wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Pendidikan Pancasila Kelas 7

Total questions: 50

Worksheet time: 1hrs 15mins

Name
Class
Date
1.

Pada awal tahun 1945, situasi Perang Dunia II mulai berbalik. Kekuatan Jepang semakin terdesak oleh pihak Sekutu. Sebagai upaya untuk menarik simpati bangsa Indonesia agar tetap mendukung Jepang dan janji untuk memberikan kemerdekaan, pada 1 Maret 1945, Letnan Jenderal Kumakichi Harada mengumumkan pembentukan sebuah badan penyelidik yang dikenal dengan nama Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), atau dalam bahasa Jepang disebut Dokuritsu Junbi Cosakai. Tugas utama badan ini adalah menyelidiki dan menyiapkan segala hal yang diperlukan untuk mewujudkan Indonesia merdeka, termasuk merumuskan dasar negara. Berdasarkan wacana di atas, organisasi yang dibentuk oleh pihak Jepang sebagai janji dan upaya untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia serta merumuskan dasar negara adalah...

a)

Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI)

b)

Gerakan Tiga A

c)

Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI)

d)

Pusat Tenaga Rakyat (PUTERA)

2.

BPUPKI (Dokuritsu Junbi Cosakai) dibentuk oleh Jepang pada 1 Maret 1945 sebagai janji kemerdekaan menjelang kekalahan mereka dari Sekutu. Secara resmi, BPUPKI memiliki anggota yang terdiri dari tokoh-tokoh bangsa Indonesia dan beberapa orang perwakilan Jepang. Jumlah anggota ini terbagi menjadi dua kelompok: 1) Anggota Aktif (Utama), yaitu para tokoh bangsa Indonesia yang memiliki hak suara dan berperan penting dalam perumusan dasar negara; 2) Anggota Tidak Aktif (Istimewa), yaitu perwakilan dari pihak Jepang yang tidak memiliki hak suara dan hanya bertugas mengawasi jalannya sidang. Jumlah total anggota BPUPKI pada masa pembentukannya adalah 69 orang, yang terdiri dari 62 anggota utama bangsa Indonesia dan 7 anggota istimewa perwakilan Jepang yang tidak memiliki hak suara. Berdasarkan data tersebut, berapakah persentase anggota tidak aktif (perwakilan Jepang) dari total keseluruhan anggota BPUPKI?

a)

8,1%

b)

9,1%

c)

10,1%

d)

11,1%

3.

Kondisi menjelang pembentukan BPUPKI pada 1 Maret 1945 didasari oleh posisi Jepang yang semakin terdesak dalam Perang Dunia II melawan Sekutu. Namun, jauh sebelum janji kemerdekaan dan pembentukan BPUPKI, pada awal kedatangan mereka di Indonesia, Jepang telah melancarkan berbagai propaganda untuk menarik dukungan rakyat Indonesia. Salah satu bentuk propaganda awal tersebut adalah Gerakan Tiga A yang dipimpin oleh Mr. Syamsuddin. Gerakan ini bertujuan untuk menanamkan pengaruh Jepang di hati rakyat dan meyakinkan bahwa Jepang adalah pemimpin bagi bangsa-bangsa Asia. Berdasarkan wacana dan pengetahuanmu tentang sejarah masa pendudukan Jepang, apakah isi utama dari semboyan Gerakan Tiga A yang terkenal tersebut?

a)

Jepang Pelindung Asia, Jepang Pemimpin Asia, Jepang Saudara Asia.

b)

Jepang Cepat Asia, Jepang Kuat Asia, Jepang Hebat Asia.

c)

Asia untuk Asia, Asia di Bawah Jepang, Asia Bangkit.

d)

Indonesia Merdeka, Indonesia Raya, Indonesia Maju.

4.

Sidang BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang berlangsung pada akhir Mei hingga pertengahan Juni 1945 merupakan momen bersejarah di mana para tokoh pendiri bangsa seperti Ir. Soekarno, Mr. Mohammad Yamin, dan Mr. Soepomo menyampaikan pandangan mereka tentang dasar negara. Meskipun terdapat perbedaan pendapat yang tajam dalam perumusan dasar negara, seluruh anggota BPUPKI, yang terdiri dari berbagai suku, agama, dan golongan, tetap mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau kelompok. Sikap ini sangat krusial dalam mencapai kesepakatan yang kemudian menjadi Pancasila. Ketika Ir. Soekarno menyampaikan usulan dasar negara, terjadi perbedaan pandangan dengan tokoh-tokoh lain. Namun, perbedaan tersebut disikapi dengan bijak oleh seluruh anggota demi tercapainya mufakat untuk negara. Sikap teladan yang ditunjukkan oleh para tokoh pendiri bangsa dalam sidang BPUPKI saat menghadapi perbedaan pendapat adalah...

a)

Memaksakan usulan sendiri agar diterima oleh semua anggota.

b)

Menarik diri dari sidang karena tidak setuju.

c)

Mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan serta bersedia berkompromi demi persatuan.

d)

Membentuk kelompok baru di luar sidang untuk menentang hasil keputusan.

5.

Berdasarkan konteks sejarah menjelang kekalahan Jepang pada tahun 1945, tujuan utama Jepang membentuk BPUPKI (Dokuritsu Junbi Cosakai) bagi kepentingan mereka sendiri adalah

a)

Murni memberikan kemerdekaan penuh kepada bangsa Indonesia tanpa syarat

b)

Membentuk militer Indonesia yang kuat untuk membantu Jepang melawan Sekutu di medan perang

c)

Menarik simpati dan dukungan rakyat Indonesia agar tidak berbalik melawan Jepang dan tetap membantu Jepang melawan Sekutu

d)

Menghapus semua organisasi pergerakan nasional yang sebelumnya telah didirikan oleh bangsa Indonesia

6.

Terdapat tiga tokoh pendiri bangsa yang menyampaikan usulan mengenai dasar negara pada sidang pertama BPUPKI tanggal 29 Mei hingga 1 Juni 1945. Ketiga tokoh yang sangat berperan besar dalam perumusan dasar negara tersebut adalah

a)

Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Sutan Syahrir

b)

Mr. Mohammad Yamin, Prof. Dr. Soepomo, dan Ir. Soekarno

c)

Mr. Mohammad Yamin, Drs. Moh. Hatta, dan Ahmad Soebardjo

d)

Prof. Dr. Soepomo, K.H. Wachid Hasyim, dan Agus Salim

7.

