NEW
Font size
WorksheetsSoal Remedial PSAS B.Indonesia XI
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
Cermati kutipan teks cerpen berikut! Tetapi, dari Lebaran ke Lebaran semakin banyak saja orang-orang yang datang ke tukang jahit itu. Cerita tentang jarum dan benang ajaib itu mungkin membuat banyak orang penasaran. Tapi barang kali pula karena dari Lebaran ke Lebaran memang semakin banyak orang yang kian tenggelam dalam kekecewaan. Mereka ingin menjahitkan kekecewaan mereka kepada tukang jahit itu. Mereka antre agar bisa menikmati kebahagiaan Lebaran.
abstrak
orientasi
komplikasi
konflik
resolusi
Bacalah kutipan cerpen berikut dengan saksama! (1) Godril terbangun dari tidurnya pada tengah malam (2) Wajahnya pucat dan berkeringat. (3) Tubuhnya pun basah karena keringat yang bercucuran. (4) Dia berusaha memejamkan matanya, tetapi tetap gagal. (5) Tatapannya terbentur pada langit-langit kamar hotel dan terbangun oleh mimpi-mimpi yang menakutkan. Kalimat tunggal ditunjukkan oleh kalimat nomor....
(5)
(4)
(3)
(2)
(1)
Bacalah kutipan cerpen berikut! Ibu, barangkali Atik tidak akan terus bekerja di Kementerian Luar Negeri. Dalam gelap suara berisik itu terasa seperti angin malam, aku ingin meneruskan pekerjaan ayah di Dinas Kehutanan. Penggalan cerpen tersebut didominasi unsur intrinsik adalah ...
setting
watak
alur
tema
amanat
Perhatikan struktur cerpen berikut!
1. Klimaks
2. Pengungkapan peristiwa
3. Penyelesaian
4. Menuju konflik
5. Orientasi
Susunlah struktur cerpen dengan benar
5 - 4 - 3 - 2 - 1
5 - 4 - 2 - 1 - 3
5 - 2 - 4 - 1 - 3
Malin Kundang sejak kecil telah ditinggalkan ayahnya. Dengan kasih sayang, ia diasuh oleh ibunya. Setelah besar, atas izin dan doa restu ibunya, ia pergi merantau.
Sudut pandang pengarang pada cuplikan cerita tersebut adalah...
Orang ketiga di dalam cerita
Orang ketiga di luar cerita
Orang pertama pelaku utama
Orang pertama pelaku sampingan
Orang ketiga pelaku utama
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Kali ini, untuk menggarap batik pesanan lelaki itu, ia memilih saat malam buta di sebuah kamar berhias sarang laba-laba. Kamar penyimpan langut dan kemelut. Sebelumnya, hampir lima tahun pintu kamar itu dibiarkan terkatup serupa kabisuan mulut disumpal ujung selimut.
Makna kata langut dan kemelut dalam kutipan cerpen tersebut menyimbolkan ….
Kesedihan dan penyesalan
Kehilangan dan kesedihan
Kehampaan dan kesendirian
Kesedihan dan penderitaan
Kehampaan dan kesepian
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Pagi ini cuaca begitu cerah sehingga dapat mengubah suasana jiwaku yang penat karena setumpuk
tugas yang terbengkelai menjadi teringankan. Namun, sekarang aku harus mulai bangkit dari
tidurku dan bergegas untuk mandi karena pagi ini aku harus bekerja keras.
Tokoh “aku” dalam kutipan tersebut merupakan sudut pandang ….
orang pertama pelaku utama
orang pertama pelaku sampingan
orang ketiga serbatahu
orang ketiga pengamat
Orang ketiga pelaku sampingan
Bacalah dengan cermat kutipan teks cerpen berikut!
1. Orang itu tidak lain adalah Palar, laki-laki ahli waris tunggal kekayaan ibu-bapaknya.
2. Banun tidak lupa pada orang yang pertama kali menjulukinya Banun Kikir.
3. Untuk sekebat sayur pun istri Palar harus berbelanja ke pasar.
4. Namun, karena tak terbiasa berkubang lumpur sawah, Palar tak sanggup menjalankan lelaku orang tani.
5. Pekarangan rumahnya gersang. (Damhuri Muhammad, Banun)
Urutan yang tepat kalimat-kalimat teks cerita pendek di atas adalah ...
