Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Appraisal Studi Klinis dan Epidemiologi — Kelas 12

Total questions: 80

Worksheet time: 40mins

Name
Class
Date
1.

Dalam critical appraisal, komponen yang paling penting dalam menilai apakah hasil dapat dipercaya adalah…

a)

Jenis jurnal

b)

Blinding dan randomisasi

c)

Jumlah tabel data

d)

Kepanjangan diskusi

2.

Penelitian dengan kontrol yang tidak sebanding pada baseline berpotensi mengalami…

a)

Bias publikasi

b)

Bias seleksi

c)

Bias recall

d)

Bias instrumentasi

3.

Validitas internal terutama menjawab pertanyaan…

a)

Apakah hasil dapat digeneralisasi?

b)

Apakah hubungan paparan–outcome benar?

c)

Apakah statistik sudah lengkap?

d)

Apakah laporan didukung jurnal bereputasi?

4.

Pada studi RCT, alokasi tersembunyi (allocation concealment) diperlukan untuk mencegah…

a)

Seleksi subjek berlebihan

b)

Investigator mempengaruhi penempatan subjek

c)

Peningkatan power

d)

Hilangnya generalisasi

5.

Flowchart CONSORT berfungsi untuk…

a)

Menilai relevansi klinis

b)

Menampilkan alur randomisasi dan drop-out

c)

Mengukur besar efek

d)

Menjamin validitas eksternal

6.

Studi diagnostic test harus melibatkan populasi dengan spektrum penyakit luas agar…

a)

Mengurangi sensitivitas

b)

Memperkuat spesifisitas

c)

Memperbaiki generalisasi

d)

Menghilangkan recall bias

7.

Bila evaluasi outcome dilakukan oleh penilai yang tidak dibutakan, risiko utamanya adalah…

a)

Confounding

b)

Detection bias

c)

Performance bias

d)

Attrition bias

8.

Pada studi observasional, matching dilakukan untuk mengurangi…

a)

Bias analitik

b)

Confounding

c)

Underestimation outcome

d)

Error acak

9.

Hasil dianggap klinis bermakna bila…

a)

p < 0.05

b)

CI tidak mencakup 1

c)

Perubahan berdampak pada keputusan klinis

d)

Ukuran sampel besar

10.

Bila variabel outcome tidak terukur secara konsisten, maka yang terdampak adalah…

a)

Validitas eksternal

b)

Validitas internal

c)

Power

d)

Prevalensi kasus

11.

Pada appraisal, risiko bias seleksi meningkat jika…

a)

Blinding double-blind

b)

Alokasi tidak acak

c)

Statistik kompleks

d)

Sampel sangat besar

12.

Confidence interval yang melewati angka nol pada risk difference menyiratkan…

a)

Efek signifikan

b)

Tidak ada perbedaan nyata

c)

Randomisasi gagal

d)

Ukuran sampel kurang tepat

13.

Dalam studi prognostik, analisis Kaplan–Meier diperlukan untuk menilai…

a)

Survival dan waktu kejadian

b)

Homogenitas sampel

c)

Validitas eksternal

d)

Proporsi follow-up

14.

External validity dapat dikatakan rendah bila…

a)

Analisis multivariat digunakan

b)

Setting penelitian terlalu spesifik

c)

Data lengkap

d)

Blinding dilakukan

15.

Peran metode penelitian yang jelas dalam appraisal adalah…

a)

Mengurangi kebutuhan statistik

b)

Memastikan penelitian dapat direplikasi

c)

Menjamin pp -value signifikan

d)

Menentukan konflik kepentingan

16.

Intention-to-treat analysis dibutuhkan untuk mengurangi,…

a)

Bias seleksi awal

b)

Bias karena drop-out

c)

Bias karena blinding

d)

Bias recall

17.

Bila suatu studi tidak memiliki kelompok kontrol, maka validitas apa yang paling rentan?

a)

Eksternal

b)

Internal

c)

Inferensial

d)

Analitik

18.

Prinsip critical appraisal menekankan bahwa penelitian yang baik harus…

a)

Menggunakan jurnal bereputasi tinggi

b)

Valid, penting, dan dapat diterapkan

c)

Memiliki pp -value kecil

d)

Menggunakan sampel besar

19.

Pada studi cohort, pengukuran eksposur dilakukan…

a)

Sesudah outcome

b)

Sebelum outcome

c)

Bersamaan dengan outcome

d)

Setelah follow-up selesai

20.

