NEW
Font size
WorksheetsPERBAIKAN NILAI PSAS GANJIL
Total questions: 35
Worksheet time: 18hrs 30mins
Penjelasan atas sejumlah dokumen yang disertakan dalam surat lamaran disebut ... surat.
hal
edaran
lampiran
tembusan
pengantar
Penulisan bagian surat lamaran di sebelah kiri paling atas adalah ....
tempat dan tanggal surat
hal dan lampiran
alamat surat
kepala surat
nomor surat
Curriculum Vitae (CV) dalam surat lamaran disebut juga ....
data diri
lampiran surat
daftar riwayat hidup
kualifikasi diri
surat keterangan catatan kepolisian
Berikut kalimat yang tepat untuk pembuka surat lamaran pekerjaan berdasarkan informasi dari seseorang adalah ....
Sehubungan dengan iklan Bapak, saya mengajukan lamaran pekerjaan untuk mengisi kekosongan tersebut.
Menurut informasi dari Bapak Budi, saya mengajukan lamaran pekerjaan untuk memenuhi ....
Memenuhi iklan Bapak, saya bermaksud mengisi lowongan ini.
Setelah membaca iklan yang dimuat pada Harian Kompas, saya ....
Berdasarkan informasi yang saya peroleh dari iklan di internet, saya bermaksud mengajukan lamaran pekerjaan ....
Perhatikan kutipan kalimat berikut!
Demikian surat lamaran ini saya sampaikan, besar harapan saya kiranya Bapak/Ibu dapat mempertimbangkannya. Atas perhatian Bapak/Ibu, saya mengucapkan terima kasih.
Dalam surat lamaran pekerjaan, kalimat tersebut merupakan bagian ....
tesis
pembuka
argumentasi
penegasan
analisis
Perhatikan kutipan surat lamaran pekerjaan berikut!
Sehubungan dengan adanya informasi yang beredar tentang lowongan kerja di PT Surya Gemilang untuk bagian accounting, maka dengan ini saya bermaksud melamar pekerjaan dimaksud.
Kutipan lamaran pekerjaan di atas menandakan kalau sumber lamaran berasal dari ....
iklan surat kabar
pengumuman instansi
informasi dari beberapa orang
penawaran perusahaan
inisiatif sendiri
Perhatikan kutipan surat lamaran pekerjaan berikut!
Sebagai bahan pertimbangan Bapak/Ibu, bersama ini saya lampirkan:
1. Satu lembar daftar riwayat hidup (DRH),
2. Satu lembar fotokopi kartu tanda penduduk (KTP),
3. Satu lembar fotokopi ijazah terakhir,
4. Satu lembar fotokopi transkrip nilai,
5. Dua lembar pasfoto ukuran 3x4 cm, dan
6. Satu lembar fotokopi surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) yang sudah dilegalisasi.
Kutipan surat lamaran pekerjaan di atas merupakan bagian ....
kalimat pembuka
tesis
argumentasi
penegasan
kalimat penutup
Perhatikan cuplikan surat lamaran pekerjaan berikut!
Sebagai bahan pertimbangan Bapak/Ibu, bersama ini saya lampirkan daftar riwayat hidup (DRH), fotokopi, pasfoto, dan contoh-contoh design yang saya buat.
....
Kalimat yang tepat untuk menutup surat lamaran di atas adalah ....
Sekian lamaran saya, tak lupa terima kasih banyak atas penerimaan yang baik terhadap saya.
Saya berharap Bapak/Ibu berkenan menerima lamaran kerja saya. Atas perhatian Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.
Sampai di sini lamaran saya. Atas perhatian Bapak/Ibu, saya sampaikan beribu terima kasih.
Sampai di sini dulu perjumpaan kita melalui surat, tidak lupa saya sampaikan terima kasih atas penerimaan terhadap saya.
Sekian lamaran saya, sampai berjumpa kembali pada tes maupun wawancara selanjutnya.
Seorang calon pelamar pekerjaan mengajukan surat lamaran pekerjaan yang ditujukan ke suatu PT yang bergerak di bidang telekomunikasi. Karena lowongan tersebut sudah terisi, lamaran tersebut terpaksa ditolak.
Kalimat penolakan lamaran pekerjaan yang sesuai ilustrasi di atas adalah ....