A.(2), (1), (4), (3), (5)
B.(3), (4), (1), (2), (5)
C.(3), (5), (1), (4), (2)
D.(4), (1), (3), (5), (2)
E.(4), (2), (3), (5), (1)
Bacalah penggalan cerpen di bawah ini dengan cermat! Dengan tergesa Ersa menaiki bus yang nyaris meninggalkan suasana yang kurang nyaman baginya. Dari kejauhan terdengar sayup suara "... penumpang bus Gemilang Asautruk segera memasuki kendaraan...". Hati Ersa agak tenang karena dia sudah berada di dalamnya. "Mudah-mudahan sore nanti aku bisa berada di acara itu," harapnya dalam hati. Latar waktu dan tempat pada penggalan cerpen tersebut adalah ...
Sore hari, terminal
Siang hari, perjalanan
Siang hari, terminal
Pagi hari, rumah
Bacalah penggalan cerpen di bawah ini dengan cermat! Meski termasuk anak yang pandai dan masuk kelas akselerasi, Romero tetap memiliki banyak teman dan sahabat. Baginya teman adalah lingkungan yang dapat memberikan banyak inspirasi dan pengalaman yang tidak diperoleh di bangku sekolah. Di rumah ia juga bersikap baik pada tetangga. Ia ingat ketika orang tuannya berpesan, "Carilah teman dan sahabat sebanyak-banyaknya karena kita tidak bisa hidup sendiri. Suatu saat pasti kita membutuhkan orang lain."
Budaya
Ekonomi
Pendidikan
Sosial
Estetik
Bacalah kutipan teks cerpen berikut! Astaga, siapa orang-orang ini? Tampang mereka menyerupai orang-orang criminal. Namun, hak mereka sama dengan semua penumpang yang masuk taksiku. Aku tak perlu tahu urusan mereka. Barangkali juga tidak berhak tahu. Meskipun banyak juga yang saya tahu sebagai supir taksi. Nilai moral yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut ialah ....
a. kehati-hatian seseorang terhadap keadaan sekelilingnya.
b. ketakutan yang timbul akhir pengalaman masa lalu.
c. jangan berprasangka jelek hanya alasannya ialah melihat penampilannya
d. ketidakpercayaan terhadap orang-orang di sekitarnya
e. ketakutan melihat orang jahat
Bacalah teks cerpen berikut! (1) Teman teman fajar bersorak gembira, (2) Daffa terkulai lemas alasannya ialah layang-layang putus. (3) Senja pun tiba. (4) Ketika terdengar bunyi azan, belum dewasa mulai membubarkan diri untuk pergi ke masjid. (5) Berita kemenangan Fajar atas daffa makin menambah dogma belum dewasa desa itu bahwa layang-layang milik fajar memang sakti. (6) Fajar menjadi makin tinggi hati. Bukti nilai agama terdapat pada kalimat bertanda nomor ....
a. (1)
b. (2)
c. (3)
(1) Menyadari hal itu semua membuat Heri jadi orang linglung. (2) Kalau padanya Heri tertarik pada Ichen karena kesederhanaan dan pesona gadis itu, kini selain daya tarik itu, adalah karena kepandaian gadis itu berperan. (3) Bagaimana mungkin dalam waktu yang begitu singkat ia bisa berubah penampilan? (4) Siapakah Ichen sebenarnya dan apa maunya gadis itu?
Kalimat yang terlalu kompleks dalam cuplikan tersebut ditandai nomor.....
1
2
3
4
5
Gadis (1) itu semakin beringas. Kepala yang dijambaknya (2) sampai tertunduk-tunduk. Seisi kelas riuh. Susah payah aku melerai (3) mereka. Suasana semakin gaduh saat Rina mulai menangis. Cepat kutarik (4) tubuh si gadis menjauh. Tapi (5) itu hanya membuat si pemilik rambut yang dijambaknya semakin mengaduh kesakitan
Bentukan kata yang tidak baku ditandai nomor ….
1
2
3
4
5
Berdasarkan data sejarah, R.A. Kartini ikut dengan suaminya ke Rembang setelah menikah. ................, api cita-citanya tidak padam. Beruntung Kartini memiliki suami yang mendukung cita-citanya. Berkat kegigihan serta dukungan sang suami, Kartini mendirikan Sekolah Wanita di berbagai daerah. Seperti Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon, dan sebagainya. Sekolah Wanita itu dikenal dengan nama Sekolah Kartini.
Walaupun begitu
Selanjutnya
Selain itu
Meskipun itu
Oleh karena itu
... Sarjo mempersilakan Pak Sukardi beserta anak buahnya untuk masuk ke rumahnya melihat tanaman koleksi Sarjo sekaligus mampir untuk beristirahat. Pak Sukardi kaget melihat koleksi Sarjo. Ternyata Sarjo memiliki bonsai yang lebih banyak daripada koleksi di rumahnya.
"Mas, saya ingin membeli bonsai yang berpot besar itu!"
