WorksheetsSAS Ganjil Kelas 7 TP 2025-2026
Total questions: 50
Worksheet time: 2hrs 6mins
Panca Sila Buddhis adalah lima aturan moralitas dasar yang menjadi pedoman bagi umat awam. Sila ini merupakan latihan untuk mengendalikan diri dari perbuatan tidak etis. Contohnya, Sila pertama mengajarkan untuk tidak membunuh atau menyakiti makhluk hidup, yang berarti kita harus mengembangkan rasa cinta kasih dan welas asih terhadap semua makhluk, tidak hanya manusia tetapi juga hewan dan tumbuhan. Dengan menjaga Sila, seseorang akan merasakan kedamaian batin dan menciptakan lingkungan yang lebih harmonis.
Berdasarkan wacana, Panca Sila Buddhis berfungsi sebagai....
Aturan untuk mencapai kesaktian
Pedoman moralitas dasar bagi umat awam
Cara untuk mendapatkan kekayaan
Persyaratan untuk menjadi biksu
Panca Sila Buddhis adalah lima aturan moralitas dasar yang menjadi pedoman bagi umat awam. Sila ini merupakan latihan untuk mengendalikan diri dari perbuatan tidak etis. Contohnya, Sila pertama mengajarkan untuk tidak membunuh atau menyakiti makhluk hidup, yang berarti kita harus mengembangkan rasa cinta kasih dan welas asih terhadap semua makhluk, tidak hanya manusia tetapi juga hewan dan tumbuhan. Dengan menjaga Sila, seseorang akan merasakan kedamaian batin dan menciptakan lingkungan yang lebih harmonis.
Sila pertama dari Panca Sila mendorong umat Buddha untuk mengembangkan kualitas batin berupa....
Ketidaksukaan dan kebencian
Kecemburuan dan iri hati
Cinta kasih (Metta) dan belas kasihan (Karuna)
Kebanggaan dan kesombongan
Panca Sila Buddhis adalah lima aturan moralitas dasar yang menjadi pedoman bagi umat awam. Sila ini merupakan latihan untuk mengendalikan diri dari perbuatan tidak etis. Contohnya, Sila pertama mengajarkan untuk tidak membunuh atau menyakiti makhluk hidup, yang berarti kita harus mengembangkan rasa cinta kasih dan welas asih terhadap semua makhluk, tidak hanya manusia tetapi juga hewan dan tumbuhan. Dengan menjaga Sila, seseorang akan merasakan kedamaian batin dan menciptakan lingkungan yang lebih harmonis.
Manfaat utama dari menerapkan Lima Sila dalam kehidupan sehari-hari, seperti yang dinyatakan dalam teks, adalah....
Menjadi lebih kaya dan terkenal
Mendapatkan banyak teman di media sosial
Menciptakan kedamaian batin dan lingkungan yang harmonis
Melewati ujian dengan nilai sempurna
Metta Bhavana adalah latihan meditasi yang mengembangkan cinta kasih universal, berharap semua makhluk berbahagia. Ketika kita mempraktikkan Metta, kita mengirimkan pikiran positif dan niat baik, dimulai dari diri sendiri, lalu kepada orang-orang terdekat, kemudian kepada orang yang netral, bahkan kepada orang yang sulit kita sukai, dan akhirnya kepada seluruh alam semesta. Ini membantu mengurangi kebencian, ketakutan, dan iri hati dalam diri.
Jenis meditasi yang bertujuan mengembangkan cinta kasih universal adalah....
Anapanasati Bhavana (kesadaran pernapasan)
Samatha Bhavana (meditasi tenang)
Metta Bhavana (kasih sayang)
Vipassana Bhavana (meditasi wawasan)
Metta Bhavana adalah latihan meditasi yang mengembangkan cinta kasih universal, berharap semua makhluk berbahagia. Ketika kita mempraktikkan Metta, kita mengirimkan pikiran positif dan niat baik, dimulai dari diri sendiri, lalu kepada orang-orang terdekat, kemudian kepada orang yang netral, bahkan kepada orang yang sulit kita sukai, dan akhirnya kepada seluruh alam semesta. Ini membantu mengurangi kebencian, ketakutan, dan iri hati dalam diri.
