawa de oyogimashita.
SHITSUMON : Kawa de oyogimasu wa indonesia go de nandesu ka?
a)
Bermain layangan
b)
Memancing
c)
Bermain dengan boneka
d)
Berenang di sungai
e)
Mengobrol
20.
Watashi nihon-go ga daisuki desu. Mainichi nihon-go o benkyoushimasu. Shourai nihon ni ryuugaku shitai desu. ryuugaku shitai imi wa nan desu ka?
a)
Menjadi pelajar asing
b)
Menjadi penerjemah
c)
Membuat perusahaan
d)
Memberi rumah
e)
Jalan-jalan
21.
Judy dan Shizuka sedang berbincang santai mengenai masa kecil mereka. Judy penasaran seperti apa Shizuka ketika masih kecil.
Judy : Chiisai toki [ ___ ] kodomo deshita ka?
Sizuka : Genkina kodomo deshita.
yang berarti “Saat kecil, kamu adalah anak yang seperti apa?” atau “Ketika kecil, kamu anak seperti apa?”
SHITSUMON : Bagian yang kosong [___] seharusnya diisi dengan kata tanya yang tepat untuk menanyakan sifat seseorang, kata tanya apakah itu?
a)
Doushite
b)
Nani
c)
Doko
d)
Donna
e)
Dare
22.
Salah satu pola tata bahasa yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, yaitu bentuk keinginan. Pola ini digunakan untuk menyatakan apa yang ingin dilakukan oleh pembicara, misalnya ingin makan, ingin pergi, atau ingin melihat.
Bentuk ini hanya digunakan untuk mengungkapkan keinginan diri sendiri atau menanyakan keinginan orang lain dengan sopan, dan tidak digunakan untuk menyatakan keinginan orang ketiga tanpa konteks tambahan. Pemahaman tentang tata bahasa ini sangat penting karena sering muncul dalam dialog, cerita, hingga ujian bahasa Jepang.
SHITSUMON : Berikut ini mana yang merupakan bentuk keinginan dalam Bahasa Jepang ?
a)
Watashi wa nihon e ikimasu.
b)
Yopi-san wa kaisha de hatarakimashita.
c)
Sensei wa gakkou ni arimashitaka.
d)
Hans-san wa tsuuyaku ni naritai desu.
e)
Gakuseitachi wa Jakarta e ikimashou.
23.
Di Jepang, sistem pendidikan memiliki jenjang yang teratur. Seperti halnya di Indonesia di Jepang pun anak-anak biasanya mulai bersekolah di sekolah dasar ketika mereka berusia sekitar 6 tahun. Jenjang ini berlangsung selama enam tahun, dimulai dari kelas 1 hingga kelas 6. Setelah itu, mereka melanjutkan ke SMP selama tiga tahun, kemudian ke kōkō SMA)selama tiga tahun lagi.
Pada hari pertama tahun ajaran baru, sekolah-sekolah di Jepang mengadakan upacara penyambutan siswa baru yang disebut nyūgakushiki. Salah satu ciri khas budaya sekolah di Jepang adalah bahwa setiap tingkatan dianggap sebagai tahap penting perkembangan siswa. Siswa kelas 1, baik di SD, SMP, maupun SMA, selalu menjadi pusat perhatian khusus karena mereka baru memasuki jenjang baru dan mengenal lingkungan sekolah yang berbeda.
SHITSUMON : Berikut ini manakah tingkatan kelas yang paling awal dilaksanakan di Jepang?
a)
Shougakkou
b)
Senmon koukou
c)
Suukyou koukou
d)
Chuugakkou
e)
Koukou
24.
Bagi pelajar Bahasa Jepang pentingnya memahami perbedaan makna dari kata-kata dalam bahasa Jepang yang berhubungan dengan kehidupan seseorang, seperti sodachimasu, umaremasu, dan hikkoshimasu. Hal ini juga menyiratkan nilai Pancasila, khususnya sila pertama, Ketuhanan yang Maha Esa, dengan menghormati asal-usul dan kehidupan setiap individu, serta menghargai perjalanan hidup mereka dalam masyarakat yang beragam. Berikut ini pernyataan yang tepat tentang sodachimasu, umaremasu, dan hokkoshimasu adalah…
a)
Sodachimasu dan hikkoshimasu memiliki makna yang sama.
b)
Umaremasu menyatakan tempat seseorang terlahir.
c)
Umaremasu menyatakan tempat seseorang tumbuh dan dibesarkan.
d)
Hikkoshimasu menyatakan tempat asal seseorang.
e)
Umaremasu dan sodachimasu tidak bisa menggunakan bentuk lampau.