Sebagai badan resmi, BPUPKI memiliki struktur kepengurusan. Posisi Ketua (Kaico) yang memimpin seluruh jalannya sidang dalam perumusan dasar negara adalah

a)

Ir. Soekarno

b)

Drs. Mohammad Hatta

c)

Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat

d)

Prof. Dr. Soepomo

8.

Salah satu kebijakan ekonomi dan militer Jepang yang sangat menyengsarakan bangsa Indonesia pada masa pendudukan, di mana rakyat dipaksa bekerja berat tanpa upah layak, makanan, dan jaminan kesehatan untuk membangun proyek-proyek pertahanan Jepang, adalah

a)

Politik Devide et Impera

b)

Pelaksanaan Tanam Paksa (Cultuurstelsel)

c)

Pengerahan tenaga kerja Romusha

d)

Kebijakan Sembilan Bahan Pokok (Sembako)

9.

Pada sidang pertama BPUPKI tanggal 29 Mei 1945, seorang tokoh mengutarakan lima prinsip dasar negara: Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat. Tokoh nasional yang menyampaikan lima prinsip tersebut adalah

a)

Ir. Soekarno

b)

Drs. Mohammad Hatta

c)

Mr. Mohammad Yamin

d)

Prof. Dr. Soepomo

10.

Menjelang proklamasi, sila pertama dalam Piagam Jakarta diubah dari "Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya" menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa" demi menjaga persatuan bangsa. Perubahan ini terutama mencerminkan sikap para pendiri bangsa dalam hal

a)

Menjaga persatuan nasional melalui toleransi dan inklusivitas antaragama

b)

Memperkuat dominasi satu golongan atas golongan lain

c)

Menghapus seluruh prinsip ketuhanan dari dasar negara

d)

Menetapkan syariat Islam sebagai hukum negara untuk semua warga

11.

Satu hari setelah Proklamasi Kemerdekaan, pada 18 Agustus 1945, PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) mengadakan sidang pertamanya. Agenda utama sidang ini adalah mengesahkan Undang-Undang Dasar dan memilih Presiden serta Wakil Presiden. Namun, sebelum pengesahan, muncul keberatan dari tokoh-tokoh perwakilan Indonesia bagian Timur, yang disalurkan melalui Drs. Mohammad Hatta, mengenai rumusan sila pertama dalam Piagam Jakarta: “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Para tokoh PPKI yang mayoritas beragama Islam menyetujui penghapusan tujuh kata tersebut demi menjaga keutuhan negara. Keputusan para tokoh nasional di sidang PPKI pada 18 Agustus 1945 untuk menyetujui penghapusan tujuh kata dalam sila pertama Piagam Jakarta merupakan tindakan yang mencerminkan sikap teladan tertinggi yang didasari oleh prinsip...

a)

Politik praktis untuk mendapatkan dukungan dari negara-negara Sekutu.

b)

Rela berkorban dan mengutamakan kepentingan bangsa di atas golongan demi mempertahankan persatuan nasional.

c)

Pemaksaan kehendak minoritas kepada mayoritas dalam proses pengambilan keputusan.

d)

Keinginan untuk menunda penetapan dasar negara hingga situasi politik lebih stabil

12.

Setelah Piagam Jakarta disahkan oleh Panitia Sembilan pada 22 Juni 1945, rumusan sila pertamanya adalah “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Menjelang sidang PPKI pada 18 Agustus 1945, muncul keberatan keras dari tokoh-tokoh perwakilan Indonesia bagian Timur (khususnya dari wakil Protestan dan Katolik) yang kemudian disampaikan kepada Drs. Mohammad Hatta. Tokoh ini mengambil langkah cepat dengan berdiskusi bersama tokoh-tokoh Islam dan menjadi pelopor utama perubahan rumusan tersebut demi menjaga keutuhan NKRI. Tokoh nasional yang menjadi pelopor utama dalam menerima aspirasi tersebut lalu mengusulkan perubahan sila pertama Piagam Jakarta di sidang PPKI adalah...

a)

Ir. Soekarno

b)

Drs. Mohammad Hatta

c)

Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat

d)

Mr. Mohammad Yamin

13.

Setelah dibubarkannya BPUPKI (Dokuritsu Junbi Tyoosakai) pada 7 Agustus 1945, Pemerintah Pendudukan Jepang membentuk badan baru yang bertugas mempersiapkan dan mengesahkan kemerdekaan Indonesia, yaitu Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Badan ini pada 18 Agustus 1945 mengesahkan UUD 1945, memilih Presiden dan Wakil Presiden, serta menetapkan rumusan akhir Pancasila. Sama seperti BPUPKI, PPKI juga memiliki nama resmi dalam bahasa Jepang. Sebutan resmi PPKI dalam bahasa Jepang adalah...

a)

Dokuritsu Junbi Cosakai

b)

Dokuritsu Junbi Inkai

c)

Chuo Sangi-in

d)

Pusat Tenaga Rakyat

14.

Setelah Panitia Sembilan merumuskan Piagam Jakarta (22 Juni 1945), sila pertamanya berbunyi: “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya.” Muncul keberatan dari perwakilan non-Muslim di Indonesia Timur yang menilai rumusan tersebut diskriminatif. Demi menjaga persatuan dan keutuhan negara, para tokoh pendiri bangsa dalam PPKI—terutama dari kalangan Islam—sepakat untuk menghilangkan tujuh kata tersebut pada 18 Agustus 1945. Sikap teladan utama yang ditunjukkan saat menyetujui perubahan menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa” adalah...

a)

Rela berkorban demi persatuan bangsa dan mengutamakan kepentingan nasional di atas golongan.

b)

Menunda pengesahan UUD 1945 sampai situasi politik stabil.

c)

Memaksakan kehendak mayoritas atas minoritas dalam perumusan dasar negara.

d)

Mengutamakan kepentingan golongan tertentu dibanding kepentingan bangsa.

15.

