wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kesehatan Prakonsepsi dan Fertilitas

Total questions: 50

Worksheet time: 50mins

Name
Class
Date
1.

Seorang perempuan usia 23 tahun datang ke klinik untuk konseling sebelum merencanakan kehamilan. Ia memiliki siklus menstruasi tidak teratur selama 7 bulan terakhir, sering begadang, dan jarang berolahraga. Ia belum pernah melakukan pemeriksaan kesehatan reproduksi. Apa fokus utama dalam penilaian kesehatan reproduksi prakonsepsi pada kasus ini?

a)

Riwayat imunisasi lengkap

b)

Evaluasi nutrisi dan status gizi

c)

Pemeriksaan fungsi dan kesehatan reproduksi

d)

Kepatuhan penggunaan kontrasepsi

e)

Penghitungan masa subur secara mandiri

2.

Pasangan suami istri usia 30 dan 34 tahun datang untuk konsultasi pra-kehamilan. Suami memiliki riwayat merokok sejak 10 tahun lalu dan istri memiliki riwayat obesitas ringan. Keduanya belum pernah diberikan edukasi tentang risiko gaya hidup terhadap fertilitas. Apa intervensi yang paling tepat diberikan?

a)

Menganjurkan konsumsi vitamin C harian

b)

Memberikan edukasi perubahan gaya hidup sehat pra-kehamilan

c)

Menyarankan segera program hamil tanpa evaluasi medis

d)

Memberikan suplemen hormonal untuk meningkatkan fertilitas

e)

Menyarankan pemeriksaan TORCH sebagai prioritas utama

3.

Perempuan 19 tahun dengan riwayat anemia datang untuk persiapan kehamilan. Hemoglobin terakhir 9 g/dL dan ia belum mengonsumsi suplemen zat besi. Pola aktivitasnya normal dan tidak ada penyakit penyerta. Apa tindakan awal yang paling tepat?

a)

Menyarankan segera melakukan program hamil

b)

Memberikan vaksin HPV sebelum kehamilan

c)

Memberikan suplementasi zat besi dan edukasi nutrisi

d)

Menyuruh pasien menghentikan aktivitas fisik sementara

e)

Melakukan pemeriksaan ultrasonografi transvaginal segera

4.

Seorang perempuan usia 26 tahun yang masih menggunakan kontrasepsi pil ingin merencanakan kehamilan dalam 3–6 bulan ke depan. Ia belum pernah pemeriksaan kesehatan pra-kehamilan dan belum mendapat skrining penyakit menular. Apa langkah awal yang perlu dilakukan?

a)

Menghentikan kontrasepsi pil tanpa pemeriksaan lanjutan

b)

Pemeriksaan kesehatan pra-konsepsi dan skrining laboratorium

c)

Melakukan pemeriksaan ultrasonografi rutin tiap bulan

d)

Memberikan suplemen hormonal peningkat ovulasi

e)

Menunda pemeriksaan sampai hamil terjadi

5.

Ibu usia 33 tahun dengan riwayat preeklamsia pada kehamilan sebelumnya ingin merencanakan kehamilan anak kedua. IMT 31 kg/m² dan jarak kehamilan terakhir baru 1 tahun. Apa rekomendasi paling tepat?

a)

Segera hamil karena usia reproduksi mulai meningkat

b)

Melakukan diet ekstrem untuk mempercepat penurunan berat badan

c)

Konsultasi pra-kehamilan dan stabilisasi kondisi sebelum hamil

d)

Menghindari kontrol kesehatan karena riwayat kehamilan sebelumnya normal

e)

Mulai konsumsi aspirin dosis rendah tanpa evaluasi medis

6.

Perempuan 24 tahun datang untuk konseling. Tidak ada riwayat penyakit kronis dan aktivitas fisik cukup baik. Ia ingin mengetahui apa yang harus dipersiapkan sebelum hamil agar bayi sehat. Komponen apa yang harus dimasukkan dalam konseling?

a)

Hanya edukasi tentang masa subur

b)

Gaya hidup sehat, skrining kesehatan, imunisasi, dan suplementasi

c)

Pemeriksaan USG rutin sebelum konsepsi

d)

Menghentikan seluruh aktivitas olahraga

e)

Mengonsumsi herbal peningkat fertilitas

7.

