wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS Ganjil 2025 - Gerontik

Total questions: 120

Worksheet time: 3600secs

Name
Class
Date
1.

Seorang wanita berusia 68 tahun yang aktif dan sehat bertanya kepada perawat tentang alasan biologis mengapa beberapa orang terlihat lebih tua dibandingkan yang lain meskipun usia mereka sama. Perawat menjelaskan bahwa teori non-stokastik memiliki pandangan berbeda dari teori stokastik tentang penuaan. Apa konsep utama dari teori non-stokastik dalam menjelaskan penuaan?

a)

Penuaan terjadi secara acak akibat akumulasi kerusakan lingkungan.

b)

Penuaan merupakan proses yang telah diprogram secara genetik di tingkat seluler.

c)

Penuaan terjadi akibat gangguan keseimbangan oksidatif dalam tubuh.

d)

Penuaan adalah hasil interaksi antara kerusakan DNA dan metabolisme energi.

e)

Penuaan disebabkan oleh kerusakan jaringan yang tidak dapat diperbaiki oleh tubuh

2.

Apakah implikasi terhadap keperawatan bahwa perawat harus memahami ilmu gerontologi dan geriatri?

a)

Lebih humanis dan individualis

b)

Sesuai dengan adat budaya dan kearifan lokal

c)

Masalah keperawatan yang ditemukan lebih kompleks dan tepat

d)

Intervensi lebih mengutamakan menggunakan bahan alamiah (back to nature)

e)

Pengkajian menjadi lebih detail dan menyeluruh

3.

Seorang mahasiswa keperawatan sedang mempelajari berbagai teori tentang penuaan. Ia menemukan bahwa teori radikal bebas termasuk dalam kelompok teori stokastik, sementara teori program genetik termasuk dalam kelompok teori non-stokastik. Bagaimana teori radikal bebas menjelaskan proses penuaan?

a)

Radikal bebas menyebabkan kerusakan pada molekul penting seperti DNA, protein, dan lipid, yang mengakibatkan penuaan.

b)

Radikal bebas memicu respons autoimun yang menyerang sel tubuh dan mempercepat penuaan.

c)

Radikal bebas mengurangi produksi hormon yang mengatur regenerasi sel tubuh.

d)

Radikal bebas meningkatkan aktivitas gen yang mengontrol apoptosis (kematian sel).

e)

Radikal bebas memperlambat metabolisme tubuh, sehingga memengaruhi penuaan

4.

Seorang wanita berusia 61 tahun menolak memberitahukan umurnya saat dimintai data oleh petugas desa. Ia juga menolak dipanggil oma oleh cucunya. Terkadang ia sering termenung sendiri dan menanyakan pada perawat bahwa mengapa waktu cepat berlalu padahal masih banyak yang hendak ia capai. Lansia tipe apakah ibu tersebut?

a)

Tipe Ketergantungan

b)

Tipe Defensif

c)

Tipe Militan dan serius

d)

Tipe pemarah/frustasi

e)

Tipe putus asa/pembenci

5.

Sepasang suami isteri dengan umur sebaya yaitu berusia 43 tahun. Rambut sang suami sudah mulai rontok dan 70% berwarna putih, sedangkan rambut isterinya masih 95% hitam mengkilap. Pada kasus diatas, apakah faktor yang membedakan keduanya?

a)

Herediter

b)

Nutrisi

c)

Pengalaman hidup

d)

Stress

e)

Lingkungan

6.

Seorang pria berusia 72 tahun mengeluh mudah lelah, sering sakit kepala, dan penurunan berat badan dalam enam bulan terakhir. Setelah ditelusuri, ia memiliki kebiasaan merokok sejak usia muda dan jarang berolahraga. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar vitamin D yang rendah. Dokter menjelaskan bahwa faktor gaya hidup dan lingkungan dapat memengaruhi proses penuaan. Faktor eksternal apa yang paling mungkin berkontribusi terhadap kondisi pasien ini?

a)

Genetik dan kadar hormon tubuh

b)

Status nutrisi dan kebiasaan merokok

c)

Ras dan predisposisi terhadap penyakit tertentu

d)

Pengalaman hidup dan kadar stres emosional

e)

Gangguan keseimbangan hormonal akibat usia

7.

Seorang wanita berusia 67 tahun pindah ke rumah anaknya setelah pensiun dan menjual rumahnya. Ia merasa tidak lagi memiliki kendali atas kehidupannya dan sering bertengkar dengan menantunya karena perbedaan cara pengasuhan cucu. Wanita tersebut mengungkapkan bahwa ia merasa kehilangan otonomi dan peran yang bermakna dalam keluarga. Apa strategi yang tepat untuk membantu lansia ini menghadapi perubahan psikososial yang dialaminya?

a)

Membantunya membangun kembali rasa otonomi dengan mendiskusikan peran yang sesuai dalam keluarga

b)

Menyarankan untuk menerima peran baru tanpa mempertanyakan situasi yang terjadi

c)

Mengurangi keterlibatan lansia dalam urusan keluarga untuk menghindari konflik

d)

Mengarahkan lansia untuk fokus pada aktivitas spiritual dan mengabaikan masalah sehari-hari

e)

Mengusulkan pemisahan tempat tinggal agar ia dapat lebih mandiri

8.

Seorang pria berusia 65 tahun didiagnosis dengan hipertensi dan diabetes tipe 2, serta memiliki riwayat stres kronis akibat pekerjaannya. Ia ingin tahu bagaimana kondisinya dapat memengaruhi penuaan. Dokter menjelaskan bahwa kombinasi faktor internal dan eksternal memainkan peran penting dalam mempercepat proses penuaan. Manakah kombinasi faktor berikut yang paling mungkin mempercepat penuaan pada pasien ini?

a)

A. Penyakit kronis, kadar hormon, dan ras

b)

B. Penyakit kronis, stres kronis, dan gaya hidup

c)

C. Genetik, pengalaman hidup, dan nutrisi buruk

d)

D. Lingkungan kerja, status kesehatan, dan predisposisi genetik

e)

E. Nutrisi buruk, kadar hormon, dan pengalaman hidup

9.

Seorang lansia perempuan berusia 67 tahun. Ia termasuk lansia yang mengalami penurunan pada sistem persyarafan, kondisi yang dapat terjadi pada lansia perempuan tersebut adalah sebagai berikut

a)

Vertikel kiri mengalami perubahan fungsi karena kondisi hipertropi

b)

Penurunan fungsi pendengaran karena presbiaskusis

c)

Rentan terjadi dehidrasi karena syaraf pengatur keseimbangan cairan mengalami penurunan

d)

Terjadi nafas pendek, hal ini dapat disebabkan karena volume cadangan paru bertambah

e)

Terjadi tremor dan saat memegang gelas dapat terjadi karena penurunan koordinasi

10.

