wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

AK3 LISTRIK

Total questions: 100

Worksheet time: 50mins

Name
Class
Date
1.

Pengaman listrik terhadap hubung singkat dan untuk mencegah terjadinya kebakaran adalah:

a)

pembumian instalasi listrik pada setiap panel listrik.

b)

pemasangan pembatas arus pada setiap sirkuit pembebanan listrik.

c)

pemasangan isolasi lantai kerja pada tempat dimana terdapat gas yang mudah meledak.

d)

pemasangan heat detector dan alarm kebakaran.

2.

Pembangunan K3 Nasional terpacu karena semakin meningkatnya penerapan Iptek dalam berbagai sektor dan tantangan era globalisasi dengan sistem standar International (ISO) menjadi baku termasuk syarat K3, maka kebijakan K3 nasional diarahkan melalui:

a)

Pemberlakuan ISO 14001. (SML)

b)

Pemberlakuan ISO 18000. (RFID Radio Frekuensi Identifikasi)

c)

Penetapan PP 50 Tahun 2012.

d)

Pemberlakuan OHSAS 18000. (SMK3)

3.

Pilih pernyataan dibawah ini yang benar:

a)

Arester adalah alat pengaman untuk mengamankan petir.

b)

Untuk mengamankan instalasi dan peralatan listrik dari bahaya tegangan tinggi bukanlah Pemutus sirkuit (CB).

c)

Membuka Pemisah (DS) dalam proses pemeliharaan haruslah dilakukan sebelum membuka pengaman CB.

d)

Membumikan instalasi yang diisolasi dilakukan sebelum membuka Pemisah dan Pemutus Sirkuit (CB).

4.

UU No.1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, mempunyai sasaran, pola, dan langkah sebagai berikut:

a)

Mengupayakan syarat-syarat pencegahan kecelakaan kerja secara menyeluruh dengan pola preventif dan refresif non yustisial dan refresif yustisial yang dilakukan oleh Pegawai Pengawas K3 dibantu Ahli K3. (Pasal 10 dan pasal 3)

b)

Mengupayakan syarat pencegahan kecelakaan kerja dengan pola refresif yustisial melalui penegakan hukum oleh Pegawai Pengawas K3.

c)

Mengupayakan pencegahan kecelakaan kerja dengan pola refresif yustisial dan pengawasannya oleh Ahli K3.

d)

Semua jawaban salah

5.

Terkena tegangan sentuh langsung atau tak langsung adalah berbahaya jika:

a)

nilai tegangannya kurang dari 50 Volt.

b)

nilai tegangannya 110 Volt dan waktu putus pengaman CB 0,1 detik.

c)

nilai tegangannya 200 Volt dan waktu putus pengaman 0,3 detik.

d)

nilai tegangannya 200 Volt dan instalasi dipasang alat pengaman GPAS (ELCB).

6.

Manfaat energi terbarukan adalah:

a)

Energi sebagai cara terbaik untuk mengatasi pemanasan global dan perubahan iklim.

b)

Energi terbarukan akan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil yang terus meningkat.

c)

Energi terbarukan akan mengurangi emisi karbon dioksida dan memberikan dampak positif.

d)

Semua Jawaban benar

7.

Untuk mencegah kerusakan atau gangguan pada peralatan elektronik akibat fluktuasi tegangan yang disel arus sambaran petir, maka sistem pembumian instalasi penyalur petir dan pembumian instalasi listrik:

a)

Harus digabung menjadi satu.

b)

Tidak digabung.

c)

Dapat digabung dengan syarat konsisten semua bagian konduktif dibonding dan dipr arrester pada setiap line.

d)

Jawaban salah semua.

8.

Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi kesalahan alat ukur digital, kecuali:

a)

Usia alat ukur.

b)

Pergeseran dari titik nol.

c)

Temperature.

d)

Pemanasan sendiri.

9.

Persyaratan K3 peralatan dan perlengkapan pada dokumen perencanaan instalasi pembangkitan meliputi:

a)

PHB, Peralatan proteksi, Peralatan penyalur, Peralatan yang tidak terpakai.

b)

PHB, Peralatan proteksi, Peralatan penyalur, Peralatan pengatur. (BAB 2.2 Hal 6)

c)

PHB, Peralatan proteksi, Peralatan penyalur, Peralatan masih bisa dioperasikan.

d)

PHB, Peralatan proteksi, Peralatan penyalur, Peralatan sedang dalam perbaikan.

10.

Pelaksanaan K3 Listrik dilaksanakan dengan pola preventif, apakah yang dimaksud dengan pola tersebut:

a)

Dimulai dari saat perencanaan. (Pencegahan sebelum dimulainya perkerjaan)

b)

Dilakukan perawatan rutin.

c)

Dilaksanakan setelah ada kejadian kecelakaan.

d)

Dilaksanakan setelah ada kerusakan peralatan.

11.

Tujuan P3K adalah, kecuali:

a)

Menyediakan obat-obatan.

b)

Membawa korban ke rujukan.

c)

Mencegah cidera/penyakit agar tidak lebih parah.

d)

Menyelamatkan nyawa korban.

12.

