Font size
WorksheetsUntitled Quiz
Total questions: 98
Worksheet time: 52mins
Dalam pengadaan sediaan farmasi, apotek dapat melakukan konsinyasi dengan PBF. Produk apa saja yang sering dikonsinyasikan?
Obat dan BMHP yang cepat kadaluarsa
Perbekalan farmasi yang baru beredar
Sediaan farmasi yang cepat laku
Perbekalan farmasi yang diminati di pasaran
Sediaan farmasi yang tidak laku di pasaran
Pengkombinasian metode VEN dan ABC dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan obat dari suatu instalasi kesehatan, misalnya saja pengkombinasian Vital-Always, Nonessential-Control, Essensial-Better, Vital-Control dan masih banyak lagi. Jika dilihat dari macam-macam obat dibawah ini, kelompok obat mana yang termasuk ke dalam Vital-Control?
Vitamin B Kompleks
Caladine
Paracetamol
ISDN
Vitamin D
Sebuah rumah sakit melakukan perencanaan pengadaan eritromisin gel. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan analisis dan berdasarkan penggunaan periode sebelumnya. System pengadaan yang dilakukan yaitu…
Epidemiologi
Konsumsi
Analisis ABC
Analisis VEN
Kombinasi ABC dan VEN
Perencanaan obat emergency dan obat bebas terbatas di rumah sakit selama satu tahun berjalan ada kelebihan stok item obat dan kekurangan life saving drugs. Metode apa yang tepat agar tidak terjadi kekurangan obat dan kelebihan stok?
Analisis ABC
Analisis VEN
Analisis ABC dan VEN
Metode epidemiologi
Metode Konsumsi
Berdasarkan hasil penelitian di Kota Padang tahun 2013, kelompok usia manakah yang memiliki persentase tertinggi penderita TB paru?
Lebih dari 65 tahun
45-64 tahun
25-44 tahun
15-24 tahun
Berikut adalah kriteria pemilihan obat dalam menetapkan formularium rumah sakit, kecuali…
Memiliki rasio manfaat-resiko (benefit-risk ratio) yang paling menguntungkan penderita
Praktis dalam penyimpanan dan pengangkutan
Praktis dalam penggunaan dan penyerahan
Konsep penggunaannya bukan berdasarkan obat yang paling dibutuhkan pasien
Menguntungkan dalam hal kepatuhan dan penerimaan oleh pasien
Obat-obatan tertentu pada pusat pelayanan kesehatan yang jumlahnya dilebihkan, dikenal dengan istilah...
Butter stock
Buffing shock
Buffer stock
Buffer shock
Baffer stock
Jika suatu rumah sakit baru dibangun, maka sistem pengadaan perbekalan farmasi menggunakan metode...
Konsumsi
Epidemiologi
Kombinasi konsumsi dan epidemiologi
Formularium
Epidemiologi dan formularium
Pendistribusian sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan berdasarkan resep perorngan yang disiapkan dalam unit dosis tunggal atau ganda, untuk penggunaan satu kali dosis/pasien disebut…
UDD
Sistem peresepan
Floor stock
Sistem peresepan individu
Kombinasi
Yang tidak termasuk dalam pengelolaan obat di fasilitas kesehatan adalah…
Pengadaan
Perencanaan
Pemasaran
Distribusi
Penyimpanan
Pemilihan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai biasanya berdasarkan pada formularium dan standar pengobatan/pedoman diagnosa dan terapi yang terdapat pada rumah sakit. Kriteria pertama pemilihan Obat untuk masuk Formularium Rumah Sakit menurut Permenkes no 72 tahun 2016 adalah :
menguntungkan dalam hal kepatuhan dan penerimaan oleh pasien
mengutamakan penggunaan Obat generik
praktis dalam penyerahan, penggunaan dan penyimpanan
mutu terjamin, termasuk stabilitas dan bioavailabilitas
memiliki rasio manfaat-risiko (benefit-risk ratio) yang paling menguntungkan penderita
Jika suatu saat pola penyakit pada pasien berubah, bagaimana perencanaan perbekalan sediaan farmasi pada rumah sakit tersebut?
Dilakukan pemesanan langsung ke supplier
Pasien menebus obat ke luar
Apoteker langsung merubah formularium rumah sakit
Dilakukan diskusi bersama tim KFT dalam update formularium rumah sakit
Dilakukan perubahan formularium atas persetujuan apoteker
Rumah sakit dalam melaksanakan pengadaan sediaan farmasi, memiliki beberapa metode perencanaan untuk pengadaan. Metode perencanaan sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan dengan menggunakan data pasien, waktu tunggu pasien, kejadian penyakit yang umum, dan pola perawatan standar dari penyakit yang ada adalah ....
Konsumsi
ABC
VEN
Epidemiologi
Ekonomi
Diantara beberapa tahap kegiatan pengelolaan perbekalan farmasi, tahap mana yang bertujuan untuk mengatur jumlah perbekalan farmasi?
Pengadaan
Penghapusan, Monitoring dan evaluasi
Pengadaan, Penyimpanan
Perencanaan, Pengendalian, Pelaporan dan pencacatan
Perencanaan, Penerimaan, Pendistribusian
Seorang apoteker pada IFRS Rumah Sakit Andalas sedang melakukan penataan penyimpanan sediaan farmasi pada IFRS. Apoteker tersebut berkoordinasi dengan tenaga teknis kefarmasian (TTK) dalam mengelola penataan sediaan farmasi, apoteker memerintahkan TTK untuk menyusun obat-obat berdasarkan masa kadaluarsa obat terdekat diletakan dipaling depan terlebih dahulu agar dapat diberikan ke pasien, metode apakah yang digunakan tersebut?
FIFO
FEFO
Alfabetis
ABC
VEN
Tujuan pengelolaan sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan di rumah sakit menurut Permenkes No. 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan di Rumah Sakit adalah agar:
pelayanan farmasi dan perbekalan kesehatan di rumah sakit dapat dilakukan secara efektif, efisien, dan sesuai standar
rumah sakit dapat meningkatkan pendapatan dari penjualan obat
pasien selalu mendapatkan obat bermerek
rumah sakit dapat mengurangi jumlah tenaga farmasi
Obat yang diperlukan tersedia setiap saat dibutuhkan, dalam jumlah yang cukup, mutu yang terjamin dan harga yang terjangkau untuk mendukung pelayanan yang bermutu, salah satunya dengan menerapkan kegiatan untuk merealisasikan kebutuhan yang telah direncanakan dan disetujui, kegiatan itu adalah...
