wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

OSN - 1. Pengantar Geografi

Total questions: 50

Worksheet time: 1hrs 15mins

Name
Class
Date
1.

Era geografi klasik ditandai dengan upaya para filsuf Yunani Kuno dalam mengukur bumi dan memetakannya. Siapakah tokoh yang dikenal sebagai "Bapak Geografi" karena kontribusinya dalam mengukur keliling Bumi secara ilmiah dengan tingkat akurasi yang menakjubkan pada masanya, serta memperkenalkan istilah geographica?

a)

Claudius Ptolemaeus

b)

Herodotus

c)

Strabo

d)

Thales

e)

Eratosthenes

2.

Selama Abad Pertengahan, perkembangan geografi di Eropa mengalami kemunduran seiring dominasi pandangan teosentris. Namun, ilmu geografi justru berkembang pesat di dunia Islam. Kontribusi utama dari geografer muslim pada periode ini adalah:

a)

Penemuan prinsip proyeksi peta Mercator.

b)

Penyusunan atlas dunia yang pertama kali menggunakan sistem koordinat lintang dan bujur

c)

Pembuatan peta yang lebih akurat dan deskripsinya, terutama setelah perjalanan eksplorasi

d)

Pengembangan konsep determinisme lingkungan secara mendalam

e)

Pengenalan model Bumi berbentuk bola kepada dunia Barat.

3.

Pada abad ke-19, geografi modern berkembang sebagai disiplin ilmu yang terstruktur. Dua tokoh kunci, Alexander von Humboldt dan Carl Ritter, sering dianggap sebagai peletak dasar geografi modern. Perbedaan utama dalam pendekatan antara keduanya adalah:

a)

Humboldt fokus pada geografi fisik, sementara Ritter fokus pada geografi manusia

b)

Humboldt menggunakan pendekatan regional (geografi korologis), sedangkan Ritter menggunakan pendekatan sistematis (geografi umum).

c)

Humboldt menekankan studi tentang hubungan antara manusia dan lingkungannya (determinis), sementara Ritter menekankan studi tentang distribusi fenomena di permukaan Bumi.

d)

Humboldt menganalisis fenomena Bumi sebagai suatu kesatuan (geografi umum), sementara Ritter fokus pada hubungan Bumi dg kehidupan manusia di setiap wilayah (geografi regional)

e)

Humboldt menyusun peta-peta tematik pertama, sementara Ritter menyusun atlas dunia pertama.

4.

Pada paruh pertama abad ke-20, perdebatan metodologi utama dalam geografi adalah antara aliran Determinisme Lingkungan (dikaitkan dengan Friedrich Ratzel dan Ellen Churchill Semple) dan Posibilisme (dikaitkan dengan Paul Vidal de la Blache). Inti dari konsep Posibilisme adalah

a)

Lingkungan fisik sepenuhnya menentukan kebudayaan dan perilaku manusia.

b)

Manusia hanyalah agen pasif yang tunduk pada hukum alam

c)

Manusia memiliki pilihan dan kemampuan untuk memodifikasi lingkungan serta memilih jalur perkembangan budayanya.

d)

Fokus utama geografi harus kembali pada deskripsi rinci tentang wilayah (chorology)

e)

Geografi harus menjadi ilmu yang murni terapan dan berorientasi pada pemecahan masalah

5.

Seorang peneliti geografi melakukan studi mendalam mengenai pola pergerakan lempeng tektonik, formasi pegunungan lipatan, dan proses erosi batuan di suatu wilayah pegunungan. Cabang ilmu geografi yang menjadi fokus utama dalam penelitian tersebut adalah...

a)

Geografi Regional

b)

Geografi Manusia

c)

Geomorfologi

d)

Biogeografi

e)

Kartografi

6.

