wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kuis PCK Bagian II

Total questions: 15

Worksheet time: 8mins

Name
Class
Date
1.

Seorang guru kimia telah mengajar materi Laju Reaksi pada semester sebelumnya. Berdasarkan refleksi pembelajaran, guru menemukan bahwa siswa kesulitan memahami faktor luas permukaan karena pembelajaran terlalu berfokus pada penjelasan teori dan rumus, sementara kegiatan eksperimen kurang optimal.

Pada pembelajaran berikutnya, guru ingin memperbaiki rancangan pembelajaran agar pemahaman konsep siswa meningkat.

Tindakan guru yang PALING mencerminkan perancangan pembelajaran secara terstruktur berdasarkan pengalaman pembelajaran sebelumnya adalah …

a)

A. Menggunakan kembali RPP lama karena materi dan indikator pembelajaran tetap sama

b)

B. Menambahkan latihan soal perhitungan laju reaksi dalam jumlah lebih banyak

c)

C. Mengawali pembelajaran dengan eksperimen sederhana perbandingan serbuk dan bongkahan, lalu dilanjutkan diskusi konsep dan perhitungan

d)

D. Menjelaskan kembali faktor laju reaksi secara lebih rinci menggunakan ceramah

e)

E. Memberikan tugas rangkuman materi laju reaksi dari buku teks

2.

Pada kelas X, siswa cenderung memiliki gaya belajar visual dan kinestetik. Guru akan mengajarkan materi struktur atom, yang menuntut visualisasi model abstrak seperti orbital, bilangan kuantum, dan konfigurasi elektron. Pendekatan pembelajaran yang paling relevan agar materi kompleks tersebut dapat dipahami siswa adalah…

a)

A. Ceramah interaktif disertai ringkasan catatan wajib

b)

B. Pendekatan kontekstual dengan membaca artikel sejarah perkembangan model atom

c)

C. Pendekatan berbasis proyek (Project-Based Learning) di mana siswa membuat model 3D struktur orbital menggunakan aplikasi desain digital dan bahan fisik

d)

D. Diskusi kelas terbuka mengenai perbandingan teori atom

e)

E. Penugasan individu membuat rangkuman tentang konfigurasi elektron

3.

Seorang guru kimia akan mengajarkan materi Laju Reaksi kepada siswa kelas XI. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, siswa memiliki gaya belajar visual–eksperiensial, namun sering kesulitan memahami konsep faktor-faktor laju reaksi yang bersifat mikroskopik. Sekolah memiliki fasilitas TIK yang memadai dan siswa terbiasa menggunakan perangkat digital.

Rancangan pembelajaran manakah yang PALING mencerminkan penerapan TPACK secara tepat?

a)

A. Guru menugaskan siswa membaca e-book laju reaksi secara mandiri, kemudian mengerjakan kuis daring tanpa diskusi kelas.

b)

B. Guru menjelaskan faktor-faktor laju reaksi melalui ceramah dan memberikan latihan soal dari buku teks agar siswa terbiasa dengan perhitungan.

c)

C. Guru memutar video pembelajaran laju reaksi, kemudian meminta siswa menyalin rangkuman materi yang ditampilkan di layar.

d)

D. Guru menggunakan simulasi interaktif (misalnya PhET) untuk memvisualisasikan tumbukan partikel, memandu diskusi kelompok berbasis inkuiri, dan meminta siswa menyajikan hasil pemahamannya dalam bentuk infografis digital.

e)

E. Guru meminta siswa mencari informasi laju reaksi dari internet dan mengumpulkannya dalam bentuk laporan tertulis individu.

4.

Dalam pembelajaran kimia lingkungan tentang pencemaran air, seorang guru ingin menanamkan nilai akhlak mulia, tanggung jawab, dan kemandirian kepada peserta didik melalui pendekatan student-centered learning.

Manakah strategi pembelajaran yang PALING TEPAT untuk mencapai tujuan tersebut?

a)

A. Guru menjelaskan jenis-jenis pencemaran air secara rinci, kemudian siswa diminta mencatat dan menghafal definisinya.

b)

B. Guru menayangkan video pencemaran air, lalu meminta siswa menjawab soal pilihan ganda secara individu.

c)

C. Guru menjelaskan dampak pencemaran air, kemudian menugaskan siswa mengerjakan latihan soal hitungan secara mandiri.

d)

D. Guru memberikan tugas rumah berupa rangkuman materi pencemaran air dari buku teks.

e)

E. Guru membagi siswa dalam kelompok kecil untuk mengidentifikasi sumber pencemaran air di lingkungan sekitar, mendiskusikan dampaknya terhadap makhluk hidup, serta merumuskan solusi sebagai bentuk tanggung jawab moral manusia terhadap alam.

