Font size
WorksheetsPRE TES
Total questions: 20
Worksheet time: 10hrs 0mins
Seorang pengantin muda di Solo berencana melangsungkan upacara pernikahan. Dalam tradisi Jawa, busana yang dikenakan pengantin saat resepsi harus mencerminkan harapan kebahagiaan, kemakmuran, dan kehormatan.
Jika Anda adalah perancang busana yang bertugas memilih kain, motif batik tradisional manakah yang paling tepat untuk diterapkan pada busana pengantin tersebut agar sesuai dengan makna filosofis pernikahan ….
Motif Kawung, melambangkan kesucian dan kebersamaan
Motif Truntum, melambangkan kesetiaan dan cinta yang bersemi kembali
Motif Sido Mukti, melambangkan harapan untuk mencapai kebahagiaan dan kemuliaan
Motif Parang Rusak, melambangkan kekuatan dan kekuasaan raja
Motif Mega Mendung, melambangkan kesabaran dan sifat kepemimpinan
Lina, seorang murid SMK Kriya Tekstil, ingin membuat koleksi batik untuk pameran sekolah dengan tema "Energi Masa Kini". Ia bertekad meninggalkan kesan konvensional pada karya batiknya dan menargetkan pasar anak muda. Prinsip penerapan teori batik modern/inovasi yang paling tepat dilakukan Lina untuk mencapai kesan ceria dan energik adalah dengan:
Mempertahankan penggunaan warna sogan (cokelat) dan indigo (biru tua) yang menjadi pakem batik klasik
Menggunakan warna-warna cerah dan bebas (misalnya shocking pink dan lime green) yang kontras, di luar pakem tradisional
Memfokuskan pada pola geometris yang simetris dan menghindari bentuk-bentuk bebas
Hanya menggunakan motif-motif yang bersumber dari flora dan fauna lokal tanpa adanya distorsi bentuk
Menjaga isen-isen tetap rapat dan detail untuk menunjukkan tingkat kerumitan yang tinggi
Fadlan diundang ke acara Malam Pisah Sambut pejabat pemerintahan di kota asalnya. Ia sangat antusias dan ingin mengenakan batik yang memiliki kesan agung dan berwibawa. Namun, ia diingatkan oleh panitia bahwa ada beberapa motif batik yang secara adat tidak diperkenankan dikenakan oleh masyarakat umum dalam acara resmi di lingkungan keraton. Berdasarkan pengetahuan Anda tentang teori batik tradisional, motif manakah yang harus dihindari Fadlan untuk diterapkan pada busananya karena termasuk motif larangan yang dikhususkan bagi kerabat raja
Kawung Picis, yang melambangkan kekuasaan
Sido Luhur, yang melambangkan keluhuran
Lasem Sekar Jagad, yang melambangkan keanekaragaman
Parang Rusak, yang melambangkan kekuatan dan kekuasaan raja
Gringsing, yang melambangkan penyembuhan
Sekelompok murid SMK dari Pekalongan ingin mengembangkan motif batik lokal mereka (yang didominasi corak pesisir) agar lebih modern dan diminati oleh wisatawan asing. Mereka memutuskan untuk menyederhanakan dan menyesuaikan bentuk-bentuk ikan dan karang menjadi lebih ringkas dan dekoratif. Teknik penerapan ragam hias yang paling tepat untuk mengubah bentuk-bentuk alam menjadi corak baru yang lebih inovatif dan sederhana ini disebut ….
Stilasi, yaitu mengubah bentuk asli menjadi bentuk baru yang lebih dekoratif dan disederhanakan.
Abstraksi, yaitu membuat bentuk yang sama sekali tidak berhubungan dengan bentuk asli di alam
Deformasi, yaitu melebih-lebihkan atau menyimpang dari bentuk normal secara drastis
Reduksi, yaitu menghilangkan sebagian unsur motif tanpa mengubah bentuk keseluruhannya
Motif Ceplokan, yaitu menyusun ragam hias dengan pola geometris berulang
Seorang pengrajin batik di Madura sedang menyelesaikan selembar batik tulis dengan motif utama flora yang besar dan jelas. Untuk memberikan kesan kedalaman dan kehalusan pada motif utamanya, ia perlu mengisi bidang kosong di dalam motif daun tersebut dengan titik-titik kecil dan halus. Jenis isen-isen (pengisi) yang harus diterapkan oleh pengrajin tersebut untuk memberikan detail tekstural berupa titik-titik halus pada motif batik tradisional Adalah ….