Pada tanggal 17 Agustus 1945, Ir. Soekarno didampingi Drs. Mohammad Hatta membacakan naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta. Jika Proklamasi Kemerdekaan dilihat sebagai jembatan emas yang menghubungkan masa penjajahan dengan masa negara berdaulat, maka tujuan utama dan paling mendasar dari Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 adalah…

a)

Mengumumkan kekalahan Jepang kepada seluruh dunia.

b)

Mengakhiri semua bentuk kerja sama dengan negara-negara di Asia.

c)

Menyatakan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia secara de facto dan de jure sebagai bangsa yang bebas dari penjajahan, serta menjadi titik awal pembentukan pemerintahan yang sah berdasarkan Pancasila.

d)

Membentuk angkatan bersenjata yang modern untuk menyerang kembali negara Sekutu.

16.

Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 bukan sekadar pembacaan naskah, tetapi merupakan pernyataan politik yang didorong oleh semangat juang dan tekad yang kuat dari para pendiri bangsa. Nilai penting yang paling relevan untuk kamu terapkan sebagai pelajar di era modern adalah…

a)

Bersikap pasif dan menunggu instruksi dari pemimpin dalam segala hal.

b)

Menumbuhkan semangat mandiri, berani mengambil inisiatif untuk belajar, dan berjuang meraih prestasi demi memajukan nama bangsa.

c)

Mengutamakan kepentingan pribadi dan kelompok daerah asal di atas kepentingan sekolah dan masyarakat.

d)

Menganggap perjuangan Proklamasi sudah selesai sehingga tidak perlu lagi berupaya keras.

17.

Kabar menyerahnya Jepang 14 Agustus 1945 memicu desakan kelompok pemuda agar Proklamasi Kemerdekaan segera dilaksanakan oleh bangsa Indonesia sendiri, berpuncak pada peristiwa Rengasdengklok (16 Agustus 1945). Alasan utama desakan agar Proklamasi dilakukan segera dan tanpa menunggu keputusan PPKI bentukan Jepang adalah…

a)

Proklamasi akan mendapat pengakuan lebih cepat dari Sekutu jika dilakukan di Rengasdengklok.

b)

Proklamasi harus dilakukan sebelum tanggal 18 Agustus 1945 karena bertepatan dengan hari ulang tahun Kaisar Jepang.

c)

Adanya kekosongan kekuasaan (vacuum of power) dan tekad bahwa kemerdekaan adalah hasil perjuangan bangsa sendiri, bukan pemberian Jepang.

d)

Golongan tua terlalu lambat menyusun naskah Proklamasi dan dasar negara.

18.

Satu hari setelah Proklamasi Kemerdekaan, pada tanggal 18 Agustus 1945, PPKI mengadakan sidang pertama di Gedung Cuo Sangi-In (Gedung Pancasila). Keputusan paling penting dan mendasar yang dihasilkan dalam sidang tersebut adalah…

a)

Mengumumkan pembubaran BPUPKI (Dokuritsu Junbi Cosakai).

b)

Mengadakan perjanjian damai dengan pihak Belanda (NICA).

c)

Mengesahkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan menetapkan Pancasila sebagai Dasar Negara.

d)

Membentuk Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dan membentuk delapan provinsi di Indonesia.

19.

Sila kedua Pancasila, “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab,” menuntut setiap warga negara mengakui persamaan derajat, hak, dan kewajiban setiap manusia tanpa memandang suku, agama, ras, maupun golongan. Di sekolah, Budi melihat temannya Riko diejek dan dikucilkan karena berasal dari keluarga kurang mampu dan sering memakai pakaian sederhana. Tindakan yang paling sesuai dengan pengamalan sila kedua yang seharusnya dilakukan Budi adalah…

a)

Membiarkan saja karena itu urusan pribadi Riko dengan teman-temannya.

b)

Ikut menertawakan Riko agar tidak dianggap berbeda dari kelompoknya.

c)

Membela Riko, menghentikan perundungan, dan mengajak teman-teman menghargai setiap orang secara manusiawi.

d)

Menjauhi Riko agar masalahnya tidak memengaruhi pertemanan di kelas.

20.

Dari Sila Kedua Pancasila ("Kemanusiaan yang Adil dan Beradab"), tindakan yang paling tepat dan mencerminkan nilai tersebut adalah...

a)

Diam saja karena tidak ingin ikut campur dalam masalah Riko.

b)

Ikut-ikutan mengejek Riko agar Budi diterima dalam kelompok yang populer.

c)

Melaporkan Riko kepada guru karena dianggap menimbulkan masalah di kelas.

d)

Membela Riko, menegur teman-teman yang mengejeknya dengan santun, dan mengajak Riko berteman tanpa memandang kondisi ekonominya.

21.

Sila pertama Pancasila, "Ketuhanan Yang Maha Esa," mengandung makna bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang beragama dan meyakini adanya Tuhan. Prinsip ini menjamin kebebasan setiap warga negara untuk memeluk agama dan beribadah sesuai keyakinan masing-masing. Penerapan sila ini menuntut kita untuk bersikap toleran dan menghormati pelaksanaan ibadah agama lain, serta tidak memaksakan keyakinan agama kita kepada orang lain. Sikap ini sangat penting untuk menciptakan kerukunan dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Di lingkungan tempat tinggalmu, sedang diadakan kerja bakti membersihkan lingkungan pada hari Minggu pagi. Tiba-tiba, kamu melihat tetanggamu yang beragama lain tidak bisa ikut kerja bakti karena sedang melaksanakan ibadah di gereja/pura/wihara sesuai dengan ajaran agamanya. Sikap yang paling tepat dan mencerminkan pengalaman Sila Pertama Pancasila adalah...

a)

Marah dan melaporkan tetangga tersebut kepada Ketua RT karena tidak ikut berpartisipasi dalam kegiatan lingkungan.

b)

Menariknya secara paksa dari tempat ibadahnya untuk ikut kerja bakti, karena kerja bakti lebih penting bagi kepentingan umum.

c)

Menghormati dan memberikan toleransi atas pelaksanaan ibadahnya, serta memastikan bahwa pekerjaan di lingkungan tetap berjalan tanpa mengganggu kegiatannya.

d)

Mencibir dan membicarakan ketidakikutsertaannya dengan tetangga yang lain.

22.

