WorksheetsUAS (UJIAN AKHIR SEMESTER) KEPERAWATAN KELUARGA
Total questions: 64
Worksheet time: 2hrs 8mins
Name
Class
Date
1.
NAMA LENGKAP
4 lines
2.
NOMOR INDUK MAHASISWA (NIM)
4 lines
3.
KELAS
a)
3A
b)
3B
4.
MATA KULIAH
a)
KEPERAWATAN KELUARGA
b)
KEPERAWATAN KOMUNITAS
5.
Seorang perawat komunitas melakukan pengkajian keluarga. Dalam satu rumah tinggal seorang nenek, anak perempuan, menantu laki-laki, dan dua cucu. Nenek memiliki peran dominan dalam pengambilan keputusan keluarga. Tipe keluarga tersebut paling tepat dikategorikan sebagai:
a)
Keluarga inti (nuclear family)
b)
Keluarga besar (extended family)
c)
Keluarga orang tua tunggal
d)
Keluarga remaja
e)
Keluarga nontradisional
6.
Dalam pengkajian keluarga, ditemukan pasangan suami istri yang tidak menikah secara legal tetapi hidup bersama dan membesarkan satu anak biologis. Tipe keluarga tersebut diklasifikasikan sebagai:
a)
Keluarga inti
b)
Keluarga tradisional
c)
Keluarga komunal
d)
Keluarga nontradisional
e)
Keluarga orang tua tunggal
7.
Seorang ibu menikah kembali dan membawa dua anak dari pernikahan sebelumnya. Suami barunya juga membawa satu anak dari pernikahan terdahulu, dan mereka tinggal bersama. Tipe keluarga ini disebut:
a)
Keluarga inti
b)
Keluarga besar
c)
Keluarga komunal
d)
Keluarga remaja
e)
Keluarga dengan orang tua tiri (blended family)
8.
Perawat menemukan satu keluarga yang terdiri dari pasangan suami istri, dua anak kandung, serta satu anak angkat yang dipelihara secara permanen dan diakui secara hukum. Keluarga tersebut termasuk tipe:
a)
Keluarga inti
b)
Keluarga besar
c)
Keluarga orang tua tunggal
d)
Keluarga dengan anak adopsi
e)
Keluarga nontradisional
9.
Dalam satu rumah tinggal beberapa individu dewasa tanpa hubungan darah maupun pernikahan yang jelas, namun berbagi sumber daya, tanggung jawab, dan pengasuhan anak secara kolektif. Tipe keluarga tersebut paling tepat dikategorikan sebagai:
a)
Keluarga inti
b)
Keluarga besar
c)
Keluarga komunal
d)
Keluarga remaja
e)
Keluarga orang tua tunggal
10.
Seorang keluarga memiliki anggota dengan hipertensi, namun keluarga menganggap sakit kepala sebagai hal biasa dan tidak memerlukan pemeriksaan kesehatan. Berdasarkan 5 tugas kesehatan keluarga, masalah utama keluarga tersebut adalah ketidakmampuan dalam:
a)
Mengambil keputusan tindakan kesehatan
b)
Mengenal masalah kesehatan keluarga
c)
Merawat anggota keluarga yang sakit
d)
Memodifikasi lingkungan rumah
e)
Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan
11.
Keluarga telah mengetahui bahwa salah satu anggotanya menderita diabetes mellitus dan memahami risiko komplikasi, namun tetap tidak mematuhi diet dan pengobatan yang dianjurkan. Kegagalan keluarga paling tepat terjadi pada tugas:
a)
Mengenal masalah kesehatan
b)
Mengambil keputusan tindakan kesehatan
c)
Merawat anggota keluarga yang sakit
d)
Memodifikasi lingkungan rumah
e)
Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan
12.
Seorang anak sering mengalami ISPA berulang. Keluarga telah membawa anak ke fasilitas kesehatan dan mendapatkan pengobatan, namun rumah masih padat, ventilasi buruk, dan banyak asap rokok. Tugas kesehatan keluarga yang belum terpenuhi adalah:
a)
Mengenal masalah kesehatan
b)
Mengambil keputusan tindakan kesehatan
c)
Merawat anggota keluarga yang sakit
d)
Memodifikasi lingkungan rumah
e)
Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan
13.
Keluarga mampu mengenali tanda bahaya pada ibu hamil dan segera membawa ke puskesmas saat terjadi perdarahan. Namun setelah pulang, keluarga tidak mengikuti anjuran perawatan lanjutan di rumah. Tugas kesehatan keluarga yang belum optimal adalah:
a)
Mengenal masalah kesehatan
b)
Mengambil keputusan tindakan kesehatan
c)
Merawat anggota keluarga yang sakit
d)
Memodifikasi lingkungan rumah
e)
Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan
14.
