wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Landasan dan Hukum Berdakwah dalam Islam

Total questions: 65

Worksheet time: 33mins

Name
Class
Date
1.

Dasar hukum utama kewajiban berdakwah dalam Islam bersumber dari ...

a)

Tradisi keagamaan yang berkembang di masyarakat

b)

Kesepakatan para ulama dan tokoh agama

c)

Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah ﷺ

d)

Hasil ijtihad para fuqaha sepanjang sejarah

e)

Peraturan sosial dan budaya umat Islam

2.

Ayat Al-Qur’an yang sering dijadikan landasan perintah berdakwah adalah QS. Ali ‘Imran ayat 104 yang berisi perintah untuk ...

a)

Menjaga persatuan dan kesatuan umat Islam

b)

Menyeru manusia agar beribadah kepada Allah

c)

Mengajak kepada kebajikan dan mencegah kemungkaran

d)

Menegakkan hukum Allah dalam kehidupan bermasyarakat

e)

Melaksanakan ibadah secara kolektif dan berkelanjutan

3.

Hadis Rasulullah ﷺ yang berbunyi “Sampaikanlah dariku walau satu ayat” menunjukkan bahwa berdakwah ...

a)

Hanya wajib dilakukan oleh para ulama dan dai profesional

b)

Merupakan tugas khusus Rasulullah ﷺ semata

c)

Menjadi kewajiban setiap muslim sesuai kemampuan masing-masing

d)

Harus dilakukan dengan metode tertentu yang baku

e)

Memerlukan ilmu yang sangat mendalam sebelum dilakukan

4.

Selain Al-Qur’an dan Hadis, landasan berdakwah juga dapat bersumber dari ijma’ dan qiyas yang berfungsi sebagai ...

a)

Penguat tradisi dakwah yang sudah ada

b)

Pelengkap hukum Islam dalam aspek sosial

c)

Sumber hukum tambahan dalam menetapkan kewajiban dakwah

d)

Dasar utama dalam merumuskan metode dakwah

e)

Acuan budaya dalam pengembangan dakwah

5.

Landasan berdakwah yang bersifat filosofis dan moral bertujuan untuk ...

a)

Menyesuaikan dakwah dengan perkembangan zaman

b)

Menjadikan dakwah sebagai aktivitas sosial keagamaan

c)

Memberikan nilai etis dan tujuan mulia dalam kegiatan dakwah

d)

Memperkuat posisi dai dalam masyarakat

e)

Menentukan strategi dakwah yang efektif dan efisien

6.

Dalam kegiatan dakwah, manusia disebut sebagai pelaku dakwah karena ...

a)

Memiliki naluri untuk beragama sejak lahir

b)

Diberi kemampuan berpikir dan berkomunikasi

c)

Mendapat perintah Allah untuk menyampaikan ajaran Islam

d)

Hidup bermasyarakat dan berinteraksi sosial

e)

Memiliki kecenderungan untuk berbuat baik

7.

Manusia juga disebut sebagai penerima dakwah karena ...

a)

Memiliki naluri untuk beragama sejak lahir

b)

Diberi kemampuan berpikir dan berkomunikasi

c)

Mendapat perintah Allah untuk menyampaikan ajaran Islam

d)

Hidup bermasyarakat dan berinteraksi sosial

e)

Memiliki kecenderungan untuk berbuat baik

8.

Kedudukan manusia sebagai pelaku dan penerima dakwah menunjukkan bahwa dakwah bersifat ...

a)

Individual dan personal

b)

Sosial dan kemasyarakatan

c)

Timbal balik dan berkesinambungan

d)

Terbatas pada kelompok tertentu

e)

Situasional dan kondisional

9.

Manusia sebagai pelaku dakwah sering disebut dengan istilah ...

a)

Mad'u

b)

Muballigh

c)

Mustami‘

d)

Mukhatab

e)

Jamaah

10.

Istilah yang tepat untuk manusia sebagai penerima dakwah adalah ...

a)

Da‘i

b)

Muballigh

c)

Mad'u

d)

Khatib

e)

Mursyid

11.

