wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

X - PSAS - PKWUUU

Total questions: 25

Worksheet time: 12mins

Name
Class
Date
1.

Umbi yang mengalami perubahan bentuk dan fungsi menjadi cadangan makanan termasuk dalam kelompok ....

a)

Serelia

b)

Umbi-umbian

c)

Rumput-rumputan

d)

Leguminosae

e)

Tanaman tahunan

2.

Jika jumlah biaya produksi budi daya sorgum Rp3.000.000 dan hasil penjualan Rp3.000.000, maka usaha tersebut berada pada posisi ....

a)

Rugi besar

b)

Rugi kecil

c)

Break Even Point

d)

Laba maksimal

e)

Laba progresif

3.

Perencanaan budi daya tanaman pangan harus memperhatikan jenis tanaman dan ....

a)

Tingkat kesuburan tanah

b)

Musim tanam

c)

Lama penyimpanan panen

d)

Harga pasar rata-rata

e)

Tenaga kerja

4.

Langkah pascapanen yang dilakukan untuk mengurangi kadar air hasil panen adalah ....

a)

Penyortiran

b)

Penjemuran

c)

Penyulaman

d)

Penyiangan

e)

Pemupukan

5.

Jika total biaya usaha sorgum Rp5.000.000 dan total produksi 500 kg, maka BEP harga per kg adalah ....

a)

Rp5.000

b)

Rp10.000

c)

Rp15.000

d)

Rp20.000

e)

Rp25.000

6.

Tujuan pemisahan hasil panen berdasarkan kualitas setelah panen adalah untuk ....

a)

Mengurangi kadar air

b)

Menentukan nilai ekonomis

c)

Menghilangkan hama

d)

Mempercepat fermentasi

e)

Menambah bobot

7.

Jika total produksi meningkat tetapi biaya tetap, maka BEP produksi ....

a)

Meningkat

b)

Menurun

c)

Tetap

d)

Tidak berlaku

e)

Menghilang

8.

Faktor yang perlu direncanakan sebelum budi daya adalah berikut kecuali ....

a)

Tenaga kerja

b)

Modal

c)

Jenis tanaman

d)

Warna kemasan panen

e)

Ketersediaan benih

9.

Produksi sorgum dapat meningkat jika ....

a)

Tanah tidak diolah

b)

Tanaman tidak dipupuk

c)

Pemeliharaan optimal

d)

Tidak ada penyiangan

e)

Panen terlalu cepat

10.

Penyulaman dilakukan pada usia tanaman ....

a)

1–7 hari setelah tanam

b)

3 bulan

c)

Saat panen

d)

Setelah penyortiran

e)

Setelah promosi

11.

Penanaman bibit dilakukan setelah ....

a)

Panen

b)

Pengolahan lahan

c)

Penyortiran

d)

Penjemuran

e)

BEP dihitung

12.

Tanaman sorgum banyak dikembangkan di ....

a)
  1. Papua

b)
  1. Jawa Barat

c)
  1. NTB dan NTT

d)
  1. Jakarta

e)
  1. Bali

13.

Break Even Point (BEP) adalah kondisi ketika ....

a)
  1. Rugi besar

b)
  1. Laba keras

c)
  1. Tidak untung tidak rugi

d)
  1. Kualitas turun

e)
  1. Modal hilang

14.

Perkembangbiakan tumbuhan dengan cara generatif terjadi melalui ....

a)

Stek

b)

Kultur jaringan

c)

Penyerbukan

d)

Cangkok

e)

Sambung pucuk

15.

Salah satu tujuan analisis usaha adalah untuk mengetahui ....

a)
  1. Warna daun tanaman

b)
  1. Aroma panen

c)
  1. Nilai kelayakan usaha

d)
  1. Jenis alat panen

e)
  1. Nama varietas

16.

Biogas dihasilkan dari proses fermentasi limbah organik.

a)

BENAR

b)

SALAH

17.

BEP terjadi saat penjualan lebih besar dari modal.

a)

BENAR

b)

SALAH

18.

Stek termasuk vegetatif alami.

a)

BENAR

b)

SALAH

19.

Limbah tanaman dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

a)

BENAR

b)

SALAH

20.

Penanaman dilakukan sebelum pengolahan lahan.

a)

BENAR

b)

SALAH

21.

Produktivitas: Rata-rata produktivitas sorgum di tingkat petani di Indonesia bervariasi, namun secara teknis dapat berkisar antara 2,09 hingga 2,66 ton per hektar, atau bahkan lebih tinggi tergantung varietas dan pengelolaan.