Beberapa lansia yang berada di RPSTW Budi Daya Karawang mengalami keadaan yang disebut KIFOSIS. Keadaan ini pada lansia terjadi karena..

a)

Diskus intervertebralis menipis

b)

Tulang kehilangan density

c)

Persendian menjadi kaku

d)

Atropi serabut otot

e)

Tendon mengerut

11.

Seorang laki-laki berusia 67 tahun mengeluh penglihatannya kini buram. Gangguan atau penurunan penglihatan pada lansia kemungkinan disebabkan oleh...

a)

Kornea berbentuk silindris

b)

Lensa lebih terang

c)

Ambang toleransi terhadap cahaya seimbang

d)

Spingkter pupil mengalami sklerosis

e)

Peningkatan daya akomodasi mata

12.

Puskesmas Margahayu termasuk puskesmas santun lansia. Perbedaan Puskesmas santun lansia dengan Puskesmas yang biasa dapat dilihat dari segi…

a)

Jam buka

b)

Sarana

c)

Jenis pelayanan Sasaran Penanggungjawab

d)

Sasaran

e)

Penanggungjawab

13.

Seorang lansia berusia 68 tahun memiliki riwayat hipertensi. Perawat memberinya edukasi tentang pola makan sehat rendah garam dan pentingnya mengelola stres untuk menjaga tekanan darah tetap stabil. Lansia tersebut mulai mempraktikkan pola hidup sehat dan melaporkan bahwa tekanannya lebih terkendali. Intervensi keperawatan wellness yang dilakukan perawat ini bertujuan untuk...

a)

Meningkatkan kesehatan biologis melalui pengaturan pola makan

b)

Mengurangi stres emosional melalui terapi psikologis

c)

Meningkatkan kebutuhan sosial melalui keterlibatan keluarga

d)

Memberikan kenyamanan melalui pengelolaan gejala hipertensi

e)

Memenuhi kebutuhan keamanan melalui kontrol lingkungan yang baik

14.

Seorang wanita lansia berusia 68 tahun sering merasa tidak dihargai oleh anak-anaknya yang sibuk dengan pekerjaan. Ia mengeluh merasa kesepian dan tidak berdaya. Perawat menyarankan wanita tersebut untuk bergabung dengan kelompok komunitas lansia agar ia merasa lebih terlibat dan dihargai. Pendekatan perawat ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan lansia dalam aspek....

a)

Sosial dengan meningkatkan hubungan interpersonal

b)

Fisik dengan mengurangi risiko penyakit akibat isolasi

c)

Mental dengan mengurangi gejala kecemasan

d)

Emosional dengan meningkatkan rasa percaya diri

e)

Aman dengan menyediakan lingkungan yang mendukung

15.

Saat kita memberi asuhan keperawatan kepada lansia, perlu memperhatikan beberapa hal terutama resiko jatuh. Upaya pencegahan lansia terjatuh di kamar mandi yaitu

a)

Memperhatikan jenis ubin kamar mandi

b)

Memberi mat khusus di lantai kamar mandi

c)

Mengatur posisi bak mandi

d)

Melihat jenis closet

e)

Melihat jenis pintu kamar mandi

16.

Jika di rumah lansia terdapat AC dan kulkas. Hal apa yang harus disampaikan kepada lansia untuk diwaspadai?

a)

Resiko kebakaran

b)

Resiko keracunan monoksida

c)

Resiko kerusakan arus listrik

d)

Resiko injuri

e)

Resiko chemical injuri

17.

Seorang lansia dibawa ke panti 4 hari yang lalu oleh saudaranya, lansia tersebut hidup seorang diri tanpa pasangan dan anak. Ia selalu tampak murung dan menolak makan. Menolak berbagai aktivitas dan kegiatan yang ada di panti. Kemungkinan penyebab lansia tersebut mengalami depresi adalah....

a)

Sakit hati oleh saudaranya

b)

Kehilangan harta bendanya

c)

Kehilangan teman-temannya

d)

Perubahan fungsi tubuhnya

e)

Perubahan lingkungan yang asing

18.

Perawat home care mengunjungi klien lansia. Perawat menemui klien di kamarnya, hasil pengkajian didapatkan data tangan, kaki, punggung memar, saat diajak bicara tidak mau menjawab, pandangan mata selalu melihat ke arah pintu, KATZ Index kategori B yaitu bermasalah dalam hal berpakaian. Keluarga mengatakan bahwa lansia sering terjatuh. Apakah yang harus dilakukan perawat?

a)

Mengkaji caregiver’s stress level

b)

Melaporkan kasus sebagai elder abuse

c)

Memberi support system kepada lansia

d)

Bekerjasama lintas sektoral dengan pemuka agama

e)

Bekerjasama lintas sektoral dengan tokoh masyarakat

19.

Hasil pengkajian didapatkan data terdapat bunyi ronchi di kedua area paru-paru anterior, respirasi 34x/menit, score pemeriksaan SPSMQ adalah 5, KATZ Index kategori A, riwayat pneumonia (+), menggunakan kacamata presbikusis. Perawat akan mengajarkan klien tentang latihan batuk efektif. Apakah media yang tepat digunakan?

a)

Pemutaran video

b)

Penjelasan poster

c)

Pemberian leaflet

d)

Pemutaran audio

e)

Penggunaan Flipchart

20.

Berdasarkan UU No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan, upaya pemeliharaan kesehatan bagi lanjut usia harus ditujukan untuk menjaga agar tetap hidup sehat dan produktif secara sosial maupun ekonomis. Pemerintah membuat program-program untuk dilaksanakan di tingkat puskesmas. Apakah bentuk upaya pelaksanaan program yang dimaksud?

a)

Pembentukan masyarakat peduli lansia

b)

Penempatan perawat home care

c)

Pemberdayaan LSM terkait

d)

Program dokter keluarga

e)

Pembentukan posbindu

21.

Seorang wanita berusia 66 tahun mempunyai riwayat riwayat jatuh, pendengaran berkurang, riwayat diabetes mellitus sejak 2 tahun, mengatakan sering melihat kodok putih berbaris di mejanya menggunakan sepatu merah, KATZ Index kategori C, hasil SPSMQ menunjukkan kerusakan intelektual ringan. Apakah diagnosa keperawatan prioritas pada kasus diatas?

a)

Gangguan persepsi sensori : Halusinasi penglihatan

b)

Resiko ketidakstabilan kadar glukosa darah

c)

Gangguan mobilitas fisik

d)

Gangguan memori

e)

Resiko jatuh

22.