Fenomena urban sprawl, segregasi spasial berdasarkan tingkat ekonomi, dan analisis pola migrasi penduduk dari desa ke kota adalah topik kajian yang paling relevan bagi cabang ilmu geografi yang disebut:

a)

Geografi Ekonomi

b)

Geografi Sosial

c)

Geografi Politik

d)

Geografi Kependudukan

e)

Geografi Budaya

7.

eorang kartografer modern diminta untuk membuat peta yang menunjukkan sebaran lahan gambut, hutan mangrove, dan zona vegetasi aluvial di suatu delta sungai. Untuk mengidentifikasi, memetakan, dan menganalisis secara tepat sebaran berbagai jenis ekosistem ini, cabang ilmu geografi yang paling krusial digunakan adalah:

a)

Hidrologi

b)

Geografi Tanah (Pedologi)

c)

Biogeografi

d)

Klimatologi

e)

Oseanografi

8.

Dalam konteks Geografi Regional, sebuah wilayah didefinisikan berdasarkan karakteristik homogenitas dan interdependensi elemen-elemennya. Cabang ilmu geografi yang bertugas mengidentifikasi dan membatasi wilayah-wilayah yang memiliki kesamaan dalam aspek ekonomi, sosial, dan fisik untuk tujuan perencanaan pembangunan adalah:

a)

Perencanaan Kota dan Wilayah (Regional Planning)

b)

Geografi Ekonomi

c)

Geografi Politik

d)

Geomorfologi

e)

Klimatologi

9.

Studi mengenai pengaruh perbedaan suhu air laut di Samudra Pasifik bagian timur terhadap pola curah hujan di Indonesia, serta dampaknya terhadap musim tanam, merupakan irisan kajian antara dua cabang utama geografi, yaitu:

a)

Klimatologi dan Geografi Tanah (Pedologi)

b)

Oseanografi dan Geografi Sosial

c)

Klimatologi dan Hidrologi

d)

Geografi Ekonomi dan Geografi Kependudukan

e)

Klimatologi dan Oseanografi

10.

Objek formal geografi adalah cara pandang atau pendekatan yang digunakan untuk mengkaji objek material (fenomena geosfer). Dalam kerangka analisis 5W+1H, pertanyaan "Why" (Mengapa) yang paling sesuai untuk merepresentasikan prinsip interaksi, interdependensi, dan kausalitas dalam geografi adalah:

a)

Mengapa fenomena tersebut terjadi di lokasi tersebut

b)

Mengapa terjadi hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungan di wilayah tersebut

c)

Mengapa fenomena tersebut memiliki ciri-ciri fisik atau sosial tertentu

d)

Mengapa fenomena tersebut harus diolah dan disajikan dalam bentuk peta

e)

Mengapa penyebaran fenomena tersebut berbeda dari satu tempat ke tempat lain

11.

Seorang geografer sedang meneliti dampak El Niño di Indonesia. Dalam proses analisisnya, ia mengkaji: kapan El Niño terjadi, di mana anomali suhu air laut tertinggi, dan apa saja dampak kekeringan yang ditimbulkannya. Namun, untuk mencapai analisis geografis yang komprehensif, ia harus menjawab pertanyaan "How" (Bagaimana), yang dalam konteks geografi biasanya terkait dengan aspek:

a)

Kronologi kejadian dan waktu berulangnya.

b)

Interelasi spasial dan proses pembentukan atau terjadinya fenomena tersebut

c)

Perbandingan fenomena serupa di belahan Bumi lain.

d)

Identifikasi subjek atau objek yang paling terpengaruh oleh fenomena tersebut.

e)

Pembuatan model matematis untuk memprediksi kejadian di masa depan.

12.

Pendekatan keruangan (spasial) adalah ciri khas utama dari objek formal geografi. Pendekatan ini tercermin paling jelas dalam tiga pertanyaan 5W+1H berikut, yang berfokus pada lokasi, distribusi, dan interaksi dalam ruang...

(pilih 3 jawaban)

a)

where

b)

why

c)

how

d)

when

e)

what

13.

