Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

TES DAN PENGUKURAN OLAHRAGA PORKES D

Total questions: 75

Worksheet time: 56mins

Name
Class
Date
1.

Tes 10 Hop Jump paling tepat digunakan untuk menganalisis komponen kondisi fisik berupa

a)

Daya tahan otot tungkai dalam aktivitas berulang berintensitas sedang terkontrol

b)

Daya ledak otot tungkai melalui kemampuan lompat berurutan maksimal eksplosif

c)

Kelincahan tubuh saat berpindah arah dengan cepat dan efisien berkesinambungan

d)

Koordinasi gerak kaki dan keseimbangan statis dalam posisi tubuh stabil

2.

Perbedaan utama 3 Hop Jump dibandingkan 10 Hop Jump terletak pada

a)

Volume lompatan lebih banyak sehingga menuntut ketahanan otot lebih dominan

b)

Intensitas rendah sehingga cocok untuk pengukuran keseimbangan dasar atlet pemula

c)

Fokus kekuatan eksplosif maksimal dengan repetisi pendek dan waktu singkat

d)

Kebutuhan koordinasi kompleks akibat variasi arah dan pola pendaratan

3.

Tes Back Up 2 menit digunakan untuk menganalisis

a)

Kekuatan maksimal otot punggung dengan satu kali kontraksi statis

b)

Daya tahan otot punggung dalam mempertahankan kontraksi dinamis berulang

c)

Fleksibilitas tulang belakang pada gerakan ekstensi pasif terkontrol

d)

Koordinasi gerak inti dan ekstremitas bawah secara simultan

4.

Hasil tes Core Stability rendah mengindikasikan

a)

Kelemahan sistem kardiorespirasi dalam menopang aktivitas intensitas tinggi

b)

Gangguan fleksibilitas sendi panggul dan tulang belakang lumbal

c)

Ketidakmampuan otot inti menjaga stabilitas postur saat menerima beban

d)

Rendahnya kecepatan reaksi otot terhadap rangsangan eksternal

5.

Tes Strength Grip relevan untuk cabang olahraga yang dominan menggunakan

a)

Kekuatan otot tungkai bawah dalam menopang gerak lokomotor cepat

b)

Daya tahan jantung paru pada aktivitas aerobik berkesinambungan

c)

Kekuatan genggaman tangan dalam aktivitas menarik atau menahan beban

d)

Fleksibilitas bahu dan pergelangan tangan secara simultan

6.

Hexagon Obstacle Test terutama mengukur

a)

Kecepatan lari lurus jarak pendek tanpa perubahan arah

b)

Kelincahan perubahan arah cepat dengan kontrol keseimbangan dinamis tubuh

c)

Daya ledak otot tungkai melalui lompatan vertikal maksimal

d)

Ketahanan otot tungkai dalam aktivitas lompat berulang waktu lama

7.

Interpretasi skor tinggi pada Leg Strength Test (Kg) menunjukkan

a)

Daya tahan otot tungkai terhadap kontraksi berulang intensitas rendah

b)

Kemampuan menghasilkan gaya maksimal otot tungkai secara statis terukur

c)

Kecepatan kontraksi otot tungkai pada gerakan dinamis eksplosif

d)

Koordinasi neuromuskular dalam gerak lompat berurutan kompleks

8.

Tes Lari 300 meter paling tepat untuk menilai

a)

Kecepatan maksimal murni tanpa keterlibatan sistem energi anaerob

b)

Daya tahan kecepatan yang melibatkan sistem anaerob laktasid dominan

c)

Daya tahan aerobik jangka panjang dengan intensitas rendah

d)

Kelincahan berpindah arah dalam lintasan pendek berulang

9.

Multistage Fitness Test (MFT) digunakan untuk mengestimasi

a)

Daya ledak otot tungkai berdasarkan tinggi lompatan maksimal

b)

Kecepatan sprint linear dalam jarak pendek terkontrol

c)

Kapasitas aerobik maksimal melalui estimasi nilai VO2max progresif

d)

Daya tahan otot lokal ekstremitas bawah dominan

10.