Pasangan usia 29 dan 31 tahun telah menikah selama 2 tahun dan belum memiliki anak. Suami diminta melakukan analisis semen. Hasil pemeriksaan: volume 1 mL, motilitas progresif 20%, morfologi normal 3%. Apa interpretasi yang tepat?

a)

Normal

b)

Oligospermia

c)

Azoospermia

d)

Oligoasthenoteratozoospermia

e)

Teratospermia

8.

Seorang perempuan 26 tahun menjalani pemantauan kurva temperatur basal tubuh selama 3 siklus. Grafik menunjukkan peningkatan suhu sekitar 0,4°C setelah pertengahan siklus. Apa interpretasi hasil tersebut?

a)

Tidak terjadi ovulasi

b)

Terdapat infeksi sistemik

c)

Ovulasi kemungkinan terjadi

d)

Kadar estrogen menurun drastis

e)

Ketidakseimbangan hormon tiroid

9.

Pasien 24 tahun melakukan pemeriksaan mukus serviks menjelang masa subur. Konsistensi lendir jernih, licin, elastis, dan dapat ditarik memanjang lebih dari 8 cm. Apa interpretasi paling tepat?

a)

Masa infertil

b)

Kualitas lendir serviks buruk

c)

Tanda ovulasi mendekat

10.

Hasil pemeriksaan tes fern pada pasien menunjukkan pola kristalisasi menyerupai daun pakis. Apa makna hasil tersebut?

a)

Progesteron meningkat

b)

Tidak adanya ovulasi

c)

Estrogen dalam kadar tinggi

d)

Mukus serviks terlalu pekat

e)

Terjadi infeksi bakteri serviks

11.

Pada uji pasca koitus (PCT), ditemukan sperma dengan motilitas aktif di lendir serviks 6 jam pasca hubungan seksual. Apa interpretasi paling tepat?

a)

Interaksi sperma-serviks baik

b)

Tidak memungkinkan terjadinya fertilisasi

c)

Pasangan memerlukan inseminasi

d)

Mukus serviks bersifat toksik

e)

Ovulasi gagal terjadi

12.

Dokter menyarankan histerosalpingografi pada perempuan 32 tahun dengan infertilitas selama 3 tahun. Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk menilai:

a)

Motilitas sperma

b)

Kelainan kromosom

c)

Faktor genetik infertil

d)

Patensi dan anatomi tuba falopi

e)

Ketebalan endometrium pasca ovulasi

13.

Perempuan infertil diberikan tindakan hidrotubasi. Apa tujuan tindakan tersebut?

a)

Memeriksa kualitas ovum

b)

Meningkatkan motilitas sperma

c)

Membuka sumbatan ringan pada tuba

d)

Mengontrol keseimbangan hormonal

e)

Mengukur keasaman lendir serviks

14.

Pasien 30 tahun menjalani inseminasi artifisial karena gangguan motilitas sperma ringan. Manfaat utama prosedur ini adalah:

a)

Menghindari hubungan seksual

b)

Mendekatkan sperma ke ovum

c)

Mengubah sifat genetik sperma

d)

Mengatasi ketidaksuburan permanen

e)

Menggantikan proses ovulasi

15.

Seorang perempuan prakonsepsi menjalani skrining penyakit infeksi. Hasil: HBsAg (+), HIV (−), TORCH IgG positif, IgM negatif. Apa interpretasi yang tepat?

a)

Pasien mengalami infeksi akut

b)

Pasien aman untuk segera hamil

c)

Pasien memerlukan penundaan kehamilan

d)

Pasien memiliki kekebalan terhadap TORCH

e)

Pasien membutuhkan terapi antiretroviral

16.

Hasil pemeriksaan prakonsepsi menunjukkan TSH 7,5 mIU/L. Apa rekomendasi terbaik?

a)

Segera program hamil

b)

Rujuk untuk terapi gangguan tiroid

c)

Menghindari vaksinasi

d)

Mengonsumsi herbal peningkat fertilitas

e)

Tidak ada tindakan yang diperlukan

17.

Seorang perempuan dengan HIV terkendali (viral load rendah) ingin kehamilan. Ia telah menjalani terapi ARV dengan baik. Apa prinsip konseling utama?

a)

Kehamilan tidak diperbolehkan

b)

Hentikan ARV sebelum program hamil

c)

Lanjutkan terapi dan rencanakan kehamilan terkontrol

d)

Lakukan coitus tanpa pengawasan

e)

Menunda hingga 5 tahun ke depan

18.

