Font size
WorksheetsSoal UAS TKIS
Total questions: 150
Worksheet time: 1hrs 15mins
Prinsip utama yang membedakan keuangan Islam dari keuangan konvensional adalah:
Penghindaran inflasi dan kebijakan moneter ekspansif
Pelarangan seluruh bentuk spekulasi termasuk perdagangan internasional
Distribusi kekayaan wajib dilakukan melalui instrumen zakat saja
Pelarangan riba dan transaksi yang mengandung gharar, serta penekanan pada aktivitas berbasis aset
Penggunaan suku bunga variabel pada pembiayaan tertentu
Berikut yang bukan menjadi dasar normatif keuangan Islam adalah:
Al-Qur’an
Hadis
Fatwa Dewan Syariah Nasional
Qiyas
Hukum Adat tanpa harmonisasi syariah
Dalam kerangka ruang lingkup keuangan Islam, instrumen sukuk dapat dikategorikan sebagai…
Instrumen derivatif yang tidak berbasis aset
Surat utang yang menjamin pengembalian tetap
Surat berharga syariah berbasis kepemilikan manfaat aset (underlying asset)
Instrumen spekulatif jangka pendek
Instrumen valuta asing tanpa underlying
Ayat Al-Qur’an yang sering dijadikan dasar pelarangan riba sekaligus membentuk fondasi keuangan Islam adalah…
QS. Al-A’raf: 56
QS. Al-Baqarah: 275–279
QS. An-Nur: 31
QS. Al-Maidah: 3
QS. Al-Baqarah: 183
Ciri tata kelola (governance) lembaga keuangan syariah yang membedakannya dari lembaga konvensional adalah…
Adanya audit internal berkala
Adanya pengawasan eksternal oleh otoritas keuangan negara
Adanya sharia supervisory board (dewan pengawas Syariah) yang wajib mengeluarkan opini kepatuhan
Adanya kewajiban menyusun laporan tahunan
Penggunaan standar akuntansi internasional tanpa tambahan standar syariah
Salah satu jenis risiko yang secara khusus diperhatikan dalam keuangan Islam karena terkait akad adalah:
Risiko teknologi
Risiko inheritance
Risiko kepatuhan (sharia compliance risk)
Risiko inflasi makro
Risiko pajak
Penerapan Maqashid Syariah dalam keuangan Islam paling tepat tercermin dalam:
Meningkatkan profit bank melalui margin pembiayaan setinggi mungkin
Menjamin keuntungan tetap bagi investor
Mendorong distribusi nilai tambah dan menghindari praktik eksploitasi dalam akad
Mengutamakan kepentingan pemegang saham
Memastikan bahwa seluruh pembiayaan berbasis murabahah saja
Bank syariah menggunakan akad mudharabah dalam produk pendanaan. Fungsi mudharabah pada sisi pendanaan adalah…
Bank sebagai mudharib mengelola dana nasabah dan membagi keuntungan sesuai nisbah
Nasabah meminjam uang dengan bunga tetap
Nasabah menjual aset kepada bank dengan margin
Bank memberikan jaminan modal kepada pemilik dana
Bank bertindak sebagai investor pasif
Alasan filosofis mempelajari keuangan dan investasi Islam agar:
Investor dapat memperoleh keuntungan jangka pendek yang pasti
Dapat memaksimalkan spekulasi pada pasar modal
Aktivitas ekonomi sesuai nilai tauhid, keadilan, dan maslahah sehingga mencegah praktik merusak seperti riba dan gharar
Menggantikan semua instrumen konvensional tanpa pengecualian
Menghilangkan risiko investasi sepenuhnya
Dalam konteks ekonomi modern, salah satu tantangan implementasi keuangan Islam adalah:
Tidak adanya standar akuntansi global
Keberagaman interpretasi fiqh sehingga diperlukan harmonisasi fatwa antarnegara
Tidak boleh menggunakan teknologi digital
Semua negara telah memiliki UU keuangan syariah yang sama
Larangan melakukan investasi pada sektor riil
Salah satu perbedaan mendasar antara lembaga keuangan Islam dan konvensional adalah tujuan operasionalnya. Manakah yang paling tepat menggambarkan tujuan lembaga keuangan Islam?
Memaksimalkan profit melalui pembiayaan berbunga
Mengoptimalkan return pemegang saham tanpa batasan moral
Mencapai keuntungan dengan tetap menjaga kepatuhan syariah dan nilai keadilan
Mengutamakan stabilitas moneter melalui pengendalian suku bunga
Meminimalkan risiko investasi melalui diversifikasi global
Dalam perspektif maqashid syariah keuangan Islam, prinsip hifz al-mal (menjaga harta) terutama diwujudkan melalui…
Penetapan suku bunga yang stabil
Praktik spekulasi yang terkelola
Penghindaran gharar, riba, dan maysir
Penggunaan leverage untuk meningkatkan nilai portofolio
Pemberian insentif pada investor besar
Tujuan utama mempelajari keuangan dan investasi Islam adalah…
Menghafal seluruh fatwa DSN-MUI terkait aktivitas bisnis
Memahami cara menghindari kerugian dalam perdagangan internasional
Mengetahui cara memperoleh keuntungan maksimal melalui bunga majemuk
Membangun kompetensi dalam merancang transaksi sesuai syariah dan berkeadilan
Menguasai metode akuntansi modern tanpa dikaitkan dengan syariah
Dalam investasi syariah, salah satu landasan penentuan kelayakan instrumen adalah screening syariah. Faktor yang paling kritis untuk disaring adalah…
Tingkat inflasi dan suku bunga acuan
Pendapatan non-halal dan struktur utang perusahaan
Kepemilikan asing pada perusahaan
Tingkat likuiditas saham di pasar modal
Jumlah dividen yang dibagikan setiap tahun
Perbedaan utama antara konsep risiko dalam keuangan syariah dan konvensional adalah bahwa dalam keuangan syariah…
Semua risiko harus dihindari sepenuhnya
Risiko ditransfer kepada pihak yang paling mampu menanggung
Risiko harus disepakati dan ditanggung bersama secara adil
Risiko tidak mempengaruhi struktur kontrak
Risiko dihilangkan melalui instrumen derivatif kompleks
Salah satu alasan mengapa riba dilarang dalam keuangan Islam terkait dengan maqashid syariah adalah karena riba…
Mendorong inovasi teknologi
Menyebabkan distribusi kekayaan menjadi tidak seimbang
Mengurangi biaya transaksi masyarakat
Mempercepat pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan
Menjamin kepastian pendapatan bagi pemberi pinjaman