Seluruh lansia yang datang ke Posbindu Mawar diajak untuk melakukan latihan fisik sesuai dengan kemampuannya. Apakah tujuan latihan fisik tersebut?

a)

Meningkatkan memori saat mengingat gerakan dan keseimbangan tubuh

b)

Meningkatkan kekuatan otot panggul dan metabolisme sel

c)

Meningkatkan kekuatan otot, memperbaiki keseimbangan tubuh dan gaya berjalan

d)

Mengurangi resiko jatuh berulang dan meningkatkan kemampuan reabsorpsi dengan meningkatkan kemampuan motilitas usus

e)

Meningkatkan ekspansi paru maksimal, meningkatkan kualitas tidur

23.

Seorang laki-laki, 60 tahun, dirawat di RS dengan Benigna Prostat Hipertrofi. Hasil pengkajian: terdapat distensi kandung kemih. Saat dilakukan pemasangan folley kateter terjadi tahanan pada uretra. Apakah tindakan yang tepat dilakukan pada kasus tersebut?

a)

Mengganti kateter ukuran yang lebih kecil

b)

Melanjutkan untuk mendorong folley kateter

c)

Menghentikan dorongan folley kateter

d)

Menganjurkan pasien untuk nafas dalam

e)

Melaporkan pada perawat senior

24.

Laki-laki berusia 70 tahun datang ke poliklinik dengan riwayat diabetes melitus, ia mengeluh cemas akan penurunan kemampuan seksnya, libido seksnya menurun dan merasa cepat lelah. Apakah masalah keperawatan utama pada pasien diatas?

a)

Gangguan Mobilisasi fisik

b)

Gangguan Keamanan dan Kenyamanan

c)

Disfungsi seksual berhubungan dengan perubahan struktur/fungsi tubuh yang ditandai dengan perubahan dalam mencapai kepuasan seksual

d)

Perubahan pola seksualitas

e)

Gangguan gambaran diri sehubungan dengan perubahan bentuk salah satu anggota tubuh

25.

Seorang perempuan, 72 tahun datang ke poliklinik geriatri, mengeluh tengkuk terasa berat, kepala pusing, dada berdebar, serta pandangan kabur. Hasil pengkajian: TD 180/100 mmHg, frekuensi nadi 95x/menit ireguler, lensa mata kiri tampak keruh. Saat ini masih mampu melakukan aktivitas dengan mandiri. Apakah kriteria evaluasi pada kasus tersebut?

a)

Kontrol nyeri

b)

Status fungsional

c)

Tingkat risiko jatuh

d)

Status kardiopulmonal

e)

Perilaku mencari pelayanan Kesehatan

26.

Seorang laki-laki, 75 tahun, tinggal di panti werdha sejak 5 tahun yang lalu. Klien mengeluh: kurang mendengar, gatal dan berdenging pada kedua telinga. Hasil pemeriksaan ditemukan: ada cairan ditelinga kiri dan kemerahan pada liang telinga kanan, klien tampak sering menggaruk kedua telinganya. Apakah pengkajian lanjutan pada kasus tersebut?

a)

Fungsi pendengaran

b)

Riwayat penyakit

c)

Keseimbangan

d)

Palpasi telinga

e)

Kebersihan diri

27.

Laki-laki berusia 70 tahun datang ke poliklinik dengan riwayat diabetes melitus, ia mengeluh cemas akan penurunan kemampuan seksnya, libido seksnya menurun dan merasa cepat lelah. Apakah masalah keperawatan utama pada pasien diatas?

a)

Gangguan Mobilisasi fisik

b)

Gangguan Keamanan dan Kenyamanan

c)

Disfungsi seksual berhubungan dengan perubahan struktur/fungsi tubuh yang ditandai dengan perubahan dalam mencapai kepuasan seksual

d)

Perubahan pola seksualitas

e)

Gangguan gambaran diri sehubungan dengan perubahan bentuk salah satu anggota tubuh

28.

Seseorang perempuan, 65 tahun tinggal di panti wredha, memiliki riwayat DM. Klien mengeluh sulit tidur sudah satu minggu. Hasil pengkajian: klien terlihat bingung, saat berinteraksi mudah tersinggung, tampak tidak konsentrasi, TD 150/80 mmHg dan frekuensi nadi 79x/menit. Seluruh aktivitas klien dapat dilakukan dengan mandiri. Apakah pengkajian yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Status nutrisi

b)

Status afektif

c)

Status kognitif

d)

Kualitas tidur

e)

Status fungsional

29.

Seorang perempuan, berusia 68 tahun tinggal di panti werdha sejak 2 tahun yang lalu. Sudah dua minggu, klien mengeluh nyeri pada daerah lutut, dan kram pada betis di malam hari. Hasil pengkajian: Klien tampak berjalan perlahan, nyeri skala 3, TD 120/80 mmHg, frekuensi nadi 88 x/menit. Apakah tindakan keperawatan pada kasus tersebut?

a)

Mengajarkan latihan ROM

b)

Mengajarkan rileksasi napas dalam

c)

Memberikan kompres hangat pada lutut

d)

Menganjurkan diet rendah protein dan purin

e)

Memberikan edukasi tentang proses penyakit

30.

Seorang laki – laki berusia 72 tahun mengeluh sesak nafas setelah berolahraga, klien mengeluh tubuhnya terasa dingin, nadi tidak teratur. Hasil wawancara klien memiliki riwayat hipertensi sejak 5 tahun yang lalu. Apakah tindakan keperawatan prioritas akan anda berikan pada kasus di atas?

a)

Memberikan oksigen dosis 5 liter

b)

Menganjurkan bedrest

c)

Memberikan posisi semi fowler

d)

Menganjurkan istirahat

e)

Menganjurkan nafas dalam

31.

Seorang perempuan berusia 67 tahun dirawat disebuah panti werdha dengan masalah inkontinensia urine. Perawat melaksanakan kateterisasi urine intermitten untuk mengatasi masalah tersebut. Apakah hasil yang diharapkan dari tindakan tersebut?

a)

Klien terbebas dari iritasi kulit

b)

Intake cairan dapat dipertahankan

c)

Linen tidak basah akibat kebocoran urin

d)

Kandung kemih dapat dipalpasi oleh perawat

e)

Bebas dari kebocoran urin diantara waktu berkemih

32.

