WorksheetsPertanyaan Lembar Kerja (Kelas 1)
Total questions: 98
Worksheet time: 49mins
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah pertama sejak berdiri tahun 1912 adalah
KH Ibrahim
KH Ahmad Dahlan
KH Mas Mansur
Ki Bagus Hadikusumo
KH Ahmad Dahlan menjabat Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada periode
1910–1920
1912–1923
1912–1918
1914–1925
Setelah KH Ahmad Dahlan wafat, Ketua Umum Muhammadiyah dijabat oleh
KH Hisyam
KH Fakih Usman
KH Ibrahim
KH Mas Mansur
KH Ibrahim menjabat Ketua Umum Muhammadiyah pada periode
1921–1927
1923–1929
1925–1931
1929–1935
Ketua Umum Muhammadiyah yang menjabat setelah KH Ibrahim adalah
KH Mas Mansur
KH Hisyam
Ki Bagus Hadikusumo
AR Fachruddin
KH Hisyam menjabat Ketua Umum Muhammadiyah pada tahun
1929–1934
1931–1936
1933–1938
1930–1935
Ketua Umum Muhammadiyah yang memimpin pada masa menjelang kemerdekaan adalah
KH Fakih Usman
Ki Bagus Hadikusumo
KH Mas Mansur
Buya Hamka
KH Mas Mansur menjabat Ketua Umum Muhammadiyah pada periode
1934–1940
1936–1942
1938–1945
1940–1945
Ketua Umum Muhammadiyah yang ikut berperan dalam perumusan dasar negara Indonesia adalah
AR Fachruddin
Ki Bagus Hadikusumo
Amien Rais
Ahmad Syafii Maarif
Ki Bagus Hadikusumo menjabat Ketua Umum Muhammadiyah pada tahun
1940–1945
1942–1953
1945–1955
1950–1960
Ketua Umum Muhammadiyah setelah Ki Bagus Hadikusumo adalah
KH Fakih Usman
Buya Hamka
AR Fachruddin
Sudibyo Markus
KH Fakih Usman menjabat Ketua Umum Muhammadiyah pada periode
1945–1950
1950–1953
1953–1959
1955–1960
Buya Hamka pernah menjabat sebagai Ketua Umum Muhammadiyah pada tahun
1959–1965
1965–1971
1971–1978
1975–1980
Ketua Umum Muhammadiyah yang dikenal dengan gaya kepemimpinan sederhana dan rendah hati adalah
Amien Rais
AR Fachruddin
Din Syamsuddin
Haedar Nashir
AR Fachruddin menjabat Ketua Umum Muhammadiyah dalam waktu yang cukup lama, yaitu
1965–1985
1971–1990
1975–1995
1980–2000
Ketua Umum Muhammadiyah setelah AR Fachruddin adalah
Amien Rais
Sudibyo Markus
Ahmad Syafii Maarif
Din Syamsuddin
Sudibyo Markus menjabat Ketua Umum Muhammadiyah pada periode
1985–1990
1990–1995
1995–1998
1998–2003
Ketua Umum Muhammadiyah yang memimpin pada era reformasi adalah
Din Syamsuddin
Ahmad Syafii Maarif
Amien Rais
Haedar Nashir
Amien Rais menjabat Ketua Umum Muhammadiyah pada periode
1990–1995
1995–1998
1998–2003
2000–2005
Ketua Umum Muhammadiyah setelah Amien Rais adalah
Din Syamsuddin
Haedar Nashir
Ahmad Syafii Maarif
Abdul Muti
Ahmad Syafii Maarif menjabat Ketua Umum Muhammadiyah pada periode
1998–2003
1998–2005
2000–2010
2005–2015
Ketua Umum Muhammadiyah yang menjabat pada dua periode berturut‑turut setelah tahun 2005 adalah
Amien Rais
Ahmad Syafii Maarif
Din Syamsuddin
Haedar Nashir
Din Syamsuddin menjabat Ketua Umum Muhammadiyah pada periode
2000–2005
2005–2010
2010–2015
2005–2015
Ketua Umum Muhammadiyah saat ini yang terpilih sejak tahun 2015 adalah
Abdul Muti
Haedar Nashir
Ahmad Dahlan
AR Fachruddin
Haedar Nashir terpilih kembali sebagai Ketua Umum Muhammadiyah pada Muktamar tahun
2019
2020
2022
2023
Struktur tertinggi organisasi Muhammadiyah di tingkat pusat disebut
Pimpinan Wilayah
Pimpinan Daerah
Pimpinan Pusat
Pimpinan Cabang
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah dibantu oleh
Sekretaris dan bendahara
Majelis dan lembaga
Wakil ketua
Seluruh jawaban benar
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah bertugas untuk
Mengatur keuangan
Mengelola administrasi dan persuratan
Memimpin sidang muktamar
Mengawasi amal usaha
Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah bertanggung jawab dalam bidang
