wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

3 PBA - UAS FILSAFAT ILMU

Total questions: 40

Worksheet time: 40mins

Name
Class
Date
1.

Kata Filsafat berasal dari bahasa Yunani, yaitu philos dan sophia yang maknanya adalah . . .

a)

Cinta Kebijaksanaan

b)

Cinta Pengetahuan

c)

Cinta Pemikiran

d)

Cinta Buta

2.

Salah satu tujuan filsafat ilmu adalah…

a)

Menghasilkan teknologi baru

b)

Menyelidiki sifat, struktur, dan validitas pengetahuan ilmiah

c)

Merekayasa ulang ilmu-ilmu alam

d)

Menghapus metode ilmiah

3.

Salah satu ciri penting filsafat ilmu adalah bersifat kritis, artinya…

a)

Menolak seluruh ilmu modern

b)

Menganalisis, menguji, dan menilai dasar-dasar ilmu pengetahuan

c)

Menerima ilmu apa adanya

d)

Menghindari perdebatan

4.

 Salah satu karakter utama filsafat ilmu adalah bersifat rasional, yaitu…

a)

Menggunakan imajinasi sebagai dasar berpikir

b)

Mengandalkan wahyu saja

c)

Menyusun argumen secara logis dan dapat dipertanggungjawabkan

d)

Tidak membutuhkan bukti

5.

Karakter filsafat ilmu yang bersifat reflektif berarti…

a)

 Menyimpulkan tanpa analisis

b)

Mengulang apa yang sudah diketahui

c)

 Merenungkan dan mengkaji ulang dasar-dasar ilmu

d)

Menolak kritik terhadap ilmu

6.

Seorang peneliti menulis laporan ilmiah, tetapi penggunaan bahasa yang ambigu menyebabkan pembaca salah menafsirkan hasil penelitian. Dari perspektif sarana berpikir ilmiah, masalah utama dalam kasus ini menunjukkan bahwa…

a)

Bahasa bersifat bebas nilai sehingga tidak mempengaruhi hasil

b)

Bahasa tidak berperan dalam proses ilmiah

c)

Ketepatan dan kejelasan bahasa menentukan validitas komunikasi ilmiah

d)

Bahasa dapat diganti sepenuhnya dengan angka

7.

Seorang dokter spesialis membuat keputusan cepat dan tepat saat menangani pasien gawat darurat, meskipun ia tidak sempat melakukan diagnosis lengkap. Keputusan itu didasari pengalaman bertahun-tahun sehingga muncul sebagai “firasat profesional”. Fenomena ini menunjukkan…

a)

 Intuisi tidak dapat dipercaya

b)

Semua keputusan harus empiris

c)

Intuisi dapat terbentuk dari akumulasi pengalaman empiris

d)

 Intuisi bersifat supranatural

8.

Dalam tradisi Islam, konsep tentang asal-usul manusia tidak hanya dijelaskan melalui data arkeologi, tetapi juga melalui teks wahyu. Dalam situasi ini, peran wahyu adalah…

a)

Menolak seluruh temuan ilmu pengetahuan

b)

Memberikan kerangka metafisik yang tidak bisa dijangkau oleh empiris atau rasio

c)

Menggantikan semua sumber pengetahuan lainnya

d)

Menghilangkan kebutuhan akan pembuktian ilmiah

9.

Dalam membaca teks wahyu, seorang mufasir modern menggunakan rasio dan konteks historis untuk memahami makna ayat. Proses ini menunjukkan bahwa…

a)

Wahyu tidak memerlukan penafsiran

b)

Rasio bertentangan dengan wahyu

c)

Wahyu sebagai sumber kebenaran tetap membutuhkan rasio dalam proses pemahaman

d)

Rasio lebih tinggi dari wahyu

10.

Seorang ilmuwan menemukan pola baru setelah melakukan eksperimen empat kali. Namun, ia belum berani membuat generalisasi karena belum tahu apakah fenomena tersebut konsisten. Keputusan menunda generalisasi menunjukkan prinsip…

a)

Rasionalisme kuat

b)

Empirisme kritis: pengetahuan harus dibuktikan secara berulang

c)

Intuisi lebih kuat daripada data

d)

Wahyu sebagai metode ilmiah

11.