Perencanaan
Pemilihan
Pengadaan
Penerimaan
Pengendalian
Kemanakah tujuan pelaporan yang dimaksud pada pernyataan diatas menurut Permenkes No. 72 tahun 2016?
Dinas Kesehatan Kab/Kota, Dinas kesehatan Provinsi & Kementrian Kesehatan
Dinas Kesehatan Kab/Kota, kepala BPOM & dinas kesehatan provinsi
Kepala BPOM, dinas kesehatan kab/kota, dinas kesehatan provinsi
Dinas kesehatan kab/kota & dinas kesehatan provinsi
Dinas kesehatan kab/kota, dinas kesehatan provinsi, kepala BPOM & Kementrian Kesehatan
Untuk menjamin mutu Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit, harus dilakukan Pengendalian Mutu Pelayanan Kefarmasian yang meliputi ....
Monitoring
Evaluasi
monitoring dan evaluasi (monev)
Motivasi
PIO
Pemilihan obat dapat dilakukan dengan menggunakan metode VEN dan ABC. Penggolongan metode analisis VEN dan ABC berdasarkan pada..
Berdasarkan harga obat
Berdasarkan khasiat obat
Berdasarkan konsumsi obat
Berdasarkan harga dan khasiat obat
Berdasarkan epidemiologi penyakit
Pengelolaan perbekalan obat emergensi di rumah sakit harus dapat menyediakan lokasi penyimpanan. Obat emergensi dibutuhkan untuk kondisi kegawatdaruratan. Tempat penyimpanan harus mudah diakses dan terhindar dari penyalahgunaan dan pencurian. Berikut ini hal yang harus dijamin dalam pengelolaan obat emergensi yaitu...
Jumlah dan jenis obat sesuai dengan daftar obat emergensi yang telah ditetapkan;
Tidak boleh bercampur dengan persediaan obat untuk kebutuhan lain
Bila dipakai untuk keperluan emergensi harus segera diganti
Dicek secara berkala apakah ada yang kadaluwarsa dan dilarang untuk dipinjam untuk kebutuhan lain.
Semua benar
Sesuai dengan Kebijaksanaan Obat Nasional (KONAS) pengelolaan obat salah satunya bertujuan agar pasien mendapatkan obat-obat yang mutunya terjamin. Untuk menjamin pasien mendapatkan mutu-mutu obat yang terjamin maka dilakukan pengawasan
Pengawasan mutu obat
Pengawasan harga obat
Pengawasan distribusi obat
Pengawasan penggunaan obat
Untuk mengawasi pemilihan obat dapat dilakukan dengan beberapa metode yaitu:
Metode Vital, Essential, dan Non-sesential.
Metode Always, Better, dan control
Metode VEN dan ABC
Metode Langsung
Metode Tidak langsung
Sistem distribusi untuk pasien rawat jalan merupakan kegiatan pendistribusian perbekalan farmasi untuk memenuhi kebutuhan rawat jalan di rumah sakit yang diselenggarakan secara sentralisasi atau desentralisasi dengan sistem resep perorangan oleh pelayanan farmasi rumah sakit, hal diatas dijelaskan berdasarkan...
Peraturan Pemerintah No. 51 Tahun 2009
Undang-undang No. 35 Tahun 2009
Keputusan Menkes RI No. 1197/Menkes/SK/X/2004
Keputusan Menkes No. 1747/Menkes/SK/XII/2000
Keputusan Menkes RI No. 1333/Menkes/SK/XII/1999
Permenkes No 35 Tahun 2014 tentang standar pelayanan kefarmasian di Apotek, telah diubah menjadi Permenkes N0 35 Tahun 2016. Namun, masih belum memenuhi kebutuhan hukum di masyarakat, sehingga dilaksanakan lagi perubahan menjadi
Permenkes No 72 Tahun 2016
Permenkes No 73 Tahun 2016
Permenkes No 74 Tahun 2016
Permenkes No 75 Tahun 2016
Permenkes No.76 Tahun 2016
Apotek “Hexa Farma” yang bekerjasama dengan klinik pratama “Keluarga Sehat” memiliki stok obat salbutamol nasal spray sebanyak 28 buah. Sudah 10 bulan tidak ada resep obat tersebut, baik dari klinik “Keluarga Sehat” maupun klinik lainnya. Sedangkan masa expire obat tersebut masih 3 tahun 4 bulan lagi. Bagaimana jika obat tersebut dijual ke apotek lain?
Tidak, sebaiknya di return ke PBF
Boleh, jika dijual ke apotek lain dalam sistem apotek sirkulasi
Boleh, jika ada apotek yang mau
Tidak, karena masa expire obat masih lama
Tidak, karena baru 10 bulan obat tersebut berada di irrelevan apotek
Apotek Andalas Utama merupakan apotek yang ramai pasiennya karena berada dekat dari rumah sakit. Dari 2 jenis analisa perbekalan (VEN dan ABC), apotek ini memilih Analisa ABC. Berikut manfaat analisa ABC, kecuali...
Dapat memanfaatkan model kerja
Membantu manajemen dalam penentuan tingkat persediaan
Sumber daya produksi dapat dimanfaatkan secara efisien
Dapat memanfaatkan alokasi dana yang tersedia
Dapat memfokuskan pada jenis persediaan utama yang memberikan untung besar
Disuatu apotek ditemukan beberapa obat sudah expire 1 bulan yang lalu. PSA memutuskan agar segera memusnahkan obat tersebut. Sesuai PMK No. 35 Tahun 2014, pemusnahan obat di apotek dilakukan oleh...
APA, disaksikan oleh petugas DKK
APA, disaksikan oleh pihak kepolisian dan BPOM
APA, PSA, dan TTK
APA dan TTK
Boleh TTK asalkan diketahui oleh PSA, DKK, dan BPOM
PBF wajib menyimpan/ membukukan setiap berkas pengadaan, penyimpanan, dan penyaluran perbekalan farmasi. Berkas yang dimaksud adalah...
