Font size
WorksheetsSUMATIF AKHIR SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2025/2026
Total questions: 55
Worksheet time: 42mins
Perencanaan produksi adalah proses penentuan bagaimana produk akan diproduksi dan kapan produk tersebut harus siap. Tujuan utama dari perencanaan produksi yang efektif adalah...
Memaksimalkan inventaris di gudang untuk menghindari kekurangan
Menjamin kepuasan pelanggan dengan pengiriman tepat waktu dan biaya produksi yang efisien
Memastikan penggunaan bahan baku yang paling mahal untuk kualitas terbaik yang pernah ada
Mengurangi jumlah karyawan secara drastis untuk memotong biaya tenaga kerja
Fokus hanya pada peningkatan kecepatan produksi tanpa mempertimbangkan biaya
Dalam konteks produksi massal, fungsi routing dalam perencanaan produksi mencakup penentuan hal berikut, kecuali...
A. Urutan operasi produksi
B. Rute pergerakan bahan
C. Mesin yang akan digunakan
D. Jadwal pemasaran produk
E. Lokasi stasiun kerja
Tahap dispatching dalam fungsi kendali produksi (production control) merujuk pada tindakan...
Menindaklanjuti proses produksi yang sedang berjalan
Pemberian otorisasi tertulis untuk memulai operasi produksi yang spesifik
Penyesuaian jadwal produksi jika terjadi hambatan besar
Penyimpanan produk jadi di gudang distribusi
Peramalan permintaan pasar di masa depan
Yang bukan merupakan faktor yang perlu dipertimbangkan secara mendalam dalam perencanaan kapasitas produksi massal adalah...
Permintaan pasar atau ramalan penjualan yang akurat
Ketersediaan tenaga kerja dan keterampilan yang dibutuhkan
Desain kemasan produk yang unik untuk setiap unit produk
Ruang lantai pabrik dan tata letak (layout) yang efisien
Ketersediaan bahan baku dari pemasok
Dokumen kunci yang dihasilkan dari proses perencanaan produksi massal yang merinci semua bahan, komponen, dan sub-rakitan yang diperlukan untuk membuat satu unit produk disebut...
Bill of Lading (BL)
Purchase Order (PO)
Bill of Materials (BOM)
Work Order (WO)
Material Safety Data Sheet (MSDS)
Peramalan permintaan (demand forecasting) yang terlalu rendah (under-forecast) dalam produksi massal dapat menyebabkan konsekuensi serius, yaitu...
Biaya penyimpanan inventaris meningkat drastis
Terjadinya stockout (kehabisan stok) dan kehilangan potensi penjualan
Kapasitas produksi menjadi berlebih (idle capacity)
Biaya produksi per unit menurun drastis karena skala ekonomi
Kualitas produk akhir meningkat signifikan
Perencanaan agregat (aggregate planning) dalam produksi massal berfokus pada perencanaan produksi dalam jangka waktu...
Harian atau mingguan yang sangat detail
Jangka panjang (lebih dari 5 tahun)
Jangka menengah (3 hingga 18 bulan)
Setiap jam secara real-time
Hanya untuk satu lini produk saja
Fungsi scheduling dalam perencanaan produksi massal bertujuan untuk menentukan...
Jumlah bahan baku yang akan dibeli dari pemasok
Kapan setiap operasi produksi harus dimulai dan kapan harus selesai
Metode transportasi yang paling murah untuk pengiriman
Siapa manajer produksi yang bertanggung jawab atas kualitas
Prinsip utama yang ingin dicapai melalui standarisasi dalam perencanaan produksi massal adalah...
Menciptakan produk yang sangat fleksibel dan dapat dikustomisasi oleh pelanggan
Memastikan bahwa setiap produk memiliki fitur yang berbeda dan unik
Mencapai konsistensi kualitas, mengurangi biaya per unit, dan menyederhanakan proses produksi
Memerlukan tenaga kerja yang sangat ahli untuk setiap tahapan proses produksi
Master Production Schedule (MPS) atau Jadwal Induk Produksi adalah rencana detail yang menunjukkan...