Pendidikan
Dakwah
Keuangan
Kaderisasi
Majelis dalam struktur PP Muhammadiyah berfungsi untuk
Mengelola kegiatan sesuai bidangnya
Menentukan ketua umum
Membuat undang‑undang
Mengganti pimpinan wilayah
Organisasi otonom Muhammadiyah yang membina pelajar adalah
Pemuda Muhammadiyah
IPM
Hizbul Wathan
Tapak Suci
Lambang IPM memiliki simbol pena dan obor yang melambangkan
Kekuasaan dan kekuatan
Ilmu pengetahuan dan semangat
Kedisiplinan dan keberanian
Persatuan dan kesatuan
Organisasi otonom Muhammadiyah yang membina kaum perempuan dewasa adalah
Nasyiatul Aisyiyah
Aisyiyah
IPM
Hizbul Wathan
Lambang Aisyiyah menggunakan gambar bunga matahari yang bermakna
Keindahan alam
Semangat dan kecerahan dakwah
Hiasan organisasi
Simbol perjuangan fisik
Organisasi otonom Muhammadiyah yang bergerak di bidang kepanduan adalah
IPM
Tapak Suci
Hizbul Wathan
Pemuda Muhammadiyah
Lambang Hizbul Wathan berbentuk tunas yang bermakna
Kekuatan fisik
Pertumbuhan dan pembinaan kader
Kemenangan
Keindahan
Organisasi otonom Muhammadiyah yang bergerak di bidang seni bela diri adalah
Pemuda Muhammadiyah
Tapak Suci
IPM
Nasyiatul Aisyiyah
Lambang Tapak Suci didominasi warna merah yang melambangkan
Amarah
Keberanian dan semangat
Kesedihan
Ketakutan
Organisasi otonom Muhammadiyah yang membina pemuda adalah
IPM
Pemuda Muhammadiyah
Hizbul Wathan
Aisyiyah
Lambang Pemuda Muhammadiyah menggambarkan semangat
Bermain dan hiburan
Kepemudaan dan perjuangan
Seni dan budaya
Olahraga
Organisasi otonom Muhammadiyah yang membina remaja putri adalah
Aisyiyah
IPM
Nasyiatul Aisyiyah
Tapak Suci
Nasyiatul Aisyiyah berfokus pada pembinaan
Ibu rumah tangga
Anak‑anak
Remaja dan perempuan muda
Lansia
Semua organisasi otonom Muhammadiyah berada di bawah pembinaan
Pemerintah
Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Sekolah
Masyarakat umum
Lambang Muhammadiyah berupa matahari bersinar melambangkan
Panas dan cahaya
Pencerahan dan semangat dakwah
Kesedihan dan kegelapan
Ketakutan dan keraguan
Jumlah sinar pada lambang Muhammadiyah melambangkan
Jumlah rukun iman
Jumlah rukun Islam
Dua belas bulan
Dua belas sahabat
Kaligrafi pada lambang Muhammadiyah menegaskan bahwa perjuangan Muhammadiyah berlandaskan
Budaya
Politik
Ajaran Islam
Pendidikan
Semua pimpinan pusat Muhammadiyah dipilih melalui forum tertinggi organisasi yang disebut
Musyawarah wilayah
Rapat kerja
Muktamar
Pengajian
Pimpinan Pusat Muhammadiyah berkedudukan di
Jakarta
Surabaya
Yogyakarta
Bandung
Salah satu ciri kepemimpinan Muhammadiyah dari masa ke masa adalah
Bersifat tertutup
Konsisten dalam dakwah dan amal usaha
Mengutamakan kekuasaan
Menghindari pendidikan
Tujuan utama struktur dan kepemimpinan Muhammadiyah adalah
Memperluas kekuasaan
Mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya
Mencari keuntungan
Mengalahkan organisasi lain
Pada awal tahun 1912, KH Ahmad Dahlan mendirikan sebuah sekolah sederhana di rumahnya di Kauman Yogyakarta. Sekolah ini menjadi cikal bakal berdirinya Muhammadiyah. Alasan utama beliau mendirikan sekolah tersebut adalah
Mengikuti sistem pendidikan Belanda sepenuhnya
Menyiapkan kader Islam yang berilmu agama dan ilmu umum
Mengumpulkan murid sebanyak mungkin
Menggantikan pesantren tradisional
Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah yang didirikan KH Ahmad Dahlan awalnya hanya memiliki beberapa murid dan fasilitas sederhana. Hal ini menunjukkan bahwa perjuangan Muhammadiyah pada awal berdiri dilakukan dengan
Bantuan besar pemerintah
Modal kekayaan organisasi
Kesederhanaan dan pengorbanan pribadi
Dukungan penjajah