Seorang perempuan, berusia 70 tahun dengan riwayat DM datang ke poliklinik geriatri, mengeluh tidak nafsu makan sejak 1 bulan lalu karena mual dan kembung. Hasil pengkajian: Klien tampak lemah, TB 155 cm, BB 48 kg, TD 130/90 mmHg.. dan nyeri tekan pada area epigastrium. Keluarga mengatakan klien lebih banyak diam di rumah dan jarang mandi. Apakah masalah keperawatan yang paling tepat pada kasus?

a)

Koping individu tidak efektif

b)

Defisit perawatan diri

c)

Defisit nutrisi

d)

Nausea

e)

Nyeri

33.

Seorang laki-laki berusia 78 tahun tinggal di RPSTW Budi Darma, 2 hari yang lalu telah berobat ke Puskesmas ia mengalami gangguan pernafasan keluhan yang dirasakan saat ini mengeluh sesak nafas, batuk berdahak, berkeringat di malam hari, batuk bercampur darah. Saat di lakukan pemeriksaan fisik suhu 38,5°C, ronchi (+), respirasi 28x/menit. Apa masalah keperawatan yang tepat pada klien tersebut?

a)

Gangguan pola nafas

b)

Gangguan pertukaran gas

c)

Tidak efektifnya bersihan jalan nafas

d)

Kurang pengetahuan tentang TBC paru

e)

Resiko penularan pada anggota keluarga yang lain

34.

Seorang perempuan berusia 70 tahun mengeluh pusing, nyeri pada pundak skala 4, tekanan darah 150/110 mmHg, saat diwawancara klien mengatakan keluhan seperti ini biasa untuk se usianya dan tidak perlu berobat. Implementasi apa yang paling tepat untuk klien diatas?

a)

Melakukan teknik relaksasi nafas dalam

b)

Melakukan refreshing bersama keluarga

c)

Melakukan penyuluhan tentang perawatan hipertensi

d)

Melakukan terapi aktifitas kelompok : life review

e)

Melakukan rujukan ke rumah sakit.

35.

Seorang laki-laki, 62 tahun, tinggal dirumah bersama keluarga dengan riwayat post stroke satu bulan yang lalu. Klien mengatakan ingin dapat beraktivitas mandiri kembali. Data hasil pengkajian: Klien mengalami hemiparesis dextra dengan kekuatan otot ekstremitas kanan tiga; menggunakan kursi roda untuk mobilisasi; TD 138/88mmHg, dan frekuensi nadi 76x/menit. Apakah pengkajian lanjutan pada kasus tersebut?

a)

Psikososial

b)

Keseimbangan

c)

Status kognitif

d)

Status fungsional

e)

Fungsi otot dan syaraf

36.

Seorang laki-laki berusia 76 tahun mengalami kesulitan berjalan, kaki klien tampak kaku, klien mengeluh nyeri pada kedua kakinya bila digerakkan, scala nyeri 3 dari rentang 5, klien tampak meringis bila kedua kaki digerakkan. Klien menggunakan tongkat untuk membantu berjalan, nilai hasil pengkajian barthel indeks 80 (ketergantungan sebagian). Klien mempunyai riwayat post stroke 2 kali, dirawat dengan parestesia pada kedua ekstremitas bawah terjadi di tahun 2002, serangan kedua pada tahun 2008. Keadaan sekarang TD 150/100mmHg, nadi 70x/menit, suhu normal, RR 30x/menit. Apakah masalah keperawatan yang tepat berdasarkan kasus diatas?

a)

Gangguan interaksi

b)

Gangguan rasa nyaman nyeri

c)

Resiko tinggi jatuh/injury

d)

Kerusakan mobilitas fisik

e)

Gangguan immobilisasi

37.

Seorang laki-laki berusia 81 tahun, tinggal di panti wreda mengeluh sudah seminggu tidak BAB dan feces selalu keras. Data hasil pengkajian: frekuensi bising usus 3x/menit, teraba massa feses pada abdomen kwadran kiri bawah, klien jarang beraktivitas karena mengalami kontraktur pada ekstremitas kanan bawah. Klien mengatakan mengurangi minum karena takut mengompol. Apakah tindakan keperawatan yang utama pada kasus tersebut?

a)

Kaji adanya obat yang mempengaruhi motilitas usus

b)

Memberikan edukasi tentang konstipasi

c)

Tingkatkan aktivitas dan latihan fisik

d)

Diet tinggi serat

e)

Lakukan enema

38.

Seorang wanita berusia 64 tahun, dapat menyebutkan hari dengan benar, tapi tidak mampu menyebutkan tanggal dan tahun. Ketika ditanya tempat keberadaannya klien dapat menjawab dengan benar bahwa dia sedang di panti wredha. Perawat menyebutkan 3 objek : handuk, ember, sabun, kemudian meminta klien untuk menyebutkan kembali ketiga objek tersebut. Klien hanya mampu mengulang 2 objek dengan benar yaitu handuk dan sabun. Perawat meminta klien untuk memulai angka 100 kemudian dikurang 7 kali /tingkat, klien hanya benar 93 dan 86 yang lainnya keliru. Klien diminta kembali menyebutkan 3 objek yang tadi, klien hanya dapat mengingat 1 yaitu handuk. Perawat menunjukkan dua buah benda ke klien dan klien bisa menjawabnya dengan benar. Perawat meminta klien untuk mengulang kata berikut : ‘tak ada jika, dan atau tetapi. Klien hanya mampu mengulang ‘tak ada jika’. Perawat memberi perintah 3 langkah yaitu ambil kertas, lipat dua, taruh dilantai. Klien mampu melakukan ke 3 langkah tersebut. Perawat meminta klien tutup mata, klien dapat melakukannya. Perawat meminta klien menyalin kalimat dan membuat gambar, klien hanya mampu menyalin kalimat sedangkan menggambar klien tidak mampu. Pengkajian diatas merupakan ....................

a)

Barthel indeks

b)

MMSE

c)

SPSMQ

d)

Katz indeks

e)

Pengkajian psikososial

39.

Seorang wanita berusia 66 tahun mempunyai riwayat jatuh, pendengaran berkurang, riwayat diabetes mellitus sejak 2 tahun, mengatakan sering melihat kodok putih berbaris di mejanya menggunakan sepatu merah, KATZ Index kategori C, hasil SPSMQ menunjukkan kerusakan intelektual ringan. Apakah diagnosa keperawatan prioritas pada kasus diatas?

a)

Gangguan persepsi sensori : Halusinasi penglihatan

b)

Resiko ketidakstabilan kadar glukosa darah

c)

Gangguan mobilitas fisik

d)

Gangguan memori

e)

Resiko jatuh

40.