Manusia sebagai objek dakwah dipandang dalam Islam sebagai makhluk yang ...

a)

Pasif dan menunggu bimbingan

b)

Bebas tanpa tanggung jawab

c)

Memiliki potensi fitrah keagamaan

d)

Sepenuhnya bergantung pada dai

e)

Tidak memiliki pilihan dalam menerima dakwah

12.

Perbedaan latar belakang manusia sebagai penerima dakwah menuntut dai untuk ...

a)

Menyampaikan dakwah secara tegas

b)

Menggunakan bahasa yang tinggi

c)

Menyeragamkan materi dakwah

d)

Menyesuaikan metode dan pendekatan dakwah

e)

Membatasi sasaran dakwah tertentu

13.

Fakta bahwa dai juga merupakan penerima dakwah menunjukkan bahwa ...

a)

Selalu membutuhkan bimbingan agama dalam hidup

b)

Memiliki kelemahan dan keterbatasan sebagai makhluk

c)

Menjadi sasaran penyampaian pesan-pesan dakwah

d)

Hidup dalam lingkungan sosial yang beragam

e)

Memiliki potensi untuk menerima kebenaran

14.

Manusia sebagai pelaku dan penerima dakwah memiliki tanggung jawab untuk ...

a)

Menilai keberhasilan dakwah orang lain

b)

Mengembangkan ilmu pengetahuan

c)

Mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan

d)

Mengawasi aktivitas dakwah di masyarakat

e)

Menentukan arah dakwah umat

15.

Pandangan Islam tentang manusia dalam dakwah menegaskan bahwa manusia ...

a)

Menjadi pusat seluruh aktivitas dakwah

b)

Hanya sebagai objek perubahan sosial

c)

Tidak memiliki kebebasan memilih

d)

Bertindak secara otomatis dalam menerima dakwah

e)

Tidak memerlukan pendekatan persuasif

16.

Kriteria juru dakwah dari aspek pribadi yang paling mendasar adalah ...

a)

Memiliki kemampuan berbicara yang menarik

b)

Menguasai berbagai metode dakwah

c)

Memiliki akhlak mulia dan kepribadian Islami

d)

Aktif dalam kegiatan sosial keagamaan

e)

Mampu memengaruhi jamaah secara emosional

17.

Keikhlasan dalam berdakwah termasuk kriteria juru dakwah pada aspek ...

a)

Sosial

b)

Profesional

c)

Pribadi

d)

Manajerial

e)

Pengembangan diri

18.

Kriteria juru dakwah dari aspek sosial tercermin dalam kemampuan untuk ...

a)

Menghafal dalil-dalil Al-Qur’an dan Hadis

b)

Menyesuaikan materi dakwah dengan kondisi mad‘u

c)

Mengembangkan wawasan keilmuan secara mandiri

d)

Menyusun materi dakwah secara sistematis

e)

Meningkatkan kualitas ibadah personal

19.

Sikap toleran dan menghargai perbedaan di masyarakat menunjukkan kriteria juru dakwah pada aspek ...

a)

Pribadi

b)

Psikologis

c)

Intelektual

20.

Kriteria juru dakwah dalam pengembangan diri ditunjukkan dengan upaya untuk ...

a)

Mempertahankan metode dakwah tradisional

b)

Menghindari kritik dari masyarakat

c)

Terus meningkatkan ilmu dan keterampilan dakwah

d)

Membatasi pergaulan di lingkungan sosial

e)

Menyampaikan dakwah secara spontan

21.

Kemampuan juru dakwah dalam memanfaatkan media dan teknologi dakwah termasuk kriteria ...

a)

Pribadi

b)

Sosial

c)

Pengembangan diri

d)

Moral

e)

Kultural

22.

Materi dakwah yang berkaitan dengan keyakinan kepada Allah, malaikat, kitab, rasul, hari akhir, dan qadha–qadar disebut materi ...

a)

Syariah

b)

Muamalah

c)

Akhlak

d)

Aqidah

e)

Ibadah

23.

