wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS Makanan Untuk Kesempatan Khusus

Total questions: 50

Worksheet time: 38mins

Name
Class
Date
1.
Mengapa tekstur lengket pada dodol Betawi dianggap memiliki nilai filosofis dalam keluarga:
a)
Menunjukkan kemampuan menjaga rasa autentik
b)
Merepresentasikan eratnya hubungan kebersamaan keluarga
c)
Menggambarkan kecepatan penyajian saat acara
d)
Melambangkan kemewahan hidangan pesta besar
e)
Menandakan tuntutan disiplin makanan tradisional
2.
Rendang dalam tradisi Manujuah Hari dipilih karena melambangkan:
a)
Kemewahan keluarga
b)
Kehidupan modern
c)
Kesabaran, ketekunan, dan kebersamaan
d)
Kecepatan dalam memasak
e)
Sifat pedas khas Minang
3.
Wajik ketan kelapa dianggap mencerminkan hubungan kekeluargaan karena:
a)
Teksturnya mudah hancur
b)
Warna gelapnya menggambarkan duka
c)
Lengketnya ketan melambangkan eratnya hubungan keluarga
d)
Rasanya hambar sebagai simbol kesedihan
e)
Bentuknya yang sederhana menunjukkan keikhlasan
4.
Ayam bakakak dalam prosesi pernikahan Sunda terutama bermakna sebagai simbol:
a)
Status sosial keluarga laki-laki
b)
Kekayaan bahan makanan
c)
Rezeki, kesejahteraan, dan kerja sama suami istri
d)
Keberanian mempelai menghadapi tamu
e)
Bentuk hiburan dalam pesta
5.
Penyajian Ikan Arsik secara utuh melambangkan:
a)
Keberagaman bahan kuliner
b)
Kesakralan upacara adat
c)
Keutuhan dan kelancaran hidup anak
d)
Hubungan harmonis dengan alam
e)
Bentuk estetika makanan
6.
Unsur kelapa pada Lampet dimaknai sebagai:
a)
Simbol kesucian
b)
Pengingat tradisi leluhur
c)
Penyatu unsur keluarga
d)
Lambang keberanian
e)
Peningkatan status sosial
7.
Cara penyajian Mi Gomak yang “digenggam” bermakna:
a)
Pengendalian emosi dalam keluarga
b)
Kesopanan dalam budaya Batak
c)
Kedekatan dengan tradisi lokal
d)
Penolakan terhadap budaya luar
e)
Pemurnian nilai adat
8.
Makna utama Pohul-pohul yang berbentuk bulat adalah:
a)
Keterhubungan manusia dengan alam
b)
Keutuhan dan kesatuan keluarga
c)
Perubahan zaman dalam budaya Batak
d)
Keragaman masyarakat Batak
e)
Nilai estetika budaya
9.
Jika dibandingkan, Lampet dan Pohul-pohul memiliki kesamaan dalam hal:
a)
Bentuk geometris yang sama
b)
Makna keberagaman bahan
c)
Makna keutuhan dalam keluarga
d)
Penggunaan kelapa sebagai bahan utama
e)
Falsafah keberanian menghadapi hidup
10.
Menyajikan makanan seperti nasi kunyit dan ayam panggang dalam penutup Nimbang Bunting melambangkan:
a)
Kemiskinan masyarakat setempat
b)
Rasa syukur dan harapan baik untuk ibu dan bayi yang akan lahir
c)
Kemewahan dalam adat
d)
Keseragaman selera masyarakat Palembang
e)
Tradisi konsumsi selama kehamilan
11.
Filosofi Tumpeng Urubing Damar terutama menggambarkan harapan agar:
a)
Kedua keluarga menjadi setara secara sosial
b)
Mempelai menjadi keluarga yang damai serta membawa terang bagi sekelilingnya
c)
Kedua mempelai mendapatkan keturunan laki-laki
d)
Adat jawa tetap terpelihara
e)
Keluarga selalu hidup dalam kemewahan
12.
