wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PKN KELAS 11 GANJIL

Total questions: 50

Worksheet time: 2hrs 40mins

Name
Class
Date
1.

Di era globalisasi dan kemajuan teknologi informasi saat ini, masyarakat Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menjaga nilai-nilai luhur bangsa. Maraknya ujaran kebencian di media sosial, sikap intoleransi terhadap perbedaan keyakinan, dan pelanggaran hak asasi manusia menjadi ancaman nyata bagi persatuan dan kehidupan berbangsa. Padahal, Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa telah mengatur tatanan kehidupan yang harmonis. Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, menekankan pentingnya pengakuan terhadap kebebasan beragama dan penghormatan terhadap keberagaman keyakinan. Sementara sila kedua, Kemanusiaan yang adil dan beradab, mengamanatkan penghormatan terhadap martabat manusia dan perlakuan yang adil tanpa memandang latar belakang suku, agama, ras, dan golongan. Keterkaitan kedua sila ini menjadi landasan penting dalam membentuk identitas nasional Indonesia yang religius dan humanis di tengah tantangan global. Berdasarkan wacana di atas, manakah pernyataan yang paling tepat mengenai hubungan antara sila pertama dan sila kedua dalam konteks Pancasila sebagai ideologi negara dan identitas nasional ...

a)

Sila pertama dan sila kedua berdiri sendiri tanpa memengaruhi satu sama lain karena membahas aspek yang berbeda, yaitu spiritualitas dan sosial.

b)

Sila pertama lebih menekankan kepada penguatan agama mayoritas, sementara sila kedua hanya relevan untuk isu-isu HAM internasional.

c)

Keterkaitan sila pertama dan kedua membentuk dasar perilaku masyarakat Indonesia yang menghargai kebebasan beragama dan menjunjung tinggi martabat kemanusiaan.

d)

Sila pertama mengatur kehidupan beragama secara tegas, sedangkan sila kedua hanya sebagai pelengkap yang tidak terlalu relevan di era globalisasi.

e)

Hubungan antara sila pertama dan kedua bersifat situasional, tergantung pada kebijakan pemerintah dan kondisi sosial budaya yang berlaku.

2.

Dalam kehidupan bermasyarakat, sering kali muncul persoalan yang berkaitan dengan keberagaman agama dan perlakuan terhadap sesama manusia. Di sebuah lingkungan RT, terjadi penolakan terhadap pembangunan rumah ibadah oleh kelompok minoritas agama tertentu, meskipun mereka sudah mengikuti prosedur hukum yang berlaku. Tindakan ini memicu perdebatan di masyarakat mengenai toleransi dan hak setiap warga negara. Padahal, Pancasila sebagai ideologi negara dan identitas nasional telah memberikan arah moral melalui sila pertama dan sila kedua. Sila "Ketuhanan Yang Maha Esa" menekankan pentingnya menghormati kebebasan beragama dan meyakini adanya Tuhan secara bertanggung jawab. Sila "Kemanusiaan yang adil dan beradab" mengajarkan agar setiap manusia diperlakukan dengan adil dan manusiawi, tanpa diskriminasi. Penerapan kedua sila ini secara bersamaan menciptakan tatanan masyarakat yang religius, adil, dan saling menghargai, yang sangat dibutuhkan di tengah tantangan global seperti intoleransi, radikalisme, dan krisis kemanusiaan. Berdasarkan wacana di atas, manakah pernyataan yang paling tepat mengenai penerapan keterkaitan antara sila pertama dan sila kedua dalam kehidupan bermasyarakat ...

a)

Penerapan sila pertama dan kedua mendorong masyarakat untuk menghargai perbedaan agama sekaligus memperlakukan setiap orang secara adil dan beradab.

b)

Menolak pembangunan rumah ibadah kelompok minoritas adalah wujud penerapan sila pertama karena mempertahankan keyakinan mayoritas.

c)

Kedua sila tersebut tidak dapat diterapkan secara bersamaan karena memiliki fokus yang berbeda: kepercayaan dan sosial.

d)

Sila pertama lebih menekankan pada ketaatan pribadi terhadap agama, sehingga tidak berkaitan langsung dengan perlakuan terhadap sesama.

e)

Hubungan antara sila pertama dan kedua hanya berlaku dalam konteks lembaga negara, bukan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

3.

Pemerintah daerah mengembangkan kebijakan anggaran berbasis keadilan sosial untuk memastikan setiap lapisan masyarakat mendapat akses pendidikan dan kesehatan yang layak. Kebijakan ini dikawal melalui partisipasi masyarakat dalam musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang), di mana setiap warga, tanpa membedakan suku, agama, maupun status sosial, diberi ruang untuk menyampaikan aspirasinya. Di sisi lain, dalam ranah politik nasional, wakil rakyat yang terpilih melalui pemilu diminta menjaga integritas serta mengedepankan kepentingan rakyat, bukan kepentingan golongan atau individu semata. Kebijakan ini mencerminkan keterkaitan nilai-nilai Pancasila, antara lain Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan, dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Berdasarkan ilustrasi di atas, manakah pernyataan yang paling tepat mengenai keterkaitan antarsila Pancasila dalam aspek politik dan sosial ekonomi ...

a)

Sila kelima dapat berdiri sendiri dalam kebijakan ekonomi, tanpa perlu melibatkan sila-sila lainnya karena fokus pada kesejahteraan rakyat.

b)

Keterkaitan antarsila Pancasila tercermin dalam kebijakan yang mengutamakan keadilan sosial, partisipasi masyarakat, dan integritas wakil rakyat.

c)

Sila ketiga lebih relevan dalam aspek politik, sedangkan sila kelima hanya untuk kebijakan ekonomi.

d)

Hubungan antarsila Pancasila hanya berlaku dalam ranah sosial, tidak dalam politik dan ekonomi.

e)

Sila kedua dan sila kelima tidak dapat diterapkan secara bersamaan karena memiliki fokus yang berbeda.

4.

