wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Untitled Quiz

Total questions: 98

Worksheet time: 52mins

Name
Class
Date
1.

Dalam pengadaan sediaan farmasi, apotek dapat melakukan konsinyasi dengan PBF. Produk apa saja yang sering dikonsinyasikan?

a)

Obat dan BMHP yang cepat kadaluarsa

b)

Perbekalan farmasi yang baru beredar

c)

Sediaan farmasi yang cepat laku

d)

Perbekalan farmasi yang diminati di pasaran

e)

Sediaan farmasi yang tidak laku di pasaran

2.

Pengkombinasian metode VEN dan ABC dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan obat dari suatu instalasi kesehatan, misalnya saja pengkombinasian Vital-Always, Nonessential-Control, Essensial-Better, Vital-Control dan masih banyak lagi. Jika dilihat dari macam-macam obat dibawah ini, kelompok obat mana yang termasuk ke dalam Vital-Control?

a)

Vitamin B Kompleks

b)

Caladine

c)

Paracetamol

d)

ISDN

e)

Vitamin D

3.

Sebuah rumah sakit melakukan perencanaan pengadaan eritromisin gel. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan analisis dan berdasarkan penggunaan periode sebelumnya. System pengadaan yang dilakukan yaitu…

a)

Epidemiologi

b)

Konsumsi

c)

Analisis ABC

d)

Analisis VEN

e)

Kombinasi ABC dan VEN

4.

Perencanaan obat emergency dan obat bebas terbatas di rumah sakit selama satu tahun berjalan ada kelebihan stok item obat dan kekurangan life saving drugs. Metode apa yang tepat agar tidak terjadi kekurangan obat dan kelebihan stok?

a)

Analisis ABC

b)

Analisis VEN

c)

Analisis ABC dan VEN

d)

Metode epidemiologi

e)

Metode Konsumsi

5.

Berdasarkan hasil penelitian di Kota Padang tahun 2013, kelompok usia manakah yang memiliki persentase tertinggi penderita TB paru?

a)

Lebih dari 65 tahun

b)

45-64 tahun

c)

25-44 tahun

d)

15-24 tahun

6.

Berikut adalah kriteria pemilihan obat dalam menetapkan formularium rumah sakit, kecuali…

a)

Memiliki rasio manfaat-resiko (benefit-risk ratio) yang paling menguntungkan penderita

b)

Praktis dalam penyimpanan dan pengangkutan

c)

Praktis dalam penggunaan dan penyerahan

d)

Konsep penggunaannya bukan berdasarkan obat yang paling dibutuhkan pasien

e)

Menguntungkan dalam hal kepatuhan dan penerimaan oleh pasien

7.

Obat-obatan tertentu pada pusat pelayanan kesehatan yang jumlahnya dilebihkan, dikenal dengan istilah...

a)

Butter stock

b)

Buffing shock

c)

Buffer stock

d)

Buffer shock

e)

Baffer stock

8.

Jika suatu rumah sakit baru dibangun, maka sistem pengadaan perbekalan farmasi menggunakan metode...

a)

Konsumsi

b)

Epidemiologi

c)

Kombinasi konsumsi dan epidemiologi

d)

Formularium

e)

Epidemiologi dan formularium

9.

Pendistribusian sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan berdasarkan resep perorngan yang disiapkan dalam unit dosis tunggal atau ganda, untuk penggunaan satu kali dosis/pasien disebut…

a)

UDD

b)

Sistem peresepan

c)

Floor stock

d)

Sistem peresepan individu

e)

Kombinasi

10.

Yang tidak termasuk dalam pengelolaan obat di fasilitas kesehatan adalah…

a)

Pengadaan

b)

Perencanaan

c)

Pemasaran

d)

Distribusi

e)

Penyimpanan

11.

Pemilihan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai biasanya berdasarkan pada formularium dan standar pengobatan/pedoman diagnosa dan terapi yang terdapat pada rumah sakit. Kriteria pertama pemilihan Obat untuk masuk Formularium Rumah Sakit menurut Permenkes no 72 tahun 2016 adalah :

a)

menguntungkan dalam hal kepatuhan dan penerimaan oleh pasien

b)

mengutamakan penggunaan Obat generik

c)

praktis dalam penyerahan, penggunaan dan penyimpanan

d)

mutu terjamin, termasuk stabilitas dan bioavailabilitas

e)

memiliki rasio manfaat-risiko (benefit-risk ratio) yang paling menguntungkan penderita

12.

Jika suatu saat pola penyakit pada pasien berubah, bagaimana perencanaan perbekalan sediaan farmasi pada rumah sakit tersebut?

a)

Dilakukan pemesanan langsung ke supplier

b)

Pasien menebus obat ke luar

c)

Apoteker langsung merubah formularium rumah sakit

d)

Dilakukan diskusi bersama tim KFT dalam update formularium rumah sakit

e)

Dilakukan perubahan formularium atas persetujuan apoteker

13.

Rumah sakit dalam melaksanakan pengadaan sediaan farmasi, memiliki beberapa metode perencanaan untuk pengadaan. Metode perencanaan sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan dengan menggunakan data pasien, waktu tunggu pasien, kejadian penyakit yang umum, dan pola perawatan standar dari penyakit yang ada adalah ....

a)

Konsumsi

b)

ABC

c)

VEN

d)

Epidemiologi

e)

Ekonomi

14.

Diantara beberapa tahap kegiatan pengelolaan perbekalan farmasi, tahap mana yang bertujuan untuk mengatur jumlah perbekalan farmasi?

a)

Pengadaan

b)

Penghapusan, Monitoring dan evaluasi

c)

Pengadaan, Penyimpanan

d)

Perencanaan, Pengendalian, Pelaporan dan pencacatan

e)

Perencanaan, Penerimaan, Pendistribusian

15.

Seorang apoteker pada IFRS Rumah Sakit Andalas sedang melakukan penataan penyimpanan sediaan farmasi pada IFRS. Apoteker tersebut berkoordinasi dengan tenaga teknis kefarmasian (TTK) dalam mengelola penataan sediaan farmasi, apoteker memerintahkan TTK untuk menyusun obat-obat berdasarkan masa kadaluarsa obat terdekat diletakan dipaling depan terlebih dahulu agar dapat diberikan ke pasien, metode apakah yang digunakan tersebut?

a)

FIFO

b)

FEFO

c)

Alfabetis

d)

ABC

e)

VEN

16.

Tujuan pengelolaan sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan di rumah sakit menurut Permenkes No. 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan di Rumah Sakit adalah agar:

a)

pelayanan farmasi dan perbekalan kesehatan di rumah sakit dapat dilakukan secara efektif, efisien, dan sesuai standar

b)

rumah sakit dapat meningkatkan pendapatan dari penjualan obat

c)

pasien selalu mendapatkan obat bermerek

d)

rumah sakit dapat mengurangi jumlah tenaga farmasi

17.