5.

Dalam pembelajaran Laju Reaksi, guru menghadapi kelas yang kritis dan senang bereksperimen. Guru ingin mendorong siswa memecahkan masalah nyata, yaitu mengapa proses perkaratan pada besi dapat diperlambat. Guru lalu memberi berbagai bahan (cat, oli, air garam, silica gel, dan pemanas), kemudian meminta siswa merancang percobaan sendiri untuk menentukan faktor yang paling berpengaruh terhadap kecepatan korosi. Strategi tersebut paling tepat mencerminkan pembelajaran berpusat pada peserta didik karena…

a)

A.   Guru menyediakan berbagai bahan sehingga siswa dapat memilih percobaan berdasarkan kreativitas mereka.

b)

B.   Guru membiarkan siswa bekerja bebas sehingga mereka dapat mengembangkan ide sendiri tanpa batasan.

c)

C.   Siswa diberi peluang menyusun rancangan investigasi, menguji variabel, dan menyimpulkan solusi untuk masalah dunia nyata.

d)

D.   Guru mencontohkan pertama kali percobaan korosi kemudian siswa menirukannya.

e)

E.   Guru menilai hasil percobaan siswa berdasarkan kesesuaian dengan teori yang berlaku.

6.

Dalam pembelajaran kimia materi Koloid, guru merancang kegiatan diskusi kelompok dan praktikum sederhana. Di kelas terdapat siswa dengan kemampuan akademik dan latar belakang sosial yang beragam. Guru ingin menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, sekaligus menumbuhkan akhlak mulia dan kemandirian siswa.

Tindakan guru yang PALING TEPAT untuk mencapai tujuan tersebut adalah …

a)

A. Menentukan ketua kelompok dari siswa berprestasi agar kegiatan berjalan lebih cepat dan tertib

b)

B. Membiarkan siswa membentuk kelompok sendiri tanpa arahan agar mereka belajar mandiri

c)


EC Menghindari diskusi kelompok karena berpotensi menimbulkan konflik antarsiswa

d)

D. Menyusun aturan diskusi yang disepakati bersama, menekankan sikap saling menghargai, dan memberi kesempatan setiap siswa berkontribusi

e)

E. Memberikan penilaian hanya pada hasil praktikum agar siswa fokus pada pencapaian akademik

7.

Pada pembelajaran kimia kelas XI dengan topik koloid, guru ingin menumbuhkan penalaran kritis, kreativitas, dan kemampuan pemecahan masalah siswa. Guru juga memperhatikan pentingnya lingkungan belajar yang aman dan nyaman, baik secara fisik maupun psikologis.

Manakah tindakan guru yang PALING TEPAT mencerminkan indikator tersebut?

a)

A. Guru menjelaskan seluruh konsep koloid secara rinci melalui ceramah agar siswa tidak mengalami kebingungan saat pembelajaran.

b)

B. Guru membagi siswa dalam kelompok, memberikan kasus pencemaran air oleh limbah industri, lalu meminta siswa merancang solusi berbasis prinsip koloid dengan aturan diskusi yang saling menghargai dan tanpa saling menyalahkan.

c)

C. Guru memberikan latihan soal hitungan tentang koloid secara individual agar kelas tetap kondusif dan tidak gaduh.

d)

D. Guru menayangkan video pembelajaran koloid dan meminta siswa mencatat poin penting tanpa diskusi agar pembelajaran berjalan efektif.

e)

E. Guru langsung memberikan jawaban atas setiap pertanyaan siswa agar tidak terjadi kesalahan konsep yang berpotensi membingungkan siswa lain.

8.

Seorang guru kimia telah melaksanakan pembelajaran reaksi redoks menggunakan pendekatan problem-based learning. Sebelum pembelajaran, guru memberikan pretest sederhana tentang bilangan oksidasi. Selama pembelajaran, guru mengamati diskusi kelompok dan cara siswa menjelaskan proses oksidasi–reduksi. Setelah pembelajaran, guru memberikan posttest dan meminta siswa menuliskan refleksi belajar.

Tindakan evaluasi pembelajaran yang PALING TEPAT untuk meningkatkan kualitas pembelajaran berikutnya adalah …

a)

A. Menggunakan hasil posttest saja untuk menentukan nilai akhir siswa

b)


B. Menilai keaktifan siswa selama diskusi sebagai satu-satunya indikator keberhasilan pembelajaran

c)

C. Membandingkan hasil pretest dan posttest untuk menilai peningkatan pengetahuan siswa

d)


D. Mengulang kembali seluruh materi redoks jika nilai rata-rata kelas di bawah KKM

e)

E. Menggabungkan hasil pretest, observasi proses diskusi, dan refleksi siswa untuk memperbaiki strategi pembelajaran redoks

9.