Bias informasi meningkat ketika…

a)

Outcome diukur dengan instrumen berbeda

b)

Populasi terlalu homogen

c)

Randomisasi benar

d)

CI sempit

21.

Hasil RCT dianggap valid bila…

a)

Perbedaan baseline kecil

b)

Sampel sangat banyak

c)

pp -value <0.001< 0{.}001

d)

Uji statistik bervariasi

22.

Jika penelitian memiliki drop-out tinggi dan tidak dianalisis, risiko bias yang muncul adalah…

a)

Attrition bias

b)

Matching bias

c)

Allocation bias

d)

Instrument bias

23.

Dalam critical appraisal, sumber pendanaan diperlukan untuk menilai…

a)

Efektivitas intervensi

b)

Potensi konflik kepentingan

c)

Validitas statistik

d)

Besaran efek

24.

Studi kasus–kontrol paling tepat digunakan untuk…

a)

Penyakit langka

b)

Uji intervensi baru

c)

Prevalensi

d)

Validasi instrumen

25.

Rasio yang paling tepat digunakan dalam cohort study adalah…

a)

Odds ratio

b)

Risk ratio

c)

Likelihood ratio

d)

Logistic ratio

26.

Ukuran sampel kecil paling berdampak pada…

a)

CI lebih sempit

b)

Penurunan power

c)

Penurunan pp -value

d)

Penurunan generalisasi

27.

Metode randomisasi yang buruk akan menyebabkan…

a)

Overadjustment

b)

Baseline tidak seimbang

c)

Prevalensi menurun

d)

Peningkatan PPV

28.

Bila intervensi diberikan berbeda antar pusat penelitian, maka terjadi…

a)

Bias cluster

b)

Measurement bias

c)

Sampling error

d)

Improvement bias

29.

Studi diagnostik yang baik harus melaporkan…

a)

Nilai p

b)

Sensitivitas, spesifisitas, PPV, NPV

c)

Rasio prevalence

d)

Perbandingan antar negara

30.

Bila gold standard tidak tepat, yang paling terdampak adalah…

a)

Validitas eksternal

b)

Nilai akurasi tes

c)

CI

d)

Power

31.

Analisis multivariat diperlukan ketika…

a)

Tidak ada confounder

b)

Banyak variabel yang saling mempengaruhi

c)

Sampel besar

d)

Studi randomized

32.

Penggunaan uji statistik yang tidak sesuai menyebabkan…

a)

Bias recall

b)

Kesimpulan menyesatkan

c)

Validitas eksternal naik

d)

Sensitivitas meningkat

33.

Validitas internal akan meningkat bila…

a)

Follow-up lengkap

b)

Populasi lebih heterogen

c)

Setting luas

d)

Outcome tidak ditutukan

34.

Pada appraisal RCT, karakteristik baseline dinilai untuk…

a)

Melihat p-value

b)

Menilai kesetaraan antar kelompok

c)

Menilai ukuran sampel

d)

Menentukan post hoc significance

35.

Bila CI mencakup angka 1 pada risk ratio, maka…

a)

Efek signifikan

b)

Efek tidak signifikan

c)

Studi tidak sah

d)

P-value pasti <0.05<0.05

36.

Bila peneliti hanya menampilkan hasil yang positif, maka terjadi…

a)

Recall bias

b)

Publication bias

c)

Detection bias

d)

Misclassification bias

37.

Relevansi klinis dinilai dengan cara…

a)

Melihat populasi penelitian

b)

Menilai apakah hasil mengubah praktik klinis

c)

Melihat besar sampel

d)

Membaca diskusi penulis

38.

Pada studi cross-sectional, hubungan yang dinilai adalah…

a)

Kausal

b)

Temporal

c)

Asosiasi

d)

Longitudinal

39.

Critical appraisal menggunakan kerangka…

a)

Validitas — Hasil — Relevansi

b)

Observasi — Eksperimen — Sintesis

c)

Konsep — Inferensi — Signifikansi

d)

Hipotesis — Analisis — Interpretasi

40.

Studi dengan desain terbaik untuk membandingkan efektivitas dua terapi adalah…

a)

Case-control

b)

RCT

c)

Cross-sectional

d)

Ecologic study

41.

Dalam critical appraisal, pertanyaan pertama yang harus dijawab adalah…

a)

Apakah data signifikan secara statistik?

b)

Apakah penelitian memiliki desain yang tepat untuk menjawab pertanyaan klinis?

c)

Apakah sampel besar?

d)

Apakah peneliti memiliki reputasi baik?