Seorang pasien dengan BPH (Benigna Prostat Hiperplasia) sedang menjalani operasi TURP (Transurethral Resection of the Prostate) dan mendapatkan irigasi kandung kemih. Sebelum tindakan dilakukan, perawat bedah memberikan penjelasan dan meminta persetujuan pasien. Apakah nilai etik utama yang menjadi pedoman perawat dalam tindakan tersebut?

a)

Keadilan

b)

Kebebasan

c)

Persamaan hak

d)

Harga diri manusia

e)

Mendahulukan kepentingan orang lain

41.

Seorang laki-laki, 65 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan sulit dan nyeri saat BAK. Hasil pengkajian: menetes saat kencing, memulai kencing yang lama dan harus mengedan, kandung kemih teraba penuh, TD 140/90 mmHg, frekuensi napas 20x/menit, dan frekuensi nadi 84x/menit. Pasien sering bertanya dengan kondisinya. Apakah masalah keperawatan pada kasus tersebut?

a)

Cemas

b)

Hipovolemia

c)

Inkontinensia urine

d)

Retensi urine

e)

Nyeri akut

42.

Seorang laki-laki usia 60 tahun dirawat diruang penyakit syaraf dengan diagnosa medis stroke. Dari hasil anamnesa di dapatkan keadaan umum lemah, hemipharase sinistra, bicara pelo dan tersedak saat screening dysphagia. TD 150/100 mmHg, frekuensi nafas 23 x/menit, nadi 95 x/menit, suhu 36,8°C. Sehingga diperlukan pemasangan NGT untuk memberikan nutrisi yang adekuat. Apakah diagnosis keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Resiko aspirasi

b)

Kerusakan mobilitas fisik

c)

Hambatan komunikasi verbal

d)

Resiko ketidakefektifan perfusi jaringan serebral

e)

Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan

43.

Pasien laki-laki berusia 61 tahun sudah mulai kesulitan mengontrol BAK dan sering mengompol di celananya saat tidak mampu lagi menahan BAK. Berdasarkan kasus diatas apa yang harus dilakukan oleh perawat?

a)

Melatih pasien mengontrol emosinya

b)

Melatih pasien mengontrol BAK dengan meminum obat

c)

Melatih pasien menggunakan diapers lansia

d)

Melatih pasien mengontrol otot suprapubiknya dengan senam kegel

e)

Melatih pasien mengontrol BAK dengan latihan nafas dalam

44.

Seorang laki-laki, umur 72 tahun tinggal bersama anak dan cucunya. Keluarga mengatakan beberapa bulan terakhir klien mengatakan malas makan. Hasil pengkajian: klien tampak tidak banyak melakukan aktifitas, dari hasil perhitungan BMI klien adalah gizi kurang. Apakah intervensi keperawatan utama pada kasus tersebut?

a)

Rencanakan pengelolaan berat dan tinggi badan

b)

Berikan penyuluhan tentang bahaya menahan lapar

c)

Berikan dukungan positif terkait nafsu makan klien

d)

Berikan penkes tentang kebutuhan nutrisi yang sesuai

e)

Rundingkan dengan ahli gizi dalam pengaturan pola makan

45.

Seorang wanita berusia 65 tahun, 3 hari tinggal di panti werdha, mengatakan bahwa kegiatan di panti seperti senam, kesenian, keagamaan dan terapi aktifitas kelompok tidak ada yang disenangi dan suasana panti sangat membosankan. Apakah tindakan keperawatan yang tepat untuk klien ini?

a)

Membantu klien beradaptasi dengan lingkungan secara bertahap

b)

Mendesak klien segera bergabung dengan penghuni panti yang lain

c)

Menyarankan klien untuk mencari panti lain yang sesuai seleranya

d)

Menyusun program kegiatan baru sesuai dengan keinginan klien

e)

Membuat kegiatan yang dapat dilakukan klien sendirian

46.

Seorang laki-laki, umur 68 Tahun, dirawat diruang rawat inap Puskesmas sejak 3 hari lalu. Klien mengeluh sesak napas. Hasil pemeriksaan: frekuensi napas: 32 x/menit, frekuensi nadi: 100X/menit, TD 150/90 mmHg, adanya batuk produktif dengan mengeluarkan sputum, auskultasi suara nafas ronchi. Apakah intervensi keperawatan prioritas dari kasus tersebut?

a)

Berikan terapi O2

b)

Mencatat pergerakan dinding dada

c)

Dorong klien untuk bernapas pelan

d)

Keluarkan secret dengan batuk efektif

e)

Monitor kecepatan dan kedalaman respirasi

47.

Seorang wanita berusia 65 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri pada bagian punggung dan posturnya terasa lebih bungkuk. Pasien didiagnosa oleh dokter mengalami osteoporosis. Bagaimanakah terjadinya osteoporosis pada pasien diatas?

a)

Pasien kurang aktifitas

b)

Kurang aliran darah ke tulang

c)

Ketidakseimbangan antara reabsopsi tulang dan formasi tulang

d)

Kurang terpapar sinar matahari

e)

Gangguan absorpsi kalsium ke dalam tulang

48.

Saat kunjungan rumah didapati laki-laki 65 tahun dengan keluhan penurunan pendengaran sehingga sulit berkomunikasi dengan orang lain. Klien mengatakan kedua telinganya sering berdengung sejak tiga tahun terakhir. Klien memiliki riwayat darah tinggi sejak usia berusia 45 tahun. Apakah teknik berkomunikasi keperawatan yang digunakan pada kasus tersebut?

a)

Meningkatkan intonasi suara hingga klien mendengar

b)

Menggunakan ekspresi wajah dengan intonasi suara rendah

c)

Menatap wajah klien, berbicara perlahan dan intonasi normal

d)

Menatap wajah klien dan bicara dengan cepat

e)

Menggunakan bahasa isyarat

49.

Seorang perempuan, umur 65 tahun tinggal di panti werdha. Klien mengeluh nyeri kaki, lutut dan otot betisnya sesekali terasa ngilu. Pada saat membantu klien ke kamar mandi perawat tidak memperhatikan lingkungan dan privasi klien sehingga aurat klien terlihat. Apakah prinsip etik yang di langgar oleh perawat pada kasus tersebut?

a)

Justice

b)

Veracity

c)

Autonomy

d)

Beneficience

e)

Nonmaleficience

50.