25.
“Kaimono shimasu”
Yamada : Irasshaimase
Hanako : Adidos kaban wa arimasu ka.
Yamada : A, sumimasen arimasen.
Hanako : Jya, Niko kaban wa arimasu ka.
Yamada : Hai arimasu.
Hanako : Jya, Sono Niko Kaban wa hitotsu kudasai
Yamada : Kashikomarimashita, yon man has-sen san-byaku ichi rupia desu
Hanako : Jya, mittsu kudasai
Yamada : Zenbude, juu yon man yon sen kyuu hyaku san rupia desu
Hanako : Ni juu man rupia de, onegaishimasu
Yamada : Hai, go man go sen kyuu juu nana rupia rupia no otsuri desu. Arigatou gozaimasu.
*Mittsu : 3 Buah
*Otsuri : Kembalian
*Zenbu : semuanya
SHITSUMON : Berapa uang kembalian yang di berikan kepada Hanako?
a)
Rp. 50.597
b)
Rp. 55.907
c)
Rp. 50.907
d)
Rp. 55.097
e)
Rp. 50.097
26.
“Kaimono shimasu”
Yamada : Irasshaimase
Hanako : Adidos kaban wa arimasu ka.
Yamada : A, sumimasen arimasen.
Hanako : Jya, Niko kaban wa arimasu ka.
Yamada : Hai arimasu.
Hanako : Jya, Sono Niko Kaban wa hitotsu kudasai
Yamada : Kashikomarimashita, yon man has-sen san-byaku ichi rupia desu
Hanako : Jya, mittsu kudasai
Yamada : Zenbude, juu yon man yon sen kyuu hyaku san rupia desu
Hanako : Ni juu man rupia de, onegaishimasu
Yamada : Hai, go man go sen kyuu juu nana rupia rupia no otsuri desu. Arigatou gozaimasu.
*Mittsu : 3 Buah
*Otsuri : Kembalian
*Zenbu : semuanya
SHITSUMON : Zenbu no kaban wa ikura desu ka.
a)
122.493 rupia desu.
b)
104.490 rupia desu.
c)
14.493 rupia desu.
d)
12.493 rupia desu.
e)
144.903 rupia desu.
27.
Setiap negara memiliki upacara dan tradisi khas yang dilakukan untuk menandai tahap penting dalam kehidupan seseorang. Tradisi tidak hanya memperkuat hubungan antaranggota keluarga, tetapi juga mencerminkan nilai Pancasila, terutama sila “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” serta “Persatuan Indonesia”, karena mengajarkan rasa hormat terhadap kebudayaan sendiri maupun budaya bangsa lain.
Untuk memperluas wawasan, guru kemudian memperkenalkan salah satu istilah dalam budaya Jepang yang juga berkaitan dengan upacara dalam keluarga. Siswa diminta memahami kalimat berikut: “Kinou no otouto no katsureishiki ni oiwai o shimashita.”
SHITSUMON : Katsureishiki no imi wa nan desu ka?
a)
Khitanan
b)
Ulang tahun
c)
Upacara penerimaan siswa baru
d)
Upacara pelulusan
e)
Pernikahan
28.
"Oiwai O Shimashita"
Haruki : Kyounen no ani no sotsugyoushiki ni oiwai o shimashita.
Agasa : Soudesuka. Nani ka agemashitaka.
Haruki : Hai, keeki o agemashita.
Agasa : Hana desu ka. Ii desu ne. Watashi no sotsugyoushiki toki hana o moraimashita.
Haruki : Soudesuka. Dare kara moraimashitaka.
Agasa : otouto kara o moraimashita. Demo kyounen no otouto no shotsugyoushiki toki nani mo agemasendeshita.
Haruki : Aa, soudesuka.
SHITSUMON : Haruki-san wa nani o moraimashitaka.
a)
Buku
b)
Bunga
c)
Uang
d)
Kartu Ucapan
e)
Kado
29.
"Oiwai O Shimashita"
Haruki : Kyounen no ani no sotsugyoushiki ni oiwai o shimashita.
Agasa : Soudesuka. Nani ka agemashitaka.
Haruki : Hai, keeki o agemashita.
Agasa : Hana desu ka. Ii desu ne. Watashi no sotsugyoushiki toki hana o moraimashita.