Obat yang diperlukan tersedia setiap saat dibutuhkan, dalam jumlah yang cukup, mutu yang terjamin dan harga yang terjangkau untuk mendukung pelayanan yang bermutu, salah satunya dengan menerapkan kegiatan untuk merealisasikan kebutuhan yang telah direncanakan dan disetujui, kegiatan itu adalah...

a)

Perencanaan

b)

Pemilihan

c)

Pengadaan

d)

Penerimaan

e)

Pengendalian

18.

Kemanakah tujuan pelaporan yang dimaksud pada pernyataan diatas menurut Permenkes No. 72 tahun 2016?

a)

Dinas Kesehatan Kab/Kota, Dinas kesehatan Provinsi & Kementrian Kesehatan

b)

Dinas Kesehatan Kab/Kota, kepala BPOM & dinas kesehatan provinsi

c)

Kepala BPOM, dinas kesehatan kab/kota, dinas kesehatan provinsi

d)

Dinas kesehatan kab/kota & dinas kesehatan provinsi

e)

Dinas kesehatan kab/kota, dinas kesehatan provinsi, kepala BPOM & Kementrian Kesehatan

19.

Untuk menjamin mutu Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit, harus dilakukan Pengendalian Mutu Pelayanan Kefarmasian yang meliputi ....

a)

Monitoring

b)

Evaluasi

c)

monitoring dan evaluasi (monev)

d)

Motivasi

e)

PIO

20.

Pemilihan obat dapat dilakukan dengan menggunakan metode VEN dan ABC. Penggolongan metode analisis VEN dan ABC berdasarkan pada..

a)

Berdasarkan harga obat

b)

Berdasarkan khasiat obat

c)

Berdasarkan konsumsi obat

d)

Berdasarkan harga dan khasiat obat

e)

Berdasarkan epidemiologi penyakit

21.

Pengelolaan perbekalan obat emergensi di rumah sakit harus dapat menyediakan lokasi penyimpanan. Obat emergensi dibutuhkan untuk kondisi kegawatdaruratan. Tempat penyimpanan harus mudah diakses dan terhindar dari penyalahgunaan dan pencurian. Berikut ini hal yang harus dijamin dalam pengelolaan obat emergensi yaitu...

a)

Jumlah dan jenis obat sesuai dengan daftar obat emergensi yang telah ditetapkan;

b)

Tidak boleh bercampur dengan persediaan obat untuk kebutuhan lain

c)

Bila dipakai untuk keperluan emergensi harus segera diganti

d)

Dicek secara berkala apakah ada yang kadaluwarsa dan dilarang untuk dipinjam untuk kebutuhan lain.

e)

Semua benar

22.

Sesuai dengan Kebijaksanaan Obat Nasional (KONAS) pengelolaan obat salah satunya bertujuan agar pasien mendapatkan obat-obat yang mutunya terjamin. Untuk menjamin pasien mendapatkan mutu-mutu obat yang terjamin maka dilakukan pengawasan

a)

Pengawasan mutu obat

b)

Pengawasan harga obat

c)

Pengawasan distribusi obat

d)

Pengawasan penggunaan obat

23.

Untuk mengawasi pemilihan obat dapat dilakukan dengan beberapa metode yaitu:

a)

Metode Vital, Essential, dan Non-sesential.

b)

Metode Always, Better, dan control

c)

Metode VEN dan ABC

d)

Metode Langsung

e)

Metode Tidak langsung

24.

Sistem distribusi untuk pasien rawat jalan merupakan kegiatan pendistribusian perbekalan farmasi untuk memenuhi kebutuhan rawat jalan di rumah sakit yang diselenggarakan secara sentralisasi atau desentralisasi dengan sistem resep perorangan oleh pelayanan farmasi rumah sakit, hal diatas dijelaskan berdasarkan...

a)

Peraturan Pemerintah No. 51 Tahun 2009

b)

Undang-undang No. 35 Tahun 2009

c)

Keputusan Menkes RI No. 1197/Menkes/SK/X/2004

d)

Keputusan Menkes No. 1747/Menkes/SK/XII/2000

e)

Keputusan Menkes RI No. 1333/Menkes/SK/XII/1999

25.

Permenkes No 35 Tahun 2014 tentang standar pelayanan kefarmasian di Apotek, telah diubah menjadi Permenkes N0 35 Tahun 2016. Namun, masih belum memenuhi kebutuhan hukum di masyarakat, sehingga dilaksanakan lagi perubahan menjadi

a)

Permenkes No 72 Tahun 2016

b)

Permenkes No 73 Tahun 2016

c)

Permenkes No 74 Tahun 2016

d)

Permenkes No 75 Tahun 2016

e)

Permenkes No.76 Tahun 2016

26.

Apotek “Hexa Farma” yang bekerjasama dengan klinik pratama “Keluarga Sehat” memiliki stok obat salbutamol nasal spray sebanyak 28 buah. Sudah 10 bulan tidak ada resep obat tersebut, baik dari klinik “Keluarga Sehat” maupun klinik lainnya. Sedangkan masa expire obat tersebut masih 3 tahun 4 bulan lagi. Bagaimana jika obat tersebut dijual ke apotek lain?

a)

Tidak, sebaiknya di return ke PBF

b)

Boleh, jika dijual ke apotek lain dalam sistem apotek sirkulasi

c)

Boleh, jika ada apotek yang mau

d)

Tidak, karena masa expire obat masih lama

e)

Tidak, karena baru 10 bulan obat tersebut berada di irrelevan apotek

27.

Apotek Andalas Utama merupakan apotek yang ramai pasiennya karena berada dekat dari rumah sakit. Dari 2 jenis analisa perbekalan (VEN dan ABC), apotek ini memilih Analisa ABC. Berikut manfaat analisa ABC, kecuali...

a)

Dapat memanfaatkan model kerja

b)

Membantu manajemen dalam penentuan tingkat persediaan

c)

Sumber daya produksi dapat dimanfaatkan secara efisien

d)

Dapat memanfaatkan alokasi dana yang tersedia

e)

Dapat memfokuskan pada jenis persediaan utama yang memberikan untung besar

28.

Disuatu apotek ditemukan beberapa obat sudah expire 1 bulan yang lalu. PSA memutuskan agar segera memusnahkan obat tersebut. Sesuai PMK No. 35 Tahun 2014, pemusnahan obat di apotek dilakukan oleh...

a)

APA, disaksikan oleh petugas DKK

b)

APA, disaksikan oleh pihak kepolisian dan BPOM

c)

APA, PSA, dan TTK

d)

APA dan TTK

e)

Boleh TTK asalkan diketahui oleh PSA, DKK, dan BPOM

29.