Kapan mesin harus diservis dan diperbaiki
Jumlah karyawan yang akan dipekerjakan setiap bulannya
Produk akhir apa yang akan diproduksi, berapa jumlahnya, dan kapan waktunya
Strategi pemasaran untuk produk yang akan diluncurkan di pasar
Anggaran keuangan tahunan untuk departemen produksi
Metode perakitan di mana stasiun kerja diatur secara berurutan dan produk bergerak dari satu stasiun ke stasiun berikutnya melalui konveyor atau sistem otomatis disebut...
Perakitan stasioner (fixed position assembly)
Perakitan batch
Perakitan lini (assembly line)
Perakitan modular
Perakitan job shop
Keuntungan utama dari metode perakitan lini (assembly line) dalam produksi massal adalah...
Fleksibilitas tinggi untuk mengubah desain produk dengan cepat
Tenaga kerja yang sangat ahli dan terlatih di semua aspek
Biaya produksi per unit yang cenderung rendah dan efisiensi waktu tinggi
Setiap produk dibuat secara unik sesuai pesanan pelanggan
Penyeimbangan lini (line balancing) adalah proses penting dalam perakitan lini yang bertujuan untuk...
Memastikan semua pekerja memiliki gaji yang sama
Meminimalkan waktu menganggur (idle time) di setiap stasiun kerja
Memaksimalkan jumlah produk cacat yang teridentifikasi
Menentukan tata letak pabrik yang paling indah secara estetika
Menyeimbangkan beban kerja antar departemen yang berbeda fungsi
Dalam perakitan stasioner (fixed position assembly), ciri utamanya adalah...
Produk bergerak melalui stasiun kerja otomatis
Semua bahan dan peralatan dibawa ke lokasi produk yang tetap
Hanya digunakan untuk produk yang sangat kecil dan ringan
Membutuhkan volume produksi yang sangat tinggi
Pekerjaan dilakukan secara bersamaan di banyak lokasi berbeda
Metode perakitan modular melibatkan perakitan sub-komponen atau modul secara terpisah sebelum digabungkan menjadi produk akhir. Keuntungan pendekatan ini adalah...
Mempersulit proses perbaikan jika terjadi kerusakan
Menurunkan fleksibilitas dalam desain produk
Memungkinkan pengujian sub-komponen secara independen dan manajemen inventaris yang lebih mudah
Memerlukan waktu perakitan total yang jauh lebih lama
Meningkatkan biaya produksi secara keseluruhan
Waktu siklus (cycle time) dalam metode perakitan lini mengacu pada...
Waktu total yang dibutuhkan untuk membuat satu produk lengkap
Waktu yang tersedia di setiap stasiun kerja untuk menyelesaikan tugasnya
Jumlah shift kerja dalam satu hari
Waktu yang dibutuhkan untuk pengiriman bahan baku
Waktu rata-rata yang dihabiskan pekerja untuk istirahat
Apa yang dimaksud dengan metode perakitan job shop atau berdasarkan pesanan?
Peningkatan efisiensi melalui spesialisasi tenaga kerja adalah salah satu pilar metode perakitan lini. Hal ini dikarenakan pekerja fokus pada...
Semua aspek proses produksi dari awal sampai akhir
Tugas yang kompleks dan berubah setiap hari
Sejumlah kecil tugas berulang yang mereka kuasai dengan baik
Pekerjaan administrasi di kantor
Desain produk inovatif
Metode perakitan mana yang paling cocok untuk pembuatan kapal pesiar atau pesawat terbang besar?
Perakitan lini otomatis
Perakitan batch besar
Perakitan job shop
Perakitan stasioner (fixed position assembly)
Perakitan modular skala kecil
Throughput adalah metrik penting dalam perakitan yang mengukur...