Nilai rendah pada Pull Strength Test mengindikasikan kelemahan

a)

Otot tungkai bawah dalam menopang beban tubuh statis

b)

Otot punggung dan lengan dalam menghasilkan gaya tarik maksimal

c)

Fleksibilitas bahu dalam rentang gerak ekstensi maksimal

d)

Koordinasi gerak inti dan ekstremitas atas

11.

Tes Pull Up paling tepat dianalisis untuk menilai

a)

Ketahanan otot lengan dalam aktivitas menahan beban tubuh berulang statis

b)

Kekuatan relatif otot lengan dan punggung mengangkat berat badan sendiri

c)

Fleksibilitas bahu dan siku dalam rentang gerak maksimal

d)

Koordinasi neuromuskular antara otot inti dan ekstremitas atas

12.

Tes Push Strength digunakan untuk menganalisis

a)

Ketahanan otot lengan saat melakukan kontraksi berulang intensitas rendah

b)

Fleksibilitas sendi bahu dan pergelangan tangan dalam gerakan dorong

c)

Kemampuan otot lengan menghasilkan gaya dorong maksimal secara statis

d)

Daya ledak otot dada pada gerakan eksplosif dinamis

13.

Skor tinggi pada tes Push Up menunjukkan

a)

Daya tahan otot lengan dan bahu dalam kontraksi dinamis berulang

b)

Kekuatan maksimal otot dada dalam satu kali kontraksi

c)

Fleksibilitas bahu dalam posisi ekstensi penuh

d)

Kecepatan reaksi otot terhadap rangsangan eksternal

14.

Tes Shoulder and Wrist berfungsi utama untuk mengukur

a)

Kekuatan otot bahu dalam mempertahankan posisi statis berbeban

b)

Stabilitas dan daya tahan sendi bahu serta pergelangan tangan

c)

Kecepatan kontraksi otot lengan pada gerakan cepat

d)

Daya ledak ekstremitas atas saat melakukan tolakan

15.

Tes Shoulder Flexibility relevan dalam cabang olahraga yang menuntut

a)

Daya tahan lengan dalam aktivitas berulang intensitas tinggi

b)

Kekuatan maksimal bahu untuk mengangkat beban berat

c)

Rentang gerak bahu luas untuk teknik overhead efektif efisien

d)

Kecepatan reaksi otot bahu terhadap rangsangan visual

16.

Shuttle Run Test paling tepat digunakan untuk menilai

a)

Kelincahan perubahan arah cepat pada lintasan pendek berulang

b)

Kecepatan lari garis lurus tanpa perubahan arah

c)

Daya tahan aerobik jangka panjang intensitas rendah

d)

Daya ledak vertikal ekstremitas bawah

17.

Hasil tes Sit Up berkaitan erat dengan kemampuan

a)

Fleksibilitas tulang belakang dalam gerakan fleksi maksimal

b)

Koordinasi ekstremitas atas dan bawah simultan

c)

Kekuatan maksimal otot inti secara statis

d)

Daya tahan otot perut saat menopang aktivitas dinamis berulang

18.

Tes Skipping Rope 1 Menit menilai kombinasi kemampuan

a)

Daya tahan aerobik jangka panjang intensitas rendah

b)

Koordinasi, daya tahan otot tungkai, dan ritme gerak berulang

c)

Kekuatan maksimal tungkai dalam kontraksi statis

d)

Fleksibilitas pergelangan kaki dan lutut

19.

Tes Sprint 20 Meter lebih dominan mengukur

a)

Daya tahan kecepatan dalam jarak menengah berulang

b)

Kapasitas aerobik maksimal atlet

c)

Akselerasi dan kecepatan maksimal awal dalam jarak pendek

d)

Kelincahan perubahan arah cepat

20.

Perbedaan utama Sprint 30 Meter dibanding sprint 20 meter terletak pada

a)

Penekanan daya tahan aerobik jangka panjang

b)

Keterlibatan fase kecepatan maksimal lebih lama dan stabil

c)

Dominasi fase akselerasi awal lebih pendek

d)

Fokus keseimbangan statis tubuh

21.