Alat ukur resistansi isolasi kabel listrik adalah:

a)

Multi meter.

b)

Volt meter.

c)

Mega Ohm Meter.

d)

Earth resistans meter.

13.

Energi terbarukan yang dimiliki Indonesia dan berpotensi besar untuk menyediakan sumber energi adalah:

a)

energi matahari.

b)

Energi biomassa (biomass energy).

c)

Energi Geotermal (Geothermal energy).

d)

Semua benar.

14.

Pertolongan pertama pada kecelakaan akibat arus listrik:

a)

Memutuskan arus listrik.

b)

Mematikan sumber listrik.

c)

Menyingkirkan korban dengan cara aman (dengan alat yang tidak konduktor).

d)

Semua benar.

15.

Untuk mengukur kinerja K3 diperusahaan dilakukan melalui:

a)

Auditor SMK3 oleh Ahli K3 yang ditunjuk Menteri.

b)

Audit SMK3 oleh Lembaga Audit Independen yang ditunjuk Menteri Tenaga Kerja.

c)

Pemeriksaan dan pengujian K3 secara menyeluruh oleh ahli K3 Umum.

d)

Pemeriksaan dan pengujian K3 secara menyeluruh oleh ahli K3 Bidang Listrik.

16.

Fungsi Distribusi tenaga listrik adalah:

a)

Pembagi atau penyaluran tenaga listrik kebeberapa tempat (pelanggan).

b)

Merupakan sub sistem tenaga listrik yang berhubungan dengan pelanggan.

c)

Pembagi atau penyaluran tenaga listrik kebeberapa tempat (pelanggan), dan merupakan sub sistem tenaga listrik yang berhubungan dengan pelanggan.

d)

Pembagi atau penyaluran tenaga listrik ke sub sistem tenaga listrik yang berhubungan dengan pelanggan.

17.

Berikut adalah yang termasuk potensi bahaya listrik, kecuali:

a)

Arus kejut listrik.

b)

Suhu berlebih yang dapat antara lain menyebabkan penghantar listrik terbakar.

c)

Efek medan magnet listrik.

d)

Api terbuka.

18.

Pada saat hendak memeriksa kelengkapan gambar perancangan instalasi listrik, dokumen gambar yang harus ada adalah:

a)

gambar lokasi pemasangan.

b)

gambar denah gedung dan potongannya.

c)

gambar, situasi, lokasi, diagram satu garis, gambar rinci.

d)

gambar pengawatan dan jaringan.

19.

Satuan hasil ukur tahanan pembumian:

a)

Ohm

b)

Volt

c)

Horse Power

d)

Watt.

20.

Pengamanan Instalasi listrik untuk mencegah terjadinya kebakaran seperti dibawah ini kecuali:

a)

Pemasangan pembatas arus pada setiap sirkuit pembebanan listrik.

b)

Pembumian instalasi listrik pada setiap panel listrik.

c)

Pemasangan isolasi lantai kerja ditempat terdapat gas yang mudah terbakar dan memasang heat detector.

d)

Penentuan peralatan dan perlengkapan listrik sesuai klasifikasi ruangan.

21.

Menurut sifatnya, beban listrik terdiri dari:

a)

Resistor (R) yang bersifat resistif

b)

Induktor (L) yang bersifat induktif

c)

Kapasitor (C) yang bersifat kapasitif

d)

Semua Benar

22.

Masalah listrik yang memungkinkan menjadi penyebab kebakaran adalah:

a)

Pemakaian kotak kontak kombinasi seluruhnya dibebani.

b)

Pemakaian penghantar listrik dari bahan aluminium.

c)

Pemakaian beban melebihi KHA penghantar.

d)

Penggunaan instalasi yang sesuai standar.

23.

Standar Nasional Indonesia (SNI) diberlakukan sebagai salah satu peraturan K3 Listrik pada:

a)

Kepmenaker No. Per.75/Men/2002.

b)

Permenaker No 12 Tahun 2015

c)

Permenaker No 31 Tahun 2015

d)

Permenaker No 32 Tahun 2015

24.

Dengan sengaja atau tidak menyentuh bagian aktif penghantar fasa instalasi tegangan rendah yang sedang aktif tanpa memakai sepatu isolasi adalah:

a)

Tidak berbahaya, kecuali pada sistem pembumian IT.

b)

Berbahaya, kecuali pada sistem pembumian TT.

c)

Tidak berbahaya, kecuali ada sistem pembumian TN.

d)

Salah semua.

25.

Kategori Perusahaan yang wajib menerapkan SMK3 di perusahaan berdasarkan PP No. 50 Tahun 2012 adalah:

a)

perusahaan yang mempekerjakan pekerja/buruh paling sedikit 100 (seratus) orang dan atau mempunyai tingkat potensi bahaya tinggi.

b)

perusahaan yang mempekerjakan pekerja/buruh paling sedikit 100 (seratus) orang atau mempunyai tingkat potensi bahaya tinggi.

c)

perusahaan yang mempekerjakan pekerja/buruh paling sedikit 200 (dua ratus) orang atau mempunyai tingkat potensi bahaya tinggi.

d)

perusahaan yang mempekerjakan pekerja/buruh paling sedikit 50 (lima puluh) orang atau mempunyai tingkat potensi bahaya tinggi.