Haruki : Soudesuka. Dare kara moraimashitaka.
Agasa : otouto kara o moraimashita. Demo kyounen no otouto no shotsugyoushiki toki nani mo agemasendeshita.
Haruki : Aa, soudesuka.
SHITSUMON :Kyounen no toki Otouto kara nani o moraimashitaka.
a)
Hana o agemashita
b)
Hon o agemashita
c)
Nani o agemashitaka
d)
Hana o moraimashita
e)
Nani mo agemasendeshita
30.
"Oiwai O Shimashita"
Haruki : Kyounen no ani no sotsugyoushiki ni oiwai o shimashita.
Agasa : Soudesuka. Nani ka agemashitaka.
Haruki : Hai, keeki o agemashita.
Agasa : Hana desu ka. Ii desu ne. Watashi no sotsugyoushiki toki hana o moraimashita.
Haruki : Soudesuka. Dare kara moraimashitaka.
Agasa : otouto kara o moraimashita. Demo kyounen no otouto no shotsugyoushiki toki nani mo agemasendeshita.
Haruki : Aa, soudesuka.
SHITSUMON :Haruki-san wa Ani ni nani o agemashitaka.
a)
Okane o agemashita.
b)
Kaado agemashita.
c)
Keeki o agemashitaka.
d)
Hana o agemashita.
e)
Hon o agemashita.
31.
Mia : Ano, sumimasen.
Kim : Hai.
Mia : Kanji no yomikata ga wakarimasen. Oshiete kudasaimasenka.
Kim : Sumimasen wakarimasen.
Mia : Soudesuka.
Yuri : kanji no yomikata ga wakarimasuka.
Mia : Etto, watashi wa chotto.
Yuri : tetsudaimashouka.
Mia : Hontou, arigatou.
SHITSUMON : Siapakah yang memahami cara membaca kanji?
a)
Mia-san
b)
Yuri-san
c)
Kim-san
d)
Mia-san to Kim-san
e)
Yuri-san to Kim-san
32.
Mia : Ano, sumimasen.
Kim : Hai.
Mia : Kanji no yomikata ga wakarimasen. Oshiete kudasaimasenka.
Kim : Sumimasen wakarimasen.
Mia : Soudesuka.
Yuri : kanji no yomikata ga wakarimasuka.
Mia : Etto, watashi wa chotto.
Yuri : tetsudaimashouka.
Mia : Hontou, arigatou.
SHITSUMON : Mia-san wa kanji ga wakarimasuka?
a)
Hai, wakarimasu
b)
Hai, soudesu
c)
Iie, wakarimasu
d)
Hai, wakarimasen
e)
Iie, wakarimasen
33.
Dalam kehidupan sehari-hari, sikap saling tolong-menolong merupakan bagian penting dari budaya bangsa mana pun, termasuk Jepang maupun Indonesia. Guru menjelaskan kepada siswa bahwa dalam budaya Jepang, perhatian terhadap orang lain ditunjukkan melalui ungkapan sopan yang mencerminkan empati dan kepedulian. Hal ini sejalan dengan nilai Pancasila, khususnya sila “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”, yang mengajarkan kita untuk peduli dan membantu sesama tanpa memandang perbedaan.
Ketika seseorang di depan kita tampak kesulitan, misalnya menjatuhkan barang atau terlihat membutuhkan bantuan, kita dianjurkan untuk menanyakan kabar atau menawarkan bantuan dengan ungkapan bahasa Jepang yang sesuai dan sopan. Ungkapan tersebut mencerminkan sikap luhur yang relevan dengan budaya kedua negara.
SHITSUMON : Kalimat pertanyaan dalam bahasa Jepang yang diucapkan ketika melihat seseorang dalam keadaan kesusahan atau memerlukan bantuan adalah…
a)
Wakarimashitaka.
b)
Tetsudaimasenka.
c)
Doko desu ka.
d)
Daijoubu desu ka
e)
Dare desu ka.
34.
Ubahlah kalimat dibawah ini menjadi kalimat “cara menggunakan” dalam Bahasa Jepang.
Bunkasai no toki minna ga yukata o kimashita. Demo, watashi wa [________] wakarimasen.
a)
Yukata no kikata
b)
Yukata o kimasu.
c)
Yukata no kimasu.
d)
Yukata o kikata
e)
Yukata no kimasukata
35.