Di sebuah sekolah negeri yang multikultural, para siswa berasal dari berbagai latar belakang agama, suku, dan budaya. Pihak sekolah menyediakan ruang ibadah yang setara untuk semua agama, mengadakan kegiatan diskusi lintas iman, serta mengajak siswa aktif dalam kegiatan bakti sosial tanpa memandang perbedaan keyakinan. Selain itu, dalam upacara bendera setiap hari Senin, para siswa diajak merenungkan makna Pancasila dan pentingnya menjaga persatuan serta berperan aktif sebagai warga negara. Melalui pendekatan ini, nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan, dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia diterapkan secara nyata dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara. Namun, di era globalisasi, muncul tantangan seperti pengaruh paham ekstrem, disinformasi di media sosial, dan sikap apatis generasi muda terhadap nilai-nilai kebangsaan. Berdasarkan ilustrasi di atas, manakah pernyataan yang paling tepat mengenai keterkaitan antarsila Pancasila dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara?

a)

A. Hanya sila pertama dan ketiga yang relevan dalam kehidupan beragama dan berbangsa, sedangkan sila lainnya lebih cocok diterapkan dalam urusan pemerintahan.

b)

B. Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sekolah mencerminkan keterkaitan antarsila yang membentuk karakter religius, humanis, demokratis, dan adil sebagai identitas nasional Indonesia.

c)

C. Toleransi antarumat beragama cukup dengan menjalankan sila pertama, tanpa perlu melibatkan nilai-nilai dari sila lainnya.

d)

D. Persatuan bangsa hanya dapat dijaga melalui kegiatan formal seperti upacara bendera dan tidak memerlukan keterlibatan nilai-nilai keagamaan.

e)

E. Tantangan global seperti ekstremisme dan disinformasi sebaiknya ditangani dengan pendekatan hukum saja, tanpa melibatkan nilai-nilai Pancasila.

5.

Di sebuah desa, warga mengadakan musyawarah untuk menentukan program pembangunan yang akan didanai oleh anggaran desa. Dalam forum tersebut, semua warga tanpa memandang status sosial, agama, atau latar belakang ekonomi diberi kesempatan yang sama untuk menyampaikan pendapat. Keputusan diambil secara mufakat demi kepentingan bersama, dan hasilnya adalah pembangunan fasilitas umum yang dapat digunakan oleh semua warga, termasuk penyandang disabilitas. Selama proses berlangsung, semua peserta saling menghargai, tidak memaksakan kehendak, dan tetap menjaga persatuan di tengah perbedaan. Situasi ini mencerminkan penerapan nilai-nilai Pancasila yang saling berkaitan, mulai dari penghormatan terhadap sesama manusia, pengambilan keputusan secara demokratis, pengakuan terhadap keberagaman, hingga upaya menciptakan keadilan sosial. Berdasarkan ilustrasi di atas, manakah pernyataan yang paling tepat mengenai hubungan antarsila Pancasila dalam kegiatan demokrasi di Masyarakat …

a)

Kegiatan musyawarah cukup mencerminkan sila keempat dan tidak perlu dikaitkan dengan sila lainnya karena bersifat prosedural.

b)

Keadilan sosial dalam hasil musyawarah tidak perlu diprioritaskan selama keputusan diambil melalui voting mayoritas.

c)

Kegiatan musyawarah warga mencerminkan keterkaitan antarsila karena menunjukkan penghargaan terhadap manusia, pengambilan keputusan bersama, dan keadilan bagi seluruh masyarakat.

d)

Sila pertama tidak berkaitan dengan musyawarah warga karena tidak ada unsur ibadah di dalamnya.

e)

Musyawarah hanya mencerminkan budaya lokal, bukan penerapan ideologi nasional seperti Pancasila.

6.

Di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk, nilai-nilai sosial seperti toleransi, gotong royong, dan kepekaan terhadap sesama menjadi kunci terciptanya kehidupan yang harmonis. Misalnya, saat terjadi bencana alam di suatu daerah, masyarakat dari berbagai latar belakang agama, suku, dan status sosial saling bahu-membahu memberikan bantuan tanpa memandang perbedaan. Sikap tolong-menolong ini mencerminkan pengamalan sila Kemanusiaan yang adil dan beradab, dan semangat kebersamaan yang mencerminkan Persatuan Indonesia. Dalam pengelolaan bantuan, masyarakat juga bermusyawarah untuk menentukan prioritas penyaluran secara adil, dengan tujuan akhir menciptakan keadilan bagi semua korban. Semua tindakan tersebut berakar dari kesadaran dan rasa tanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa, sebagai nilai moral dan spiritual bangsa. Berdasarkan ilustrasi di atas, manakah pernyataan yang paling tepat mengenai penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat?

a)

Nilai-nilai Pancasila hanya relevan diterapkan dalam situasi formal seperti upacara bendera dan musyawarah desa.

b)

Sikap gotong royong dan toleransi cukup mencerminkan sila kedua tanpa perlu melibatkan sila lainnya.

c)

Pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat mencerminkan keterkaitan antarsila yang saling mendukung terciptanya harmoni, keadilan, dan persatuan.

d)

Musyawarah dalam penyaluran bantuan hanya mencerminkan sila keempat dan tidak berkaitan dengan nilai-nilai lain.

e)

Tindakan membantu korban bencana tidak perlu didasari nilai moral dan spiritual bangsa.

7.

Berdasarkan wacana di atas, manakah pernyataan yang paling tepat mengenai keterkaitan antarsila Pancasila dalam aspek sosial ...

a)

Tindakan sosial seperti gotong royong cukup mencerminkan sila kedua, tanpa harus dikaitkan dengan sila lainnya.

b)

Kehidupan sosial hanya berkaitan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan, sehingga sila pertama dan ketiga tidak memiliki peran yang signifikan.

c)

Pancasila hanya dapat diterapkan secara utuh dalam kehidupan politik dan pemerintahan, bukan dalam kehidupan sosial masyarakat.

d)

Dalam kehidupan sosial, hanya sila ketiga yang paling relevan karena berkaitan langsung dengan persatuan dan kesatuan bangsa.

e)

Penerapan nilai-nilai sosial seperti tolong-menolong, musyawarah, dan keadilan mencerminkan hubungan antarsila yang membentuk identitas nasional dan memperkuat ideologi negara.

8.

Berdasarkan wacana di atas, manakah pernyataan yang paling tepat mengenai keterkaitan sila-sila Pancasila dalam kegiatan gotong royong di Masyarakat ...

a)

Gotong royong hanya mencerminkan sila kelima karena bertujuan untuk kesejahteraan bersama.

b)

Musyawarah dalam pembagian tugas cukup mewakili sila keempat tanpa keterkaitan dengan sila lainnya.

c)

Sila pertama tidak relevan dalam kegiatan gotong royong karena tidak berhubungan langsung dengan kegiatan keagamaan.

d)

Kegiatan gotong royong menunjukkan keterkaitan antarsila karena melibatkan nilai kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial yang berlandaskan pada keimanan.

e)

Nilai gotong royong merupakan warisan budaya, bukan bagian dari penerapan ideologi Pancasila sebagai dasar negara.

9.

