Font size
S
M
L
XL
WorksheetsGSGHP 25
Total questions: 99
Worksheet time: 50mins
Name
Class
Date
1.
Tn. Anton dirujuk oleh dokter puskesmas ke dokter spesialis penyakit dalam karena ditemukan tumor hati jinak yang merupakan respon regenerasi dan hiperplastik dari hepatosit. Diagnosis yang paling mungkin dari dokter spesialis penyakit dalam adalah:
a)
Focal Nodular Hyperplasia
b)
Hepatic hemochromatosis
c)
Hepatocelular adenoma
d)
Hepatic Hemangioma
e)
Adenoma
2.
Pria 60 tahun dengan riwayat operasi laparotomi mengeluh muntah, distensi abdomen, dan tidak flatus (tidak bisa buang angin). Penyebab paling sering dari kondisi tersebut adalah:
a)
Adhesi intraabdominal
b)
Intususepsi
c)
Volvulus
d)
Hernia inkarserata
e)
Tumor jejunum
3.
Seorang pria 23 tahun datang dengan keluhan mual, muntah, dan penurunan nafsu makan. Ia juga mengeluhkan urine gelap seperti teh dan kulit menguning (ikterus). Dua minggu sebelumnya, ia bepergian ke daerah dengan sanitasi buruk. Pemeriksaan menunjukkan nyeri tekan di kuadran kanan atas. Hasil lab: peningkatan ALT > AST, dan IgM anti-HAV positif. Berdasarkan patofisiologi Hepatitis A, mekanisme yang paling tepat menjelaskan ikterus pada pasien ini adalah:
a)
Kerusakan hepatosit menyebabkan peningkatan bilirubin indirect yang tidak dapat diekskresikan ke urine
b)
Kerusakan sel parenkim hati menghambat aliran bilirubin konjugasi ke usus sehingga bilirubin direct masuk kembali ke darah dan menumpuk.
c)
Hemolisis berlebihan meningkatkan produksi bilirubin indirect dalam jumlah besar
d)
Obstruksi ekstrahepatik total menyebabkan seluruh bilirubin tertahan dan meningkat dalam darah
e)
Penurunan kemampuan hati mengonjugasi bilirubin akibat berkurangnya enzim glukuronil transferase
4.
Bapak James (50 tahun) datang dengan keluhan sesak napas. Dokter menduga gejala ini akibat metastasis dari suatu tumor ganas. Kelainan yang paling mungkin dialami Bapak Tommy akibat metastasis tersebut adalah:
a)
Disfagi
b)
Odinofagi
c)
Regurgitasi
d)
Diare kronik
e)
Efusi pleura maligna
5.
Perempuan 19 tahun datang dengan keluhan rasa terbakar di tenggorokan dan dada sejak 3 jam lalu. Keluhan disertai rasa tidak enak di perut dan nyeri saat makan. Pasien mengaku menelan cairan aki secara tidak sengaja. Pemeriksaan fisik: TD 110/80, HR 88x/menit, RR 24x/menit, SB 37.6. Diagnosis pasien saat ini adalah:
a)
GERD
b)
Gastritis
c)
Striktur esophagus
d)
Esophagitis korosif
e)
Sindrom dyspepsia
6.
Anak usia 1 tahun 3 bulan datang dengan keluhan BAB cair sejak 5 hari lalu (>10 kali/hari, tanpa darah). Disertai demam dan muntah 2 kali. Pasien tampak sakit, sadar (kompos mentis). Tanda: mata cowong, turgor kulit kembali lambat, dan terus meminta minum (haus). Diagnosis pasien di atas adalah:
a)
Diare akut tanpa dehidrasi
b)
Diare akut dehidrasi ringan sedang
c)
Diare akut dehidrasi berat
d)
Diare kronik dehidrasi ringan
e)
Diare kronik dehidrasi sedang
7.
Bapak Wardoyo (45 tahun) datang ke IGD dengan keluhan nyeri perut hebat di epigastrium, menjalar hingga ke punggung. Pasien memiliki riwayat konsumsi alkohol berat dalam jangka panjang. Diagnosis: Pankreatitis Akut. Berdasarkan patofisiologi penyakit tersebut, mekanisme dasar yang memicu terjadinya kerusakan jaringan pankreas adalah:
a)
Aktivasi enzim pankreas oleh enterokinase yang terjadi di dalam duodenum.
b)
Proses autodigesti akibat aktivasi prematur zimogen menjadi enzim proteolitik di dalam pankreas.
c)
Kerusakan struktur dan fungsi pankreas yang sudah terjadi secara permanen sebelum serangan saat ini.
d)
Penurunan tekanan onkotik akibat hipoalbuminemia yang menyebabkan asites.
e)
Nekrosis jaringan akibat obstruksi total aliran darah vena porta.
8.
Anak laki-laki 2 tahun datang dengan keluhan BAB cair disertai darah dan lendir sejak 3 hari terakhir (3-4x/hari). Disertai demam dan nyeri perut. Pemeriksaan fisik: mata cowong, mukosa bibir kering, tampak haus, dan turgor kulit kembali agak lambat. Analisa feses: leukosit 5 / LPB dan eritrosit 8 / LPB. Diagnosis pasien ini adalah:
a)
Disentri basiler
b)
Infeksi parasit
c)
Infeksi rotavirus
d)
Intususepsi
e)
Disentri amoeba
9.
Anak 7 tahun datang dengan keluhan sering mengalami rasa terbakar pada dada, disertai rasa asam pada lidah. Juga sering mengeluhkan nyeri perut, terutama di daerah epigastrium. Riwayat demam disangkal. Pemeriksaan fisik: nyeri tekan di bagian epigastrium. Apa tatalaksana awal pada pasien ini?
a)
Reassurance
b)
Thickening Formula
c)
Prokinetik
d)
PPI (Proton Pump Inhibitor)
e)
Pembedahan
10.