26.

Evakuasi korban merupakan salah satu upaya penting dalam tindakan P3K yang bertujuan untuk kecuali di bawah ini:

a)

Mengamankan korban dari tempat kejadian.

b)

Mendapatkan bantuan/pertolongan lebih lanjut.

c)

Mencegah cedera menjadi lebih parah.

d)

Semua benar.

27.

Sambungan ukur pada instalasi penyalur petir digunakan untuk:

a)

memudahkan perbaikan elektroda.

b)

pemasangan arrester.

c)

melakukan pengukuran tahanan pembumian.

d)

semua benar.

28.

Kesiapan pertolongan pertama pada kecelakaan adalah, kecuali:

a)

Petugas penolong.

b)

Kotak P3K dan isinya.

c)

air mineral.

d)

Alat pengangkut penderita.

29.

Audit SMK3 yang dilaksanakan dengan baik, akan memberi salah satu manfaat sebagai berikut:

a)

Dapat mencegah kecelakaan kerja atau kejadian berbahaya lainya secara terpadu sehingga operasi perusahaan lebih efisien.

b)

Dapat diperoleh gambaran jelas tentang kondisi K3 pada saat kini dan sasaran dimasa depan.

c)

Ketidak sesuaian penerapan K3 dapat dipantau lebih baik.

d)

Semuanya benar.

30.

Tingkat kehandalan instalasi listrik ditentukan oleh:

a)

besarnya nilai tahanan isolasi.

b)

perencanaan sesuai dengan PUIL.

c)

pemasangan sesuai gambar rencana.

d)

Jawaban semuanya benar.

31.

Ruang yang diproteksi harus dibagi kedalam zona proteksi petir menurut tingkat ancaman perusakan akibat pulsa elektromagnetik petir, dan menunjukkan lokasi untuk titik pengikat pada perbatasan zona. Zona OB artinya:

a)

Zona tempat benda tidak menjadi sasaran sambaran petir langsung, tetapi di sini terjadi medan elektromagnetik tanpa redaman.

b)

Zona tempat benda menjadi sasaran sambaran petir langsung, tetapi di sini terjadi medan elektromagnetik tanpa redaman.

c)

Zona tempat benda menjadi sasaran sambaran petir langsung, dan oleh karena itu harus dapat mengalirkan seluruh arus petir. Di sini terjadi medan elektromagnetik tanpa redaman.

d)

Zona tempat benda tidak menjadi sasaran sambaran petir langsung dan tempat arus pada semua bagian konduktif didalam zona ini lebih rendah.

32.

Dalam menetapkan kondisi lingkungan penggunaan perlengkapan instalasi, perlu diperhitungkan beberapa faktor dan parameter lingkungan terkait seperti dibawah ini, kecuali:

a)

Kondisi iklim: dingin/panas, kelembaban, tekanan, gerakan media sekeliling penguapan, radiasi dan air selain dari hujan

b)

Kondisi biologis: flora dan fauna seperti jamur dan rayap

c)

Kondisi ergonomi: tinggi PHB, derajat bukaan pintu PHB

d)

Bahan mekanis aktif: pasir, debu, debu melayang, sedimen debu, lumpur gas dan jelaga

33.

Bahaya sentuhan langsung dapat dicegah melalui:

a)

Sistem isolasi pengaman.

b)

Sistem penghantar pengaman.

c)

sistem pembumian pengaman.

d)

Jawaban semuanya benar.

34.

Sistem proteksi berfungsi untuk:

a)

Menghindari ataupun mengurangi kerusakan peralatan akibat gangguan

b)

Mengamankan manusia terhadap bahaya yang ditimbulkan oleh listrik.

c)

Cepat melokalisir luas daerah yang mengalami gangguan, menjadi sekecil mungkin.

d)

Semua benar

35.

Alat proteksi utama pemutus listrik terdiri dari:

a)

Circuit Breaker (Pemutus Tenaga/PMT), Kontaktor magnetik

b)

Fuse (Sekering), Relay proteksi

c)

Circuit Breaker (Pemutus Tenaga/PMT), Relay proteksi

d)

Circuit Breaker (Pemutus Tenaga/PMT), Fuse (Sekering).

36.

Karakteristik Gawai proteksi harus ditentukan berdasarkan fungsinya, yaitu:

a)

arus lebih dan arus gangguan bumi

b)

tegangan lebih dan tegangan kurang atau tidak bertegangan

c)

A dan B yang benar

d)

B saja yang benar

37.

Katakanlah ada beberapa persyaratan kualitas sistem proteksi, dibawah ini mana persyaratan yang harus dipenuhi:

a)

Realiabilitas (keandalan) dan Peka /Sensitif

b)

Pertimbangan ekonomis.

c)

Semua salah.

d)

Semua benar.

38.

Kewajiban Tenaga Kerja menurut Undang Undang No. 01 Tahun 1970 adalah:

a)

Menyusun prosedur kerja.

b)

Memakai alat pelindung diri yang diwajibkan.

c)

Memeriksakan kesehatan secara berkala setiap 1 tahun sekali.

d)

Mengikuti sosialisasi penanggulangan kebakaran yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja.

39.