Ketika geografer menganalisis suatu daerah rawan bencana longsor, ia mencatat bahwa lereng curam yang ditutupi oleh tanah vulkanik tebal berada di ketinggian 800-1200 mdpl, dan longsor sering terjadi pada musim hujan intensitas tinggi. Pertanyaan 5W+1H manakah yang perlu dijawab selanjutnya untuk mengintegrasikan analisis keruangan dan ekologis secara mendalam?

a)

Who: Siapa saja korban dari bencana longsor tersebut?

b)

What: Apa jenis batuan penyusun lereng?

c)

How: Bagaimana interaksi antara curah hujan, kemiringan lereng, dan vegetasi memicu ketidakstabilan tanah (proses)?

d)

When: Kapan terakhir kali mitigasi bencana dilakukan di daerah tersebut?

e)

Where: Di mana lokasi permukiman terdekat yang terancam?

14.

Dalam sejarah perkembangan geografi modern, Alexander von Humboldt (abad ke-19) dikenal karena memperkenalkan studi komprehensif tentang fenomena alam sebagai suatu kesatuan yang saling terkait. Fokus utama penelitiannya, seperti yang tertuang dalam karyanya Kosmos, adalah mengkaji distribusi ketinggian, suhu, dan tekanan udara, serta dampaknya terhadap pola vegetasi. Objek material geosfer yang paling ditekankan dalam kajian Humboldt tersebut adalah ....

a)

Biosfer

b)

Litosfer

c)

Atmosfer

d)

Hidrosfer

e)

Antroposfer

15.

Pada era geografi klasik, perhatian utama filsuf seperti Thales dan Heraclitus sering terpusat pada peran elemen fundamental seperti air sebagai sumber kehidupan dan perubahan. Kemudian, dalam perkembangan kartografi maritim pada Abad Penemuan (abad ke-15 hingga ke-17), pemetaan arus laut, kedalaman, dan garis pantai menjadi krusial untuk pelayaran global. Objek material geografi yang mendapat dorongan signifikan dalam pemetaan dan analisis pada periode pelayaran ini adalah:

a)

Litosfer

b)

Antroposfer

c)

Biosfer

d)

Hidrosfer

e)

Atmosfer

16.

Geografi pada akhir abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20 diwarnai oleh perdebatan antara Determinisme Lingkungan (Ratzel, Semple) dan Posibilisme (Vidal de la Blache). Inti dari perdebatan ini adalah sejauh mana elemen fisik memengaruhi atau dibentuk oleh aktivitas manusia. Objek material geografi yang secara khusus menekankan pada studi tentang distribusi penduduk, pola pemukiman, dan dampak aktivitas ekonomi manusia terhadap ruang adalah

a)

Biosfer

b)

Antroposfer

c)

Litosfer

d)

Hidrosfer

e)

Atmosfer

17.

Pada abad ke-18 dan ke-19, terjadi revolusi ilmiah di mana ilmuwan seperti James Hutton dan Charles Lyell meletakkan dasar bagi geologi modern dengan prinsip uniformitarianisme. Penelitian ini menitikberatkan pada proses-proses pembentukan muka Bumi (geogenesis) dan evolusi batuan dalam skala waktu yang panjang. Objek material geografi yang paling diuntungkan dan berkembang pesat dari penemuan-penemuan geologi fundamental tersebut adalah ...

a)

Biosfer

b)

Antroposfer

c)

Litosfer

d)

Hidrosfer

e)

Atmosfer

18.

Sejak karya Carl Ritter (abad ke-19) yang menekankan pada geografi regional, studi tentang keterkaitan timbal balik antara organisme hidup dan lingkungan fisik di suatu wilayah mulai menjadi fokus penting. Perkembangan ilmu ekologi pada abad ke-20 semakin memperkuat peran geografi dalam mengkaji distribusi spasial ekosistem, jenis flora dan fauna, serta dampak kerusakan lingkungan. Objek material geografi yang mengintegrasikan aspek flora dan fauna dalam ruang serta hubungannya dengan iklim dan tanah adalah:

a)

Atmosfer

b)

Hidrosfer

c)

Antroposfer

d)

Biosfer

e)

Litosfer

19.

Pada abad ke-19, Carl Ritter dan Alexander von Humboldt meletakkan dasar geografi modern. Ritter, dengan pendekatan regionalnya, menekankan studi tentang bentuk-bentuk permukaan Bumi (bentang lahan), termasuk morfologi, elevasi, dan konfigurasi wilayah, yang secara mendalam memengaruhi kehidupan manusia. Aspek fisik geografi yang menjadi fokus utama dalam kajian Carl Ritter adalah:

a)

Aspek Klimatik

b)

Aspek Hidrologi

c)

Aspek Biotik

d)

Aspek Topologi

e)

Aspek Non-Biotik

20.