42.

Desain penelitian yang paling minim bias untuk menguji kausalitas adalah…

a)

Cohort retrospective

b)

Case-control

c)

Randomized controlled trial

d)

Cross-sectional analitik

43.

Bila kelompok intervensi dan kontrol saling bercampur, maka terjadi…

a)

Attrition bias

b)

Contamination bias

c)

Performance bias

d)

Detection bias

44.

Dalam menilai kualitas metode, keterangan yang paling penting adalah…

a)

Detail analisis statistik

b)

Penjelasan rinci proses alokasi subjek

c)

Gambar grafik

d)

Nama institusi peneliti

45.

Studi dengan blinding yang tidak lengkap paling rentan terhadap…

a)

Bias seleksi

b)

Bias analitik

c)

Bias performa

d)

Bias laporan

46.

Sampel yang tidak mewakili populasi target akan menurunkan…

a)

Validitas internal

b)

Validitas eksternal

c)

Ukuran efek

d)

Kekakuan analisis statistik

47.

Syarat penting dalam interpretasi hasil penelitian prognostik adalah…

a)

Intervensi tunggal

b)

Follow-up memadai dan konsisten

c)

Uji statistik dua arah

d)

Adanya double blinding

48.

Pada penelitian uji diagnostik, pembuatan kurva ROC digunakan untuk…

a)

Menilai nilai p

b)

Mengukur kesepakatan penilai

c)

Menentukan cut-off terbaik

d)

Menguji randomisasi

49.

Bila interval kepercayaan suatu risk ratio sangat lebar, maka…

a)

Estimasi sangat presisi

b)

Sampel sangat kecil atau variabilitas tinggi

c)

Signifikansi pasti tinggi

d)

Tidak terjadi bias seleksi

50.

Studi analitik observasional yang paling efisien untuk penyakit dengan onset sangat langka adalah…

a)

Cross-sectional

b)

Case-control

c)

Cohort prospektif

d)

Quasi-experiment

51.

Dalam appraisal, pertanyaan “apakah data outcome diukur secara sama pada kedua kelompok?” berkaitan dengan…

a)

Validitas eksternal

b)

Confounding

c)

Bias pengukuran

d)

Randomisasi

52.

Bila peneliti hanya memasukkan subjek dengan kondisi sangat berat, maka akan terjadi…

a)

Spectrum bias

b)

Attrition bias

c)

Lead-time bias

d)

Recall bias

53.

Pada RCT, penggunaan placebo bertujuan untuk…

a)

Meningkatkan generalisasi

b)

Mengendalikan efek psikologis intervensi

c)

Menambah ukuran sampel

d)

Mengurangi kebutuhan statistik lanjutan

54.

Ketidaksesuaian antara hipotesis dan desain penelitian menunjukkan…

a)

Bias deteksi

b)

Bias seleksi

c)

Masalah validitas konseptual

d)

Masalah reliabilitas alat ukur

55.

Bila hasil signifikan tetapi tidak relevan secara klinis, maka…

a)

Penelitian tetap harus diterima

b)

Penelitian perlu ditolak seluruhnya

c)

Hasilnya tidak memiliki implikasi klinis

d)

Generalisasi otomatis meningkat

56.

Analisis “adjusted” dalam model regresi diperlukan ketika terdapat…

a)

Sampel besar

b)

Confounder yang perlu dikontrol

c)

Variabel sedikit

d)

Studi bersifat cross-sectional

57.

Pada penelitian cohort, misclassification exposure akan menurunkan…

a)

Interpretasi statistik

b)

Validitas internal

c)

Validitas eksternal

d)

Ukuran sampel

58.

Critical appraisal menekankan bahwa p-value tidak cukup tanpa melihat…

a)

Ukuran jurnal

b)

Ukuran efek dan CI

c)

Nama penulis

d)

Tahun publikasi

59.

“Allocation concealment” berbeda dari blinding karena…

a)

Terjadi setelah intervensi

b)

Bertujuan mencegah prediksi alokasi sebelum penempatan

c)

Hanya ditujukan untuk pasien

d)

Tidak memengaruhi validitas internal

60.

Pada studi cross-sectional, inferensi kausal sulit karena…

a)

Pengukuran tidak presisi

b)

Data eksposur dan outcome diambil pada waktu yang sama

c)

Metode statistik terbatas

d)

Tidak ada variabel confounding

61.