Perempuan 35 tahun datang dengan keluhan dada rasa terbakar sejak 2 minggu. Keluhan disertai mual, rasa pahit di tenggorokan, sulit menelan dan terasa mengganjal di dada, serta berat badan makin menurun. Pemeriksaan: TD:120/80, Nadi86x/menit, RR18x/menit, SB 36,5°C, anemis (+) (alarm symptom). Pemeriksaan penunjang apakah yang sebaiknya dilakukan?
a)
X-ray esophagus
b)
Barium enema
c)
Urea Breath Test
d)
Esofagogastroduodenoskopi
e)
USG
11.
Mekanisme utama pankreatitis akut adalah:
a)
Penurunan produksi hormon CCK
b)
Aktivasi prematur enzim pankreas yang menyebabkan autodigesti
c)
Kekurangan enzim lipase
d)
Kerusakan hati berat
e)
Gangguan penyerapan asam empedu
12.
Pria 45 tahun datang dengan nyeri epigastrium hebat menjalar ke punggung, disertai muntah berulang dan riwayat konsumsi alkohol berat. Tanda: distensi abdomen, nyeri tekan epigastrium, hipotensi. Lab: Amilase dan Lipase meningkat tajam. Ditemukan destruksi luas jaringan pankreas, perdarahan pada parenkim, dan area nekrosis lemak pada operasi. Beberapa hari kemudian: demam tinggi dan ditemukan lesi berdinding purulen (abses/infeksi nekrosis). Diagnosis patologis paling sesuai berdasarkan temuan makroskopis dan klinis tersebut:
a)
Pankreatitis interstisial edematosa
b)
Kolesistitis akut gangrenosa
c)
Pankreatitis akut nekrosis hemoragik
d)
Abses intraabdomen akibat perforasi usus halus
e)
Pankreatitis kronik kalsifikasi
13.
Perempuan 23 tahun tinggal di daerah pedesaan dengan akses air bersih terbatas. Satu minggu terakhir, banyak warga mengalami gejala mirip hepatitis. Pasien datang dengan mual, lemas, urine gelap, dan ikterus. Tidak ada riwayat transfusi/perilaku berisiko seksual. Pemeriksaan: peningkatan enzim hati. Berdasarkan kondisi lingkungan dan pola penularannya (fekal-oral), infeksi yang paling mungkin dialami pasien adalah:
a)
Hepatitis B
b)
Hepatitis C
c)
Hepatitis E
d)
Hepatitis D
e)
Hepatitis A
14.
Pada kasus anak laki-laki 2 tahun (kasus disentri, BAB darah lendir, mata cowong, haus), pasien diberikan tatalaksana berupa zinc, oralit, dan nutrisi. Dokter hendak memberikan antibiotik parenteral (injeksi). Antibiotik pilihan pada kasus disentri berat di atas (misal dicurigai Shigellosis yang resisten) adalah:
a)
Ciprofoloxacin
b)
Azithromycin
c)
Gentamycin
d)
Ceftriaxone
e)
Amphotericin
15.
Seorang pasien dengan riwayat konsumsi alkohol kronis datang dengan keluhan perut membesar, pembengkakan kaki, mata menguning, serta nyeri pada perut saat ditekan. Pada pemeriksaan fisik ditemukan hepatomegali 3 cm di bawah arcus costae dengan konsistensi lembek. Mekanisme utama terjadinya edema dan asites pada pasien ini adalah:
a)
Peningkatan produksi bilirubin di hati
b)
Penurunan tekanan hidrostatik di pembuluh darah
c)
Penurunan produksi albumin oleh hati
d)
Peningkatan filtrasi ginjal terhadap natrium
e)
Peningkatan kadar protein plasma
16.
Pria 22 tahun dengan nyeri periumbilikal (visceral) berpindah ke fossa iliaka kanan (somatik), demam, dan leukositosis. Mekanisme migrasi nyeri dari periumbilikal ke fosa iliaka kanan adalah:
a)
Peradangan mukosa
b)
Aktivasi saraf otonom
c)
Iritasi peritoneum parietal
d)
Spasme otot polos
e)
Vasodilatasi
17.
Di bawah ini yang bukan termasuk 5 pilar tatalaksana diare (menurut WHO/Kemenkes) adalah:
a)
Rehidrasi, nutrisi, antibiotik sesuai indikasi, zink, edukasi orang tua
b)
Rehidrasi, ASI/sufor, antibiotik sesuai indikasi, zink, edukasi orang tua
c)
Rehidrasi, nutrisi, antivirus sesuai indikasi, zink, edukasi orang tua
d)
Rehidrasi, nutrisi, antibiotik sesuai indikasi, zink, higienitas
e)
Rehidrasi, nutrisi, antibiotik sesuai indikasi, zink, imunisasi
18.
Pemuda 20 tahun datang dengan demam, mual, muntah, penurunan nafsu makan, sklera menguning, gatal, serta urin berwarna seperti teh pekat. Tinggal di lingkungan dengan sanitasi kurang baik dan seminggu sebelumnya makan di warung yang kebersihannya diragukan. Beberapa temannya mengalami keluhan serupa. Diagnosis yang paling mungkin
a)
Hepatitis B akut
b)
Hepatitis C
c)
Hepatitis A
d)
Hepatitis D
e)
Hepatitis E
19.
Seorang mahasiswa mengalami diare setelah mengonsumsi sorbitol dalam jumlah besar. Tipe diare yang terjadi adalah:
a)
Invasif
b)
Sekretorik
c)
Osmotik
d)
Inflamatorik
e)
Eksudatif
20.
Virus Hepatitis A termasuk ke dalam golongan virus:
a)
Adenovirus
b)
Flavivirus
c)
Pikornavirus
d)
Retrovirus
e)
Paramyxovirus
21.
Laki-laki 56 tahun datang dengan keluhan BAB berwarna kehitaman (melena). Pasien sering mengonsumsi obat penghilang nyeri (NSAID). Yang termasuk dalam 'alarm symptom’ pada pasien ini sebagai pertimbangan untuk endoskopi adalah:
a)
Usia lebih dari 30 tahun
b)
Muntah
c)
Perdarahan saluran cerna (melena)
d)
Nyeri ulu hati
e)
Demam disertai kejang
22.