Gringsing, berupa sisik ikan yang melengkung
Kupu-kupu, berupa bentuk kupu-kupu yang disederhanakan
Ceplok Manggis, berupa bentuk irisan manggis
Liris, berupa garis-garis sejajar yang tipis
Sisik Melik (atau Cecek Piring), berupa titik-titik kecil yang halus
Saat praktik pembuatan batik, Ani harus melakukan proses pencelupan warna sintetis untuk kainnya. Cairan pewarna yang digunakan bersifat korosif ringan dan dapat menyebabkan iritasi kulit jika kontak langsung dalam waktu lama. Di area pencelupan, Ani menemukan caping (tutup kepala), masker, sarung tangan karet, dan kacamata pelindung. Tindakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang paling utama harus diterapkan oleh Ani saat melakukan proses pencelupan untuk mencegah iritasi kulit tangan adalah ….
Mengenakan masker untuk menghindari uap pewarna
Memakai caping untuk melindungi kepala dari cipratan
Menghidupkan exhaust fan agar sirkulasi udara baik
Melindungi kedua tangan dengan sarung tangan karet tebal
Menutup mata dengan kacamata pelindung
Kelompok Anita mendapat tugas membuat 10 lembar batik dengan teknik kombinasi (menggabungkan batik cap dan batik tulis). Untuk mencapai target waktu dan efisiensi biaya, mereka harus menerapkan budaya kerja yang terstruktur dan cepat. Dari pilihan berikut, langkah kerja manakah yang paling menunjukkan penerapan budaya kerja yang efektif dan efisien dalam proses pembuatan batik kombinasi tersebut ….
Melakukan pewarnaan kain satu per satu setelah setiap lembar selesai dicanting dan dicap
Menyelesaikan semua proses pengecapan pada 10 lembar kain, baru kemudian dilanjutkan dengan pencantingan (batik tulis) secara bertahap
Mencanting setiap lembar sampai selesai (baik cap maupun tulis), baru pindah ke lembar berikutnya
Menggunakan jenis malam yang berbeda untuk proses cap dan tulis pada setiap lembar
Mengukur kembali kain yang sudah dicap sebelum dilanjutkan dengan proses lorot
Kelompok siswa SMK sedang mempersiapkan workshop membatik tulis sederhana. Mereka perlu memastikan semua alat dan bahan pokok yang wajib digunakan untuk proses penulisan dan pencairan malam sudah tersedia. Dari daftar berikut, pilihlah 4 alat dari semua alat dan bahan pokok yang harus dipilih kelompok tersebut agar proses membatik tulis dapat dilaksanakan!
Canting (sebagai alat utama melukis)
Wajan (sebagai wadah untuk mencairkan malam)
Anglo atau Kompor Listrik (sebagai sumber panas). D. Malam atau Lilin Batik (sebagai bahan penahan warna)
Malam atau Lilin Batik (sebagai bahan penahan warna)
Cap (alat stempel untuk memindahkan pola secara cepat)
Bu Rina ingin memproduksi batik dalam dua jenis: batik tulis halus dan batik cap modern. Ia harus memilih kain-kain yang memiliki daya serap tinggi terhadap malam dan pewarna, serta cocok untuk teknik wax resist. Pilihlah 4 jenis bahan dari semua jenis kain yang dapat digunakan sebagai bahan dasar dalam proses kriya batik!
Kain Katun (Mori Prima/Primisima)
Kain Sutra
Kain Fleece
Kain Rayon
Kain Katun Kombinasi
Untuk menghemat waktu, seorang pembatik memutuskan menggunakan Malam Klowong hanya untuk garis luar (garis pola) dan menggunakan jenis malam lain yang lebih keras dan kental untuk menutup bidang-bidang besar (proses nembok). Pilihlah 4 jenis malam dari semua jenis Malam (Lilin) yang fungsinya utama adalah untuk menutup atau memblokir area yang luas!