Dalam konteks tujuan keuangan syariah, prinsip profit-loss sharing dianggap lebih adil dibandingkan sistem bunga karena…
Selalu menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi
Tidak memerlukan analisis risiko yang mendalam
Mengaitkan keuntungan dengan kontribusi dan risiko yang dibagi secara proporsional
Menjamin modal akan kembali 100%
Menghindarkan lembaga keuangan dari kegagalan bisnis
Pada lembaga keuangan Islam, akad murabahah berbeda dari pinjaman berbunga konvensional terutama karena…
Bank tidak boleh mencari keuntungan dari transaksi tersebut
Bank wajib menjadi pemilik barang sebelum menjualnya kepada nasabah
Harga barang harus fluktuatif mengikuti pasar
Nasabah tidak boleh mengetahui margin keuntungan bank
Transaksi tidak melibatkan perpindahan kepemilikan
Dalam analisis perbedaan investasi konvensional dan syariah, instrumen derivatif seperti futures sering tidak diperbolehkan dalam syariah karena…
Keuntungan terlalu kecil
Hanya diperjualbelikan di pasar internasional
Mengandung unsur spekulasi dan gharar yang tinggi
Memerlukan modal sangat besar
Tidak memiliki potensi lindung nilai
Salah satu tujuan investasi syariah yang tidak termasuk dalam tujuan investasi konvensional adalah…
Mencapai keberlanjutan nilai aset
Memaksimalkan keuntungan jangka panjang
Memastikan kegiatan investasi membawa maslahat dan tidak melanggar syariah
Mengurangi risiko melalui diversifikasi portofolio
Mengelola aset untuk pertumbuhan jangka panjang
Dalam konteks laporan keuangan syariah, tujuan utama Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Zakat adalah…
Menilai kinerja operasional lembaga secara keseluruhan
Memberikan informasi pendapatan dan beban lembaga syariah
Mengungkapkan bagaimana dana zakat dikumpulkan, dikelola, dan disalurkan
Melaporkan aktivitas pembiayaan murabahah
Memberikan rincian perubahan ekuitas pemilik
Salah satu perbedaan fundamental antara Neraca pada keuangan konvensional dan Laporan Posisi Keuangan pada lembaga keuangan syariah adalah…
Penggunaan mata uang asing sebagai standar pengukuran
Pengakuan aset non-keuangan
Pengungkapan liabilitas yang harus dibayar dalam bentuk bunga
Penyajian akun investasi berbasis mudharabah dan musyarakah pada bagian liabilitas atau ekuitas
Penggunaan metode historis tanpa revaluasi
Rasio Debt to Equity Ratio (DER) pada analisis konvensional tidak sepenuhnya relevan dalam analisis lembaga syariah karena…
Rasio tersebut hanya berlaku pada perusahaan manufaktur
Lembaga syariah tidak diperbolehkan memiliki aset tetap
Dana investasi berbasis bagi hasil tidak dikategorikan sebagai utang murni
Perbankan syariah tidak memiliki instrumen liabilitas
DER tidak termasuk rasio standar internasional
Dalam analisis laporan keuangan syariah, akun Pendapatan Non-Halal wajib disajikan secara terpisah. Tujuan utamanya adalah…
Meningkatkan profitabilitas lembaga
Memastikan pendapatan tersebut dapat digunakan untuk operasional
Menjamin kepatuhan syariah dan menyalurkan pendapatan tersebut ke pihak yang berhak
Menaikkan nilai aset dalam neraca
Mengurangi beban zakat lembaga
Metode trend analysis pada keuangan konvensional digunakan untuk melihat…
Pengaruh kebijakan bagi hasil
Perbandingan laporan keuangan antar perusahaan sejenis
Pola perubahan akun laporan keuangan dari waktu ke waktu
Kesesuaian laporan dengan standar IFRS
Tingkat inflasi dalam pembiayaan
Pada analisis kinerja pembiayaan syariah, rasio Non Performing Financing (NPF) berbeda dari Non Performing Loan (NPL) karena…
NPF menghitung beban penyusutan aset
NPF menyertakan pembiayaan berbasis akad jual-beli dan bagi hasil
NPL hanya dihitung pada bank syariah
NPF menggunakan basis kas, bukan basis akrual
NPF tidak mempengaruhi profitabilitas
NPF menghitung beban penyusutan aset NPF menyertakan pembiayaan berbasis akad jual beli dan bagi hasil NPL hanya dihitung pada bank syariah NPF menggunakan basis kas, bukan basis akrual NPF tidak mempengaruhi profitabilitas
NPF menghitung beban penyusutan aset
NPF menyertakan pembiayaan berbasis akad jual beli dan bagi hasil
NPL hanya dihitung pada bank syariah
NPF menggunakan basis kas, bukan basis akrual
NPF tidak mempengaruhi profitabilitas
Dalam laporan keuangan syariah, akad murabahah dicatat sebagai…
Aset lancar langsung menjadi ekuitas
Pendapatan yang diakui secara tunai penuh pada saat akad
Piutang pembiayaan dengan pengakuan margin secara proporsional
Pendapatan instan pada awal transaksi
Dana investasi pihak ketiga
Tujuan penyusunan Laporan Perubahan Dana pada entitas syariah adalah untuk menunjukkan…
Besarnya modal kerja yang digunakan dalam operasional
Aktivitas perubahan dana zakat, infak, sedekah, dan dana kebajikan
Nilai pasar aset perusahaan
Perubahan kurs valuta asing
Variasi amortisasi aset tak berwujud
Salah satu keunggulan analisis common size dalam membandingkan laporan keuangan konvensional dan syariah adalah…
Menghilangkan perbedaan struktur akad sehingga seluruh akun disetarakan
Menjadikan seluruh pos laporan dinyatakan dalam persentase sehingga ukuran perusahaan tidak menjadi faktor bias
Menentukan margin keuntungan tetap pada akad murabahah
Menghapus akun non-halal dari analisis
Mengganti rasio profitabilitas dengan rasio syariah
Salah satu karakteristik Income Statement pada keuangan syariah yang tidak ditemukan pada sistem konvensional adalah…
Pengelompokan beban operasional
Pengakuan pendapatan berbasis akrual
Pemisahan pendapatan halal dan non-halal
Penyajian laba bersih sebelum pajak
Suatu proyek membutuhkan investasi awal Rp500 juta dan akan memberikan arus kas Rp150 juta per tahun selama 5 tahun. Jika tingkat diskonto 10%, apa keputusan yang tepat berdasarkan konsep nilai waktu uang?