Materi dakwah yang membahas tentang aturan dan tata cara pelaksanaan ibadah serta hukum perbuatan manusia sesuai ketentuan Islam disebut ...

a)

Aqidah

b)

Akhlak

c)

Muamalah

d)

Syariah

e)

Etika sosial

24.

Pembahasan dakwah yang menekankan pada pembentukan sikap, perilaku, dan budi pekerti mulia dalam kehidupan sehari-hari termasuk materi ...

a)

Aqidah

b)

Syariah

c)

Muamalah

d)

Akhlak

e)

Moral sosial

25.

Materi dakwah yang mengatur hubungan antar manusia dalam bidang sosial, ekonomi, dan kemasyarakatan dikenal dengan istilah ...

a)

Aqidah

b)

Syariah

c)

Akhlak

26.

Media dakwah dalam kajian ilmu dakwah dipahami sebagai ...

a)

Alat bantu penyampaian pesan dakwah kepada masyarakat

b)

Sarana komunikasi antara dai dan jamaah

c)

Perangkat pendukung kegiatan dakwah

d)

Wahana penyalur nilai-nilai Islam

e)

Instrumen penyebaran ajaran keislaman

27.

Perbedaan utama antara media dakwah dan sarana dakwah terletak pada ...

a)

Fungsi teknis dan tujuan penggunaannya

b)

Bentuk fisik dan nonfisik yang digunakan

c)

Peran langsung dalam penyampaian pesan dakwah

d)

Keterlibatan dai dalam proses dakwah

e)

Jenis pesan dakwah yang disampaikan

28.

Contoh media dakwah tradisional yang masih relevan digunakan hingga saat ini adalah ...

a)

Media sosial dan platform digital

b)

Website dan podcast dakwah

c)

Ceramah langsung di majelis taklim

d)

Video dakwah berbasis streaming

e)

Aplikasi dakwah berbasis mobile

29.

Pemanfaatan media sosial sebagai media dakwah menuntut dai untuk ...

a)

Menguasai seluruh teknologi digital

b)

Menyampaikan pesan secara formal dan baku

c)

Menyesuaikan materi dakwah dengan karakter audiens

d)

Menghindari interaksi dengan mad'u

e)

Membatasi ruang lingkup pesan dakwah

30.

Dalam konteks mahasiswa, penggunaan media dakwah yang paling efektif ditentukan oleh ...

a)

Banyaknya media yang digunakan dai

b)

Kecanggihan teknologi yang dimanfaatkan

c)

Kesesuaian media dengan tujuan dan sasaran dakwah

d)

Popularitas dai di lingkungan kampus

e)

Intensitas penyampaian pesan dakwah

31.

Sarana dakwah yang bersifat nonmaterial namun sangat berpengaruh terhadap keberhasilan dakwah adalah ...

a)

Gedung dan fasilitas penunjang dakwah

b)

Media cetak dan elektronik

c)

Keteladanan dan akhlak dai

d)

Perlengkapan audiovisual dakwah

e)

Dana operasional kegiatan dakwah

32.

Ali 'Imran ayat 104 menegaskan bahwa dakwah harus dilakukan dengan cara ...

a)

Menyampaikan pesan secara santun dan bijak

b)

Menggunakan media sosial

c)

Melibatkan teknologi digital

d)

Keteladanan akhlak dai

e)

Menyampaikan pesan secara formal

33.

Metode dakwah amar ma’ruf nahi munkar sebagaimana termuat dalam QS. Ali ‘Imran ayat 104 menunjukkan bahwa dakwah harus bersifat ...

a)

Persuasif dan berkesinambungan

b)

Normatif dan struktural

c)

Aktif dan korektif terhadap realitas sosial

d)

Personal dan spiritual

e)

Teoretis dan konseptual

34.