Pada akhir pelajaran, guru bahasa Jepang sedang menjelaskan tentang bentuk negatif lampau dalam pola kalimat Jepang. Bentuk ini digunakan ketika kita ingin menyatakan bahwa suatu kegiatan tidak dilakukan di masa lalu.
Guru memberikan contoh kalimat dasar:
“Watashi wa terebi o mimasu.”
yang berarti “Saya menonton televisi.”
Kalimat tersebut masih dalam bentuk positif dan waktu sekarang. Untuk menguji pemahaman siswa, guru meminta mereka mengubah kalimat itu menjadi bentuk negatif lampau.
SHITSUMON : Ubahlah kalimat diatas menjadi kalimat negatif bentuk lampau dalam Bahasa Jepang!
a)
Watashi wa terebi o mimasen.
b)
Watahsi wa terebi o mimasuka.
c)
Watashiwa terebi o mimasendeshita.
d)
Watashi wa terebi o mimasuta.
e)
Watashi wa terebi o mimashita.
36.
“Watashi to Tomodachi”
Watashi wa Sakura desu. San-nensei desu. Himana toki watashi wa supootsu o mimasu, sanpo shimasu, geemu o shimasu, kaimono shimasu, hanashimasu, tomodachi ni aimasu. Watashi wa go-nin tomodachi ga imasu. Namae wa Tania-san, Meri-san, Akiko-san, Yuri-san, Delia-san desu. Watashitachi wa maishuu oyogimasu. Watashi wa Tania-san to yoku aimasu. Meri-san wa amari geemu o shimasen. Watashi wa Akiko-san to toki doki watashi no uchi de supootsu o mimasu. Yuri-san to toki doki su-pa- de kaimono shimasu. Watashi wa Delia-san to yoku sanpo shimasu. Mo-ru e sanpo shimasu.
SHITSUMON : Doko de kaimono shimasu ka.
a)
Su-pa- de kaimono shimasu.
b)
Ichiba de kaimono shimasu.
c)
Konbini de kaimono shimasu.
d)
Mo-ru de kaimono shimasu.
e)
Baiten de kaimono shimasu.
37.
“Kyanpu no toki nani o kimasuka?”
Minna, Ohayou! Watashi wa Tomogi desu. kinou no nichiyoubi wa kyanpu desu. Watashi to tomodachi wa Lembang ni ikimashita. Kyanpuno toki watashi wa Tii shatsu o kiteimasu. Aoi Tii shatsu desu. Zubon o haiteimasu. Shoshite boushi o kabutteimasu.Atsui desu kara. Watashi no tomodachi wa Hatori-kun desu. Hatori-kun wa Tii shatsu o kiteimasu. Midori Tii shatsu desu. Han zubon o haiteimasu. Sandaru mo haiteimasu. Shoshite megane o kaketeimasu. Demo, Hatori-kun wa boushi o kabutteimasen.
SHITSUMON : Tomogi-san wa nani o kimasuka.
a)
Han zubon
b)
Sandaru
c)
Aoi tii shatsu
d)
Midori tii shatsu
e)
Megane
38.
“Kyanpu no toki nani o kimasuka?”
Minna, Ohayou! Watashi wa Tomogi desu. kinou no nichiyoubi wa kyanpu desu. Watashi to tomodachi wa Lembang ni ikimashita. Kyanpuno toki watashi wa Tii shatsu o kiteimasu. Aoi Tii shatsu desu. Zubon o haiteimasu. Shoshite boushi o kabutteimasu.Atsui desu kara. Watashi no tomodachi wa Hatori-kun desu. Hatori-kun wa Tii shatsu o kiteimasu. Midori Tii shatsu desu. Han zubon o haiteimasu. Sandaru mo haiteimasu. Shoshite megane o kaketeimasu. Demo, Hatori-kun wa boushi o kabutteimasen.
SHITSUMON : Hatori-san wa nani ga kaketeimasuka.
a)
Megane
b)
Sandaru
c)
Tii shatsu
d)
Han zubon
e)
Boushi
39.
“Kyanpu no toki nani o kimasuka?”
Minna, Ohayou! Watashi wa Tomogi desu. kinou no nichiyoubi wa kyanpu desu. Watashi to tomodachi wa Lembang ni ikimashita. Kyanpuno toki watashi wa Tii shatsu o kiteimasu. Aoi Tii shatsu desu. Zubon o haiteimasu. Shoshite boushi o kabutteimasu.Atsui desu kara. Watashi no tomodachi wa Hatori-kun desu. Hatori-kun wa Tii shatsu o kiteimasu. Midori Tii shatsu desu. Han zubon o haiteimasu. Sandaru mo haiteimasu. Shoshite megane o kaketeimasu. Demo, Hatori-kun wa boushi o kabutteimasen.