Seorang laki-laki, umur 67 tahun, datang ke Puskesmas ditemani keluarganya. Klien mengeluh BAB cair 5x sehari, mual, muntah sudah 2x sejak 2 hari yang lalu. Hasil pengkajian didapatkan mukosa bibir kering, turgor kulit jelek, TD: 150/90 mmHg, suhu: 37.9°C, frekuensi Nadi 87x/menit, frekuensi napas: 19x/menit. Apakah masalah keperawatan prioritas pada kasus tersebut?

a)

Defisit volume cairan

b)

Risiko infeksi

c)

Hipertermi

d)

Nyeri akut

e)

Ansietas

51.

Seorang wanita lansia berusia 65 tahun mengatakan bahwa ia sering merasa lelah meskipun tidak melakukan banyak aktivitas. Ia juga mengalami penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas dalam beberapa bulan terakhir. Selain nyeri dan bengkak pada sendi kecil, hasil laboratorium menunjukkan anemia ringan. Apa yang menjadi aspek penting dalam pengkajian rheumatoid arthritis pada kasus ini?

a)

Pola makan lansia untuk mendeteksi kekurangan nutrisi

b)

Gejala sistemik seperti kelelahan dan penurunan berat badan

c)

Riwayat penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS)

d)

Tingkat stres emosional yang memengaruhi kondisi sendi

e)

Pemeriksaan fisik pada sendi besar seperti lutut dan bahu

52.

Seorang pria lansia berusia 70 tahun dengan rheumatoid arthritis kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari, seperti mengenakan pakaian dan memasak. Perawat mengajarkan penggunaan alat bantu seperti pegangan khusus untuk sendok dan pakaian dengan velcro untuk mengurangi beban pada sendi. Intervensi yang diberikan perawat tersebut bertujuan untuk:

a)

Meningkatkan kemandirian lansia dalam aktivitas sehari-hari

b)

Mengurangi risiko cedera akibat deformitas sendi

c)

Menghilangkan kebutuhan perawatan oleh keluarga

d)

Mempercepat proses penyembuhan arthritis

e)

Meningkatkan sirkulasi darah pada sendi yang bengkak

53.

Seorang pria lansia berusia 80 tahun yang tinggal sendiri dilaporkan oleh tetangganya sering lupa mematikan kompor setelah memasak. Ketika perawat melakukan pengkajian, ia tampak bingung tentang lokasi perabot di rumahnya sendiri dan menunjukkan kesulitan merencanakan kegiatan sederhana. Apa aspek penting yang perlu dikaji oleh perawat untuk mengidentifikasi tingkat keparahan dimensi pada lansia ini?

a)

Pola aktivitas harian dan tingkat bahaya di rumah

b)

Keseimbangan tubuh dan risiko jatuh saat beraktivitas

c)

Hubungan interpersonal dengan tetangga dan keluarga

d)

Riwayat penyakit kronis yang memengaruhi fungsi otak

e)

Tingkat stres emosional akibat tinggal sendirian

54.

Seorang lansia pria berusia 78 tahun, yang beragama Islam, berada di akhir hayatnya setelah bertahun-tahun berjuang melawan penyakit jantung. Keluarga dan perawat merasa penting untuk memahami pandangannya terhadap kematian dalam konteks agama Islam, yang mengajarkan bahwa kematian adalah perpisahan antara ruh dan jasad, dan ruh kembali ke Allah SWT. Pasien mengungkapkan perasaan berdosa dan takut akan kematian yang menyakitkan, serta takut tidak diterima oleh Tuhan. Intervensi perawat yang sesuai untuk membantu pasien ini mengatasi kecemasan terkait kematian adalah

a)

Mengajarkan pasien untuk menerima kematian sebagai proses alamiah tanpa memandang agamanya.

b)

Mendorong pasien untuk menghindari diskusi lebih lanjut tentang kematian agar tidak memperburuk kecemasannya.

c)

Menghargai pandangan agama pasien dan menawarkan dukungan spiritual melalui doa dan penghiburan sesuai dengan keyakinannya.

d)

Memberikan konseling yang menekankan bahwa kematian adalah akhir dari segala sesuatu dan harus diterima dengan lapang dada.

e)

Memastikan pasien tetap terhubung dengan keluarga untuk membantu mengurangi kecemasannya tanpa memperkenalkan topik agama.

55.

Seorang wanita lansia berusia 75 tahun dengan diagnosis kanker stadium lanjut mengalami kecemasan yang sangat tinggi terkait dengan kematiannya yang semakin dekat. Ia sering mengungkapkan rasa takut tentang kematian yang menyakitkan dan merasa sendirian. Perawat merasa perlu memberikan dukungan emosional yang sesuai dengan pandangan budaya pasien tentang kematian, yang berakar dalam tradisi agama dan spiritualitasnya. Aspek apa yang perlu diperhatikan perawat dalam memberikan dukungan kepada pasien ini?

a)

Mendorong pasien untuk menyelesaikan urusan praktis seperti surat wasiat dan perencanaan pemakaman.

b)

Menghindari pembicaraan tentang kematian untuk mencegah meningkatkan kecemasannya.

c)

Memberikan ruang bagi pasien untuk berbicara tentang kepercayaannya terkait kehidupan setelah kematian dan memberikan kenyamanan emosional berdasarkan keyakinannya.

d)

Menyarankan pasien untuk mengabaikan rasa takut dan fokus pada perawatan medis saja.

e)

Mengarahkan pasien untuk segera menerima perawatan paliatif tanpa membahas apa yang ia rasakan tentang kematian.

56.

Seorang pria lansia berusia 82 tahun yang tinggal di rumah perawatan sering kali mengabaikan kebersihan pribadi, seperti tidak mau mandi atau menyikat gigi. Ia mengeluh merasa lelah dan tidak nyaman saat melakukan kegiatan tersebut. Perawat melakukan pendekatan dengan sabar dan menawarkan bantuan secara bertahap untuk meningkatkan kebiasaan higiene pribadi. Intervensi keperawatan yang dilakukan perawat bertujuan untuk:

a)

Meningkatkan kemandirian lansia dalam merawat diri

b)

Menurunkan risiko infeksi dengan perawatan higiene

c)

Mengurangi perasaan frustrasi dengan memberi pujian

d)

Membantu lansia untuk mengatasi kesulitan fisik yang ada

e)

Meningkatkan komunikasi dengan anggota keluarga melalui perawatan pribadi

57.