Urutan yang benar berdasarkan wacana dalam mempraktikkan Metta Bhavana, dari yang pertama, adalah mengembangkan cinta kasih kepada....
Kepada mereka yang tidak kita sukai, kemudian kepada diri sendiri, lalu kepada teman
Kepada seluruh alam semesta, kemudian kepada keluarga, lalu kepada diri sendiri
Kepada diri sendiri, kemudian kepada orang-orang terdekat, kemudian kepada orang netral, kemudian kepada mereka yang sulit disukai, kemudian kepada semua makhluk
Kepada teman, kemudian kepada guru, kemudian kepada orang tua
Metta Bhavana adalah latihan meditasi yang mengembangkan cinta kasih universal, berharap semua makhluk berbahagia. Ketika kita mempraktikkan Metta, kita mengirimkan pikiran positif dan niat baik, dimulai dari diri sendiri, lalu kepada orang-orang terdekat, kemudian kepada orang yang netral, bahkan kepada orang yang sulit kita sukai, dan akhirnya kepada seluruh alam semesta. Ini membantu mengurangi kebencian, ketakutan, dan iri hati dalam diri.
Manfaat utama dari rutin mempraktikkan Metta Bhavana bagi seseorang adalah....
Menjadi kebal terhadap penyakit
Mengurangi kebencian, ketakutan, dan kecemburuan
Mendapatkan banyak pengikut di media sosial
Mampu melihat masa depan
Seorang siswa yang melakukan bullying terhadap teman sekelasnya, baik secara fisik maupun verbal, telah melanggar prinsip moral dasar. Dalam ajaran Buddha, tindakan ini melanggar Sila pertama (tidak menyakiti makhluk hidup) dan juga Sila keempat (tidak berbohong/berbicara kasar). Dampak dari bullying sangat buruk, tidak hanya bagi korban yang menderita secara fisik dan mental, tetapi juga bagi pelaku yang menciptakan karma buruk yang akan menghasilkan buah penderitaan di masa depan.
Berdasarkan wacana, tindakan bullying (perundungan) terhadap teman termasuk pelanggaran Sila ke berapa?
Sila kedua (tidak mencuri)
Sila ketiga (tidak melakukan pelanggaran seksual)
Sila pertama (tidak menyakiti makhluk hidup)
Sila kelima (tidak mengonsumsi zat yang memabukkan)
Seorang siswa yang melakukan bullying terhadap teman sekelasnya, baik secara fisik maupun verbal, telah melanggar prinsip moral dasar. Dalam ajaran Buddha, tindakan ini melanggar Sila pertama (tidak menyakiti makhluk hidup) dan juga Sila keempat (tidak berbohong/berbicara kasar). Dampak dari bullying sangat buruk, tidak hanya bagi korban yang menderita secara fisik dan mental, tetapi juga bagi pelaku yang menciptakan karma buruk yang akan menghasilkan buah penderitaan di masa depan.
Selain Sila pertama, bullying yang melibatkan kata-kata kasar atau ejekan juga melanggar Sila keempat yang berkaitan dengan....
Ucapan yang Benar (Samma Vaca)
Tindakan yang Benar (Samma Kammanta)
Penghidupan yang Benar (Samma Ajiva)
Usaha yang Benar (Samma Vayama)
Seorang siswa yang melakukan bullying terhadap teman sekelasnya, baik secara fisik maupun verbal, telah melanggar prinsip moral dasar. Dalam ajaran Buddha, tindakan ini melanggar Sila pertama (tidak menyakiti makhluk hidup) dan juga Sila keempat (tidak berbohong/berbicara kasar). Dampak dari bullying sangat buruk, tidak hanya bagi korban yang menderita secara fisik dan mental, tetapi juga bagi pelaku yang menciptakan karma buruk yang akan menghasilkan buah penderitaan di masa depan.
Berdasarkan wacana diatas, dalam perspektif hukum karma, pelaku bullying akan mengalami....