Simbol “sinar terang” pada tumpeng berasal dari makna bahwa:
a)
Mempelai harus menguasai ilmu pengetahuan
b)
Pasangan wajib menjaga orang tua
c)
Rumah tangga diharapkan memberi manfaat bagi lingkungannya
d)
Mempelai harus tetap menjaga tradisi kuliner
e)
Kehidupan keluarga bergantung pada benda upacara
13.
Jenang Candil yang berbentuk bulat melambangkan:
a)
Kekayaan keluarga
b)
Komitmen penuh dan ketulusan hati pasangan
c)
Hubungan dengan leluhur
d)
Kewajiban ekonomi suami
e)
Kesederhanaan hidup
14.
Jenang Sengkolo diberikan sebagai bentuk:
a)
Doa agar keluarga menjadi kaya
b)
Penolak kesialan dan pembuka lembaran baru
c)
Syarat wajib dari pihak pengantin pria
d)
Penanda status sosial keluarga
e)
Kewajiban dalam upacara adat kerajaan
15.
Jenang Gempol Pleret yang terdiri dari unsur berbeda namun “bersatu” bermakna:
a)
Kesetaraan status sosial kedua keluarga
b)
Kemewahan bahan makanan
c)
Harapan agar pasangan dapat hidup harmonis walau berbeda latar
d)
Kewajiban keluarga untuk bersatu dalam pesta adat
e)
Hubungan adat dengan agama
16.
Jenang Sumsum yang berwarna putih melambangkan nilai:
a)
Ketaatan terhadap adat kerajaan
b)
Keikhlasan dan kasih sayang
c)
Penguasaan diri secara spiritual
d)
Kemampuan ekonomi pasangan
e)
Kesucian ritual
17.
Jenang Katul menekankan pesan moral tentang:
a)
Kemakmuran
b)
Kemandirian ekonomi
c)
Kerendahan hati meski hidup dalam kecukupan
d)
Kewajiban terhadap keluarga besar
e)
Identitas sosial mempelai
18.
Filosofi dari makanan Kanrejawa Lapis/Kue Lapis berkaitan dengan:
a)
Harapan anak memiliki wajah rupawan
b)
Kehidupan yang berlapis-lapis dan terarah
c)
Pemberian nama anak
d)
Penolak bala
e)
Bentuk penghormatan leluhur
19.
Roti Buaya dalam pernikahan Betawi melambangkan:
a)
Kesuburan
b)
Kekuatan
c)
Kesetiaan
d)
Kekayaan
e)
Pertentangan
20.
Dodol Betawi memiliki makna filosofis:
a)
Keberanian
b)
Kehidupan yang rekat dan manis
c)
Kekuatan fisik
d)
Jati diri keluarga
e)
Kesaktian
21.
Minuman Es Selendang Mayang memiliki filosofi:
a)
Perjuangan
b)
Keberanian
c)
Keanggunan
d)
Kesejukan dalam rumah tangga
e)
Kekuasaan
22.
Pengaruh budaya Arab dalam kuliner pernikahan Betawi tampak pada:
a)
Penggunaan santan
b)
Sajian roti dan rempah
c)
Buah tropis
d)
Beras ketan
e)
Teh manis
23.
Lamang dan tapai yang disajikan saat upacara kematian mengandung filosofi:
a)
Kemewahan keluarga
b)
Kebanggaan daerah tertentu
c)
Kesabaran dan proses kehidupan
d)
Penanda kelahiran baru
e)
Harapan rezeki melimpah
24.
Makan bajamba dalam maratuih hari terutama mencerminkan nilai:
a)
Persaingan antar kaum
b)
Penegasan identitas kelas sosial
c)
Gotong royong dan solidaritas keluarga
d)
Penentuan pewarisan harta
e)
Pengangkatan penghulu adat
25.
Hidangan berwarna putih seperti kue tradisional sering dimaknai sebagai simbol:
a)
Kemakmuran
b)
Keberanian
c)
Keikhlasan dan kesucian
d)
Keadilan
e)
Kejayaan masa lalu
26.