Jumlah produk cacat yang dihasilkan
Jumlah bahan baku yang tersisa di gudang
Tingkat output produksi (jumlah unit diproduksi per periode waktu)
Biaya total tenaga kerja per bulan
Kecepatan rata-rata konveyor
Produksi massal juga dikenal dengan istilah lain, yaitu...
Produksi berdasarkan pesanan (job order production)
Produksi terputus (intermittent production)
Produksi aliran (flow production)
Produksi batch (batch production)
Produksi project-based
Salah satu ciri utama proses produksi massal adalah...
Variasi produk yang sangat beragam dan fleksibel
Menggunakan tenaga kerja manual yang intensif untuk setiap unit
Volume produksi rendah dengan biaya per unit yang tinggi
Aliran bahan dan produk yang kontinu dan terstandarisasi
Setiap produk memiliki desain yang unik dan tidak dapat dipertukarkan
Keuntungan utama dari produksi massal bagi konsumen adalah...
Kemampuan untuk mengkustomisasi produk mereka secara penuh
Harga produk per unit cenderung lebih terjangkau
Kualitas produk yang dijamin lebih tinggi daripada buatan tangan
Ketersediaan produk yang sangat terbatas dan eksklusif
Setiap produk memiliki nilai seni yang tinggi
Tata letak pabrik (plant layout) yang paling umum digunakan dalam produksi massal adalah tata letak berdasarkan...
Proses (process layout)
Proyek (project layout)
Produk (product layout atau lini)
Posisi tetap (fixed position layout)
Seluler (cellular layout)
Penggunaan mesin dan peralatan otomatis yang tinggi dalam proses produksi massal bertujuan untuk...
Meningkatkan ketergantungan pada tenaga kerja manusia
Menurunkan kecepatan produksi untuk kontrol kualitas yang lebih baik
Mencapai konsistensi, kecepatan, dan mengurangi biaya tenaga kerja
Memperumit proses pemeliharaan dan perbaikan
Menciptakan lebih banyak variasi dalam produk akhir
Salah satu kerugian signifikan dari proses produksi massal dari sisi produsen adalah...
Biaya produksi per unit yang tinggi
Kurangnya fleksibilitas dalam perubahan desain produk secara cepat
Waktu produksi total yang relatif lama untuk satu unit
Sulit untuk menemukan produk di pasaran karena keterbatasan stok
Kualitas produk yang terlalu tinggi
Konsep interchangeable parts (suku cadang yang dapat dipertukarkan) adalah fundamental dalam produksi massal karena memungkinkan hal berikut, kecuali...
Perakitan yang lebih cepat dan efisien
Proses perbaikan produk yang lebih mudah
Pengurangan kebutuhan akan keterampilan tenaga kerja yang sangat tinggi
Setiap komponen dibuat unik untuk produk tertentu
Standardisasi komponen
Alasan utama mengapa perusahaan beralih ke produksi massal adalah untuk mencapai...
Diversifikasi produk yang ekstrem
Skala ekonomi (economies of scale)
Ketergantungan pada pemasok tunggal
Sistem Just-In-Time (JIT) sering diterapkan dalam produksi massal untuk mengelola inventaris dengan tujuan...
Memaksimalkan stok bahan baku di gudang
Memproduksi barang tepat pada waktunya dan dalam jumlah yang dibutuhkan
Meningkatkan waktu tunggu pengiriman produk jadi
Mengabaikan permintaan pelanggan
Fokus hanya pada produksi produk yang paling populer
Lingkungan kerja dalam produksi massal sering kali dicirikan oleh tugas yang...
Sangat kompleks dan membutuhkan banyak pengambilan keputusan
Beragam dan berubah setiap hari
Monoton dan berulang-ulang
Membutuhkan interaksi tinggi antar departemen
Sangat santai tanpa tekanan waktu
Yang bukan merupakan karakteristik utama dari proses produksi massal adalah...