Surat pesanan, faktur penerimaan, faktur pengiriman, SIA
Faktur penerimaan, faktur pengiriman, faktur barang kembali, SIA
Surat pesanan dan kartu stok obat
Surat pesanan dan SIA
Surat pesanan, faktur penerimaan, faktur pengiriman, kartu stok obat
Seorang tenaga kefarmasian yang bekerja di apotek menerima sediaan farmasi dari Pabrik Besar Farmasi (PBF) berdasarkan surat pesanan, akan tetapi obat yang datang tidak sesuai dengan surat pesanan, apa yang sebaiknya dilakukan oleh tenaga farmasi?
Menandatangani faktur meskipun obat tidak sesuai dengan pesanan
Mengembalikan obat yang tidak sesuai pesanan dan menandatangani faktur yang ada
Membuat surat pesanan baru untuk obat yang akan dipesan
Meandatangani faktur baru setelah barang ditukar sesuai pesanan
Membuat surat pesanan yang sesuai dengan faktur yang ada
Seorang tenaga kefarmasian di apotek diberi peringatan karena melakukan kesalahan terhadap pelayanan obat. Pada resep tertulis obat pasien adalah klorpromazin yang merupakan obat antiemetik, sedangkan yang diberikan ke pasien adalah klorpropamid yang merupakan obat antidiabetes. Kasus ini menggambarkan kesalahan obat yang termasuk dalam kelompok obat?
FEFO
FIFO
Look-Alike
Sound-Alike
Obat Keras
Siapakah Evi di apotek “Tunas Muda” yang berada di kota Padang?
Asisten Apoteker (APA)
Dokter Umum
Pemilik Apotek
Pasien
Apoteker Evi kemudian membuat surat pemesanan untuk item obat tersebut. Berikut adalah nama PBF di kota Padang, ke PBF manakah surat pemesanan untuk obat golongan narkotika diajukan?
Parit Padang
Tempo
Kimia Farma
Kerta Niaga
Gading Lestari Farma
Dalam kegiatan pengadaan, penyimpanan, dan penyaluran obat, seorang apoteker penanggung jawab wajib melakukan dokumentasi dengan baik. Dokumentasi dilaksanakan secara baik dengan maksud....
Untuk dapat menjamin pelaksanaan pengadaan dan distribusi sesuai ketentuan perundang-undangan.
Untuk dapat menjamin penyediaan data dan informasi yang akurat dan aktual pada pemesanan, penerimaan, keadaan stok, penyaluran, dan sebagainya.
Untuk dapat menjaga tingkat stok pada kondisi yang dapat menjamin kelancaran pelayanan.
Untuk dapat melakukan dokumentasi yang benar dan lengkap dan mencatat semua kegiatan yang dilaksanakan dalam pengelolaan pengadaan dan penyaluran obat.
Semua benar
Seorang pasien 56 tahun datang ke apotek menderita osteoporosis, gout dan osteoarthritis dan osteoporosis. Dia diberikan resep obat sediaan kalsium, allopurinol. Sebagai seorang apoteker harus melakukan kajian resep administratif, farmasetik dan klinis. Apakah yang termasuk skrining administratif?
Nama dan kekuatan sediaan
Interaksi obat
Bentuk sediaan
Nama dan usia pasien
Kompatibilitas
Pada Apotek Kasih Ibu, terdapat tumpukan resep-resep obat yang disimpan sejak tahun 2010. Sesuai PERMENKES No. 35 tahun 2014 tentang Standar Pelayanan Farmasi di Apotek, resep yang telah disimpan melebihi jangka waktu 5 tahun dapat dimusnahkan dan pemusnahannya disertakan dengan berita acara pemusnahan resep. Pada instansi apakah berita acara pemusnahan resep dilaporkan?
Badan POM
Balai POM
PBF
Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
Menteri Kesehatan
Anda adalah seorang apoteker yang sedang praktek di sebuah apotek di kota padang. Anda melihat seorang ibu berjalan ke apotek anda dengan wajah panik sambil memapah seorang bocah laki-laki yang mengalami kesulitan bernafas. Kemudian sang ibu menunjukkan sebuah inhaler lengkap dengan tabungnya dengan maksud ingin membeli Ventolin®. Sebagai seorang apoteker, apa yang akan anda lakukan?
Menolak permintaan si ibu, karena Ventolin® merupakan obat keras
Menolak permintaan si ibu, karena Ventolin® harus diresepkan oleh dokter
Menolak permintaan si ibu, karena sediaan inhaler tidak boleh dijual bebas di apotek
Menyerahkan Ventolin® yang merupakan obat dalam daftar obat wajib apotek
Menyerahkan Ventolin® yang merupakan obat bebas terbatas
Bu Sari ingin menebus resep obat anak beliau di Apotek Hamasah. Sesampai di Apotek, resep diserahkan ke petugas apotek. Beberapa saat kemudian, resep bu Sari dicek dengan seksama oleh petugas didalam ruangan apotek, kemudian dicatat beberapa hal dari resep tersebut. Kemudian setelah menunggu, nama bu Sari dipanggil dan obat diserahkan kepada beliau sambil dijelaskan tentang kegunaan obatnya, cara pemakaiannya, cara penyimpanan dan ciri-ciri obatnya. Bu Sari juga sempat menanyakan tentang beberapa keluhan dan kondisi anak beliau, petugas apotek menjawab dan menjelaskan dengan terang. Berdasarkan ilustrasi diatas, pelayanan kefarmasian apa saja yang sudah diperoleh bu Sari di Apotek Hamasah?
