NEW
Font size
WorksheetsSoal Pilihan Ganda Onkologi
Total questions: 61
Worksheet time: 31mins
Seorang mahasiswa kedokteran mempelajari bagaimana pemahaman kanker berkembang dari teori humor kuno hingga pengetahuan modern berbasis molekuler. Ia menemukan bahwa saat ini kanker dipahami sebagai penyakit genetik akibat mutasi. Pemahaman ini membuka jalan bagi pengobatan berbasis target molekuler. Cabang ilmu yang ia pelajari adalah…
Patologi klinik
Onkologi
Hematologi
Sitologi
Genetika populasi
Seorang dosen menjelaskan bahwa onkologi tidak hanya membahas kanker, tetapi juga mencakup mekanisme terbentuknya tumor, deteksi dini, diagnosis, terapi, dan pencegahan. Mahasiswa diminta memahami hubungan antara biologi molekuler dan pembentukan tumor. Ruang lingkup ini juga mencakup perkembangan terapi dan penelitian klinis. Ruang lingkup tersebut menunjukkan bahwa onkologi adalah…
Ilmu yang hanya mempelajari sel normal
Ilmu tentang infeksi bakteri
Ilmu yang berfokus pada tumor dan kanker
Ilmu tentang fungsi hormon
Ilmu tentang imunologi dasar
Seorang ATLM menerima sampel biopsi untuk evaluasi tumor. Ia diminta memahami bagaimana morfologi sel terlihat abnormal dan bagaimana marker molekuler diperiksa. Pengetahuan dasar onkologi sangat penting agar ATLM mampu membaca petunjuk awal keganasan. Peran onkologi dalam TLM terutama berkaitan dengan…
Penatalaksanaan obat pasien
Interpretasi radiologi
Pemeriksaan laboratorium sel dan jaringan kanker
Perhitungan dosis radiasi
Rehabilitasi pasien kanker
Dalam suatu pemeriksaan laboratorium, ATLM memeriksa ekspresi protein tertentu seperti HER2 dan p53. Biomarker ini membantu dokter menentukan jenis kanker dan terapinya. Tanpa pemahaman onkologi dasar, ATLM tidak bisa menilai validitas hasil. Proses ini menegaskan bahwa ATLM berperan dalam…
Manajemen terapi hormonal
Analisis biomarker kanker
Pemberian kemoterapi langsung
Penentuan stadium klinis
Menetapkan diagnosis akhir
Dalam pemeriksaan histopatologi, sel terlihat memiliki nukleus besar dan tidak seragam. Sitoplasma tampak sangat sedikit dibandingkan ukuran nukleus. Ini berbeda dari sel normal yang memiliki perbandingan seimbang. Temuan tersebut menggambarkan…
Sel normal
Sel regeneratif
Sel kanker
Sel nekrotik
Sel inflamasi
Pada sampel jaringan, sel tampak kehilangan ciri khas jaringan asal. Sel tidak lagi menjalankan fungsi khusus dan tampak primitif. Kondisi ini disebut hilangnya diferensiasi. Hal ini terjadi pada…
Sel normal
Sel kanker
Sel yang menua
Sel remodelling
Sel fibroblas normal
Pasien dengan tumor ganas menunjukkan mutasi pada proto-onkogen sehingga menjadi aktif terus menerus. Gen tersebut kini selalu memberi sinyal pertumbuhan meskipun tidak diperlukan. Kondisi ini meningkatkan proliferasi abnormal. Gen yang terbentuk disebut…
onkogen
antionkogen
gen supresor tumor
gen regulator
a. Tumor suppressor b. Onkogen c. Gen epigenetik d. Gen stabil e. Anti-metastasis
Tumor suppressor
Onkogen
Gen epigenetik
Gen stabil
Anti-metastasis
Pada hasil pemeriksaan molekuler ditemukan bahwa gen p53 tidak berfungsi. Akibatnya, sel tidak lagi mampu menghentikan pembelahan saat DNA rusak. Kerusakan ini memungkinkan mutasi menumpuk. Gen p53 termasuk…
Onkogen
Gen supresor tumor
Gen metabolik
Gen housekeeping
Gen transport membran