Tes Standing Broad Jump digunakan untuk menganalisis

a)

Daya ledak otot tungkai dalam arah horizontal maksimal

b)

Keseimbangan statis saat mendarat satu kaki

c)

Daya tahan otot tungkai dalam aktivitas lompat berulang

d)

Fleksibilitas sendi panggul dan lutut

22.

Tes Standing Stork paling tepat menilai

a)

Daya tahan otot tungkai terhadap kontraksi dinamis

b)

Keseimbangan statis tubuh dengan kontrol postur minimal

c)

Kelincahan berpindah arah cepat

d)

Kecepatan reaksi otot tungkai

23.

Tes Trunk and Neck berfungsi mengukur

a)

Fleksibilitas tulang belakang secara pasif

b)

Daya tahan aerobik lokal

c)

Kekuatan dan stabilitas otot batang tubuh serta leher

d)

Koordinasi ekstremitas atas dan bawah

24.

Hasil tes V Sit and Reach rendah mengindikasikan

a)

Kelemahan kekuatan otot perut dominan

b)

Gangguan keseimbangan statis tubuh

c)

Rendahnya daya ledak otot tungkai

d)

Keterbatasan fleksibilitas otot hamstring dan punggung bawah

25.

Tes Vertical Jump digunakan untuk menilai

a)

Daya tahan otot tungkai dalam kontraksi berulang

b)

Fleksibilitas sendi pergelangan kaki

c)

Daya ledak otot tungkai dalam arah vertikal maksimal

d)

Keseimbangan dinamis saat mendarat

26.

Tes Wall Squat berkaitan erat dengan

a)

Kekuatan maksimal otot tungkai dalam kontraksi dinamis

b)

Daya tahan otot tungkai mempertahankan posisi statis berbeban

c)

Fleksibilitas sendi lutut dan panggul

d)

Kecepatan reaksi otot tungkai

27.

Pacer Test memiliki prinsip pengukuran yang serupa dengan

a)

Multistage Fitness Test berbasis progresivitas kecepatan lari

b)

Sprint maksimal jarak pendek

c)

Shuttle run nonprogresif

d)

Tes keseimbangan dinamis

28.

Yo-Yo Intermittent Test cocok untuk cabang olahraga yang menuntut

a)

Kemampuan recovery cepat dalam aktivitas intensitas tinggi berulang

b)

Daya tahan aerobik kontinu jangka panjang

c)

Kekuatan maksimal otot tungkai

d)

Fleksibilitas ekstremitas bawah

29.

Arrow Head Agility Test menekankan kemampuan

a)

Kecepatan lari lurus jarak pendek

b)

Perubahan arah kompleks dengan kecepatan dan kontrol tubuh

c)

Daya tahan kecepatan menengah

d)

Keseimbangan statis satu kaki

30.

Tes Bass Test digunakan untuk mengukur

a)

Kelincahan berpindah arah cepat

b)

Kecepatan reaksi otot

c)

Daya ledak otot tungkai

d)

Keseimbangan dinamis saat melakukan lompatan terkontrol berurutan

31.

Flip Stick Test menilai

a)

Kekuatan otot lengan dominan

b)

Daya tahan otot lengan

c)

Fleksibilitas sendi pergelangan tangan

d)

Koordinasi mata dan tangan dalam manipulasi objek

32.

Tes Juggling Paper menekankan

a)

Koordinasi visual dan motorik halus ekstremitas atas

b)

Kecepatan reaksi otot tungkai

c)

Kekuatan maksimal genggaman tangan

d)

Daya tahan otot bahu

33.

Illinois Test mengukur

a)

Kelincahan, akselerasi, dan perubahan arah berulang cepat

b)

Kecepatan sprint lurus jarak pendek

c)

Daya tahan aerobik progresif

d)

Keseimbangan statis tubuh

34.

Tes Bumerang Test digunakan untuk menilai

a)

Kecepatan reaksi terhadap stimulus visual

b)

Kelincahan perubahan arah tajam dengan kecepatan tinggi

c)

Daya ledak otot tungkai

d)

Fleksibilitas ekstremitas bawah

35.

T-Test Agility menekankan kemampuan

a)

Sprint maksimal jarak menengah

b)

Gerak lateral, maju, mundur dengan kontrol tubuh cepat

c)

Keseimbangan statis satu kaki

d)

Daya tahan kecepatan

36.