Ketenaran dan pujian
Keuntungan material yang melimpah
Penderitaan di masa depan sebagai akibat dari karma buruk
Kebahagiaan instan tanpa konsekuensi
Empat Kualitas Luhur (Brahma Vihara) adalah prinsip-prinsip batin yang harus dikembangkan untuk menyayangi diri sendiri dan sesama manusia, bahkan seluruh makhluk. Kualitas tersebut meliputi Metta (cinta kasih), Karuna (welas asih), Mudita (simpati/turut berbahagia), dan Upekkha (keseimbangan batin). Dengan mempraktikkan keempatnya, kita dapat hidup damai dan harmonis, tidak hanya dengan orang lain tetapi juga dengan diri sendiri.
Berdasarkan wacana diatas yang bukan termasuk dalam Empat Kualitas Luhur (Brahma Vihara) adalah....
Metta (cinta kasih)
Dosa (kebencian)
Karuna (belas kasih)
Upekkha (ketenangan)
Empat Kualitas Luhur (Brahma Vihara) adalah prinsip-prinsip batin yang harus dikembangkan untuk menyayangi diri sendiri dan sesama manusia, bahkan seluruh makhluk. Kualitas tersebut meliputi Metta (cinta kasih), Karuna (welas asih), Mudita (simpati/turut berbahagia), dan Upekkha (keseimbangan batin). Dengan mempraktikkan keempatnya, kita dapat hidup damai dan harmonis, tidak hanya dengan orang lain tetapi juga dengan diri sendiri.
Kualitas luhur yang berarti turut berbahagia atas kebahagiaan atau keberhasilan orang lain, tanpa ada sedikit pun rasa iri, adalah....
Metta
Karuna
Mudita
Upekkha
Empat Kualitas Luhur (Brahma Vihara) adalah prinsip-prinsip batin yang harus dikembangkan untuk menyayangi diri sendiri dan sesama manusia, bahkan seluruh makhluk. Kualitas tersebut meliputi Metta (cinta kasih), Karuna (welas asih), Mudita (simpati/turut berbahagia), dan Upekkha (keseimbangan batin). Dengan mempraktikkan keempatnya, kita dapat hidup damai dan harmonis, tidak hanya dengan orang lain tetapi juga dengan diri sendiri.
Mengapa pengembangan Empat Kualitas Luhur (Brahma Vihara) dianggap penting dalam ajaran Buddha?
Supaya seseorang menjadi kaya
Supaya seseorang dapat mengendalikan orang lain
Supaya seseorang dapat hidup dengan damai dan harmonis dengan diri sendiri dan orang lain
Supaya seseorang dapat mencapai kekuatan supernatural
Jalan Mulia Berunsur Delapan adalah intisari dari ajaran Buddha untuk mencapai pembebasan dari penderitaan. Jalan ini dibagi menjadi tiga kelompok besar: Sila (Moralitas), Samadhi (Konsentrasi), dan Panna (Kebijaksanaan). Moralitas yang murni, seperti tidak membunuh, tidak mencuri, dan tidak berbohong, menjadi fondasi penting agar pikiran tidak menyesal dan dapat mencapai konsentrasi yang dalam, yang pada akhirnya akan menumbuhkan kebijaksanaan.
Berdasarkan wacana diatas, tiga kelompok besar dari Jalan Mulia Berunsur Delapan adalah....
Bhikkhu, Dhamma, Sangha
Sila, Samadhi, Panna
Anicca, Dukkha, Anatta
Lobha, Dosa, Moha
Jalan Mulia Berunsur Delapan adalah intisari dari ajaran Buddha untuk mencapai pembebasan dari penderitaan. Jalan ini dibagi menjadi tiga kelompok besar: Sila (Moralitas), Samadhi (Konsentrasi), dan Panna (Kebijaksanaan). Moralitas yang murni, seperti tidak membunuh, tidak mencuri, dan tidak berbohong, menjadi fondasi penting agar pikiran tidak menyesal dan dapat mencapai konsentrasi yang dalam, yang pada akhirnya akan menumbuhkan kebijaksanaan.
Salah satu komponen Jalan Mulia Berunsur Delapan yang termasuk dalam kelompok Sila (Moralitas) adalah....