Penyebab kecelakaan kerja di bidang kelistrikan sering terjadi karena kelalaian atau ketidaktahuan. Hal tersebut meliputi:

a)

Kurang teliti dalam bekerja, pengetahuan yang kurang, salah mengambil keputusan.

b)

Kondisi lingkungan yang aman, kurangnya APD, salah mengambil keputusan.

c)

Kurang teliti dalam bekerja, pengetahuan yang kurang, dan penggunaan alat yang tidak standar.

d)

Kurang teliti dalam bekerja, pengetahuan yang kurang, dan menggunakan APD.

40.

Tugas dan wewenang Ahli K3 adalah:

a)

Mengisi buku kegiatan yang dikeluarkan oleh perusahaan.

b)

Membuat surat teguran kepada pengawas ketenagakerjaan.

c)

Memberikan pertimbangan dan pendapat kepada menteri.

d)

Melaksanakan tugas pengawasan dan pengujian K3 secara langsung.

41.

Salah satu fungsi perlengkapan K3 adalah:

a)

Membuat prosedur kerja.

b)

Mengisolasi bagian-bagian aktif yang bertegangan.

c)

Melakukan perawatan berkala.

d)

Memeriksa laporan.

42.

Langkah pertama pertolongan pertama pada kecelakaan kerja adalah:

a)

Mencegah pendarahan.

b)

Mengamankan korban dari tempat kejadian.

c)

Mematikan arus listrik.

d)

Memberikan bantuan pernapasan.

43.

Alat ukur tahanan pembumian:

a)

Multi meter

b)

Volt meter

c)

Mega Ohm meter

d)

Earth resistans meter.

44.

Yang termasuk pekerjaan tegangan:

a)

pekerjaan pada instalasi listrik yang bertegangan.

b)

pekerjaan pada instalasi listrik yang tidak bertegangan

c)

pekerjaan pada instalasi listrik di luar jam kerja

d)

pekerjaan pada instalasi listrik tegangan ekstra rendah

45.

Tujuan penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) adalah:

a)

Meningkatkan efisiensi kerja.

b)

Memperlancar proses produksi.

c)

Mengelola keselamatan dan kesehatan kerja secara terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan.

d)

Semua benar

46.

Dibawah ini yang bukan merupakan salah satu jenis pengaman listrik terhadap tegangan sentuh adalah:

a)

Gawai arus sisa

b)

Gawai tegangan sisa

c)

Pembumian pengaman

d)

Sistem pengaman isolasi ganda

47.

Mengoperasikan panel hubung bagi adalah:

a)

Menyalakan/mematikan mesin.

b)

Menghidupkan/mematikan lampu.

c)

Membuka/menutup pemutus tenaga (PMT)...

d)

Menggunakan saklar.

48.

Pekerjaan tegangan adalah:

a)

pekerjaan pada instalasi listrik yang bertegangan..

b)

pekerjaan pada instalasi listrik yang tidak bertegangan

c)

pekerjaan pada instalasi listrik diluar jam kerja

d)

pekerjaan pada instalasi listrik tegangan ekstra rend

49.

Manfaat Audit SMK3 yang dilaksanakan dengan baik, akan memberi salah satu manfaat sebagai berikut:

a)

Dapat mencegah kecelakaan kerja atau kejadian berbahaya lainya secara terpadu sehingga operasi perusahaan lebih efisien.

b)

Dapat diperoleh gambaran jelas tentang kondisi K3 pada saat kini dan sasaran dimasa depan.

c)

Ketidak sesuaian penerapan K3 dapat dipantau lebih baik.

d)

Semua benar.

50.

Pernyataan yang benar tentang sambungan ukur pada instalasi penyalur petir adalah:

a)

memudahkan perbaikan elektroda.

b)

pemasangan arrester.

c)

melakukan pengukuran tahanan pembumian.

d)

semua benar.

51.

Kriteria apa yang digunakan untuk menilai suatu pekerjaan sebagai pekerjaan tegangan?

a)

Saat pekerja menyentuh bagian aktif secara langsung.

b)

Saat pekerja menyentuh bagian aktif secara tidak langsung.

c)

Saat pekerja menyentuh bagian-bagian yang dialiri arus listrik.

d)

Saat pekerja menyentuh bagian aktif secara tidak langsung dan tidak menggunakan alat proteksi...

52.

Persyaratan K3 pada pembangkit listrik meliputi:

a)

Peralatan pembangkit, instalasi, dan pemeliharaan.

b)

Peralatan pembangkit dan instalasi.

c)

Tenaga kerja yang terlatih.

d)

Peralatan K3 yang lengkap...

53.

Faktor yang mempengaruhi resistansi bumi:

a)

Bentuk dan ukuran elektroda.

b)

Kedalaman elektroda.

c)

Jenis tanah.

d)

Semua jawaban benar.

54.

Tujuan Audit SMK3 adalah, kecuali:

a)

Mengetahui apakah perusahaan sudah menjalankan K3.

b)

Memperoleh gambaran yang jelas dan lengkap tentang kondisi K3.

c)

Mencegah kerugian finansial.

d)

Mengidentifikasi ketidaksesuaian dalam penerapan K3.

55.