Keluarga dengan balita gizi kurang telah mengetahui kondisi anak, setuju dengan rencana perawatan, dan melakukan perbaikan menu makanan di rumah. Namun keluarga tidak pernah datang ke posyandu untuk pemantauan pertumbuhan. Masalah utama keluarga terdapat pada tugas:
a)
Mengenal masalah kesehatan
b)
Mengambil keputusan tindakan kesehatan
c)
Merawat anggota keluarga yang sakit
d)
Memodifikasi lingkungan rumah
e)
Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan
15.
Perawat komunitas melakukan pengkajian pada sebuah keluarga dengan anak remaja yang sering bolos sekolah dan terlibat perilaku berisiko. Orang tua jarang berkomunikasi dan menyerahkan sepenuhnya pengasuhan kepada sekolah. Fungsi keluarga yang paling terganggu adalah:
a)
Fungsi afektif
b)
Fungsi sosialisasi
c)
Fungsi ekonomi
d)
Fungsi perawatan kesehatan
e)
Fungsi reproduksi
16.
Dalam sebuah keluarga, keputusan penting selalu diambil oleh kepala keluarga tanpa mempertimbangkan pendapat anggota lain. Akibatnya, anggota keluarga sering merasa tidak dihargai dan mengalami stres emosional. Fungsi keluarga yang paling bermasalah adalah:
a)
Fungsi afektif
b)
Fungsi sosialisasi
c)
Fungsi ekonomi
d)
Fungsi perawatan kesehatan
e)
Fungsi religius
17.
Keluarga dengan anggota lansia pascastroke mampu memenuhi kebutuhan ekonomi dan emosional, namun tidak mampu melakukan perawatan fisik sehari-hari seperti latihan ROM dan pencegahan dekubitus. Fungsi keluarga yang belum optimal adalah:
a)
Fungsi afektif
b)
Fungsi ekonomi
c)
Fungsi perawatan kesehatan
d)
Fungsi sosialisasi
e)
Fungsi reproduksi
18.
Dalam satu keluarga, orang tua mampu memenuhi kebutuhan dasar anak, memberikan kasih sayang, dan mendukung pendidikan. Namun, anak tidak dibekali nilai, norma, dan perilaku sosial yang sesuai sehingga sering bermasalah di lingkungan. Fungsi keluarga yang paling terganggu adalah:
a)
Fungsi afektif
b)
Fungsi sosialisasi
c)
Fungsi ekonomi
d)
Fungsi perawatan kesehatan
e)
Fungsi biologis
19.
Seorang ibu hamil tidak mendapatkan dukungan keluarga untuk pemeriksaan antenatal karena dianggap sebagai proses alami yang tidak perlu dipantau tenaga kesehatan. Fungsi keluarga yang tidak berjalan dengan baik adalah:
a)
Fungsi ekonomi
b)
Fungsi afektif
c)
Fungsi reproduksi
d)
Fungsi perawatan kesehatan
e)
Fungsi sosialisasi
20.
Perawat melakukan pengkajian pada keluarga dengan balita gizi kurang. Keluarga mengetahui kondisi anak, namun menganggap tubuh kurus sebagai faktor keturunan dan tidak melakukan perubahan pola makan maupun kunjungan posyandu. Diagnosis keperawatan keluarga yang paling tepat adalah:
a)
Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan keluarga
b)
Risiko gangguan nutrisi keluarga
c)
Defisit pengetahuan keluarga
d)
Ketidakefektifan koping keluarga
e)
Risiko keterlambatan tumbuh kembang
21.
Dalam sebuah keluarga dengan anggota penderita TB paru, keluarga mengetahui cara penularan tetapi menolak menggunakan masker dan tidak membuka ventilasi rumah karena merasa tidak nyaman. Diagnosis keperawatan keluarga yang paling tepat adalah:
a)
Risiko infeksi keluarga
b)
Defisit pengetahuan keluarga
c)
Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan keluarga
d)
Risiko penularan penyakit
e)
Ketidakefektifan koping keluarga
22.
Perawat menemukan keluarga dengan lansia hipertensi yang rutin kontrol ke puskesmas. Namun keluarga sering salah dalam pemberian obat karena tidak memahami jadwal dan dosis. Diagnosis keperawatan keluarga yang paling tepat adalah:
a)
Risiko cedera keluarga
b)
Defisit pengetahuan keluarga
c)
Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan keluarga
d)
Ketidakefektifan peran keluarga
e)
Ketidakefektifan koping keluarga
23.