Pada masa Pra-Yunani Kuno, pengetahuan didominasi oleh mitos dan kepercayaan magis. Perubahan menuju rasionalitas pada masa Yunani Kuno menunjukkan bahwa…

a)

Kepercayaan mitologis sudah tidak penting sama sekali

b)

Pergeseran epistemologi terjadi dari penjelasan mistis ke penjelasan rasional

c)

Semua masyarakat kuno tidak menggunakan akal

d)

Mitos harus dihapus dalam budaya

12.

Pada Zaman Pertengahan Eropa, ilmu pengetahuan sangat dipengaruhi gereja sehingga perubahan ilmiah berjalan lambat. Namun, pada Zaman Keemasan Islam, ilmu berkembang sangat pesat. Hal ini menunjukkan bahwa…

a)

Agama selalu menghambat ilmu

b)

 Ilmu hanya dapat berkembang tanpa agama

c)

Lingkungan sosial, politik, dan budaya menentukan laju perkembangan ilmu

d)

Semua peradaban memiliki perkembangan ilmu yang sama

13.

Di era Kontemporer, muncul berbagai cabang baru seperti bioteknologi, kecerdasan buatan, dan neuro-sains. Perkembangan ini menunjukkan bahwa…

a)

Ilmu pengetahuan sudah mencapai puncaknya

b)

Ilmu berkembang mengikuti perubahan kebutuhan dan problem manusia

c)

Ilmu tidak lagi membutuhkan logika

d)

Semua pengetahuan hanya berbasis tradisi

14.

Dalam sebuah kelas Bahasa Arab, guru hanya menerima jawaban yang dapat diukur, diuji, dan dipastikan benar-salah secara objektif. Tidak ada diskusi interpretatif. Pendekatan ini paling mencerminkan paradigma…

a)

Kritis

b)

Positivisme

c)

Konstruktivisme

d)

Postmodern

15.

Seorang guru Bahasa Arab mengajak siswa membahas makna ayat Al-Qur’an dengan mempertimbangkan konteks sosial, relasi kuasa, dan ideologi dalam teks. Pendekatan ini mencerminkan paradigma…

a)

Positivisme

b)

Kritis

c)

Konstruktivisme

d)

Postmodern

16.

Dalam pembelajaran mufradat, siswa diminta membangun sendiri makna kosa kata melalui pengalaman, diskusi kelompok, dan menghubungkannya dengan kehidupan mereka. Pendekatan ini mencerminkan…

a)

Positivisme

b)

Kritis

c)

Konstruktivisme

d)

Postmodern

17.

Seorang peneliti Bahasa Arab berpendapat bahwa tidak ada satu metode terbaik karena setiap siswa memahami bahasa berdasarkan pengalaman, budaya, dan identitasnya. Klaim ini paling dekat dengan paradigma…

a)

Positivisme

b)

Kritis

c)

Konstruktivisme

d)

Postmodern

18.

Permasalahan ontologis dalam filsafat ilmu berkaitan dengan…

a)

 Tujuan penggunaan ilmu

b)

Nilai moral dalam ilmu

c)

Apa yang menjadi objek kajian ilmu dan bagaimana sifat realitas

d)

Cara memperoleh pengetahuan

19.

Guru Bahasa Arab menekankan bahwa objek utama yang dipelajari siswa adalah struktur bahasa (nahwu–sharf), bukan budaya atau konteks penggunaannya. Fokus ini berkaitan dengan aspek…

a)

Ontologi pendidikan Bahasa Arab

b)

Epistemologi pendidikan Bahasa Arab

c)

Aksiologi pembelajaran Bahasa Arab

d)

Teori akuisisi bahasa Arab

20.

Filsafat ilmu menanyakan “bagaimana ilmu dapat dipercaya?”. Pertanyaan ini berkaitan dengan aspek…

a)

Aksiologi

b)

Ontologi

c)

Epistemologi

d)

Etika

21.