PBF wajib menyimpan/ membukukan setiap berkas pengadaan, penyimpanan, dan penyaluran perbekalan farmasi. Berkas yang dimaksud adalah...

a)

Surat pesanan, faktur penerimaan, faktur pengiriman, SIA

b)

Faktur penerimaan, faktur pengiriman, faktur barang kembali, SIA

c)

Surat pesanan dan kartu stok obat

d)

Surat pesanan dan SIA

e)

Surat pesanan, faktur penerimaan, faktur pengiriman, kartu stok obat

30.

Seorang tenaga kefarmasian yang bekerja di apotek menerima sediaan farmasi dari Pabrik Besar Farmasi (PBF) berdasarkan surat pesanan, akan tetapi obat yang datang tidak sesuai dengan surat pesanan, apa yang sebaiknya dilakukan oleh tenaga farmasi?

a)

Menandatangani faktur meskipun obat tidak sesuai dengan pesanan

b)

Mengembalikan obat yang tidak sesuai pesanan dan menandatangani faktur yang ada

c)

Membuat surat pesanan baru untuk obat yang akan dipesan

d)

Meandatangani faktur baru setelah barang ditukar sesuai pesanan

e)

Membuat surat pesanan yang sesuai dengan faktur yang ada

31.

Seorang tenaga kefarmasian di apotek diberi peringatan karena melakukan kesalahan terhadap pelayanan obat. Pada resep tertulis obat pasien adalah klorpromazin yang merupakan obat antiemetik, sedangkan yang diberikan ke pasien adalah klorpropamid yang merupakan obat antidiabetes. Kasus ini menggambarkan kesalahan obat yang termasuk dalam kelompok obat?

a)

FEFO

b)

FIFO

c)

Look-Alike

d)

Sound-Alike

e)

Obat Keras

32.

Siapakah Evi di apotek “Tunas Muda” yang berada di kota Padang?

a)

Asisten Apoteker (APA)

b)

Dokter Umum

c)

Pemilik Apotek

d)

Pasien

33.

Apoteker Evi kemudian membuat surat pemesanan untuk item obat tersebut. Berikut adalah nama PBF di kota Padang, ke PBF manakah surat pemesanan untuk obat golongan narkotika diajukan?

a)

Parit Padang

b)

Tempo

c)

Kimia Farma

d)

Kerta Niaga

e)

Gading Lestari Farma

34.

Dalam kegiatan pengadaan, penyimpanan, dan penyaluran obat, seorang apoteker penanggung jawab wajib melakukan dokumentasi dengan baik. Dokumentasi dilaksanakan secara baik dengan maksud....

a)

Untuk dapat menjamin pelaksanaan pengadaan dan distribusi sesuai ketentuan perundang-undangan.

b)

Untuk dapat menjamin penyediaan data dan informasi yang akurat dan aktual pada pemesanan, penerimaan, keadaan stok, penyaluran, dan sebagainya.

c)

Untuk dapat menjaga tingkat stok pada kondisi yang dapat menjamin kelancaran pelayanan.

d)

Untuk dapat melakukan dokumentasi yang benar dan lengkap dan mencatat semua kegiatan yang dilaksanakan dalam pengelolaan pengadaan dan penyaluran obat.

e)

Semua benar

35.

Seorang pasien 56 tahun datang ke apotek menderita osteoporosis, gout dan osteoarthritis dan osteoporosis. Dia diberikan resep obat sediaan kalsium, allopurinol. Sebagai seorang apoteker harus melakukan kajian resep administratif, farmasetik dan klinis. Apakah yang termasuk skrining administratif?

a)

Nama dan kekuatan sediaan

b)

Interaksi obat

c)

Bentuk sediaan

d)

Nama dan usia pasien

e)

Kompatibilitas

36.

Pada Apotek Kasih Ibu, terdapat tumpukan resep-resep obat yang disimpan sejak tahun 2010. Sesuai PERMENKES No. 35 tahun 2014 tentang Standar Pelayanan Farmasi di Apotek, resep yang telah disimpan melebihi jangka waktu 5 tahun dapat dimusnahkan dan pemusnahannya disertakan dengan berita acara pemusnahan resep. Pada instansi apakah berita acara pemusnahan resep dilaporkan?

a)

Badan POM

b)

Balai POM

c)

PBF

d)

Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota

e)

Menteri Kesehatan

37.

Anda adalah seorang apoteker yang sedang praktek di sebuah apotek di kota padang. Anda melihat seorang ibu berjalan ke apotek anda dengan wajah panik sambil memapah seorang bocah laki-laki yang mengalami kesulitan bernafas. Kemudian sang ibu menunjukkan sebuah inhaler lengkap dengan tabungnya dengan maksud ingin membeli Ventolin®. Sebagai seorang apoteker, apa yang akan anda lakukan?

a)

Menolak permintaan si ibu, karena Ventolin® merupakan obat keras

b)

Menolak permintaan si ibu, karena Ventolin® harus diresepkan oleh dokter

c)

Menolak permintaan si ibu, karena sediaan inhaler tidak boleh dijual bebas di apotek

d)

Menyerahkan Ventolin® yang merupakan obat dalam daftar obat wajib apotek

e)

Menyerahkan Ventolin® yang merupakan obat bebas terbatas

38.

Bu Sari ingin menebus resep obat anak beliau di Apotek Hamasah. Sesampai di Apotek, resep diserahkan ke petugas apotek. Beberapa saat kemudian, resep bu Sari dicek dengan seksama oleh petugas didalam ruangan apotek, kemudian dicatat beberapa hal dari resep tersebut. Kemudian setelah menunggu, nama bu Sari dipanggil dan obat diserahkan kepada beliau sambil dijelaskan tentang kegunaan obatnya, cara pemakaiannya, cara penyimpanan dan ciri-ciri obatnya. Bu Sari juga sempat menanyakan tentang beberapa keluhan dan kondisi anak beliau, petugas apotek menjawab dan menjelaskan dengan terang. Berdasarkan ilustrasi diatas, pelayanan kefarmasian apa saja yang sudah diperoleh bu Sari di Apotek Hamasah?

a)

Pelayanan informasi obat, pelayanan kefarmasian di rumah, dan PTO

b)

Konseling, PTO, dan MESO

c)

Dispensing, PIO, dan Konseling

d)

Pengkajian resep, PTO dan pelayanan kefarmasian di Rumah

e)

PIO, PTO dan MESO

39.

