Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Chapter I: Introduction & Chapter II: Learning Objectives

Total questions: 40

Worksheet time: 13hrs 20mins

Name
Class
Date
1.

Untuk injeksi intravena, sudut yang dianjurkan adalah…

a)

45 derajat ke subkutis

b)

25 derajat ke vena

c)

10–15 derajat ke epidermis

d)

90 derajat ke otot

2.

Fungsi bevel pada ujung jarum adalah apa?

a)

Menyimpan obat di dalam barrel

b)

Menembus kulit secara efisien

c)

Menghubungkan jarum ke adaptor

d)

Mengatur ukuran skala dosis

3.

Pernyataan tentang ukuran gauge jarum yang benar adalah apa?

a)

Angka lebih besar berarti diameter lebih besar

b)

Gauge tidak terkait dengan viskositas obat

c)

Angka lebih kecil berarti jarum lebih pendek

d)

Angka lebih besar berarti diameter lebih kecil

4.

Pemilihan panjang jarum terutama ditentukan oleh apa?

a)

Kapasitas spuit tersedia

b)

Jenis obat yang disuntikkan

c)

Teknik injeksi yang digunakan

d)

Warna hub pada jarum

5.

Untuk obat dengan viskositas tinggi, pilihan ukuran jarum yang tepat adalah apa?

a)

Gauge tak mempengaruhi aliran obat

b)

Gauge kecil bernomor 16–20

c)

Gauge besar bernomor 25–27

d)

Gauge sedang bernomor 21–23

6.

Injeksi subkutan umumnya memerlukan panjang jarum dan gauge apa?

a)

Panjang 2–3 inci, gauge 14–16

b)

Panjang ¼–½ inci, gauge 26

c)

Panjang 1–1,5 inci, gauge 20–22

d)

Panjang ½–7/8 inci, gauge 23–25

7.

Komponen spuit yang menampung obat dan memiliki skala volume adalah apa?

a)

Luer lock menahan jarum

b)

Rubber stopper mengunci ujung

c)

Barrel menampung dan berskala

d)

Plunger mendorong cairan keluar

8.

Bagian spuit yang mendorong obat dari barrel ke tubuh adalah apa?

a)

Plunger pendorong cairan

b)

Thumb rest untuk pegangan ibu jari

c)

Finger flange penopang jari

d)

Needle hub pengikat jarum

9.

Saat memilih spuit, faktor utama yang harus dipastikan adalah apa?

a)

Adapter berbahan logam keras

b)

Rubber stopper tanpa bevel

c)

Warna cap serasi dengan jarum

d)

Skala barrel jelas terbaca

10.

Injeksi intradermal biasanya menggunakan jarum dengan karakteristik apa?

a)

Tidak bergantung panjang, hanya pada warna hub

b)

Lebih pendek dari subkutan, sekitar ¼–½ inci, gauge 26

c)

Lebih panjang dari intramuskular, sekitar 2 inci, gauge 18

d)

Sama panjang dengan subkutan, sekitar 1 inci, gauge 23

11.

Bagian jarum yang terhubung ke adaptor pada spuit disebut apa?

a)

Cannula sebagai batang

b)

Bevel sebagai ujung tajam

c)

Lumen sebagai rongga

d)

Hub sebagai konektor

12.

Kapasitas spuit dinyatakan dalam satuan apa dan untuk apa?

a)

mL untuk menghitung dosis

b)

cc untuk volume identik mL

c)

mg untuk massa obat cair

d)

IU untuk viskositas larutan

13.

Saat memasukkan jarum ke syringe, bagian mana yang harus dihindari agar tetap steril?

a)

Adapter dan batang plunger

b)

Barrel dan skala volume

c)

Hub jarum dan lubang jarum

d)

Jarum dan penutup jarum

14.

Tujuan memeriksa karet penutup (rubber stopper) pada barrel sebelum dipakai adalah untuk memastikan apa?

a)

Memiliki lubang ventilasi kecil

b)

Berwarna sesuai kode pabrik

c)

Sejajar dengan skala mililiter

d)

Tersambung erat pada ujung plunger

15.