Seorang peneliti menyatakan bahwa kemampuan berbicara Bahasa Arab diperoleh melalui praktik interaksi nyata, bukan hafalan aturan. Klaim ini berkaitan dengan…

a)

Ontologi bahasa

b)

 Epistemologi pembelajaran bahasa

c)

Aksiologi kurikulum

d)

 Metafisika bahasa

22.

Aksiologi dalam filsafat ilmu membahas tentang…

a)

 Sumber dan batas pengetahuan

b)

Nilai, tujuan, dan penggunaan ilmu

c)

Struktur realitas

d)

Cara kerja akal manusia

23.

Dalam menyusun kurikulum Bahasa Arab, lembaga menekankan nilai moderasi Islam dan pemahaman lintas budaya. Kebijakan ini berhubungan dengan…

a)

Ontologi

b)

Epistemologi

c)

Aksiologi

d)

Fonologi

24.

Seorang ilmuwan memutuskan untuk tidak mempublikasikan hasil penelitiannya karena dapat disalahgunakan untuk tujuan merusak lingkungan. Keputusan ini berkaitan dengan aspek…

a)

Ontologi: sifat objek yang diteliti

b)

Epistemologi: metode penelitian

c)

Aksiologi: nilai, etika, dan dampak penggunaan ilmu

d)

Reduksionisme: penyederhanaan model

25.

Suatu teori ilmiah dinilai valid jika mampu menjelaskan fenomena secara konsisten dan dapat diuji. Namun, sebuah teori baru muncul dengan penjelasan yang lebih sederhana, lebih konsisten, dan memprediksi fenomena baru yang tidak diprediksi teori lama. Berdasarkan karakter epistemologi filsafat ilmu, kondisi ini menunjukkan bahwa…

a)

Teori lama tetap dipertahankan karena sudah mapan

b)

 Teori baru otomatis benar karena lebih sederhana

c)

Terjadi proses falsifikasi dan pergeseran paradigma ilmu

d)

 Kedua teori dianggap benar selamanya

26.

Seorang ilmuwan sosial menegaskan bahwa pendekatan kuantitatif lebih “ilmiah” daripada pendekatan kualitatif. Namun, filsafat ilmu menolak klaim ini dengan alasan bahwa keilmiahan ditentukan oleh koherensi, rasionalitas, dan validitas metode. Pernyataan ini menunjukkan karakter filsafat ilmu sebagai…

a)

Cabang ilmu yang hanya mendukung metode kuantitatif

b)

Upaya menolak seluruh metode ilmiah

c)

Analisis kritis terhadap dasar-dasar keilmuan

d)

Ilmu yang menghasilkan data empiris baru

27.

Ketika sebuah universitas Islam mengembangkan kurikulum yang menyatukan ilmu syariah, psikologi, dan pedagogi dalam program Pendidikan Bahasa Arab, mereka sedang menerapkan prinsip bahwa…

a)

Pendidikan bahasa hanya membutuhkan tata bahasa

b)

 Integrasi ilmu diperlukan untuk memahami manusia secara utuh

c)

 Ilmu agama harus berdiri sendiri

d)

Psikologi tidak relevan untuk pendidikan

28.

Seorang peneliti menyimpulkan bahwa definisi suatu kata benar jika sesuai dengan benda atau fakta empiris di dunia nyata. Pendekatan ini mencerminkan teori kebenaran…

a)

Koherensi

b)

Korespondensi

c)

Pragmatisme

d)

Semantik

29.

Dalam diskusi logika, suatu pernyataan dianggap benar karena konsisten dengan sistem proposisi lain yang telah diterima sebagai benar. Ini mencerminkan teori…

a)

Pragmatisme

b)

 Korespondensi

c)

Koherensi

d)

Sintaksis

30.

Seorang dosen menilai bahwa kebenaran teori pembelajaran bahasa tergantung pada apakah teori itu “berfungsi” dalam meningkatkan kemampuan siswa. Pendekatan ini sesuai dengan teori…

a)

Sintaksis

b)

Korespondensi

c)

Semantik

d)

Pragmatisme

31.