Pasangan bertanya mengenai jarak ideal antar kehamilan untuk mengurangi risiko komplikasi. Rekomendasi yang tepat adalah:

a)

< 6 bulan

b)

6–12 bulan

c)

12–18 bulan

d)

18–24 bulan

e)

> 60 bulan

19.

Dalam asuhan prakonsepsi berbasis bukti, suplementasi apa yang direkomendasikan wanita sehat sebelum hamil?

a)

Vitamin D dosis tinggi

b)

Asam folat minimal 400 mcg/hari

c)

Antibiotik profilaksis

d)

Hormon progesteron

e)

Kalsium 2000 mg/hari

20.

Dalam manajemen kebidanan prakonsespi, langkah awal yang harus dilakukan bidan adalah:

a)

Menetapkan diagnosis fertilitas

b)

Menyusun rencana persalinan

c)

Melakukan pengkajian komprehensif

d)

Melakukan tindakan inseminasi

e)

Memberikan obat empiris

21.

Pasangan usia 28 dan 30 tahun telah menikah selama 1 tahun dan melakukan hubungan seksual teratur tanpa kontrasepsi, namun belum terjadi kehamilan. Apa istilah yang sesuai?

a)

Subfertilitas

b)

Infertilitas primer

c)

Infertilitas sekunder

d)

Disfungsi seksual

e)

Amenore fungsional

22.

Seorang perempuan pernah hamil 6 tahun lalu namun mengalami keguguran. Saat ini telah mencoba hamil kembali selama 18 bulan tanpa hasil. Klasifikasi infertilitasnya adalah:

a)

Infertilitas primer

b)

Infertilitas sekunder

c)

Infertilitas idiopatik

d)

Infertilitas situasional

e)

Infertilitas perilaku

23.

Pasangan usia reproduktif datang bertanya mengenai prevalensi infertilitas secara global. Informasi yang paling tepat adalah:

a)

<1% pasangan mengalami infertilitas

b)

2–5% pasangan mengalami infertilitas

c)

5–10% pasangan mengalami infertilitas

d)

10–15% pasangan mengalami infertilitas

e)

>50% pasangan mengalami infertilitas

24.

Di klinik fertilitas ditemukan angka infertilitas meningkat pada perempuan usia ≥35 tahun. Hal ini terutama disebabkan oleh:

a)

Meningkatnya aktivitas fisik

b)

Penurunan kualitas ovum

c)

Konsumsi protein berlebih

d)

Paparan cahaya matahari

e)

Peningkatan volume uterus

25.

Seorang laki-laki 32 tahun memiliki riwayat varikokel dan merokok 1 bungkus/hari sejak 10 tahun terakhir. Apa faktor risiko terbesar terhadap infertilitas?

a)

Tinggi badan

b)

Kebiasaan konsumsi daging

c)

Riwayat varikokel dan merokok

d)

Frekuensi berolahraga

e)

Posisi tidur

26.

Perempuan usia 27 tahun dengan siklus menstruasi tidak teratur (35–90 hari) dicurigai memiliki gangguan ovulasi dan tanda-tanda maskulin. Kemungkinan penyebab terbanyak adalah:

a)

PCOS (Polikistik Ovarium Sindrom)

b)

Endometriosis

c)

Mioma submukosa

d)

Malformasi uterus

e)

Hipotiroidisme berat

27.

Seorang laki-laki riwayat gondongan (mumps) saat usia remaja tanpa terapi adekuat. Komplikasi yang paling mungkin berkontribusi pada infertilitas adalah:

a)

Gagal ginjal

b)

Hipertrofi prostat

c)

Radang epididimis (orchitis)

d)

Hernia inguinalis

e)

Pembesaran limpa

28.

Perempuan dengan endometriosis mengalami infertilitas. Mekanisme yang paling mungkin adalah:

a)

Penurunan progesteron dan peningkatan prolaktin

b)

Adhesi pelvis mengganggu pergerakan ovum dan implantasi

c)

Hipersekresi FSH memicu kegagalan ovarium

d)

Menstruasi tidak efektif

e)

Perbaikan fungsi tuba falopi

29.