Langkah yang benar saat membuka kemasan jarum untuk dipasang ke syringe adalah apa?

a)

Tarik jarum dari sisi ujung tajam

b)

Pegang hub jarum agar lebih kuat

c)

Buka dengan memegang barrel syringe

d)

Pegang tutup jarum, hindari menyentuh hub

16.

Saat aspirasi obat dari vial, posisi bevel jarum seharusnya bagaimana ketika menembus karet?

a)

Menghadap ke samping mengikuti skala

b)

Tegak lurus tanpa kemiringan

c)

Menghadap ke atas saat melewati karet

d)

Menghadap ke bawah tepat di hub

17.

Selama aspirasi dari vial, mengapa ujung jarum harus selalu berada di bawah permukaan cairan?

a)

Menjaga bevel tetap tajam

b)

Mengurangi gesekan pada karet

c)

Mempercepat laju aliran obat

d)

Mencegah udara masuk ke syringe

18.

Saat obat masih berbentuk serbuk, tindakan yang benar sebelum aspirasi dosis adalah apa?

a)

Larutkan dengan pelarut sesuai instruksi pabrik

b)

Tambahkan udara untuk mempercepat larut

c)

Guncang vial tanpa menambah pelarut

d)

Panaskan vial hingga serbuk mencair

19.

Prosedur aman saat mengambil obat dari ampul mencakup langkah mana?

a)

Ketuk bagian atas agar cairan turun

b)

Bersihkan leher ampul dengan alkohol

c)

Pastikan fragmen kaca tidak ada

d)

Masukkan jarum di atas permukaan cairan

20.

Untuk mengeluarkan gelembung udara dari syringe, urutan tindakan yang tepat adalah apa?

a)

Barrel horizontal, kocok kuat, tekan hub

b)

Jarum menghadap atas, ketuk barrel, dorong plunger

c)

Jarum miring, pompa plunger berulang

d)

Jarum menghadap bawah, tarik plunger cepat

21.

Pada diagram gluteus, area teraman untuk suntikan IM ditunjukkan sebagai kuadran superior lateral. Apa alasan utama pemilihan area ini?

a)

Jaringan lemak lebih tebal untuk penyerapan

b)

Mudah dijangkau tanpa membuka pakaian

c)

Paling dekat dengan tulang panggul keras

d)

Minim pembuluh besar dan saraf utama

22.

Pasien dewasa membutuhkan injeksi 6 mL obat IM. Berdasarkan batas volume per lokasi, strategi yang paling tepat adalah...

a)

Gunakan satu injeksi di vastus lateralis

b)

Berikan satu injeksi di deltoid

c)

Bagi menjadi dua injeksi di gluteus

d)

Suntik tunggal di rectus femoris

23.

Mana yang benar tentang gluteus dibanding lokasi lain?

a)

Risiko komplikasi relatif tertinggi

b)

Dapat menampung hingga 5 mL

c)

Hindari untuk vaksin karena lemak

d)

Posisi terbaik pasien adalah tengkurap

24.

Saat memilih titik injeksi gluteus, landmark apa yang perlu dihindari untuk mencegah cedera berat?

a)

Saraf skiatik dan arteri glutea superior

b)

Ligamen patela dan saraf peroneal

c)

Arteri brakialis dan saraf radial

d)

Vena safena dan saraf tibialis

25.

Pada vastus lateralis dewasa, titik injeksi terletak di sepertiga tengah paha luar. Jarak referensi umumnya adalah...

a)

2 jari di atas lutut hingga 2 jari bawah trokanter

b)

Tepat di atas patela dengan sudut 30 derajat

c)

5 jari di atas lutut hingga 5 jari bawah lipat paha

d)

Sejajar dengan garis tengah paha sepanjang 10 cm

26.

Mengapa vastus lateralis sering dipilih pada bayi baru lahir?

a)

Risiko perdarahan lebih rendah dari deltoid

b)

Penyerapan obat paling cepat di rectus

c)

Deltoid terlalu sempit untuk jarum

d)

Otot gluteus belum berkembang baik

27.

Batas volume obat untuk vastus lateralis pada dewasa adalah...

a)

Hingga 5 mL

b)

Hingga 1 mL

c)

Hingga 2 mL

d)

Hingga 3 mL

28.