SHITSUMON : Kemana Tomogi dan Hatori pergi?
a)
Festival Kebudayaan
b)
Kemping
c)
Pesta
d)
Rekreasi
e)
Bioskop
40.
“Kyanpu no toki nani o kimasuka?”
Minna, Ohayou! Watashi wa Tomogi desu. kin+A5ou no nichiyoubi wa kyanpu desu. Watashi to tomodachi wa Lembang ni ikimashita. Kyanpuno toki watashi wa Tii shatsu o kiteimasu. Aoi Tii shatsu desu. Zubon o haiteimasu. Shoshite boushi o kabutteimasu.Atsui desu kara. Watashi no tomodachi wa Hatori-kun desu. Hatori-kun wa Tii shatsu o kiteimasu. Midori Tii shatsu desu. Han zubon o haiteimasu. Sandaru mo haiteimasu. Shoshite megane o kaketeimasu. Demo, Hatori-kun wa boushi o kabutteimasen.
SHITSUMON : Hatori-san wa boushi o kabutteimasuka
a)
Hai, kiteimasu.
b)
Iie, kiteimasen
c)
Hai, kabutteimasen
d)
Hai, soudesu
e)
Iie, kabutteimasen
41.
[ 1 ]JALAN-JALAN DIKOTA
[ 2 ]MAKAN
[ 3 ]BERIBADAH
[ 4 ]MENONTON TV
Kyou wa nichi-youbi desu. Watashi wa 4-ji ni okimasu. Shoshite oinori o shimasu. 6-ji ni watashi wa haha to ichiba e ikimasu. Iro-iro na mono o kaimasu. Tatoeba yasai to sakana to kudamono o kaimasu. Haha wa ryouri o tsukurimasu. Watashi wa hana ni mizu o yarimasu. 7-ji ni watashi wa mizu o abimasu. 8-ji watashi wa gohan o tabemasu. Shoshite, sobo to sewa o shimasu. 10-ji ni airon o kakemasu. 11-ji terebi o mimasu. 13-ji tomodachi to machi o burabura shimasu. 16-ji uchi e kaerimasu. 21-ji nemasu.
Cat : -ji (jam)
SHITSUMON : Pilihlah urutan kegiatan yang sesuai dengan cerita
a)
1-2-3-4
b)
2-1-4-3
c)
3-4-1-2
d)
2-3-4-2
e)
3-2-4-1
42.
Pada suatu hari, kakak pergi ke sebuah toko alat tulis untuk membeli perlengkapan sekolah adiknya. Di toko tersebut, ia melihat berbagai barang seperti bolpoin, buku catatan, dan penghapus. Setelah memilih-milih, akhirnya kakak memutuskan untuk membeli sebuah pensil (enpitsu) karena warnanya lucu dan kualitasnya bagus. Penjaga toko kemudian menyerahkan pensil tersebut dan menyebutkan harganya dalam bahasa Jepang yaitu Rp. 5.880.
SHITSUMON : Bagaimana penyebutan uang RP. 5.880 dalam Bahasa Jepang?
a)
Go sen happyaku hachi juu
b)
Go man hassen happyaku
c)
Go man happyaku hachi juu
d)
Go sen hassen hachi juu
e)
Go sen happaku juu hachi
43.
Dalam budaya Jepang, penyebutan angka memiliki aturan dan struktur yang unik, terutama ketika digunakan untuk menyebutkan harga atau jumlah uang. Berbeda dengan di Indonesia yang menggunakan satuan ribuan, masyarakat Jepang terbiasa memakai satuan “man” (10.000) dan “sen” (1.000). Hal ini membuat cara membaca harga terdengar berbeda bagi pemelajar bahasa Jepang, karena angka besar akan dibagi berdasarkan satuan tersebut.
Untuk mengenalkan cara penyebutan angka uang tersebut, Sensei membawa sebuah kotak alat tulis dan menjelaskan bagaimana harga barang dinyatakan dalam bahasa Jepang.
Sensei : “Kore fudebako wa san man go sen hyaku rupia desu”
SHITSUMON : San man go sen hyaku rupia Indonesia-go de nan desu ka?
a)
Rp. 350.100,-
b)
Rp. 35.000,-
c)
Rp. 3.510,-
d)
Rp. 35.100,-
e)
Rp. 300.510,-
44.