Geografi fisik mencakup elemen yang hidup (organisme) dan yang tidak hidup (fisik/kimiawi). Pada era perkembangan geografi abad ke-20, muncul cabang ilmu yang semakin mendalam mengkaji sebaran dan interaksi spasial organisme hidup (flora dan fauna) dengan lingkungan fisik, seperti tanah, iklim, dan air, untuk memahami pola ekosistem. Aspek fisik geografi yang berfokus pada kualitas, sebaran, dan komposisi organisme hidup di permukaan Bumi adalah

a)

Aspek Atmosferik

b)

Aspek Geosferik

c)

Aspek Biotik

d)

Aspek Topologi

e)

Aspek Non-Biotik

21.

Dalam sejarah geografi modern, Alexander von Humboldt sangat menekankan analisis sistematis terhadap komponen fisik yang tidak hidup, seperti suhu udara, curah hujan, tekanan, komposisi batuan, dan kandungan mineral tanah. Ia melihat komponen-komponen ini sebagai penentu utama lingkungan fisik dan distribusi kehidupan. Aspek fisik geografi yang yang ditekankan oleh Alexander von Humboldt adalah:

a)

Aspek Topologi

b)

Aspek Biotik

c)

Aspek Antroposferik

d)

Aspek Hidrologi

e)

Aspek Non-Biotik

22.

Analisis keruangan mengenai dampak pembukaan jalur transportasi laut baru (tol laut) terhadap disparitas harga komoditas antar wilayah Indonesia merupakan kajian utama dari aspek non-fisik geografi. Aspek non-fisik yang secara spesifik pada fenomena di atas adalah:

a)

Aspek Sosial

b)

Aspek Budaya

c)

Aspek Politik

d)

Aspek Ekonomi

e)

Aspek Administrasi

23.

Isu-isu seperti konflik perbatasan antar negara, penetapan batas maritim (zona ekonomi eksklusif), dan pengaruh tata ruang suatu ibu kota terhadap stabilitas nasional merupakan kajian penting dalam geografi. Aspek non-fisik geografi yang pada fenomena tersebut adalah:

a)

Aspek Sosial

b)

Aspek Budaya

c)

Aspek Politik

d)

Aspek Kependudukan

e)

Aspek Regional

24.

Seorang geografer melakukan penelitian di kawasan perkotaan yang padat penduduk. Fokus penelitiannya adalah menganalisis pola segregasi spasial berdasarkan tingkat pendapatan, akses penduduk terhadap layanan publik (seperti sekolah dan rumah sakit), dan tingkat kriminalitas di berbagai zona kota. Aspek non-fisik geografi yang menjadi landasan utama kajian ini adalah:

a)

Aspek Budaya

b)

Aspek Ekonomi

c)

Aspek Kependudukan

d)

Aspek Sosial

e)

Aspek Topologi

25.

Pada masa kolonialisme, penyebaran agama, bahasa, dan arsitektur bangunan dari negara penjajah ke wilayah jajahan menjadi studi penting untuk memahami perubahan identitas wilayah. Aspek non-fisik geografi yang mengkaji sebaran spasial, difusi (penyebaran), dan perubahan nilai-nilai, tradisi, bahasa, agama, dan hasil karya cipta manusia adalah:

a)

Aspek Sosial

b)

Aspek Ekonomi

c)

Aspek Demografi

d)

Aspek Budaya

e)

Aspek Topologi

26.

Seorang peneliti geografi melakukan pemetaan di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pusat gempa bumi dan gunung api aktif cenderung terkonsentrasi di jalur busur kepulauan yang dilalui oleh pertemuan tiga lempeng tektonik utama. Prinsip geografi yang paling utama digunakan oleh peneliti fenomena tersebut adalah:

a)

Prinsip Interelasi

b)

Prinsip Korologi

c)

Prinsip Deskripsi

d)

Prinsip Distribusi

e)

Prinsip Kausalitas

27.