Bila penelitian tidak menyebutkan cara mengurangi confounding, maka…

a)

Validitas internal berisiko melemah

b)

Validitas eksternal otomatis meningkat

c)

Studi selalu bebas seleksi

d)

Ukuran efek otomatis meningkat

62.

Dalam penelitian diagnostik, sensitivitas tinggi penting terutama untuk…

a)

Mengonfirmasi diagnosis

b)

Menyingkirkan penyakit

c)

Mencari faktor risiko

d)

Mengukur survival

63.

Pada critical appraisal, ketidaklengkapan laporan metode akan menyebabkan…

a)

Overinterpretasi

b)

Underreporting bias

c)

Ketidakpastian apakah studi valid

d)

Peningkatan generalisasi

64.

Studi intervensi tanpa randomisasi termasuk…

a)

Cross-sectional

b)

Quasi-experimental

c)

Cohort prospektif

d)

Uji diagnostik

65.

Kriteria inklusi-eksklusi terutama diperlukan untuk memastikan…

a)

Perbedaan hasil signifikan

b)

Populasi homogen dan tepat sasaran

c)

Ukuran sampel besar

d)

Tidak perlu statistik tambahan

66.

Bila outcome bersifat subjektif, maka penting dilakukan…

a)

Double blinding

b)

Perhitungan OR

c)

Matching subjek

d)

Pemanjangan follow-up

67.

Pada evaluasi kualitas data, penggunaan instrumen non-valid menyebabkan…

a)

Variabilitas menurun

b)

Bias sistematis

c)

CI menyempit

d)

Randomisasi lebih kuat

68.

Bila confidence interval tidak melewati 1 pada risk ratio, maka…

a)

Efek signifikan

b)

Kesimpulan tidak akurat

c)

Data pasti bias

d)

Ukuran sampel terlalu kecil

69.

Ketidaksamaan follow-up waktu antar kelompok dapat menimbulkan…

a)

Bias seleksi

b)

Attrition bias

c)

Time-related bias

d)

Confounding diferensial

70.

Bila analisis dilakukan hanya pada subjek yang patuh penuh terhadap terapi, maka terjadi…

a)

Intention-to-treat

b)

Per-protocol analysis

c)

Underestimation bias

d)

Recall bias

71.

Pada studi prognostik, penting memastikan bahwa…

a)

Semua pasien berasal dari pusat rujukan

b)

Semua pasien berada pada fase penyakit yang sama

c)

Semua outcome diukur dua kali

d)

Semua pasien diberi obat yang sama

72.

Bila penelitian menggunakan sampel convenience, risiko yang meningkat adalah…

a)

Bias publikasi

b)

Bias seleksi

c)

Bias pengukuran

d)

Bias statistik

73.

Pada appraisal hasil, perbedaan kecil dapat bermakna jika…

a)

Sampel kecil

b)

Varians sangat rendah

c)

P-value mendekati 1

d)

CI sangat lebar

74.

Penggunaan instrumentasi berbeda antar kelompok menyebabkan…

a)

Detection bias

b)

Recall bias

c)

Observer bias

d)

Reporting bias

75.

Jika follow-up sangat panjang tetapi banyak drop-out, maka…

a)

Power meningkat

b)

Attrition bias meningkat

c)

Efek menjadi lebih presisi

d)

RR selalu lebih kecil

76.

Penelitian dapat dikatakan relevan jika…

a)

Settingnya sama dengan tempat kita praktik

b)

Hasilnya dapat mempengaruhi keputusan klinis

c)

Populasinya besar

d)

Hasilnya unik secara statistik

77.

Bila penelitian tidak melaporkan variabel confounder, maka…

a)

Efek dapat salah arah

b)

Efek lebih presisi

c)

Blinding tidak diperlukan

d)

Risiko bias menurun

78.

Gold standard dalam penelitian diagnostik digunakan untuk…

a)

Menentukan prevalensi

b)

Menyaring data anomali

c)

Mengukur akurasi tes baru

d)

Mengurangi bias seleksi

79.

Critical appraisal sangat diperlukan pada praktik EBM untuk…

a)

Menentukan jenis jurnal

b)

Memilih bukti terbaik untuk pasien

c)

Mengurangi jumlah penelitian

d)

Menghapus bias statistik

80.

Evaluasi akhir dalam critical appraisal selalu mempertimbangkan…

a)

Desain – baseline – stratifikasi

b)

Validitas – Hasil – Aplikasi klinis

c)

Sensitivitas – Spesifisitas – p-value

d)

Editor – Reviewer – Tahun publikasi