Dalam pemeriksaan genetik, diketahui bahwa sebagian segmen DNA hilang termasuk bagian yang mengatur perbaikan DNA. Kehilangan segmen ini membuat sel kehilangan kontrol atas siklus sel. Mutasi tersebut mempercepat keganasan. Perubahan ini disebut…
Insersi
Delesi
Duplikasi
Inversi
Epigenetik
Analisis sel kanker menunjukkan penggandaan berlebihan pada gen tertentu sehingga jumlah proteinnya meningkat jauh dari normal. Protein yang berlebihan ini mendorong pertumbuhan tumor. Mutasi tersebut adalah…
Translokasi
Amplifikasi gen
Aneuploidy
Insersi
Inversi
Seorang pasien leukemia memiliki pertukaran segmen antara dua kromosom yang berbeda. Hal ini menghasilkan gen fusi yang sangat aktif dan mempercepat pertumbuhan sel kanker. Perubahan ini adalah…
Duplikasi
Translokasi
Frameshift
Delesi
Epigenetik
Pada sampel tumor padat terlihat bahwa sel kanker dalam satu tumor memiliki berbagai karakteristik genetik berbeda. Hal ini menyebabkan tumor sulit diobati dan cepat berubah. Kondisi ini terjadi karena mutasi terus berkembang. Keadaan ini disebut…
Stabilitas genom
Heterogenitas sel kanker
Diferensiasi sempurna
Homeostasis jaringan
Metastasis
Pasien terpapar zat karsinogen sehingga DNA selnya mengalami perubahan awal. Sel masih tampak normal secara morfologis tetapi membawa mutasi genetik pertama. Tahap ini belum menyebabkan pertumbuhan berlebih. Tahap ini adalah…
Promosi
Progresi
Inisiasi
Metastasis
Nekrosis
Setelah terjadi mutasi awal, sel mulai berkembang biak lebih cepat. Sel mengalami clonal expansion dan resistensi terhadap apoptosis. Tahap ini merupakan langkah menuju tumor ganas.
Tahap ini adalah…
Inisiasi
Promosi
Progresi
Metastasis
Stabilitas
Pada tahap akhir, sel kanker menunjukkan kemampuan menyerang jaringan sekitar. Mutasi tambahan membuat sel menjadi agresif dan invasif. Tahap ini menandai pembentukan kanker ganas. Tahap ini adalah…
Inisiasi
Promosi
Progresi
Regenerasi
Inflamasi
Seorang pasien mendapat terapi yang menargetkan molekul spesifik seperti HER2. Dokter menjelaskan bahwa pengobatan kanker kini tidak hanya berdasarkan lokasi tumor tetapi berdasarkan target molekuler. Ini adalah hasil kemajuan sains onkologi modern. Pendekatan ini disebut…
Terapi non-spesifik
Terapi hormonal
Terapi target
Terapi radiasi konvensional
Terapi paliatif
ATLM mengamati sediaan sitologi dan menemukan adanya sel dengan kromatin kasar, batas tidak jelas, dan pembelahan meningkat. Ia harus mengenali pola tersebut untuk memberi laporan awal kepada dokter. Tanpa pemahaman onkologi, ia tidak dapat menilai keganasan. Peran analisis ini termasuk…
Manajemen operasi
Deteksi dini kanker
Penelitian farmasi
Penentuan diet
Prognosis akhir
Pada sel kanker ditemukan bahwa jalur apoptosis tidak bekerja. Akibatnya sel yang rusak tidak mati, tetapi tetap bertahan dan berkembang. Hal ini merupakan salah satu alasan kenapa kanker terus tumbuh. Kondisi ini terjadi karena…
Apoptosis normal
Apoptosis meningkat
Apoptosis terganggu
Nekrosis fisiologis
Hipoksia ringan
Pemeriksaan menunjukkan bahwa sel-sel tumor mengalami pembelahan cepat tanpa mempertimbangkan kebutuhan jaringan. Kondisi ini bertolak belakang dengan sel normal yang hanya membelah sesuai kebutuhan. Pola pembelahan yang tidak terkontrol merupakan inti dari kanker. Hal ini disebut…
Overekspresi hormon
Pembelahan fisiologis
Proliferasi tidak terkendali
Metabolisme basal