Pria 35 tahun datang dengan nyeri ulu hati, mual, cepat kenyang. Uji napas urea positif. Mekanisme utama yang menyebabkan kelainan ini:
a)
Kerusakan mukosa akibat aktivitas urease bakteri
b)
Penurunan sekresi hormon gastrin
c)
Peningkatan motilitas lambung
d)
Penghambatan prostaglandin oleh NSAID
e)
Hipersensitivitas tipe I
23.
Apakah komplikasi paling berbahaya pada pasien yang menerima vaksin rotavirus?
a)
Intususepsi
b)
Anafilaksis
c)
Diare kronis
d)
Nyeri perut berulang
e)
Demam tinggi
24.
Ibu Ani (40 tahun) datang dengan keluhan perut rasa tidak enak, mual, dan teraba benjolan. Dokter menduga tumor jinak. Ciri khas suatu tumor jinak adalah:
a)
Pertumbuhannya kadang-kadang ke kelenjar getah bening
b)
Pertumbuhannya tidak selalu ke kelenjar getah bening
c)
Berdiferensiasi kurang baik
d)
Bentuk sel Uniform
e)
Sitoplasma sedikit
25.
Pria 25 tahun datang dengan keluhan nyeri dada seperti rasa terbakar, rasa pahit dan asam pada lidah (GERD). Nyeri sejak 5 hari lalu. Apa komplikasi yang terjadi pada pasien jika tidak diobati?
a)
Hematemesis melena
b)
Tukak peptic
c)
Mallory Weiss tear
d)
Esofagitis
e)
Adenocarcinoma gaster
26.
Perempuan 25 tahun datang dengan keluhan perut kembung, perih, mual, muntah, sering bersendawa. Keluhan memberat saat makan, kambuh sejak 6 bulan. Nyeri tekan epigastrium (+). Urea Breath Test positif. Terapi yang paling tepat untuk pasien ini
a)
PPI 2x1, klaritromisin 3x500mg, amoksisilin 3x 500mg
b)
PPI 2x1, klaritromisin 2x500mg, amoksisilin 2x 1000mg
c)
PPI 2x1, klaritromisin 2x500mg, amoksisilin 3x 1000mg, metronidazol 3x500 mg
d)
PPI 2x1, amoksisilin 2x500 mg, tetrasiklin 4x250mg, bismuth subsalisilat 2x2 tablet
e)
PPI 2x1, amoksisilin 3x500 mg, metronidazole 3x500mg, tetrasiklin 4x250 mg
27.
Bayi laki-laki 2 bulan datang dengan keluhan muntah-muntah sejak usia dua minggu, makin lama makin sering. Muntah proyektil berisi ASI/susu, selalu menangis minta minum dan tampak haus. Bayi tampak kurus dan dehidrasi. Abdomen cembung dan teraba massa seperti telur ayam kampung di daerah epigastrium . Diagnosis yang paling mungkin pada pasien?
a)
Intususepsi / Invaginasi
b)
Malrotasi midgut volvulus
c)
Hipertrofi Pylorus Stenosis
d)
Thypoid dengan perforasi usus
e)
Disentri dengan dehidrasi berat
28.
Diare dapat disebabkan oleh adanya gangguan motilitas. Patofisiologi diare oleh karena gangguan motilitas adalah:
a)
Osmolaritas dalam ronnga usus meningkat
b)
Menarik air dari plasma lebih banyak masuk kerongga usus
c)
Menarik elektrolit dari plasma masuk kerongga usus
d)
Waktu transit diusus menjadi lebih lambat
e)
Waktu transit diusus menjadi lebih cepat
29.
Jika terjadi pemindahan cairan ke dalam lumen usus Gastrointestinal dan kavum abdomen akibat obstruksi, akan terjadi masalah pada sistem Digestif. Pemindahan air dan garam ke dalam lumen colon secara berlebihan dapat menyebabkan:
a)
Shock
b)
Muntah2x
c)
Diare
d)
Hipervolemi
30.
Laki-laki 56 tahun datang dengan muntah dan BAB kehitaman (melena). Riwayat sering mengonsumsi obat anti nyeri (NSAID). Pemeriksaan: TD 100/60, HR 110x/menit (Syok/hipovolemia), konjungtiva anemis (+), Hb 6 mg/dl. Berikut merupakan faktor agresif dari tukak peptikum, kecuali:
a)
H.Pylori
b)
Prostaglandin
c)
Asam lambung
d)
NSAID
e)
Pepsin
31.
Patogen yang paling mungkin menjadi penyebab diare pada pasien di atas adalah:
a)
● Rotavirus
b)
● Norovirus
c)
● ETEC
d)
● Disentri basiler
e)
● Vibrae Cholerae
32.
Anak usia 1 tahun 3 bulan datang dengan keluhan BAB cair sejak 5 hari lalu (>10 kali/hari, tanpa darah). Disertai demam dan muntah 2 kali. Pasien tampak sakit, sadar (kompos mentis). Tanda: mata cowong, turgor kulit kembali lambat, dan terus meminta minum. Apa tatalaksana pertama yang harus dilakukan pada pasien dehidrasi berat ini?
a)
Pemberian zinc untuk memperbaiki epitelisasi usus
b)
Rehidrasi dengan infus Ringer Laktat 30 ml/kg selama 30 menit pertama dilanjutkan 70 ml/kg selama 2 jam 30 menit
c)
Rehidrasi dengan infus Ringer Laktat 30 ml/kg selama 1 jam pertama dilanjutkan 70 ml/kg selama 5 jam
d)
Rehidrasi dengan oralit 75 ml/kg selama 3 jam
e)
Pemberian oralit 100-200 ml setiap pasien BAB cair
33.