Pelayanan informasi obat, pelayanan kefarmasian di rumah, dan PTO
Konseling, PTO, dan MESO
Dispensing, PIO, dan Konseling
Pengkajian resep, PTO dan pelayanan kefarmasian di Rumah
PIO, PTO dan MESO
Pemusnahan perbekalan farmasi di apotek harus dilakukan dengan cara yang paling tepat berikut ini adalah:
Dilakukan sesuai prosedur dan disaksikan oleh pihak berwenang
Dilakukan secara sembarangan tanpa pencatatan
Dibuang ke tempat sampah biasa
Dibakar tanpa pengawasan
Obat kadaluarsa dimusnahkan sesuai dengan bentuk sediaan dan resep yang disimpan melebihi waktu 3 tahun juga ikut dimusnahkan
Obat kadaluarsa dan rusak dimusnahkan sesuai dengan bentuk sediaan dan tidak perlu di isi berita acara
Obat yang kadaluarsa dan rusak dimusnahkan sesuai bentuk sediaan dan tidak perlu di isi berita acara
Resep yang telah disimpan melebihi jangka waktu 5 tahun dapat dimusnahkan
Resep yang telah disimpan melebihi jangka waktu 5 tahun dapat dimusnahkan serta obat yang rusak dan kadaluarsa dimusnahkan sesuai dengan jenis dan bentuk sediaan
Tidak ada pernyataan yang tepat
Seorang pasien berumur 40 tahun datang ke apotek membeli obat dengan resep yang diberikan oleh dokter, Kegiatan yang bukan termasuk pelayanan farmasi klinik yang dilakukan apoteker di apotek adalah...
a. Pengkajian resep
b. Dispensing
c. Konseling
d. Home pharmacy care
e. Pelayanan Informasi Obat
Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) yaitu memastikan bahwa kualitas produk yang dicapai melalui CDOB dipertahankan sepanjang jalur distribusi. Berikut merupakan aspek-aspek CDOB, kecuali….
Personalia
Dokumentasi
Pengadaan dan Penyaluran
Penyimpanan dan Penarikan Kembali
Semua salah
PBF hanya dapat melaksanakan penyaluran obat keras kepada …
Toko obat
Apotek yang tidak mempunyai APA
Apotek yang mempunyai APA
Toko kelontong
Toko kosmetik
Pemusnahan resep yang mengandung obat narkotika dan psikotropika di apotek menurut Permenkes RI No. 73 Tahun 2016 harus dilakukan oleh Apoteker dan disaksikan oleh...
Kepala Puskesmas
Kepala Kepolisian Sektor setempat
Petugas Dinas Kesehatan
Dokter Penanggung Jawab
Yang berhak menandatangani surat pemusnahan narkotika adalah:
Kepala BPOM
Dinas kesehatan kabupaten/kota
Dokter yang membuat resep
Tenaga kefarmasian lain
Pemilik Saham Apotek
Yang tidak termasuk panitia pemusnahan narkotika adalah:
APA
Asisten Apoteker
Petugas Balai POM
Kepala Suku Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat
PSA
Distributor obat X mengantarkan obat parasetamol 500 mg dan amoksisilin 500 mg ke apotek. Yang perlu dilakukan oleh apoteker penerima obat di apotek adalah…
Cek kesesuaian obat yang datang dan surat pesanan
Langsung membayar faktur
Menentukan harga jual obat
Meyimpan obat ke gudang
Salah semua
Seorang apoteker melakukan evaluasi dalam rangka pengendalian persediaan obat di apotek. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan diketahui bahwa terdapat 5 jenis obat yang tidak digunakan sejak 3 bulan yang lalu sehingga terjadi penumpukan sediaan. Hal ini disebut?
Safety stock
Death stock
Out of stock
Stock of opname
ready stock
Seluruh Posyandu di Indonesia menerima obat-obat vaksin untuk kegiatan imunisasi sebagai program pemerintah dalam pencegahan penyakit polio. Namun, pada satu daerah di kota Padang program tersebut tidak memberikan hasil seperti yang diharapkan pemerintah. tingkat kejadian kasus polio tidak menunjukkan penurunan. Setelah ditelusuri, ternyata obat tersebut diletakkan dalam suatu ruangan dengan suhu 25°C. Hal tersebut menunjukkan bahwa terjadi masalah dalam pengelolaan sediaan farmasi pada tahap....
Perencanaan dan pemilihan
Pengadaan obat
Penyimpanan obat
Distribusi obat
Penggunaan dan pengawasan obat
Pemusnahan dilakukan untuk Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai. Kriteria obat yang harus dimusnahkan menurut permenkes adalah, kecuali…
Produk tidak memenuhi persyaratan mutu
Produk telah kadaluwarsa
Produk tidak memenuhi syarat untuk dipergunakan dalam pelayanan kesehatan atau kepentingan ilmu pengetahuan
Produk dicabut izin edarnya
Produk sudah tidak laku di pasaran
Puskesmas pembantu (pustu) di salah satu desa di Kecamatan Kota Padang meminta sejumlah stok obat ke puskesmas induk di Kecamatan Kota Padang, ternyata stok obat di puskesmas sudah habis, apa yang harus dilakukan oleh seorang Apoteker….
Membuat surat Pendistribusian obat ke Dinkes Kota
Membuat surat Permintaan obat ke Dinkes Kota
Membuat surat Penerimaan obat ke Dinkes Kota
Membuat surat Pengendalian obat ke Dinkes Kota
Membuat surat Penyimpanan obat ke Dinkes Kota
Ditemukan sejumlah Paracetamol 500mg di Puskesmas X dengan tanggal kadaluarsa 3 bulan lagi. Asisten Apoteker melaporkan temuan tersebut kepada Apoteker 2 minggu kemudian, apa yang harus dilakukan oleh Apoteker terhadap obat tersebut….
Menghubungi dokter untuk meresepkan paracetamol sebanyak-banyaknya sebelum kadaluarsa
Menghubungi DINKES untuk pengembalian obat
Menghubungi pihak PBF untuk pengembalian obat
Langsung dimusnahkan saat itu juga
Tetap disimpan di ruang penyimpanan obat sampai waktu pemusnahan
Seorang apoteker yang baru bekerja di puskesmas dan di beri tugas pengelolaan larutan metadon untuk program terapi ketergantungan. Dimana tempat yg digunakan untuk penyimpanan metadon?