Suatu kelas kimia memiliki kondisi lingkungan belajar yang kurang kondusif: ruang terbatas, ventilasi minim, dan alat laboratorium tidak lengkap. Guru ingin mengevaluasi bagaimana kondisi lingkungan tersebut mempengaruhi efektivitas pembelajaran konsep “Asam Basa”, sekaligus menentukan strategi perbaikan berkelanjutan. Evaluasi yang paling tepat dilakukan guru adalah…

a)

A.      Memberikan survei kepada siswa tentang kenyamanan ruang kelas dan menghubungkannya dengan motivasi belajar mereka.

b)

B.      Mengobservasi interaksi siswa selama praktikum dan mencatat kendala yang muncul akibat kondisi lingkungan kelas maupun laboratorium.

c)

C.      Menganalisis keterkaitan antara kondisi fisik, ketersediaan alat, pola interaksi, dan capaian belajar siswa untuk merumuskan rekomendasi perbaikan.

d)

D.      Membandingkan hasil belajar siswa dengan kelas lain yang memiliki fasilitas lebih baik untuk melihat pengaruh sarana prasarana.

e)

E.      Meminta siswa membuat refleksi tertulis tentang hambatan belajar yang mereka alami selama topik Asam Basa.

10.

Seorang guru kimia merencanakan pembelajaran materi “Laju Reaksi” untuk kelas XI. Ia ingin memastikan rencana pembelajaran yang dibuat benar-benar relevan dengan kebutuhan siswa dan perkembangan zaman. Guru kemudian melakukan refleksi dengan cara:
(1) mengevaluasi apakah konten laju reaksi yang ia pilih sudah sesuai tuntutan kurikulum,
(2) meninjau apakah metode inkuiri yang ia pilih sudah memungkinkan siswa berpikir kritis,
(3) mempertimbangkan penggunaan simulasi PhET untuk membantu siswa memahami faktor-faktor laju reaksi.

Tindakan reflektif tersebut paling tepat mencerminkan refleksi komprehensif dalam tahap perencanaan pembelajaran karena…

a)

A.   Guru menggabungkan kurikulum, metode, dan teknologi sekaligus, meskipun belum memikirkan kebutuhan siswa secara rinci.

b)

B.   Guru melakukan analisis keterpaduan antara konten, pedagogi, dan teknologi untuk memastikan bahwa rencana pembelajaran mendukung ketercapaian kompetensi siswa.

c)

C.   Guru memilih metode yang familiar bagi siswa dan memadukannya dengan teknologi online yang mudah diakses.

d)

D.   Guru fokus memastikan teknologi yang digunakan dapat menarik perhatian siswa, sehingga pembelajaran menjadi lebih menyenangkan.

e)

E.   Guru memeriksa kembali apakah contoh-contoh soal dan simulasi sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan administrasi pembelajaran.

11.

Setelah melaksanakan pembelajaran reaksi redoks menggunakan simulasi digital perpindahan elektron dan diskusi kelompok berbasis masalah, guru melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran. Hasil refleksi menunjukkan bahwa sebagian siswa masih kesulitan menentukan zat yang mengalami oksidasi dan reduksi pada reaksi kompleks, meskipun mereka antusias menggunakan media digital.

Tindakan reflektif guru yang PALING TEPAT untuk meningkatkan kualitas pembelajaran berikutnya adalah …

a)

A. Mengurangi penggunaan simulasi digital dan menggantinya dengan ceramah agar konsep redoks lebih cepat disampaikan.

b)

B. Mengulang pembelajaran dengan media yang sama tanpa perubahan karena antusiasme siswa sudah tinggi.

c)

C. Merevisi pembelajaran dengan menambahkan scaffolding konseptual berupa latihan bertahap penentuan bilangan oksidasi sebelum menggunakan simulasi digital.

d)

D. Memfokuskan pembelajaran pada penyelesaian soal hitungan redoks agar siswa terbiasa secara prosedural.

e)

E. Mengganti topik redoks dengan materi lain yang dianggap lebih mudah bagi siswa.

12.

Dalam mengevaluasi pembelajaran materi “Kesetimbangan Kimia”, seorang guru melihat adanya ketidaksesuaian antara nilai kuis berbasis aplikasi digital dengan hasil penugasan analisis grafik kesetimbangan. Guru menduga bahwa perbedaan ini disebabkan oleh faktor teknologi dan pendekatan asesmen yang ia pilih. Untuk memperbaiki kualitas evaluasi, guru melakukan refleksi dengan cara:
(1) menganalisis apakah soal kuis digital terlalu menekankan hitungan dan kurang menilai penalaran konten,
(2) meninjau apakah metode evaluasi yang digunakan sudah konsisten dengan pendekatan pedagogis yang diterapkan,
(3) mengevaluasi apakah penggunaan platform digital mendukung atau justru menghambat siswa memahami konsep grafis kesetimbangan.