"Sudah Pak, ambil saja! Saya sudah sejak kecil mengumpulkan ini semua."
(Andi Dwi Handoko, "Bonsai")
Karakter tokoh Sarjo dalam kutipan teks tersebut adalah ....
a. Pelit, telaten, ramah
b. ramah, telaten, dermawan
Terik. Hari ini begitu panas, sampai-sampai cahaya matahari membuatkulitku hampir terbakar.Jemuranpun sekejab kering. Bau asap-asap polusi menyergap masuk ke paru-paru membuat kotor udara. Ditambah suara bising kendaraan yang lalu lalang dihadapan-ku, membuat suasana bertambah pengap dan panas. Aku hanya bisa melihat orang-orang itu di dalam mobil dengan AC yang membuat mereka sejuk. Berbeda dengan diriku, anak laki-laki dengan baju kumal berdiri di tepi jalan sambil membawa payung di genggaman. Aku hanya bisa menunggu hujan turun dan seseorang datang untuk menggunakan jasaku.
Dikutip dari: http://cerpenmu.com/cerpen-keluarga/di-balik-sebuah-payung.html..
Latar yang terdapat dalam kutipan cerpen….
pagi hari, di rumah, sepi
sore hari, di terminal, ricuh
siang hari, di jalan raya, ramai
malam hari, di gedung tua, sepi
siang hari jalan yang sepi
"Oo, kau marah, Pak Tua? Ah, sudah tua suka marah-marah!"
"Huss! Apakah kau anggap aku ini pak tuamu? Aku bukan kangmasmu! bentak kakek-kakek itu lagi.
"Oo, iya! Tentunya aku harus memanggilmu mbah, ya! Aku lupa, sungguh.
Tapi sebetulnya awal tadi telah aku ingatkan jika aku bersalah. Siapa wajib dingatkan. Jika tidak demikian? Coba gambarkan, betapa banyak kesalahan yang akan kuperbuat selanjutnya. Bersalah Kakek itu tertunduk. Wajahnya berubah terang. Lalu bicara dengan suara yang tak berdaya. "Betulkah bicaramu? Aku sudah tampak sangat tua?"
"Mengapa?"
"Pantas kau panggil mbah?"
"Hi-hi-hi! Pertanyaanmu itu! Kau sekarang kentara sekali merasa sedih!
Mengapa? Apakah karena umurmu yang lanjut, apa karena tidak tahu bahwa kau sudah tua?"
"Jangan bersenda gurau, Kenes, aku betul-betul bertanya!"
Konflik yang tergambar dalam kutipan cerpen tersebut adalah….
kecemasan tokoh kakek akan ketuaan usianya
ketidakcocokan penggunaan kata sapaan dengan realitas
panggilan yang disampaikan kepada kakek dengan kata mbah dan mas
kakek dan Kenes memperebutkan sapaan mbah dan mas tokoh Kenes menentukan usia seseorang, sudah tua ataukah masih muda
kakek dan Kenes memperebutkan sapaan mbah dan mas tokoh Kenes menentukan usia seseorang, sudah tua ataukah masih muda
Bacalah penggalan cerpen berikut: Begitu memasuki gapura kampung, tangan kiriku kutarik dari saku celana. Dua keping logam ratusan rupiah terloncat dan menggelinding masuk selokan Ah, biarin. Aku menoleh ke tukang becak yang berhenti tepat di depan gapura kampong Ia turun dan berdiri di sana sambil tetap memegang kemudi becak. Sambil berjalan aku menoleh kembali, dia tetap diam bagaikan sebuah monumen. Sesampai di rumah aku ceritakan pengalamanku pada Ibu. Lama ibuku terdiam dan menatapku dan kemudian berkata, "Rasanya kamu perlu mencoba jadi tukang becak."
kita harus memahami keadaan tukang becak
kita harus memilih-milih tukang becak
kita harus pandai menawar ongkos becak
jangan memberi hati kepada tukang becak
sebaiknya tukang becak harus tahu diri
Bacalah penggalan cerpen berikut: Begitu memasuki gapura kampung, tangan kiriku kutarik dari saku celana. Dua keping logam ratusan rupiah terloncat dan menggelinding masuk selokan Ah, biarin. Aku menoleh ke tukang becak yang berhenti tepat di depan gapura kampong Ia turun dan berdiri di sana sambil tetap memegang kemudi becak. Sambil berjalan aku menoleh kembali, dia tetap diam bagaikan sebuah monumen. Sesampai di rumah aku ceritakan pengalamanku pada Ibu. Lama ibuku terdiam dan menatapku dan kemudian berkata, "Rasanya kamu perlu mencoba jadi tukang becak."
individualis
angkuh
mandiri
percaya diri
egois