Keluarga dengan anggota pascastroke menunjukkan konflik antaranggota karena pembagian peran perawatan tidak jelas, saling menyalahkan, dan sering terjadi pertengkaran. Diagnosis keperawatan keluarga yang paling tepat adalah:
a)
Ketidakefektifan koping keluarga
b)
Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan keluarga
c)
Risiko gangguan integritas keluarga
d)
Ketidakefektifan peran keluarga
e)
Gangguan proses keluarga
24.
Perawat mengkaji keluarga yang memiliki anak dengan epilepsi. Keluarga mampu mengenali tanda kejang dan membawa ke fasilitas kesehatan, tetapi menolak pemberian obat jangka panjang karena takut ketergantungan. Diagnosis keperawatan keluarga yang paling tepat adalah:
a)
Defisit pengetahuan keluarga
b)
Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan keluarga
c)
Risiko cedera keluarga
d)
Ketidakefektifan koping keluarga
e)
Gangguan proses keluarga
25.
Dalam proses skoring, perawat menemukan bahwa keluarga tidak menganggap masalah kesehatan sebagai hal penting, meskipun dampaknya berat. Faktor ini dalam skoring termasuk kriteria:
a)
Sifat masalah
b)
Kemungkinan masalah diubah
c)
Potensi masalah dicegah
d)
Persepsi keluarga terhadap masalah
e)
Tingkat kegawatan
26.
Seorang perawat komunitas melakukan kunjungan rumah pada keluarga Tn. A yang terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak balita. Hasil pengkajian diperoleh data sebagai berikut: Anak pertama (usia 3 tahun) mengalami gizi kurang (BB/U < -2 SD), tampak kurus, dan jarang hadir di posyandu. Sanitasi rumah buruk: jamban tidak layak, air bersih terbatas, dan sampah dibuang di sekitar rumah. Ibu kurang memahami pentingnya pemantauan tumbuh kembang dan menganggap kondisi anak sebagai faktor keturunan. Keluarga kooperatif, namun memiliki keterbatasan ekonomi dan jarak ke puskesmas cukup jauh. Masalah keperawatan keluarga yang paling prioritas untuk ditangani adalah:
a)
Defisit pengetahuan keluarga tentang posyandu
b)
Sanitasi lingkungan rumah tidak adekuat
c)
Gizi kurang pada balita
d)
Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan keluarga
e)
Risiko penyakit berbasis lingkungan
27.
Seorang perawat keluarga mengkaji keluarga dengan balita gizi kurang. Keluarga belum menyadari bahwa kondisi anak merupakan masalah kesehatan dan menganggapnya sebagai faktor keturunan. Rencana keperawatan keluarga yang paling tepat sesuai 5 tugas kesehatan keluarga adalah:
a)
Melatih keluarga menyusun menu gizi seimbang
b)
Mengajarkan cara menimbang berat badan balita
c)
Memberikan edukasi tentang tanda dan dampak gizi kurang
d)
Mengarahkan keluarga ke posyandu terdekat
e)
Melakukan pemantauan pertumbuhan balita secara rutin
28.
Keluarga memiliki anggota dengan hipertensi dan telah mengetahui penyakitnya, namun ragu untuk melakukan perubahan pola makan dan aktivitas karena merasa sulit diterapkan. Rencana keperawatan yang paling tepat adalah:
a)
Memberikan leaflet tentang hipertensi
b)
Membantu keluarga memilih tindakan perawatan yang realisti
c)
Mengajarkan teknik pengukuran tekanan darah
d)
Mengarahkan keluarga kontrol rutin ke puskesmas
e)
Menyusun jadwal kunjungan rumah perawat
29.
Seorang lansia pascastroke dirawat di rumah. Keluarga telah sepakat melakukan perawatan di rumah, namun belum mampu melakukan perawatan fisik dasar dengan benar. Rencana keperawatan keluarga yang paling sesuai adalah:
a)
Menganjurkan rujukan ulang ke rumah sakit
b)
Mengajarkan teknik ROM dan pencegahan dekubitus
c)
Memberikan dukungan emosional pada keluarga
d)
Memotivasi keluarga agar tetap sabar merawat pasien
e)
Menyusun jadwal kontrol ke fasilitas kesehatan
30.