Pemerintah menganalisis bahwa peningkatan curah hujan yang sangat tinggi di wilayah pegunungan (Aspek Hidrosfer/Klimatik) menyebabkan peningkatan laju erosi dan pelapukan batuan (Aspek Litosfer), yang kemudian memicu terjadinya tanah longsor (Fenomena Gabungan) di kawasan pemukiman. Prinsip geografi yang digunakan Pemerintah pada berbagai fenomena geosfer tersebut adalah:

a)

Prinsip Deskripsi

b)

Prinsip Distribusi

c)

Prinsip Korologi

d)

Prinsip Interelasi

e)

Prinsip Kausalitas

28.

Dalam laporan studi kasus kebakaran hutan di Sumatera, seorang geografer menyajikan peta tematik sebaran titik api (hotspot), menyertakan data statistik luas lahan yang terbakar, dan menyajikan foto citra satelit yang menunjukkan tingkat kerusakan vegetasi di daerah tersebut. Prinsip geografi pada fenomena tersebut adalah:

a)

Prinsip Interelasi

b)

Prinsip Korologi

c)

Prinsip Deskripsi

d)

Prinsip Distribusi

e)

Prinsip Kuantifikasi

29.

Pendekatan studi wilayah (regional) merupakan puncak dari analisis geografi. Pendekatan ini mewajibkan peneliti untuk mengkaji suatu wilayah secara keseluruhan dengan memadukan sebaran fenomena (Where), hubungan sebab-akibat (Why), dan karakteristik spesifik wilayah (What) tersebut. Prinsip geografi yang menggabungkan dan mengintegrasikan semua prinsip dalam kajian keruangan komprehensif adalah:

a)

Deskripsi

b)

Distribusi

c)

Korologi

d)

Keruangan

e)

Kausalitas

30.

Seorang perencana kota ingin menentukan lokasi ideal untuk pembangunan bandara baru yang dapat meminimalkan waktu tempuh bagi sebagian besar penduduk di tiga kota yang berbeda. Analisis yang dilakukan mencakup perhitungan jarak tempuh dari setiap kota, pola kepadatan penduduk, dan biaya pengadaan lahan di berbagai alternatif lokasi. Pendekatan geografi yang menjadi fokus utama dalam kajian ini adalah

a)

Pendekatan Historis

b)

Pendekatan Ekologi

c)

Pendekatan Kompleks Wilayah

d)

Pendekatan Keruangan (Spasial)

e)

Pendekatan Kewilayahan

31.

Sebuah tim peneliti menganalisis kasus banjir bandang di hulu sungai. Mereka menemukan bahwa banjir tersebut disebabkan oleh penebangan hutan yang masif di lereng atas, yang mengurangi kemampuan tanah menahan air, diperparah oleh perubahan pola curah hujan yang ekstrem. Pendekatan geografi yang digunakan untuk menganalisis pada fenomena tersebut adalah:

a)

Pendekatan Morfologis

b)

Pendekatan Temporal

c)

Pendekatan Ekologi

d)

Pendekatan Kompleks Wilayah

e)

Pendekatan Distribusi

32.

Untuk mengatasi masalah kemiskinan dan keterbelakangan di wilayah pesisir, pemerintah merencanakan program terpadu. Analisis yang dilakukan mencakup:

(1) pemetaan sebaran lokasi sumber daya ikan;

(2) kajian dampak pencemaran laut terhadap hasil tangkapan; dan

(3) perbandingan budaya melaut, infrastruktur, dan potensi pariwisata wilayah tersebut dengan wilayah pesisir lain di Indonesia.

Pendekatan geografi yang digunakan pada fenomena tersebut adalah:

a)

Pendekatan Regional

b)

Pendekatan Ekologi

c)

Pendekatan Spasial

d)

Pendekatan Deskriptif

e)

Pendekatan Kompleks Wilayah

33.