Pemusnahan perbekalan farmasi di apotek harus dilakukan dengan cara yang paling tepat berikut ini adalah:

a)

Dilakukan sesuai prosedur dan disaksikan oleh pihak berwenang

b)

Dilakukan secara sembarangan tanpa pencatatan

c)

Dibuang ke tempat sampah biasa

d)

Dibakar tanpa pengawasan

40.

Obat kadaluarsa dimusnahkan sesuai dengan bentuk sediaan dan resep yang disimpan melebihi waktu 3 tahun juga ikut dimusnahkan

a)

Obat kadaluarsa dan rusak dimusnahkan sesuai dengan bentuk sediaan dan tidak perlu di isi berita acara

b)

Obat yang kadaluarsa dan rusak dimusnahkan sesuai bentuk sediaan dan tidak perlu di isi berita acara

c)

Resep yang telah disimpan melebihi jangka waktu 5 tahun dapat dimusnahkan

d)

Resep yang telah disimpan melebihi jangka waktu 5 tahun dapat dimusnahkan serta obat yang rusak dan kadaluarsa dimusnahkan sesuai dengan jenis dan bentuk sediaan

e)

Tidak ada pernyataan yang tepat

41.

Seorang pasien berumur 40 tahun datang ke apotek membeli obat dengan resep yang diberikan oleh dokter, Kegiatan yang bukan termasuk pelayanan farmasi klinik yang dilakukan apoteker di apotek adalah...

a)

a. Pengkajian resep

b)

b. Dispensing

c)

c. Konseling

d)

d. Home pharmacy care

e)

e. Pelayanan Informasi Obat

42.

Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) yaitu memastikan bahwa kualitas produk yang dicapai melalui CDOB dipertahankan sepanjang jalur distribusi. Berikut merupakan aspek-aspek CDOB, kecuali….

a)

Personalia

b)

Dokumentasi

c)

Pengadaan dan Penyaluran

d)

Penyimpanan dan Penarikan Kembali

e)

Semua salah

43.

PBF hanya dapat melaksanakan penyaluran obat keras kepada …

a)

Toko obat

b)

Apotek yang tidak mempunyai APA

c)

Apotek yang mempunyai APA

d)

Toko kelontong

e)

Toko kosmetik

44.

Pemusnahan resep yang mengandung obat narkotika dan psikotropika di apotek menurut Permenkes RI No. 73 Tahun 2016 harus dilakukan oleh Apoteker dan disaksikan oleh...

a)

Kepala Puskesmas

b)

Kepala Kepolisian Sektor setempat

c)

Petugas Dinas Kesehatan

d)

Dokter Penanggung Jawab

45.

Yang berhak menandatangani surat pemusnahan narkotika adalah:

a)

Kepala BPOM

b)

Dinas kesehatan kabupaten/kota

c)

Dokter yang membuat resep

d)

Tenaga kefarmasian lain

e)

Pemilik Saham Apotek

46.

Yang tidak termasuk panitia pemusnahan narkotika adalah:

a)

APA

b)

Asisten Apoteker

c)

Petugas Balai POM

d)

Kepala Suku Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat

e)

PSA

47.

Distributor obat X mengantarkan obat parasetamol 500 mg dan amoksisilin 500 mg ke apotek. Yang perlu dilakukan oleh apoteker penerima obat di apotek adalah…

a)

Cek kesesuaian obat yang datang dan surat pesanan

b)

Langsung membayar faktur

c)

Menentukan harga jual obat

d)

Meyimpan obat ke gudang

e)

Salah semua

48.

Seorang apoteker melakukan evaluasi dalam rangka pengendalian persediaan obat di apotek. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan diketahui bahwa terdapat 5 jenis obat yang tidak digunakan sejak 3 bulan yang lalu sehingga terjadi penumpukan sediaan. Hal ini disebut?

a)

Safety stock

b)

Death stock

c)

Out of stock

d)

Stock of opname

e)

ready stock

49.

Seluruh Posyandu di Indonesia menerima obat-obat vaksin untuk kegiatan imunisasi sebagai program pemerintah dalam pencegahan penyakit polio. Namun, pada satu daerah di kota Padang program tersebut tidak memberikan hasil seperti yang diharapkan pemerintah. tingkat kejadian kasus polio tidak menunjukkan penurunan. Setelah ditelusuri, ternyata obat tersebut diletakkan dalam suatu ruangan dengan suhu 25°C. Hal tersebut menunjukkan bahwa terjadi masalah dalam pengelolaan sediaan farmasi pada tahap....

a)

Perencanaan dan pemilihan

b)

Pengadaan obat

c)

Penyimpanan obat

d)

Distribusi obat

e)

Penggunaan dan pengawasan obat

50.

Pemusnahan dilakukan untuk Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai. Kriteria obat yang harus dimusnahkan menurut permenkes adalah, kecuali…

a)

Produk tidak memenuhi persyaratan mutu

b)

Produk telah kadaluwarsa

c)

Produk tidak memenuhi syarat untuk dipergunakan dalam pelayanan kesehatan atau kepentingan ilmu pengetahuan

d)

Produk dicabut izin edarnya

e)

Produk sudah tidak laku di pasaran

51.

Puskesmas pembantu (pustu) di salah satu desa di Kecamatan Kota Padang meminta sejumlah stok obat ke puskesmas induk di Kecamatan Kota Padang, ternyata stok obat di puskesmas sudah habis, apa yang harus dilakukan oleh seorang Apoteker….

a)

Membuat surat Pendistribusian obat ke Dinkes Kota

b)

Membuat surat Permintaan obat ke Dinkes Kota

c)

Membuat surat Penerimaan obat ke Dinkes Kota

d)

Membuat surat Pengendalian obat ke Dinkes Kota

e)

Membuat surat Penyimpanan obat ke Dinkes Kota

52.

Ditemukan sejumlah Paracetamol 500mg di Puskesmas X dengan tanggal kadaluarsa 3 bulan lagi. Asisten Apoteker melaporkan temuan tersebut kepada Apoteker 2 minggu kemudian, apa yang harus dilakukan oleh Apoteker terhadap obat tersebut….

a)

Menghubungi dokter untuk meresepkan paracetamol sebanyak-banyaknya sebelum kadaluarsa

b)

Menghubungi DINKES untuk pengembalian obat

c)

Menghubungi pihak PBF untuk pengembalian obat

d)

Langsung dimusnahkan saat itu juga

e)

Tetap disimpan di ruang penyimpanan obat sampai waktu pemusnahan

53.

Seorang apoteker yang baru bekerja di puskesmas dan di beri tugas pengelolaan larutan metadon untuk program terapi ketergantungan. Dimana tempat yg digunakan untuk penyimpanan metadon?

a)

Dilemar obat keras sediaan cair

b)

Etalase

c)

Lemari pendingin 2-8

d)

Lemari psikotropik

e)

Lemari narkotik

54.