Bersama ini, kami beritahukan bahwa lamaran Saudara/i tidak dapat diterima.
Sesuai dengan surat Saudara/i, dengan ini diberitahukan bahwa lamaran Saudara/i ditolak.
Lowongan pekerjaan yang Saudara/i kehendaki tidak ada dan kebetulan belum dibutuhkan.
Dengan ini, kami memberitahukan bahwa lowongan pekerjaan yang Saudara/i ajukan sudah terisi.
Karena persyaratan yang Anda lampirkan masih kurang memenuhi syarat, dengan menyesal lamaran Anda kami tolak.
Aturan penulisan alamat surat yang tepat adalah ....
penulisan nama jalan disingkat
alamat surat diawali kata kepada
alamat ditulis di sebelah kiri surat
tidak perlu kata sapaan pada pejabat yang dituju
penulisan nama kota menggunakan huruf kecil
Bersama dengan pengumuman yang dimuat pada Harian Jogja, 20 Februari 2023, saya mencoba mengajukan permohonan lamaran menjadi karyawan di CV Global Jaya yang Bapak/Ibu pimpin.
Kutipan surat lamaran pekerjaan terdapat pada bagian ....
tesis
argumentasi
penegasan
analisis
penutup
Bersama dengan pengumuman yang dimuat pada Harian Jogja, 20 Februari 2023, saya mencoba mengajukan permohonan lamaran menjadi karyawan di CV Global Jaya yang Bapak/Ibu pimpin.
Suntingan (editing) yang tepat untuk kutipan surat lamaran tersebut adalah ....
Bersama pengumuman yang dimuat pada Harian Jogja, tanggal 20 Februari, dengan ini saya mengajukan lamaran pekerjaan di CV Global Jaya yang Bapak/Ibu pimpin.
Berdasarkan iklan yang dimuat pada Harian Jogja, 20 Februari 2023, dengan ini saya mengajukan diri menjadi karyawan di perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin.
Sehubungan dengan iklan yang dimuat pada Harian Jogja, tanggal 20 Februari 2023, saya berminat mau melamar pekerjaan kepada perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin.
Saya bermaksud melamar pekerjaan kepada perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin sesuai iklan yang dimuat pada Harian Jogja, tanggal 20 Februari 2023.
Berdasarkan iklan yang dimuat pada Harian Jogja, 20 Februari 2023, saya mengajukan lamaran pekerjaan sebagai karyawan di CV Global Jaya.
Alinea pembuka yang tepat untuk surat lamaran pekerjaan berdasarkan iklan di media cetak berikut ini adalah ....
Berdasarkan iklan Bapak/Ibu, saya mengajukan lamaran pekerjaan untuk ....
Sehubungan dengan iklan yang dimuat pada Harian Media Indonesia, saya ....
Melalui surat ini, saya mengajukan lamaran pekerjaan untuk memenuhi ....
Saya tertarik akan iklan Bapak/Ibu karena sesuai dengan pendidikan saya.
Memenuhi iklan Bapak/Ibu, saya bermaksud mengisi lowongan itu.
Penulisan tempat dan tanggal surat lamaran kerja yang tepat adalah ....
Sumenep, 13-01-2025
Sumenep, 01 Agustus 2025
Gayam, 20 Mei 2025
Sumenep, 05/02/2025
Sumenep, 17 juli 2025
Nilai dalam karya sastra yang berkaitan dengan kebudayaan masyarakat adalah ....
hedonik
artistik
kultural
praksis
religius
Kalimat balasan surat lamaran kerja yang santun adalah ...
Bersama ini, kami memanggil Saudara/i dan diterima sebagai pegawai di perusahaan ini.
Sesuai dengan surat lamaran Saudara/i, dengan ini mengharap kehadiran Saudara/i untuk mengikuti tes wawancara.
Karena surat lamaran Saudara/i tidak memenuhi syarat, terpaksa lamaran Saudara/i saya tolak.
Kami harap Saudara/i segera datang untuk mengikuti tes wawancara.
Mengingat pelamar yang melamar di perusahaan kami cukup banyak, dengan ini permohonan Saudara/i terpaksa saya tolak.
Nini memang sudah lama ingin membeli sepatu ping. Sepatu itu terpajang di etalase toko dekat rumahnya. Sepulang sekolah tadi, Nini melihat tulisan potongan harga di kaca toko itu. Wah, Nini tambah bersemangat menuju toko sepatu itu.