Dalam suatu madrasah, pembelajaran Bahasa Arab masih berpusat pada guru dan menghafal kaidah nahwu. Upaya meningkatkan kemampuan komunikatif akan lebih efektif jika…

a)

Guru menambah hafalan definisi kaidah

b)

Siswa diberi latihan berbicara berbasis situasi nyata

c)

embelajaran hanya fokus pada terjemah

d)

Buku ajar diperbanyak

32.

Program pengembangan kurikulum PBA menekankan integrasi maharah istima’, kalam, qira’ah, dan kitabah dalam setiap unit pelajaran. Strategi ini menunjukkan orientasi pada…

a)

 Pembelajaran parsial

b)

Pendekatan keterampilan terpadu (integrated skills)

c)

Pendekatan terjemah-gramatik

d)

Pengajaran berbasis hafalan

33.

Lembaga ingin mengembangkan kemampuan siswa memahami teks Arab modern. Guru memilih materi berita, iklan, dan artikel aktual. Hal ini menunjukkan strategi…

a)

Pendekatan tematik-kontekstual

b)

Pembelajaran bebas konteks

c)

Fokus pada teks klasik saja

d)

 Penghindaran bahan otentik

34.

 Penggunaan platform digital seperti Quizizz, Kahoot, dan Google Classroom dalam pembelajaran Bahasa Arab bertujuan untuk…

a)

Menggantikan guru sepenuhnya

b)

Meningkatkan interaktivitas dan respons siswa

c)

Mengurangi waktu belajar

d)

Menghapus buku ajar

35.

Suatu sekolah ingin meningkatkan kemampuan kebahasaan siswa melalui kegiatan Arabic Club yang berfokus pada drama, pidato, dan debat. Strategi ini termasuk…

a)

Pembelajaran formal semata

b)

 Pembelajaran nonformal berbasis komunitas bahasa

c)

Penghapusan kegiatan ekstrakurikuler

d)

 Praktik tanpa tujuan

36.

Dalam upaya memajukan PBA, sekolah mengembangkan kolaborasi dengan lembaga Timur Tengah untuk menghadirkan native speaker. Strategi ini terutama menargetkan peningkatan…

a)

Kemampuan fonologi guru

b)

Paparan bahasa autentik pada siswa

c)

Hafalan teks klasik

d)

 Terjemahan kata demi kata

37.

 Sebuah pesantren mengembangkan pembiasaan berbahasa Arab setiap hari melalui percakapan rutin, pengumuman, dan kegiatan sehari-hari. Strategi ini menekankan…

a)

 Pembelajaran tekstual saja

b)

 Pendekatan lingkungan bahasa (language environment approach)

c)

Pembelajaran tanpa praktik

d)

Penyederhanaan kurikulum

38.

Untuk meningkatkan motivasi, guru merancang proyek pembuatan vlog berbahasa Arab tentang budaya lokal. Strategi ini menguatkan…

a)

 Pembelajaran pasif

b)

Pendekatan berbasis proyek (project-based learning)

c)

Metode audiolingual tradisional

d)

Pendekatan struktural murni

39.

Dalam pembelajaran PBA, guru menggunakan buku ajar klasik tanpa mempertimbangkan konteks kekinian siswa sehingga makna teks sulit dipahami. Dari sudut filsafat ilmu, masalah utama terletak pada…

a)

Kelemahan ontologi bahasa

b)

Kekeliruan epistemologi pembelajaran

c)

Kelemahan teori kebenaran

d)

Ketidaktepatan aksiologi nilai

40.

Dalam kelas PBA, guru meminta siswa memahami makna ayat Al-Qur’an hanya berdasarkan terjemahan literal, tanpa analisis konteks sosial-budaya. Dari perspektif filsafat ilmu, pendekatan ini bermasalah karena…

a)

Mengabaikan ontologi sistem bahasa

b)

Mengabaikan epistemologi hermeneutis

c)

Melampaui batas aksiologi bahasa

d)

 Terlalu pragmatis