Berdasarkan wacana di atas, pernyataan manakah yang paling tepat menggambarkan penerapan makna sila ketiga dan keterkaitannya dengan sila-sila lainnya ...

a)

Persatuan hanya dapat diwujudkan jika semua warga memiliki latar belakang budaya dan agama yang sama.

b)

Penerapan sila ketiga dalam kehidupan bermasyarakat memperkuat persaudaraan dalam keberagaman dan berkaitan erat dengan nilai kemanusiaan, keadilan, dan keimanan.

c)

Makna persatuan dalam sila ketiga berdiri sendiri dan tidak bergantung pada penerapan sila lainnya.

d)

Sila ketiga hanya berlaku dalam konteks kenegaraan, bukan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

e)

Persatuan hanya bisa terwujud jika keputusan selalu diambil oleh mayoritas tanpa mempertimbangkan musyawarah.

10.

Nilai-nilai Pancasila yang tercermin dalam kegiatan tersebut adalah...

a)

Gotong royong dan persatuan

b)

Individualisme dan persaingan

c)

Kepentingan pribadi di atas segalanya

d)

Ketidakpedulian terhadap sesama

11.

Setelah proses debat, seluruh siswa diberi hak untuk memilih secara langsung dan hasilnya dihitung secara transparan. Meskipun beberapa pendukung calon yang kalah sempat kecewa, mereka tetap menghormati hasil keputusan bersama dan mendukung program kerja ketua OSIS terpilih. Proses tersebut mencerminkan pengalaman sila keempat, yaitu pengambilan keputusan melalui musyawarah, penghormatan terhadap perbedaan pendapat, keterlibatan aktif masyarakat (dalam hal ini siswa), dan semangat menjunjung nilai kebijaksanaan serta tanggung jawab kolektif. Nilai-nilai ini juga mencerminkan keterkaitan dengan sila lainnya, seperti penghargaan terhadap hak asasi manusia (sila ke-2), persatuan (sila ke-3), serta keadilan dalam hasil keputusan (sila ke-5). Semangat ini sangat penting di tengah tantangan global seperti krisis demokrasi, penyebaran informasi palsu, dan apatisme warga terhadap proses partisipatif. Berdasarkan wacana tersebut, manakah pernyataan yang paling tepat menggambarkan ciri-ciri makna sila keempat serta keterkaitannya dengan sila lainnya dalam kehidupan sehari-hari …

a)

Sila keempat cukup diwujudkan melalui pemungutan suara mayoritas, tanpa perlu menghargai perbedaan pendapat.

b)

Pemilihan ketua OSIS mencerminkan nilai demokrasi Pancasila, di mana musyawarah dan penghormatan terhadap hasil keputusan menjadi bagian penting dalam membangun persatuan dan keadilan.

c)

Keterlibatan siswa dalam pemilu hanya bersifat simbolis dan tidak menggambarkan penerapan nilai Pancasila yang sesungguhnya.

d)

Sikap kecewa terhadap hasil keputusan menunjukkan bahwa demokrasi tidak dapat dijalankan secara adil di lingkungan sekolah.

e)

Sila keempat tidak berkaitan langsung dengan nilai kemanusiaan, karena fokusnya hanya pada pengambilan keputusan formal.

12.

Di sebuah rumah susun yang dihuni oleh warga dari berbagai latar belakang, seorang petugas kebersihan mengalami kecelakaan kerja dan harus dirawat di rumah sakit. Mengetahui hal tersebut, warga secara sukarela menggalang dana untuk membantu biaya pengobatan, serta bergantian membantu tugas kebersihan sementara waktu. Tindakan ini dilakukan bukan karena kewajiban, melainkan karena rasa empati, solidaritas, dan kesadaran bahwa setiap manusia memiliki hak untuk diperlakukan secara adil dan bermartabat, apa pun status sosial atau pekerjaannya. Penerapan nilai sila kedua Pancasila tampak jelas dalam peristiwa tersebut, yaitu penghormatan terhadap harkat dan martabat manusia, sikap adil, dan perilaku beradab. Sikap tersebut juga menunjukkan keterkaitan dengan sila lain, seperti sila pertama (sebagai wujud nilai-nilai kemanusiaan yang berakar pada keimanan), sila ketiga (menjaga persatuan sosial), sila keempat (musyawarah warga dalam menentukan bantuan), dan sila kelima (pembagian bantuan secara adil). Namun, di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi, sikap saling peduli seperti ini semakin terancam oleh meningkatnya individualisme, diskriminasi sosial, dan berita bohong yang memecah belah masyarakat. Berdasarkan wacana tersebut, manakah pernyataan yang paling tepat dalam menggambarkan makna sila kedua dan keterkaitannya dengan sila-sila Pancasila lainnya …

a)

A. Tindakan warga membantu petugas kebersihan adalah bentuk belas kasihan semata dan tidak berkaitan dengan nilai-nilai ideologis negara.

b)

B. Makna sila kedua hanya berlaku dalam konteks hukum dan tidak relevan dalam kehidupan bermasyarakat secara langsung.

c)

C. Penerapan sila kedua tercermin dalam sikap empati dan keadilan terhadap sesama, yang juga mencerminkan keterkaitan dengan sila pertama, ketiga, keempat, dan kelima.

d)

D. Kemanusiaan yang adil dan beradab cukup diwujudkan dengan tidak menyakiti orang lain secara fisik.

e)

E. Masyarakat seharusnya menyerahkan tanggung jawab sosial seperti itu sepenuhnya kepada pemerintah, bukan menjadi tanggung jawab warga.

13.

Di sebuah sekolah menengah, para siswa berasal dari berbagai latar belakang agama. Saat tiba waktu ibadah masing-masing, pihak sekolah memberikan kebebasan kepada siswa untuk menjalankan kewajiban agamanya sesuai keyakinan masing-masing tanpa paksaan. Selain itu, dalam pelaksanaan upacara bendera, doa dibacakan secara bergilir sesuai agama peserta upacara, dengan tetap menjaga suasana khidmat dan saling menghargai. Tidak hanya itu, saat merayakan hari besar keagamaan, siswa-siswa lain turut membantu menjaga ketertiban dan menunjukkan rasa hormat terhadap kegiatan tersebut, meskipun berbeda keyakinan. Dalam keseharian, para siswa juga menghindari sikap saling mencela atau menjelekkan agama lain, dan justru saling bekerja sama dalam kegiatan sosial. Tindakan-tindakan tersebut menunjukkan bentuk nyata pengalaman sila pertama Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, yang mencakup penghormatan terhadap kebebasan beragama, toleransi, dan menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual dalam hidup bermasyarakat. Sikap ini juga terkait erat dengan sila-sila lain, seperti kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan keadilan sosial. Namun, dalam era globalisasi, nilai-nilai ini menghadapi tantangan besar seperti munculnya sikap intoleransi, fanatisme sempit, hingga penyebaran ujaran kebencian di media sosial yang mengancam kerukunan antarumt umat beragama. Berdasarkan wacana tersebut, manakah pernyataan yang paling tepat dalam menggambarkan makna sila pertama dan keterkaitannya dengan sila-sila Pancasila lainnya …

a)

Kebebasan beragama hanya berlaku di lingkungan sekolah dan tidak relevan dalam kehidupan bermasyarakat.

b)

Sikap toleransi dan penghormatan terhadap perbedaan agama mencerminkan makna sila pertama, serta keterkaitannya dengan sila kedua, ketiga, dan kelima.

c)

Penghormatan terhadap kebebasan beragama cukup diwujudkan dengan tidak menyakiti orang lain secara fisik.

d)

Sila pertama tidak berkaitan dengan nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.

e)

Sikap intoleransi dan fanatisme sempit merupakan wujud penerapan sila pertama dalam kehidupan sehari-hari.