"Nah, tinggal menyeberang jalan, sampai, deh! Tunggu, ya? Sepatuku, sebentar lagi kau akan jadi milikku." Kata Nina dalam hati sambil tersenyum.
Baru saja Nina akan menyeberang, tiba-tiba ada yang menarik ujung bajunya.
"Kak, minta, Kak .... Hari ini, saya belum makan." Terdengar suara lirih anak laki-laki.
Nini menoleh. Tampak seorang anak laki-laki dengan wajah sedih dan lesu. Badannya kurus, hanya ditutupi kaos tipis dan celana pendek kumal. Kakinya pun tak beralaskan apa-apa. Nini melihat anak itu dengan iba. Namun, dia ingin segera masuk ke toko sepatu itu, khawatir sepatu pilihannya dibeli oleh orang lain.
"Oh, ya. Aku kan punya uang 5 ribuan untuk beli es krim?" Guman Nini.
Tangannya langsung merogoh saku bajunya. Buru-buru ia memberikan uang itu kepada anak laki-laki itu.
Ketika menerima uang itu, wajah anak laki-laki itu berubah ceria gembira.
"Terima kasih, Kak."
"Ya." Sahut Nini sambil menyeberang jalan.
Sumber: https://www.haibunda.com/parenting/20230110094324-61-294302/14-cerita-pendek-tentang-kehidupan-pendidikan-keluarga-menyentuh-hati
Watak tokoh Nini dalam cuplikan Cerpen di atas adalah ....
dermawan
pemalu
sopan
ramah
peduli
Nini memang sudah lama ingin membeli sepatu ping. Sepatu itu terpajang di etalase toko dekat rumahnya. Sepulang sekolah tadi, Nini melihat tulisan potongan harga di kaca toko itu. Wah, Nini tambah bersemangat menuju toko sepatu itu.
"Nah, tinggal menyeberang jalan, sampai, deh! Tunggu, ya? Sepatuku, sebentar lagi kau akan jadi milikku." Kata Nina dalam hati sambil tersenyum.
Baru saja Nina akan menyeberang, tiba-tiba ada yang menarik ujung bajunya.
"Kak, minta, Kak .... Hari ini, saya belum makan." Terdengar suara lirih anak laki-laki.
Nini menoleh. Tampak seorang anak laki-laki dengan wajah sedih dan lesu. Badannya kurus, hanya ditutupi kaos tipis dan celana pendek kumal. Kakinya pun tak beralaskan apa-apa. Nini melihat anak itu dengan iba. Namun, dia ingin segera masuk ke toko sepatu itu, khawatir sepatu pilihannya dibeli oleh orang lain.
"Oh, ya. Aku kan punya uang 5 ribuan untuk beli es krim?" Guman Nini.
Tangannya langsung merogoh saku bajunya. Buru-buru ia memberikan uang itu kepada anak laki-laki itu.
Ketika menerima uang itu, wajah anak laki-laki itu berubah ceria gembira.
"Terima kasih, Kak."
"Ya." Sahut Nini sambil menyeberang jalan.
Sumber: https://www.haibunda.com/parenting/20230110094324-61-294302/14-cerita-pendek-tentang-kehidupan-pendidikan-keluarga-menyentuh-hati
Nilai moral yang terdapat dalam cuplikan Cerpen di atas adalah ....
menghargai perasaan orang lain
menghormati orang lain
berbagi pada orang lain yang membutuhkan
mendoakan orang lain
menolong anak kecil
Saat hari perlombaan tiba, Ita terus saja membanggakan dirinya, menyatakan bahwa pasti dia akan juara. Sebab sebelumnya, dia pernah jadi juara waktu kelas V SD pada lomba pidato. Berbeda dengan Fitri, dia tidak henti-hentinya berdoa dan berlatih, mencoba menghafal kembali teks pidato. Ita pun ditinggal lebih dulu, sang juara kelas V SD kini mendadak lupa teks pidato yang sudah dihafalnya
Setelah itu, Fitri maju dan memberikan penampilan yang sangat bagus. Semua juri kagum, termasuk ibu Yati yang saat itu datang mendampingi mereka mengikuti lomba.