Dalam keluarga dengan balita sering diare, perawat menemukan sumber air tidak terlindung dan jamban tidak layak. Rencana keperawatan keluarga yang paling tepat adalah:
a)
Mengajarkan cara mencuci tangan
b)
Memberikan oralit pada balita
c)
Memfasilitasi keluarga memperbaiki sanitasi lingkungan rumah
d)
Merujuk balita ke puskesmas
e)
Mengajarkan pemantauan tanda dehidrasi
31.
Keluarga memiliki ibu hamil risiko tinggi, namun jarang melakukan pemeriksaan kehamilan karena jarak dan biaya. Rencana keperawatan keluarga yang paling tepat adalah:
a)
Memberikan edukasi tentang bahaya kehamilan
b)
Melakukan pemeriksaan kehamilan mandiri di rumah
c)
Memotivasi keluarga memanfaatkan layanan ANC terdekat
d)
Menyusun menu makanan ibu hamil
e)
Mengajarkan tanda-tanda persalinan
32.
Seorang pasien TB paru fase intensif mengeluh mual hebat, nafsu makan menurun, dan mengatakan ingin menghentikan obat karena merasa tubuhnya semakin lemah. Tindakan keperawatan paling prioritas adalah:
a)
Menghentikan sementara OAT
b)
Memberikan antiemetik tanpa konsultasi
c)
Memberikan edukasi tentang efek samping dan pentingnya kepatuhan OAT
d)
Menyarankan pasien istirahat total
e)
Menganjurkan pasien mengganti obat tradisional
33.
Pasien DM tipe 2 datang dengan luka kaki yang sulit sembuh. Hasil pengkajian: gula darah sewaktu 320 mg/dL, luka berbau ringan, dan pasien jarang kontrol. Diagnosis keperawatan prioritas utama adalah:
a)
Gangguan integritas kulit
b)
Risiko infeksi
c)
Ketidakefektifan manajemen kesehatan
d)
Gangguan perfusi jaringan perifer
e)
Defisit pengetahuan
34.
Seorang anak usia 2 tahun dirawat dengan diare akut >6 kali/hari. Ditemukan mata cekung, turgor kulit lambat, dan produksi urin menurun. Intervensi keperawatan paling prioritas adalah:
a)
Memberikan diet lunak
b)
Mengobservasi frekuensi BAB
c)
Memberikan cairan rehidrasi sesuai derajat dehidrasi
d)
Memberikan edukasi kebersihan makanan
e)
Menjaga suhu tubuh anak
35.
Perawat melakukan kunjungan rumah pada keluarga dengan pasien perempuan, 58 tahun, menderita hipertensi. Keluarga mengatakan pasien sering lupa minum obat dan masih mengonsumsi makanan asin. Tekanan darah terakhir : 170/100 mmHg. Tindakan keperawatan keluarga yang paling tepat adalah …
a)
A. Menganjurkan keluarga memantau tekanan darah secara rutin
b)
B. Memberikan penyuluhan tentang komplikasi hipertensi
c)
C. Melakukan pemeriksaan fisik lengkap setiap kunjungan
d)
D. Menganjurkan pasien rawat inap di rumah sakit
e)
E. Memberikan leaflet tentang penyakit hipertensi
36.
Seorang perawat mengunjungi keluarga dengan anak usia 3 tahun yang mengalami diare ringan. Anak diare 6x sehari selama 2 hari. Keluarga belum mengetahui cara pemberian oralit dan tanda dehidrasi.
Tindakan keperawatan keluarga yang tepat adalah …
a)
A. Mengobservasi frekuensi BAB anak
b)
B. Mengajarkan keluarga cara membuat dan memberikan oralit
c)
C. Menganjurkan keluarga membawa anak ke IGD
d)
D. Memberikan obat antidiare
e)
E. Mengukur tanda vital setiap jam
37.
Perawat mendapati keluarga dengan lansia laki-laki, 70 tahun, pasca stroke ringan. Pasien masih belajar jalan karena lemah pada kaki kanan sementara di dalam rumah didapatkan tidak memiliki pegangan di kamar mandi dan lantai licin.
Tindakan keperawatan keluarga yang paling tepat adalah
a)
A. Melatih pasien berjalan mandiri
b)
B. Memberikan terapi latihan ROM
c)
C. Mengajarkan keluarga modifikasi lingkungan rumah
d)
D. Memberikan edukasi tentang diet lansia
e)
E. Melakukan pemeriksaan tanda vital
38.