14.

Berdasarkan wacana tersebut, manakah pernyataan yang paling tepat dalam menggambarkan bentuk tindakan dari makna sila pertama serta keterkaitannya dengan sila lainnya?

a)

Penerapan sila pertama terlihat dalam sikap toleransi antartumat beragama, yang memperkuat persatuan, menjunjung nilai kemanusiaan, dan mewujudkan keadilan sosial.

b)

Menjalankan ibadah adalah urusan pribadi yang tidak berkaitan dengan kehidupan bermasyarakat.

c)

Menghargai perbedaan agama cukup ditunjukkan dengan tidak ikut merayakan hari besar agama lain.

d)

Sila pertama hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, tidak memiliki keterkaitan dengan sila lainnya.

e)

Toleransi beragama sebaiknya dibatasi agar tidak menimbulkan pencampuradukan ajaran kepercayaan.

15.

Berdasarkan wacana tersebut, manakah pernyataan yang paling tepat menggambarkan sikap sesuai sila kelima dan keterkaitannya dengan sila-sila lainnya?

a)

Keadilan sosial cukup diwujudkan dengan memberikan bantuan secara merata kepada semua warga tanpa mempertimbangkan kebutuhan.

b)

Sikap adil yang memperhatikan kebutuhan masyarakat kecil mencerminkan makna sila kelima, yang juga berhubungan dengan nilai kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keimanan.

c)

Pembagian alat pertanian hanya mencerminkan sikap gotong royong doang tidak berkaitan dengan nilai-nilai ideologi Pancasila.

d)

Sila kelima hanya berlaku dalam program-program pemerintah pusat, bukan pada keputusan tingkat desa.

e)

Keadilan sosial dapat dicapai jika warga tidak lagi bergantung pada bantuan pemerintah.

16.

Berdasarkan wacana tersebut, manakah pernyataan yang paling tepat mengenai faktor-faktor yang mendorong penerapan sila pertama dan keterkaitannya dengan sila-sila lainnya?

a)

Penerapan sila pertama cukup dilakukan melalui ritual ibadah pribadi tanpa keterlibatan masyarakat atau negara.

b)

Faktor utama penerapan sila pertama adalah pembatasan informasi keagamaan agar tidak menimbulkan perbedaan pendapat.

c)

Sila pertama hanya mengatur hubungan individu dengan Tuhan dan tidak berpengaruh pada kehidupan sosial.

d)

Fanatisme agama harus ditegakkan demi menjaga kemurnian nilai Ketuhanan Yang Maha Esa.

e)

Penerapan sila pertama didukung oleh pendidikan, lingkungan, dan kebijakan negara yang toleran, serta berkaitan erat dengan nilai kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial.

17.

Di sebuah sekolah yang memiliki siswa dari berbagai suku, agama, dan latar belakang budaya, kepala sekolah menginisiasi berbagai kegiatan yang bertujuan mempererat persatuan antar siswa. Misalnya, diadakan kegiatan kerja bakti bersama untuk membersihkan lingkungan sekolah, lomba seni budaya dari berbagai daerah yang diikuti semua siswa, serta forum diskusi terbuka mengenai pentingnya toleransi dan menghargai perbedaan. Berdasarkan ilustrasi tersebut, manakah pernyataan yang paling tepat menggambarkan hubungan upaya memperkuat persatuan dengan rumusan dan keterkaitan sila-sila dalam Pancasila ...

a)

Kegiatan kerja bakti dan lomba seni budaya hanya sekadar kegiatan sosial tanpa keterkaitan dengan nilai-nilai Pancasila.

b)

Memperkuat persatuan di sekolah tidak memerlukan penanaman nilai Pancasila karena sudah cukup dengan peraturan sekolah.

c)

Nilai persatuan hanya terkait dengan sila ketiga, sementara sila lain tidak berperan dalam memperkuat kebersamaan.

d)

Upaya memperkuat persatuan melalui gotong royong, penghargaan terhadap keberagaman, dan keadilan sosial mencerminkan penerapan sila ketiga, kedua, pertama, dan kelima dalam Pancasila.

18.

Selain itu, guru-guru selalu menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran sehari-hari, seperti mengajarkan tentang gotong royong (sila ke-3), keadilan sosial (sila ke-5), dan sikap menghormati perbedaan (sila ke-2 dan ke-1). Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan dapat menjaga persatuan, menguatkan identitas nasional, dan mampu menghadapi tantangan global seperti sikap intoleransi dan segregasi sosial. Berdasarkan ilustrasi tersebut, manakah pernyataan yang paling tepat menggambarkan hubungan upaya memperkuat persatuan dengan rumusan dan keterkaitan sila-sila dalam Pancasila ...

a)

Kegiatan kerja bakti dan lomba seni budaya hanya sekadar kegiatan sosial tanpa keterkaitan dengan nilai-nilai Pancasila.

b)

Memperkuat persatuan di sekolah tidak memerlukan penanaman nilai Pancasila karena sudah cukup dengan peraturan sekolah.

c)

Nilai persatuan hanya terkait dengan sila ketiga, sementara sila lain tidak berperan dalam memperkuat kebersamaan.

d)

Upaya memperkuat persatuan melalui gotong royong, penghargaan terhadap keberagaman, dan keadilan sosial mencerminkan penerapan sila ketiga, kedua, pertama, dan kelima dalam Pancasila.

19.

Berdasarkan wacana di atas, manakah pernyataan yang paling tepat menggambarkan keterkaitan nilai-nilai dalam Pancasila serta kedudukan Pancasila sebagai ideologi negara ...

a)

Kelima sila Pancasila berdiri sendiri tanpa saling terkait sehingga dapat diterapkan secara terpisah.

b)

Pancasila hanya berfungsi sebagai dasar hukum negara tanpa pengaruh dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat.

c)

Nilai-nilai dalam Pancasila saling melengkapi sebagai landasan moral, sosial, politik, dan ekonomi yang membentuk identitas nasional dan menghadapi tantangan global.

d)

Pancasila sebagai ideologi negara bersifat statis dan tidak perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman.

e)

Penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, bukan masyarakat luas.