Arus kerja yang lancar dan terencana
Spesialisasi tenaga kerja yang tinggi
Volume produksi yang rendah
Penggunaan mesin otomatis
Standardisasi produk
Dalam produksi massal, inspeksi kualitas biasanya dilakukan pada tahap...
Hanya pada akhir proses produksi
Secara berkala di berbagai titik kritis dalam lini produksi
Hanya oleh pelanggan setelah pembelian
Hanya pada bahan baku yang masuk
Hanya pada produk yang rusak
Apa peran penting buffer stock atau stok penyangga dalam proses produksi massal?
Untuk meningkatkan biaya penyimpanan
Untuk memastikan lini produksi tidak berhenti jika terjadi gangguan pasokan atau masalah di stasiun kerja sebelumnya
Produksi massal sangat bergantung pada permintaan pasar yang...
Tidak menentu dan sulit diprediksi
Sangat rendah dan spesifik
Stabil dan dalam volume tinggi
Hanya musiman (seasonal)
Sangat fleksibel terhadap perubahan harga
Contoh paling klasik dari keberhasilan penerapan produksi massal di awal abad ke-20 adalah industri...
Kerajinan tangan dan seni
Restoran cepat saji
Elektronik komputer
Otomotif (Model T Ford)
Jasa keuangan
Berdasarkan penerapan karakter produksi, proses produksi dibedakan menjadi berapa macam?
Dua macam
Tiga macam
Empat macam
Lima macam
Pilih definisi yang paling tepat untuk Intermitten Process.
Proses produksi yang dilakukan secara tidak terus-menerus sesuai kebutuhan.
Proses produksi yang dilakukan secara terus-menerus tanpa henti.
Proses produksi yang dilakukan secara berulang dengan pola tetap.
Proses produksi yang menggabungkan beberapa metode produksi.
Metode apa yang dapat diterapkan oleh perusahaan ketika pelanggan menginginkan fitur produk yang dapat dimodifikasi dan disesuaikan dengan kebutuhan dan selera mereka?
Mass customization
Mass production
Standardization
Outsourcing
Manakah dari berikut ini yang merupakan 6 aspek penting dalam produksi?
Bahan baku, tenaga kerja, mesin, metode, modal, pasar
Bahan baku, transportasi, iklan, modal, pasar, teknologi
Tenaga kerja, mesin, iklan, distribusi, modal, pasar
Bahan baku, distribusi, teknologi, modal, pasar, iklan
Keuntungan utama perusahaan yang menerapkan model kustomisasi massal adalah...
Mampu memenuhi kebutuhan spesifik pelanggan dengan efisiensi produksi massal
Mengurangi variasi produk di pasar
Meningkatkan biaya produksi secara signifikan
Membatasi pilihan pelanggan
Perencanaan produk adalah proes menciptakan ide produk dan menindaklanjuti sampai produk diperkenalkan ke pasar. Dalam merencanakan produksi masal, perusahan harus memiliki strategi. Adapun salah satu aspek utama dalam perencanaan produksi massal adalah …
Fasilitas produk
Harga barang
Jenis produksi yang dilakukan
Pegawai yang akan direkrut
Perkiraan keuntungan yang akan diperoleh
Produksi masal adalah produksi mengalir atau produksi terus menerus. Adapun menciptakan ide produk dan menindaklanjuti sampai produk diperkenalkan ke pasar di sebut dengan…
Perencanaan produksi
Penghimpunan produksi
Pelaporan produksi
Pemurnian produksi
Produksi massal
Sikap wirausaha itu penting bagi siswa yang sedang menuntut ilmu terutama
siswa SMK, yaitu untuk….
mendapatkan uang
berorientasi maju
menjadi pengusaha
berjualan di sekolah
membantu orang tua
Berikut ini yang termasuk dalam manfaat menjadi wirausaha adalah . . . .