Pernyataan di bawah ini yang paling tepat tentang pemeriksaan dan pengujian instalasi listrik:

a)

Dilakukan saat perencanaan.

b)

Dilakukan saat pelaksanaan.

c)

Dilakukan saat instalasi sudah jadi.

d)

Dilakukan secara berkala.

56.

Pilih pernyataan di bawah ini yang benar:

a)

Membuka Pemutus (DS) dalam proses pemeliharaan haruslah dilakukan sebelum membuka pengaman CB.

b)

Pembumian instalasi yang diisolasi dilakukan sebelum membuka Pemutus Sirkuit dan Pemutus (DS).

c)

Arester adalah alat pengaman untuk mengamankan petir.

d)

Untuk mengamankan instalasi dan peralatan listrik dari bahaya tegangan tinggi bukanlah Pemutus sirkuit (CB).

57.

Pengamanan instalasi listrik untuk mencegah terjadinya kebakaran seperti di bawah ini, kecuali:

a)

Pemasangan pembatas arus pada setiap sirkuit pembebanan listrik.

b)

Pembumian instalasi listrik pada setiap panel listrik.

c)

Pemasangan isolasi lantai kerja di tempat terdapat gas yang mudah terbakar.

d)

Penentuan peralatan dan perlengkapan listrik sesuai klasifikasi ruangan.

58.

Untuk mencegah kerusakan atau gangguan pada peralatan elektronik akibat fluktuasi tegangan yang disebabkan arus sambaran petir, maka sistem pembumian instalasi penyalur petir dan pembumian instalasi listrik:

a)

Harus digabung menjadi satu.

b)

Tidak digabung.

c)

Dapat digabung dengan syarat konsisten semua bagian konduktif di-bonding dan dipasang arrester pada setiap line.

d)

Jawaban salah semua.

59.

Alat proteksi terhadap tegangan sentuh tidak langsung adalah:

a)

Pembumian proteksi

b)

Transformator isolasi

c)

Penghantar pengaman

d)

Semua jawaban benar.

60.

Pemasangan isolasi ganda adalah salah satu cara proteksi terhadap bahaya:

a)

Tegangan sentuh tak langsung

b)

Tegangan sentuh langsung

c)

Tegangan lebih

d)

Arus lebih

61.

Persyaratan K3 Perencanaan Instalasi Di Pembangkit Listrik Meliputi:

a)

Gambar perencanaan, perhitungan teknis, job safety analysis, alat pelindung diri.

b)

Penentuan daerah aman pada area pembangkitan berdasarkan gambar perencanaan

c)

Tata letak peralatan dan perlengkapan dari aspek lingkungan berbahaya

d)

Penentuan daerah aman pada area pembangkitan berdasarkan gambar perencanaan dan tata letak

e)

Peralatan, perlengkapan dari aspek lingkungan berbahaya

62.

Pada Saat Hendak Memeriksa Kelengkapan Gambar Perancangan Instalasi Listrik, Dokumen Gambar Yang Harus Ada adalah:

a)

Gambar lokasi pemasangan

b)

Gambar denah gedung dan potongannya

c)

Gambar situasi, lokasi, diagram satu garis, gambar rinci

d)

Gambar pengawatan dan jaringan

63.

Skema Gambar Transmisi Listrik Meliputi:

a)

Transformator, SUTT/SUTET, Tower lattice, gardu induk, pemisah (PMS), pemutus tenaga listrik (PMT)

b)

Transformator, SUTT/SUTET, Tower lattice, gardu induk, pemisah (PMS)

c)

Transformator, SUTT/SUTET, Tower lattice, gardu induk, pemutus tenaga listrik (PMT)

d)

Transformator, SUTT/SUTET, Tower lattice, pemisah (PMS), pemutus tenaga listrik (PMT)

64.

Faktor Yang Harus Diperhatikan Untuk Menjamin Keselamatan Manusia dan Keselamatan Harta Benda serta berfungsinya Instalasi Listrik Dengan Baik Pada Perancangan Instalasi Listrik Adalah:

a)

Karakteristik suplai, macam kebutuhan akan listrik, suplai darurat

b)

Kondisi lingkungan, luas penampang penghantar, jenis pengawatan dan cara pemasangan

c)

Gawai proteksi, kendali darurat, gawai pemisah

d)

Jawaban semuanya benar

65.

Yang Termasuk Komponen Suatu Instalasi Pada Gambar Rancangan Instalasi Listrik Dalam Gedung:

a)

Beban motor listrik

b)

Beban penerangan

c)

PHB, kotak kontak, saklar dan pembumian

d)

Jawaban benar

66.

Lima (5) Buah Hambatan Resisitif Yang Sama Sebesar R, Bila Dihubung Paralel, Maka Hambatan Penggantinya Adalah Sebesar:

a)

1/5 R

b)

5 R

c)

R/5

d)

5/R

67.

Hambatan Penggantinya Adalah Sebesar:

a)
1/5 R
b)

1/2 R

c)

1/4 R

d)

1/5 R

68.