20.

Sekelompok mahasiswa yang berasal dari berbagai suku dan agama di Indonesia berinisiatif membentuk gerakan "Bhinneka Bersih", sebuah program gotong royong membersihkan area wisata yang kotor. Dalam kegiatan tersebut, mereka juga menyelenggarakan pertunjukan tari daerah secara spontan di hadapan wisatawan mancanegara, menekankan kerukunan dan citra positif bangsa. Tindakan ini merupakan pengejawantahan dari Sila Ketiga Pancasila. Berdasarkan wacana di atas, rumusan yang paling tepat mendeskripsikan keterkaitan antara Sila Ketiga, kedudukan Pancasila sebagai Ideologi Negara, Identitas Nasional, serta peluang global yang terkandung dalam tindakan tersebut adalah ...

a)

Keterkaitan sila-sila terwujud karena aksi ini harus didahului musyawarah (Sila Keempat), sedangkan Identitas Nasional hanya bersifat lokal, dan tindakan tersebut lebih menggambarkan tantangan globalisasi berupa westernisasi daripada peluang promosi budaya.

b)

Sila Ketiga menjadi payung persatuan yang menegaskan Pancasila sebagai Identitas Nasional (gotong royong lintas suku/agama) dan Ideologi Negara (nilai kerukunan), sekaligus memanfaatkan peluang global untuk mempromosikan kebudayaan dan citra positif Indonesia.

21.

Di sebuah sekolah, terdapat seorang siswa yang mengalami disabilitas. Ia sering kali merasa kesulitan mengikuti pelajaran karena keterbatasan fisiknya. Melihat kondisi tersebut, teman-temannya bersama guru membuat inisiatif untuk membuat kelompok belajar khusus yang membantunya memahami materi pelajaran. Mereka juga membuat jadwal bergilir untuk mendampingi siswa tersebut saat kegiatan sekolah, tanpa ada paksaan dan dengan penuh kesadaran bahwa setiap orang berhak untuk dibantu dan diperlakukan dengan adil. Tindakan dalam wacana tersebut paling tepat mencerminkan pengalaman sila ke-2 Pancasila. Hal ini menunjukkan bahwa…

a)

Setiap warga negara wajib menjunjung tinggi musyawarah untuk mencapai mufakat demi kepentingan bersama.

b)

Perilaku saling tolong-menolong harus didasarkan pada semangat kekeluargaan dan persatuan nasional.

c)

Kemanusiaan yang adil dan beradab diwujudkan melalui sikap empati, kepedulian, dan penghormatan terhadap sesama manusia.

d)

Pancasila sebagai ideologi terbuka harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

e)

Toleransi antumat beragama menjadi fondasi penting dalam menjaga kerukunan nasional.

22.

Di sebuah lingkungan permukiman di kota besar, masyarakatnya terdiri atas beragam latar belakang agama dan kepercayaan. Untuk menjaga keharmonisan, warga sepakat membuat jadwal penggunaan balai warga agar semua kelompok keagamaan bisa menggunakannya secara bergantian untuk kegiatan keagamaan. Ketika perayaan hari besar agama tertentu, warga yang berbeda keyakinan turut membantu menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan tanpa mempersoalkan perbedaan keyakinan. Semua warga merasa nyaman dan saling menghargai dalam keberagaman. Wacana tersebut mencerminkan pengalaman sila pertama Pancasila, yang menunjukkan bahwa …

a)

Setiap warga negara harus mengutamakan persatuan dengan menghilangkan identitas keagamaannya demi keharmonisan.

b)

Toleransi antumat beragama merupakan bentuk penghormatan terhadap hak dasar setiap manusia dalam beribadah sesuai keyakinannya.

c)

Perbedaan agama dan kepercayaan harus diminimalisasi agar tidak menimbulkan konflik dalam masyarakat majemuk.

d)

Kehidupan beragama hanya menjadi urusan pribadi dan tidak perlu diakomodasi dalam kehidupan sosial bermasyarakat.

e)

Sikap saling membantu antumat beragama menunjukkan pentingnya keadilan sosial dalam kehidupan bersama.

23.

Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, warga dari berbagai suku dan latar belakang budaya di sebuah desa mengadakan pentas seni budaya bersama. Kegiatan ini menampilkan tarian tradisional, musik daerah, dan makanan khas dari berbagai daerah di Indonesia. Meskipun berbeda latar belakang, warga bekerja sama dengan penuh semangat, saling menghormati perbedaan budaya, dan menjaga keharmonisan dalam kegiatan tersebut. Acara ini sekaligus menjadi sarana mempererat persatuan dan menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya bangsa. Tindakan warga dalam wacana tersebut mencerminkan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam aspek sosial budaya, terutama karena …

a)

Masyarakat menampilkan budaya masing-masing sebagai bentuk persaingan yang sehat antar suku bangsa.

b)

Kegiatan budaya hanya ditujukan untuk hiburan tanpa ada nilai persatuan dan kesadaran kebangsaan.

c)

Perbedaan budaya harus ditekan agar tercipta keseragaman sosial dalam masyarakat.

d)

Gotong royong dan penghargaan terhadap keberagaman budaya mencerminkan nilai-nilai Pancasila seperti persatuan, keadilan, dan kemanusiaan.

e)

Pengutamaan budaya lokal di atas budaya lain menunjukkan rasa cinta terhadap daerah asal masing-masing.

24.

Di sebuah sekolah inklusif, terdapat siswa dari berbagai latar belakang ekonomi, sosial, dan kemampuan fisik. Meskipun begitu, seluruh siswa diajarkan untuk saling menghargai dan membantu satu sama lain. Ketika ada seorang teman tuna daksa kesulitan menaiki tangga, teman-teman lainnya secara spontan membantunya tanpa merasa lebih unggul. Guru juga selalu menanamkan pentingnya menghargai hak asasi setiap orang dan menumbuhkan sikap empati serta toleransi dalam keseharian. Ilustrasi tersebut mencerminkan pengalaman sila kedua Pancasila, karena …

a)

Sekolah menerapkan kebijakan keseragaman agar semua siswa memiliki kemampuan dan latar belakang yang sama.

b)

Semua siswa wajib membantu temannya karena itu merupakan perintah dari guru dan kepala sekolah.

c)

Tindakan siswa dan guru menunjukkan sikap kemanusiaan yang adil dan beradab, menghargai martabat dan hak setiap individu.

d)

Tindakan siswa menunjukkan bahwa pendidikan harus diarahkan pada prestasi akademik, bukan karakter.

e)

Bantuan yang diberikan kepada teman disabilitas adalah bentuk belas kasihan, bukan kewajiban moral.

25.