Kunjungan rumah dilakukan pada keluarga dengan seorang perempuan, 22 tahun, hamil 5 bulan anak pertama. Keluarga mendukung kehamilan dan rutin kontrol ke bidan sebukan sekali, namun belum memahami tanda bahaya kehamilan. Didapatkan TD pasien 140/90 mmHg, kedua kaki bengkak.
Tindakan keperawatan keluarga yang tepat adalah
a)
A. Memberikan edukasi tanda bahaya kehamilan
b)
B. Melakukan pemeriksaan fisik ibu hamil
c)
C. Menganjurkan persalinan di rumah sakit
d)
D. Menilai status gizi ibu hamil
e)
E. Memberikan konseling KB
39.
Keluarga dengan balita usia 4 tahun mengatakan anak sering batuk pilek berulang, namun ragu membawa ke fasilitas kesehatan karena takut biaya mahal. Keluarga meminta saran perawat untuk menentukan tindakan yang tepat.
Tindakan keperawatan keluarga prioritas adalah
a)
A. Memberikan edukasi tentang ISPA
b)
B. Memantau kondisi anak setiap kunjungan
c)
C. Membantu keluarga mengambil keputusan yang tepat
d)
D. Melatih keluarga melakukan perawatan mandiri
e)
E. Mengobservasi tanda vital anak
40.
Perawat menemukan rumah keluarga dengan balita perempuan, 2 tahun, yang sering jatuh. Lantai rumah licin, pencahayaan kurang, kamar anak berada di lantai 2, tangga rumah terlalu tinggi dan tidak ada pegangan tangga. Keluarga belum menyadari bahwa kondisi rumah berisiko jatuh bagi anak, Tindakan keperawatan keluarga yang paling tepat adalah
a)
A. Memberikan edukasi tentang pencegahan cedera
b)
B. Memotivasi keluarga meningkatkan pengawasan
c)
C. Memantau aktivitas anak setiap hari
d)
D. Membantu keluarga memodifikasi lingkungan rumah
e)
E. Merujuk anak ke fasilitas kesehatan
41.
Perawat mengunjungi keluarga dengan pasien perempuan, usia 62 tahun, yang menderita hipertensi. Tekanan darah terakhir 165/95 mmHg. Keluarga sudah mengetahui pasien harus diet rendah garam dan minum obat rutin, namun pasien sering mengabaikan anjuran tersebut karena merasa tidak ada keluhan berat.
Tindakan keperawatan keluarga yang tepat adalah
a)
A. Memotivasi pasien dan keluarga melakukan perubahan perilaku
b)
B. Memberikan edukasi tentang diet hipertensi
c)
C. Melatih keluarga mencatat tekanan darah
d)
D. Memfasilitasi rujukan ke rumah sakit
e)
E. Mengobservasi tanda-tanda komplikasi
42.
Perawat melakukan kunjungan rumah pada pasien laki-laki, usia 64 tahun pasca stroke yang tinggal bersama istrinya. Pasien mengalami kelemahan ekstremitas kanan. Istri pasien mengatakan takut salah saat membantu latihan gerak dan perawatan dasar karena belum pernah diajari. Keluarga tampak ragu dan kurang percaya diri dalam merawat pasien di rumah.
Tindakan keperawatan keluarga yang paling tepat adalah
a)
A. Memberikan pendidikan kesehatan tentang stroke
b)
B. Membimbing keluarga melakukan perawatan dasar pasien
c)
C. Memantau status neurologis pasien
d)
D. Memfasilitasi rujukan ke fisioterapi
e)
E. Mengobservasi kemampuan aktivitas pasien
43.
Perawat mengunjungi keluarga dengan pasien laki-laki, usia 55 tahun yang menderita penyakit paru kronik. Dari hasil pengkajian, istri pasien tampak cemas, sering bertanya apakah perawatan yang dilakukannya sudah benar, dan mengaku takut kondisi suaminya semakin memburuk. Keluarga membutuhkan dukungan agar tetap mampu menjalankan perawatan.
Tindakan keperawatan keluarga yang tepat adalah
a)
A. Memberikan edukasi tentang penyakit
b)
B. Melatih teknik perawatan fisik
c)
C. Memantau kondisi psikologis keluarga
d)
D. Memberikan dukungan dan penguatan peran keluarga
e)
E. Memfasilitasi rujukan ke layanan kesehatan
44.
Perawat melakukan kunjungan rumah pada keluarga dengan pasien laki-laki usia 58 tahun yang menderita Diabetes Melitus tipe 2 sejak 5 tahun terakhir. Hasil pengkajian menunjukkan GDS 320 mg/dL, pasien minum obat tidak teratur dan jarang kontrol ke puskesmas. Keluarga mengatakan puskesmas cukup jauh dan merasa kondisi pasien masih bisa ditangani sendiri di rumah.