Sila ketiga Pancasila, "Persatuan Indonesia," mengandung makna bahwa meskipun Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama, ras, dan budaya, kita adalah satu bangsa. Prinsip ini menuntut setiap warga negara untuk menempatkan persatuan, kesatuan, dan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. Dalam kehidupan sehari-hari, penerapan sila ini terlihat dari sikap kita yang menjunjung tinggi rasa nasionalisme, cinta tanah air, dan menghindari tindakan yang dapat memecah belah bangsa. Di kelasmu akan diadakan pemilihan ketua OSIS. Kamu dan teman-temanmu memiliki calon yang berbeda-beda berdasarkan latar belakang suku dan daerah asalnya. Setelah proses pemilihan selesai dan calon dari suku yang berbeda denganmu terpilih, tindakan yang paling tepat dan mencerminkan pengalaman Sila Ketiga Pancasila adalah...

a)

Protes keras dan menuntut pemilihan ulang karena merasa calonmu lebih unggul.

b)

Mengumpulkan teman-teman sesukumu untuk tidak mendukung program kerja ketua OSIS yang baru.

c)

Menerima hasil pemilihan dengan lapang dada, mendukung program kerja ketua OSIS yang baru, dan berkolaborasi demi kemajuan sekolah.

d)

Berhenti menjadi anggota OSIS karena merasa kepentingan daerahmu tidak terwakili.

23.

Sila ketiga Pancasila, "Persatuan Indonesia," mengajarkan kita untuk selalu menjaga kesatuan dan keutuhan bangsa. Nilai utamanya adalah menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau kelompok. Dalam kehidupan sehari-hari, penerapan sila ini dapat diidentifikasi melalui sikap-sikap yang mendorong terwujudnya persatuan di lingkungan sekitar, baik di sekolah, keluarga, maupun masyarakat, tanpa membeda-bedakan suku, ras, maupun agama. Di bawah ini, manakah kegiatan atau sikap yang paling tepat mencerminkan penerapan nilai Sila Ketiga Pancasila ("Persatuan Indonesia") dalam kehidupan sehari-hari?

a)

Menyantuni anak yatim dan fakir miskin di lingkungan sekitar.

b)

Menghormati pelaksanaan ibadah dari tetangga yang berbeda agama.

c)

Menerima perbedaan pendapat saat musyawarah di kelas.

d)

Menggunakan dan mencintai produk-produk buatan dalam negeri.

24.

Di kelas 7C, sedang diadakan diskusi kelompok untuk menentukan tema pentas seni tahunan sekolah. Ada tiga kelompok yang memberikan usulan tema yang berbeda: kelompok A mengusulkan "Budaya Nusantara", kelompok B mengusulkan "Edukasi Lingkungan", dan kelompok C mengusulkan "Kreasi Modern". Setiap kelompok mempertahankan argumennya masing-masing. Saat sesi tanya jawab, Risa dari kelompok A tidak setuju dengan usulan kelompok C karena dianggap kurang mengandung nilai-nilai tradisional. Ia lantas mendorong pembicaraan ketua kelompok C dengan nada tinggi. Namun, Budi, teman Risa, segera mengingatkan Risa untuk memberikan kesempatan kepada kelompok C untuk menyelesaikan penjelasannya dan mendengarkan alasan mereka dengan baik sebelum memberikan tanggapan. Sikap yang ditunjukkan oleh Budi dalam wawancara kelas ini merupakan wujud penerapan Pancasila, terutama sila keempat yang berbunyi Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Tindakan Budi tersebut sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat karena menunjukkan sikap...

a)

Mementingkan kepentingan kelompok sendiri di atas kepentingan bersama

b)

Memaksakan kehendak kepada orang lain agar mengikuti pendapatnya

c)

Menghargai pendapat orang lain dan mengutamakan musyawarah

d)

Membiarkan perbedaan pendapat tanpa ada usaha untuk menyatukan

25.

Di desa Sukamaju, terdapat kebiasaan unik. Setiap hari besar keagamaan, warga yang berbeda keyakinan saling membantu mempersiapkan acara. Saat perayaan Idulfitri, sekelompok warga non-muslim terlihat membantu mengatur tempat parkir dan menjaga keamanan di sekitar masjid. Sebaliknya, saat perayaan Natal, warga muslim bergantian menjaga lingkungan gereja. Mereka melakukan hal ini bukan karena diperintah, melainkan atas dasar kesadaran bahwa Indonesia memiliki keberagaman yang harus dijaga bersama. Sikap saling membantu dan menjaga keamanan antarumat beragama di desa Sukamaju tersebut merupakan contoh nyata dari penerapan nilai-nilai Pancasila. Tindakan ini secara langsung mencerminkan penghormatan terhadap perbedaan, yang sesuai dengan sila...

a)

Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa

b)

Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

c)

Sila Ketiga: Persatuan Indonesia

d)

Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

26.

Konteks: Pada paragraf tentang sila ketiga Pancasila, yaitu Persatuan Indonesia. Pertanyaan: Inti dari perilaku yang ditunjukkan oleh warga desa Sukamaju adalah...

a)

Menganggap perbedaan sebagai sumber utama konflik dan perpecahan

b)

Menjunjung tinggi toleransi dan kerukunan dalam keberagaman

c)

Memaksakan praktik keagamaan pribadi kepada orang lain

d)

Mencampuradukkan ajaran semua agama agar seragam

27.

Konteks: Saat jam istirahat, Doni, siswa kelas 7, melihat temannya Rian sedang bersiap salat Zuhur. Doni yang berbeda keyakinan membantu menjaga tas dan buku Rian agar Rian dapat beribadah dengan tenang. Pertanyaan: Sikap Doni tersebut merupakan perwujudan dari sila Pancasila yang dilambangkan dengan Bintang Tunggal, yaitu sila...

a)

Ketuhanan Yang Maha Esa

b)

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

c)

Persatuan Indonesia

d)

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

28.

Konteks: Dalam kerja kelompok, terjadi perdebatan metode presentasi antara Anita dan Beni. Ketua kelompok, Candra, mengusulkan menggabungkan ide dan mengajak semua anggota menerima keputusan bersama demi kepentingan kelompok. Pertanyaan: Tindakan Candra tersebut paling tepat mencerminkan nilai yang terkandung dalam sila...

a)

Ketuhanan Yang Maha Esa

b)

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

c)

Persatuan Indonesia

d)

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

29.