Rizky adalah seorang pelajar Indonesia yang sedang mengikuti program pertukaran pelajar di luar negeri. Di tengah perbedaan budaya, gaya hidup, dan pandangan, Rizky tetap menunjukkan sikap terbuka, toleran, dan santun terhadap orang-orang di sekitarnya. Ia juga aktif memperkenalkan budaya Indonesia melalui diskusi, pertunjukan seni, dan makanan tradisional. Dalam setiap interaksi, Rizky berusaha menjunjung tinggi nilai kejujuran, keadilan, empati, serta menjaga nama baik Indonesia sebagai bangsa yang beradab dan menjunjung nilai-nilai luhur. Dari wacana tersebut, dapat disimpulkan bahwa Rizky telah memahami arti Pancasila dalam tindakan, karena …

a)

Ia menunjukkan bahwa identitas nasional hanya dapat dijaga melalui pakaian dan bahasa daerah.

b)

Ia menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan global, seperti kemanusiaan, keadilan, dan persatuan bangsa.

c)

Ia memaksakan budaya Indonesia sebagai yang paling unggul dibanding budaya lain.

d)

Ia menjaga hubungan baik karena ingin mendapatkan beasiswa dari negara lain.

e)

Ia menghindari perbedaan dengan cara menarik diri dari lingkungan asing.

26.

Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi, banyak negara menghadapi tantangan identitas nasional yang mulai memudar. Namun, Indonesia tetap memiliki fondasi ideologis yang kuat melalui Pancasila. Pancasila tidak bersifat kaku, melainkan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Ia terbuka terhadap perubahan, tetapi tetap menjaga nilai-nilai dasar bangsa. Selain itu, Pancasila mengandung nilai-nilai yang bersumber dari budaya dan pandangan hidup masyarakat Indonesia, sehingga mencerminkan kepribadian bangsa sendiri. Berdasarkan wacana di atas, dapat disimpulkan bahwa Pancasila memiliki ciri-ciri sebagai ideologi yang …

a)

Kaku dan tertutup terhadap perubahan sosial dan global.

b)

Berasal dari luar negeri yang disesuaikan dengan budaya Indonesia.

c)

Mengutamakan kepentingan ideologi politik tertentu dibandingkan nilai-nilai budaya bangsa.

d)

Terbuka, dinamis, dan menggambarkan kepribadian serta jati diri bangsa Indonesia.

e)

Netral dari segala nilai sehingga mudah diterima oleh semua bangsa.

27.

Pancasila sebagai ideologi negara tidak hanya menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan, tetapi juga menjadi panduan dalam kehidupan bermasyarakat. Ideologi ini bersumber dari nilai-nilai luhur budaya bangsa Indonesia.

a)

Nilai-nilai luhur budaya bangsa Indonesia yang tercermin dalam Pancasila adalah gotong royong, toleransi, dan keadilan sosial.

b)

Nilai-nilai luhur budaya bangsa Indonesia yang tercermin dalam Pancasila adalah individualisme, diskriminasi, dan ketidakadilan.

c)

Nilai-nilai luhur budaya bangsa Indonesia yang tercermin dalam Pancasila adalah egoisme, intoleransi, dan keserakahan.

d)

Nilai-nilai luhur budaya bangsa Indonesia yang tercermin dalam Pancasila adalah materialisme, permusuhan, dan penindasan.

28.

Berbeda dengan ideologi tertutup yang memaksakan kehendak dan tidak memberi ruang pada keberagaman, Pancasila bersifat terbuka dan dinamis. Pancasila dapat berkembang seiring zaman tanpa kehilangan nilai dasarnya. Dalam konteks globalisasi, Pancasila berfungsi sebagai filter terhadap masuknya nilai-nilai asing yang bertentangan dengan kepribadian bangsa. Berdasarkan wacana tersebut, yang mencerminkan pengertian Pancasila sebagai ideologi negara adalah:

a)

Pancasila bersifat tertutup sehingga mampu menjaga keaslian budaya lokal dari pengaruh luar.

b)

Pancasila mengatur seluruh aspek kehidupan masyarakat secara rinci dan kaku.

c)

Pancasila memberikan arah dan dasar nilai dalam kehidupan berbangsa tanpa menolak perkembangan zaman.

d)

Pancasila hanya digunakan dalam konteks politik dan pemerintahan, bukan kehidupan masyarakat.

e)

Pancasila lebih menekankan pada kekuasaan negara daripada nilai kemanusiaan dan kebersamaan.

29.

Pancasila menjadi ideologi negara Indonesia karena memiliki nilai-nilai dasar yang berasal dari pandangan hidup bangsa sendiri. Nilai-nilai tersebut mengandung prinsip ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial yang disepakati bersama sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu, Pancasila bersifat terbuka dan fleksibel sehingga dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan identitas nasional. Dengan kedudukan ini, Pancasila mampu menjadi pedoman moral sekaligus alat pemersatu di tengah keragaman budaya dan tantangan globalisasi. Berdasarkan wacana tersebut, alasan yang paling tepat mendasari kedudukan Pancasila sebagai ideologi negara adalah…

a)

Pancasila adalah dokumen resmi yang diakui oleh organisasi internasional sebagai ideologi terbaik.

b)

Pancasila mengandung nilai-nilai luhur bangsa yang menjadi pedoman bersama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

c)

Pancasila mengutamakan kepentingan politik penguasa agar tetap berkuasa.

d)

Pancasila bersifat statis dan tidak boleh berubah agar tidak kehilangan keasliannya.

e)

Pancasila hanya digunakan untuk kepentingan seremonial dan simbol negara semata.

30.

Pancasila sebagai ideologi negara memiliki peran penting dalam mengarahkan tujuan dan nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun, Pancasila seringkali dianggap kurang memiliki dasar filosofis yang kuat dibandingkan ideologi lain. Berikut ini merupakan kelemahan Pancasila sebagai ideologi negara yaitu …

a)

Keterbatasan dalam memberikan solusi terhadap masalah sosial yang kompleks.

b)

Pancasila mampu menjawab semua tantangan global.

c)

Kesederhanaan Pancasila membuatnya mudah dipahami oleh semua orang.

d)

Pancasila tidak memiliki nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

e)

Pancasila selalu diterima tanpa pertentangan di masyarakat.

31.

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, penegakan hukum yang adil menjadi salah satu wujud nyata penerapan nilai-nilai Pancasila. Pemerintah berupaya membentuk lembaga hukum yang transparan dan akuntabel agar setiap kasus pelanggaran hak asasi manusia dapat ditangani secara adil tanpa diskriminasi. Upaya ini menunjukkan bahwa Pancasila tidak hanya menjadi pedoman berpikir, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata untuk menjamin keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Membentuk lembaga hukum yang transparan dan akuntabel dalam menangani kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan Pancasila sebagai ideologi negara mengandung nilai …

a)

Nilai Praksis.

b)

Nilai Keagamaan.

c)

Nilai Dasar.

d)

Nilai Instrumental.

e)

Nilai Lingkungan.