Terima proyek karena NPV bernilai negatif namun kecil
Tolak proyek karena NPV bernilai negatif
Terima proyek karena IRR pasti > 10%
Tolak proyek karena payback period lebih dari 5 tahun
Terima proyek jika arus kas didiskonto menggunakan tingkat diskonto 5%
Seorang investor menunjukkan toleransi risiko rendah, memiliki tujuan jangka menengah, dan menginginkan pertumbuhan stabil. Perspektif investasi yang paling sesuai adalah…
Portofolio aset real berimbal tinggi seperti properti spekulatif
Portofolio obligasi jangka panjang dan saham blue-chip defensif
Portofolio saham pertumbuhan agresif
Instrumen derivatif untuk hedging dan leverage
Portofolio dengan rasio saham > 80%
Jika seorang investor memiliki tujuan dana pensiun 25 tahun lagi, bagaimana prinsip goal-based investing diterapkan?
Mengalokasikan seluruh aset pada obligasi untuk menjaga nilai pokok
Mengalokasikan aset sepenuhnya pada pasar uang untuk menghindari volatilitas
Menggunakan portofolio dengan risiko menurun seiring mendekati target tahun pencairan
Mempertahankan proporsi saham tetap sepanjang periode investasi
Menggunakan strategi spekulatif selama masih dalam fase akumulasi awal
Pada fase mid-career seorang individu (usia 35–45), strategi investasi yang paling sesuai secara teoritis adalah…
Meningkatkan proporsi kas untuk menjaga likuiditas jangka pendek
Lebih agresif pada saham karena horizon masih panjang, namun mulai menyeimbangkan risiko
Menghindari seluruh investasi risiko tinggi
Dalam pasar yang diasumsikan semi-strong form efficient, keputusan investasi terutama harus mengandalkan…
Informasi publik dan analisis teknikal
Informasi publik karena harga sudah mencerminkan seluruh informasi publik
Informasi privat karena tidak tercermin dalam harga
Insider information untuk memperoleh alfa konsisten
Kombinasi informasi privat dan publik untuk mengalahkan pasar secara mudah
Manakah situasi yang menunjukkan keunggulan aset riil dibanding aset finansial?
Ketika likuiditas menjadi prioritas utama
Saat investor ingin meminimalkan biaya pemeliharaan
Ketika mencari perlindungan inflasi melalui apresiasi nilai intrinsik
Ketika volatilitas jangka pendek di pasar saham menurun
Saat suku bunga rendah sehingga obligasi lebih menarik
Seorang investor memiliki portofolio yang terdiversifikasi. Risiko mana yang tetap tidak bisa dihilangkan?
Risiko bisnis spesifik
Risiko manajemen perusahaan
Risiko pasar akibat resesi global
Risiko kebangkrutan satu perusahaan
Risiko litigasi perusahaan tertentu
Jika portofolio memiliki VaR harian 99% sebesar Rp10 juta, interpretasi yang paling tepat adalah…
Portofolio pasti akan rugi Rp10 juta dalam satu hari
Ada 1% kemungkinan kerugian lebih besar dari Rp10 juta dalam satu hari
Ada 99% kemungkinan portofolio akan memberikan keuntungan
Portofolio tidak mungkin rugi lebih dari Rp10 juta
Kerugian maksimum per hari adalah Rp10 juta
Mengapa asset allocation sering dianggap lebih menentukan kinerja portofolio dibanding security selection?
Karena pemilihan aset tidak mempengaruhi tingkat risiko
Karena komposisi aset menentukan eksposur risiko dan return jangka panjang
Karena pemilihan sekuritas tidak memerlukan analisis fundamental
Karena pemilihan sekuritas lebih dipengaruhi keberuntungan
Karena alokasi aset selalu menghasilkan return lebih tinggi
Seorang investor menolak menjual saham yang terus turun karena tidak ingin merealisasikan kerugian. Bias ini disebut…
Overconfidence bias
Anchoring bias
Loss aversion & disposition effect
Representativeness bias
Herding bias
Dalam perspektif Modigliani-Miller (MM) tanpa pajak, struktur modal dianggap tidak relevan. Dalam keuangan syariah, asumsi ini banyak dikritik karena…
Tidak mempertimbangkan preferensi investor terhadap saham biasa
Mengabaikan larangan riba yang mempengaruhi biaya modal
Mengasumsikan adanya biaya kebangkrutan yang tinggi
Memprioritaskan struktur modal dengan utang berbunga rendah
Menyatakan bahwa leverage meningkatkan EPS tanpa risiko
Salah satu alasan mengapa leverage konvensional tidak dapat diadopsi penuh dalam struktur modal syariah adalah…
Leverage tidak meningkatkan nilai perusahaan
Utang berbasis bunga meningkatkan risiko systematic
Utang berbasis bunga tidak diperbolehkan dalam syariah
Utang syariah harus selalu berjangka panjang
Utang dalam syariah harus bebas dari risiko kredit
Instrumen pembiayaan yang dianggap sebagai quasi-equity dalam struktur modal syariah karena meningkatkan modal tanpa menciptakan kewajiban tetap adalah…
Murabahah
Ijarah
Sukuk Mudharabah
Qard Hasan
Salam
Prinsip risk sharing dalam keuangan syariah menyebabkan struktur modal ideal lebih menekankan…
Proporsi utang berbasis margin tetap
Penggunaan pembiayaan bagi hasil
Penggunaan utang jangka pendek untuk efisiensi modal
Kombinasi antara bunga tetap dan bunga mengambang
Optimalisasi penggunaan derivatives leverage
Dalam teori Pecking Order, perusahaan lebih memilih pendanaan internal daripada eksternal. Dalam konteks syariah, alasan dominannya adalah…
Internal financing bebas dari potensi gharar dan riba
Internal financing mengurangi risiko moral hazard
Internal financing meningkatkan tax shield
Internal financing dianggap lebih sesuai dengan agency theory
Internal financing meningkatkan EPS tanpa risiko
Pembatasan utang (debt constraint) dalam keuangan Islam umumnya berakar dari konsep syariah berikut, kecuali…
Larangan riba
Larangan gharar
Larangan maysir
Kewajiban pembagian risiko
Kewajiban memberikan jaminan tetap
Ketika perusahaan syariah menerbitkan Sukuk Ijarah, implikasi terhadap struktur modal adalah…
Menciptakan kewajiban bagi hasil mirip ekuitas
Menambah modal berbasis kepemilikan
Membentuk liabilitas setara utang dengan underlying asset
Mengurangi leverage karena aset berpindah kepemilikan
Menghapus kewajiban tetap karena imbal hasil bersifat variabel
Dalam kerangka keuangan Islam, batas maksimum rasio utang terhadap ekuitas sering diatur oleh DSN atau regulator syariah untuk menghindari…
Risiko pasar yang berlebihan
Pemusatan kepemilikan saham