Dilemar obat keras sediaan cair
Etalase
Lemari pendingin 2-8
Lemari psikotropik
Lemari narkotik
50. Suatu fasilitas kesehatan sering mengalami kehabisan jenis obat tertentu, sehingga obat yang dibutuhkan oleh pasien tidak dapat diberikan akibatnya pasien terpaksa membeli obat di apotek lain. Seringnya hal ini terjadi, banyak pasien mengeluhkan hal yang di alami kepada pimpinan suatu fasilitas kesehatan. Hal tersebut membuat pemimpin menegur apoteker penanggung jawabnya karena masalah yang ditimbulkan. Berdasarkan kasus tersebut, masalah yang terjadi dalam pengelolaan sediaan farmasi pada tahap....
Perencanaan
Distribusi
Penerimaan
Penyimpanan
Perencanaan dan pemilihan obat
Perencanaan dan pemilihan obat
Pengadaan obat
Distribusi obat
Penggunaan dan pengawasan obat
Penyimpanan obat
Suatu sistem distribusi yang sangat di anjurkan oleh PERMENKES No.72 tahun 2016 untuk pasien rawat inap mengingat tingkat kesalahan obat dapat diminimalkan sampai kurang dari 5% adalah...
Resep Individu
Floor stock
Unit dose dispensing
One daily dose
Individual precription
Puskesmas disalah satu kecamatan melakukan penerimaan resep dan peracikan yg dilakukan oleh orang yang bukan ahli di bidang ini. Sedangkan pekerjaan kefarmasian seperti memproduksi, distribusi dan pelayanan sediaan farmasi harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai kewenangan untuk itu. Dimana hal tersebut sudah di atur dalam undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 1992 tentang kesehatan. Dalam bab dan pasal berapakah hal tersebut sudah di atur oleh pemerintah....
Bab I Pasal 1
Bab III Pasal 4
Bab V pasal 42
Bab VI pasal 63
Bab X pasal 82
Apoteker X memesan diazepam 2 fls dari pbf. Kemudian datang hanya 1 fls. Tindakan apa yang seharusnya apoteker tersebut lakukan?
mengklarifikasi kesalahan tersebut dengan PBF
mengganti surat pesanan sesuai barang yang datang
memesan barang kembali dengan kekurangannya
melapor kepihak berwenang
membuat surat pesanan baru
Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan upaya kesehatan, yang berperan penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Permenkes yang mengatur tentang standar pelayanan kefarmasian di puskesmas yaitu…
Permenkes No 72 tahun 2016
Permenkes No 73 tahun 2016
Permenkes No 73 tahun 2014
Permenkes No 74 tahun 2016
Permenkes No 74 tahun 2014
Seorang apoteker di Puskesmas akan melakukan pengadaan obat amoksisilin 500 mg, perhitungan ini berdasarkan pada pemakaian obat bulan sebelumnya. Metoda yang digunakan dalam pengadaan obat adalah….
Epidemiologi
Usia
Konsumsi
ABC
VEN
Seorang pasien yang baru didiagnosis menderita DM tipe I datang ke apotek Andalas Farma dan bertanya pada apoteker S. Pasien menjelaskan bahwa ia baru menggunakan hormon insulin sebagai salah satu terapinya. Ia bertanya pada apoteker S terkait lama penyimpanan hormon insulin dan temperatur penyimpanannya. Maka informasi yang dapat diberikan oleh apoteker S pada pasien ini adalah….
Insulin yang baru dapat disimpan selama tiga bulan pada suhu di bawah 0°C
insulin yang baru dapat disimpan selama enam bulan pada suhu 2-8°C
Insulin dapat disimpan pada suhu kamar pada temperatur 15-20°C bila seluruh isi vial akan digunakan dalam satu bulan
A dan B benar
B dan C benar
Seorang pasien datang dengan membawa resep berisikan librium dan dumolid. Apoteker dapat menemukan obat ini pada bagian ….. dari apotek tersebut.
Etalase luar
Etalase dalam
Freezer
Lemari obat psikotropik
Lemari obat narkotik
Dalam proses perencanaan obat pertahun, Puskesmas diminta menyediakan data pemakaian obat dengan menggunakan Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLO). Selanjutnya yang akan melakukan analisa kebutuhan obat di Puskesmas diwilayah kerjanya adalah ...
UPOPPK (Unit Pengelola Obat Publik dalam Perbekalan Kesehatan Kabupaten/Kota)
Petugas yang bekerja di Puskesmas
Apoteker yang ada di Puskesmas
Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
Staff Farmasi di Puskesmas
Dalam peningkatan pelayan kefarmasian, puskesmas harus memiliki sarana dan prasarana yang menunjang. Berikut adalah sarana dan prasarana penunjang pelayanan kefarmasian di puskesmas diantaranya, kecuali ….
Lemari es
Timbangan
Rak obat
Komputer
Meja administrasi
Ruang tunggu yang nyaman bagi pasien
Ruang tunggu yang nyaman bagi pasien
Keranjang tempat penyerahan obat ke pasien
Tempat penyimpanan obat khusus
Tempat peracikan obat dan peralatan penunjang
Sumber informasi yang memadai untu pelayanan informasi obat
Salah satu tanggung jawab puskesmas adalah bertanggung jawab terhadap terlaksananya pencatatan pelaporan obat yang tertib dan lengkap serta tepat waktu untuk mendukung pelaksanaan seluruh pengelolaan obat. Hal - hal penting dalam pencatatan dan pelaporan tersebut kecuali ….
Sarana pencatatan dan pelaporan
Alur pelaporan
Periode Pelaporan
Laporan pengelolaan obat
Pengendalian Persediaan
Tujuh dari 11 kecamatan di Kota Padang, Sumatera Barat tercatat sebagai daerah yang berpotensi rawan bencana seperti banjir. Kondisi banjir menyebabkan keterbatasan air bersih, akibatnya anak-anak usia dibawah 5 tahun banyak mengalami diare yang disertai muntah sering disebut muntah berak (muntaber), gejalanya biasanya buang air terus menerus, muntah, dan kejang perut. Dinas Kesehatan kota Padang mengambil tindakan untuk menyediakan buffer stock obat pada masing-masing puskesmas. Obat yang tepat pada kasus tersebut adalah...
