NEW
Font size
WorksheetsPre-Test Etik
Total questions: 10
Worksheet time: 11mins
RS Segar (nama samaran) adalah salah satu RS kelas C di daerah Makmur yang sangat ramai kunjungan pasiennya baik rawat jalan maupun rawat nginap. Sistem seleksi tenaga Kesehatan dan program medical checkup dilaksanakan secara rutin setiap 6 bulan sekali oleh pihak manajemen RS. Salah seorang koki senior RS ibu Rasa adalah koki yang paling baik kinerja dan skil dalam meramu menu bagi pasien, saat ini ibu Rasa sudah bekerja sekitar 12 tahun di RS Segar. Pada pemeriksaan rutin yang dilakukan oleh manajemen tahun ini terdeteksi bahwa ibu Rasa positif menderita hepatitis, oleh pihak petugas laboratorium informasi tersebut diteruskan ke dokter penanggung jawab program medical checkup. Pada saat djelaskan kondisi tersebut ibu Rasa memohon agar kondisi ini tidak dilaporkan ke manajemen RS, harapannya agar dia tetap bisa bekerja di RS dan tentu dengan banyak pertimbangan terutama karena dia adalah tulang punggung ekonomi keluarga. Dokter dengan tenang menjelaskan kondisi ini dan dampaknya jika ibu Rasa tetap bekerja dan tidak istirahat. Namun ibu Rasa tetap pada keinginannya untuk lanjut bekerja di RS Segar. Berdasarkan kasus diatas, prima fascia skenario tersebut adalah...
Alturisme dan beneficence
Non maleficence dan autonomy
Justice dan autonomy
Autonomy dan beneficence
Beneficence dan non maleficence
Lanjutan:
X boleh pulang untuk selanjutnya rawat jalan sedangkan ny. Y pada hari ketiga baru boleh pulang karena ada kondisi bayiyang kurang baik. Satu minggu kemudian kedua pasien datang membawa bayi kontrol di poli anak untuk vaksinasi, pada saat itu petugas RS sudah mengidentifikasi pada Dokumen Status bayi adanya kondisi yang agak berbeda antara bayi ny X dan ny Y, namun petugas RS tidak mengecek labih lanjut dan melaporkan kondisi tersebut ke Kapala ruang poli bayi. Setahun kemudian barulah disadari oleh keluarga ny X bahwa bayinya tidak seperti yang pada kondisi awal dikenalinya. Pihak keluarga ny X melaporkan kondisi ini ke RS dan oleh pihak RS segera ditindaklanjuti dengan identifikasi status dokumen persalinan dan status awal bayi saat lahir sampai pada beberapa pemeriksaan tambahan termasuk tes DNA. Hasil identifikasi dan klarifikasi disimpulkan bahwa bayi ny X dan bayi ny Y tertukar....
Berdasarkan kasus diatas,, prima fascia skenario tersebut adalah...
Beneficence dan Non maleficence
Autonomy dan beneficence
Alturisme dan beneficence
Non maleficence dan autonomy
Justice dan autonomy
Dalam ruang praktik, terjadi komunikasi antara dokter pasien berikut :
Pasien: “Pusing saya ini membuat saya sulit bekerja”
Dokter: “Apa Anda mau menceritakan lebih jauh apa yang membuat Anda pusing?”