50. Suatu fasilitas kesehatan sering mengalami kehabisan jenis obat tertentu, sehingga obat yang dibutuhkan oleh pasien tidak dapat diberikan akibatnya pasien terpaksa membeli obat di apotek lain. Seringnya hal ini terjadi, banyak pasien mengeluhkan hal yang di alami kepada pimpinan suatu fasilitas kesehatan. Hal tersebut membuat pemimpin menegur apoteker penanggung jawabnya karena masalah yang ditimbulkan. Berdasarkan kasus tersebut, masalah yang terjadi dalam pengelolaan sediaan farmasi pada tahap....

a)

Perencanaan

b)

Distribusi

c)

Penerimaan

d)

Penyimpanan

55.

Perencanaan dan pemilihan obat

a)

Perencanaan dan pemilihan obat

b)

Pengadaan obat

c)

Distribusi obat

d)

Penggunaan dan pengawasan obat

e)

Penyimpanan obat

56.

Suatu sistem distribusi yang sangat di anjurkan oleh PERMENKES No.72 tahun 2016 untuk pasien rawat inap mengingat tingkat kesalahan obat dapat diminimalkan sampai kurang dari 5% adalah...

a)

Resep Individu

b)

Floor stock

c)

Unit dose dispensing

d)

One daily dose

e)

Individual precription

57.

Puskesmas disalah satu kecamatan melakukan penerimaan resep dan peracikan yg dilakukan oleh orang yang bukan ahli di bidang ini. Sedangkan pekerjaan kefarmasian seperti memproduksi, distribusi dan pelayanan sediaan farmasi harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai kewenangan untuk itu. Dimana hal tersebut sudah di atur dalam undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 1992 tentang kesehatan. Dalam bab dan pasal berapakah hal tersebut sudah di atur oleh pemerintah....

a)

Bab I Pasal 1

b)

Bab III Pasal 4

c)

Bab V pasal 42

d)

Bab VI pasal 63

e)

Bab X pasal 82

58.

Apoteker X memesan diazepam 2 fls dari pbf. Kemudian datang hanya 1 fls. Tindakan apa yang seharusnya apoteker tersebut lakukan?

a)

mengklarifikasi kesalahan tersebut dengan PBF

b)

mengganti surat pesanan sesuai barang yang datang

c)

memesan barang kembali dengan kekurangannya

d)

melapor kepihak berwenang

e)

membuat surat pesanan baru

59.

Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan upaya kesehatan, yang berperan penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Permenkes yang mengatur tentang standar pelayanan kefarmasian di puskesmas yaitu…

a)

Permenkes No 72 tahun 2016

b)

Permenkes No 73 tahun 2016

c)

Permenkes No 73 tahun 2014

d)

Permenkes No 74 tahun 2016

e)

Permenkes No 74 tahun 2014

60.

Seorang apoteker di Puskesmas akan melakukan pengadaan obat amoksisilin 500 mg, perhitungan ini berdasarkan pada pemakaian obat bulan sebelumnya. Metoda yang digunakan dalam pengadaan obat adalah….

a)

Epidemiologi

b)

Usia

c)

Konsumsi

d)

ABC

e)

VEN

61.

Seorang pasien yang baru didiagnosis menderita DM tipe I datang ke apotek Andalas Farma dan bertanya pada apoteker S. Pasien menjelaskan bahwa ia baru menggunakan hormon insulin sebagai salah satu terapinya. Ia bertanya pada apoteker S terkait lama penyimpanan hormon insulin dan temperatur penyimpanannya. Maka informasi yang dapat diberikan oleh apoteker S pada pasien ini adalah….

a)

Insulin yang baru dapat disimpan selama tiga bulan pada suhu di bawah 0°C

b)

insulin yang baru dapat disimpan selama enam bulan pada suhu 2-8°C

c)

Insulin dapat disimpan pada suhu kamar pada temperatur 15-20°C bila seluruh isi vial akan digunakan dalam satu bulan

d)

A dan B benar

e)

B dan C benar

62.

Seorang pasien datang dengan membawa resep berisikan librium dan dumolid. Apoteker dapat menemukan obat ini pada bagian ….. dari apotek tersebut.

a)

Etalase luar

b)

Etalase dalam

c)

Freezer

d)

Lemari obat psikotropik

e)

Lemari obat narkotik

63.

Dalam proses perencanaan obat pertahun, Puskesmas diminta menyediakan data pemakaian obat dengan menggunakan Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLO). Selanjutnya yang akan melakukan analisa kebutuhan obat di Puskesmas diwilayah kerjanya adalah ...

a)

UPOPPK (Unit Pengelola Obat Publik dalam Perbekalan Kesehatan Kabupaten/Kota)

b)

Petugas yang bekerja di Puskesmas

c)

Apoteker yang ada di Puskesmas

d)

Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota

e)

Staff Farmasi di Puskesmas

64.

Dalam peningkatan pelayan kefarmasian, puskesmas harus memiliki sarana dan prasarana yang menunjang. Berikut adalah sarana dan prasarana penunjang pelayanan kefarmasian di puskesmas diantaranya, kecuali ….

a)

Lemari es

b)

Timbangan

c)

Rak obat

d)

Komputer

e)

Meja administrasi

65.

Ruang tunggu yang nyaman bagi pasien

a)

Ruang tunggu yang nyaman bagi pasien

b)

Keranjang tempat penyerahan obat ke pasien

c)

Tempat penyimpanan obat khusus

d)

Tempat peracikan obat dan peralatan penunjang

e)

Sumber informasi yang memadai untu pelayanan informasi obat

66.

Salah satu tanggung jawab puskesmas adalah bertanggung jawab terhadap terlaksananya pencatatan pelaporan obat yang tertib dan lengkap serta tepat waktu untuk mendukung pelaksanaan seluruh pengelolaan obat. Hal - hal penting dalam pencatatan dan pelaporan tersebut kecuali ….

a)

Sarana pencatatan dan pelaporan

b)

Alur pelaporan

c)

Periode Pelaporan

d)

Laporan pengelolaan obat

e)

Pengendalian Persediaan

67.

Tujuh dari 11 kecamatan di Kota Padang, Sumatera Barat tercatat sebagai daerah yang berpotensi rawan bencana seperti banjir. Kondisi banjir menyebabkan keterbatasan air bersih, akibatnya anak-anak usia dibawah 5 tahun banyak mengalami diare yang disertai muntah sering disebut muntah berak (muntaber), gejalanya biasanya buang air terus menerus, muntah, dan kejang perut. Dinas Kesehatan kota Padang mengambil tindakan untuk menyediakan buffer stock obat pada masing-masing puskesmas. Obat yang tepat pada kasus tersebut adalah...

a)

Betadine

b)

Amoxicillin

c)

Paracetamol

d)

Oralit

e)

Diazepam

68.