Pandangan yang Benar
Konsentrasi yang Benar
Tindakan yang Benar
Usaha yang Benar
Jalan Mulia Berunsur Delapan adalah intisari dari ajaran Buddha untuk mencapai pembebasan dari penderitaan. Jalan ini dibagi menjadi tiga kelompok besar: Sila (Moralitas), Samadhi (Konsentrasi), dan Panna (Kebijaksanaan). Moralitas yang murni, seperti tidak membunuh, tidak mencuri, dan tidak berbohong, menjadi fondasi penting agar pikiran tidak menyesal dan dapat mencapai konsentrasi yang dalam, yang pada akhirnya akan menumbuhkan kebijaksanaan.
Mengapa moralitas (Sila) dianggap sebagai fondasi penting dalam Jalan Mulia Berunsur Delapan?
Moralitas menjamin seseorang tidak akan pernah mati
Moralitas membuat seseorang sangat kaya
Moralitas yang murni menghilangkan penyesalan dan membantu mencapai konsentrasi
Moralitas hanya berlaku untuk biksu, bukan pengikut awam
Berapakah jumlah Sila (aturan moralitas) dasar bagi umat Buddha awam yang harus dilatih?
Tiga
Empat
Lima
Delapan
Dalam ajaran Buddha, terdapat Tiga Akar Kejahatan (Lobha, Dosa, Moha). Jika kita menjumlahkan jumlah akar kejahatan ini dengan jumlah Empat Kualitas Luhur (Brahma Vihara), berapakah totalnya?
6
7
8
9
Seorang individu telah berlatih meditasi Metta selama 30 menit setiap hari selama 4 minggu. Berapa total jam mereka telah berlatih Metta Bhavana?
10 jam
12 jam
14 jam
16 jam
Jalan Mulia Berunsur Delapan terdiri dari beberapa faktor. Berapakah jumlah total faktor yang membentuk Jalan Mulia ini?
4
6
8
10
Jika seorang siswa melanggar Sila pertama (tidak membunuh) dan Sila keempat (tidak berbohong) setiap hari, berapakah jumlah pelanggaran Sila yang ia langgar selama satu minggu dari total Panca Sila?
7 pelanggaran
14 pelanggaran
21 pelanggaran
35 pelanggaran
Dalam sebuah kelas terdapat 35 siswa. Jika 4/7 dari siswa tersebut telah memahami pentingnya Panca Sila dan bertekad untuk melatihnya, berapakah jumlah siswa yang belum sepenuhnya memahami atau bertekad melatih Panca Sila?
10 siswa
15 siswa
20 siswa
25 siswa
Buddha membabarkan 4 Kebenaran Mulia. Jika setiap kebenaran memiliki 3 aspek (misalnya, kebenaran tentang Dukkha harus dipahami, ditinggalkan, dan direalisasikan), berapakah total aspek yang harus dipahami dari Empat Kebenaran Mulia?
7
9
12
15
Seorang umat Buddha membaca Pancasila Buddhis sebanyak 2 kali sehari selama satu bulan (30 hari). Berapa total bacaan Pancasila Buddhis yang dilakukan dalam sebulan?
30 kali
60 kali
90 kali
120 kali
Sebuah sekolah sedang mengadakan kegiatan pengumpulan dana untuk membantu anak-anak kurang mampu. Target dana yang ingin dikumpulkan adalah Rp 10.000.000. Jika dana yang sudah terkumpul baru mencapai Rp 6.500.000, berapa persentase kekurangan dana yang masih harus dicari?
30%
35%
40%
45%
Dalam satu hari (24 jam), jika seorang siswa berhasil menjaga Sila-nya dengan baik selama 3/4 dari waktu tersebut, berapa jam ia telah menjaga moralitasnya dalam satu hari?
12 jam
15 jam
18 jam
20 jam
Sila ketiga dari Panca Sila Buddhis mengajarkan untuk menahan diri dari....
Bohong
Mencuri
Perilaku seksual yang salah
Ucapan kasar
Ketika seseorang melihat temannya meraih prestasi gemilang dan ia merasakan kebahagiaan yang tulus tanpa sedikit pun rasa iri hati, kualitas luhur yang sedang ia kembangkan adalah....