Tn. Alex (55 tahun) datang berobat ke dokter dengan keluhan Nyeri perut kanan atas, penurunan berat badan. Ditemukan adanya pembesaran hati yang berbenjol. Kira-kira apakah yang dialami oleh Bapak Bobby (Tn. Alex)?
a)
Metastasis hati
b)
Hepatic Hemangioma
c)
Karsinoma Hati primer
d)
Focal Nodukar Aplasia
e)
Hepatocelular Adenoma
34.
Ibu Ani (40 tahun) awalnya diduga tumor jinak, tetapi pada pemeriksaan selanjutnya didapatkan kecurigaan ke arah keganasan (tumor gastrointestinal). Kira-kira jenis tumor gastrointestinal yang ganas apakah yang dialami Ibu Dona?
a)
Papiloma
b)
Adenoma
c)
Leiomioma
d)
Tumor Vaskuler
e)
Adenokarsinoma
35.
Tn. Alex (55 tahun) datang berobat ke dokter dengan keluhan Nyeri perut kanan atas, penurunan berat badan. Ditemukan adanya pembesaran hati yang berbenjol. Pemeriksaan penunjang pertama yang akan dilakukan pada Pak Bobby adalah:
a)
Foto perut
b)
Biopsi hati
c)
USG hati
d)
CT scan
e)
MRI
36.
Tn. Leo (50 tahun) datang ke dokter dengan keluhan rasa tidak nyaman pada daerah perut. Ditemukan adanya pembesaran kantong empedu dan tidak nyeri saat palpasi (non-tender) pada pasien ikterik. Ini merupakan tanda dari:
a)
Courvorsier Sign pada Adenoma bilier
b)
Courvorsier Sign pada Tumor Cauda Pankreas
c)
Courvorsier Sign pada Tumor Caput Pankreas
d)
Courvorsier Sign pada Keganasan gastrointestinal
e)
Courvorsier Sign pada Tumor cholangiokarsinoma
37.
Wanita 40 tahun dengan konstipasi kronis mengalami perdarahan merah segar saat BAB. Penyebab utama hemoroid internal adalah:
a)
Peradangan mukosa rektum
b)
Pembesaran pleksus vena hemoroidalis
c)
Varises vena cava
d)
Gangguan sfingter rektal
e)
Cedera otot levator ani
38.
Seorang ibu 40 tahun pengguna narkoba suntik, terdiagnosis Hepatitis C. Kerusakan hati terutama disebabkan oleh:
a)
Toksisitas langsung virus terhadap hepatosit
b)
Aktivasi CTL spesifik yang menyebabkan fibrosis dan inflamasi
c)
Obstruksi duktus hepatikus oleh kompleks imun
d)
Penurunan fungsi makrofag hati (Kupffer cell)
e)
Gangguan produksi albumin sejak fase awal
39.
Laki-laki 34 tahun datang dengan keluhan nyeri saat menelan (odinofagi), nyeri seperti terbakar dari ulu hati, dan perasaan asam di mulut. Nyeri memberat saat berbaring. Dokter mendiagnosis Barrett’s esofagus. Apakah yang ditemukan dokter pada pemeriksaan PA?
a)
Displasia sel epitel esofagus
b)
Metaplasia sel epitel esofagus dari kolumnar menjadi skuamous
c)
Anaplasia sel epitel esofagus
d)
Metaplasia sel epitel esofagus dari skuamous menjadi kolumnar
e)
Anaplasia sel epitel esofagus dari skuamous menjadi kolumnar
40.
Bapak James dianjurkan untuk dilakukan pemeriksaan dengan tujuan untuk penentuan jenis tumor dan reseptor pada sel tumor yang berguna dalam penentuan terapi. Pemeriksaan yang dimaksud di atas adalah:
a)
ERCP
b)
Endoskopi
c)
Kolonoskopi
d)
Biopsi jaringan
e)
Biopsi jarum halus
41.
Perempuan 30 tahun datang dengan keluhan nyeri perut berulang disertai diare yang berlangsung beberapa hari. Nyeri perut berkurang setelah BAB. Keluhan hilang timbul sejak 5 tahun, memberat 6 minggu terakhir. Lokasi dan intensitas nyeri berubah-ubah. BAB 3-4 kali/hari. Riwayat pekerjaan sekretaris yang sangat berat (stres). Pemeriksaan fisik/lab normal. Diagnosis yang paling tepat pada kasus ini:
a)
Gastroenteritis kronis
b)
Crohn’s disease
c)
Kolitis ulserativa
d)
Kolitis pseudomembranosa
e)
Irritable bowel syndrome
42.
Perempuan 45 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan nyeri pada ulu hati sejak 5 hari lalu. Nyeri dirasakan memberat saat perut kosong atau belum makan. Nyeri membaik setelah makan atau minum obat antasida. Keluhan disertai mual dan muntah. Diagnosis yang paling tepat pada kasus ini:
a)
Cholesistitis
b)
divertikulosis
c)
GERD
d)
Tukak doudenum
e)
Tukak lambung
43.
Pria 20 tahun mengalami kembung, diare, dan gas setelah minum susu. Kelainan utama yang terjadi adalah:
a)
Kekurangan enzim maltase
b)
Kekurangan enzim laktase
c)
Kekurangan enzim amilase
d)
Kekurangan lipase
e)
Kekurangan peptidase
44.
Berapa banyak cairan yang harus diberikan oleh dokter pada pasien dehidrasi ringan-sedang ini?
a)
100 ml/kgBB dalam 3 jam
b)
150 ml/kgBB dalam 4 jam
c)
75 ml/kgBB dalam 3 jam
d)
100 ml tiap kali BAB cair
e)
100 ml/kgBB dalam 1 jam
45.
Pasien akhirnya diberikan obat prokinetik oleh dokter spesialis anak. Obat pilihan utama pada pasien ini adalah:
a)
Cisepride
b)
Metoclopramide
c)
Ondansentron
d)
Omeprazole
e)
Sucralfate
46.