Bisa menciptakan lapangan kerja baru
Terikat waktu
Kerja lebih santai
Bisa kerja sesuka hati
Tanggung jawab rendah
Sikap wirausaha salah satunya adalah bersikap positif dalam hal . . .
bergaul di lingkungan
melihat kegagalan
berpikir untuk diri sendiri
menjalankan tugas
menjalankan tugas
Kemampuan seseorang untuk melakukan sesuatu yang baru baik berupa gagasan
kemampuan berusaha maupun karya nyata yang relatif berbeda dengan apa yang
telah ada sebelumnya disebut . . . .
kreatif
inovatif
efektif
motivatif
intuitif
Yang bukan salah satu penyebab gagalnya seorang pelaku bisnis dalam
menjalankan usaha adalah……
Modal kecil
Manajemen usaha
Lokasi kurang strategis
Pemasaran kurang
Kemampuan leadership
Sikap dan perilaku wirausaha adalah ….
Mampu berfikir dan bertindak kreatif dan inovatif
Mampu berkerja dengan teliti dan produktif
Mampu bekerja berlandaskan etika bisnis yang sehat
Mampu berkarya dengan semangat kemandirian
Mampu memecahkan masalah dan mengambil keputusan secara sistematis dan berani mengambil resiko
Setiap orang harus jeli dalam melihat peluang untuk mendirikan usaha dan selera konsumen pada saat itu. Langkah diatas merupakan hal yang harus disiapkan dalam ….
Menentukan komoditas yang ditawarkan
Menyiapkan rencana usaha
Menghitung harga jual produk
Menentukan lokasi strategis
Menyiapkan kreasi baru
Untuk mendapatkan keunggulan dalam bersaing, maka yang harus diperhatikan oleh wirausaha yaitu ….
Memahami kelemahan-kelemahan para pesaing
Memahami keunggulan produk pesaing
Memahami lingkungan pesaing
Memahami manajemen usaha pesaing
Memahami kebutuhan pelanggan di setiap segmen pasar
Alit alumni sebuah SMK. Memiliki usaha industri furniture, dari pameran yang diikutinya ia mendapat tender pembuatan stik cleaner (gagang sapu) 100.000 pc. dari Jepang. Namun Alit menghadapi kesulitan modal, alternatif yang paling tepat dipilih untuk masalah ini adalah ….
Menjual proyek tersebut pada pihak ketiga
Membatalkan tender tersebut
Memberikannya kepada pengusaha lainnya
Menjual sebagian mesin yang dimiliki
Menarik pinjaman jangka pendek dari lembaga pembiayaan
Sikap wirausaha yang selalu ingin tahu, membuat wirausaha selalu . . .
menyukai tantangan
selalu waspada
terbuka terhadap perubahan
antusias dan pantang menyerah
senang bertanya
Jenis promosi bermacam-macam, dipilih dan digunakan oleh pelaku usaha disesuaikan dengan kebutuhan pemasaran produknya. Saat dalam tahap memperkenalkan produk, kebanyakan pelaku usaha memilih iklan sebagai media promosinya. Alasan mengapa dalam tahap perkenalan produk memerlukan promosi berupa iklan yaitu ....
Untuk mempertahankan pangsa pasar
Untuk memperluas pangsa pasar
Untuk memperkenalkan produk secara gencar
Memproduksi produk secara besar-besaran
Iklan merupakan alat promosi yang murah dan efektif
Seseorang berencana memulai usaha percetakan buku dengan menawarkan paket tertentu ke sekolah-sekolah, akan tetapi belum memiliki mesin. Rencana usaha tersebut termasuk ...
Rencana usaha yang realistis
Rencana usaha yang berorientasi pada segmen pelajar
Rencana usaha yang berorientasi pada produk
Rencana usaha yang tidak realistis
Rencana usaha yang dibangun dengan matang
Langkah-langkah pengembangan ide dan peluang usaha meliputi :
Peluasan pengembangan usaha
Pengembangan karyawan
Penambahan alat-alat produksi
Penambahan alat transportasi
Penambahan upah karyawan