32.

Dalam sebuah lembaga pendidikan, penerimaan siswa baru dilakukan dengan cara diskriminatif berdasarkan latar belakang ekonomi. Dalam konteks penerapan nilai praksis Pancasila, hal tersebut menunjukkan bahwa …

a)

Tindakan ini mencerminkan prinsip keadilan sosial yang terkandung dalam Pancasila.

b)

Tindakan ini sejalan dengan semangat musyawarah untuk mufakat dalam pengambilan keputusan.

c)

Tindakan ini melanggar prinsip persatuan dan kesatuan di antara siswa dari berbagai latar belakang.

d)

Tindakan ini adalah langkah yang tepat untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

e)

Tindakan ini memberikan kesempatan yang sama bagi semua siswa untuk mendapatkan pendidikan.

33.

Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia memerlukan dasar hukum tertulis sebagai pedoman dalam penyelenggaraan pemerintahan negara. Untuk itu, para pendiri bangsa segera menyusun sebuah konstitusi yang menjadi landasan dalam mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara. Konstitusi ini disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dan menjadi pedoman utama bagi pemerintahan Indonesia yang baru merdeka. Konstitusi pertama Indonesia…

a)

UUD 1945.

b)

UUD RIS.

c)

Deklarasi Independen.

d)

Piagam Jakarta.

e)

UUDS 1950.

34.

Dalam proses perumusan dasar negara dan penyusunan Undang-Undang Dasar 1945, para tokoh pendiri bangsa menyampaikan berbagai gagasan dan pandangan tentang asas yang akan menjadi pedoman kehidupan bernegara. Salah satu tokoh yang berperan penting adalah anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang mengusulkan asas peri kerakyatan sebagai dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan. Gagasan ini menekankan pentingnya kedaulatan rakyat dalam menentukan arah dan kebijakan negara. Tokoh yang mengusulkan asas peri kerakyatan dalam penyusunan UUD 1945 …

a)

Ir. Sukarno.

b)

Mohammad Hatta.

c)

Muhammad Yamin.

d)

Ki Hadjar Dewantara.

e)

Mr. Soepomo.

35.

Bagaimana Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI Tahun 1945) menjamin kebebasan berdemokrasi di Indonesia…

a)

Tidak secara spesifik.

b)

Melalui pasal-pasal seluruhnya.

c)

Melalui Pasal 28 UUD NRI Tahun 1945.

d)

Melalui Pasal 28 A dan B UUD NRI Tahun 1945.

e)

Melalui Alinea keempat Pembukaan UUD 1945.

36.

Berapa banyak pasal dalam Batang Tubuh Konstitusi UUD 1945

a)

36 pasal.

b)

37 pasal.

c)

38 pasal.

d)

71 butir ketentuan.

e)

Lebih dari 100 pasal.

37.

Dalam kehidupan bermasyarakat maupun berorganisasi, perbedaan pendapat adalah hal yang wajar terjadi, terutama dalam forum rapat atau musyawarah. Sikap yang tepat dalam menghadapi perbedaan tersebut adalah dengan menghargai setiap pandangan yang muncul dan mencari solusi bersama tanpa memaksakan kehendak. Hal ini mencerminkan semangat demokrasi Pancasila yang menekankan musyawarah untuk mencapai mufakat demi kepentingan bersama. Dalam situasi rapat, jika ada perbedaan pendapat, sikap apa yang sebaiknya diambil untuk menciptakan suasana demokratis…

a)

Memaksakan pendapat mayoritas.

b)

Mengabaikan pendapat yang berbeda.

c)

Mencari titik temu melalui diskusi terbuka.

d)

Menghentikan rapat jika terjadi perdebatan.

e)

Meninggalkan ruang rapat untuk menghindari perdebatan.

38.

Demokrasi di Indonesia terus mengalami perkembangan sejak era reformasi hingga sekarang. Beberapa indikator demokrasi, seperti akuntabilitas pemerintahan, keterbukaan informasi publik, dan rotasi kekuasaan melalui pemilu yang bebas dan adil, telah diterapkan. Namun demikian, masih terdapat berbagai tantangan seperti praktik korupsi, penyalahgunaan wewenang, serta rendahnya partisipasi politik masyarakat di beberapa daerah. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun demokrasi Indonesia telah berjalan, pelaksanaannya masih perlu diperbaiki agar lebih ideal dan berkeadilan. Evaluasilah apakah indikator-indikator demokrasi seperti akuntabilitas dan rotasi kekuasaan sudah terpenuhi di Indonesia saat ini…

a)

Sudah terpenuhi sepenuhnya.

b)

Belum terpenuhi sama sekali.

c)

Tidak relevan dengan kondisi saat ini.

d)

Terpenuhi sebagian, tetapi masih banyak kekurangan.

e)

Belum terpenuhi sebagian, tetapi sudah menunjukkan perbaikan.

39.

Perubahan terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dilakukan pada masa reformasi sebagai upaya untuk menyempurnakan sistem ketatanegaraan. Sebelum perubahan, beberapa pasal dalam UUD 1945 dianggap terlalu umum dan menimbulkan multitafsir, sehingga berpotensi disalahgunakan oleh pihak tertentu. Oleh karena itu, amandemen dilakukan untuk memperjelas pembagian kekuasaan, memperkuat lembaga demokrasi, serta menjamin perlindungan hak asasi manusia bagi seluruh warga negara. Berikut ini, apa yang melatarbelakangi dilakukannya perubahan UUD NRI Tahun 1945 …

a)

UUD NRI Tahun 1945 mengandung pasal-pasal yang multitafsir atau arti ganda.

b)

Perluasan hak istimewa bagi lembaga legislatif dan eksekutif.

c)

Keinginan untuk menghapus lembaga negara yang tidak efektif.

d)

Upaya untuk memperkuat peran Presiden sebagai pemegang kekuasaan mutlak.

e)

Penyesuaian UUD agar sesuai dengan ideologi baru yang diterapkan negara.

40.

Setelah amandemen UUD NRI Tahun 1945 terjadi perubahan penting terkait kedaulatan sebagaimana termuat dalam Pasal 1 ayat 2, yaitu ...

a)

Kedaulatan beralih dari rakyat kepada lembaga eksekutif.

b)

Kedaulatan sepenuhnya diserahkan kepada MPR tanpa batas waktu.

c)

Kedaulatan tidak lagi dilaksanakan oleh MPR melainkan menurut UUD.

d)

Kedaulatan berada di tangan lembaga legislatif sepenuhnya.

e)

Kedaulatan dipegang oleh Presiden dengan otoritas penuh.

41.