Refleksi ini menunjukkan refleksi komprehensif dalam evaluasi pembelajaran karena…

a)

A.   Guru menilai apakah platform digital cukup efektif dibandingkan evaluasi berbasis kertas.

b)

B.   Guru meninjau konten, pedagogi, dan teknologi secara mendalam untuk memastikan bahwa instrumen evaluasi benar-benar mencerminkan kemampuan siswa.

c)

C. Guru ingin memperbaiki kualitas kuis digital agar lebih sesuai dengan preferensi siswa.

d)

D. Guru melihat kembali nilai siswa pada berbagai jenis penilaian sebagai acuan perbaikan instrumen.

e)

E. Guru mengevaluasi apakah jumlah soal sudah mencukupi untuk mencapai ketuntasan belajar.

13.

Seorang guru kimia berhasil mengembangkan media pembelajaran berbasis simulasi digital yang membantu siswa memahami konsep kesetimbangan kimia secara lebih visual. Media tersebut telah berhasil meningkatkan hasil belajar siswa di kelasnya. Untuk mengembangkan diri secara profesional, guru ingin membagikan inovasinya tersebut kepada khalayak yang lebih luas. Guru kemudian mempertimbangkan beberapa langkah berikut:
(1) Menulis artikel di jurnal pendidikan kimia mengenai proses pengembangan dan efektivitas medianya.
(2) Membagikan file media pembelajaran di grup komunitas guru tanpa penjelasan lengkap.
(3) Menjadi narasumber webinar yang membahas strategi pembelajaran berbasis simulasi.
(4) Mengunggah video demonstrasi penggunaan media tersebut ke media sosial tanpa menyertakan data hasil belajar.

Langkah guru yang paling tepat mencerminkan pengembangan profesional melalui publikasi/sharing pemikiran dan inovasi adalah…

a)

A.   Hanya melakukan publikasi ilmiah agar karya diakui secara formal.

b)

B.   Membagikan file medianya secara terbuka agar lebih banyak guru dapat menggunakannya.

c)

C. Mengunggah video demonstrasi di media sosial untuk menjangkau audiens yang lebih luas.

d)

D.   Menulis artikel ilmiah dan menjadi narasumber webinar karena keduanya menyebarkan inovasi secara terstruktur dan bertanggung jawab.

e)

E. Menggabungkan semua langkah karena semakin banyak cara menyebarluaskan inovasi, semakin baik hasilnya.

14.

Seorang guru kimia telah mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis eksperimen sederhana menggunakan bahan lokal yang terbukti meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa. Guru tersebut ingin mengembangkan diri secara berkelanjutan sebagai guru profesional.

Tindakan manakah yang PALING TEPAT menunjukkan pengembangan profesional berkelanjutan sesuai indikator tersebut?

a)

A. Menyimpan perangkat pembelajaran tersebut untuk digunakan sendiri karena dianggap sebagai karya pribadi

b)

B. Membagikan perangkat pembelajaran kepada rekan sejawat secara informal tanpa refleksi dan dokumentasi

c)

C. Menuliskan pengalaman dan hasil penerapan pembelajaran tersebut dalam artikel atau seminar MGMP dan jurnal pendidikan

d)

D. Mengganti perangkat pembelajaran setiap tahun tanpa mengevaluasi efektivitasnya

e)


E. Mengunggah perangkat pembelajaran ke media sosial tanpa penjelasan pedagogis

15.

Seorang guru kimia menyadari bahwa pemahaman siswa tentang reaksi redoks dalam konteks korosi dan pencegahan karat masih rendah, meskipun pembelajaran sudah dilaksanakan sesuai RPP. Guru tersebut ingin meningkatkan kualitas pembelajaran pada tahun ajaran berikutnya.

Tindakan PALING TEPAT yang mencerminkan upaya pengembangan diri secara berkelanjutan melalui pencarian informasi baru adalah …

a)

A. Mengulang pembelajaran dengan metode ceramah yang lebih rinci agar materi lebih lengkap

b)

B. Meminta siswa mempelajari kembali materi redoks secara mandiri melalui buku teks

c)

C. Mencari dan mempelajari artikel terbaru, webinar, atau praktik baik pembelajaran redoks kontekstual, lalu menyesuaikannya dengan karakteristik siswa

d)

D. Menambah jumlah soal latihan hitungan redoks agar siswa lebih terampil

e)


E. Mengurangi kedalaman materi redoks agar lebih mudah dipahami siswa