Untuk menjamin kehandalan suplai daya listrik pada peralatan pengaman gedung seperti pompa pemadam kebakaran, maka persyaratan instalasi listrik harus memenuhi syarat antara lain :

a)

Pengaman sirkuit harus menggunakan ELCB dan thermal overload

b)

Sirkuit listrik harus ditarik dari panel utama pada sisi keluar

c)

Sirkuit listrik harus ditarik dari panel utama pada sisi masuk

d)

Jawaban semua benar

69.

Pada Setiap Perlengkapan Listrik Harus Tercantum Dengan Jelas :

a)

Nama pembuat atau merk dagang, daya, tegangan dan atau arus nominal serta name plate

b)

Nama pembuat atau merk dagang, daya, tegangan dan atau arus nominal serta logo sertifikasi

c)

Nama pembuat atau merk dagang, daya, tegangan dan atau arus nominal serta data teknis lain

d)

Jawaban semuanya benar

70.

Dalam Perancangan Instalasi Listrik Harus Memperhatikan Antara Lain :

a)

Karakteristik Supply, Kebutuhan Listrik, supply Darurat dan Kondisi Lingkungan

b)

Karakteristik Supply, Kebutuhan Listrik, supply Darurat dan Alat Pengaman

c)

Karakteristik Supply, Kebutuhan Listrik, Kondisi Lingkungan dan Alat Pemadam Api Ringan

d)

Karakteristik Supply, Kebutuhan Listrik, Kondisi Lingkungan dan SOP Pemasangannya

71.

Instalasi Yang Baru Dipasang atau Mengalami Perubahan Harus Diperiksa dan Di uji Dahulu Menurut Ketentuan Mengenai :

a)

Pengujian sistem proteksi

b)

Resistansi isolasi

c)

Hanya a saja

d)

Jawaban benar semua

72.

Setiap Bagian Perlengkapan Listrik Yang Digunakan Dalam Instalasi Listrik Harus Memenuhi :

a)

Tegangan, arus, frekwensi dan daya

b)

Karakteristik, tegangan, arus, frekwensi dan daya

c)

Kuat hantar arus, tegangan, arus, frekwensi dan daya

d)

Karakteristik, tegangan, arus, frekwensi, daya dan kuat hantar arus

73.

Fungsi dari Transformator Daya (Trafo) daya, adalah :

a)

Menaikan atau menurunkan Tegangan Listrik

b)

Mentransformasikan Arus Listrik

c)

Mentransformasikan Tegangan dan Arus Listrik (Daya)

d)

Menaikan dan menurunkan arus Listrik

74.

Menurut penerapan level Tegangan listrik yang berlaku di Indonesia, yang termasuk level Tegangan Tinggi adalah tegangan ;

a)

150 KV

b)

20 KV

c)

220 V

d)

380 V

75.

Fungsi Grounding Pentanahan yang terpasang pada instalasi di kaki tiang Transmisi adalah :

a)

Penguat kaki tower

b)

Penguat pondasi peralatan listriK

c)

Agar tanahnya tidak mudah longsor

d)

Pengaman terhadap sambaran petir

76.

Peralatan tegangan tinggi yg berfungsi sebagai saklar yg dapat membuka atau menutup rangkaian listrik dalam keadaan berbeban atau gangguan, adalah :

a)

Pemisah (PMS)

b)

Pemutus Tenaga (PMT) /Circuit Breaker (CB).

c)

Load Break Switch (LBS)

d)

Sekering (Fuse)

77.

Konduktor kawat penghantar yg akan dipasang pada Instalasi harus memiliki salah satu sifat, yaitu :

a)

Resitivitas tinggi

b)

Inductivitas tinggi

c)

Capasitansi tinggi.

d)

Konduktivitas tinggi.

78.

Metoda Pemeliharaan peralatan tenaga listrik yang berdasarkan pada kondisi adalah jenis metode :

a)

Preventive Maintenance

b)

Predictive Maintenance.

c)

Corrective Maintenance

d)

Rutine Maintenance

79.

Berikut ini yang bukan termasuk sumber energi alternatif adalah...

a)

Angin

b)

Bensin

c)

Matahari

d)

Air

80.

Di daerah pedesaan banyak dijumpai alat yang diletakkan di aliran sungai dan berfungsi menghasilkan sumber listrik. Alat tersebut adalah ...

a)

Kincir air

b)

Kincir angin

c)

Dam

d)

Turbin

81.

Klasifikasi Tegangan Rendah Pada Instalasi Pemanfaatan Adalah :

a)

50 V < TR ≤ 1000 V

b)

50 V < TR ≤ 380 V

c)

50 V < TR ≤ 220 V

d)

220 V < TR ≤ 380 V

82.

Untuk Pemasangan Instalasi Pemanfaatan Dibutuhkan Gambar- gambar :

a)

Single line diagram

b)

Diagram pengawatan

c)

Diagram/Gambar situasi

d)

Semua jawaban benar

83.

Besarnya Kapasitas Hantaran Arus (KHA) Sebuah Hantaran Rangkaian Motor Listrik Adalah :

a)

125 % X In

b)

115 % X In

c)

110 % X In

d)

Semua jawaban benar

84.

Besarnya Rugi Tegangan Yang Dibolehkan Dari PHB Utama Ke Titik Beban Dalam Keadaan Stasioner:

a)

< 15 %

b)

< 5 %

c)

< 10 %

d)

> 5 %

85.