Regenerasi jaringan
Seorang pasien bertanya mengapa kanker terus memburuk dari waktu ke waktu. Dokter menjelaskan bahwa semakin banyak mutasi terjadi, semakin besar kemampuan sel untuk beradaptasi dan menjadi ganas. Mutasi ini dapat berasal dari kesalahan replikasi DNA maupun paparan lingkungan. Keadaan ini dikenal dengan…
Stabilitas genom
Ketidakstabilan genetik
Reparasi DNA optimal
Penuaan sel normal
Homeostasis jaringan
Seorang sel baru saja terbentuk dan memasuki fase pertumbuhan awal. Pada fase ini sel memeriksa apakah tersedia nutrisi, energi, dan sinyal pertumbuhan yang cukup. Sebelum masuk ke fase replikasi DNA, sel memeriksa apakah DNA masih normal. Fase ini adalah…
G0
G1
S
G2
M
Pada suatu kondisi, sel tidak memiliki cukup nutrisi sehingga tidak dapat melanjutkan proses pembelahan. Untuk sementara sel masuk ke fase istirahat tanpa membelah. Jika kondisi sudah memungkinkan, sel dapat kembali ke siklus pembelahan. Fase tersebut adalah…
Metafase
G2
G0
Prometafase
Sitokinesis
Seorang peneliti mengamati bahwa jumlah DNA dalam sel meningkat menjadi dua kali lipat. Selain menggandakan DNA, sel juga memproduksi protein histon baru. Tahap ini memastikan kedua sel anak menerima salinan DNA lengkap. Fase yang ditunjukkan adalah…
G1
G2
S
Metafase
Telofase
Setelah replikasi selesai, sel kembali memeriksa apakah DNA sudah utuh dan tidak mengalami kesalahan. Sel juga mensintesis protein yang diperlukan untuk mitosis seperti mikrotubulus. Jika terjadi kerusakan, siklus sel ditahan sementara. Tahap ini adalah…
G1
S
G2
Anafase
Profase
Seorang mahasiswa melihat di bawah mikroskop bahwa kromatin mulai berubah menjadi kromosom yang tebal dan jelas. Sentrosom bergerak ke kutub sel, dan membran inti mulai terurai. Benang spindle mulai terbentuk. Tahap ini adalah…
Metafase
Profase
Anafase
Prometafase
Telofase
Dalam pengamatan lanjutan, membran inti sel benar-benar hilang. Benang spindle mulai menempel pada sentromer setiap kromosom. Kromosom mulai bergerak ke bagian tengah sel. Tahap ini adalah…
Profase
Metafase
Prometafase
Anafase
Sitokinesis
Pada tahap ini peneliti melihat semua kromosom berbaris rapi di tengah sel. Spindel sudah menempel dengan benar pada setiap sentromer. Sel hanya akan melanjutkan pembelahan jika semua kromosom menempel sempurna. Tahap ini adalah…
Profase
Metafase
Prometafase
Anafase
Sitokinesis
Tahap pembelahan sel di mana kromosom berjajar di bidang ekuator dan setiap kromatid saudara bersiap untuk dipisahkan. Tahap ini adalah…
Telofase
Anafase
Metafase
Profase
G2
Di bawah mikroskop tampak kromatid saudara ditarik menuju kutub berlawanan. Sel memanjang untuk mempersiapkan pembelahan. Setiap kromatid kini menjadi kromosom utuh. Tahap ini adalah…
Profase
Metafase
Anafase
Telofase
G1
Pada tahap selanjutnya, kromosom kembali menjadi kromatin. Dua membran inti baru mulai terbentuk di masing-masing kutub sel. Spindel menghilang dan dua inti baru telah terbentuk. Tahap ini adalah…
Profase
Metafase
Telofase
Prometafase
S
Pada akhir pembelahan, sitoplasma membelah menjadi dua. Organel terbagi ke masing-masing sel anak. Dua sel anak identik secara genetik dihasilkan. Tahap ini disebut…
Telofase
Sitokinesis
Anafase
Interfase
G2
Dalam pemeriksaan sel tumor, ditemukan bahwa sel tetap melanjutkan pembelahan meskipun DNA rusak. Checkpoint pada tahap G1 gagal berfungsi akibat mutasi gen p53. Akibatnya, sel yang rusak tetap berkembang. Karakteristik ini menunjukkan…