J.C. (25/P) datang ke IGD dengan keluhan nyeri perut kanan atas, demam, sakit kepala, jaundice, dan sklera ikterik. Aktivitas terakhir adalah makan bersama teman di warung kaki lima. Jenis virus Hepatitis apa yang paling mungkin menyebabkan gejalanya?
a)
HBsAg
b)
HDV
c)
HCV
d)
HBV
e)
HAV
47.
(Merujuk pada Kasus 4: Bapak James, Adenokarsinoma gaster dengan metastasis Efusi Pleura Maligna). Maka pengobatan yang akan dilakukan adalah:
a)
Suportif
b)
Paliatif
c)
Radiasi
d)
Kemoterapi
e)
Pembedahan
48.
Perempuan 49 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri perut sisi kanan atas sejak 5 hari lalu. Disertai menggigil dan mual muntah. Pemeriksaan: TD 100/70, HR 86x/menit, RR 20x/menit, Suhu 37,9°C (demam). BB 89 kg, TB 160 cm (obesitas). Murphy sign (+). Lab: Leukositosis, AST 990 IU/L, ALT 130 IU/L. USG: penebalan pada kandung empedu.
Diagnosis yang paling tepat pada pasien ini:
a)
Koledokolitiasis
b)
Kolesistitis
c)
Kolangitis
d)
Kolelitiasis
e)
Kernikterus
49.
Anak laki-laki 9 tahun diantar orang tuanya dengan keluhan nyeri seluruh perut sejak 5 hari lalu. Disertai mual muntah, demam, dan BAB encer. Pasien hanya bisa berbaring dan tidak banyak bergerak. Pemeriksaan: abdomen cembung, bising usus sukar dievaluasi karena nyeri di seluruh perut. Lab: Leukosit 23.000/mm3. Diagnosis yang paling mungkin pada pasien:
a)
● Disentri dengan dehidrasi berat
b)
● Gastroenteritis akut
c)
● Appendisitis akut
d)
● Peritonitis
e)
● Thypoid
50.
Ibu Maria (40 tahun) menderita Hepatic Hemangioma (tumor jinak hati). Hepatic Hemangioma ini merupakan tumor jinak hati yang berhubungan dengan:
a)
Penggunaan Kontrasepsi oral dan Steroid Anabolik
b)
Pembuluh limfe hati yang berkembang abnormal
c)
Pembuluh darah yang berkembang abnormal
d)
Respon regenerasi dari hepatosit
e)
Respon hiperplastik dari hepatosit
51.
Bayi laki-laki 7 bulan dirujuk dengan keluhan perut kembung sejak 2 hari lalu. Disertai muntah berwarna kehijauan dan BAB bercampur darah lendir (red currant jelly stool). Bayi tampak kurang aktif. Abdomen cembung dan teraba massa seperti sosis di daerah kanan atas perut. Diagnosis yang paling mungkin pada pasien:
a)
Intususepsi / Invaginasi
b)
Malrotasi midgut volvulus
c)
Hipertrofi Pylorus Stenosis
d)
Thypoid dengan perforasi usus
e)
Disentri dengan dehidrasi berat
52.
Konstipasi dapat disebabkan oleh kelainan struktural. Patofisiologi konstipasi akibat kelainan struktural adalah:
a)
Obstruksi saluran tinja
b)
Konstipasi transit lambat
c)
Disfungsi anorectal
d)
Gangguan motilitas
e)
Gangguan Psikologis
53.
Pria 65 tahun mengalami perubahan pola BAB, darah samar positif, dan anemia mikrositik. Faktor risiko paling kuat untuk kanker kolon adalah:
a)
Konsumsi vitamin C berlebih
b)
Diet tinggi serat
c)
Riwayat keluarga kanker kolon
d)
Aktivitas fisik meningkat
e)
Pola makan rendah lemak
54.
Seorang Wanita 31 tahun yang suaminya didiagnosa Hepatitis B, melakukan pemeriksaan skrining. Hasil: HBsAg (-), anti HBc (+), anti HBs (+). Apa makna hasil ini?
a)
Wanita ini mengalami hepatitis akut
b)
Wanita ini mengalami hepatitis kronik
c)
Wanita ini mengalami hepatitis A
d)
Wanita ini mengalami hepatitis C kronik
e)
Wanita ini sudah pernah terinfeksi dan sekarang sudah ada antibody (sembuh)
55.
(Merujuk pada Kasus 51: Bayi 7 bulan, massa sosis, BAB darah lendir). Patogenesis yang terjadi pada pasien ini adalah:
a)
Adanya herniasi segmen usus pada defek intra abdomen
b)
Patologic lead point yang masuk atau terdorong ke bagian distal intralumen usus
c)
Tercekatnya segmen usus yang masuk melalui prosesus vaginalis yang masih paten
d)
Penebalan dinding segmen usus akibat hiperplasia Payer’s patches di terminal ileum
e)
Adanya puntiran segmen usus terhadap segmen usus lainnya akibat adanya adhesi atau kongenital band
56.
Ibu 42 tahun dengan riwayat reseksi usus berulang (ileum 130 cm dan 120 cm). Ia mengalami diare setiap kali makan. Pada kasus ini dapat terjadi anemia bila penyakit berkepanjangan, hal ini disebabkan oleh defisiensi:
a)
Calsium dan Magnesium
b)
Iron and Vitamin B12 (Vitamin B12 diserap di Ileum terminal)
c)
Protein
d)
Fat soluble vitamin
e)
Zinc dan elektrolit
57.
(Merujuk pada Kasus 56). Tipe diare yang terjadi pada pasien ini disebabkan oleh:
a)
Sekresi me↑
b)
Intake me↑
c)
Motilitas me↑
d)
Stimulasi osmotik cairan, sekresi me↑ dan motilitas me↑
e)
Stimulasi cairan
58.
Berikut adalah parameter pemeriksaan lab. yang dipakai sebagai indikator fungsi sintesis hati:
a)
APTT
b)
Amoniak
c)
Masa Protrombin (PT)
d)
Bilirubin
e)
AST / ALT
59.