Tes Plank berkaitan erat dengan

a)

Kekuatan maksimal otot perut statis

b)

Fleksibilitas tulang belakang

c)

Daya tahan dan stabilitas otot inti mempertahankan postur

d)

Kecepatan reaksi otot

37.

Kombinasi tes paling tepat menilai kelincahan adalah

a)

Sprint 20 meter dan sprint 30 meter cepat

b)

Vertical jump dan standing broad jump maksimal

c)

Shuttle run, T-test, dan Illinois agility test komprehensif

d)

Sit up dan plank statis

38.

Tes yang dominan mengukur daya tahan otot lokal adalah

a)

Push up, sit up, dan wall squat statis

b)

Leg strength test dan grip strength

c)

Vertical jump dan sprint 20 meter

d)

Standing stork dan bass test

39.

Untuk mengevaluasi kapasitas aerobik, tes paling representatif adalah

a)

Sprint 30 meter maksimal

b)

Yo-yo intermittent test singkat

c)

Multistage fitness test dan pacer test progresif

d)

Standing broad jump eksplosif

40.

Tes yang paling dipengaruhi koordinasi neuromuskular adalah

a)

Leg strength test statis

b)

Grip strength test maksimal

c)

Wall squat statis

d)

Juggling paper dan flip stick coordination test

41.

Hasil rendah pada tes kelincahan dapat disebabkan oleh

a)

Kurangnya fleksibilitas pasif otot

b)

Lambatnya akselerasi, deselerasi, dan kontrol perubahan arah

c)

Rendahnya kapasitas aerobik maksimal

d)

Kelemahan kekuatan genggaman tangan

42.

Tes yang paling tepat untuk evaluasi stabilitas postural adalah

a)

Shuttle run cepat

b)

Sprint 20 meter

c)

Standing stork dan bass test keseimbangan

d)

Vertical jump maksimal

43.

Interpretasi hasil tes harus mempertimbangkan

a)

Hanya nilai absolut tanpa konteks

b)

Usia, jenis kelamin, cabang olahraga, dan karakteristik atlet

c)

Standar internasional saja

d)

Waktu pelaksanaan tes

44.

Kesalahan umum dalam pelaksanaan tes fisik adalah

a)

Menggunakan alat ukur standar

b)

Tidak melakukan pemanasan sebelum tes dilakukan atlet

c)

Memberikan instruksi jelas

d)

Melakukan pencatatan hasil

45.

Validitas tes mengacu pada

a)

Konsistensi hasil pengukuran berulang

b)

Kemampuan tes mengukur komponen fisik yang dimaksud

c)

Kemudahan pelaksanaan tes

d)

Jumlah alat yang digunakan

46.

Reliabilitas tes berkaitan dengan

a)

Ketepatan sasaran pengukuran

b)

Konsistensi hasil tes bila diulang dalam kondisi sama

c)

Biaya pelaksanaan tes

d)

Kompleksitas prosedur tes

47.

Tes lapangan dipilih karena

a)

Biaya pelaksanaan rendah dan peralatan sederhana

b)

Membutuhkan fasilitas laboratorium khusus yang mahal

c)

Hanya dapat dilakukan oleh satu peserta dalam satu waktu

d)

Tidak mencerminkan performa spesifik cabang olahraga

48.

Interpretasi hasil tes sebaiknya dibandingkan dengan

a)

Nilai tertinggi atlet elit dunia

b)

Norma sesuai usia, jenis kelamin, dan cabang olahraga

c)

Nilai rata-rata seluruh populasi

d)

Standar subjektif pelatih

49.

Penggunaan banyak tes dalam satu baterai bertujuan

a)

Memperpanjang waktu evaluasi atlet

b)

Mendapatkan gambaran profil kondisi fisik secara komprehensif

c)

Mengurangi validitas hasil

d)

Memperumit analisis data

50.

Kesimpulan evaluasi tes fisik harus digunakan untuk

a)

Memberi label kemampuan atlet

b)

Dasar perencanaan latihan, monitoring perkembangan, dan pengambilan keputusan

c)

Membandingkan atlet secara subjektif

d)

Kepentingan administratif semata

51.