Organisasi Muhammadiyah resmi berdiri pada 18 November 1912. Penetapan tanggal ini berdasarkan
Hari pembukaan sekolah pertama
Tanggal pengakuan pemerintah Hindia Belanda
Tanggal pengajuan Anggaran Dasar
Kesepakatan para santri
Pengakuan Muhammadiyah sebagai badan hukum oleh pemerintah Hindia Belanda baru diterima tahun 1914. Kondisi ini menunjukkan bahwa pada masa awal Muhammadiyah menghadapi
Dukungan penuh pemerintah
Hambatan administratif dan politik
Penolakan dari seluruh masyarakat
Larangan total kegiatan
Salah satu ajaran yang sering diajarkan KH Ahmad Dahlan kepada murid-muridnya adalah surat Al Maun. Pengajaran ini bertujuan menanamkan
Hafalan Al Quran
Kepedulian sosial dan amal nyata
Keindahan bacaan
Tradisi keagamaan lama
Muhammadiyah dikenal sebagai pelopor pembaruan pendidikan Islam. Bentuk pembaruan tersebut tampak pada
Penggunaan bahasa daerah
Penggabungan pelajaran agama dan umum
Penghapusan pelajaran agama
Penolakan ilmu pengetahuan
Ketua Umum PP Muhammadiyah pertama sejak berdiri hingga wafat pada tahun 1923 adalah
KH Ibrahim
KH Ahmad Dahlan
KH Hisyam
KH Mas Mansur
Setelah KH Ahmad Dahlan wafat, kepemimpinan Muhammadiyah dilanjutkan oleh KH Ibrahim. Masa kepemimpinannya berlangsung pada
1920–1925
1923–1929
1925–1931
1929–1936
Ketua Umum Muhammadiyah yang memimpin pada masa sebelum kemerdekaan dan dikenal aktif dalam pergerakan nasional adalah
Ki Bagus Hadikusumo
KH Mas Mansur
KH Fakih Usman
Buya Hamka
KH Mas Mansur menjabat Ketua Umum PP Muhammadiyah pada periode
1931–1936
1936–1942
1942–1950
1950–1953
Tokoh Muhammadiyah yang berperan dalam perumusan dasar negara Indonesia dan menjabat Ketua Umum pada masa awal kemerdekaan adalah
AR Fachruddin
Ki Bagus Hadikusumo
Amien Rais
Ahmad Syafii Maarif
Ketua Umum Muhammadiyah yang menjabat setelah Ki Bagus Hadikusumo adalah
Buya Hamka
KH Fakih Usman
AR Fachruddin
Sudibyo Markus
Buya Hamka dikenal sebagai ulama dan sastrawan yang juga menjabat Ketua Umum Muhammadiyah pada periode
1950–1955
1959–1965
1965–1971
1971–1980
Ketua Umum Muhammadiyah yang dikenal sangat sederhana dan menjabat cukup lama pada masa Orde Baru adalah
Sudibyo Markus
AR Fachruddin
Amien Rais
Din Syamsuddin
AR Fachruddin menjabat Ketua Umum PP Muhammadiyah pada periode
1965–1985
1971–1990
1980–1995
1975–1998
Ketua Umum Muhammadiyah setelah AR Fachruddin adalah
Amien Rais
Sudibyo Markus
Ahmad Syafii Maarif
Din Syamsuddin
Tokoh Muhammadiyah yang memimpin pada masa reformasi dan dikenal vokal menyuarakan demokrasi adalah
Ahmad Syafii Maarif
Din Syamsuddin
Amien Rais
Haedar Nashir
Amien Rais menjabat Ketua Umum PP Muhammadiyah pada periode
1990–1995
1995–1998
1998–2005
2000–2010
Ketua Umum Muhammadiyah yang dikenal sebagai intelektual dan tokoh pendidikan setelah Amien Rais adalah
Din Syamsuddin
Ahmad Syafii Maarif
Haedar Nashir
Abdul Muti
Ahmad Syafii Maarif menjabat Ketua Umum Muhammadiyah pada periode
1998–2003
1998–2005
2005–2010
2005–2015
Ketua Umum Muhammadiyah yang menjabat selama dua periode berturut-turut setelah tahun 2005 adalah
Ahmad Syafii Maarif
Amien Rais
Din Syamsuddin
Haedar Nashir
Din Syamsuddin menjabat Ketua Umum PP Muhammadiyah pada periode
2000–2005
2005–2010
2010–2015
2005–2015
Ketua Umum Muhammadiyah terpilih pada Muktamar ke 48 tahun 2022 adalah
Abdul Muti
Haedar Nashir
Ahmad Dahlan
AR Fachruddin
Periode kepemimpinan PP Muhammadiyah hasil Muktamar 2022 adalah
2020–2024
2021–2026
2022–2025
2022–2027
Dalam struktur PP Muhammadiyah periode 2022–2025, pimpinan tertinggi organisasi adalah
Sekretaris Umum
Bendahara Umum
Ketua Umum
Ketua Majelis
Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2022–2025 dibantu oleh
Pimpinan wilayah
Wakil ketua
Majelis taklim
Ortom daerah
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah periode 2022–2025 bertugas utama dalam
Pengawasan amal usaha
Administrasi dan persuratan organisasi
Penentuan kebijakan ideologi
Pembinaan ortom
Bendahara Umum PP Muhammadiyah bertanggung jawab pada bidang
Dakwah
Pendidikan
Keuangan
Kaderisasi
Dalam struktur PP Muhammadiyah, majelis berfungsi untuk
Mengatur wilayah
Mengelola bidang tertentu sesuai tugasnya
Menggantikan ketua umum
Mengurus ortom daerah
Salah satu majelis penting dalam PP Muhammadiyah yang mengurusi pendidikan adalah
Majelis Tabligh
Majelis Dikdasmen dan PNF
Majelis Tarjih
Majelis Wakaf
Majelis Tarjih dan Tajdid dalam struktur PP Muhammadiyah berperan dalam
Pengelolaan keuangan
Penetapan hukum Islam
Pengelolaan rumah sakit
Kegiatan olahraga
Lembaga dalam struktur PP Muhammadiyah berfungsi sebagai
Pelaksana teknis khusus
Pengganti majelis
Pimpinan wilayah
Organisasi otonom
Semua pimpinan pusat Muhammadiyah dipilih melalui forum tertinggi organisasi yang disebut
Musyawarah nasional
Rapat kerja
Muktamar
Tanwir
Struktur PP Muhammadiyah bersifat kolektif kolegial yang berarti
Dipimpin satu orang saja
Dipimpin bersama dan saling bertanggung jawab
Dipimpin pemerintah
Dipimpin ortom
Muhammadiyah mampu bertahan lebih dari satu abad karena
Mengikuti kekuasaan
Konsisten dalam dakwah dan amal usaha
Menghindari perubahan
Fokus politik
Salah satu ciri kepemimpinan PP Muhammadiyah dari masa ke masa adalah
Otoriter
Demokratis dan musyawarah
Tertutup
Individual
Dalam struktur PP Muhammadiyah periode 2022–2025, hubungan majelis dan lembaga bersifat
Terpisah tanpa koordinasi
Saling mendukung dan berkoordinasi
Saling bersaing
Berdiri sendiri
Tujuan utama dibentuknya struktur PP Muhammadiyah adalah
Memperluas kekuasaan
Menjalankan visi dan misi Muhammadiyah secara efektif
Mengatur wilayah
Mengelola ortom
Dalam sejarahnya, Muhammadiyah dikenal sebagai organisasi Islam yang mengedepankan
Kekerasan
Ilmu pengetahuan dan amal sosial
Politik praktis
Tradisi tanpa perubahan
Perubahan kepemimpinan Muhammadiyah dari masa ke masa menunjukkan bahwa organisasi ini
Tidak konsisten
Dinamis dan berkelanjutan
Bergantung pada satu tokoh
Lemah kepemimpinan
Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2022–2025 dikenal dengan gaya kepemimpinan
Keras dan tegas
Moderat dan intelektual
Otoriter
Populis
Salah satu tugas penting PP Muhammadiyah adalah
Mengurus partai politik
Mengembangkan amal usaha
Mengatur pemerintahan
Mengelola perdagangan
Amal usaha Muhammadiyah berada di bawah pembinaan
Ortom
Pemerintah
Pimpinan Persyarikatan
Masyarakat umum
Struktur PP Muhammadiyah periode 2022–2025 mencerminkan prinsip
Sentralisasi kekuasaan
Efisiensi dan profesionalisme
Tradisional murni
Kekeluargaan tanpa aturan
Sejarah berdirinya Muhammadiyah tidak dapat dilepaskan dari peran
Pemerintah kolonial
KH Ahmad Dahlan
Organisasi luar negeri
Partai politik
Dalam sejarahnya, Muhammadiyah berkembang pesat karena
Fokus pada dakwah lisan saja
Menggabungkan dakwah, pendidikan, dan sosial
Menghindari masyarakat
Menolak ilmu umum
Periode kepemimpinan PP Muhammadiyah ditetapkan berdasarkan hasil
Pemilihan langsung pemerintah
Penunjukan ketua lama
Muktamar Muhammadiyah
Rapat wilayah
Tujuan akhir perjuangan Muhammadiyah sejak berdiri hingga periode 2022–2025 adalah
Menciptakan organisasi besar
Mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya
Menguasai lembaga pendidikan
Mengalahkan organisasi lain