Siklus sel normal
Checkpoint berfungsi baik
Siklus sel kanker
Fase G0
Apoptosis normal
Pada fase replikasi, enzim perbaikan DNA seperti BRCA1 dan MLH1 tidak berfungsi. DNA direplikasi sangat cepat tetapi tidak stabil. Mutasi baru muncul pada setiap pembelahan. Hal ini terjadi pada…
Sel normal
Sel kanker
Sel G0
Sel yang mengalami apoptosis
Sel diferensiasi tinggi
Saat memasuki G2, sel kanker tidak mampu menahan pembelahan meskipun terdapat kesalahan DNA. Checkpoint G2 yang biasanya dikendalikan oleh ATM dan CHK1/CHK2 tidak berfungsi. Akibatnya sel tetap masuk ke mitosis. Hal ini menyebabkan…
DNA lebih stabil
Tidak ada pembelahan
Abnormalitas kromosom meningkat
Apoptosis normal
Sel berhenti membelah
Pada fase mitosis, sistem pembagian kromosom rusak karena gangguan protein spindle seperti Aurora kinase. Kromosom tidak dibagi secara merata. Sel anak memiliki jumlah kromosom yang tidak normal. Kondisi ini disebut…
Aneuploidy
Poliploidi
Mutasi gen
Translokasi
Pada beberapa sel tumor, sitoplasma tidak membelah sempurna sehingga terbentuk satu sel dengan lebih dari satu inti. Sel abnormal ini tetap hidup karena tidak mengalami apoptosis. Sel jenis ini terus membentuk massa tumor. Kondisi tersebut menggambarkan…
Sitokinesis normal
Pembelahan sempurna
Sel kanker dengan gangguan cytokinesis
Sel normal fase G1
Metafase normal
Dalam jaringan tumor, sel-sel menunjukkan aktivitas pembelahan terus menerus tanpa henti. Tidak ada sel yang memasuki fase istirahat. Onkogen seperti RAS dan MYC selalu aktif mendorong pembelahan. Ini menunjukkan bahwa…
Sel kanker memiliki fase G0 yang panjang
Sel kanker tidak pernah berhenti membelah
Sel kanker menunggu sinyal pertumbuhan
Sel kanker mati karena apoptosis
Sel kanker membelah perlahan
Sel normal akan berhenti membelah jika DNA rusak dan melakukan perbaikan atau apoptosis. Namun sel kanker tetap melanjutkan pembelahan meskipun kerusakan parah. Ini menyebabkan mutasi semakin menumpuk. Karena itu, sel kanker memiliki…
Respon DNA normal
Checkpoint kuat
Apoptosis normal
Respon DNA rusak yang gagal
Euploid stabil
Sel normal memerlukan sinyal luar seperti hormon atau faktor pertumbuhan untuk membelah. Namun, sel kanker membelah meskipun tidak ada sinyal tersebut. Bahkan pembelahan tetap terjadi dalam kondisi lingkungan buruk. Ini terjadi karena…
Onkogen aktif terus
Checkpoint G1 kuat
Fase G0 panjang
DNA stabil
Pembelahan lambat
Seorang ilmuwan menjelaskan bahwa kanker tidak terjadi hanya dari satu mutasi. Mutasi terjadi bertahap selama replikasi DNA yang rusak terus dibiarkan. Setiap pembelahan sel kanker menambah ketidakstabilan genom. Proses ini disebut…
Apoptosis
Akumulasi mutasi
Replikasi normal
Diferensiasi
Homeostasis
Seorang mahasiswa melihat sel yang tampak tidak sedang membelah, tetapi organel bertambah banyak dan DNA sedang direplikasi. Setelah proses ini selesai, sel akan menuju mitosis. Tahap yang sedang terjadi adalah…
Telofase
Anafase
Interfase
Sitokinesis
Prometafase
Dalam sebuah percobaan, terlihat sel yang belum menunjukkan tanda-tanda pembelahan. Namun, sel tersebut sangat aktif mensintesis protein, memperbanyak organel, dan menyiapkan replikasi DNA. Aktivitas ini menghabiskan mayoritas waktu hidup sel.