Seorang mahasiswa apoteker datang ke puskesmas X untuk mencari informasi mengenai pengelolaan sediaan farmasi di puskesmas. Berdasarkan hasil laporan dari apoteker, penduduk yang berobat ke puskesmas tersebut banyak yang mengalami diare pada dua minggu terakhir dikarenakan sanitasi lingkungan yang tidak memadai. Berdasarkan laporan diatas, cara penentuan kebutuhan obat yang digunakan didasarkan pada....

a)

Metoda konsumsi

b)

Metoda ABC

c)

Metoda Epidemiologi

d)

Pendapatan daerah

e)

Benar semua

69.

Puskesmas Pauh memiliki obat Codein Hcl dan Luminal. Obat ini masa expirednya Juni 2017, maka dilakukan pemusnahan terhadap obat tersebut. Pemusnahan dilakukan oleh …..

a)

Asisten Apoteker disaksikan oleh Kepala Puskesmas

b)

Asisten Apoteker disaksikan oleh Dinas Kesehatan Kota

c)

Apoteker disaksikan oleh Dinas Kesehatan Kota

d)

Apoteker disaksikan oleh Dinas Kesehatan Kota

e)

Apoteker disaksikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi

70.

Kendala yang sering terjadi dalam penggunaan sistem e-purchasing adalah keterlambatan kedatangan pemesanan obat atau alat kesehatan di Puskesmas. Apa yang sebaiknya dilakukan seorang apoteker, agar tidak terjadi kekurangan atau kekosongan obat di Puskesmas tersebut?

a)

Mendesak pihak terkait

b)

Melebihkan pemesanan obat atau alat kesehatan 10% - 20%

c)

Memberikan copy resep kepada pasien jika terjadi kekosongan

d)

Membeli obat yang kurang langsung ke PBF

e)

Semua benar

71.

Untuk mengukur kinerja pelayanan kefarmasian di Puskesmas digunakan indikator dalam mengukur tingkat keberhasilan pelayanan kefarmasian di Puskesmas antara lain, kecuali?

a)

Sumber daya manusia

b)

Tingkat kepuasan konsumen

c)

Dimensi waktu

d)

Lama pelayanan diukur dengan waktu (yang telah ditetapkan)

e)

Prosedur tetap (Protap) Pelayanan Kefarmasian

72.

Permintaan obat untuk menunjang kebutuhan obat di Puskesmas diajukan oleh...... kepada kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dengan menggunakan format LPLPO.

a)

Apoteker

b)

Asisten apoteker

c)

Kepala puskesmas

d)

Penanggung jawab di gudang

e)

Benar semua

73.

Apoteker wajib ikut serta dalam memonitori dalam hal pengendalian limbah Rumah Sakit. Limbah Rumah Sakit termasuk limbah klinis yang berasal dari pelayanan medis, ...

a)

laboratorium

b)

kantin

c)

taman

d)

parkiran

74.

Untuk pembuangan limbah klinis harus dilakukan cara seperti dibawah ini, kecuali:

a)

Yang berbentuk padat menggunakan incinerator (sistem pembakaran)

b)

Yang berbentuk padat dan merupakan limbah infeksius tidak perlu disterilisasi terlebih dahulu sebelum dimusnahkan menggunakan incinerator (sistem pembakaran)

c)

Yang berbentuk cair menggunakan sistem pengolahan air limbah

d)

Yang berbentuk gas menggunakan alat pengendali gas Scrubber pada incinerator.

e)

Yang berbentuk gas menggunakan alat pengendali Wet Scrubber pada bangunan cerobong asap dapur dan boiler

75.

Dalam pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai di Rumah Sakit Penerimaan merupakan suatu rangkaian untuk menjamin kesesuaian jenis, spesifikasi, jumlah, mutu, waktu penyerahan dan harga yang tertera dalam surat kontrak atau surat penerimaan dengan kondisi fisik yang diterima. Dalam hal ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar proses penerimaan barang di Rumah Sakit berjalan sesuai yang di inginkan, kecuali....

a)

Harus mempunyai MSDS (Material Safety Data Sheet) untuk bahan yang berbahaya

b)

Harus mempunyai sertifikat asli untuk alat kesehatan

c)

Spesifikasi obat / BMHP sesuai dengan yang ada pada pesanan

d)

Penerimaan harus dilakukan/disaksikan oleh Apoteker atau TTK yang bertanggung jawab pada logistik farmasi.

e)

Tidak memperhatikan suhu pengiriman untuk barang-barang tertentu

76.

Penyampaian obat dari apoteker ke pasien adalah bagian terakhir distribusi obat. Di apotek, proses penyampaian ini dapat dilakukan langsung dari apoteker ke pasien. Namun, hal ini tidak dapat terjadi di rumah sakit terhadap pasien rawat inap karena jarak yang jauh antara penderita yang berada di ruangan dan apoteker yang ada di instalasi farmasi. Berkaitan dengan tanggung jawab penyampaian dan distribusi obat dari IFRS ke daerah perawatan pasien maka dibuat sistem distribusi obat. Berdasarkan ada atau tidaknya satelit farmasi, sistem distribusi obat di rumah sakit dibagi menjadi ….

a)

Sistem sentralisasi dan desentralisasi

b)

Sistem distribusi obat resep individual atau permintaan tetap

c)

Sistem distribusi obat persediaan lengkap di ruang

d)

Sistem distribusi obat kombinasi resep individual dan persediaan lengkap di ruang

e)

Sistem distribusi obat dosis unit

77.

Seorang apoteker di suatu rumah sakit akan melakukan pengadaan tablet paracetamol 500 mg dan tablet amoxicillin 500 mg. Untuk menentukan jumlah obat yang akan dipesan apoteker tersebut melakukan pengumpulan, pengolahan dan menganalisa data dari pemakaian obat periode sebelumnya. Berdasarkan data tersebut apoteker dapat menentukan jumlah obat yang akan dipesan. Apakah nama metode yang digunakan oleh apoteker tersebut?

a)

Metode konsumsi

b)

Metode ABC

c)

Metode EOQ

d)

Metode par stock

78.

Distribusi merupakan suatu rangkaian kegiatan dalam rangka menyalurkan/menyerahkan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai dari tempat penyimpanan sampai kepada unit pelayanan/pasien dengan tetap menjamin mutu, stabilitas, jenis, jumlah, dan ketepatan waktu. Rumah Sakit harus menentukan sistem distribusi yang dapat menjamin terlaksananya pengawasan dan pengendalian sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai di unit pelayanan. Sistem distribusi di unit pelayanan dapat dilakukan dengan cara, kecuali...

a)

Sistem persediaan lengkap di ruangan (floor stock)

b)

Sistem resep perorangan

c)

Sistem unit dosis

d)

Sistem kombinasi

e)

Sistem komputerisasi

79.