Tes paling relevan untuk mengevaluasi kebutuhan fisik atlet bola voli adalah

a)

Sprint 30 meter untuk menilai kecepatan linear dominan pertandingan

b)

Shuttle run menilai kelincahan lateral dan perubahan arah cepat

c)

Vertical jump mengukur daya ledak tungkai untuk kemampuan smash

d)

Sit up menilai daya tahan otot inti jangka panjang

52.

Yo-Yo Intermittent Test paling sesuai digunakan pada cabang olahraga

a)

Lari maraton dengan aktivitas aerobik kontinu dominan sepanjang pertandingan

b)

Angkat besi dengan kebutuhan kekuatan maksimal sesaat tanpa recovery

c)

Sepak bola dengan pola kerja intensitas tinggi dan pemulihan berulang

d)

Panahan dengan kontrol postur statis dan konsentrasi tinggi

53.

Tes Grip Strength memiliki relevansi tinggi pada atlet

a)

Atlet renang gaya bebas jarak jauh berintensitas aerobik

b)

Atlet lari sprint dengan dominasi otot tungkai eksplosif

c)

Atlet judo karena tuntutan genggaman kuat dan berkelanjutan

d)

Atlet senam lantai dengan fleksibilitas tubuh dominan

54.

Cabang olahraga yang paling tepat menggunakan Illinois Agility Test adalah

a)

Lari jarak jauh dengan ritme konstan tanpa perubahan arah

b)

Angkat berat dengan fokus kekuatan maksimal satu gerakan

c)

Futsal karena banyak perubahan arah cepat dalam ruang sempit

d)

Dayung dengan pola gerak linear berulang

55.

Tes Standing Broad Jump relevan untuk atlet

a)

Pemanah yang membutuhkan stabilitas statis ekstrem

b)

Pelari maraton dengan dominasi daya tahan aerobik

c)

Atlet atletik lompat jauh dengan tolakan horizontal maksimal

d)

Atlet bulutangkis dengan dominasi kelincahan reaksi

56.

Sprint 20 meter paling tepat digunakan pada cabang olahraga

a)

Sepak bola untuk menilai akselerasi awal mengejar bola

b)

Renang jarak jauh untuk mengukur daya tahan kecepatan

c)

Panjat tebing untuk mengukur kekuatan relatif

d)

Sepak bola untuk menilai akselerasi awal mengejar bola

57.

Tes Plank 12 Step sangat relevan bagi atlet

a)

Lari sprint dengan dominasi kekuatan eksplosif sesaat

b)

Senam karena membutuhkan stabilitas inti mempertahankan berbagai posisi

c)

Angkat besi dengan kontraksi maksimal tunggal

d)

Baseball dengan dominasi koordinasi mata tangan

58.

Tes Shuttle Run memiliki relevansi tinggi pada cabang

a)

Renang dengan lintasan lurus tanpa perubahan arah

b)

Dayung dengan gerakan berulang ritmis linear

c)

Bola basket dengan transisi cepat menyerang dan bertahan

d)

Panahan dengan fokus kontrol statis

59.

Tes Back Up 2 menit sesuai untuk mengevaluasi atlet

a)

Atlet sprint dengan dominasi kecepatan eksplosif

b)

Atlet dayung karena daya tahan otot punggung sangat dibutuhkan

c)

Atlet panahan dengan dominasi kestabilan lengan

d)

Atlet tenis meja dengan kecepatan reaksi tangan

60.

Tes V Sit and Reach sangat penting bagi atlet

a)

Angkat berat dengan fokus kekuatan maksimal

b)

Senam lantai yang menuntut fleksibilitas hamstring dan punggung

c)

Sepak bola dengan dominasi kecepatan dan stamina

d)

Tinju dengan kebutuhan daya tahan anaerob

61.

Hexagon Obstacle Test paling sesuai untuk cabang olahraga

a)

Lari maraton dengan lintasan lurus panjang

b)

Bulu tangkis karena membutuhkan kelincahan multi arah cepat

c)

Angkat besi dengan teknik angkatan statis

d)

Panahan dengan konsentrasi tinggi

62.