Tahap ini adalah…
Telofase
Interfase
Sitokinesis
Anafase
Profase
Sebuah sel normal menghentikan siklusnya setelah mendeteksi kerusakan DNA kecil pada fase G1. Namun pada sel kanker, mutasi p53 menyebabkan sel tetap melaju ke fase S tanpa perbaikan. Hal inilah yang membuat mutasi menumpuk. Perbedaan ini terkait dengan…
Penurunan sintesis protein
Tidak berfungsinya checkpoint G1
Gangguan mikrotubulus
Replikasi histon
Sitokinesis lambat
Pada preparat laboratorium terlihat sel memperbesar ukuran dan mempersiapkan struktur spindle. Sel juga kembali memeriksa apakah replikasi DNA sebelumnya lengkap. Sel hanya melanjutkan jika tidak ditemukan kerusakan. Tahap ini adalah…
Fase S
G2
G1
Prometafase
Metafase
Dalam sampel sel kanker, kromatid saudara ditarik secara tidak seimbang karena adanya kerusakan protein spindle. Beberapa kromatid tertinggal di tengah sel. Hal ini menyebabkan dua sel anak memiliki DNA yang jumlahnya berbeda. Peristiwa ini merupakan…
Pembelahan normal
Apoptosis
Gangguan anafase
Replikasi S-phase
Fase G0
Pada jaringan normal, sel hanya membelah jika mendapat sinyal faktor pertumbuhan. Namun pada sampel tumor, sel tetap membelah meski lingkungan kekurangan kekurangan nutrisi dan tidak ada sinyal eksternal. Sel tersebut menunjukkan pembelahan mandiri tanpa regulasi. Fenomena ini terjadi karena…
Sinyal sitokin meningkat
Onkogen aktif terus
Apoptosis meningkat
Netralisasi hormon terjadi
Checkpoint M terlalu kuat
Seorang pasien memiliki mutasi BRCA1 pada sel tumornya. Saat fase S berlangsung, replikasi DNA berjalan sangat cepat tetapi penuh kesalahan karena enzim perbaikan DNA tidak berfungsi. Kondisi ini meningkatkan ketidakstabilan genom. Mutasi BRCA1 terutama menyebabkan…
Replikasi DNA lambat dan akurat
Checkpoint G1 berhenti total
Perbaikan DNA gagal
Kromosom tidak terbentuk
Pembentukan spindle tidak berlangsung
Pada gambar mikroskop terlihat dua kumpulan kromosom kembali berubah menjadi kromatin yang panjang. Dua membran inti baru mulai terbentuk pada kutub yang berlawanan. Spindel menghilang perlahan. Tahap ini menggambarkan…
Profase
Telofase
Metafase
Anafase
Prometafase
Seorang peneliti menemukan sel besar dengan dua inti sekaligus. Ia menyadari bahwa sitokinesis tidak berjalan sempurna, namun sel tidak mengalami apoptosis. Sel ini tetap hidup dan ikut memperbesar massa tumor. Kondisi ini menunjukkan…
Sitokinesis normal
Fase S terhenti
Gangguan pembelahan sel kanker
Replikasi DNA gagal
Pembelahan kromosom sempurna
Dalam kultur jaringan, sel normal berhenti membelah setelah memenuhi ruang yang tersedia. Namun sel kanker terus tumbuh meskipun sel-sel sudah sangat rapat. Sel kanker tidak pernah memasuki fase istirahat. Hal ini disebabkan oleh…
Checkpoint kuat
Keaktifan onkogen yang terus menerus
Apoptosis berjalan normal
Spindle mikrotubulus stabil
Fase G2 sangat panjang
Dalam sebuah penelitian, ilmuwan menemukan bahwa sel kanker tetap memasuki fase S meskipun DNA rusak berat. Ketika gen checkpoint G1 diperbaiki secara eksperimen, laju pembelahan sel menurun drastis. Hal ini menunjukkan bahwa perbaikan satu checkpoint saja dapat mengubah sifat keganasan. Kesimpulan paling logis dari temuan ini adalah…
Perbaikan checkpoint G1 dapat menurunkan keganasan sel kanker.
Sel kanker tidak terpengaruh oleh perbaikan gen checkpoint.
DNA yang rusak tidak mempengaruhi fase S sel kanker.
Perbaikan gen checkpoint tidak berpengaruh pada laju pembelahan sel.
Sebuah sel kanker mengalami mutasi pada BRCA1 sehingga proses perbaikan DNA sangat buruk. Ketika sel memasuki fase S, jumlah mutasi meningkat jauh lebih cepat dari siklus sel normal. Setelah beberapa pembelahan, sel menunjukkan aneuploidy berat. Apa hubungan antara kerusakan fase S dan aneuploidy tersebut?