Kasih sayang (Metta)
Belas kasih (Karuna)
Kebahagiaan simpatik (Mudita)
Equanimity (Upekkha)
Dalam konteks etika Buddhis, tujuan utama dari menjaga Sila (moralitas) adalah....
Untuk disukai oleh banyak orang
Untuk mendapatkan keuntungan material
Untuk memurnikan pikiran dari kotoran dan menciptakan dasar untuk konsentrasi
Untuk menghindari hukuman oleh hukum negara
Mengapa niat (cetana) sangat penting dalam menentukan apakah suatu tindakan menjadi karma baik atau buruk dalam ajaran Buddha?
Karena niat adalah satu-satunya faktor yang menentukan hasil karma
Karena tindakan tanpa niat tidak menghasilkan karma sama sekali
Karena niat adalah kunci dari suatu tindakan; niat baik menghasilkan karma baik, niat buruk menghasilkan karma buruk
Karena niat hanya berlaku untuk tindakan fisik, bukan ucapan atau pikiran
Kualitas luhur yang berarti mengembangkan kasih sayang tanpa batas, mengharapkan kebahagiaan bagi semua makhluk, adalah....
Karuna
Metta
Mudita
Upekkha
Sila kelima mengajarkan untuk menahan diri dari mengonsumsi zat-zat yang memabukkan atau menyebabkan kelengahan. Pelanggaran sila ini dapat menyebabkan....
Kekayaan melimpah
Pikiran yang jernih dan tajam
Hilangnya kesadaran, sehingga mudah melanggar precept lainnya
Popularitas di antara teman-teman
Ketika kita melihat seseorang menderita atau dalam kesulitan dan kita merasakan keinginan yang kuat untuk membantu mengurangi penderitaan mereka, kualitas mulia yang kita alami adalah....
Metta
Karuna
Mudita
Upekkha
Konsep "menyayangi diri sendiri" dalam ajaran Buddha yang paling tepat adalah....
Memanjakan diri dengan segala keinginan tanpa batas
Mengembangkan keegoisan dan tidak peduli pada orang lain
Menjaga Sila, mengembangkan kualitas batin yang baik, dan memelihara kesehatan fisik agar dapat berbuat baik
Menyiksa diri sendiri untuk bebas dari penderitaanMenyiksa diri agar terbebas dari penderitaan
Tiga Akar Kejahatan yang merupakan penyebab penderitaan dan karma buruk adalah Lobha, Dosa, dan....
Panna
Metta
Moha
Sila
Tindakan yang dilakukan melalui pikiran, seperti niat jahat, kecemburuan, atau keserakahan, disebut karma melalui pikiran yang dalam bahasa Pali disebut....
Kaya Kamma
Vaci Kamma
Mano Kamma
Samadhi Kamma
Apa yang dimaksud dengan "Upekkha" dalam Empat Kualitas Luhur (Brahma Vihara)?
Rasa cinta kasih yang tak terbatas
Keinginan untuk mengurangi penderitaan makhluk lain
Keseimbangan batin, tidak terbawa oleh suka atau duka, tetap tenang dalam menghadapi fenomena hidup
Rasa gembira atas keberhasilan orang lain
Manakah pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan hubungan antara moralitas (Sila) dan kebijaksanaan (Panna) dalam praktik Buddhis?
Moralitas dan kebijaksanaan tidak memiliki hubungan yang signifikan.
Moralitas yang murni membantu menciptakan pikiran yang jernih, yang kemudian menjadi dasar untuk mengembangkan kebijaksanaan.
Kebijaksanaan harus dicapai terlebih dahulu sebelum seseorang dapat mempraktikkan moralitas.
Moralitas adalah untuk orang awam, sementara kebijaksanaan hanya untuk para biksu.
Prinsip etika Buddhis yang melarang umat untuk mengambil barang yang tidak diberikan oleh pemiliknya secara sah adalah Sila ke....
Pertama
Kedua
Ketiga
Keempat
Contoh perilaku yang mencerminkan praktik Metta (Cinta Kasih) di lingkungan sekolah adalah....