Pengumuman pun tiba, Fitri keluar menjadi juara 1. Sedangkan Ita harus menahan air matanya, karena ia tidak menang sama sekali.
Sumber: https://www.berita.99.co/contoh-cerpen-singkat
Watak tokoh Ita dalam kutipan Cerpen tersebut adalah ....
sombong
angkuh
congkak
dengki
optimistik
Saat hari perlombaan tiba, Ita terus saja membanggakan dirinya, menyatakan bahwa pasti dia akan juara. Sebab sebelumnya, dia pernah jadi juara waktu kelas V SD pada lomba pidato. Berbeda dengan Fitri, dia tidak henti-hentinya berdoa dan berlatih, mencoba menghafal kembali teks pidato. Ita pun ditinggal lebih dulu, sang juara kelas V SD kini mendadak lupa teks pidato yang sudah dihafalnya
Setelah itu, Fitri maju dan memberikan penampilan yang sangat bagus. Semua juri kagum, termasuk ibu Yati yang saat itu datang mendampingi mereka mengikuti lomba.
Pengumuman pun tiba, Fitri keluar menjadi juara 1. Sedangkan Ita harus menahan air matanya, karena ia tidak menang sama sekali.
Sumber: https://www.berita.99.co/contoh-cerpen-singkat
Amanat yang bisa dipetik dari kutipan Cerpen tersebut adalah ....
berjuang dengan seluruh kemampuan
belajarlah dengan bersungguh-sungguh
di atas langit masih ada langit
menangis tidak dapat menyelesaikan masalah
kesuksesan akan diperoleh dengan berdoa
HANYA BONEKA
Panggilannya Lun. Nama yang akrab di telinga para penggemarnya. Nama panjangnya, Luna Maharani Kusumastuti. Maklum, Lun seorang pesohor. Kalau pergi ke manapun, bahkan satu pulpen tak cukup untuk dimintai tanda tangan. Penggemarnya jutaan. Belum di dunia maya, twitter-nya banyak follower-nya. Demikian juga, instagram-nya banyak pengikutnya. FB-nya sampai tak bisa berteman lebih banyak lagi. Penuh. Sampai-sampai wajahnya diduplikasi oleh para penggemarnya agar kelihatan keren dan bisa menarik orang untuk menyukainya.
Nah, saat Lun mendapat jodoh pejabat, ini jadi berita heboh. Trending topic. Viral. Bahkan jadi perbincangan hangat di mana-mana. Pernikahannya diliput hampir semua stasiun TV. Jutaan mata tak berkedip menyaksikan kehebohan dan kemewahan acara pernikahan itu. Lun tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Apalagi, terpampang namanya di surat undangan pernikahan, tercantum nama lengkap dirinya dan nama lengkap pasangannya beserta gelarnya.
Sebagai istri pejabat, tentu merasakan sensasi yang luar biasa. Tiap menghadiri acara tentu saja dengan protokoler ketat. Awalnya, Lun menganggap hal biasa. Mungkin ia belum biasa jadi istri pejabat. Namun, ketika namanya dihilangkan, pelan-pelan Lun mau protes. Akan tetapi, untuk menghotmati suaminya, ia diam saja.
"Tapi nama adalah kehormatan, " gumamnya dalam hati.
"Masak nama kebanggaan saya malah dihilangkan. Jangan-jangan, nanti tidak hanya nama saya yang dihilangkan. Masa tiap pergi ke manapun yang dipanggil nama suami. Nama saya hanya cuplikan dari sekian kata dari nama panjang yang ada di akta kelahiran saya."
Pernah ia protes ke bagian pembawa acara, tetapi tetap tak diizinkan. Lun pernah protes, mengapa kalau yang jadi presiden perempuan, suaminya tak pernah dipanggil Pak Presiden? Kalau yang lelaki presiden yang perempuan dipanggil Ibu Presiden? Ini namanya tidak fair. Pelecehan, kata Lun. Namun, seperti biasa, dia menyerah.
Lama-lama, Lun merasakan kesepian yang sangat. Ia rindu orang-orang menyukai dirinya. Memanggil nama aslinya. Tidak bercampur dengan nama orang lain. Ia ingin dipanggil utuh: Lun tanpa ada tambahan nama lain, lalu tepuk tangan menggema karena kehebatannya, bukan karena suaminya.