Perbedaan mendasar antara Pendekatan Keruangan (Spasial) dengan Pendekatan Ekologi adalah fokus kajiannya. Manakah pernyataan berikut yang paling tepat membedakan kedua pendekatan tersebut?

a)

Spasial fokus pada struktur dan pola penyebaran fenomena, sementara Ekologi fokus pada proses pembentukan fenomena

b)

Spasial fokus pada lokasi dan jarak mutlak, sementara Ekologi fokus pada kualitas lingkungan

c)

Spasial fokus pada interaksi antar komponen non-biotik, sementara Ekologi fokus pada interaksi antar komponen biotik.

d)

Spasial fokus pada keterkaitan antar wilayah, sementara Ekologi fokus pada karakteristik internal suatu wilayah

e)

Spasial fokus pada struktur, pola, dan proses keruangan, sementara Ekologi fokus pada interaksi organisme hidup dan lingkungan fisik di suatu tempat.

34.

Seorang peneliti mengukur dan memetakan tingkat erosi tanah di seluruh pulau, lalu membuat peta yang menunjukkan bahwa erosi terberat hanya terjadi di lereng-lereng tertentu. Selanjutnya, ia menyajikan data statistik dan foto-foto yang memperlihatkan kondisi batuan dan jenis tanaman di lereng yang mengalami erosi parah. Manakah pernyataan yang paling tepat mengenai penerapan prinsip geografi dalam dua langkah penelitian tersebut?

a)

Langkah pertama menerapkan Deskripsi, langkah kedua menerapkan Interelasi

b)

Langkah pertama menerapkan Interelasi, langkah kedua menerapkan Distribusi

c)

Langkah pertama menerapkan Distribusi, langkah kedua menerapkan Deskripsi

d)

Langkah pertama menerapkan Korologi, langkah kedua menerapkan Deskripsi

e)

Kedua langkah tersebut sama-sama menerapkan Prinsip Korologi.

35.

Penentuan posisi suatu objek di permukaan Bumi yang didasarkan pada sistem koordinat lintang dan bujur merupakan penerapan konsep lokasi geografi yang bersifat tetap dan tidak berubah seiring perubahan lingkungan sekitarnya. Konsep lokasi yang dimaksud adalah:

a)

Lokasi Relatif

b)

Lokasi Nominal

c)

Lokasi Mutlak (Absolut)

d)

Lokasi Fungsional

e)

Lokasi Geografis

36.

Seorang siswa menjelaskan lokasi Indonesia kepada temannya dengan dua pernyataan berbeda:

  1. (1) "Indonesia terletak di antara Benua Asia dan Benua Australia, serta Samudra Hindia dan Samudra Pasifik."

  2. (2) "Indonesia terletak antara $6^\circ$ LU - $11^\circ$ LS dan $95^\circ$ BT - $141^\circ$ BT."

Perbedaan utama yang digambarkan oleh dua pernyataan tersebut dalam konsep dasar geografi adalah:

a)

Pernyataan 1 adalah lokasi absolut, sementara Pernyataan 2 adalah lokasi mutlak

b)

Pernyataan 1 adalah lokasi fisik, sementara Pernyataan 2 adalah lokasi non-fisik

c)

Pernyataan 1 adalah lokasi relatif, sedangkan Pernyataan 2 adalah absolut

d)

ernyataan 1 adalah lokasi astronomis, sementara Pernyataan 2 adalah lokasi geografis

e)

Pernyataan 1 adalah lokasi geografis, sementara Pernyataan 2 adalah lokasi ekonomis.

37.

Pembangunan infrastruktur baru, seperti jalan tol, pelabuhan, atau stasiun kereta cepat, seringkali mengubah nilai strategis suatu wilayah. Misalnya, sebuah desa yang tadinya terpencil menjadi sangat mudah diakses setelah pembangunan jalan tol, sehingga harga tanah di sana meningkat drastis. Perubahan nilai strategis ini paling sesuai dijelaskan menggunakan konsep

a)

Lokasi Mutlak (Absolut)

b)

Lokasi Astronomis

c)

Lokasi Geografis

d)

Lokasi Relatif

e)

Lokasi Topografi

38.