Penyajian makanan sederhana dalam rangkaian kematian Minangkabau bertujuan untuk:
a)
Menonjolkan kemampuan ekonomi keluarga
b)
Melakukan perayaan dan hiburan
c)
Memenuhi kewajiban adat pada pesta
d)
Menarik perhatian kaum luar
e)
Menghindari sikap berlebih dalam suasana duka
27.
Upacara Tingkeban pada masyarakat Jawa Barat umumnya dilakukan pada usia kehamilan:
a)
3 bulan
b)
5 bulan
c)
7 bulan
d)
9 bulan
e)
Sesudah melahirkan
28.
Makna utama upacara Tingkeban dalam budaya Jawa Barat adalah:
a)
Merayakan kelahiran anak sulung
b)
Menghormati leluhur dan roh penjaga
c)
Menolak bala secara komunal
d)
Memohon keselamatan ibu dan bayi dalam kandungan
e)
Memperkenalkan nama bayi pada tetua
29.
Tradisi penyiraman dalam Tingkeban melambangkan:
a)
Penyucian diri calon ibu
b)
Penolakan terhadap pengaruh buruk
c)
Penyembuhan penyakit bawaan
d)
Pengesahan calon nama bayi
e)
Pengusiran roh kematian
30.
Salah satu makanan simbolis dalam Tingkeban yang menggambarkan doa agar bayi tumbuh baik dan sempurna adalah:
a)
Nasi kuning
b)
Rujak tujuh rasa
c)
Tumpeng kebuli
d)
Serabi
e)
Jenang sengkolo
31.
Penyiraman air dari tujuh sumber dalam Tingkeban dimaksudkan sebagai simbol:
a)
Kemurnian dan harapan keberkahan
b)
Penyembuhan magis
c)
Penerimaan masyarakat
d)
Kesuburan tanah
e)
Penghormatan terhadap air leluhur
32.
Rujak dalam Tingkeban memiliki rasa manis, pedas, asam, dan lain-lain. Keragaman rasa ini dimaknai sebagai:
a)
Kemampuan anak menyukai semua makanan
b)
Kehidupan yang penuh dinamika
c)
Persiapan ibu menghadapi persalinan sakit
d)
Ritual agar bayi tidak rewel
e)
Peralihan dari masa ke perempuan dewasa
33.
Serabi (atau surabi) dalam tradisi Tingkeban melambangkan:
a)
Kesuburan tanah
b)
Bentuk bulan purnama
c)
Keutuhan keluarga
d)
Roh penjaga ibu
e)
Penolak bala
34.
Rendang kerap tersaji saat Idul Fitri pada keluarga Minangkabau dan dipercaya merepresentasikan nilai:
a)
Kekuatan dan ketahanan hidup
b)
Kemiskinan dan kesederhanaan
c)
Kemewahan kerajaan
d)
Pengaruh budaya asing
e)
Ketergantungan terhadap daging
35.
Kue kering (nastar, kastengel, putri salju) sering dianggap sebagai simbol:
a)
Identitas Eropa dalam budaya Indonesia
b)
Kemewahan kelas sosial
c)
Harapan kehidupan “manis” setelah Ramadan
d)
Proses industrialisasi makanan
e)
Pengaruh kolonial secara politis
36.
Ketupat yang dianyam berbentuk “simpul” dapat ditafsirkan sebagai simbol:
a)
Ikatan keluarga dan silaturahmi
b)
Pengikat tradisi Hindu kuno
c)
Bentuk geometris semata
d)
Kekuatan politik
e)
Adaptasi terhadap kolonialisme
37.
Hidangan bersantan seperti opor dan rendang dapat dipahami sebagai hasil akulturasi budaya:
a)
Timur Tengah
b)
Nusantara dan Melayu
c)
Persia dan India
d)
Jepang dan Jawa
e)
Mandar–Bugis
38.
Pada malam Natal, masyarakat Manado sering menghidangkan kue ringan saat kunjungan keluarga. Praktik ini menegaskan nilai:
a)
Pertukaran material ekonomi
b)
Eksklusivitas keluarga inti
c)
Tradisi konsumsi modern
d)
Saling berbagi kasih dan keramahan
e)
Kewajiban adat hukum Minahasa
39.