Jenis Pengaman Hubung Singkat Pada Sirkuit Motor Pompa Hydrant atau Spinkler Adalah:

a)

Earth Leakage Circuit Breaker (ELCB) yang sangat peka terhadap arus ke bumi.

b)

Circuit Breaker (CB) dengan arus jatuh minimal 600%.

c)

Arrester Grounding, pengaman arus lebih pada beda potensial

d)

NH Fuse type class G dengan rating voltage 250 V s/d 600 V

86.

Menurut Ketentuan PUIL 2011 Tegangan Sentuh (AC) Yang Berbahaya Adalah:

a)

Lebih dari 25 V, pada ruangan lembab

b)

Kurang dari 50 V, pada ruangan lembab

c)

Lebih dari 12 V, pada ruangan lembab

d)

Kurang dari 120 V, pada ruangan lembab

87.

Undang-undang Keselamatan Kerja dan Standard K3 Listrik, Yang Pertama Kali di Berlakukan di Negara Indonesia, Adalah:

a)

HO dan AVE 1938.

b)

VR 1910 dan AVE 1938

c)

UU No.1 Thn 1970 dan PUIL 1964

d)

PP No.1 , Tentang jawatan listrik Tahun 1945 dan PUIL 1964

88.

Arus Listrik Dalam Suatu Rangkaian Tertutup Dengan Tahanan Yang Terhubung Serie, Maka Nilai Arus Masuk..................Arus Keluar:

a)

Lebih besar

b)

Lebih Kecil

c)

Sama dengan

d)

Lebih kecil 50%

89.

Transformator Yang Harus Dipasang Dalam Ruang Dengan Kontruksi Tahan Api Serta Dipisahkan Oleh Penyekat Adalah:

a)

Transformator kering pasangan luar

b)

Transformator dengan tegangan lebih dari 20.000 volt

c)

Transformator minyak pasangan dalam

d)

Transformator dengan daya lebih dari 100 KVA

90.

Jenis jenis Komponen pada Transmisi, Ruang Lingkup Pemasangan Perlengkapan & peralatan transmisi, Assesoris Pada Transmisi.

a)

Jenis jenis Komponen pada Transmisi, Ruang Lingkup Pemasangan Perlengkapan & peralatan transmisi, Assesoris Pada Transmisi.

b)

Jenis jenis Komponen pada Distribusi, Ruang Lingkup Pemasangan Perlengkapan & peralatan transmisi, Assesoris Pada Transmisi.

c)

Jenis jenis Komponen pada Pembangkit, Ruang Lingkup Pemasangan Perlengkapan & peralatan transmisi, Assesoris Pada Transmisi.

d)

Jenis jenis Komponen pada Pemanfaatan, Ruang Lingkup Pemasangan Perlengkapan & peralatan transmisi, Assesoris Pada Transmisi.

91.

Dua (2) macam konstruksi Saluran Distribusi adalah :

a)

Saluran Arus bolak-balik dan Saluran Arus Searah

b)

Saluran Tegangan Rendah dan Saluran Arus Rendah

c)

Saluran Frekwensi Sedang dan Saluran Frekwensi Rendah

d)

Saluran udara (Overhead) dan Saluran bawah tanah (Underground).

92.

Dibandingkan dengan Saluran bawah tanah (Underground), maka Keuntungan Saluran Udara (Overhead) antara lain adalah :

a)

Biaya investasi lebih mahal, Biaya Pemeliharaan lebih murah, Cara pemeliharaan lebih mudah, Cocok untuk daerah yang sering banjir.

b)

Biaya investasi lebih murah, Biaya Pemeliharaan lebih mahal, Cara pemeliharaan lebih mudah, Cocok untuk daerah yang sering banjir.

c)

Biaya investasi lebih murah, Biaya Pemeliharaan lebih murah, Cara pemeliharaan lebih mudah, Cocok untuk daerah yang sering banjir.

d)

Biaya investasi lebih murah, Biaya Pemeliharaan lebih murah, Cara pemeliharaan lebih sulit, Cocok untuk daerah yang sering banjir.

93.

Menurut PUIL 2011, Amademen 1 tahun 2013, halaman 149 dari 154, Arti nomenklatur “N” pada kabel NYA, NYM, NYY, NYFGbY adalah :

a)

N=kabel standar konduktor tembaga

b)

N=kabel standar konduktor aluminum

c)

N=kabel standar konduktor perak

d)

N=kabel standar konduktor titanium

94.

Dua (2) Undang-undang yang menjadi dasar hukum pelaksanaan K3 secara umum adalah:

a)

Undang-undang No. 1 Tahun 1970 dan Undang-undang No. 13 Tahun 2003

b)

Undang-undang No. 2 Tahun 1981 dan Undang-undang No. 5 Tahun 1997

c)

Undang-undang No. 3 Tahun 1992 dan Undang-undang No. 11 Tahun 2008

d)

Undang-undang No. 8 Tahun 1999 dan Undang-undang No. 23 Tahun 2002

95.