Lalu, diam-diam, ia mengundang wartawan untuk jumpa pers. Lun ingin mengembalikan marwah namanya dan agar dunia mengakui nama Lun seperti dahulu.
Jepret sana-sini. Wartawan semua media berdatangan. Lun menjelaskan seluruhnya penuh api. Peralatan rekaman dan mikrofon berjajar sesak di meja. Banyak yang siaran langsung. Sedangkan, diam-diam suami Lun menonton di rumah. Serius memperhatikan, lalu sedikit melirik selidik. Ia berbisik ke ajudannya, "Bersihkan sekalian namanya!"
"Siap!" Jawab ajudan singkat.
....
Arak-arakan pelayat pulang. Pada nisan yang ditinggalkan tertulis jelas, Luna Maharani Kusumastuti. Di sebuah rumah sakit, seorang perempuan paruh baya tertawa renyah menunggu Oplas. Namanya Lun.
Sumber: SHT, 121221
#RumahSeni_AstiRadmila
Tokoh utama dalam Cerpen di atas adalah ....
Lun
suami
Luna Maharani Kusumastuti
ajudan
wartawan
HANYA BONEKA
Panggilannya Lun. Nama yang akrab di telinga para penggemarnya. Nama panjangnya, Luna Maharani Kusumastuti. Maklum, Lun seorang pesohor. Kalau pergi ke manapun, bahkan satu pulpen tak cukup untuk dimintai tanda tangan. Penggemarnya jutaan. Belum di dunia maya, twitter-nya banyak follower-nya. Demikian juga, instagram-nya banyak pengikutnya. FB-nya sampai tak bisa berteman lebih banyak lagi. Penuh. Sampai-sampai wajahnya diduplikasi oleh para penggemarnya agar kelihatan keren dan bisa menarik orang untuk menyukainya.
Nah, saat Lun mendapat jodoh pejabat, ini jadi berita heboh. Trending topic. Viral. Bahkan jadi perbincangan hangat di mana-mana. Pernikahannya diliput hampir semua stasiun TV. Jutaan mata tak berkedip menyaksikan kehebohan dan kemewahan acara pernikahan itu. Lun tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Apalagi, terpampang namanya di surat undangan pernikahan, tercantum nama lengkap dirinya dan nama lengkap pasangannya beserta gelarnya.
Sebagai istri pejabat, tentu merasakan sensasi yang luar biasa. Tiap menghadiri acara tentu saja dengan protokoler ketat. Awalnya, Lun menganggap hal biasa. Mungkin ia belum biasa jadi istri pejabat. Namun, ketika namanya dihilangkan, pelan-pelan Lun mau protes. Akan tetapi, untuk menghotmati suaminya, ia diam saja.
"Tapi nama adalah kehormatan, " gumamnya dalam hati.
"Masak nama kebanggaan saya malah dihilangkan. Jangan-jangan, nanti tidak hanya nama saya yang dihilangkan. Masa tiap pergi ke manapun yang dipanggil nama suami. Nama saya hanya cuplikan dari sekian kata dari nama panjang yang ada di akta kelahiran saya."
Pernah ia protes ke bagian pembawa acara, tetapi tetap tak diizinkan. Lun pernah protes, mengapa kalau yang jadi presiden perempuan, suaminya tak pernah dipanggil Pak Presiden? Kalau yang lelaki presiden yang perempuan dipanggil Ibu Presiden? Ini namanya tidak fair. Pelecehan, kata Lun. Namun, seperti biasa, dia menyerah.
Lama-lama, Lun merasakan kesepian yang sangat. Ia rindu orang-orang menyukai dirinya. Memanggil nama aslinya. Tidak bercampur dengan nama orang lain. Ia ingin dipanggil utuh: Lun tanpa ada tambahan nama lain, lalu tepuk tangan menggema karena kehebatannya, bukan karena suaminya.
Lalu, diam-diam, ia mengundang wartawan untuk jumpa pers. Lun ingin mengembalikan marwah namanya dan agar dunia mengakui nama Lun seperti dahulu.
Jepret sana-sini. Wartawan semua media berdatangan. Lun menjelaskan seluruhnya penuh api. Peralatan rekaman dan mikrofon berjajar sesak di meja. Banyak yang siaran langsung. Sedangkan, diam-diam suami Lun menonton di rumah. Serius memperhatikan, lalu sedikit melirik selidik. Ia berbisik ke ajudannya, "Bersihkan sekalian namanya!"