Bubur merah dan putih kadang disajikan dalam beberapa tradisi Waisak. Merah dan putih melambangkan:
a)
Kebijaksanaan dan kesucian
b)
Kekayaan dan kemakmuran
c)
Kehidupan dan kematian
d)
Kejujuran dan ketakwaan
e)
Kasih dan kebahagiaan
40.
Dalam perayaan Imlek, hidangan kue keranjang memiliki makna filosofi:
a)
Kemewahan dan kemakmuran
b)
Keterikatan keluarga dan harapan manis di tahun baru
c)
Pengusiran roh jahat
d)
Keberanian dalam menghadapi hidup
e)
Penolakan bala
41.
Tradisi makan ikan utuh pada malam Imlek sering dikaitkan dengan simbol:
a)
Penolak bala
b)
Kekuatan leluhur
c)
Rezeki berlimpah dan keberlanjutan
d)
Kesucian ritual
e)
Pengampunan dosa
42.
Dalam perspektif budaya Tionghoa, “mie panjang umur” disajikan dengan tujuan simbolik yaitu:
a)
Harapan panjang umur dan kelancaran hidup
b)
Representasi status sosial
c)
Simbol keberanian perantauan
d)
Penanda usia dewasa
e)
Simbol pertobatan
43.
Mengonsumsi makanan berwarna merah pada Imlek diyakini membawa makna metaforis berupa:
a)
Stabilitas dan kesederhanaan
b)
Kemalangan dan ujian hidup
c)
Energi, keberuntungan, dan penolak nasib buruk
d)
Ketundukan pada leluhur
e)
Simbol kehidupan setelah mati
44.
Karakteristik dari makanan yang disajikan pada kesempatan khusus adalah sebagai berikut, kecuali:
a)
Makanan yang diteruskan secara turun menurun
b)
Memiliki makna tersendiri bagi kegiatan yang dilaksanakan
c)
Hidangan mewah yang jarang dikonsumsi sehari-hari
d)
Diolah secara tradisional dan dapat disimpan lama
e)
Tidak memiliki nilai budaya tertentu
45.
Opor Ayam pada perayaan Lebaran di Jawa, Kue Ruwok pada pernikahan Sumatera Barat, dan Ayam Betutu pada perayaan Kuningan merupakan contoh dari makanan sebagai:
a)
Syarat perayaan tertentu
b)
Bentuk syukur kepada Tuhan YME
c)
Simbol dan lambang dari acara yang dirayakan
d)
Penanda status sosial di masyarakat
e)
Hidangan pelengkap sehari-hari
46.
Upacara Naik Dango merupakan salah satu kegiatan masyarakat di daerah Kalimantan Barat yang dilaksanakan untuk merayakan:
a)
Panen padi
b)
Menyelesaikan pendidikan
c)
Menolak bala
d)
Anak yang beranjak dewasa
e)
Kelahiran anak
47.
Masyarakat di daerah Aceh mengenal suatu upacara untuk merayakan khitanan atau sunatan seorang anak laki-laki. Upacara tersebut dikenal dengan nama:
a)
Meugang
b)
Peusijuk
c)
Sekaten
d)
Reuhab
e)
Kenduri Blang
48.
Apem kocor merupakan salah satu makanan kesempatan khusus yang terbuat dari bahan dasar tepung beras dan disajikan dengan kuah kinca. Kue tersebut disajikan ketika usia kehamilan:
a)
3 bulan
b)
4 bulan
c)
6 bulan
d)
7 bulan
e)
9 bulan
49.
Hidangan khas yang ada pada kegiataan peringatan tujuh bulan kehamilan seseorang adalah sebagai berikut, kecuali:
a)
Apem
b)
Rujak
c)
Nasi Megono
d)
Dawet
e)
Lemet
50.
Pada kegiatan peringatan tujuh bulanan kehamilan, terdapat hidangan bubur beras merah putih. Bubur beras merah dimasak dengan penambahan gula aren yang kemudian akan dikonsumsi oleh:
a)
Suami
b)
Istri
c)
Ibu dari suami
d)
Ibu dari istri
e)
Nenek dari pihak ibu