Ayat Al-Qur’an QS. An-Nahl ayat 125 menjadi landasan metode dakwah dengan cara ...

a)

Menyampaikan kebenaran secara terbuka

b)

Berdakwah dengan hikmah dan pelajaran yang baik

c)

Menegur kesalahan secara langsung

d)

Menggunakan kekuasaan dalam berdakwah

e)

Menyeru manusia secara emosional

35.

Teknik dakwah mau’izah hasanah sebagaimana disebutkan dalam QS. An-Nahl ayat 125 menekankan pada ...

a)

Penyampaian dakwah secara ilmiah dan kritis

b)

Penggunaan bahasa keras dan tegas

c)

Nasihat yang menyentuh hati dan penuh keteladanan

d)

Argumentasi logis tanpa pendekatan emosional

e)

Penyampaian pesan dakwah secara formal

36.

Prinsip dakwah mujadalah billati hiya ahsan dalam Al-Qur’an mengajarkan bahwa perdebatan dalam dakwah harus dilakukan dengan ...

a)

Dalil yang kuat dan tegas

b)

Argumentasi yang rasional

c)

Cara yang santun dan bijaksana

d)

Sikap yang konsisten dan keras

e)

Pendekatan yang emosional

37.

QS. Al-Baqarah ayat 256 “Lā ikrahā fi d-dīn” memberikan dasar bahwa metode dakwah harus ...

a)

Dilakukan secara bertahap

b)

Menghindari tekanan dan paksaan

c)

Mengutamakan ketegasan hukum

d)

Menyesuaikan dengan kekuasaan

e)

Dilaksanakan secara kolektif

38.

Keterkaitan QS. Ali ‘Imran ayat 104 dengan metode dakwah menunjukkan bahwa dakwah idealnya dilakukan secara ...

a)

Mengajak manusia kepada kebenaran secara terorganisir

b)

Menyampaikan ajaran Islam secara individual

c)

Menyeru umat Islam untuk menjaga persatuan

d)

Menegakkan amar ma’ruf tanpa nahi munkar

e)

Menyebarkan ajaran Islam melalui kekuasaan

39.

Tahap perencanaan (planning) dalam manajemen dakwah terutama bertujuan untuk ...

a)

Menentukan pelaksana kegiatan dakwah

b)

Menyusun tujuan, sasaran, dan strategi dakwah

c)

Melaksanakan kegiatan dakwah secara terjadwal

d)

Mengawasi jalannya kegiatan dakwah

e)

Menilai hasil akhir kegiatan dakwah

40.

Kegiatan pembagian tugas, penentuan struktur, dan pengelompokan peran dalam dakwah termasuk tahap ...

a)

Perencanaan dakwah

b)

Pelaksanaan dakwah

c)

Pengorganisasian dakwah

d)

Evaluasi dakwah

e)

Pengawasan dakwah

41.

Tahap actuating (pelaksanaan) dalam manajemen dakwah menekankan pada upaya ...

a)

Menyusun rencana kegiatan dakwah

b)

Menggerakkan seluruh unsur dakwah agar bekerja efektif

c)

Menilai keberhasilan dakwah secara objektif

d)

Menentukan standar keberhasilan dakwah

e)

Mengoreksi kesalahan perencanaan dakwah

42.

Evaluasi dalam manajemen dakwah dilakukan dengan tujuan utama untuk ...

a)

Menentukan pemimpin kegiatan dakwah

b)

Menyusun ulang struktur organisasi dakwah

c)

Mengetahui efektivitas dan pencapaian tujuan dakwah

d)

Melaksanakan kegiatan dakwah lanjutan

e)

Menghentikan seluruh aktivitas dakwah

43.

Motivasi dalam manajemen dakwah berfungsi untuk ...

a)

Mengontrol perilaku mad'u

b)

Mengarahkan metode dakwah

c)

Mendorong semangat dan kinerja pelaku dakwah

d)

Menentukan materi dakwah

e)

Menilai keberhasilan dakwah

44.