Berkelahi dengan teman yang mengganggu
Dengan tulus membantu teman yang kesulitan dalam belajar
Menghindari semua teman yang tidak kita suka
Menyebarkan gosip tentang teman-teman
Kebenaran akan adanya penderitaan, asal mula penderitaan, lenyapnya penderitaan, dan jalan menuju lenyapnya penderitaan disebut....
Tiga Karakteristik Universal
Tiga Permata
Empat Kebenaran Mulia
Jalan Berunsur Delapan
Seorang siswa diminta untuk menyampaikan pidato. Ia merasa sangat gugup dan takut. Jika ia menerapkan prinsip "menyayangi diri sendiri" dan juga memiliki Metta, tindakan yang paling tepat adalah....
Menghindari pidato sama sekali
Berbicara dengan suara gemetar dan cepat agar cepat selesai
Berlatih pidato dengan sungguh-sungguh, menerima kegugupan sebagai bagian dari proses, dan berharap yang terbaik untuk dirinya serta pendengar
Berharap teman-temannya yang melakukan pidato, bukan dirinya
Sila keempat dari Panca Sila mengajarkan untuk menahan diri dari ucapan yang tidak benar, seperti....
Memuji orang lain
Bohong, fitnah, ucapan kasar, dan obrolan kosong
Bicara dengan jujur dan membantu
Menyanyi di depan umum
Apa dampak negatif jika seseorang tidak mengembangkan Karuna (belas kasih) dalam diri mereka?
Mereka akan menjadi lebih populer di antara teman-teman
Mereka akan cenderung acuh tak acuh atau bahkan senang dengan penderitaan orang lain
Mereka akan menjadi sangat kaya
Mereka akan mencapai kedamaian batin
Perilaku "memberikan pujian tulus kepada teman yang berhasil memenangkan lomba" adalah contoh dari pengembangan....
Metta
Karuna
Mudita
Upekkha
Mempertahankan kesehatan fisik dengan makan makanan bergizi dan berolahraga secara teratur adalah bentuk praktik dalam...
Mencintai diri sendiri
Ketamakan
Egoisme
Kemalasan
Perbuatan yang merugikan orang lain dengan sengaja, meskipun tidak tertangkap, dalam hukum karma akan tetap....
Tidak menghasilkan apa-apa
Menghasilkan karma buruk
Menghasilkan karma baik
Langsung mengarah ke Nibbana
Mengapa menjaga Sila dan mengembangkan kualitas batin seperti Metta, Karuna, Mudita, dan Upekkha dikatakan sebagai cara terbaik untuk "menyayangi sesama manusia"?
Karena itu adalah perintah dari pemerintah
Karena tindakan moral dan kualitas mental yang baik menciptakan lingkungan yang positif dan damai bagi semua orang
Karena itu membuat seseorang dihormati oleh semua orang
Karena itu hanya berlaku untuk orang-orang yang mengikuti ajaran Buddha
Sila kelima dari Panca Sila adalah menghindari minuman keras dan obat-obatan terlarang yang menyebabkan....
Kesehatan yang lebih baik
Pikiran yang lebih jernih
Kelalaian dan kehilangan kesadaran
Kemampuan belajar yang lebih baik
Seorang siswa yang menolong kucing terlantar di jalan dengan memberinya makan dan minum sedang mempraktikkan kualitas luhur....
Metta (cinta kasih) dan Karuna (belas kasih)
Mudita (kebahagiaan simpatik)
Upekkha (ketenangan)
Dosa (kebencian)
Manakah pernyataan yang paling tepat menggambarkan pentingnya "etika dan moralitas" dalam mencapai kebahagiaan sejati menurut ajaran Buddha?
Etika dan moralitas adalah batasan yang menghalangi kebahagiaan
Etika dan moralitas adalah fondasi yang membantu membersihkan pikiran, menciptakan kedamaian, dan mendukung pengembangan kebijaksanaan menuju kebahagiaan sejati
Kebahagiaan sejati hanya dapat dicapai melalui kekayaan material, bukan etika
Etika dan moralitas hanya penting untuk kehidupan sosial, bukan untuk kehidupan spiritual