Tindakan keperawatan keluarga yang paling tepat adalah
a)
A. Memberikan edukasi tentang komplikasi DM
b)
B. Melatih keluarga mengukur gula darah
c)
C. Memotivasi pasien patuh diet
d)
D. Memantau kadar gula darah
e)
E. Memfasilitasi keluarga memanfaatkan pelayanan kesehatan
45.
Setelah dua kali kunjungan rumah, perawat mengevaluasi keluarga dengan balita perempuan, usia 3 tahun yang sebelumnya mengalami diare. Ibu mengatakan anak sudah jarang BAB cair dan tampak lebih aktif bermain. Hasil observasi menunjukkan frekuensi BAB turun dari 6 kali menjadi 2 kali per hari, mukosa bibir lembab, dan anak mau minum oralit.
Evaluasi keperawatan yang paling tepat adalah
a)
A. Masalah keperawatan telah teratasi seluruhnya
b)
B. Tujuan jangka pendek mulai tercapai
c)
C. Risiko komplikasi diare telah hilang
d)
D. Kebutuhan edukasi lanjutan tidak diperlukan
e)
E. Masalah kesehatan keluarga belum berubah
46.
Perawat mengevaluasi keluarga dengan pasien hipertensi, seorang laki-laki, usia 58 tahun setelah satu minggu intervensi.
S: Pasien mengatakan pusing sudah berkurang
O: TD turun dari 170/100 mmHg menjadi 145/90 mmHg
A: Masalah belum teratasi sepenuhnya
P: Intervensi dilanjutkan dan dimodifikasi
Jenis evaluasi keperawatan di atas adalah:
a)
A. Evaluasi formatif
b)
B. Evaluasi proses
c)
C. Evaluasi diagnostik
d)
D. Evaluasi struktur
e)
E.Evaluasi sumatif
47.
Keluarga dengan pasien DM tipe 2, seorang perempuan, 60 tahun, dievaluasi setelah edukasi diet dan pemantauan gula darah. Keluarga mampu menyusun menu harian, mengurangi konsumsi gula, dan pasien rutin memeriksa gula darah. GDS turun dari 320 mg/dL menjadi 210 mg/dL.
Luaran keperawatan utama (SLKI) yang paling tepat adalah:
a)
A. Pengetahuan keluarga tentang diabetes meningkat
b)
B. Kepatuhan pasien terhadap diet meningkat
c)
C. Manajemen kesehatan keluarga meningkat
d)
D. Kadar glukosa darah membaik
e)
E. Perilaku hidup sehat meningkat
48.
Perawat mengevaluasi keluarga dengan pasien asma bronkial, seorang perempuan, 25 tahun. Keluarga mampu menyebutkan pencetus asma, membantu penggunaan inhaler dengan benar, dan segera membawa pasien ke fasilitas kesehatan saat sesak berat.
Indikator yang menunjukkan luaran SLKI tercapai adalah:
a)
A. Pasien tidak pernah kambuh asma
b)
B. Keluarga mampu melakukan tindakan tepat
c)
C. Keluarga memahami penyakit asma
d)
D. Pola napas pasien selalu normal
e)
E. Lingkungan rumah bebas alergen sepenuhnya
49.
Setelah dilakukan beberapa kali kunjungan rumah, perawat menilai keluarga dengan lansia berisiko jatuh. Keluarga telah memasang pegangan kamar mandi, mengeringkan lantai, dan mengawasi lansia saat mandi. Selama dua minggu tidak terjadi kejadian jatuh.
Kesimpulan evaluasi yang paling tepat adalah
a)
A. Diagnosis keperawatan harus diganti
b)
B. Intervensi keperawatan tidak efektif
c)
C. Intervensi keperawatan dihentikan total
d)
D. Masalah kesehatan keluarga memburuk
e)
E. Tujuan keperawatan tercapai
50.
Perawat melakukan kunjungan ulang pada keluarga dengan pasien perempuan, 60 tahun, menderita hipertensi. Pada kunjungan sebelumnya, perawat memberikan edukasi diet rendah garam dan anjuran pemantauan tekanan darah di rumah. Saat evaluasi, keluarga mengatakan pasien mulai mengurangi makanan asin dan lebih sering mengonsumsi sayur. Hasil pengukuran tekanan darah hari ini adalah 150/90 mmHg dari sebelumnya 170/100 mmHg.