Debara : Shumi wa nan desu ka.
Wita : Anime desu. Yoku intaanetto o mimasu.
Debara : Sou desu ka. Nani ga suki desu ka.
Wita : Doraemon ga suki desu.
Debara : Sou desu ka.
SHITSUMON : Wita-san no shumi wa nan desu ka?
a)
Onrain geemu
b)
Anime
c)
Manga
d)
Dorama
e)
Supootsu
45.
“Haha no Hi”
Kotoshi wa haha no hi ni oiwai o shimashita. Watashi wa hana o agemashita. Ane wa ka-do o agemashita. Otouto wa nanimo agemasendeshita. Demo, uta o utaimashita.
SHITSUMON : Otouto wa nani o shimashitaka?
a)
Nani mo agemasendeshita
b)
Hana o agemashita
c)
Uta o utaimashita
d)
Ka-do o agemashita
e)
Okane o agemashita
46.
“Shourai Nani O Shimashitaka”
Watashi wa Juan desu. Watashi wa Shourai nihon ni ryuugakushitai desu. Nihon de anime o benkyoushitaidesu. Shoshite, 30sai goro anime no kaisha o tsukuritai desu.
SHITSUMON : Apa yang diingankan Juan dimasa depan?
a)
Belajar tentang komik di Jepang
b)
Menjadi penerjemah Bahasa Jepang
c)
Bekerja di perusahaan kartun di Jepang
d)
Mendirikan perusahaan kartun di Jepang
e)
Belajar di Universitas di Jepang
47.
Denwa de :
Yeri-san, Konnichiwa.
Nihon-go no shukudai, owarimashitaka. Watashi wa, shukudai ga wakarimasen. Kyou, (________) . 2ji wa doudesuka?
SHITSUMON : Ungkapan yang tepat untuk melengkapi kalimat diatas adalah…
a)
Tetsudaimshouka
b)
Oshiete kudasaimasenka
c)
Isshoni ikimashouka
d)
Kashite kudasaimasenka
e)
Doushitandesuka
48.
Kotoshi no watashi no tanjoubi ni oiwai o shimashita. Tanjoubi wa sangatsu hatsuka deshita. Haha kara purezento o moraimashita. Purezento wa kameradeshita. Chichi kara okane o moraimashita. Shoshite ane kara hon o moraimashita. Totemo ureshiikattadesu.
SHITSUMON : Informasi apa yang sesuai dengan cerita diatas?
a)
Saya menerima hadiah buku dari ayah
b)
Perayaan ulang tahun saya bulan maret tanggal 10
c)
Ibu memberi saya hadiah kamera
d)
Kakak perempuan tidak memberikan hadiah apapun
e)
Tahun ini saya tidak merayakan ulang tahun
49.
Tanaka-sensei meminta para siswa mencatat cara membaca setiap kanji tanah. Ia menjelaskan bahwa kanji 土 dapat dibaca dengan beberapa cara, tergantung pada kata yang mengikutinya. Misalnya, saat menunjuk tanah di kebun sekolah, beliau berkata, “Ini dibaca tsuchi.” Tetapi ketika menuliskan 土地, beliau menjelaskan bahwa bacaan yang tepat adalah tochi, bukan tsuchi. Beliau juga mengingatkan bahwa hari-hari ada kanji 土曜日, yang dibaca dengan…
a)
Kinyoubi
b)
Mokuyoubi
c)
Suiyoubi
d)
Kayoubi
e)
Doyoubi
50.
Di sebuah kelas bahasa Jepang tingkat pemula, Sensei Haruka sedang menjelaskan beberapa kanji dasar yang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari. Ia membawa sebuah gambar besar yang berisi lima elemen alam: api, air, tanah, kayu, dan logam. Setiap elemen ditulis menggunakan kanji masing-masing.
Saat menjelaskan elemen air, Sensei menampilkan huruf kanji bergoresan tiga yang tampak seperti aliran sungai yang turun ke bawah. Ia berkata bahwa kanji ini sering muncul pada kata-kata sehari-hari, seperti mizu (air), suiyōbi (hari Rabu), dan suidō (saluran air).
SHITSUMON : Kanji manakah yang digunakan untuk menyatakan “air” dalam bahasa Jepang?
a)
火
b)
木
c)
水
d)
土
e)
金
100 %