Penyusunan dan revisi Formularium Rumah Sakit dikembangkan berdasarkan pertimbangan terapetik dan ekonomi dari penggunaan obat agar dihasilkan Formularium Rumah Sakit yang selalu mutakhir dan dapat memenuhi kebutuhan pengobatan yang rasional. Berikut ini adalah kriteria pemilihan obat untuk Formularium Rumah Sakit, kecuali:

a)

memiliki rasio manfaat-risiko (benefit-risk ratio) yang paling menguntungkan pasien

b)

praktis dalam penyimpanan dan pengangkutan

c)

mutu terjamin

d)

memiliki kemasan obat yang menarik

e)

mengutamakan penggunaan Obat generik

80.

Pelayanan farmasi diselenggarakan dengan visi, misi, tujuan dan bagan organisasi yang mencerminkan penyelenggaraan berdasarkan filosofi pelayanan kefarmasian. Bagan organisasi adalah bagan yang menggambarkan pembagian tugas, koordinasi dan kewenangan serta fungsi kerangka organisasi minimal mengakomodasi penyelenggaraan pengelolaan perbekalan, farmasi klinis dan managemen mutu, dan harus selalu dinamis sesuai perubahan yang tetap menjaga mutu sesuai harapan pelanggan. Pelayanan farmasi harus mencerminkan kualitas kefarmasian yang bermutu tinggi melalui cara pelayanan farmasi rumah sakit yang baik. Pelayanan kefarmasian di rumah sakit adalah sebagai berikut, kecuali . . . . .

a)

Melakukan perencanaan, pengadaan dan penyimpanan obat, alat kesehatan sesuai formularium rumah sakit

b)

Melakukan kegiatan peracikan obat sesuai permintaan dokter dan pasien baik untuk pasien rawat inap maupun pasien rawat jalan

c)

Pendistribusian obat dan alat kesehatan farmasi

d)

Memberikan pelayanan informasi obat dan melayani konsultasi obat

e)

Mampu mendukung kegiatan pelayanan unit kesehatan lainnya selama 24 jam

81.

Rumah sakit tipe C yang tidak memiliki insinerator memadai untuk pemusnahan sediaan farmasi kadaluarsa dapat melakukan pemusnahan dengan cara:

a)

Mengirimkan sediaan farmasi ke pihak ketiga yang berizin

b)

Membuang sediaan farmasi ke tempat sampah umum

c)

Membakar sediaan farmasi di halaman rumah sakit

d)

Mengubur sediaan farmasi di area rumah sakit

82.

Dikarenakan cerobong insenerator yang rendah (dibawah 14 m) sehingga jika pemusnahan tetap dilakukan, hasil pembakaran akan mencemari lingkungan sekitar rumah sakit tersebut. Lalu, bagaimanakah solusi untuk rumah sakit ini agar dapat melaksanakan pemusnahan sediaan farmasi yang telah kadaluarsa tersebut?

a)

Melaksanakan pemusnahan sediaan farmasi oleh pihak ketiga dengan mengadakan suatu kerjasama

b)

Melaksanakan pemusnahan sediaan farmasi dengan pihak ketiga sebagai fasilitator dan pemusnahan tetap dilakukan oleh pihak rumah sakit (pihak pertama)

c)

Sediaan farmasi dilaporkan ke Dinas Kesehatan Pusat sehingga dapat diserahkan ke rumah sakit yang membutuhkan sediaan tersebut

d)

Sediaan farmasi dimusnahkan dengan pembakaran tanpa insenerator

e)

Menghubungi Dinas Kesehatan Pusat dan meminta dana untuk pengadaan insenerator yang memadai

83.

Rumah Sakit harus dapat menyediakan lokasi penyimpanan obat emergensi untuk kondisi kegawatdaruratan. Tempat penyimpanan harus mudah diakses dan terhindar dari penyalahgunaan dan pencurian. Pengelolaan obat emergensi harus menjamin, kecuali :

a)

Jumlah dan jenis obat sesuai dengan daftar obat emergensi yang telah ditetapkan.

b)

boleh bercampur dengan persediaan obat untuk kebutuhan lain.

c)

Bila dipakai untuk keperluan emergensi harus segera diganti.

d)

Dicek secara berkala apakah ada yang kadaluwarsa.

e)

Dilarang untuk dipinjam untuk kebutuhan lain.

84.

Di Rumah Sakit terdapat Panitia Farmasi dan Terapi (PFT). Panitia ini difungsikan rumah sakit untuk mencapai terapi obat yang rasional. Adapun yang termasuk peranan Panitia Farmasi dan Terapi di Rumah Sakit adalah

a)

Penghentian obat berbahaya

b)

Daftar Obat Darurat

c)

Memantau ROM

d)

Melakukan EPO dan Melaporkan MESO

e)

Semua benar

85.

Dalam rangka meningkatkan kepatuhan terhadap formularium Rumah Sakit, maka di RSUD Rasidin harus mempunyai kebijakan terkait dengan penambahan atau pengurangan Obat dalam Formularium Rumah Sakit dengan mempertimbangkan indikasi penggunaan, efektivitas, risiko, dan biaya. Evaluasi dan perubahan mengenai formularium di RSUD tersebut dilakukan setiap:

a)

3 bulan

b)

6 bulan

c)

1 tahun

d)

2 tahun

e)

3 tahun

86.

Pengadaan obat di rumah sakit bertujuan untuk menjamin ketersediaan, jumlah dan waktu yang tepat dengan harga yang terjangkau dan sesuai standar mutu. Ketika melakukan suatu pengadaan obat ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti berikut ini, kecuali :

4 lines
87.

Pengendalian dilakukan untuk mempertahankan jenis dan jumlah persediaan sesuai kebutuhan. Pelayanan melalui pengaturan system pesanan atau pengadaan, penyimpanan dan pengeluaran. Hal ini bertujuan untuk

a)

Menghindari terjadinya kelebihan obat

b)

Menghindari kekurangan dan kekosongan obat

c)

Menghindari obat-obatan yang rusak dan kadaluarsa

d)

Menghindari kehilangan serta pengembalian pesanan

e)

Menghindari kontaminasi dengan obat-obatan lain

88.

Peraturan yang mengatur standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit adalah . . . .

a)

Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2009

b)

Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014

c)

Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009

d)

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 72 Tahun 2016

e)

Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009

89.