Betadine
Amoxicillin
Paracetamol
Oralit
Diazepam
Seorang mahasiswa apoteker datang ke puskesmas X untuk mencari informasi mengenai pengelolaan sediaan farmasi di puskesmas. Berdasarkan hasil laporan dari apoteker, penduduk yang berobat ke puskesmas tersebut banyak yang mengalami diare pada dua minggu terakhir dikarenakan sanitasi lingkungan yang tidak memadai. Berdasarkan laporan diatas, cara penentuan kebutuhan obat yang digunakan didasarkan pada....
Metoda konsumsi
Metoda ABC
Metoda Epidemiologi
Pendapatan daerah
Benar semua
Puskesmas Pauh memiliki obat Codein Hcl dan Luminal. Obat ini masa expirednya Juni 2017, maka dilakukan pemusnahan terhadap obat tersebut. Pemusnahan dilakukan oleh …..
Asisten Apoteker disaksikan oleh Kepala Puskesmas
Asisten Apoteker disaksikan oleh Dinas Kesehatan Kota
Apoteker disaksikan oleh Dinas Kesehatan Kota
Apoteker disaksikan oleh Dinas Kesehatan Kota
Apoteker disaksikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi
Kendala yang sering terjadi dalam penggunaan sistem e-purchasing adalah keterlambatan kedatangan pemesanan obat atau alat kesehatan di Puskesmas. Apa yang sebaiknya dilakukan seorang apoteker, agar tidak terjadi kekurangan atau kekosongan obat di Puskesmas tersebut?
Mendesak pihak terkait
Melebihkan pemesanan obat atau alat kesehatan 10% - 20%
Memberikan copy resep kepada pasien jika terjadi kekosongan
Membeli obat yang kurang langsung ke PBF
Semua benar
Untuk mengukur kinerja pelayanan kefarmasian di Puskesmas digunakan indikator dalam mengukur tingkat keberhasilan pelayanan kefarmasian di Puskesmas antara lain, kecuali?
Sumber daya manusia
Tingkat kepuasan konsumen
Dimensi waktu
Lama pelayanan diukur dengan waktu (yang telah ditetapkan)
Prosedur tetap (Protap) Pelayanan Kefarmasian
Permintaan obat untuk menunjang kebutuhan obat di Puskesmas diajukan oleh...... kepada kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dengan menggunakan format LPLPO.
Apoteker
Asisten apoteker
Kepala puskesmas
Penanggung jawab di gudang
Benar semua
Apoteker wajib ikut serta dalam memonitori dalam hal pengendalian limbah Rumah Sakit. Limbah Rumah Sakit termasuk limbah klinis yang berasal dari pelayanan medis, ...
laboratorium
kantin
taman
parkiran
Untuk pembuangan limbah klinis harus dilakukan cara seperti dibawah ini, kecuali:
Yang berbentuk padat menggunakan incinerator (sistem pembakaran)
Yang berbentuk padat dan merupakan limbah infeksius tidak perlu disterilisasi terlebih dahulu sebelum dimusnahkan menggunakan incinerator (sistem pembakaran)
Yang berbentuk cair menggunakan sistem pengolahan air limbah
Yang berbentuk gas menggunakan alat pengendali gas Scrubber pada incinerator.
Yang berbentuk gas menggunakan alat pengendali Wet Scrubber pada bangunan cerobong asap dapur dan boiler
Dalam pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai di Rumah Sakit Penerimaan merupakan suatu rangkaian untuk menjamin kesesuaian jenis, spesifikasi, jumlah, mutu, waktu penyerahan dan harga yang tertera dalam surat kontrak atau surat penerimaan dengan kondisi fisik yang diterima. Dalam hal ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar proses penerimaan barang di Rumah Sakit berjalan sesuai yang di inginkan, kecuali....
Harus mempunyai MSDS (Material Safety Data Sheet) untuk bahan yang berbahaya
Harus mempunyai sertifikat asli untuk alat kesehatan
Spesifikasi obat / BMHP sesuai dengan yang ada pada pesanan
Penerimaan harus dilakukan/disaksikan oleh Apoteker atau TTK yang bertanggung jawab pada logistik farmasi.
Tidak memperhatikan suhu pengiriman untuk barang-barang tertentu
Penyampaian obat dari apoteker ke pasien adalah bagian terakhir distribusi obat. Di apotek, proses penyampaian ini dapat dilakukan langsung dari apoteker ke pasien. Namun, hal ini tidak dapat terjadi di rumah sakit terhadap pasien rawat inap karena jarak yang jauh antara penderita yang berada di ruangan dan apoteker yang ada di instalasi farmasi. Berkaitan dengan tanggung jawab penyampaian dan distribusi obat dari IFRS ke daerah perawatan pasien maka dibuat sistem distribusi obat. Berdasarkan ada atau tidaknya satelit farmasi, sistem distribusi obat di rumah sakit dibagi menjadi ….
Sistem sentralisasi dan desentralisasi
Sistem distribusi obat resep individual atau permintaan tetap
Sistem distribusi obat persediaan lengkap di ruang
Sistem distribusi obat kombinasi resep individual dan persediaan lengkap di ruang
Sistem distribusi obat dosis unit
Seorang apoteker di suatu rumah sakit akan melakukan pengadaan tablet paracetamol 500 mg dan tablet amoxicillin 500 mg. Untuk menentukan jumlah obat yang akan dipesan apoteker tersebut melakukan pengumpulan, pengolahan dan menganalisa data dari pemakaian obat periode sebelumnya. Berdasarkan data tersebut apoteker dapat menentukan jumlah obat yang akan dipesan. Apakah nama metode yang digunakan oleh apoteker tersebut?
Metode konsumsi
Metode ABC
Metode EOQ
Metode par stock
Distribusi merupakan suatu rangkaian kegiatan dalam rangka menyalurkan/menyerahkan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai dari tempat penyimpanan sampai kepada unit pelayanan/pasien dengan tetap menjamin mutu, stabilitas, jenis, jumlah, dan ketepatan waktu. Rumah Sakit harus menentukan sistem distribusi yang dapat menjamin terlaksananya pengawasan dan pengendalian sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai di unit pelayanan. Sistem distribusi di unit pelayanan dapat dilakukan dengan cara, kecuali...
