wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

QUIZ MAI

Total questions: 15

Worksheet time: 15mins

Name
Class
Date
1.

Seorang apoteker di industri farmasi akan menentukan kadar klorida dalam tablet loratadin HCl sesuai dengan Farmakope Indonesia Edisi V.Penentuan kandungan klorida dilakukan dengan metode argentometri menggunakan titran perak nitrat 0,095 N  dan 1 ml perak nitrat 0,1 N setara dengan 3,545 mg klorida. Pada titrasi 100 mg serbuk tablet membutuhkan larutan perak nitrat 0,095 N sebanyak 5mL. Berapa kandungan klorida dalam tablet tersebut jika bobot yang dditimbang adalah 15mg ?

a)

1,77

b)

118,16

c)

17,72

d)

177,25

e)

16,83

2.

Bagian riset dan pengembangan industri obat tradisional melakukan pemeriksaan AKK terhadap sediaan sirup imunostimulan yang baru dikembangkan. Hasil pengamatan jumlah koloni bakteri adalah sebagai berikut :

Berapakah total AKK untuk sediaan jamu tersebut ?

a)

12,5 X 10 pangkat 3

b)

20 X 10 pangkat 3

c)

125 X 10 pangkat 3

d)

12,5 X 10 pangkat 3

3.
  1. Departemen QC sedang melakukan pengujian kadar lansoprazole secara KCKT. Sebelum menguji kadar, dilakukan uji kesesuaian sistem dengan menginjeksikan larutan standar sebanyak 1 kali. Dari hasil pengujian tersebut, didapat waktu retensi lansoprazole 6,2 menit dengan lebar puncak 1,26. Berapakah nilai lempeng teoritis yang dihasilkan ?

a)

312

b)

321,44

c)

387,6

d)

389,11

4.

Sebuah Industri Farmasi melakukan uji kapabilitas proses pada produk Amlodipin Tab, pada parameter uji kekerasan di dapatkan nilai rata-rata 7,5 Kp (USL = 15 Kp dan LSL = 7 Kp) dan standar Deviasi pada data tersebut adalah 0,234 tentukan nilai RSD pada penngujian tsb?

a)

3,12

b)

3,1

c)

3,14

d)

3,11

5.

Apoteker bagian penelitian dan pengembangan di Industri Farmasi melakukan validasi metode analisis isoniazid menggunakan KCKT dengan karakteristik batas deteksi. Diketahui standar deviasi residual (Sy/x) 590,72 dan memiliki persamaan y = 65717,4x+5067,3. Berapakah nilai LOD (ppm) metode analisis tersebut?

a)

0,027

b)

0,068

c)

0,086

d)

0,089

6.

Apoteker bagian pengawasan mutu di industri farmasi melakukan penetapan kadar tablet valsartan menggunakan spektofotometri UV-Vis. Absorbansi yang diserap sampel adalah 0,65 dan absorbansi larutan 1% b/v, 1 cm (A 1%, 1 cm) adalah 50. Tebal kuvet yang digunakan adalah 1 cm. Berapakah kadar (g/100mL) bahan tersebut?

a)

0,006

b)

0,013

c)

0,013

d)

0,325

7.

Apoteker bagian QC sedang melakukan penetapan kadar tablet Acetosal. Sampel diambil sebanyak 50mg dan melarutkannya dalam labu 25 ml.   Setelah mengalami pengenceran 20x, diperoleh data absorbansi 0,523, persamaan kurva baku Y = 0,0323X+0,1517. Berapa persen kadar obat tersebut?

a)

78,6

b)

91,96

c)

80,00

d)

98,26

e)

14,95

8.

Apoteker bagian QA melakukan validasi metode analisis penetapan kadar sampel dengan metode KCKT. Apoteker melakukan perhitungan tailing factor pada sampel untuk menilai efisiensi kolom. Hasil kromatogram dapat dilihat sebagai berikut: Berapakah nilai tailing faktor sampel tersebut?

a)

2,27

b)

2,75

c)

2,98

d)

2,75

9.