Perencanaan perbekalan farmasi adalah salah satu fungsi yang menentukan dalam proses pengadaan perbekalan farmasi di rumah sakit. Tahap perencanaan ini diantaranya meliputi evaluasi perencanaan yakni setelah dilakukannya perhitungan kebutuhan perbekalan farmasi untuk tahun yang akan datang, dilakukan peninjauan kembali terhadap hasil yang didapatkan. Cara atau teknik evaluasi yang dapat dilakukan yakni...

a)

Analisa nilai ABC, untuk evaluasi aspek ekonomi

b)

Pertimbangan atau kriteria VEN, untuk evaluasi medik/terapi

c)

Kombinasi ABC dan VEN

d)

Revisi daftar perbekalan farmasi

e)

Semua benar

90.

Seorang dokter di RS menemukan penyakit yang obat-obatnya tidak tercantum dalam Formularium Rumah Sakit dan obatnya juga tidak tersedia. Apa yang harus dilakukan dokter tersebut agar obat-obat tersebut bisa tersedia?

a)

Berkoordinasi dengan kepala IFRS untuk pengadaan obat langsung

b)

Langsung menghubungi PBF untuk pemesanan obat

c)

Berkoordinasi dengan pejabat pengadaan obat, alkes dan BMHP di rumah sakit untuk membeli obat di e-katalo

d)

membuat amprah dan mengisi surat berformat khusus, ditandatangani dokter bersangkutan, disetujui dan ditanda tangani KFT dan Komisi Komite Medik, baru dilakukan pemesanan langsung.

e)

berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat untuk pengadaan obat tersebut

91.

Didalam suatu rumah sakit dikenal dengan adanya sistem formularium. Sistem formularium adalah metoda yang digunakan oleh staf medik di rumah sakit yang bekerja melalui Tim Farmasi dan Terapi untuk mengevaluasi, menilai, dan memilih dari berbagai bahan obat dan sediaan obat yang ada, yang paling efektif bagi pengobatan penderita. Sistem formularium yang dikelola dengan baik memberikan keuntungan bagi rumah sakit, antara lain :

a)

Merupakan pendidikan terapi obat yang tepat bagi staf medik

b)

Memberikan manfaat dalam pengurangan biaya dengan sistem pembelian dan pengendalian persediaan yang efisien

c)

Pembatasan jumlah obat dan produk obat yang secara teratur tersedia di apotek akan memberikan keuntungan bagi pelayanan penderita dan keuntungan secara ekonomi

d)

Membantu meyakinkan mutu dan ketepatan penggunaan obat dalam rumah sakit

e)

semua benar

92.

Pelayanan farmasi rumah sakit adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari sistem pelayanan kesehatan rumah sakit karena merupakan pelayanan langsung yang bertanggungjawab penuh terhadap pasien terkait dengan sediaan farmasi dan orientasi kesembuhan pasien melalui ketepatan pemberian obat. Sebagai pedoman bagi tenaga kefarmasian dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian maka dibuatlah standar pelayanan kefarmasian. Standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit meliputi . . . .

a)

Pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai

b)

Pelayanan farmasi klinik

c)

Pengelolaan sediaan farmasi; alat kesehatan; bahan medis habis pakai dan pelayanan farmasi klinik

d)

Pelayanan resep, PIO, PTO, konseling dan visite

e)

Semua jawaban benar

93.

Distribusi merupakan suatu rangkaian kegiatan menyalurkan/menyerahkan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai dari tempat penyimpanan sampai kepada unit pelayanan/pasien. Salah satu cara pendistribusian obat di RSUD dr. Rasidin Padang adalah dengan penyediaan persediaan obat diruang perawatan dan seorang apoteker harus melakukan pengawasan dan pengendalian mengenai obat tersebut. Sistem distribusi apakah yang digunakan oleh RSUD dr. Rasidin tersebut?

a)

Sistem resep perorangan

b)

Sistem unit dosis

c)

Sistem Floor stock

d)

Sistem kombinasi

e)

Sistem stok perawat

94.

Pelayanan kefarmasian terdiri diri dua aspek, yakni yang bersifat manajerial berupa pengelolaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai dan kegiatan pelayanan farmasi klinik. Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada aspek manajerial di Apotek terdapat tujuh kegiatan, adapun di rumah sakit terdapat sembilan jenis kegiatan. Kegiatan manajerial yang manakah yang tidak dilakukan di Apotek?

a)

Pemilihan

b)

Perencanaan

c)

Pengadaan

d)

Penerimaan

e)

Penyimpanan

95.

Menurut UU No. 44 2009 Tentang Rumah Sakit, sistem pengelolaan alat kesehatan, sediaan farmasi, dan bahan medis habis pakai di rumah sakit yang dilakukan instalasi farmasi harus menggunakan ...

a)

metoda konsumsi

b)

metoda epidemiologi

c)

standar pelayanan kefarmasian

d)

sistem satu pintu

e)

sistem dua pintu

96.

Salah satu kegiatan pengelolaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai adalah pemilihan. Pemilihan merupakan kegiatan untuk menetapkan jenis Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai sesuai dengan kebutuhan. Berikut ini yang bukan pertimbangan dalam Pemilihan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai adalah

a)

a. formularium dan standar pengobatan/pedoman diagnosa dan terapi;

b)

b. harga

c)

c. efektifitas dan keamanan;

d)

d. ketersediaan di rumah sakit

e)

e. pola penyakit

97.

Menurut Permenkes RI No.72 tahun 2016 tentang standar pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit, pemusnahan untuk sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai dapat dilakukan apabila produk tidak memenuhi persyaratan mutu, telah kadaluarsa, tidak memenuhi syarat untuk dipergunakan dalam pelayanan kesehatan dan dicabut izin edarnya. RSUD dr. Rasidin Padang belum pernah melakukan pemusnahan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan kesehatan, dan bahan medis habis pakai semenjak 13 tahun yang lalu dan akan direncakan untuk dilakukan pada tahun 2018 ini, maka hal pertama yang harus dilakukan oleh Apoteker penanggungjawabnya adalah....

a)

Membuat daftar sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan media habis pakai yang akan dimusnahkan

b)

Menyiapkan berita acara pemusnahan

c)

Mengkoordinasikan jumlah,metode dan tempat kepada pihak yang terkait

d)

Menyiapkan tempat pemusnahan

e)

Melakukan pemusnahan

98.

Kondisi penyimpanan untuk obat/bahan obat harus sesuai dengan rekomendasi dari industry farmasi yang memproduksi obat/bahan obat. Untuk barang-barang CCP (Cold Chain Product) disimpan pada chiller dengan suhu…

a)

2-8°C

b)

-1°C

c)

-15°C

d)

10-15°C

e)

-8°C