Kesalahan pada fase S menyebabkan pembagian spindle menjadi terlalu kuat
Ketidakakuratan replikasi DNA meningkatkan peluang pembagian kromosom yang salah
Aneuploidy hanya dipengaruhi fase M dan tidak terkait dengan fase S
Fase S yang cepat mengaktifkan apoptosis
Mutasi fase S akan memperlambat pembentukan spindle
Dalam kultur laboratorium, sel normal berhenti membelah setelah mencapai kepadatan tertentu. Namun sel kanker tetap tumbuh meskipun wadah penuh. Ketika peneliti menambahkan inhibitor onkogen RAS, sel kanker mulai berhenti membelah. Fenomena ini menunjukkan bahwa…
Contact inhibition dimediasi oleh sinyal onkogen
Onkogen mencegah sel memasuki fase G0
Sel kanker berhenti membelah jika diberikan hormon pertumbuhan
RAS tidak berpengaruh pada pembelahan
Pembelahan sel normal tidak memerlukan regulasi genetik
Dalam pengamatan sel kanker, beberapa kromosom tidak menempel pada spindle tetapi pembelahan tetap berlanjut. Setelah pembelahan, kedua sel anak memiliki jumlah kromosom berbeda. Ketika checkpoint metafase diperbaiki, pembelahan kembali normal. Perbaikan checkpoint metafase mengakibatkan…
Sel berhenti di profase
Sel hanya melanjutkan pembelahan jika semua kromosom terikat spindle
Sel melewati fase S lebih cepat
DNA tidak lagi direplikasi
Apoptosis otomatis terjadi pada metafase
Dalam jaringan kanker, sel tidak pernah memasuki fase G0. Ketika diberi obat yang memaksa sel kanker masuk fase G0, pertumbuhan tumor melambat. Namun setelah obat dihentikan, tumor kembali membesar. Apa penjelasan paling tepat?
Sel kanker tidak bisa kembali ke fase S
Sel kanker hanya dapat membelah pada fase S
Fase G0 adalah satu-satunya fase yang mencegah mutasi
Fase G0 membatasi proliferasi, tetapi tidak memperbaiki mutasi genetik
Fase G0 membuat sel kanker menjadi normal
Dalam sebuah percobaan, peneliti menggunakan obat yang mengganggu pembentukan spindle. Sel kanker gagal menyelesaikan mitosis dan banyak yang mengalami apoptosis. Sel normal tidak terlalu terpengaruh. Mengapa sel kanker lebih sensitif terhadap gangguan spindle?
Sel kanker memiliki kromosom lebih sedikit
Sel kanker tidak memiliki fase S
Sel kanker mengandalkan pembelahan cepat sehingga kerusakan spindle sangat fatal
Sel normal tidak mengalami mitosis
Sel normal tidak memiliki checkpoint metafase
Dalam kultur, sel yang kehilangan p53 menunjukkan peningkatan mutasi di fase S dan gagal memperbaiki DNA di fase G2. Selain itu, sel tersebut tidak mengalami apoptosis meskipun DNA rusak. Peran p53 yang paling sesuai adalah…
Menghentikan pembelahan pada fase M
Menyusun spindle mikrotubulus
Mengatur perbaikan DNA dan mencegah pembelahan sel rusak
Melakukan replikasi DNA
Menjaga membran inti tetap stabil
Seorang mahasiswa bingung karena interphase dianggap fase “tidak membelah”, tetapi sel kanker tampak paling aktif pada fase ini. Setelah ditelaah, ternyata sebagian besar mutasi dan error terjadi pada fase S dan G2. Penjelasan paling tepat adalah…
Interphase tidak penting dalam kanker
Interphase adalah fase persiapan, sehingga kesalahan yang terjadi di sini berdampak besar pada mitosis
Sel kanker tidak mengalami interfase
Interphase tidak terkait mutasi
Semua kerusakan hanya terjadi pada telofase
Dalam studi genetik, tumor dengan kerusakan DNA repair seperti BRCA1 mengalami pertumbuhan lebih cepat dan lebih beragam secara genetik. Dalam waktu singkat, tumor menunjukkan heterogenitas yang sangat tinggi. Apa penyebab heterogenitas ini?
Apoptosis yang terlalu aktif
Replikasi DNA akurat
Mutasi terus bertambah tanpa diperbaiki
Sel kanker lebih sedikit membelah
Spindle mitosis lebih stabil
Ilmuwan sedang menguji obat baru yang memperlambat replikasi DNA di fase S. Pada sel normal, checkpoint G2 menghentikan pembelahan sampai perbaikan selesai. Namun pada sel kanker, pembelahan tetap berlanjut sehingga sel mengalami kerusakan fatal. Apa implikasi penting obat ini?
Obat lebih mematikan sel normal daripada sel kanker
Sel kanker lebih rentan karena tidak memiliki mekanisme berhenti di G2
Obat meningkatkan pembelahan sel kanker
Replikasi DNA sel kanker menjadi lebih akurat
Sel kanker berhenti secara permanen di G0