Menurut Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia No.12 tahun 2015 tanggal 9 April 2015 tentang K3 Listrik ditempat kerja pada Pasal 1 Ayat 1:

a)

Yang dimaksud dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan tenaga kerja melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja.

b)

Yang dimaksud dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan tenaga kerja melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.

c)

Yang dimaksud dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan tenaga kerja melalui upaya pencegahan penyakit akibat kerja.

d)

Yang dimaksud dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan tenaga kerja melalui upaya pencegahan kecelakaan penyakit kerja.

96.

Pasal-pasal didalam Undang-undang No.1 tahun 1970 mengharuskan upaya keselamatan kerja listrik adalah:

a)

Pasal 1 Ayat 2 huruf q, yang berbunyi: “Dibangkitkan, dirobah, dikumpulkan, disimpan, dibagi-bagikan atau disalurkan LISTRIK, gas, minyak atau air”, dan Pasal 3 Ayat 1 q, yang berbunyi “Mencegah aliran listrik yang berbahaya”.

b)

Pasal 2 Ayat 2 huruf q , yang berbunyi: “Dibangkitkan, dirobah, dikumpulkan, disimpan, dibagi-bagikan atau disalurkan LISTRIK, gas, minyak atau air”, dan Pasal 3 Ayat 1 q, yang berbunyi “Mencegah aliran listrik yang berbahaya”.

c)

Pasal 3 Ayat 2 huruf q , yang berbunyi: “Dibangkitkan, dirobah, dikumpulkan, disimpan, dibagi-bagikan atau disalurkan LISTRIK, gas, minyak atau air”, dan Pasal 3 Ayat 1 q, yang berbunyi “Mencegah aliran listrik yang berbahaya”.

d)

Pasal 4 Ayat 2 huruf q , yang berbunyi: “Dibangkitkan, dirobah, dikumpulkan, disimpan, dibagi-bagikan atau disalurkan LISTRIK, gas, minyak atau air”, dan Pasal 3 Ayat 1 q, yang berbunyi “Mencegah aliran listrik yang berbahaya”。

97.

Menurut Surat Keputusan Direktur Jendral Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan & K3 No.48/PPK&K3/VIII/2015 tanggal 05 Agustus 2015 tentang Pembinaan Teknisi K3 Listrik, pada Lampiran Huruf A; Tujuan Pembinaan Teknisi K3 Listrik secara umum adalah:

a)

Meningkatkan kemampuan dan ketrampilan dalam pelaksanaan norma K3 listrik ditempat kerja, dan Meningkatkan kemampuan dan ketrampilan dalam melakukan pemasangan dan pemeliharaan terhadap instalasi, perlengkapan dan peralatan listrik secara aman ditempat kerja.

b)

Meningkatkan kemampuan dan ketrampilan dalam pelaksanaan norma K3 listrik ditempat kerja, dan Meningkatkan kemampuan dan ketrampilan dalam melakukan pemasangan terhadap instalasi, perlengkapan dan peralatan listrik secara aman ditempat kerja.

c)

Meningkatkan kemampuan dan ketrampilan dalam pelaksanaan norma K3 listrik ditempat kerja, dan Meningkatkan kemampuan dan ketrampilan dalam melakukan pemeliharaan terhadap instalasi, perlengkapan dan peralatan listrik secara aman ditempat kerja.

d)

Meningkatkan kemampuan dan ketrampilan dalam pelaksanaan norma K3 listrik ditempat kerja, dan Meningkatkan kemampuan dan ketrampilan dalam melakukan instalasi, perlengkapan dan peralatan listrik secara aman ditempat kerja.

98.

Jenis-jenis pekerjaan pemasangan instalasi listrik di sistem pembangkit tenaga listrik, yang meliputi:

a)

Jenis jenis Pembangkit, Ruang Lingkup Perencanaan Perlengkapan & peralatan Pembangkit, Instalasi listrik / list drawing.

b)

Jenis jenis Pembangkit, Ruang Lingkup Pemeliharaan Perlengkapan & peralatan Pembangkit, Instalasi listrik / list drawing.

c)

Jenis jenis Pembangkit, Ruang Lingkup Pemasangan Perlengkapan & peralatan Pembangkit, Instalasi listrik / list drawing.

d)

Jenis jenis Pembangkit, Ruang Lingkup Proyek Perlengkapan & peralatan Pembangkit, Instalasi listrik / list drawing.

99.

Yang dimaksud dengan Saluran pentanahan TN-S adalah:

a)

TN-S=Terra Neutral Sensored, artinya kawat netral dan kawat pentanahan di sensor.

b)

TN-S=Terra Neutral Separated, artinya kawat netral dan kawat pentanahan dipisah.

c)

TN-S=Terra Neutral Supplied, artinya kawat netral dan kawat pentanahan di supply (catu).

d)

TN-S=Terra Neutral Seried, artinya kawat netral dan kawat pentanahan disambung secara seri

100.

Elektrode Pentanahan terdiri dari :

a)

Elektroda Batang, Elektroda Pita, dan Elektroda Plat.

b)

Elektroda Bawah, Elektroda Tengah, dan Elektroda Atas.

c)

Elektroda Magnit, Elektroda Induksi, dan Elektroda Elektro..

d)

Elektroda Rendah, Elektroda Menengah, dan Elektroda Tinggi.