Seorang kartografer menghitung bahwa jarak lurus antara Kota A dan Kota B pada peta adalah 5 cm. Dengan skala peta 1:1.000.000, maka jarak sebenarnya di lapangan adalah 50 km. Jarak 50 km yang diukur secara fisik dan diwakili dalam satuan panjang (meter atau kilometer) ini merupakan penerapan konsep:

a)

Jarak Astronomis

b)

Jarak Fungsional

c)

Jarak Relatif

d)

Jarak Kuantitatif

e)

Jarak Mutlak (Absolut)

39.

Meskipun jarak mutlak antara Kota X dan Kota Y adalah 100 km, setelah pembangunan jalan tol yang memangkas waktu tempuh dari 3 jam menjadi 1 jam, para pelaku ekonomi kini menganggap Kota Y "lebih dekat" dengan Kota X. Perubahan persepsi ini paling tepat dijelaskan menggunakan konsep:

a)

Jarak Mutlak yang dinamis

b)

Jarak Ekonomis

c)

Jarak Topologis

d)

Jarak Relatif

e)

Jarak Geografis

40.

Dalam menganalisis efektivitas sebuah layanan publik, geografer menggunakan dua data:

  1. (a) 15 km sebagai batas maksimal radius jangkauan layanan.

  2. (b) 15 menit waktu tempuh maksimal agar layanan dianggap memadai.

Manakah pernyataan yang paling tepat mengenai kedua data tersebut berdasarkan konsep dasar geografi?

a)

15 km adalah lokasi mutlak dan 15 menit adalah lokasi relatif.

b)

15 km adalah jarak relatif dan 15 menit adalah jarak mutlak.

c)

15 km dan 15 menit sama-sama merepresentasikan jarak mutlak

d)

5 km merepresentasikan jarak mutlak, sementara 15 menit merepresentasikan jarak relatif

e)

Keduanya merepresentasikan jarak relatif karena berkaitan dengan aksesibilitas.

41.

Pembangunan permukiman di wilayah dataran rendah cenderung memanjang mengikuti alur jalan raya (linier), sementara permukiman di wilayah pegunungan yang terjal seringkali menyebar (terpisah-pisah) dan berada di kaki-kaki lereng yang relatif datar. Konsep geografi yang mengkaji pada lokasi pembangunan permukiman tersebut adalah:

a)

Konsep Nilai Kegunaan

b)

Konsep Interaksi

c)

Konsep Morfologi

d)

Konsep Aglomerasi

e)

Konsep Keterjangkauan

42.

Di banyak kota besar, industri-industri sejenis (misalnya kawasan industri tekstil) atau fasilitas ekonomi tertentu (misalnya pusat perbelanjaan grosir) cenderung terkonsentrasi di satu kawasan tertentu. Fenomena ini terjadi karena adanya keuntungan bersama, efisiensi transportasi, dan kemudahan mencari tenaga kerja atau bahan baku yang terspesialisasi. Konsep geografi yang menjelaskan pada kasus fenomena tersebut karena alasan efisiensi dan keuntungan adalah

a)

Konsep Nilai Kegunaan

b)

Konsep Diferensiasi Area

c)

Konsep Keterkaitan Keruangan

d)

Konsep Aglomerasi

e)

Konsep Pola

43.

Pemerintah Provinsi sedang merencanakan pembangunan jaringan irigasi dan sistem drainase baru. Untuk mencapai efisiensi maksimal, perencana harus mengidentifikasi dan menganalisis susunan, bentuk, dan sebaran keruangan dari sungai-sungai, jalan raya, dan permukiman yang sudah ada. Konsep geografi yang berkaitan dengan perencanaan Pemprvo pada fenomena tersebut adalah:

a)

Konsep Keterjangkauan

b)

Konsep Nilai Kegunaan

c)

Konsep Pola

d)

Konsep Interaksi

e)

Konsep Morfologi

44.

Sebuah wilayah pedalaman di Papua memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, namun biaya transportasi hasil tambang ke pelabuhan sangat tinggi karena ketiadaan infrastruktur jalan yang memadai. Hal ini menyebabkan wilayah tersebut kurang diminati investor meskipun memiliki potensi besar. Konsep geografi yang digunakan untuk menganalisis alasan utama investor tidak minat SDA di Papua adalah:

a)

Konsep Interaksi dan Interdepensi

b)

Konsep Keterjangkauan

c)

Konsep Aglomerasi

d)

Konsep Diferensiasi Area

e)

Konsep Pola

45.