"Siap!" Jawab ajudan singkat.
....
Arak-arakan pelayat pulang. Pada nisan yang ditinggalkan tertulis jelas, Luna Maharani Kusumastuti. Di sebuah rumah sakit, seorang perempuan paruh baya tertawa renyah menunggu Oplas. Namanya Lun.
Sumber: SHT, 121221
#RumahSeni_AstiRadmila
Nilai dominan dalam Cerpen tersebut adalah ....
ekonomi
moral
sosial
estetik
religius
HANYA BONEKA
Panggilannya Lun. Nama yang akrab di telinga para penggemarnya. Nama panjangnya, Luna Maharani Kusumastuti. Maklum, Lun seorang pesohor. Kalau pergi ke manapun, bahkan satu pulpen tak cukup untuk dimintai tanda tangan. Penggemarnya jutaan. Belum di dunia maya, twitter-nya banyak follower-nya. Demikian juga, instagram-nya banyak pengikutnya. FB-nya sampai tak bisa berteman lebih banyak lagi. Penuh. Sampai-sampai wajahnya diduplikasi oleh para penggemarnya agar kelihatan keren dan bisa menarik orang untuk menyukainya.
Nah, saat Lun mendapat jodoh pejabat, ini jadi berita heboh. Trending topic. Viral. Bahkan jadi perbincangan hangat di mana-mana. Pernikahannya diliput hampir semua stasiun TV. Jutaan mata tak berkedip menyaksikan kehebohan dan kemewahan acara pernikahan itu. Lun tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Apalagi, terpampang namanya di surat undangan pernikahan, tercantum nama lengkap dirinya dan nama lengkap pasangannya beserta gelarnya.
Sebagai istri pejabat, tentu merasakan sensasi yang luar biasa. Tiap menghadiri acara tentu saja dengan protokoler ketat. Awalnya, Lun menganggap hal biasa. Mungkin ia belum biasa jadi istri pejabat. Namun, ketika namanya dihilangkan, pelan-pelan Lun mau protes. Akan tetapi, untuk menghotmati suaminya, ia diam saja.
"Tapi nama adalah kehormatan, " gumamnya dalam hati.
"Masak nama kebanggaan saya malah dihilangkan. Jangan-jangan, nanti tidak hanya nama saya yang dihilangkan. Masa tiap pergi ke manapun yang dipanggil nama suami. Nama saya hanya cuplikan dari sekian kata dari nama panjang yang ada di akta kelahiran saya."
Pernah ia protes ke bagian pembawa acara, tetapi tetap tak diizinkan. Lun pernah protes, mengapa kalau yang jadi presiden perempuan, suaminya tak pernah dipanggil Pak Presiden? Kalau yang lelaki presiden yang perempuan dipanggil Ibu Presiden? Ini namanya tidak fair. Pelecehan, kata Lun. Namun, seperti biasa, dia menyerah.
Lama-lama, Lun merasakan kesepian yang sangat. Ia rindu orang-orang menyukai dirinya. Memanggil nama aslinya. Tidak bercampur dengan nama orang lain. Ia ingin dipanggil utuh: Lun tanpa ada tambahan nama lain, lalu tepuk tangan menggema karena kehebatannya, bukan karena suaminya.
Lalu, diam-diam, ia mengundang wartawan untuk jumpa pers. Lun ingin mengembalikan marwah namanya dan agar dunia mengakui nama Lun seperti dahulu.
Jepret sana-sini. Wartawan semua media berdatangan. Lun menjelaskan seluruhnya penuh api. Peralatan rekaman dan mikrofon berjajar sesak di meja. Banyak yang siaran langsung. Sedangkan, diam-diam suami Lun menonton di rumah. Serius memperhatikan, lalu sedikit melirik selidik. Ia berbisik ke ajudannya, "Bersihkan sekalian namanya!"
"Siap!" Jawab ajudan singkat.
....
Arak-arakan pelayat pulang. Pada nisan yang ditinggalkan tertulis jelas, Luna Maharani Kusumastuti. Di sebuah rumah sakit, seorang perempuan paruh baya tertawa renyah menunggu Oplas. Namanya Lun.