Harga Jual: Harga jual sorgum di tingkat produsen juga bervariasi tergantung pasar dan kualitas.

Total Penerimaan (TR): Total hasil panen (kuantitas) dikalikan harga jual.

Total Biaya (TC): Total Biaya Variabel (TVC) ditambah Total Biaya Tetap (TFC).

Pendapatan (Profit/Rugi): Total Penerimaan dikurangi Total Biaya (I = TR-TC).

Jika produktivitas sorgum 2,5 ton/ha dan harga jual Rp4.000/kg, maka total penerimaan (TR) petani adalah…

a)

Rp5.000.000

b)

Rp7.500.000

c)

Rp8.000.000

d)

Rp10.000.000

e)

Rp12.500.000

22.

Produktivitas: Rata-rata produktivitas sorgum di tingkat petani di Indonesia bervariasi, namun secara teknis dapat berkisar antara 2,09 hingga 2,66 ton per hektar, atau bahkan lebih tinggi tergantung varietas dan pengelolaan.

Harga Jual: Harga jual sorgum di tingkat produsen juga bervariasi tergantung pasar dan kualitas.

Total Penerimaan (TR): Total hasil panen (kuantitas) dikalikan harga jual.

Total Biaya (TC): Total Biaya Variabel (TVC) ditambah Total Biaya Tetap (TFC).

Pendapatan (Profit/Rugi): Total Penerimaan dikurangi Total Biaya (I = TR-TC).

Petani memperoleh total penerimaan Rp15.000.000 dengan total biaya Rp10.000.000. Berapakah profit yang diperoleh?

a)

Rp2.000.000

b)

Rp3.000.000

c)

Rp4.000.000

d)

Rp5.000.000

e)

Rp6.000.000

23.

Biaya Variabel

Biaya variabel adalah biaya yang besarannya berubah-ubah sesuai dengan jumlah produksi atau luas lahan yang dikelola. Komponen utamanya meliputi:

Benih/Bibit: Biaya untuk pengadaan bibit sorgum unggul.

Pupuk: Biaya pembelian pupuk (organik dan anorganik) yang diperlukan selama masa tanam.

Pestisida/Obat-obatan: Biaya untuk pengendalian hama dan penyakit.

Tenaga Kerja: Biaya untuk kegiatan seperti penanaman, pemeliharaan (penyiangan, pemupukan), panen, dan pascapanen (perontokan, penepungan, dll).

Bahan Bakar/Energi: Biaya operasional mesin atau alat pertanian.

Biaya variabel meningkat seiring bertambahnya luas lahan atau produksi. Manakah situasi berikut yang paling mendukung karakteristik biaya variabel?

a)

Naiknya pajak lahan

b)

Penambahan gudang penyimpanan

c)

Penggunaan tenaga kerja lebih banyak saat panen

d)

Penyusutan mesin traktor

e)

Kenaikan biaya sewa lahan tahunan

24.

Contoh Perhitungan Keuntungan (dari satu sumber)

Hasil Produksi: 1000 kg/ha

Harga Jual: Rp50.000/kg

Penerimaan: 1000 kg Rp50.000/kg =

Biaya Tetap: Rp2.900.000

Biaya Variabel: Rp6.480.000

Total Biaya: Rp9.380.000

Keuntungan: Rp50.000.000-Rp9.380.000 = Rp 40.620.000

Mengacu pada data biaya (biaya tetap Rp2.900.000 dan biaya variabel Rp6.480.000), berapa total biaya produksi?

a)

 Rp6.480.000

b)

Rp7.900.000

c)

Rp8.900.000

d)

Rp9.380.000

e)

Rp9.900.000

25.

Profitabilitas dinilai melalui beberapa indikator finansial, antara lain:

R/C Ratio (Revenue-Cost Ratio) atau B/C Ratio (Benefit-Cost Ratio): Menunjukkan perbandingan antara total penerimaan dan total biaya. Nilai R/C > 1 menunjukkan usaha menguntungkan.

BEP (Break-Even Point): Titik impas di mana total penerimaan sama dengan total biaya, baik dalam satuan volume (BEP unit) maupun nilai moneter (BEP rupiah).

Seorang petani memiliki R/C Ratio = 0,9. Apa makna kondisi tersebut?

a)

Usaha sangat menguntungkan

b)

Usaha tidak menguntungkan karena biaya lebih besar dari penerimaan

c)

Usaha mencapai titik impas

d)

Usaha tidak memerlukan efisiensi tambahan

e)

Usaha bebas risiko pasar