Konteks: SMP Darul Ulum mengadakan pemilihan Ketua OSIS yang melibatkan partisipasi seluruh warga sekolah. Setiap siswa menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, menerima hasil dengan lapang dada, dan kandidat yang kalah mengucapkan selamat kepada pemenang. Pertanyaan: Kegiatan ini secara khusus mengamalkan sila...

a)

Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa

b)

Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

c)

Sila Ketiga: Persatuan Indonesia

d)

Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

30.

Konteks: Saat pelajaran olahraga, Bima tidak sengaja menabrak Doni hingga buku Doni sobek. Bima meminta maaf dengan tulus, mengakui kesalahan, dan bertanggung jawab mengganti kerugian yang ditimbulkan. Pertanyaan: Sikap ini merupakan wujud nyata penerapan nilai Pancasila di lingkungan sekolah, yaitu sila...

a)

Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa

b)

Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

c)

Sila Ketiga: Persatuan Indonesia

d)

Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

31.

Konteks: Pada acara pameran budaya, Ratih mengingatkan teman-temannya untuk tidak mencela kekayaan budaya orang lain dan mengajak memberi tepuk tangan sebagai bentuk apresiasi terhadap tarian suku lain. Pertanyaan: Tindakan Ratih ini merupakan wujud penerapan nilai Pancasila, khususnya sila ketiga yang mengutamakan Persatuan Indonesia, melalui sikap...

a)

Memaksakan budaya sendiri dianggap yang paling unggul

b)

Menerima dan menghormati keberagaman budaya sebagai kekayaan bangsa

c)

Menganggap kebudayaan asing lebih menarik daripada budaya lokal

d)

Hanya bersedia menghargai kebudayaan yang sama dengan miliknya

32.

Warga di RT 05 sepakat untuk mengadakan perbaikan jalan desa yang rusak parah. Keputusan diambil melalui pemungutan suara (voting) setelah semua usulan didengar dalam rapat di balai desa, dan hasilnya diterima oleh semua pihak meskipun tidak semua usulan diakomodasi. Kegiatan ini merupakan contoh penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat yang secara langsung mencerminkan pengalaman sila...

a)

Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

b)

Sila Ketiga: Persatuan Indonesia

c)

Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

d)

Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

33.

Di Desa Tunas Bangsa, tokoh masyarakat memfasilitasi dialog terbuka antara warga Muslim yang membangun musala baru dan warga Kristen yang khawatir suara azan mengganggu kegiatan ibadah mereka. Berdasarkan wacana tersebut, tindakan yang paling tepat dan mencerminkan sikap menghargai perbedaan antarumat beragama sesuai dengan prinsip Pancasila untuk menyelesaikan konflik adalah...

a)

Warga Muslim tetap melanjutkan pembangunan dengan alasan mereka memiliki hak atas lahan tersebut.

b)

Tokoh masyarakat memutuskan pembangunan musala dibatalkan untuk menghindari protes keras dari warga Kristen.

c)

Warga Kristen harus pindah dari lokasi tersebut karena jumlah mereka lebih sedikit dibandingkan warga Muslim.

d)

Kedua belah pihak duduk bersama untuk membuat kesepakatan tertulis mengenai batas waktu penggunaan suara pengeras suara dan pengaturan kegiatan ibadah lainnya.

34.

Di Kampung Sejahtera, saat pembentukan pengurus pos keamanan, sebagian warga mengusulkan agar pendapat Ibu Rina lebih diprioritaskan karena kontribusi finansialnya besar. Ketua RT menegaskan bahwa setiap warga memiliki kedudukan yang sama dalam rapat, dan semua sumbangan—baik dana maupun tenaga—sama-sama berharga bagi persatuan kampung. Berdasarkan wacana tersebut, tindakan yang paling tepat untuk menjaga keadilan dan persatuan sesuai dengan nilai Pancasila adalah...

a)

Mengutamakan usulan Ibu Rina karena sumbangan dana lebih penting daripada sumbangan tenaga dalam pembangunan.

b)

Menetapkan bahwa usulan Pak Hadi tidak perlu didengarkan karena sumbangan materilnya tidak signifikan.

c)

Menjamin bahwa setiap warga, tanpa memandang status ekonomi, memiliki hak yang sama untuk menyampaikan pendapat dan didengarkan.

d)

Meminta Ibu Rina untuk menyumbang lebih banyak lagi agar ia mendapatkan hak suara dua kali lipat.

35.

Menjelang perayaan Hari Kemerdekaan, panitia di RW 03 menyusun berbagai lomba dan kegiatan melalui diskusi terbuka. Keputusan diambil berdasarkan kesepakatan mayoritas atau dukungan terbanyak setelah semua usulan didengarkan. Kegiatan ini merupakan contoh penerapan nilai Pancasila yang secara langsung mencerminkan pengalaman sila...

a)

Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

b)

Sila Ketiga: Persatuan Indonesia

c)

Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

d)

Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

36.

Keluarga Pak Handoko memiliki dua anak dengan minat berbeda: Risa bercita-cita menjadi seniman, sedangkan Tio ingin menjadi insinyur. Jika Pak Handoko ingin menunjukkan sikap menghargai perbedaan minat dan cita-cita anak-anaknya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, tindakan yang paling tepat yang harus ia lakukan adalah...

a)

Mendukung dan memfasilitasi pilihan masing-masing anak tanpa paksaan, misalnya mengizinkan Risa belajar seni dan Tio mengikuti kegiatan sains.

b)

Mengarahkan Risa dan Tio agar memilih jurusan akuntansi demi melanjutkan bisnis keluarga, meskipun tidak sesuai minat mereka.

c)

Memberikan hadiah khusus hanya kepada anak yang memilih menjadi akuntan agar keduanya terdorong mengikuti jejak orang tua.

d)

Melarang kegiatan seni atau sains di luar sekolah agar anak lebih fokus pada rencana orang tua.

37.