Sumber: SHT, 121221
#RumahSeni_AstiRadmila
Watak tokoh utama dalam Cerpen di atas adalah ....
ambisius
rendah hati
sabar
pemberani
sombong
Memang, menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan nyaman tidaklah mudah. Hal ini harus didukung oleh peraturan sekolah atau tata tertib untuk mendisiplinkan warga sekolah dalam menjaga dan merawatnya. Selain itu, sekolah dapat membuat beberapa perlombaan tentang kebersihan bagi setiap kelas. Melalui kegiatan ini, diharapkan akan memotivasi dan menyadarkan siswa-siswi untuk lebih rajin menjaga kebersihan, seperti piket kebersihan kelas dan kerja bakti keindahan kelas.
Kutipan teks tersebut merupakan teks editorial bagian ....
tesis
argumentasi
penegasan ulang
penutup
pembukaan
Memang, menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan nyaman tidaklah mudah. Hal ini harus didukung oleh peraturan sekolah atau tata tertib untuk mendisiplinkan warga sekolah dalam menjaga dan merawatnya. Selain itu, sekolah dapat membuat beberapa perlombaan tentang kebersihan bagi setiap kelas. Melalui kegiatan ini, diharapkan akan memotivasi dan menyadarkan siswa-siswi untuk lebih rajin menjaga kebersihan, seperti piket kebersihan kelas dan kerja bakti keindahan kelas.
Isu yang dibahas dalam teks editorial tersebut adalah ....
perlombaan kebersihan sekolah
pelaksanaan kegiatan piket kebersihan
peraturan dan tata tertib sekolah
kebersihan lingkungan sekolah
mendisiplinkan warga sekolah
Teks editorial merupakan teks yang membahas masalah atau informasi yang ....
berkualitas dan istimewa
berbobot dan menarik
penting dan akurat
langka dan luar biasa
viral dan aktual
Kalimat berikut yang memiliki hubungan tujuan adalah ....
Meskipun sudah berulang-ulang dikenai sanksi, dia tetap saja melanggar peraturan sekolah.
Kita harus selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang kita cintai ini.
Anda harus banyak berlatih menjawab soal-soal latihan agar memperoleh nilai yang baik dalam UTBK.
Pemerintah menyadari, bahwa konsep pemulihan ekonomi belum dipahami oleh rakyat Indonesia.
Meskipun engkau tahun ini belum berhasil dalam UTBK, jangan berputus asa, masih banyak kesempatan untuk mencoba lagi.
"Saya rasa, Anda adalah pemuda yang jujur. Perusahaan saya membutuhkan karyawan yang jujur dan memiliki dedikasi yang tinggi seperti Anda ini. Lihat dompet ini! Kalau Anda mau, pasti sudah Anda ambil isinya dan buang dompetnya. Namun, justru Anda kembalikan dompet ini pada saya." Jelas Pak Bima.
Randi sungguh tidak menyangka akan mendapatkan kesempatan seperti ini. Dia berterima kasih kepada Pak Bima, lalu berpamitan untuk menyiapkan kebutuhan besok hari masuk jadi karyawan perusahaan.
Nilai yang terdapat dalam kutipan Cerpen di atas adalah ....
sosial
moral
kultural
religius
estetis
"Saya rasa, Anda adalah pemuda yang jujur. Perusahaan saya membutuhkan karyawan yang jujur dan memiliki dedikasi yang tinggi seperti Anda ini. Lihat dompet ini! Kalau Anda mau, pasti sudah Anda ambil isinya dan buang dompetnya. Namun, justru Anda kembalikan dompet ini pada saya." Jelas Pak Bima.
Randi sungguh tidak menyangka akan mendapatkan kesempatan seperti ini. Dia berterima kasih kepada Pak Bima, lalu berpamitan untuk menyiapkan kebutuhan besok hari masuk jadi karyawan perusahaan.
Peristiwa yang dialami oleh Randi dan berkaitan dengan kehidupan sehari-hari adalah ....
Dalam hidup, ada kalanya susah dan ada kalanya bahagia.
Nasib setiap orang pasti berbeda-beda.
Selalu ada kesempatan, jika kita menghendakinya.
Dengan kejujuran, seseorang mendapat anugerah kemujuran.
Orang hidup akan mendapat takdir Tuhan.