Ketergantungan pada pembiayaan ribawi terselubung
Penurunan profitabilitas operasi
Penurunan nilai perusahaan di pasar sekunder
Pendekatan struktur modal syariah menolak konsep tax shield utang konvensional karena…
Pajak tidak relevan dalam keputusan struktur modal
Keuntungan pajak tidak dapat menghalalkan riba
Perusahaan syariah bebas pajak
Pembiayaan syariah tidak memiliki risiko default
Pembiayaan syariah selalu lebih murah
Dalam pembiayaan Musharakah, posisi perusahaan terhadap struktur modal adalah…
Menambah utang jangka pendek
Meningkatkan ekuitas melalui partisipasi modal mitra
Mengurangi risiko likuiditas karena adanya margin tetap
Menambah kewajiban tetap yang harus dibayar
Menghasilkan beban bunga sebagai pengganti bagi hasil
Ruang lingkup pasar modal syariah di Indonesia mencakup seluruh kegiatan yang berkaitan dengan efek syariah, kecuali…
Penerbitan efek syariah sesuai prinsip syariah
Perdagangan efek syariah di bursa
Pengelolaan reksa dana konvensional
Mekanisme kliring dan penyelesaian transaksi syariah
Pengawasan kepatuhan syariah
Salah satu fungsi utama pasar modal syariah adalah allocative efficiency, Fungsi ini bermakna bahwa pasar modal syariah…
Menjamin semua investor mendapatkan imbal hasil yang sama
Menyalurkan dana kepada sektor yang produktif sesuai prinsip syariah
Menetapkan harga aset berdasarkan margin tetap
Menghilangkan risiko investasi karena adanya pengawasan syariah
Melarang perusahaan dengan leverage tinggi memasuki pasar
Sejarah pasar modal syariah Indonesia ditandai oleh peluncuran Jakarta Islamic Index (JII) pada tahun 2000. Tujuan utama peluncuran JII adalah…
Menstandarkan semua saham agar sesuai syariah
Menyediakan acuan portofolio bagi investor syariah
Menggantikan IHSG sebagai indeks nasional
Mengatur mekanisme margin trading syariah
Menciptakan indeks syariah global pertama
Landasan hukum paling fundamental yang menjadi dasar keberadaan pasar modal syariah di Indonesia adalah…
Undang-Undang No. 10 Tahun 1998
Peraturan OJK Nomor 35 Tahun 2017
Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal
Fatwa DSN-MUI No. 20 Tahun 2001
Undang-Undang No. 23 Tahun 1999
Fatwa DSN-MUI No. 40/DSN-MUI/X/2003 berfungsi sebagai…
Pedoman umum seluruh kegiatan pasar modal syariah
Regulasi teknis perizinan perusahaan efek
Ketentuan perpajakan atas investasi syariah
Standar internasional transaksi derivatif syariah
Aturan rasio keuangan syariah wajib untuk semua emiten
Tujuan strategis pasar modal syariah adalah mendorong aktivitas ekonomi berbasis nilai, yaitu…
Mengutamakan imbal hasil tinggi tanpa pertimbangan risiko
Menghapus semua risiko investasi melalui pengawasan ketat
Menghubungkan investor dan emiten dalam kerangka value creation sesuai syariah
Menciptakan sistem pembiayaan bebas pajak
Menggantikan seluruh instrumen konvensional secara langsung
Salah satu instrumen pasar modal syariah adalah Sukuk. Sukuk berbeda dengan obligasi konvensional karena…
Sukuk tidak dapat diperdagangkan
Sukuk tidak memiliki underlying asset
Sukuk merepresentasikan kepemilikan atas aset/akad, bukan utang berbunga
Sukuk memberikan bunga tetap
Sukuk dijamin pemerintah pada semua seri
Dalam proses screening saham syariah, rasio utang terhadap total aset menjadi indikator penting. Rasio ini digunakan untuk…
Menilai apakah perusahaan masih allowable meski mengandung unsur riba
Menentukan tingkat dividen yang wajib dibayarkan
Mengukur potensi pasar saham tersebut
Menilai apakah perusahaan memiliki risiko likuiditas rendah
Menentukan harga wajar saham syariah
Berbeda dengan pasar modal konvensional, salah satu batasan utama pasar modal syariah adalah larangan kegiatan gharar. Implikasi larangan ini adalah…
Diperbolehkannya short selling dengan limit tertentu
Dilarangnya transaksi tanpa kepastian kepemilikan atau penyerahan
Dilarangnya perdagangan efek secara intraday
Dilarangnya transaksi atas saham perusahaan besar
Diperbolehkannya transaksi derivatif spekulatif
Reksa Dana Syariah menggunakan akad wakalah atau mudharabah. Hal ini memberikan konsekuensi bahwa…
Manajer investasi menanggung seluruh risiko kerugian
Investor wajib memberikan imbal hasil tetap kepada manajer investasi
Profit dan risiko ditanggung bersama sesuai kesepakatan
Dana hanya dapat ditempatkan pada deposito konvensional
Penempatan dana bebas memilih sektor apapun
Dalam konteks keuangan modern, risiko (risk) paling tepat didefinisikan sebagai…
Variasi negatif dari return aktual tanpa mempertimbangkan return ekspektasian
Ketidakpastian hasil di masa depan yang dapat diukur melalui volatilitas
Kemungkinan investor mengalami kerugian permanen
Perbedaan antara return aktual dan return normal pasar
Probabilitas kerugian akibat inflasi
Return dalam teori investasi diartikan sebagai…
Selisih antara nilai sekarang dan nilai masa depan
Manfaat finansial yang diperoleh investor dari investasi, baik berupa capital gain maupun cash flow
Jumlah dana yang dibutuhkan untuk membeli aset
Risiko yang timbul akibat fluktuasi harga aset
Keuntungan yang selalu bersifat tetap
Hubungan antara risiko dan return berdasarkan prinsip dasar keuangan adalah…
Risiko tinggi biasanya diikuti return tinggi
Risiko rendah selalu menghasilkan return tinggi
Risiko dan return tidak saling berhubungan
Return tinggi selalu diikuti risiko rendah
Return adalah fungsi dari risiko sistematik yang tidak dapat didiversifikasi
Return akan meningkat tanpa meningkatkan risiko
Risiko rendah selalu menghasilkan return yang tinggi
Semua bentuk risiko dapat dihilangkan dengan diversifikasi
Tingkat risk-free menjadi penentu utama return saham
Salah satu faktor utama yang menimbulkan risiko investasi adalah market risk, Contoh dari risiko ini adalah…
Kegagalan manajemen internal perusahaan
Perubahan kebijakan pemerintah yang mempengaruhi pasar secara luas
Risiko kredit pada emiten tertentu
Kerusakan aset fisik perusahaan
Salah kelola persediaan
Diversifikasi dalam teori portofolio bertujuan utama untuk…
Menghilangkan semua risiko dalam portofolio