Keluarga Pak Joni sedang bersiap untuk pindah rumah ke lokasi yang baru. Pindahnya harus dilakukan dalam waktu satu hari karena rumah lama mereka harus segera diserahkan kepada pemilik baru. Ada banyak sekali barang yang harus dikemas dan dipindahkan. Pak Joni menyadari bahwa ia dan istrinya tidak mungkin menyelesaikan pekerjaan besar ini sendirian. Ia kemudian mengadakan musyawarah singkat dengan dua anaknya, Siti dan Doni, untuk membagi tugas secara adil. Siti bertugas mengemas pakaian dan peralatan dapur, Doni bertugas membongkar furnitur kecil dan mengangkut buku, sementara Pak Joni dan istri fokus pada barang-barang berat dan transportasi. Meskipun melelahkan, semua anggota keluarga bekerja sama sesuai tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Berdasarkan wacana di atas, sikap gotong royong yang ditunjukkan oleh keluarga Pak Joni merupakan perwujudan nilai Pancasila. Jika terjadi masalah saat proses pemindahan, yaitu Siti mengalami kesulitan dalam mengemas peralatan dapur yang pecah belah, tindakan yang paling mencerminkan semangat gotong royong dan tanggung jawab dalam keluarga tersebut adalah...

a)

Doni membiarkan Siti mengatasi kesulitan itu sendiri karena tugasnya adalah mengangkut buku, bukan mengemas.

b)

Pak Joni menyewa jasa pengemasan profesional dan membatalkan semua tugas anggota keluarga.

c)

Siti memilih meninggalkan tugas mengemas dapur dan hanya fokus pada tugasnya mengemas pakaian yang lebih mudah.

d)

Doni dan Ibu Joni segera menawarkan bantuan untuk memberikan ide pengemasan yang aman dan membantu Siti, tanpa mengabaikan tugas utama mereka.

38.

Saat terjadi musibah banjir bandang di desa tetangga, warga RT 06 Kelurahan Mekarjaya segera menggalang dana dan mengumpulkan pakaian layak pakai. Selain itu, mereka juga membentuk tim relawan untuk membantu membersihkan sisa-sisa lumpur dan puing-puing di lokasi bencana. Mereka melakukan aksi kemanusiaan ini tanpa memandang suku, agama, atau status sosial korban, karena mereka percaya bahwa membantu sesama adalah kewajiban moral setiap manusia. Aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh warga RT 06 untuk membantu korban bencana tanpa memandang perbedaan latar belakang merupakan wujud penerapan nilai Pancasila. Kegiatan ini secara langsung mencerminkan pengamalan sila yang dilambangkan dengan rantai, yaitu sila...

a)

Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa

b)

Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

c)

Sila Ketiga: Persatuan Indonesia

d)

Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

39.

Saat ulangan tengah semester, ada tiga siswa dari kelas 7A, yaitu Arya, Bintang, dan Candra, yang kedapatan membawa kertas kecil berisi catatan materi pelajaran ke dalam ruangan. Kepala Sekolah memutuskan bahwa sebagai sanksi, nilai ulangan ketiga siswa tersebut harus dikurangi 50 poin. Bintang keberatan dan berargumen, "Saya hanya menyalin dua rumus, sementara Arya menyalin seluruh materi. Seharusnya sanksi kami berbeda!" Kepala Sekolah kemudian menjelaskan, "Peraturan sekolah jelas, segala bentuk kecurangan, besar atau kecil, adalah pelanggaran yang sama dan dikenakan sanksi yang sama, demi menjunjung keadilan dan kesetaraan bagi semua siswa." Berdasarkan wacana di atas, keputusan Kepala Sekolah untuk memberikan sanksi yang sama kepada Arya, Bintang, dan Candra meskipun tingkat kecurangan mereka berbeda, merupakan tindakan yang paling tepat dan mencerminkan sikap menghargai perbedaan yang diwujudkan dalam bentuk...

a)

Mengabaikan Sila Ketuhanan Yang Maha Esa karena hukuman harus didasarkan pada besarnya dosa.

b)

Melanggar Sila Keempat karena sanksi seharusnya diputuskan melalui musyawarah dengan orang tua siswa.

c)

Menegakkan Sila Kedua dan Sila Kelima, yang menjamin bahwa semua siswa diperlakukan setara di hadapan peraturan sekolah (keadilan).

d)

Menerapkan Sila Ketiga karena kesamaan sanksi akan mempererat persatuan di antara para pelaku kecurangan.

40.

Di SMP Darul Ulum, terdapat siswa pindahan bernama Kevin, yang berasal dari NTB dan memiliki kulit gelap serta logat bicara yang khas. Beberapa siswa, termasuk Dino, sering tertawa dan melontarkan komentar tidak pantas tentang logat bicara Kevin saat jam istirahat. Melihat hal ini, Rina, ketua kelas 7B, mendekati Dino dan teman-temannya. Rina mengatakan bahwa semua siswa adalah bagian dari keluarga besar sekolah dan setiap individu harus diperlakukan dengan hormat, terlepas dari suku, warna kulit, atau dialek bahasanya. Rina kemudian mengajak Kevin untuk bergabung dengan mereka bermain bola voli. Berdasarkan wacana di atas, jika Dino dan teman-temannya ingin mengubah sikapnya menjadi wujud nyata menghargai keberagaman sesuai dengan nilai Pancasila, tindakan yang paling tepat yang harus mereka lakukan di lingkungan sekolah adalah...

a)

Menjauhi Kevin dan tidak mengajaknya berbicara lagi agar tidak ada lagi konflik.

b)

Melaporkan Kevin kepada guru karena perbedaan logatnya dianggap mengganggu.

c)

Menerima Kevin, tetapi tetap berkomentar di belakangnya karena menganggap perbedaan itu lucu.

d)

Meminta maaf kepada Kevin, belajar untuk menghargai dialek dan perbedaan fisiknya, serta memperlakukan Kevin sebagai teman yang setara.

41.

Rina adalah seorang siswi yang sangat pintar di kelasnya, namun ia memiliki kebiasaan buruk, yaitu sering meremehkan teman-temannya yang kurang mampu dalam pelajaran. Ketika seorang guru memberinya tugas untuk merangkum materi tentang hakikat manusia, Rina menyimpulkan bahwa "Kecerdasan otak adalah penentu utama nilai dan martabat seseorang di hadapan sesama manusia." Keesokan harinya, Ibu Guru Istiqlala menjelaskan bahwa manusia diciptakan sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa yang memiliki kesempurnaan dan kekurangan. Nilai dan martabat manusia tidak hanya diukur dari kecerdasan, kekayaan, atau jabatan, melainkan dari ketaatan, moral, dan kemampuannya untuk berbuat baik kepada orang lain. Berdasarkan penjelasan Ibu Guru Istiqlala, analisis terhadap kesalahan pemahaman Rina tentang nilai dan martabat manusia, jika dikaitkan dengan kedudukan manusia sebagai Makhluk Tuhan YME, adalah...

a)

Rina gagal memahami bahwa manusia adalah makhluk sosial yang harus saling membantu.

b)

Rina salah karena menganggap bahwa martabat manusia diukur secara materiil dan mengabaikan dimensi spiritual (ketuhanan) yang mengajarkan kesetaraan moral.

c)

Rina terlalu menekankan pada aspek makhluk individu sehingga ia merasa paling benar.

d)

Rina seharusnya memprioritaskan peran manusia sebagai makhluk sosial daripada makhluk Tuhan YME.