Agar tata tertib dalam masyarakat itu tetap terpelihara, maka haruslah kaidah-kaidah hukum itu ditaati. Akan tetapi, tidaklah semua orang mau menaati kaidah-kaidah hukum itu. Agar supaya sesuatu peraturan hidup kemasyarakatan benar-benar dipatuhi dan ditaati sehingga menjadi kaidah hukum, maka peraturan hidup kemasyarakatan itu harus diperlengkapi dengan unsur-unsur hukum. Berikut ini yang termasuk salah satu unsur hukum adalah ....

a)

memiliki sanksi yang tegas

b)

tidak memaksa

c)

dibuat oleh warganegara

d)

hanya mengikat orang-orang tertentu

e)

hukum dibuat untuk formalitas

42.

Dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, setiap individu harus memiliki sikap menghargai hak dan kewajiban diri sendiri maupun orang lain. Sikap ini mencerminkan kesadaran bahwa setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum dan berhak menyampaikan pendapat tanpa merugikan pihak lain. Cara berpikir, bersikap, dan bertindak seperti ini merupakan perwujudan dari nilai-nilai Pancasila, khususnya dalam mengamalkan prinsip demokrasi yang berkeadilan. Cara berpikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain disebut ...

a)

A. Solidaritas

b)

B. Demokrasi

c)

C. Tanggung jawab

d)

D. Demokratis

e)

E. Kesetaraan gender

43.

Demokrasi yang ideal tidak hanya menekankan pada partisipasi rakyat, tetapi juga memastikan bahwa setiap kekuasaan dan kebijakan dijalankan sesuai dengan prinsip supremasi hukum. Dengan demikian, baik pemerintah maupun warga negara wajib tunduk pada aturan hukum yang berlaku. Hal tersebut merupakan salah satu prinsip demokrasi, yaitu .....

a)

Berkadilan sosial

b)

Pengadilan yang merdeka

c)

Kecerdasan

d)

Hak asasi manusia

e)

Rule of law

44.

Sikap apakah yang paling mencerminkan perilaku demokratis dalam situasi tersebut

a)

Menyampaikan pendapat dengan tegas dan memaksa peserta lain untuk setuju dengan pendapat kita.

b)

Mendengarkan dan menghargai pendapat orang lain meskipun berbeda pendapat.

c)

Mengabaikan pendapat orang lain dan fokus pada argumen pribadi.

d)

Menyela pembicaraan orang lain untuk mempercepat diskusi.

e)

Memprovokasi peserta lain agar mengubah pendapatnya.

45.

Di era digital, informasi menyebar dengan sangat cepat. Tindakan paling bijaksana yang dapat dilakukan seseorang saat menghadapi informasi yang belum pasti kebenarannya adalah...

a)

Segera membagikan informasi tersebut ke seluruh kontak, agar mereka juga waspada.

b)

Melakukan verifikasi mendalam dengan mencari sumber-sumber yang kredibel dan relevan.

c)

Menganggap informasi tersebut sebagai kebenaran mutlak dan bertindak sesuai dengan itu.

d)

Meminta pendapat teman-teman di media sosial untuk mendapatkan kepastian.

e)

Tidak mencari informasi tambahan dari berbagai sudut pandang sebelum mengambil keputusan.

46.

Sebagai negara yang menjunjung tinggi hak asasi manusia, Indonesia berupaya memajukan, menghormati, dan menegakkan HAM melalui berbagai kebijakan dan peraturan hukum. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah pembentukan undang-undang khusus yang mengatur hak-hak asasi setiap warga negara agar terlindungi secara hukum dan dapat ditegakkan secara adil. Di antara upaya yang dilakukan negara Indonesia untuk memajukan, menghormati, dan menegakkan hak asasi manusia adalah membentuk peraturan perundang-undangan tentang HAM seperti berikut ...

a)

Undang-Undang Nomor 29 Tahun 19990 tentang Hak Asasi Manusia

b)

Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia

c)

Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia

d)

Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia

e)

Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2009 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia

47.

Agar terciptanya keharmonisan dalam masyarakat, diperlukan upaya-upaya yang dilakukan dalam menegakkan HAM. Berikut ini merupakan Contoh dan perilaku yang tidak mencerminkan upaya penegakan HAM adalah…

a)

Menghormati orang tua dan anggota keluarga lain

b)

Menaati tata tertib sekolah dengan baik

c)

Mengembangkan sikap tenggang rasa

d)

Mengutamakan musyawarah untuk mufakat

e)

Membeda-bedakan perilaku kepada orang yang berbeda budaya

48.

Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut ini !

1) Membiasakan diri untuk berbuat sesuai dengan aturan hukum yang berlaku

2) Membiasakan diri mengadakan perubahan secara damai

3) Membiasakan diri berpendapat untuk kepentingan kelompoknya

4) Selalu menuntut hak dari pada melaksanakan kewajiban

5) Selalu mempertanggung jawabkan hasil keputusan kepada Tuhan YME Dari pernyataan tersebut yang merupakan contoh perilaku yang membangun demokrasi adalah . . . .

a)

1, 2, dan 3

b)

2, 3, dan 4

c)

1, 2, dan 4

d)

1, 2, dan 5

e)

2, 3, dan 5

49.

Perhatikan hal-hal berikut!

1) persamaan bagi seluruh rakyat Indonesia,

2) keseimbangan antara hak dan kewajiban,

3) pelaksanaan kebebasan yang bertanggungjawab secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa,

4) diri sendiri dan orang lain,

5) mewujudkan rasa keadilan sosial,

6) pengambilan keputusan dengan musyawarah mufakat,

7) mengutamakan persatuan nasional dan kekeluargaan,

8) menjunjung tinggi tujuan dan cita – cita nasional.

Yang merupakan prinsip-prinsip demokrasi Pancasila adalah …

a)

A. 1, 2, 3, dan 5

b)

B. 2, 3, 4, dan 6

c)

C. 3, 4, 5 dan 7

d)

D. 2, 3, 4, dan 5

e)

E. 4, 5, 6, dan 7

50.

Dalam menyelesaikan suatu persoalan yang dihadapi pada sebuah negara yang menganut demokrasi pancasila. Yang mesti dilakukan adalah melakukan musyawarah untuk mencapai mufakat sesuai dengan sila ke 4 pancasila. Contoh sikap terhadap putusan musyawarah yang sesuai dengan demokrasi Pancasila adalah…..

a)

Menghormati dan menerimanya dengan ikhlas dan penuh tanggungjawab

b)

Menerima saja karena telah diputuskan oleh pimpinan.

c)

Mengakui dengan senang hati dan tanggung jawab.

d)

Menerima karena sudah menjadi kebiasaan rapat.

e)

Menerima dan menjalankan dengan tanggung jawab.