"Saya rasa, Anda adalah pemuda yang jujur. Perusahaan saya membutuhkan karyawan yang jujur dan memiliki dedikasi yang tinggi seperti Anda ini. Lihat dompet ini! Kalau Anda mau, pasti sudah Anda ambil isinya dan buang dompetnya. Namun, justru Anda kembalikan dompet ini pada saya." Jelas Pak Bima.
Randi sungguh tidak menyangka akan mendapatkan kesempatan seperti ini. Dia berterima kasih kepada Pak Bima, lalu berpamitan untuk menyiapkan kebutuhan besok hari masuk jadi karyawan perusahaan.
Berdasarkan kutipan Cerpen tersebut, tindakan baik yang dilakukan oleh Randi adalah ....
Bertamu ke rumah Pak Bima
Mengembalikan dompet kepada pemiliknya
Mengambil uang di dalam dompet yang ditemukannya
Melamar pekerjaan ke perusahaan Pak Bima
Matanya masih tampak sembap karena semalam tidak tidur. Garis kesedihan di wajahnya masih tampak jelas. Wajahnya menyimpan beban teramat berat karena peristiwa semalam. Direbahkan badannya di sofa, sambil mencoba memejamkan matanya. Mencoba tidur di dekat kotak koran itu.
"Seandainya, Mas Oji kularang pergi, tentu tidak seperti ini jadinya," pikirnya.
Latar tempat penggalan Cerpen di atas adalah ....
Teras rumah
Ruang tidur
Ruang tamu
Ruang istirahat
Ruang dapur
Matanya masih tampak sembap karena semalam tidak tidur. Garis kesedihan di wajahnya masih tampak jelas. Wajahnya menyimpan beban teramat berat karena peristiwa semalam. Direbahkan badannya di sofa, sambil mencoba memejamkan matanya. Mencoba tidur di dekat kotak koran itu.
"Seandainya, Mas Oji kularang pergi, tentu tidak seperti ini jadinya," pikirnya.
Latar waktu penggalan Cerpen tersebut adalah ....
Pagi hari
Siang hari
Sore hari
Malam hari
Dini hari
Sejak Pandu kecil, ayahnya sudah kehilangan harapan terhadap kepandaian anaknya itu. Namun, Pandu menjawab keraguan itu dengan kerja keras. Pandu justru semakin rajin, ketika dinyatakan tidak naik kelas. Dia akan semakin malu, jika pada tahun pelajaran berikutnya dinyatakan tidak naik kelas lagi. Berkat tekad besarnya itu, Pandu naik kelas dan pada tahun berikutnya lagi, dia lulus dengan predikat nilai yang baik.
Peribahasa yang relevan dengan cuplikan Cerpen di atas adalah …
Belakang parang pun kalau diasah akan tajam juga.
Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian.
Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui.
Sambil menyelam minum air.
Tidak akan lari gunung dikejar.
Sejak Pandu kecil, ayahnya sudah kehilangan harapan terhadap kepandaian anaknya itu. Namun, Pandu menjawab keraguan itu dengan kerja keras. Pandu justru semakin rajin, ketika dinyatakan tidak naik kelas. Dia akan semakin malu, jika pada tahun pelajaran berikutnya dinyatakan tidak naik kelas lagi. Berkat tekad besarnya itu, Pandu naik kelas dan pada tahun berikutnya lagi, dia lulus dengan predikat nilai yang baik.
Nilai yang terkandung dalam cuplikan Cerpen tersebut adalah ….
Sosial
Kultural
Moral
Religius
Ekonomi
Penulisan alamat surat yang tepat sesuai ejaan adalah ….
Yth. Kepala Sekolah SMAN 1 Gayam
Jln. Raya Banasem No. 33, Gayam,
Sumenep
Yth. Kepala SMAN 1 Gayam
Jalan Raya Banasem 33 Gayam,
Sumenep
Kepada Yth.
Bapak Kepala SMAN 1 Gayam
Jln. Raya Banasem No. 33, Gayam,
Sumenep
Kepada Kepala SMAN 1 Gayam
Jalan Raya Banasem 33, Gayam,
Sumenep
Kepada Yth.
Bapak Kepala SMAN 1 Gayam
Jalan Raya Banasem 33, Gayam,
Sumenep