Tes Pull Up relevan untuk atlet

a)

Pelari jarak jauh dengan dominasi otot tungkai

b)

Atlet sepak bola dengan kebutuhan stamina tinggi

63.

Tes Push Up paling tepat digunakan pada atlet

a)

Perenang sprint untuk mengukur kapasitas aerobik

b)

Atlet lompat tinggi dengan kekuatan tungkai

c)

Atlet pencak silat untuk daya tahan lengan bertahan

d)

Atlet marathon dengan daya tahan jantung

64.

Tes Standing Stork relevan untuk cabang olahraga

a)

Sprint dengan akselerasi maksimal

b)

Panahan karena membutuhkan keseimbangan statis tinggi

c)

Sepak bola dengan aktivitas dinamis

d)

Basket dengan transisi cepat

65.

Tes Pacer Test sesuai untuk mengevaluasi atlet

a)

Angkat besi dengan fokus kekuatan maksimal

b)

Sprint jarak pendek dengan fase akselerasi

c)

Basket karena membutuhkan daya tahan aerobik progresif

d)

Panahan dengan postur statis

66.

Tes Arrow Head Agility Test cocok untuk atlet

a)

Lari jarak jauh dengan ritme stabil

b)

Rugby karena perubahan arah eksplosif sering terjadi

c)

Dayung dengan gerakan simetris

d)

Renang gaya dada

67.

Tes Skipping Rope 1 menit relevan untuk atlet

a)

Atlet golf dengan ayunan presisi

b)

Atlet panahan dengan kontrol postur

c)

Petinju karena koordinasi kaki dan daya tahan ritmis

d)

Atlet angkat berat dengan kekuatan maksimal

68.

Tes Leg Strength Test paling sesuai untuk cabang

a)

Senam ritmik dengan fleksibilitas tinggi

b)

Angkat berat karena menuntut kekuatan maksimal tungkai

c)

Bulu tangkis dengan kecepatan reaksi

d)

Panahan dengan stabilitas bahu

69.

Tes Bass Test relevan untuk atlet

a)

Pelari sprint dengan kecepatan lurus

b)

Atlet futsal dengan perubahan arah cepat

c)

Senam karena keseimbangan dinamis sangat dominan diperlukan

d)

Atlet dayung dengan gerakan linear

70.

Tes T-Test Agility sesuai untuk cabang olahraga

a)

Renang gaya bebas jarak jauh

b)

Panahan dengan stabilitas postur

c)

Basket karena banyak gerakan lateral dan transisi cepat

d)

Angkat besi dengan kekuatan statis

71.

Tes Sprint 30 meter relevan untuk atlet

a)

Marathon dengan daya tahan aerobik

b)

Atletik sprint karena fase kecepatan maksimal dominan

c)

Dayung dengan gerakan berulang

d)

Senam lantai dengan fleksibilitas

72.

Tes Wall Squat paling sesuai untuk atlet

a)

Pelari sprint dengan kontraksi eksplosif

b)

Atlet tenis meja dengan reaksi cepat

c)

Ski karena daya tahan tungkai statis sangat dibutuhkan

d)

Panahan dengan stabilitas lengan

73.

Tes Multistage Fitness Test relevan untuk cabang

a)

Angkat berat dengan dominasi kekuatan maksimal

b)

Sprint 100 meter dengan fase pendek

c)

Sepak bola untuk estimasi kapasitas aerobik maksimal pemain

d)

Senam artistik dengan fleksibilitas tinggi

74.

Tes Juggling Paper Coordination sesuai untuk atlet

a)

Atlet lari jarak jauh

b)

Atlet angkat berat

c)

Tenis meja karena koordinasi mata tangan sangat penting

d)

Atlet dayung dengan gerak simetris

75.

Pemilihan tes berdasarkan cabang olahraga bertujuan

a)

Menyamakan standar pengukuran seluruh cabang olahraga

b)

Mengurangi jumlah instrumen pengukuran fisik

c)

Menjamin hasil tes relevan dengan tuntutan performa olahraga

d)

Mempermudah administrasi pengujian atlet