Percakapan diatas berdasarkan tingkat empati yang dikembangkan oleh Bylund dan Makoul, tingkat yang dicapai oleh dokter tersebut yaitu pada level:
Mengenali sudut pandang pasien secara implisit
Menghargai pendapat pasien
Berbagi perasaan dan pengalaman dengan pasien
Mengkonfirmasi keadaan pasien
Mengenali sudut pandang pasien secara sambil lalu
Tn.Simon, 62 tahun datang ke Dr. Wawan yang kerja di sebuah puskesmas terpencil, mengeluhkan batuk-batuk sejak 3 bulan yang lalu, berkeringat terutama pada malam hari, disertai dengan adanya penurunan berat badan. Setelah dilakukan pemeriksaan BTA oleh dokter didiagnosa positif menderita penyakit tuberkulosa (TB) paru. Dokter menyarankan untuk dilakukan pengobatan rutin dengan meminum obat secara teratur dan kontrol setiap sebulan sekali. Selain itu dokter juga menyarankan untuk menjaga kebersihan tempat tinggalnya, serta mencegah penularan pada orang-orang di sekitarnya dengan cara menggunakan masker dan menutup mulut saat batuk. Dan diupayakan agar tempat tinggalnya mendapat cukup sinar matahari. Sikap dokter seperti pada kasus di atas adalah
menerapkan kaidah bioetika :
Autonomy
Justice
Compassion
Beneficence
Non-Maleficence
Mendahulukan yang emergensi untuk ditangani di praktek lebih cocok dengan 2 kaidah bioetika di bawah ini :
Non-malficence - Autonomy
Non maleficence – justice
Autonomy - justice
Beneficence – Justice
RS Segar (nama samaran) adalah salah satu RS kelas C di daerah Makmur yang sangat ramai kunjungan pasiennya baik rawat jalan maupun rawat nginap. Sistem seleksi tenaga Kesehatan dan program medical checkup dilaksanakan secara rutin setiap 6 bulan sekali oleh pihak manajemen RS. Salah seorang koki senior RS ibu Rasa adalah koki yang paling baik kinerja dan skil dalam meramu menu bagi pasien, saat ini ibu Rasa sudah bekerja sekitar 12 tahun di RS Segar. Pada pemeriksaan rutin yang dilakukan oleh manajemen tahun ini terdeteksi bahwa ibu Rasa positif menderita hepatitis, oleh pihak petugas laboratorium informasi tersebut diteruskan ke dokter penanggung jawab program medical checkup. Pada saat djelaskan kondisi tersebut ibu Rasa memohon agar kondisi ini tidak dilaporkan ke manajemen RS, harapannya agar dia tetap bisa bekerja di RS dan tentu dengan banyak pertimbangan terutama karena dia adalah tulang punggung ekonomi keluarga. Dokter dengan tenang menjelaskan kondisi ini dan dampaknya jika ibu Rasa tetap bekerja dan tidak istirahat. Namun ibu Rasa tetap pada keinginannya untuk lanjut bekerja di RS Segar. Kaidah utama Bioetika pada dilemma skenario ini adalah
Justice
Non maleficence
Beneficence
Alturisme
Autonomy
Bioetik adalah cabang ilmu yang mempelajari masalah etik yang timbul akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang biologi dan kedokteran. Menurut Van Rensselaer Potter (Global Bioethics), dalam membuat keputusan mengenai suatu masalah bioetik, yang harus diperhatikan adalah dampak keputusan tersebut terhadap:
Umat manusia yang hidup saat ini, lingkungan sekitar, dan dampak sosio-ekonomi
Umat manusia yang hidup saat ini, dampak sosio-ekonomi, dan pemerintah
Umat manusia yang hidup saat ini, generasi mendatang, hewan dan lingkungan hidup
Tokoh kedokteran dalam sejarah, umat manusia yang hidup saat ini, generasi mendatang
Generasi mendatang, hewan dan lingkungan hidup, dan pemerintah
Lanjutan:
Pihak keluarga ny X melaporkan kondisi ini ke RS dan oleh pihak RS segera ditindaklanjuti dengan identifikasi status dokumen persalinan dan status awal bayi saat lahir sampai pada beberapa pemeriksaan tambahan termasuk tes DNA. Hasil identifikasi dan klarifikasi disimpulkan bahwa bayi ny X dan bayi ny Y tertukar....
Kaidah utama Bioetika pada dilemma skenario ini adalah...
Alturisme
Justice
Beneficence
Non maleficence
Autonomy
Jika seorang pasien secara sadar dan meminta berulang – ulang agar dilakukan euthanasia
pada dirinya, lalu dokter mengabulkannya sehingga pasien itu mati, hal ini disebut :
Euthanasia aktif
Euthanasia volunter aktif
Euthanasia involunter aktif
Euthanasia volunter pasif
Euthanasia pasif
Seorang mahasiswa klinik sedang jaga di Puskesmas dan sementara mengobservasi pasien demam yang kebetulan anak dosennya. Berselang 5 menit kemudian, datang seorang pasien tukang bubur membawa bayinya yang perdarahan. Berdasarkan scenario diatas termasuk dalam situasi Kaidah Dasar Bioetik ?
Veracity
Beneficience
Non-maleficience
Justice
Autonomy pasien