Seorang analis farmasi akan menguji sediaan denggan etode titrasi untuk menetapkan kadar obat fenilamina. Berdasarkan struktuur. Obat metode titrasi apakah yang sesuai untuk penetapan kadar ini ?

a)

Kompleksometri

b)

Argentometri

c)

Asidimetri

d)

Alkalimetri

e)

Nitrimetri

10.

Apoteker di industri obat tradisional sedang memisahkan kandungan senyawa aktif pada fraksi polar daun salam dengan metode KCKT tipe kromatografi partisi menggunakan fase diam C-18 dan fase gerak metanol : air (1:3). Apakah jenis fase yang digunakan dalam metode tersebut ?

a)

Fase normal, karena fase gerak lebih polar daripada fase diam

b)

Fase normal, karena fase diam lebih polar daripada fase gerak

c)

Fase normal, karena fase diam dan fase gerak sama-sama polar

d)

Fase terbalik, karena fase diam lebih polar daripada fase gerak

e)

Fase terbalik, karena fase gerak lebih polar daripada fase diam

11.

Seorang apoteker di suatu industri farmasi melakukan kontrol kualitas terhadap kandungan ketoprofen gel dengan menggunakan spektrofotometri UV/Vis. Larutan sampel obat memiliki absorbansi 0,3 dan larutan ketoprofen standar 10 mg/mL memiliki absorbansi 0,6. Sebelum pengukuran, sampel dilarutkan dalam 50 mL pelarut, kemudian volumenya diencerkan menjadi 100 mL. Berapakah konsentrasiobat dalam sampel tersebut?

a)

5 mg/ml

b)

100 mg/ml

c)

50 mg/ml

d)

25 mg/ml

e)

10 mg/ml

12.

Bagian pengawasan mutu industri farmasi menyiapkan larutan kalium dihidrogen fosfat (KH2PO4) untuk analisis metformin HCl dalam sediaan tablet. KH2PO4 (BM: 136) ditimbang seberat 3,0 gram dan dilarutkan dalam 100 mL air. Berapakah konsentrasi larutan kalium dihidrogen fosfat yang dibuat tersebut?

a)

0,25 M

b)

0,3 M

c)

0,25 M

d)

0,22 M

e)

0,18 M

13.

Bagian QC PT. Syndrome farma melakukan pengujian kadar tablet Allopurinol 100 mg menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Sampel dilarutkan ke dalam 10 ml pelarut lalu diambil 1 mL dan diencerkan hingga 5 mL. kemudian diambil 200 mikroliter dan diencerkan hingga 5 mL. Hasil persamaan kurva baku didapatkan y = 0,02x+0,04 (kadar dalam ppm). Hasil absorbansi pengujian 0,85. Berapa persen kadar Allopurinol dalam tablet?

a)

50,62%

b)

52,42%

c)

30,85%

d)

71,20%

e)

91,02%

14.

Apoteker Lucinta sedang melakukan uji KLT terhadap dua sampel yang berbeda namun dengan potensi yang sama. Diantara dua sampel tersebut manakah spot yang menunjukkan bahwa sampel tersebut mengandung standar A?

a)

SPOT A

b)

SPOT B

c)

SPOT C

d)

SPOT D

e)

SPOT E

15.

Balai pengujian sedang melakukan analisis Na sorbat dan K-sorbat, dalam minuman yang mengandung kafein menggunakan KCKT. Sistem yang digunakan adalah kolom fase diam C-18, fase gerak dapar asetat (4,4) dan metanol-air (25:75). Log P Na-sorbat 1,35;K-sorbat 1,45; dan Kafein 0,79. Senyawa yang terelusi berturut turut?

a)
  1. Na-sorbat, K-sorbat, Kafein

b)
  1. K-sorbat, Na-sorbat, Kafein

c)

Kafein, Na-sorbat, K-sorbat

d)
  1. Kafein, K-sorbat, K-sorbat

e)

K-sorbat, Na-sorbat, Kafein