Mengurangi risiko total dengan mengkombinasikan aset yang tidak berkorelasi sempurna
Meningkatkan return tanpa menurunkan risiko
Mengalihkan seluruh risiko kepada pihak lain
Menjamin investor selalu mendapatkan return positif
Dalam kerangka Modern Portfolio Theory (MPT), portofolio efisien adalah portofolio yang…
Memiliki return tertinggi tanpa mempertimbangkan risiko
Menggabungkan aset sebanyak mungkin agar risikonya nol
Memberikan return maksimal pada tingkat risiko tertentu atau risiko minimal pada tingkat return tertentu
Menghasilkan return lebih tinggi dari pasar tanpa risiko
Memiliki jumlah aset yang sama di setiap instrumen
Dalam perhitungan return ekspektasian portofolio, bobot (weight) digunakan untuk…
Mengurangi risiko idiosinkratik
Menentukan proporsi investasi pada setiap aset sehingga return portofolio merupakan rata-rata tertimbang
Menentukan tingkat bunga bebas risiko
Mengukur volatilitas pasar
Menghilangkan risiko sistematik
Teori portofolio Markowitz menunjukkan bahwa korelasi antar aset sangat penting karena…
Korelasi yang tinggi akan menghilangkan risiko pasar
Korelasi negatif atau rendah memungkinkan penurunan risiko tanpa menurunkan return
Semua aset dalam portofolio wajib berkorelasi positif
Korelasi menentukan harga pasar dari suatu aset
Korelasi tidak mempengaruhi risiko sama sekali
Beta dalam model CAPM digunakan untuk mengukur…
Risiko total suatu sekuritas
Risiko yang dapat dihilangkan dengan diversifikasi
Sensitivitas return sekuritas terhadap gerakan pasar sebagai ukuran risiko sistematik
Selisih return sekuritas dengan return portofolio optimal
Return minimum yang harus diperoleh investor
Dalam model keseimbangan portofolio (portfolio equilibrium), harga aset ditentukan oleh…
Preferensi investor terhadap instrumen jangka pendek
Interaksi antara supply-demand aset yang bebas arbitrase dalam portofolio efisien
Return historis yang stabil dalam jangka panjang
Jumlah aset yang diterbitkan oleh perusahaan
Dalam CAPM, beta merupakan satu-satunya penentu expected return karena…
Beta mewakili seluruh risiko total sekuritas
Beta mengukur risiko yang dapat dihilangkan dengan diversifikasi
Beta mengukur risiko sistematik yang tidak dapat didiversifikasi
Beta selalu konstan sepanjang waktu
Beta menentukan nilai intrinsik saham secara langsung
Garis Pasar Sekuritas (Security Market Line—SML) menunjukkan hubungan…
Antara expected return dan risiko total
Antara expected return dan risiko sistematik
Antara beta dan standar deviasi
Antara risiko idiosinkratik dan nilai pasar
Antara leveraged dan expected return
Jika suatu aset terletak di bawah Security Market Line (SML), maka aset tersebut…
Undervalued karena return-nya terlalu tinggi dibanding risikonya
Overvalued karena expected return lebih rendah daripada risiko sistematiknya
Sedang berada pada titik keseimbangan portofolio
Memiliki risiko total yang lebih rendah dari beta-nya
Memiliki risiko idiosinkratik terlalu besar
Hubungan antara expected return dan total risk dalam teori modern portfolio menyatakan bahwa…
Expected return dipengaruhi secara langsung oleh risiko total
Expected return hanya dipengaruhi oleh risiko idiosinkratik
Expected return hanya dipengaruhi oleh risiko sistematik
Total risk harus selalu lebih tinggi dari market risk premium
Total risk identik dengan beta
Salah satu kelemahan CAPM yang menjadi dasar pengembangan APT adalah…
CAPM gagal menjelaskan hubungan antara risiko total dan expected return
CAPM hanya menggunakan satu faktor risiko sehingga dianggap terlalu sederhana
CAPM mengabaikan risiko sistematik
CAPM memerlukan data pasar yang terlalu banyak
CAPM tidak dapat digunakan untuk menghitung expected return jangka panjang
Arbitrage Pricing Theory (APT) menyatakan bahwa expected return suatu aset ditentukan oleh…
Satu faktor ekonomi makro utama
Kombinasi multi-faktor yang mempengaruhi risiko sistematik
Total risk yang mencakup risiko idiosinkratik
Perubahan harga aset secara historis
Tingkat bunga riil saja
Keunggulan utama APT dibanding CAPM adalah…
APT tidak memerlukan asumsi pasar sempurna
APT hanya membutuhkan satu variabel risiko
APT menghilangkan kebutuhan untuk menghitung risk-free rate
APT dapat menggunakan berbagai faktor yang relevan dan fleksibel
APT memberikan hasil return pasti tanpa volatilitas
Dalam APT, arbitrase terjadi ketika…
Dua aset dengan risiko identik memiliki expected return yang sama
Harga aset tercermin sempurna dalam portofolio efisien
Investor memanfaatkan mispricing antara harga aset dan nilai fundamental berbasis faktor risiko
Beta suatu aset berubah sepanjang waktu
Portfolio berada tepat pada efficient frontier
Menurut CAPM, jika beta suatu saham = 1,5 dan market risk premium = 6%, risk-free rate = 4%, maka expected return saham adalah…
4%
6%
9%
13%
15%
Analisis fundamental dalam penilaian sekuritas bertujuan untuk…
Mengukur volatilitas harga saham dalam jangka pendek
Menentukan nilai intrinsik aset berdasarkan faktor ekonomi, industri, dan perusahaan
Mengidentifikasi pola harga melalui grafik historis
Mengukur risiko pasar menggunakan beta
Menentukan timing pembelian saham berdasarkan indikator teknikal
Analisis fundamental makro (analisis ekonomi) menilai kondisi ekonomi yang berpengaruh terhadap sekuritas. Indikator yang paling relevan adalah…
Break-even point sektor industri
Tren moving average 200 days
Tingkat inflasi, suku bunga, pertumbuhan GDP
Rasio quick ratio perusahaan
Siklus inventory turn-over
Analisis industri dilakukan untuk menilai prospek sektor tertentu. Salah satu alat analisis penting dalam tahap ini adalah…
Dow Theory
Model Five Forces Porter
Relative Strength Index (RSI)
Bollinger Bands
Stochastic Oscillator
Salah satu kelemahan utama analisis ekonomi dalam analisis fundamental adalah…
Data ekonomi tidak memiliki hubungan terhadap pergerakan pasar
Analisis ekonomi tidak dapat memprediksi arah moneter
Prediksi ekonomi bersifat agregat sehingga tidak dapat menentukan kinerja perusahaan spesifik
Data ekonomi selalu bias terhadap kenaikan harga saham