Wanita 42 tahun datang ke IGD dengan nyeri perut kanan atas sejak 3 jam lalu, muncul setelah makan gorengan. Nyeri menjalar ke punggung kanan dan hilang timbul. Pasien tidak demam, tidak muntah, dan tanda vital stabil. USG: batu di kandung empedu tanpa tanda dinding menebal atau cairan perikolecystic. Murphy sign negatif. Diagnosis yang paling mungkin:
a)
● Kolesistitis akut
b)
● Kolangitis akut
c)
● Kolelitiasis simptomatik
d)
● Pankreatitis akut
e)
● Hepatitis akut
60.
Seorang Wanita 31 tahun ingin melakukan pemeriksaan skrining Hepatitis B. Parameter yang paling tepat untuk tujuan tersebut adalah:
a)
● HBsAg, anti HBC
b)
● HBeAg, anti HBC
c)
● HBsAg, HBeAg
d)
● Anti HBs, HBsAg
e)
● Anti HBC, IgM anti HBc
61.
Bayi laki-laki 1 hari dirujuk karena tidak ada lubang anus (Malformasi Anorektal). Keluhan disertai muntah setiap kali diberi ASI dan banyak mengeluarkan air liur. Saat lahir BAB mekonium (temuan aneh pada atresia/imperforata). NGT tidak bisa dipasang karena hanya bisa masuk 10 cm (Obstruksi esofagus). Diagnosis yang paling mungkin pada pasien:
a)
Malformasi anorektal + Palatoschizis
b)
Malformasi anorektal + Volvulus gaster
c)
Malformasi anorektal + Atresia esofagus
d)
Malformasi anorektal + Defek craniofasial
e)
Malformasi anorektal + Hipertrofi Pyloric Stenosis
62.
Pria datang ke dokter dengan demam 3 hari, dan dokter curiga Demam Tifoid. Pemeriksaan yang bisa dilakukan pada kasus ini yang akan mendukung ke arah demam tifoid adalah:
a)
● Tubex
b)
● Widal
c)
● Tubex dan Widal
d)
● Hematologi
e)
● Hematologi dan Widal
63.
Wanita 20 tahun, keluhan: Panas, nyeri ulu hati, sakit perut, mual, muntah, BAB encer (4-5 kali dalam sehari). Riwayat sering jajan makanan di luar. Secara Mikrobiologi Penyebab gangguan perncernaan pada kasus diatas dapat disebabkan oleh:
a)
● Hanya disebabkan oleh infeksi Bakteri saja
b)
● Hanya disebabkan oleh Virus
c)
● Hanya disebabkan oleh Jamur
d)
● Parasit tidak ada yg dapar menyebabkan gangguan percernaan pada kasusi diatas
e)
● Dapat disebabkan oleh Bakteri, virus, jamur
64.
(Merujuk pada Kasus 56: Short Bowel Syndrome). Kunci utama terapi nutrisi dalam penanganan pada pasien ini ialah:
a)
● Mengganti intake yang hilang
b)
● Amino replacement
c)
● Mengganti cairan dan mengontrol diare
d)
● Stimulasi sekresi cairan
e)
● Mengontrol malabsorbsi
65.
Seorang bayi laki-laki berusia 3 bulan dirujuk dengan keluhan perut kembung dan benjolan di lipat paha kiri yang awalnya hilang timbul, namun sejak kemarin tidak pernah hilang (Inkarserasi). Disertai muntah 3 kali. BAB tidak ada keluhan. Pemeriksaan fisik: abdomen cembung dan tampak massa berukuran diameter 5 cm di lipat paha kiri.
a)
Hydrocele
b)
Torsio testis
c)
Undesensus testis
d)
Epididimoorchitis
e)
Hernia inguinalis inkaserata
66.
Gejala yang muncul segera setelah periode post operative adalah:
a)
Diare karena absorpsi
b)
Diare eksaserbasi oleh karena intake oral
c)
Nyeri abdomen
d)
Inadequasi energi
e)
Hiperflatulence
67.
(Merujuk pada kasus Short Bowel Syndrome dengan reseksi ileum total dan usus halus sisa sekitar 400 cm - (130 cm + 120 cm) = 150 cm)
Bagaimana penyerapan zat gizi pada pasien tersebut?
a)
Karbohidrat tidak diserap
b)
Protein diserap di lambung
c)
Sekresi lemak oleh hati
d)
Karbohidrat dan protein diserap di duodenum dan jejunum
e)
Penyerapan disertai dengan vitamin
68.
Seorang Anak 14 tahun dicurigai mengalami inflamasi kronis pada saluran cerna (Inflammatory Bowel Disease). Pemeriksaan laboratorium yang mendukung ke arah inflamasi adalah:
a)
Fecal Calprotektin
b)
Prokalsitonin
c)
Tubex
d)
LDH
e)
C-Reactive Protein (CRP)
69.
Berikut adalah pernyataan yang benar antara pemeriksaan Widal dibandingkan Tubex:
a)
Antibodi pada pemeriksaan Widal timbul pada hari ke-3
b)
Antibodi pada pemeriksaan Tubex timbul pada hari ke-6
c)
Adanya Antibodi Salmonela typhoid pada pemeriksaan Widal ditunjukkan dengan terjadinya aglutinasi
d)
Adanya Antibodi Salmonela typhoid pada pemeriksaan Widal ditunjukkan dengan terjadinya perubahan warna
e)
Adanya Antibodi Salmonela typhoid pada Tubex ditunjukkan dengan terjadinya aglutinasi
70.
(Merujuk pada kasus Short Bowel Syndrome).
Dampak jangka pendek dan jangka panjang pada pasien ini dapat terjadi karena:
a)
Intake makanan yang kurang
b)
Defisiensi karbohidrat
c)
Malabsorbsi
d)
Managemen nutrisi
e)
Edukasi pada pasien kurang
71.
Penyerapan lemak biasanya terjadi pada bagian:
a)
Ileum
b)
Lambung
c)
Hati
d)
Empedu
e)
Duodenum
72.