Seorang pria lansia berusia 80 tahun dengan kondisi kesehatan yang memburuk cenderung menghindari pertemuan sosial dan lebih suka menghabiskan waktu di kamar. Ia tidak ingin berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang disarankan oleh keluarga atau perawat. Perawat memberikan dukungan emosional dan mencoba mengajak pria tersebut untuk mengikuti kegiatan seni atau kerajinan tangan yang sesuai dengan minatnya. Intervensi yang dilakukan oleh perawat ini bertujuan untuk:

a)

Mengurangi kecemasan dengan kegiatan fisik yang mengalihkan perhatian

b)

Meningkatkan motivasi untuk bergabung dalam kegiatan sosial

c)

Menurunkan risiko gangguan tidur dengan aktivitas yang menenangkan

d)

Mengurangi frustrasi akibat keterbatasan fisik dengan kegiatan ringan

e)

Meningkatkan keterampilan komunikasi dengan orang lain di sekitar rumah

58.

Seorang pria lansia berusia 75 tahun melaporkan mengalami kesulitan untuk mempertahankan ereksi, meskipun libido dan minat seksualnya tetap ada. Ia memiliki riwayat penyakit jantung koroner dan sedang menjalani terapi obat antihipertensi. Pasien merasa tertekan karena masalah ini mempengaruhi hubungan dengan pasangannya. Dalam pengkajian pada kasus ini, apa yang perlu diperhatikan oleh perawat untuk memahami lebih dalam tentang impotensi?

a)

Menilai kualitas hubungan interpersonal dengan pasangan

b)

Menilai potensi efek samping dari terapi antihipertensi yang digunakan

c)

Menyusun rencana terapi diet untuk memperbaiki kondisi jantung

d)

Mengevaluasi pola tidur dan faktor kelelahan fisik yang mungkin memengaruhi

e)

Mengidentifikasi kebiasaan seksual yang tidak sehat dalam kehidupan pasien

59.

Seorang pria lansia berusia 76 tahun dengan diabetes mellitus tipe 2 dirawat di * rumah sakit karena luka diabetik yang terinfeksi. Pasien mengeluh rasa nyeri yang hebat di sekitar luka, disertai dengan kemerahan dan pembengkakan. Perawat melakukan pengkajian untuk menilai tingkat keparahan infeksi dan pengaruhnya terhadap kesehatannya secara keseluruhan. Aspek penting yang perlu diperhatikan oleh perawat dalam pengkajian infeksi pada luka diabetik lansia ini adalah...

a)

Memeriksa tingkat kebugaran fisik dan kemampuan berjalan pasien

b)

Menilai tanda-tanda dehidrasi dan keseimbangan elektrolit pasien

c)

Mengkaji riwayat pengobatan antibiotik dan kemungkinan resistensi

d)

Mengidentifikasi faktor risiko yang memperburuk proses penyembuhan luka

e)

Memastikan pasien memiliki akses ke makanan bergizi yang cukup

60.

Seorang pria lansia berusia 82 tahun mengalami infeksi saluran kemih (ISK) yang berulang. Ia memiliki riwayat diabetes mellitus dan hipertensi. Perawat melakukan pengkajian mendalam dan memutuskan untuk menerapkan Evidance Based Practice dalam perawatan pasien ini untuk mencegah ISK lebih lanjut. Intervensi keperawatan apa yang tepat untuk mencegah ISK berulang pada pasien ini adalah:

a)

Memberikan antibiotik jangka panjang untuk mencegah infeksi berulang

b)

Menganjurkan pasien untuk meningkatkan asupan cairan dan mengosongkan kandung kemih secara teratur

c)

Menghindari penggunaan kateter urin untuk mencegah infeksi, meskipun diperlukan

d)

Mengajarkan pasien untuk mengonsumsi makanan yang dapat meningkatkan jumlah bakteri baik dalam tubuh

e)

Memberikan obat-obatan yang meningkatkan kekebalan tubuh tanpa mempertimbangkan riwayat medis

61.

Seorang pria lansia berusia 85 tahun yang menerima terapi antibiotik jangka panjang untuk infeksi saluran kemih mengeluh diare, mual, dan kelelahan. Perawat melakukan pengkajian untuk menilai kemungkinan adanya efek samping dari pengobatan tersebut. Pengkajian yang perlu dilakukan oleh perawat untuk mengidentifikasi efek samping iatrogenik pada pasien ini adalah:

a)

Menilai status pernapasan pasien dan memastikan tidak ada tanda-tanda sesak

b)

Memeriksa apakah pasien memiliki riwayat penyakit jantung atau gangguan peredaran darah

c)

Mengkaji pola buang air besar dan konsistensi tinja pasien

d)

Menilai status tidur dan kecemasan yang dialami pasien terkait efek pengobatan

e)

Memeriksa kadar glukosa darah dan pengaruhnya terhadap kontrol diabetes

62.

Seorang wanita lansia berusia 80 tahun dengan hipertensi dan diabetes mellitus sedang menjalani pengobatan jangka panjang dengan obat antihipertensi dan obat pengontrol gula darah. Ia mengeluh pusing dan merasa tidak seimbang ketika berdiri, serta menunjukkan tanda-tanda hipoglikemia yang disebabkan oleh interaksi obat. Perawat segera melakukan pengkajian dan merencanakan intervensi. Intervensi keperawatan yang paling tepat untuk mengatasi masalah iatrogenik pada pasien ini adalah...

a)

Menghentikan pengobatan antihipertensi dan memperkenalkan obat antihipertensi baru

b)

Memonitor kadar gula darah secara lebih ketat dan menyesuaikan dosis obat jika perlu

c)

Memberikan obat anti-hipotensi untuk mencegah pusing pada pasien

d)

Menginstruksikan pasien untuk mengurangi asupan makanan agar tidak berlebihan

e)

Mengatur pasien untuk tidur lebih banyak guna meningkatkan keseimbangan tubuh

63.

Seorang laki-laki berusia 75 tahun tinggal di Panti Wredha dan telah menjalani perawatan selama beberapa waktu. Sejak empat hari terakhir, klien mengeluh mual dan muntah, sehingga setiap kali diberikan satu porsi makanan, klien hanya mampu menghabiskan sekitar ¼ porsi. Saat ini klien tampak lemah, lebih banyak terbaring di tempat tidur, dan tidak mampu mengikuti aktivitas serta rutinitas harian yang biasanya dilakukan bersama penghuni lain.