Apa hasil evaluasi formatif yang paling tepat pada kasus di atas?
a)
A. Tekanan darah pasien telah mencapai batas normal
b)
B. Perubahan perilaku kesehatan mulai terlihat pada pasien
c)
C. Keluarga telah mampu mengelola penyakit secara mandiri
d)
D. Masalah keperawatan keluarga telah teratasi seluruhnya
e)
E. Tidak diperlukan tindak lanjut keperawatan keluarga
51.
Perawat mengevaluasi keluarga dengan pasien laki-laki, 65 tahun, menderita Diabetes Melitus tipe 2. Selama dua minggu, keluarga telah dibimbing tentang pengaturan diet dan pemantauan gula darah. Saat evaluasi, keluarga melaporkan pasien lebih jarang mengonsumsi makanan manis, GDS turun dari 320 mg/dL menjadi 210 mg/dL, dan pasien tampak lebih berenergi.
Bagian manakah dalam format SOAP yang paling tepat diisi dengan data “GDS 210 mg/dL”?
a)
A. Subjective
b)
B. Plan
c)
C. Assessment
d)
D. Objective
e)
E. Evaluation
52.
Perawat melakukan evaluasi pada keluarga dengan pasien anak laki-laki, usia 7 tahun yang sering mengalami ISPA berulang. Sebelumnya, keluarga belum memahami pencegahan ISPA. Setelah beberapa kali kunjungan, keluarga mampu menjaga ventilasi rumah, mengurangi asap rokok, dan membawa anak ke puskesmas saat muncul gejala awal batuk dan demam.
Luaran keperawatan utama (SLKI) yang paling tepat pada kasus tersebut adalah
a)
A. Manajemen kesehatan keluarga meningkat
b)
B. Status kesehatan anak meningkat
c)
C. Pola napas anak membaik
d)
D. Risiko infeksi menurun
e)
E. Kepatuhan keluarga terhadap terapi meningkat
53.
Perawat mengevaluasi keluarga dengan pasien lansia laki-laki, 72 tahun, pasca stroke ringan. Keluarga telah dibimbing tentang perawatan di rumah dan pencegahan jatuh. Saat evaluasi, keluarga mampu menjelaskan cara membantu ambulasi, memastikan lantai tidak licin, dan mengingatkan pasien menggunakan alat bantu jalan.
Indikator SLKI yang paling sesuai untuk menilai luaran tersebut adalah
a)
A. Frekuensi jatuh menurun
b)
B. Tingkat ketergantungan pasien menurun
c)
C. Mobilitas fisik pasien meningkat
d)
D. Status keselamatan lingkungan meningkat
e)
E. Aktivitas keluarga mengatasi masalah kesehatan tepat
54.
Perawat mengevaluasi keluarga dengan pasien perempuan, 58 tahun, menderita asma bronkial. Setelah beberapa kali kunjungan, keluarga mampu menyebutkan pencetus asma, membantu penggunaan inhaler dengan benar, menjaga kebersihan rumah, dan segera membawa pasien ke fasilitas kesehatan saat sesak memberat. Tidak ditemukan kekambuhan berat selama satu bulan terakhir.
Keputusan evaluasi keperawatan yang paling tepat pada kasus tersebut adalah
a)
A. Melanjutkan intervensi dengan frekuensi kunjungan yang sama
b)
B. Mengubah rencana keperawatan karena masalah belum teratasi
c)
C. Menghentikan asuhan keperawatan karena tujuan belum tercapai
d)
D. Terminasi asuhan keperawatan dengan rencana tindak lanjut mandiri
e)
E. Merujuk keluarga ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut
55.
Perawat puskesmas melakukan kunjungan sebuah keluarga dalam rangka pelaksanaan Program Indonesia Sehat. Kegiatan dilakukan dengan mendata kondisi kesehatan seluruh anggota keluarga, mengidentifikasi masalah, dan memberikan intervensi sesuai kebutuhan keluarga secara berkesinambungan.
Apakah tujuan utama Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) pada keluarga tersebut?
a)
A. Meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan individu
b)
B. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pendekatan keluarga
c)
C. Menurunkan angka kesakitan penyakit menular saja
d)
D. Memperluas jangkauan pelayanan rumah sakit
e)
E. Meningkatkan jumlah kunjungan ke fasilitas kesehatan
56.
Dalam pelaksanaan PIS-PK, perawat mendatangi sebuah keluarga dan menghitung nilai Indeks Keluarga Sehat (IKS) berdasarkan hasil pendataan 12 indikator keluarga sehat. Nilai tersebut digunakan untuk menentukan status kesehatan keluarga.