Sistem persediaan lengkap di ruangan (floor stock)
Sistem resep perorangan
Sistem unit dosis
Sistem kombinasi
Sistem komputerisasi
Penyusunan dan revisi Formularium Rumah Sakit dikembangkan berdasarkan pertimbangan terapetik dan ekonomi dari penggunaan obat agar dihasilkan Formularium Rumah Sakit yang selalu mutakhir dan dapat memenuhi kebutuhan pengobatan yang rasional. Berikut ini adalah kriteria pemilihan obat untuk Formularium Rumah Sakit, kecuali:
memiliki rasio manfaat-risiko (benefit-risk ratio) yang paling menguntungkan pasien
praktis dalam penyimpanan dan pengangkutan
mutu terjamin
memiliki kemasan obat yang menarik
mengutamakan penggunaan Obat generik
Pelayanan farmasi diselenggarakan dengan visi, misi, tujuan dan bagan organisasi yang mencerminkan penyelenggaraan berdasarkan filosofi pelayanan kefarmasian. Bagan organisasi adalah bagan yang menggambarkan pembagian tugas, koordinasi dan kewenangan serta fungsi kerangka organisasi minimal mengakomodasi penyelenggaraan pengelolaan perbekalan, farmasi klinis dan managemen mutu, dan harus selalu dinamis sesuai perubahan yang tetap menjaga mutu sesuai harapan pelanggan. Pelayanan farmasi harus mencerminkan kualitas kefarmasian yang bermutu tinggi melalui cara pelayanan farmasi rumah sakit yang baik. Pelayanan kefarmasian di rumah sakit adalah sebagai berikut, kecuali . . . . .
Melakukan perencanaan, pengadaan dan penyimpanan obat, alat kesehatan sesuai formularium rumah sakit
Melakukan kegiatan peracikan obat sesuai permintaan dokter dan pasien baik untuk pasien rawat inap maupun pasien rawat jalan
Pendistribusian obat dan alat kesehatan farmasi
Memberikan pelayanan informasi obat dan melayani konsultasi obat
Mampu mendukung kegiatan pelayanan unit kesehatan lainnya selama 24 jam
Rumah sakit tipe C yang tidak memiliki insinerator memadai untuk pemusnahan sediaan farmasi kadaluarsa dapat melakukan pemusnahan dengan cara:
Mengirimkan sediaan farmasi ke pihak ketiga yang berizin
Membuang sediaan farmasi ke tempat sampah umum
Membakar sediaan farmasi di halaman rumah sakit
Mengubur sediaan farmasi di area rumah sakit
Dikarenakan cerobong insenerator yang rendah (dibawah 14 m) sehingga jika pemusnahan tetap dilakukan, hasil pembakaran akan mencemari lingkungan sekitar rumah sakit tersebut. Lalu, bagaimanakah solusi untuk rumah sakit ini agar dapat melaksanakan pemusnahan sediaan farmasi yang telah kadaluarsa tersebut?
Melaksanakan pemusnahan sediaan farmasi oleh pihak ketiga dengan mengadakan suatu kerjasama
Melaksanakan pemusnahan sediaan farmasi dengan pihak ketiga sebagai fasilitator dan pemusnahan tetap dilakukan oleh pihak rumah sakit (pihak pertama)
Sediaan farmasi dilaporkan ke Dinas Kesehatan Pusat sehingga dapat diserahkan ke rumah sakit yang membutuhkan sediaan tersebut
Sediaan farmasi dimusnahkan dengan pembakaran tanpa insenerator
Menghubungi Dinas Kesehatan Pusat dan meminta dana untuk pengadaan insenerator yang memadai
Rumah Sakit harus dapat menyediakan lokasi penyimpanan obat emergensi untuk kondisi kegawatdaruratan. Tempat penyimpanan harus mudah diakses dan terhindar dari penyalahgunaan dan pencurian. Pengelolaan obat emergensi harus menjamin, kecuali :
Jumlah dan jenis obat sesuai dengan daftar obat emergensi yang telah ditetapkan.
boleh bercampur dengan persediaan obat untuk kebutuhan lain.
Bila dipakai untuk keperluan emergensi harus segera diganti.
Dicek secara berkala apakah ada yang kadaluwarsa.
Dilarang untuk dipinjam untuk kebutuhan lain.
Di Rumah Sakit terdapat Panitia Farmasi dan Terapi (PFT). Panitia ini difungsikan rumah sakit untuk mencapai terapi obat yang rasional. Adapun yang termasuk peranan Panitia Farmasi dan Terapi di Rumah Sakit adalah
Penghentian obat berbahaya
Daftar Obat Darurat
Memantau ROM
Melakukan EPO dan Melaporkan MESO
Semua benar
Dalam rangka meningkatkan kepatuhan terhadap formularium Rumah Sakit, maka di RSUD Rasidin harus mempunyai kebijakan terkait dengan penambahan atau pengurangan Obat dalam Formularium Rumah Sakit dengan mempertimbangkan indikasi penggunaan, efektivitas, risiko, dan biaya. Evaluasi dan perubahan mengenai formularium di RSUD tersebut dilakukan setiap:
3 bulan
6 bulan
1 tahun
2 tahun
3 tahun
Pengadaan obat di rumah sakit bertujuan untuk menjamin ketersediaan, jumlah dan waktu yang tepat dengan harga yang terjangkau dan sesuai standar mutu. Ketika melakukan suatu pengadaan obat ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti berikut ini, kecuali :
Pengendalian dilakukan untuk mempertahankan jenis dan jumlah persediaan sesuai kebutuhan. Pelayanan melalui pengaturan system pesanan atau pengadaan, penyimpanan dan pengeluaran. Hal ini bertujuan untuk
Menghindari terjadinya kelebihan obat
Menghindari kekurangan dan kekosongan obat
Menghindari obat-obatan yang rusak dan kadaluarsa
Menghindari kehilangan serta pengembalian pesanan
Menghindari kontaminasi dengan obat-obatan lain
Peraturan yang mengatur standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit adalah . . . .
Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2009
Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014
Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 72 Tahun 2016
Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009
Perencanaan perbekalan farmasi adalah salah satu fungsi yang menentukan dalam proses pengadaan perbekalan farmasi di rumah sakit. Tahap perencanaan ini diantaranya meliputi evaluasi perencanaan yakni setelah dilakukannya perhitungan kebutuhan perbekalan farmasi untuk tahun yang akan datang, dilakukan peninjauan kembali terhadap hasil yang didapatkan. Cara atau teknik evaluasi yang dapat dilakukan yakni...
Analisa nilai ABC, untuk evaluasi aspek ekonomi
Pertimbangan atau kriteria VEN, untuk evaluasi medik/terapi
Kombinasi ABC dan VEN
Revisi daftar perbekalan farmasi
Semua benar
Seorang dokter di RS menemukan penyakit yang obat-obatnya tidak tercantum dalam Formularium Rumah Sakit dan obatnya juga tidak tersedia. Apa yang harus dilakukan dokter tersebut agar obat-obat tersebut bisa tersedia?
Berkoordinasi dengan kepala IFRS untuk pengadaan obat langsung
Langsung menghubungi PBF untuk pemesanan obat
Berkoordinasi dengan pejabat pengadaan obat, alkes dan BMHP di rumah sakit untuk membeli obat di e-katalo
membuat amprah dan mengisi surat berformat khusus, ditandatangani dokter bersangkutan, disetujui dan ditanda tangani KFT dan Komisi Komite Medik, baru dilakukan pemesanan langsung.
berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat untuk pengadaan obat tersebut
Didalam suatu rumah sakit dikenal dengan adanya sistem formularium. Sistem formularium adalah metoda yang digunakan oleh staf medik di rumah sakit yang bekerja melalui Tim Farmasi dan Terapi untuk mengevaluasi, menilai, dan memilih dari berbagai bahan obat dan sediaan obat yang ada, yang paling efektif bagi pengobatan penderita. Sistem formularium yang dikelola dengan baik memberikan keuntungan bagi rumah sakit, antara lain :
Merupakan pendidikan terapi obat yang tepat bagi staf medik
Memberikan manfaat dalam pengurangan biaya dengan sistem pembelian dan pengendalian persediaan yang efisien
Pembatasan jumlah obat dan produk obat yang secara teratur tersedia di apotek akan memberikan keuntungan bagi pelayanan penderita dan keuntungan secara ekonomi
Membantu meyakinkan mutu dan ketepatan penggunaan obat dalam rumah sakit
semua benar
Pelayanan farmasi rumah sakit adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari sistem pelayanan kesehatan rumah sakit karena merupakan pelayanan langsung yang bertanggungjawab penuh terhadap pasien terkait dengan sediaan farmasi dan orientasi kesembuhan pasien melalui ketepatan pemberian obat. Sebagai pedoman bagi tenaga kefarmasian dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian maka dibuatlah standar pelayanan kefarmasian. Standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit meliputi . . . .
Pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai
Pelayanan farmasi klinik
Pengelolaan sediaan farmasi; alat kesehatan; bahan medis habis pakai dan pelayanan farmasi klinik
Pelayanan resep, PIO, PTO, konseling dan visite
Semua jawaban benar
Distribusi merupakan suatu rangkaian kegiatan menyalurkan/menyerahkan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai dari tempat penyimpanan sampai kepada unit pelayanan/pasien. Salah satu cara pendistribusian obat di RSUD dr. Rasidin Padang adalah dengan penyediaan persediaan obat diruang perawatan dan seorang apoteker harus melakukan pengawasan dan pengendalian mengenai obat tersebut. Sistem distribusi apakah yang digunakan oleh RSUD dr. Rasidin tersebut?
Sistem resep perorangan
Sistem unit dosis
Sistem Floor stock
Sistem kombinasi
Sistem stok perawat
Pelayanan kefarmasian terdiri diri dua aspek, yakni yang bersifat manajerial berupa pengelolaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai dan kegiatan pelayanan farmasi klinik. Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada aspek manajerial di Apotek terdapat tujuh kegiatan, adapun di rumah sakit terdapat sembilan jenis kegiatan. Kegiatan manajerial yang manakah yang tidak dilakukan di Apotek?
Pemilihan
Perencanaan
Pengadaan
Penerimaan
Penyimpanan
Menurut UU No. 44 2009 Tentang Rumah Sakit, sistem pengelolaan alat kesehatan, sediaan farmasi, dan bahan medis habis pakai di rumah sakit yang dilakukan instalasi farmasi harus menggunakan ...
metoda konsumsi
metoda epidemiologi
standar pelayanan kefarmasian
sistem satu pintu
sistem dua pintu
Salah satu kegiatan pengelolaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai adalah pemilihan. Pemilihan merupakan kegiatan untuk menetapkan jenis Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai sesuai dengan kebutuhan. Berikut ini yang bukan pertimbangan dalam Pemilihan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai adalah
a. formularium dan standar pengobatan/pedoman diagnosa dan terapi;
b. harga
c. efektifitas dan keamanan;
d. ketersediaan di rumah sakit
e. pola penyakit
Menurut Permenkes RI No.72 tahun 2016 tentang standar pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit, pemusnahan untuk sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai dapat dilakukan apabila produk tidak memenuhi persyaratan mutu, telah kadaluarsa, tidak memenuhi syarat untuk dipergunakan dalam pelayanan kesehatan dan dicabut izin edarnya. RSUD dr. Rasidin Padang belum pernah melakukan pemusnahan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan kesehatan, dan bahan medis habis pakai semenjak 13 tahun yang lalu dan akan direncakan untuk dilakukan pada tahun 2018 ini, maka hal pertama yang harus dilakukan oleh Apoteker penanggungjawabnya adalah....
Membuat daftar sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan media habis pakai yang akan dimusnahkan
Menyiapkan berita acara pemusnahan
Mengkoordinasikan jumlah,metode dan tempat kepada pihak yang terkait
Menyiapkan tempat pemusnahan
Melakukan pemusnahan
Kondisi penyimpanan untuk obat/bahan obat harus sesuai dengan rekomendasi dari industry farmasi yang memproduksi obat/bahan obat. Untuk barang-barang CCP (Cold Chain Product) disimpan pada chiller dengan suhu…
2-8°C
-1°C
-15°C
10-15°C
-8°C