Kepemimpinan dakwah yang efektif ditandai dengan kemampuan pemimpin untuk ...

a)

Menguasai seluruh kegiatan dakwah secara pribadi

b)

Memberikan perintah secara tegas dan mutlak

c)

Mempengaruhi dan mengarahkan anggota menuju tujuan dakwah

45.

Keterpaduan antara manajemen, motivasi, dan kepemimpinan dalam dakwah bertujuan untuk ...

a)

Meningkatkan popularitas lembaga dakwah

b)

Menyeragamkan metode dakwah

c)

Mewujudkan dakwah yang terarah, efektif, dan berkelanjutan

d)

Memperluas wilayah dakwah secara cepat

e)

Menguatkan struktur organisasi dakwah

46.

Dakwah kultural dalam perspektif ilmu dakwah dipahami sebagai upaya dakwah yang ...

a)

Menggunakan kekuasaan dan kebijakan formal

b)

Menekankan pendekatan budaya dan tradisi masyarakat

c)

Dilakukan melalui lembaga pemerintahan

d)

Mengutamakan struktur organisasi dakwah

e)

Berorientasi pada perubahan sistem hukum

47.

Perbedaan mendasar antara dakwah kultural dan dakwah struktural terletak pada ...

a)

Materi dakwah yang disampaikan

b)

Sasaran utama dakwah

c)

Pendekatan dan sarana yang digunakan

d)

Metode penyampaian pesan dakwah

e)

Tujuan akhir kegiatan dakwah

48.

Dakwah struktural biasanya dilakukan melalui ...

a)

Kegiatan seni dan budaya lokal

b)

Pendekatan persuasif individual

c)

Lembaga resmi dan kebijakan institusional

d)

Tradisi keagamaan masyarakat

e)

Media informal dan komunitas kecil

49.

Contoh penerapan dakwah kultural yang tepat adalah ...

a)

Penyusunan peraturan daerah bernuansa syariah

b)

Penerapan kebijakan keagamaan oleh pemerintah

c)

Pemanfaatan seni dan tradisi lokal sebagai media dakwah

d)

Pembentukan lembaga dakwah tingkat nasional

e)

Pengawasan pelaksanaan ibadah oleh aparat

50.

Profesionalisme dakwah menunjukkan bahwa kegiatan dakwah harus dilakukan dengan ...

a)

Semangat keagamaan yang tinggi

b)

Keikhlasan dan niat yang lurus

c)

Kompetensi, tanggung jawab, dan perencanaan yang matang

51.

Salah satu ciri dai yang profesional adalah memiliki kemampuan untuk ...

a)

Menyampaikan dakwah secara rutin

b)

Menguasai materi dakwah secara mendalam dan relevan

c)

Berbicara panjang lebar di hadapan jamaah

d)

Mengandalkan pengalaman dakwah

e)

Mengikuti gaya dakwah populer

52.

Profesionalisme dakwah menuntut adanya keseimbangan antara ...

a)

Tradisi dan modernitas

b)

Materi dan metode dakwah

c)

Keikhlasan spiritual dan keterampilan teknis

d)

Popularitas dan pengaruh sosial

e)

Individu dan kelompok dakwah

53.

Penerapan profesionalisme dalam dakwah bertujuan untuk ...

a)

Meningkatkan jumlah pendengar dakwah

b)

Memperkuat posisi dai di masyarakat

c)

Mewujudkan dakwah yang efektif, berkualitas, dan bertanggung jawab

d)

Menyeragamkan bentuk dan metode dakwah

e)

Memperluas jaringan kelembagaan dakwah

54.

Organisasi dakwah dalam perspektif ilmu dakwah dipahami sebagai ...

a)

Kumpulan individu yang memiliki kepentingan dakwah

b)

Wadah kerja sama terstruktur untuk mencapai tujuan dakwah

c)

Forum komunikasi antar dai dan muballigh

d)

Sarana silaturahmi umat Islam

e)

Perkumpulan kegiatan keagamaan masyarakat

55.