Hubungan antara Konsep Morfologi dan Konsep Pola terlihat jelas ketika mempelajari...

a)

(A) Peningkatan harga lahan di sekitar pusat perbelanjaan

b)

(B) Perbedaan mata pencaharian penduduk di dataran tinggi dan dataran rendah

c)

(C) Bentuk pemukiman yang memanjang mengikuti tanggul sungai atau jalan raya di wilayah datar

d)

(D) Pengaruh kebijakan pemerintah terhadap pembangunan pabrik di kawasan industri

e)

(E) Tingkat kepadatan penduduk suatu kota dibandingkan dengan tingkat kepadatan kota lainnya

46.

Sebidang tanah di lereng gunung api yang subur sangat berharga bagi petani karena tingginya tingkat kesuburan untuk menanam sayuran. Namun, bagi masyarakat perkotaan, lahan yang sama mungkin lebih bernilai jika dijadikan vila atau tempat wisata. Konsep geografi yang menjelaskan bahwa perbedaan paradigma orang petani dan masyarakat perkotaan adalah:

a)

Konsep Keterkaitan Ruang

b)

Konsep Interaksi

c)

Konsep Diferensiasi Area

d)

Konsep Nilai Kegunaan

e)

Konsep Aglomerasi

47.

Pulau Jawa dikenal sebagai pusat industri dan perdagangan dengan kepadatan penduduk yang sangat tinggi, didukung oleh infrastruktur yang maju. Sementara itu, sebagian besar wilayah Pulau Kalimantan dicirikan oleh hutan tropis yang luas dan kepadatan penduduk yang jauh lebih rendah, dengan fokus ekonomi pada perkebunan dan pertambangan. Konsep geografi yang mengkaji kekhasan karakteristik wilayah pada fenomena tersebut adalah:

a)

Konsep Morfologi

b)

Konsep Diferensiasi Area

c)

Konsep Interdependensi

d)

Konsep Pola

e)

Konsep Keterjangkauan

48.

Penduduk di kawasan dataran tinggi, yang berspesialisasi dalam produksi sayuran, menjual hasil panen mereka ke penduduk dataran rendah, yang berspesialisasi dalam budidaya ikan air tawar atau padi. Keduanya saling membutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pangan yang beragam. Konsep geografi yang menekankan pada fenomena antar wilayah tersebut adalah:

a)

Konsep Jarak Relatif

b)

Konsep Keterjangkauan

c)

Konsep Aglomerasi

d)

Konsep Interaksi dan Interdependensi

e)

Konsep Pola

49.

Sebuah peristiwa peningkatan jumlah kendaraan pribadi di Kota A tidak hanya berdampak pada kemacetan di jalan raya Kota A, tetapi juga memicu peningkatan polusi udara di pinggiran kota B, dan juga memicu permintaan pembangunan jalan tol baru yang menghubungkan kedua kota tersebut. Konsep geografi yang menyoroti fenomena di Kota A dan Kota B adalah:

a)

Konsep Nilai Kegunaan

b)

Konsep Morfologi

c)

Konsep Keterkaitan Ruang

d)

Konsep Jarak Mutlak

e)

Konsep Diferensi Area

50.

Manakah pernyataan berikut yang paling tepat menunjukkan hubungan antara Konsep Diferensiasi Area dengan Konsep Interdependensi?

a)

Lokasi industri cenderung mengelompok di dekat sumber daya alam

b)

Nilai lahan pertanian di daerah irigasi lebih tinggi daripada di daerah tadah hujan.

c)

Permukiman nelayan tersebar memanjang mengikuti garis pantai.

d)

Perbedaan karakteristik dataran tinggi vs. rendah memicu adanya kebutuhan untuk saling bertukar hasil bumi.

e)

arak tempuh antara dua kota berkurang setelah pembangunan jalan tol baru.