Pasien 60 tahun dengan nyeri hebat perut kanan atas, demam, ikterus, hipotensi, takikardia, dan bingung (Pentad Reynolds). Laboratorium: bilirubin naik dan leukositosis.
Diagnosis paling mungkin:
a)
Kolesistitis akut
b)
Kolangitis akut
c)
Hepatitis toksik
d)
Kolelitiasis tanpa komplikasi
e)
Pankreatitis bilier ringan
73.
Pada kasus Crohn’s diseases, kebutuhan protein sangat meningkat oleh karena kehilangan:
a)
Nafsu makan
b)
Kehilangan lewat saluran cerna, pada saat reseksi dan inflamasi bila terjadi infeksi
c)
Cairan akibat diare yang frequent
d)
Nyeri abdominal
e)
Energy expenditure me↑
74.
1. (Merujuk pada kasus pemberian ASI pertama pada bayi 3 hari).
Pada saat bayi dalam kandungan trisemester pertama sampai saat inpartu saluran cerna bayi terhadap adanya mikroorganisme adalah:
a)
Tidak mengandung Mikroorganiseme
b)
Mengandung Mikroorganisme patogen
c)
Usus janin dalam keadaan tidak steril
d)
Usus bayi telah terkontaminasi dengan bakteri saluran cerna dari ibu
e)
Mikroorganiseme dapat ditemukan disaluran cernak janin sejak dalam kandungan
75.
Wanita 66 tahun, ikterus progresif dan BB turun. CT: massa kepala pankreas + metastasis paru.
Tatalaksana paling tepat:
a)
Whipple segera
b)
Stenting biliaris + kemoterapi paliatif
c)
ERCP menghancurkan tumor
d)
Reseksi parsial
e)
Observasi
76.
Seorang bayi perempuan 3 bulan, benjolan di lipat paha kanan yang hilang saat pasien tenang atau tidur. Keluhan lain tidak ada. Pemeriksaan fisik: benjolan sebesar telur puyuh saat menangis. USG: diameter prosesus vaginalis kanan 0,8 cm. (Hernia Inguinalis Lateralis Reducible)
Edukasi yang seharusnya diberikan kepada orang tua pasien:
a)
Pasien harus segera dirujuk ke UGD rumah sakit yang memiliki fasilitas pembedahan.
b)
Pasien harus berusia minimal satu tahun untuk dapat dilakukan tindakan operasi.
c)
Pasien harus dioperasi pada saat kondisi pasien optimal untuk mencegah komplikasi.
d)
Pasien harus diobservasi di rumah selama setahun untuk persiapan operasi kecuali keadaan pasien memburuk.
e)
Pasien harus ditidurkan pada posisi trendelenberg selama menunggu usia satu tahun untuk
77.
Seorang anak perempuan 6 tahun dengan keluhan sering keluar cairan dari pusar. Cairan tersebut berwarna kuning kental dan berbau seperti feses.
Patogenesis yang paling mungkin terjadi pada pasien ini:
a)
Infeksi kronis pada umbilikus
b)
Perubahan sel kearah keganasan
c)
Remnant urachus yang tetap terbuka
d)
Prosesus vaginalis yang tetap terbuka
e)
Remnant ductus omphalomesenteric yang tetap terbuka
78.
Berikut adalah pernyataan yang benar mengenai gambaran leukosit pada peradangan saluran cerna:
a)
Peradang saluran cerna akibat infeksi virus akan sebabkan jumlah leukosit normal atau leukopenia
b)
Peradang saluran cerna akibat infeksi virus akan sebabkan jumlah leukositosis
c)
Peradang saluran cerna akibat infeksi bakterial akan sebabkan jumlah leukosit normal atau leukopenia
d)
Peradang saluran cerna, Clostridium difficile positif
e)
Peradangan saluran cerna, LDH meningkat
79.
Gejala infeksi cacing kremi (Enterobius vermicularis) adalah:
a)
Batuk berdarah
b)
Diare
c)
Pruritus Ani
d)
Mual
e)
Konstipasi
80.
Penyerapan vitamin yang larut dalam lemak (A, D, E, K) dan B12 biasanya berkaitan dengan:
a)
Empedu
b)
Faktor intrinsik yang disekresikan oleh lambung
c)
Besama makanan di lambung
d)
Penyerapan cairan pada usus besar
e)
Penyerapan tidak dipengaruhi makanan
81.
Wanita 41 tahun datang ke dokter dan dicurigai ada obstruksi biliaris (misalnya akibat kolelitiasis/batu empedu).
Parameter laboratorium yang menunjang ke arah adanya kolelitiasis/obstruksi adalah:
a)
● SGOT/SGPT
b)
● GGT/Lipase
c)
● SGPT/ALP
d)
● GGT/ALP
e)
● SGOT/Bilirubin indirek
82.
Reseksi usus dapat berdampak terhadap proses:
a)
Reseksi terminal ileum
b)
Gizi dan cairan tubuh
c)
Postradiasi
d)
Infark usus
e)
Penyerapan normal
83.
Anak perempuan 3 tahun dengan keluhan perut kembung sejak bayi. BAB mekonium normal saat lahir (namun kemudian konstipasi). Muntah kuning hijau. BAB cukup sering tetapi hanya sedikit dan sering berupa bercak kotoran di pakaian dalam (overflow diarrhea). Gizi buruk. Abdomen cembung, peristaltik usus terlihat besar. Colok dubur: sfingter cekat, feses menyemprot saat jari dikeluarkan. Diagnosis yang paling mungkin pada pasien:
a)
Gastroesofageal refluks
b)
Hirschsprung’s disease
c)
Malformasi anorektal
d)
Prolaps rektum
e)
Stenosis ani
84.
Manakah yang merupakan cara pencegahan Taeniasis saginata?
a)
Tidak makan siput
b)
Sayuran harus dicuci bersih
c)
Harus menggunakan alas kaki
d)
Daging disimpan dalam freezer
e)
Mencuci tangan sebelum makan
85.