Gangguan spermatogenesis akibat paparan panas berkepanjangan (misal sauna, bekerja dekat mesin panas). Mekanisme yang terjadi:

a)

Peningkatan volume semen

b)

Penurunan kualitas sperma

c)

Peningkatan motilitas sperma

d)

Pembentukan antibodi anti-sperma

e)

Peningkatan kadar testosterone

30.

Pasangan melapor hubungan seksual teratur (2–3x/minggu) selama 14 bulan tanpa kontrasepsi, tanpa keluhan sistemik lain. Keluhan utama yang menunjukkan infertilitas adalah:

a)

Sering stres

b)

Belum terjadi kehamilan

c)

Siklus menstruasi 28 hari

d)

Nafsu makan meningkat

e)

Nyeri kepala ringan

31.

Perempuan 35 tahun melaporkan nyeri panggul kronis dan dismenore berat, serta sulit hamil selama 2 tahun. Kemungkinan kondisi klinis yang mendasari:

a)

Endometriosis

b)

Fibroadenoma payudara

c)

Hipoglikemia

d)

Hernia umbilikalis

e)

Gastritis kronis

32.

Seorang laki-laki 33 tahun mengeluh masalah infertilitas. Pemeriksaan menunjukkan testis kecil, rambut tubuh minimal, dan kadar testosteron rendah. Kondisi yang mungkin terjadi:

a)

Klinefelter syndrome

b)

Turner syndrome

c)

Addison disease

d)

Kallmann syndrome

e)

Thalassemia minor

33.

Perempuan dengan riwayat infeksi panggul (PID) berulang kini sulit hamil. Penyebab infertilitas kemungkinan akibat:

a)

Gangguan hormonal

b)

Kelainan serviks

c)

Obstruksi tuba falopi

d)

Amenore sekunder

e)

Peningkatan fertilitas

34.

Pasien perempuan 31 tahun rutin mengonsumsi alkohol dan aktif merokok. Ia mencoba hamil selama 11 bulan tanpa keberhasilan. Faktor yang mempengaruhi infertilitas:

a)

Konsumsi air putih banyak

b)

Aktivitas harian ringan

c)

Gaya hidup berisiko

d)

Usia reproduktif muda

e)

Pola tidur teratur

35.

Setelah pemeriksaan lengkap pada pasangan infertil tidak ditemukan kelainan anatomis, hormonal, atau spermatogenesis abnormal. Diagnosis yang tepat:

a)

Infertilitas sekunder

b)

Infertilitas idiopatik

c)

Dispareunia psikogenik

d)

Tanda ovulasi tertunda

e)

Gangguan seksual nonorganik

36.

Seorang wanita usia 29 tahun sudah menikah selama 1 tahun dan belum hamil. Siklus menstruasi teratur, tidak ada riwayat penyakit kronis. Bidan merencanakan skrining awal infertilitas. Pemeriksaan pertama yang dianjurkan adalah:

a)

Histerosalpingografi

b)

Pemeriksaan analisis semen pasangan

c)

Laparoskopi

d)

USG transvaginal 3D

e)

Pemeriksaan hormon AMH

37.

Wanita 34 tahun datang dengan riwayat infertilitas 2 tahun. Pemeriksaan yang dipilih untuk menilai ovulasi secara sederhana dan dapat dilakukan pasien di rumah adalah:

a)

Pemeriksaan TORCH

b)

Pengukuran suhu basal tubuh

c)

Histeroskopi

d)

Analisis semen

e)

CT scan pelvis

38.

Pasangan infertil menjalani pemeriksaan semen. Hasil menunjukkan motilitas progresif rendah dan morfologi abnormal. Pemeriksaan ini termasuk bagian dari:

a)

Pemeriksaan hormon reproduksi

b)

Penilaian faktor ovulasi

c)

Penilaian faktor tuba

d)

Penilaian faktor pria

e)

Penilaian faktor uterus

39.

Wanita 28 tahun menjalani histerosalpingografi (HSG). Setelah prosedur, ia bertanya tentang tujuan utama pemeriksaan tersebut. Bidan menjelaskan bahwa HSG dilakukan untuk:

a)

Mengukur kadar hormon FSH dan LH

b)

Menilai kelancaran tuba falopi dan rongga uterus

c)

Mengidentifikasi kelainan genetik

d)

Menilai kualitas ovulasi

e)

Mengevaluasi kualitas sperma pasangan

40.