Risiko spesifik pada vastus lateralis yang perlu diwaspadai adalah trauma pada...

a)

Ligamen anterior deltoid

b)

Arteri brakialis besar

c)

Saraf skiatik utama

d)

Saraf kutaneus femoralis lateral

29.

Rectus femoris digunakan untuk auto-injeksi pada beberapa pasien. Karakteristik lokasi ini yang benar adalah...

a)

Umumnya jarang digunakan secara rutin

b)

Terletak di anterior medial sepertiga paha

c)

Batas volume dewasa hingga 2 mL

d)

Kulit kadang perlu ditarik atau dicubit

30.

Pada deltoid, titik injeksi berada di bagian tengah deltoid sekitar tiga jari di bawah sendi bahu. Risiko jika terlalu rendah adalah mengenai...

a)

Saraf peroneal dan arteri poplitea

b)

Arteri glutea superior dan vena profunda

c)

Saraf skiatik dan arteri femoralis

d)

Arteri brakialis atau saraf radial

31.

Mana pernyataan benar tentang batas volume tiap lokasi?

a)

Deltoid maksimum 1 mL

b)

Vastus lateralis maksimum 2 mL

c)

Rectus femoris maksimum 2 mL

d)

Gluteus maksimum 5 mL

32.

Kriteria umum pemilihan lokasi IM adalah...

a)

Jauh dari arteri besar dan saraf utama

b)

Otot cukup tebal untuk menampung obat

c)

Mendekati tulang untuk mempercepat absorpsi

d)

Landmark anatomi dapat ditentukan jelas

33.

Pada posisi injeksi deltoid, mengapa pasien diminta meletakkan tangan di pinggang?

a)

Untuk mengendurkan tonus otot deltoid

b)

Agar sirkulasi darah meningkat cepat

c)

Supaya bahu terangkat ke atas maksimal

d)

Untuk memudahkan palpasi arteri brakialis

34.

Mana berikut yang merupakan kontraindikasi injeksi intramuskular?

a)

Miopati pada otot yang disuntik

b)

Trombositopenia ringan-terkontrol

c)

Hipovolemik shock

d)

Alergi terhadap obat yang disuntikkan

e)

Dermatitis di area suntikan

35.

Tujuan utama teknik peregangan kulit sebelum penyuntikan IM adalah:

a)

Mencegah perdarahan kapiler superfisial

b)

Meningkatkan penyerapan obat secara sistemik

c)

Mempermudah penetrasi jarum ke jaringan

d)

Menentukan lokasi arteri yang harus dihindari

36.

Arah bevel jarum saat penetrasi IM yang benar adalah:

a)

Bevel menghadap atas, jarum tegak lurus kulit

b)

Bevel menghadap bawah, jarum miring 30 derajat

c)

Bevel ke samping, jarum sejajar permukaan kulit

d)

Bevel tidak penting, sudut dipilih bebas

37.

Kapan dilakukan aspirasi pada injeksi IM?

a)

Setelah jarum mencapai lapisan otot

b)

Segera setelah jarum ditarik keluar

c)

Sebelum jarum menembus kulit

d)

Saat obat sedang diinjeksi perlahan

38.

Teknik mendorong plunger saat menyuntik obat IM yang tepat adalah:

a)

Semua jari menggenggam plunger dan mendorong serentak

b)

Ibu jari menekan kuat, tanpa stabilisasi barrel

c)

Telunjuk menarik plunger cepat, ibu jari menahan barrel

d)

Ibu jari mendorong perlahan, jari lain menstabilkan barrel

39.

Langkah yang dilakukan segera setelah obat selesai diinjeksi IM adalah:

a)

Tarik jarum searah masuknya

b)

Pijat area suntikan dengan swab alkohol

c)

Kontrol perdarahan lokal seperlunya

d)

Pasang plester menutup luka tusuk

e)

Lakukan aspirasi ulang untuk memastikan

40.

Mengapa pasien perlu diobservasi setelah injeksi IM?

a)

Menentukan jadwal kunjungan berikutnya

b)

Menghitung total volume obat yang tersisa

c)

Menilai efisiensi biaya prosedur klinik

d)

Mendeteksi reaksi obat atau komplikasi akut