Malam Klowong
Malam Tembok
Malam Keras (Malam Sega)
Malam Campur
Malam Gawangan
Dalam praktik pewarnaan batik modern, murid sering memilih menggunakan zat warna sintetis karena hasilnya yang cerah, stabil, dan cepat. Murid perlu mengidentifikasi mana saja bahan yang termasuk dalam kategori zat warna kimia (sintetis). Pilihlah 4 bahan semua bahan dari daftar berikut yang merupakan jenis Zat Warna Sintetis yang umum digunakan dalam kriya batik!
Zat Warna Naphtol
Zat Warna Indigosol
Zat Warna Reaktif
Zat Warna Remazol
Zat Warna Jelawe
Proses membatik melibatkan suhu tinggi (malam panas) dan bahan kimia (pewarna). Sebagai tindakan preventif, murid wajib memilih dan mempersiapkan Alat Pelindung Diri (APD) sebelum memulai praktik untuk mencegah kecelakaan kerja. Pilihlah 4 jenis APD dari semua APD yang harus dipersiapkan oleh murid sebelum memulai praktik membatik
Sarung Tangan Karet Tebal
Masker dan Kacamata Pelindung
Canting
Sepatu/Sandal Tertutup
Celemek Kain Tebal
Rudi sedang melaksanakan proses ngrengrengan (membuat garis pola) pada sehelai kain mori dengan canting. Ia ingin memastikan bahwa malam yang ia canting menempel sempurna dan menembus kain dengan baik agar hasil resist-nya maksimal. Pilihlah 4 tindakan yang harus dilaksanakan Rudi untuk memastikan malam menempel sempurna di kain!
Langsung mencelupkan kain ke pewarna setelah ngrengrengan selesai
Memastikan suhu malam di wajan cukup cair (tidak kental) sebelum dicantingkan
Melaksanakan proses nerusi (memperjelas cantingan) di bagian belakang kain
Menjaga suhu canting tetap stabil saat menorehkan malam (tidak terlalu dingin)
Menggunakan Malam Tembok pada bagian yang luas yang telah selesai digaris
Kelompok Fatimah melaksanakan proses pencelupan warna dasar pada kain yang telah selesai dicanting. Mereka menggunakan zat warna sintetis dan ingin hasil warnanya merata sempurna tanpa ada belang. Pilihlah 4 prosedur yang harus dilaksanakan kelompok Fatimah saat mencelupkan kain untuk mendapatkan warna dasar yang merata dan maksimal!
Memasukkan dan menggerakkan kain secara perlahan dalam bak celup
Mengangkat kain dan meremasnya perlahan sebelum dicuci untuk menghilangkan residu pewarna
Memperhatikan waktu pencelupan agar sesuai dengan instruksi zat warna
Menggunakan sarung tangan karet saat mencelup kain sesuai prosedur K3
Menambahkan Malam Tembok ke bagian yang telah diwarnai tanpa mencuci kain terlebih dahulu
Limbah cair sisa pencelupan warna sintetis
Dibuang langsung ke saluran air umum
Ditampung dan dipisahkan dari saluran pembuangan
Limbah malam (lilin) yang sudah beku dan kotor sisa nglorot
Dimurnikan, disaring, dan digunakan kembali untuk menembok
Dibakar untuk mengurangi volume
Limbah cair waterglass yang memiliki pH sangat basa (di atas 11).
Dilaksanakan dengan membatasi pembelian sesuai kebutuhan (Reduce)
Dinetralkan menggunakan larutan asam (misalnya Asam Asetat/Cuka)
Limbah kain perca (sisa potongan) batik yang tidak terpakai.
Diolah menjadi produk kerajinan patchwork (tas, dompet).
Dijadikan bahan isian untuk bantal tanpa disortir
Air limbah yang sudah diolah dan pH-nya sudah netral (pH 7).
Dibuang ke saluran pembuangan akhir yang telah ditentukan
Ditampung dan dipisahkan dari saluran pembuangan
Lumpur padat dari endapan pewarna di dasar bak IPAL
Dibuang ke sumber air bersih terdekat
Dikeringkan dan dikemas sebagai limbah B3