Pria 51 tahun datang dengan hasil lab: IgM anti-HAV (+), IgG anti-HAV (-). Bagaimana interpretasi Anda?
a)
Acute HAV infection
b)
Past HAV infection
c)
Imun terhadap infeksi HAV
d)
Early acute HAV infection
e)
Antibodi didapat dari vaksin
86.
Pria 70 tahun dengan ikterus progresif, pruritus, BB turun. Courvoisier sign positif (kandung empedu teraba, non-tender pada ikterus). USG: double duct sign (pelebaran duktus pankreatikus dan duktus koledokus).
Diagnosis paling sesuai:
a)
Kolesistitis kronis
b)
HCC metastasis
c)
Karsinoma kepala pankreas
d)
Kolangitis
e)
Choledocholithiasis
87.
Pria 52 tahun dengan riwayat hepatitis B kronis datang dengan keluhan perut kanan atas terasa penuh dan penurunan BB. AFP 1500 ng/mL (tinggi). USG: lesi soliter 4 cm.
Diagnosis paling sesuai:
a)
Hemangioma hepar
b)
Hepatocellular carcinoma
c)
Abses hati
d)
Kista hati
e)
Metastasis hati
88.
Wanita 48 tahun dengan kolesistitis akut. Demam, leukositosis. Tidak ada tanda sepsis berat.
Tata laksana awal yang paling tepat:
a)
Observasi saja
b)
Operasi segera tanpa cairan/antibiotik
c)
Cairan + analgesik + antibiotik + rencana kolesistektomi elektif
d)
ERCP segera
e)
Hanya analgesik
89.
Seorang anak laki-laki 10 tahun dengan keluhan nyeri perut kanan bawah sejak 2 hari yang lalu. Disertai mual muntah dan badan terbungkuk ke kanan depan (Psoas sign positif). Lab: Leukosit 13.000/mm3.
Etiologi dari kelainan yang diderita pasien (Apendisitis Akut):
a)
Proses autoimun yang menyebabkan inflamasi kronis
b)
Obstruksi lumen akibat hiperplasia dan hipertrofi kelenjar limfoid
c)
Patologik lead point yang terdorong ke distal akibat pergerakan peristaltik
d)
Penurunan kadar Ig A yang melapisi permukaan mukosa akibat defek genetik
e)
Inflamasi dan ulcerasi akibat sekret yang diproduksi oleh heterotopik mukosa
90.
(Merujuk pada kasus kolonisasi bakteri pada saluran cerna bayi setelah ASI pertama). Bakteri bertumbuh pada kasus diatas memiliki sifat (“D”):
a)
Dapat menyebabkan penyakit
b)
Tidak ada manfaat untuk kesehatan
c)
Bila bakteri ini berada diluar pencernaan tidak menimbulkan penyakit
d)
Dapat mengsintesis Vit K
e)
Menghambat absorbsi Makanan
91.
Gejala batuk berdarah, demam, eosinophilia dan infiltrate pada paru yang hilang dalam 3 minggu merupakan gejala dari:
a)
Sindroma disentri
b)
Sindroma Loeffler
c)
Tropical pulmonary eosinophilia
d)
Visceral Larva migrans
e)
Pneumonitis
92.
(Merujuk pada kasus kolonisasi bakteri pada saluran cerna bayi setelah ASI pertama). Pada kasus diatas, dapat ditemukan bakteri sebagai berikut:
a)
Enterobacter dan Salmonella
b)
Klebsiella dan Citobacter
c)
Strep tokokus asam laktat dan laktobacillus
d)
Shigella dan E.colli
e)
Vibrio chlera dan Salmonella
93.
Pria 51 tahun dengan kesimpulan adanya anemia. Berikut salah satu pemeriksaan lanjutan untuk mencari tahu penyebab anemia yang berhubungan dengan saluran cerna:
a)
Urinalisis
b)
Analisa tinja
c)
PT
d)
Darah samar tinja
e)
Fecal Calprotectin
94.
Pria 58 tahun dengan HCC ukuran 3 cm, Child-Pugh A, tanpa metastasis. Tumor soliter. Tata laksana paling tepat:
a)
Sorafenib
b)
TACE
c)
RFA
d)
Transplantasi hati
e)
Kemoterapi sistemik
95.
Bentuk infektif Schistosoma adalah:
a)
Siput
b)
Sporokista
c)
Serkaria
d)
Mirasidium
e)
Telur infektif
96.
Gejala infeksi berat Askariasis (Ascaris lumbricoides):
a)
Gatal-gatal di kulit
b)
Batuk berdarah
c)
Ileus obstruksi
d)
Anemia defisiensi besi
e)
Mual-mual
97.
Wanita 35 tahun dengan nyeri perut kanan atas setelah makan berlemak (Kolik biliaris). Dokter curiga kolelitiasis.
Pemeriksaan paling sensitif dan spesifik untuk mendeteksi batu empedu:
a)
CT scan abdomen
b)
USG abdomen
c)
MRI abdomen
d)
HIDA scan
e)
ERCP
98.
(Merujuk pada kasus kolonisasi bakteri pada saluran cerna bayi setelah ASI pertama). Bakteri yang ada pada kasus diatas adalah golongan:
a)
Mikroorganisme golongan flora normal saluran cerna
b)
Mikroorganisme golongan Patogen pada saluran cerna
c)
Mikrorganisme yang tidak menguntungkan
d)
Mikroorganisme dapat meyebabkan penyakit
e)
Dapat meningkatkan kolonisasi Bakteri
99.
Laki-laki 55 tahun datang dengan demam, nyeri kuadran kanan atas menetap sejak 2 hari lalu, bertambah saat menarik napas. Pemeriksaan: demam 38,3*C takikardia, Murphy sign positif. USG: penebalan dinding kantung empedu 5 mm dengan cairan perikolecystic.
Diagnosis paling sesuai:
a)
● Kolangitis akut
b)
● Kolesistitis akut
c)
● Kolelitiasis tanpa komplikasi
d)
● Perforasi ulkus duodenum
e)
● Hepatitis viral akut
Reset