42.

Di sebuah lingkungan permukiman, para remaja sering berkumpul di malam hari dan menimbulkan suara bising yang mengganggu warga lain yang sedang beristirahat. Untuk mengatasi masalah ini, Ketua RW berinisiatif membuat aturan tidak tertulis yang berbunyi: "Setiap perkumpulan remaja harus selesai paling lambat pukul 21.00 WIB." Aturan ini disosialisasikan secara lisan, disetujui oleh sebagian besar warga dalam rapat, dan disepakati bahwa jika ada yang melanggar, akan ada sanksi teguran langsung dari Ketua RT. Berdasarkan wacana di atas, jika aturan yang dibuat oleh Ketua RW tersebut dianalisis berdasarkan syarat-syarat berlakunya sebuah norma sosial, kelemahan utama aturan tersebut yang berpotensi menyebabkan norma itu sulit ditegakkan secara konsisten adalah...

a)

Sanksi yang diberikan berupa teguran dianggap terlalu ringan oleh warga.

b)

Aturan tersebut dibuat tanpa adanya musyawarah dengan perwakilan remaja.

c)

Tujuan aturan tersebut, yaitu menciptakan ketenangan, kurang jelas bagi warga.

d)

Aturan tersebut tidak dibuat dalam bentuk tertulis yang baku dan formal, sehingga rawan perubahan atau penyangkalan oleh pihak yang melanggar.

43.

Ketika pulang sekolah, Adi melihat seorang kakek tua sedang kesulitan menyeberang jalan raya yang sangat ramai. Meskipun Adi sedang terburu-buru, ia memutuskan untuk berhenti sejenak, mendekati kakek tersebut, dan dengan sabar membantunya menuntun menyeberang jalan hingga selamat sampai di seberang. Adi menyadari bahwa manusia tidak bisa hidup sendiri dan membutuhkan interaksi serta bantuan dari orang lain. Tindakan Adi yang membantu kakek menyeberang jalan dalam wacana di atas merupakan perwujudan dari salah satu hakikat dasar manusia. Tindakan tersebut paling tepat mengidentifikasi manusia sebagai...

a)

Makhluk Tuhan Yang Maha Esa

b)

Makhluk Ekonomi

c)

Makhluk Sosial

d)

Makhluk Individu

44.

Siswa kelas 7A ditugaskan untuk membuat majalah dinding (Mading) kelas. Mereka membagi tugas: Bima bertanggung jawab atas desain, Clara atas isi konten, dan Doni atas pengumpulan bahan. Saat proses pengerjaan, Bima tiba-tiba sakit dan tidak bisa menyelesaikan desainnya tepat waktu. Clara kemudian berkata, "Bima, jangan khawatir. Aku akan bantu menyelesaikan desainnya setelah selesai dengan tugasku, asalkan Doni bisa membantu mencari referensi gambar." Doni setuju, dan akhirnya Mading kelas dapat diselesaikan tepat waktu. Meskipun setiap siswa memiliki tanggung jawab pribadi (makhluk individu), kesediaan mereka untuk saling membantu dan menyelesaikan masalah bersama demi tercapainya tujuan kelas menunjukkan penerapan sifat ketergantungan dan kebutuhan akan interaksi di antara mereka. Berdasarkan wacana di atas, tindakan Clara yang menawarkan bantuan kepada Bima dan meminta Doni berpartisipasi dalam penyelesaian tugas, jika dianalisis dari konsep manusia sebagai makhluk sosial, menunjukkan bahwa...

a)

Sifat makhluk sosial hanya muncul ketika tugas individu telah selesai sepenuhnya.

b)

Peran makhluk sosial lebih penting daripada peran makhluk individu dalam kehidupan bermasyarakat.

c)

Kebutuhan untuk mencapai tujuan bersama (Mading selesai) mendorong penyesuaian peran dan kerjasama (gotong royong) meskipun sudah ada pembagian tugas individu.

d)

Manusia sebagai makhluk sosial berarti harus mengabaikan tugas pribadi demi kepentingan kelompok.

45.

Berikut adalah data statistik pelanggaran tata tertib lalu lintas di wilayah Kota Damai selama bulan Januari hingga Maret 2025. Diketahui bahwa rata-rata jumlah pengendara yang melintas di jalan utama Kota Damai setiap bulan adalah 3,0003{,}000 pengendara. Berdasarkan data di atas, jika diasumsikan jumlah pengendara setiap bulan tetap (3.000 orang), analisis yang paling tepat mengenai tren kesadaran masyarakat Kota Damai terhadap norma lalu lintas (kewajiban menggunakan helm) dari bulan Januari hingga Maret adalah...

a)

Persentase pelanggaran mengalami peningkatan secara konsisten, menunjukkan penurunan kesadaran masyarakat terhadap norma.

b)

Persentase pelanggaran cenderung stabil di sekitar nilai yang sama, menunjukkan tidak ada perubahan berarti dalam kesadaran masyarakat.

c)

Persentase pelanggaran menurun dari waktu ke waktu, menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap norma.

d)

Persentase pelanggaran berfluktuasi tanpa pola yang jelas, sehingga sulit menarik kesimpulan tentang kesadaran masyarakat.

46.