Apakah yang dimaksud dengan Indeks Keluarga Sehat (IKS)?
a)
A. Nilai untuk menentukan tingkat kemandirian keluarga
b)
B. Ukuran pencapaian indikator keluarga sehat
c)
C. Jumlah kunjungan keluarga ke puskesmas
d)
D. Penilaian status ekonomi keluarga
e)
E. Alat ukur risiko penyakit kronis
57.
Hasil pendataan PIS-PK pada sebuah keluarga seorang laki-laki, 45 tahun. Dari hasil menunjukkan sebagian besar indikator belum terpenuhi . Nilai IKS keluarga tersebut adalah < 0,5.
Kategori warna apakah yang menunjukkan IKS dari keluarga tersebut di atas?
a)
A. Merah
b)
B. Biru
c)
C. Kuning
d)
D. Hijau
e)
E. Putih
58.
Perawat menemukan sebuah keluarga dengan nilai IKS 0,85. Sebagian besar indikator keluarga telah terpenuhi dan keluarga mampu menjaga perilaku hidup bersih dan sehat.
Kategori status kesehatan keluarga tersebut adalah…
a)
A. Tidak sehat
b)
B. Pra sehat
c)
C. Sehat
d)
D. Rentan sakit
e)
E. Risiko tinggi
59.
Perawat melakukan pendataan PIS-PK pada sebuah keluarga dengan seorang perempuan, 25 tahun, post natal (telah melahirkan) bayi kembar di tolong oleh bidan di klinik bersalin. Kedua bayi dan ibunya terlihat sehat.
Indikator PIS-PK yang terpenuhi pada kasus tersebut adalah
a)
A. Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap
b)
B. Ibu melahirkan di fasilitas kesehatan
c)
C. Ibu hamil mendapatkan pelayanan antenatal
d)
D. Keluarga mengikuti program KB
e)
E. Balita mendapatkan pemantauan tumbuh kembang
60.
Perawat mendatangi rumah sebuah keluarga, terdapat laki-laki, 30 tahun sebagai kepala keluarga bersama istri dan anaknya. Keluarga menerima dengan baik kehadiran perawat dan mendapatkan pelayanan sesuai rencana tindakan keperawatan keluarga yang telah disepakati.
Keluarga tersebut termasuk dalam tingkat kemandirian
a)
A. Tingkat I
b)
B. Tingkat II
c)
C. Tingkat III
d)
D. Tingkat IV
e)
E. Tingkat V
61.
Perawat mendatangi rumah sebuah keluarga, terdapat laki-laki, 20 tahun sebagai kepala keluarga bersama istrinya. Keluarga belum mampu memanfaatkan fasilitas yankes secara aktif dan melaksanakan tindakan pencegahan secara aktif.
Tingkat kemandirian keluarga tersebut adalah
a)
A. Tingkat I
b)
B. Tingkat II
c)
C. Tingkat III
d)
D. Tingkat IV
e)
E. Tingkat V
62.
Perawat menemukan keluarga yang mampu mengenali masalah kesehatan, mengambil keputusan, melakukan perawatan pencegahan dan promotif, memodifikasi lingkungan, dan memanfaatkan fasilitas kesehatan secara mandiri.
Tingkat kemandirian keluarga pada kasus tersebut adalah…
a)
A. Tingkat I
b)
B. Tingkat II
c)
C. Tingkat III
d)
D. Tingkat IV
e)
E. Tingkat V
63.
Perawat mendatangi rumah sebuah keluarga, dimana keluarga tersebut belum mampu melaksanakan tindakan pencegahan secara aktif.
Tingkat kemandirian keluarga tersebut adalah…
a)
A. Tingkat I
b)
B. Tingkat II
c)
C. Tingkat III
d)
D. Tingkat IV
e)
E. Tingkat V
64.
Perawat keluarga menggunakan data PIS-PK dari hasil kunjungan keluarga pada seorang perempuan, 40 tahun sebagai dasar dalam menyusun rencana asuhan keperawatan keluarga di wilayah binaannya.
Manfaat utama data PIS-PK bagi perawat adalah
a)
A. Menentukan diagnosis medis keluarga
b)
B. Menyusun prioritas masalah dan intervensi keluarga
c)
C. Menilai tingkat kepatuhan pasien terhadap terapi
d)
D. Menghitung beban kerja perawat
e)
E. Menentukan tarif pelayanan kesehatan
100 %