Seorang pria menjalani analisis semen. Hasil menunjukkan volume normal, tetapi sperma tidak ditemukan. Kondisi ini disebut:

a)

Azoospermia

b)

Oligospermia

c)

Teratospermia

d)

Asthenospermia

e)

Necrozoospermia

41.

Pasangan infertil dengan tuba falopi paten, kualitas sperma normal dan ovulasi adekuat dianjurkan menjalani inseminasi intrauterin (IUI). Keuntungan prosedur ini dibanding hubungan seksual terencana adalah:

a)

Lebih cepat mendapatkan hasil TORCH

b)

Spermatozoa ditempatkan langsung ke dalam uterus

c)

Menghilangkan kebutuhan stimulasi ovulasi

d)

Menjamin keberhasilan 100%

e)

Tidak memerlukan monitoring folikel

42.

Pasangan menjalani program fertilitas dengan teknik bayi tabung (IVF). Pada tahapan IVF, fertilisasi terjadi di:

a)

Dalam tuba falopi alami

b)

Rongga uterus

c)

Inkubator laboratorium

d)

Serviks

e)

Ovarium

43.

Wanita 33 tahun memiliki faktor risiko infertilitas karena endometriosis. Bidan berwenang memberikan edukasi dan kemudian:

a)

Melakukan operasi pelvis

b)

Memberikan terapi hormonal definitif

c)

Merujuk ke fasilitas layanan kesuburan tingkat lanjut

d)

Melakukan IVF mandiri

e)

Melakukan histeroskopi operatif

44.

Pasangan mengalami stres karena kegagalan program hamil mandiri. Kewenangan bidan dalam manajemen infertilitas meliputi:

a)

Memberikan dukungan psikososial dan konseling

b)

Melakukan operasi laparoskopi

c)

Menentukan protokol IVF

d)

Menetapkan diagnosis azoospermia

e)

Memberikan terapi hormon gonadotropin

45.

Wanita 31 tahun baru menjalani pemeriksaan skrining HIV, hepatitis B, dan sifilis sebelum merencanakan kehamilan. Tujuan pemeriksaan ini adalah:

a)

Menentukan tanggal ovulasi

b)

Menilai faktor infeksi yang dapat memengaruhi fertilitas dan kehamilan

c)

Menilai fungsi ovarium

d)

Menentukan indikasi operasi tuba

e)

Menetapkan jenis IVF

46.

Bidan menemukan hasil pemeriksaan pasangan infertil menunjukkan tuba falopi obstruktif bilateral. Tindakan sesuai kewenangan bidan adalah:

a)

Melakukan rekonstruksi tuba

b)

Merujuk ke spesialis fertilitas

c)

Melakukan IUI

d)

Melakukan program terapi hormonal

e)

Melakukan prosedur IVF mandiri

47.

Seorang wanita dengan menstruasi tidak teratur dicurigai mengalami anovulasi. Pemeriksaan lanjutan yang paling sesuai adalah:

a)

Pemeriksaan gula darah puasa

b)

Pemeriksaan hormon progesteron hari ke-21 siklus

c)

Pemeriksaan kultur urine

d)

Pemeriksaan fungsi hati

e)

Pemeriksaan analisis sperma pasangan

48.

Pasangan dengan hasil pemeriksaan normal namun belum hamil lebih dari 1 tahun dikategorikan sebagai:

a)

Infertilitas faktor pria

b)

Infertilitas faktor wanita

c)

Infertilitas idiopatik

d)

Infertilitas sekunder

e)

Infertilitas primer berat

49.

Wanita dengan riwayat keguguran berulang dan hasil skrining menunjukkan antibodi rubella negatif. Rekomendasi yang tepat adalah:

a)

Melanjutkan program hamil tanpa tindakan

b)

Mendapatkan vaksinasi rubella dan menunda kehamilan 1–3 bulan

c)

Menjalani prosedur IUI

d)

Menghindari konsumsi asam folat

e)

Melakukan operasi tuba

50.

Seorang bidan mengembangkan program edukasi prakonsespi berbasis bukti. Prinsip evidence-based practice adalah:

a)

Mengandalkan pengalaman pribadi tanpa data ilmiah

b)

Menggabungkan bukti ilmiah, preferensi pasien, dan kompetensi klinis

c)

Mengutamakan opini pakar saja

d)

Menggunakan metode tradisional

e)

Mengabaikan hasil penelitian terbaru