Seorang tokoh agama, Bapak Kyai Hasan, dikenal sangat dihormati di Desa Makmur. Setiap kali beliau menghadiri acara formal, beliau selalu mengenakan pakaian rapi yang menutup aurat dan menggunakan bahasa yang santun. Pada suatu hari, Tono, seorang pemuda desa, bertemu dengan Bapak Kyai Hasan di sebuah acara tahlilan. Tono menyapa beliau dengan panggilan "Bro" dan menggunakan celana pendek serta kaus oblong yang robek-robek. Akibat tindakan Tono, banyak warga yang memandangnya sinis dan berbisik-bisik bahwa Tono tidak memiliki tata krama dan tidak sopan. Berdasarkan wacana di atas, tindakan Tono yang menyapa tokoh agama dengan panggilan informal ("Bro") dan berpakaian tidak pantas dalam acara formal, jika dianalisis berdasarkan macam-macam norma, menunjukkan pelanggaran utama terhadap norma...

a)

Norma Hukum, karena Tono tidak bisa dipenjara akibat tindakannya.

b)

Norma Kesusilaan, karena Tono telah menyakiti hati tokoh agama secara batin.

c)

Norma Kesopanan, karena Tono tidak mengindahkan tata krama, etika pergaulan, dan cara berpakaian yang berlaku di masyarakat.

d)

Norma Agama, karena tindakan Tono secara mutlak dilarang oleh ajaran agama manapun.

47.

Di desa Sukamulia, terdapat kebiasaan turun-temurun bahwa setiap panen padi, warga harus mengadakan upacara syukuran dan memberikan sebagian hasil panennya kepada orang yang membutuhkan. Pak Ahmad, seorang petani yang sangat kaya, memutuskan untuk tidak melakukan syukuran dan tidak menyumbang hasil panennya sedikit pun, meskipun ia mengetahui ajaran agamanya mewajibkan berbagi rezeki dan bersyukur. Tindakan Pak Ahmad ini tidak melanggar hukum negara dan tidak menyebabkan Pak Ahmad dicemooh oleh masyarakat secara langsung, tetapi ia merasa gelisah, bersalah, dan tidak tenang karena telah mengabaikan perintah Tuhannya. Berdasarkan wacana di atas, perasaan gelisah dan tidak tenang yang dialami Pak Ahmad setelah mengabaikan perintah untuk bersyukur dan berbagi hasil panen paling tepat dianalisis sebagai sanksi yang berasal dari pelanggaran terhadap norma...

a)

Norma Kesopanan, karena ia tidak mematuhi adat istiadat setempat.

b)

Norma Kesusilaan, karena ia tidak mendengarkan suara hati nuraninya untuk berbuat baik.

c)

Norma Hukum, karena sanksinya berupa denda materi di dunia.

d)

Norma Agama, karena sanksi utamanya bersifat pribadi dan datang dari Tuhan (dosa), yang manifestasinya adalah penyesalan atau kegelisahan batin.

48.

Di Jalan Mawar, sering terjadi kecelakaan kecil karena banyak pengendara motor yang melaju dengan kecepatan tinggi dan melawan arus. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah setempat memasang rambu-rambu lalu lintas, seperti rambu batas kecepatan maksimal dan rambu larangan melawan arus. Pemasangan rambu-rambu ini—yang merupakan bagian dari Norma Hukum—bertujuan utama untuk menciptakan ketertiban, keamanan, dan mencegah terjadinya konflik di jalan raya antara pengguna kendaraan. Berdasarkan wacana di atas, fungsi utama dari adanya rambu-rambu lalu lintas (Norma Hukum) yang dipasang di Jalan Mawar adalah...

a)

Memastikan semua warga membayar pajak kendaraan tepat waktu.

b)

Menciptakan ketertiban dan keteraturan serta memberikan pedoman bagi masyarakat dalam bertindak.

c)

Memberikan sanksi berat berupa hukuman penjara bagi setiap pelanggar.

d)

Mengatur hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.

49.

Saat jam makan siang di kantin sekolah, Budi dan teman-temannya makan dengan cara mengeluarkan bunyi decak yang keras, berbicara dengan mulut penuh makanan, dan membuang sisa bungkus makanan di bawah meja. Tindakan ini membuat beberapa siswa lain yang duduk di dekat mereka merasa terganggu dan kehilangan selera makan. Keesokan harinya, pihak sekolah menempelkan pengumuman yang berisi larangan makan di kantin dengan cara yang menimbulkan ketidaknyamanan bagi orang lain, serta akan memberikan sanksi berupa teguran keras jika diulangi. Berdasarkan wacana di atas, jika Budi dan teman-temannya terus melakukan tindakan tersebut meskipun sudah ada pengumuman dari sekolah, analisis yang paling tepat mengenai dampak sosial dari penyimpangan norma kesopanan yang mereka lakukan adalah...

a)

Mereka akan melanggar Norma Hukum karena makan dengan bersih adalah tindak pidana ringan.

b)

Mereka akan dipenjara karena menyakiti hati teman-teman yang merasa terganggu.

c)

Mereka berpotensi dikucilkan oleh teman-teman dan dicap tidak memiliki etika, yang dapat merusak hubungan sosial mereka di sekolah.

d)

Mereka hanya akan mendapatkan sanksi dari Tuhan karena pelanggaran norma kesopanan berkaitan dengan dosa.

50.

Sore itu, sepulang sekolah, Risa ingin bertanya kepada Ibu Santi, wali kelasnya, mengenai tugas kelompok yang akan dikumpulkan. Risa kemudian mengirimkan pesan WhatsApp yang isinya hanya, "Bu, tugas kelompoknya dikumpul besok, kan? Jangan lupa dibalas ya!" Ibu Santi membaca pesan itu tetapi memilih untuk tidak langsung membalasnya. Setelah dua jam berlalu, Ibu Santi baru membalas, "Tolong ubah cara kamu berkirim pesan kepada guru. Tanyakan lagi dengan bahasa yang lebih sopan dan lengkap." Ibu Santi ingin mengajarkan Risa pentingnya tata krama dalam berkomunikasi, terutama kepada orang yang lebih tua atau dihormati. Berdasarkan wacana di atas, jika dianalisis dari segi penerapan norma kesopanan di lingkungan sekolah, kesalahan utama yang dilakukan oleh Risa dalam berkomunikasi dengan Ibu Santi adalah...

a)

Menggunakan aplikasi pesan instan (WhatsApp) yang seharusnya dilarang untuk komunikasi resmi sekolah.

b)

Pertanyaan Risa mengenai waktu pengumpulan tugas seharusnya ditanyakan kepada ketua kelas, bukan kepada guru.

c)

Menyampaikan pesan dengan bahasa yang kurang sopan dan tidak lengkap, terutama kepada orang yang lebih tua atau dihormati.

d)

Mengirim pesan saat malam hari sehingga mengganggu waktu istirahat guru.