Data ekonomi hanya mempengaruhi nilai utang bukan ekuitas
Analisis fundamental makro (analisis ekonomi) menilai kondisi ekonomi yang berpengaruh terhadap sekuritas. Indikator yang paling relevan adalah…
Break-even point sektor industri
Tren moving average 200 days
Tingkat inflasi, suku bunga, pertumbuhan GDP
Rasio quick ratio perusahaan
Siklus inventory turn-over
Analisis industri dilakukan untuk menilai prospek sektor tertentu. Salah satu alat analisis penting dalam tahap ini adalah…
Dow Theory
Model Five Forces Porter
Relative Strength Index (RSI)
Bollinger Bands
Stochastic Oscillator
Dalam analisis perusahaan, rasio yang paling mencerminkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari modalnya adalah…
Current Ratio
Operating Margin
Return on Equity (ROE)
Debt to Asset Ratio
Total Asset Turnover
Analisis industri penting dilakukan dalam analisis fundamental karena…
Kinerja seluruh perusahaan dalam industri selalu sama
Harga saham hanya dipengaruhi oleh kondisi makro ekonomi
Karakteristik industri menentukan tingkat risiko dan potensi pertumbuhan perusahaan
Perusahaan tidak memiliki pengaruh terhadap kondisi industrinya
Semua industri bergerak dalam siklus yang identik
Dalam analisis perusahaan, penggunaan discounted cash flow (DCF) bertujuan untuk…
Menentukan harga saham berdasarkan pergerakan intraday
Menilai nilai wajar perusahaan berdasarkan arus kas masa depan yang didiskontokan
Mengukur likuiditas perusahaan jangka pendek
Menentukan apakah perusahaan mengalami overbought atau oversold
Mengestimasi volatilitas harga saham
Salah satu komponen penting dalam analisis ekonomi yang mempengaruhi valuasi saham adalah tingkat suku bunga. Pengaruh suku bunga yang naik terhadap pasar modal adalah…
Harga saham cenderung naik karena biaya modal menurun
Investor beralih dari obligasi ke saham
Cost of equity meningkat sehingga valuasi saham cenderung turun
Return yang diminta investor menurun
Risiko sistematik berkurang
Analisis fundamental terdiri atas tiga tingkatan: ekonomi, industri, dan perusahaan. Urutan ini mencerminkan…
Pendekatan dari faktor terkecil ke terbesar
Pendekatan top-down yang menilai kondisi makro sebelum menilai perusahaan
Pendekatan teknikal yang digabungkan dengan indikator ekonomi
Analisis data historis tanpa mempertimbangkan fundamental
Teknik penilaian berbasis nilai pasar saja
Dalam analisis perusahaan, faktor qualitative yang dianggap kritis dalam menentukan nilai intrinsik adalah…
Debt to Equity Ratio
Perubahan harga komoditas
Kualitas manajemen dan tata kelola perusahaan (corporate governance)
Pergerakan indeks pasar
Varians return saham
Prinsip Market Action Discounts Everything dalam Technical Analysis menyatakan bahwa:
Harga hanya mencerminkan faktor fundamental perusahaan
Harga saham sepenuhnya dipengaruhi oleh spekulasi jangka pendek
Semua informasi relevan ekonomi, politik, psikologis, telah tercermin dalam harga
Harga bergerak secara acak tanpa pola tertentu
Harga saham hanya mencerminkan kinerja keuangan masa lalu
Implikasi praktis dari prinsip Market Action Discounts Everything bagi seorang technical analyst adalah:
Tidak perlu memperhatikan volume perdagangan
Analisis fundamental menjadi lebih dominan
Pola harga dianggap sebagai refleksi kolektif seluruh pelaku pasar
Harga masa depan tidak dapat diprediksi
Informasi non-keuangan harus diabaikan sepenuhnya
Prinsip Prices Move in Trend mengasumsikan bahwa:
Harga selalu bergerak secara linier
Setiap pergerakan harga bersifat acak
Pergerakan harga cenderung berlanjut hingga ada sinyal pembalikan
Harga selalu kembali ke nilai intrinsiknya
Tren hanya berlaku pada jangka pendek
Manakah pernyataan yang paling tepat menggambarkan hubungan antara tren dan time frame dalam Technical Analysis?
Tren hanya valid pada grafik harian
Tren jangka pendek tidak relevan bagi investor jangka panjang
Tren dapat berbeda pada setiap time frame secara simultan
Tren jangka panjang selalu lebih akurat
Tren tidak dapat dianalisis lintas waktu
Prinsip History Repeats Itself dalam Technical Analysis terutama didasarkan pada:
Konsistensi laporan keuangan perusahaan
Efisiensi pasar sempurna
Pola perilaku psikologis manusia yang relatif sama
Ketidakpastian ekonomi global
Intervensi regulator pasar
Pola grafik (chart pattern) dianggap relevan dalam Technical Analysis karena:
Harga selalu mengikuti rumus matematis tertentu
. Investor bereaksi identik terhadap setiap peristiwa ekonomi
Reaksi pasar terhadap informasi cenderung berulang
Volume perdagangan tidak mempengaruhi harga
Pasar sepenuhnya rasional
Fungsi utama Technical Analysis dalam pengambilan keputusan investasi adalah:
Menentukan nilai intrinsik saham
Mengukur kinerja manajemen perusahaan
Menentukan timing masuk dan keluar pasar
Memprediksi laba perusahaan secara akurat
Menilai stabilitas makroekonomi
Perbedaan utama antara fungsi Technical Analysis dan Fundamental Analysis terletak pada:
Objek analisis
Sumber data utama yang digunakan
Tujuan memperoleh keuntungan
Tujuan memperoleh keuntungan
Jenis pasar yang dianalisis
Dalam konteks pasar yang sangat volatil, fungsi Technical Analysis menjadi penting karena:
Menghilangkan risiko sepenuhnya
Memberikan kepastian arah harga
Membantu membaca sentimen dan momentum pasar
Menentukan nilai buku perusahaan
Menggantikan peran regulasi pasar
Kelemahan utama Technical Analysis yang paling relevan dengan prinsip History Repeats Itself adalah:
Ketergantungan pada data fundamental
Asumsi bahwa perilaku pasar selalu konsisten
Tidak dapat digunakan di pasar modern
Tidak memerlukan pengalaman analis
Selalu menghasilkan sinyal palsu
Konsep Time Value of Money (TVM) dalam ekonomi konvensional didasarkan pada asumsi bahwa:
Nilai uang meningkat seiring waktu tanpa risiko
Uang memiliki nilai intrinsik yang tetap
Uang saat ini lebih bernilai dibandingkan uang di masa depan karena potensi penghasilannya
Nilai uang ditentukan sepenuhnya oleh inflasi
Nilai uang tidak dipengaruhi oleh tingkat suku bunga
Kritik utama ekonomi syariah terhadap konsep Time Value of Money adalah bahwa:
TVM mengabaikan faktor inflasi
TVM menyamakan uang dengan komoditas yang dapat menghasilkan nilai sendiri
TVM terlalu kompleks secara matematis
TVM hanya relevan untuk investasi jangka pendek
TVM tidak dapat digunakan dalam pengambilan keputusan bisnis
Konsep Economic Value of Time (EVT) dalam ekonomi syariah menekankan bahwa:
Waktu memiliki nilai ekonomis absolut
Uang bertambah nilainya karena berjalannya waktu
Nilai ekonomi muncul dari aktivitas produktif yang memanfaatkan waktu
Waktu dapat diperjualbelikan secara bebas
Nilai uang selalu konstan dalam jangka panjang
Perbedaan mendasar antara TVM dan EVT terletak pada:
Penggunaan rumus matematika
Fokus pada tingkat inflasi
Sumber penciptaan nilai ekonomi
Horizon waktu analisis
Risiko investasi
Dalam ekonomi konvensional, hubungan antara nilai waktu uang dan tingkat bunga menunjukkan bahwa:
Bunga hanya berfungsi sebagai alat stabilitas moneter
Tingkat bunga merepresentasikan harga dari waktu
Bunga digunakan untuk mengukur produktivitas tenaga kerja
Tingkat bunga tidak mempengaruhi keputusan investasi
Bunga hanya relevan dalam sistem perbankan
Dalam perspektif ekonomi syariah, pengganti konsep bunga dalam penilaian nilai waktu uang adalah:
Diskonto tetap
Margin berbasis waktu
Bagi hasil dan aktivitas usaha riil
Inflasi ekspektasi
Nilai tukar mata uang
Konsep Economic Value of Time memandang waktu sebagai:
Faktor produksi yang berdiri sendiri
Komoditas yang dapat disewakan
Variabel netral tanpa nilai ekonomi
Sarana untuk menciptakan nilai melalui kerja dan usaha
Instrumen spekulatif dalam investasi
Dalam konteks investasi syariah, hubungan antara nilai waktu uang dan keuntungan investasi tercermin dalam:
Penetapan bunga majemuk
Jaminan imbal hasil tetap
Risiko dan hasil usaha yang sejalan dengan kinerja riil
Diskonto berbasis suku bunga pasar
Nilai nominal pengembalian
Perhitungan kelayakan investasi dalam ekonomi syariah lebih menekankan pada:
Nilai kini bersih berbasis bunga
Tingkat diskonto konvensional
Proyeksi arus kas riil dan tingkat bagi hasil
Nilai waktu uang secara nominal
Return bebas risiko
. Implikasi konsep Economic Value of Time terhadap perilaku investor syariah adalah:
Mengutamakan kepastian keuntungan
Menghindari seluruh bentuk risiko
Memfokuskan investasi pada sektor
Menilai waktu sebagai kesempatan berusaha, bukan sumber keuntungan pasif
Menggunakan bunga sebagai alat pembanding
Dalam konteks penilaian investasi, saham paling tepat dipahami sebagai:
Surat utang jangka panjang perusahaan
Bukti kepemilikan atas aset perusahaan tanpa hak residual
Instrumen keuangan dengan pendapatan tetap
Bukti penyertaan modal yang memberikan hak klaim residual
Kontrak derivatif atas aset perusahaan
Hak klaim residual pemegang saham biasa berarti bahwa:
Pemegang saham menerima dividen tetap
Pemegang saham memiliki prioritas tertinggi atas aset perusahaan
Klaim pemegang saham dipenuhi setelah seluruh kewajiban lain dilunasi
Pemegang saham dapat menuntut pengembalian modal setiap saat
Klaim pemegang saham tidak terpengaruh kondisi keuangan perusahaan
Perbedaan utama antara saham biasa dan saham preferen berdasarkan hak klaim adalah:
Saham biasa memiliki dividen tetap
Saham preferen memiliki hak klaim residual tertinggi
Saham preferen memiliki prioritas klaim atas dividen dan aset
Saham biasa bebas dari risiko kebangkrutan
Saham preferen selalu memiliki hak suara
Dalam kondisi likuidasi perusahaan, urutan klaim yang paling tepat adalah:
Saham biasa – saham preferen – kreditur
Saham preferen – saham biasa – kreditur
Kreditur – saham preferen – saham biasa
Kreditur – saham biasa – saham preferen
Saham biasa – kreditur – saham preferen
Pendekatan valuasi saham berbasis dividen (Dividend Discount Model) paling tepat digunakan apabila:
Perusahaan tidak membagikan dividen
Dividen bersifat stabil dan dapat diprediksi
Harga saham sangat volatil
Perusahaan berada pada tahap awal pertumbuhan
Arus kas perusahaan negatif
Dalam model valuasi saham, peningkatan tingkat diskonto (required rate of return) akan menyebabkan:
Nilai intrinsik saham meningkat
Nilai intrinsik saham menurun
Dividen masa depan meningkat
Harga pasar saham selalu naik
Risiko sistematis berkurang
Pendekatan valuasi relatif saham menilai harga saham dengan cara:
Mengestimasi nilai sekarang arus kas masa depan
Menggunakan biaya perolehan saham
Membandingkan rasio keuangan dengan perusahaan sejenis
Menghitung nilai buku aktiva tetap
Mengabaikan kondisi pasar
Penggunaan Quick Ratio dibandingkan Current Ratio bertujuan untuk:
Mengukur profitabilitas perusahaan
Menilai likuiditas dengan mengecualikan persediaan
Menilai efisiensi penggunaan aset tetap
Mengukur struktur permodalan
Menilai kemampuan perusahaan membayar dividen
Dalam penilaian investasi aktiva tetap, metode Net Present Value (NPV) menyatakan bahwa suatu proyek layak apabila:
Payback period lebih singkat dari umur ekonomis
Internal Rate of Return sama dengan biaya modal
NPV bernilai positif
Profitability Index kurang dari satu
Arus kas tahunan bersifat konstan
Kelemahan utama metode Payback Period dalam penilaian investasi aktiva tetap adalah:
Sulit diterapkan secara praktis
Tidak mempertimbangkan nilai waktu uang dan arus kas setelah periode pengembalian
Memerlukan tingkat diskonto
Hanya cocok untuk proyek jangka panjang
Terlalu sensitif terhadap inflasi
Kriteria penilaian investasi aktiva tetap yang paling konsisten dengan tujuan memaksimalkan nilai perusahaan adalah:
Accounting Rate of Return (ARR)
Payback Period
Net Present Value (NPV)
Break Even Point (BEP)
Average Cost
Fungsi utama rasio keuangan dalam analisis laporan keuangan adalah:
Menentukan nilai pasar perusahaan secara langsung
Mengganti laporan keuangan secara keseluruhan
Menyederhanakan informasi keuangan untuk evaluasi kinerja dan posisi keuangan
Menghilangkan pengaruh kebijakan akuntansi
Menjamin akurasi laporan keuangan
Manakah kondisi yang paling tepat untuk menggunakan rasio keuangan sebagai alat perbandingan antarperusahaan?