Keberadaan organisasi dakwah menjadi penting karena dakwah ...

a)

Harus dilakukan secara serentak

b)

Membutuhkan pengawasan yang ketat

c)

Menuntut perencanaan, koordinasi, dan keberlanjutan

d)

Bersifat formal dan institusional

e)

Bergantung pada jumlah anggota

56.

Pemikiran dakwah merujuk pada ...

a)

Ide-ide dai dalam menyampaikan ceramah

b)

Pandangan ulama tentang kewajiban dakwah

c)

Konsep, teori, dan pendekatan dalam aktivitas dakwah

d)

Strategi teknis pelaksanaan dakwah

e)

Metode dakwah yang bersifat praktis

57.

Perbedaan pemikiran dakwah di berbagai organisasi Islam dipengaruhi oleh ...

a)

Tradisi dan budaya organisasi

b)

Jumlah anggota organisasi

c)

Lokasi geografis organisasi

d)

Usia anggota organisasi

e)

Sumber dana organisasi

58.

Organisasi dakwah yang sehat ditandai dengan adanya ...

a)

Ketaatan penuh kepada pimpinan

b)

Keseragaman pemikiran dakwah

c)

Pembagian tugas yang jelas dan visi dakwah yang terarah

d)

Jumlah program dakwah yang banyak

e)

Aktivitas dakwah yang bersifat insidental

59.

Keterkaitan antara organisasi dan pemikiran dakwah menunjukkan bahwa dakwah ...

a)

Harus dilakukan melalui lembaga resmi

b)

Tidak dapat dilepaskan dari konteks kelembagaan

c)

Membutuhkan landasan konseptual dan sistem kerja yang teratur

d)

Lebih menekankan aspek struktural

e)

Bergantung pada kekuatan organisasi semata

60.

Dalam perspektif ilmu dakwah, dakwah Islam dipandang sebagai sarana untuk ...

a)

Menjaga stabilitas tradisi keagamaan

b)

Mempertahankan tatanan sosial yang ada

c)

Mendorong perubahan sosial ke arah nilai-nilai Islam

d)

Menguatkan struktur kelembagaan umat

e)

Mengembangkan aktivitas ritual keagamaan

61.

Hubungan antara dakwah Islam dan perubahan sosial menunjukkan bahwa dakwah ...

a)

Bersifat individual dan personal

b)

Hanya berfokus pada aspek ibadah

c)

Memiliki dimensi transformasi sosial masyarakat

d)

Terbatas pada penyampaian pesan verbal

e)

Tidak berkaitan dengan realitas sosial

62.

Perubahan sosial yang diharapkan melalui dakwah Islam terutama mencakup perubahan ...

a)

Struktur pemerintahan dan kekuasaan

b)

Sistem ekonomi masyarakat

c)

Pola pikir, sikap, dan perilaku umat

d)

Budaya lokal dan tradisi masyarakat

e)

Hubungan politik antar kelompok

63.

Dakwah Islam dalam menghadapi perubahan sosial menuntut dai untuk ...

a)

Menyampaikan dakwah secara tekstual

b)

Menghindari dialog dengan masyarakat

c)

Memahami konteks sosial dan dinamika masyarakat

d)

Menyeragamkan metode dakwah

e)

Membatasi sasaran dakwah

64.

Dakwah Islam sebagai penggerak perubahan sosial menuntut dai untuk ...

a)

Menguasai seluruh teori sosial modern

b)

Memahami realitas sosial masyarakat yang dihadapi

c)

Menyampaikan pesan dakwah secara normatif

d)

Menggunakan pendekatan kekuasaan

e)

Menyeragamkan metode dakwah

65.

Pendekatan dakwah yang tepat dalam mendorong perubahan sosial yang berkelanjutan adalah ...

a)

Dakwah yang bersifat konfrontatif

b)

Dakwah yang menekankan kekuasaan struktural

c)

Dakwah yang persuasif, edukatif, dan partisipatif

d)

Dakwah yang bersifat simbolik dan seremonial

e)

Dakwah yang berorientasi pada kepentingan kelompok