Perusahaan berada pada industri berbeda
Perusahaan menggunakan mata uang berbeda
Perusahaan memiliki karakteristik dan industri yang sejenis
Perusahaan memiliki umur operasi yang berbeda
Perusahaan memiliki struktur kepemilikan berbeda
Rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek adalah:
Debt to Equity Ratio
Gross Profit Margin
Current Ratio
Return on Assets
Inventory Turnover
Ratio Debt to Equity Ratio (DER) mencerminkan:
Tingkat efisiensi manajemen aset
Proporsi pendanaan perusahaan yang berasal dari utang dibandingkan modal sendiri
Kemampuan perusahaan menghasilkan laba
Tingkat likuiditas jangka pendek
Perputaran piutang usaha
Rasio profitabilitas yang paling tepat untuk mengukur efektivitas penggunaan seluruh aset perusahaan dalam menghasilkan laba adalah:
Net Profit Margin
Return on Equity
Return on Assets
Gross Profit Margin
Operating Margin
Dalam analisis rasio aktivitas, rasio Total Asset Turnover digunakan untuk:
Mengukur kemampuan perusahaan membayar utang
Menilai efisiensi penggunaan total aset dalam menghasilkan penjualan
Mengukur tingkat pengembalian investasi
Menilai struktur modal perusahaan
Mengukur stabilitas laba perusahaan
Salah satu keterbatasan utama analisis rasio keuangan adalah:
Tidak dapat digunakan untuk analisis tren
Tidak dapat dibandingkan antar periode
Dipengaruhi oleh perbedaan kebijakan akuntansi
Tidak relevan bagi investor
Tidak menggunakan data historis
Rasio keuangan dapat memberikan sinyal yang menyesatkan apabila:
Digunakan bersama analisis kualitatif
Didukung data industri
Tidak mempertimbangkan pengaruh inflasi
Digunakan dalam analisis time series
Diperbandingkan dengan perusahaan sejenis
Pendekatan paling komprehensif dalam menggunakan rasio keuangan untuk pengambilan keputusan adalah:
Menggunakan satu rasio kunci
Mengandalkan rasio likuiditas saja
Mengkombinasikan berbagai rasio dengan analisis trend dan industri
Menghindari perbandingan lintas periode
Menggunakan rasio tanpa interpretasi kontekstual
PT Alpha memiliki total aset Rp1.200 miliar dan total kewajiban Rp480 miliar. Jumlah saham beredar 240 juta lembar. Book Value per saham adalah:
Rp2.000
Rp2.500
Rp3.000
Rp3.500
Rp4.000
Jika BV per saham PT Beta Rp2.500 dan harga pasar sahamnya Rp3.750, maka PBV adalah:
1,20 kali
1,30 kali
1,40 kali
1,50 kali
1,60 kali
Harga saham PT Delta Rp8.000 dengan EPS Rp500. PER saham tersebut adalah:
12 kali
14 kali
15 kali
16 kali
18 kali
PT Epsilon memiliki laba bersih Rp 96 miliar dan ekuitas pemegang saham Rp640 miliar. ROE perusahaan adalah:
12%
13%
14%
15%
16%
Dividen tunai per saham PT Zeta Rp240. Harga pasar saham Rp6.000. Dividend Yield adalah:
3%
4%
5%
6%
7%
Total utang PT Eta Rp 900 miliar dan ekuitas Rp 600 miliar. DER perusahaan adalah:
0,80
1,00
1,20
1,50
1,80
EPS PT Theta Rp800 dan PER industri 12 kali. Estimasi harga wajar saham PT Theta adalah:
Rp8.400
Rp9.200
Rp9.600
Rp10.000
Rp10.400
BV per saham PT Kappa Rp4.000 dan ROE 18%. Estimasi EPS perusahaan adalah:
Rp600
Rp650
Rp700
Rp720
Rp750
Aset lancar perusahaan Rp720.000.000 dan kewajiban lancar Rp480.000.000.
Jika perusahaan melunasi utang jangka pendek sebesar Rp120.000.000 menggunakan kas, berapakah Current Ratio setelah transaksi?
1,25
1,33
1,50
1,67
1,80
Aset lancar Rp900.000.000 terdiri dari kas Rp250.000.000, piutang Rp350.000.000, dan persediaan Rp300.000.000.
Kewajiban lancar Rp500.000.000.
Jika persediaan naik Rp100.000.000 dari pembelian kredit, berapakah Quick Ratio?
0,9
1,0
1,1
1,2
1,3
Total aset Rp1.500.000.000 dan total utang Rp600.000.000.
Perusahaan menambah utang jangka panjang Rp300.000.000.
Berapakah DER setelah penambahan utang?
0,6
0,8
1,0
1,2
1,5
Penjualan Rp2.000.000.000
HPP Rp1.200.000.000
Beban operasional Rp400.000.000
Pajak 25%
Berapakah Net Profit Margin?
12%
15%
18%
20%
25%
Total aset awal tahun Rp1.600.000.000 dan akhir tahun Rp2.000.000.000.
Laba bersih tahun berjalan Rp180.000.000.
Berapakah ROA?
9%
9,5%
10,5%
10%
11%
Laba bersih Rp250.000.000
Total aset Rp2.500.000.000
DER = 1,5
Berapakah ROE?
15%
18%
20%
22%
25%
HPP Rp1.440.000.000
Persediaan awal Rp280.000.000
Persediaan akhir Rp320.000.000
Berapakah Inventory Turnover?
4 kali
4,5 kali
5,5 kali
5 kali
6 kali
Laba bersih Rp500.000.000
Saham beredar 200.000 lembar
Opsi saham potensial 50.000 lembar
Berapakah EPS dilusian?
Rp2.000
Rp2.200
Rp2.500
Rp2.800
Rp3.000
EPS Rp400
PER industri 15 kali
Berapakah harga wajar saham?
Rp4.800
Rp5.500
Rp6.000
Rp6.500
Rp7.000