Berdasarkan kondisi tersebut, aspek lain yang paling penting untuk dikaji secara mendalam oleh perawat adalah …

a)

Riwayat pekerjaan dan aktivitas sosial klien sebelum masuk panti

b)

Pola eliminasi, status hidrasi, dan keseimbangan elektrolit klien

c)

Preferensi makanan dan kebiasaan makan sejak usia muda

d)

Hubungan klien dengan sesama penghuni panti wredha

e)

Tingkat kepatuhan klien terhadap aturan dan jadwal panti

64.

Seorang perempuan usia 76 tahun tinggal di sebuah panti wredha. Klien mengeluh sering kesulitan mencari barang-barang pribadinya seperti tasbih, gelas minum, dan balsam, terutama setelah perawat membantu merapikan area tempat tidurnya. Klien memiliki riwayat gangguan penglihatan sejak tiga tahun terakhir. Kondisi tersebut membuat klien tampak cemas dan berulang kali menanyakan letak barang-barangnya.

Sebagai perawat, metode komunikasi yang paling tepat digunakan saat menata barang-barang pribadi klien agar mudah dipahami dan diingat oleh lansia tersebut adalah …

a)

Memberi penjelasan secara singkat tanpa melibatkan klien agar pekerjaan cepat selesai

b)

Menjelaskan sambil berdiri dan menunjuk posisi barang dari jarak jauh

c)

Mengajak klien terlibat, menjelaskan secara verbal sambil menyentuhkan tangan klien ke setiap barang

d)

Menyimpan barang di tempat yang dianggap praktis oleh perawat tanpa penjelasan

e)

Menjelaskan posisi barang secara tertulis agar dapat dibaca kembali oleh klien

65.

Seorang perawat komunitas melakukan pengkajian komprehensif pada seorang lansia laki-laki usia 63 tahun yang tinggal bersama keluarga. Selama wawancara, perawat menemukan klien sering lupa meletakkan barang, membutuhkan waktu lebih lama untuk menjawab pertanyaan, dan tampak kesulitan mengingat kejadian yang baru saja terjadi. Untuk memastikan kondisi tersebut, perawat merencanakan pengkajian kemampuan kognitif secara sistematis menggunakan instrumen yang telah terstandar.

Form atau alat ukur yang paling tepat digunakan oleh perawat untuk menilai fungsi kognitif klien tersebut adalah …

a)

Katz Index of Independence in Activities of Daily Living

b)

Mini Mental State Examination (MMSE)

c)

Geriatric Depression Scale (GDS)

d)

Barthel Index

e)

Clock Drawing Test (CDT) - 4

66.

Seorang lansia laki-laki usia 69 tahun datang ke posyandu lansia dengan keluhan sulit memulai berkemih, pancaran urin lemah dan terputus-putus, serta sering terbangun pada malam hari untuk buang air kecil. Perawat mencurigai klien mengalami Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) berdasarkan keluhan yang disampaikan.

Kombinasi tanda dan gejala yang paling menunjukkan klien mengalami Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) adalah …

a)

Nyeri hebat saat berkemih dan urin berwarna keruh

b)

Hematuria akut disertai demam tinggi

c)

Hesitansi berkemih dan pancaran urin lemah

d)

Inkontinensia urin total dan nyeri suprapubik akut

e)

Poliuria disertai peningkatan asupan cairan

67.

Seorang laki-laki usia 72 tahun dirawat di ruang bedah setelah terjatuh di kamar mandi dan didiagnosis mengalami dislokasi pada daerah panggul. Pasien mengeluh nyeri hebat pada area tersebut dan tampak kesulitan menggerakkan tungkai. Perawat memahami bahwa kondisi ini berisiko tinggi menyebabkan gangguan neurovaskular jika tidak ditangani dengan tepat.

Sebagai tindakan awal untuk mempertahankan posisi panggul dan mencegah gangguan neurovaskular, intervensi pertama yang paling tepat dilakukan perawat adalah …

a)

Membantu pasien melakukan latihan rentang gerak pasif

b)

Memposisikan pasien dengan abduksi panggul menggunakan bantal/abduction pillow

c)

Mengubah posisi pasien secara berkala setiap 2 jam

d)

Menganjurkan pasien duduk untuk mengurangi nyeri

e)

Melakukan ambulasi dini dengan bantuan alat

68.

Seorang lansia perempuan usia 65 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri hebat pada sendi-sendi kaki sebelah kiri sejak dua hari terakhir. Pada pemeriksaan fisik, tampak pembengkakan, kemerahan, peningkatan suhu lokal, dan klien tidak mampu menggerakkan kaki tersebut. Klien tampak meringis saat area nyeri disentuh dan berjalan dengan sangat terbatas.

Berdasarkan kondisi tersebut, tindakan keperawatan prioritas yang paling tepat dilakukan terlebih dahulu adalah …

a)

Melatih rentang gerak sendi secara aktif

b)

Memberikan kompres dingin pada area sendi yang nyeri

c)

Menganjurkan ambulasi dengan alat bantu

d)

Mengajarkan latihan penguatan otot

e)

Memberikan edukasi tentang aktivitas harian

69.

Seorang lansia laki-laki usia 65 tahun datang ke puskesmas dan didiagnosis Diabetes Mellitus. Klien juga mengalami gangguan penglihatan. Perawat Budi berencana memberikan pendidikan kesehatan (penkes) terkait perubahan gaya hidup yang harus dilakukan klien. Namun, hasil pemeriksaan Mini Mental State Examination (MMSE) menunjukkan klien melakukan kesalahan pada 6 item.

Berdasarkan kondisi tersebut, keputusan keperawatan yang paling tepat adalah …

A. Tidak memberikan penkes karena klien mengalami gangguan kognitif
B. Memberikan penkes secara penuh tanpa modifikasi
C. Tetap memberikan penkes dengan penyesuaian metode dan melibatkan keluarga
D. Menunda penkes sampai fungsi kognitif klien membaik
E. Menyerahkan sepenuhnya penkes kepada dokter

a)

Tidak memberikan penkes karena klien mengalami gangguan kognitif

b)

Memberikan penkes secara penuh tanpa modifikasi

c)

Tetap memberikan penkes dengan penyesuaian metode dan melibatkan keluarga

d)

Menunda penkes sampai fungsi kognitif klien membaik

e)

Menyerahkan sepenuhnya penkes kepada dokter

70.

Seorang lansia usia 65 tahun datang ke puskesmas dan didiagnosis Diabetes Mellitus. Klien mengalami gangguan penglihatan sehingga kesulitan membaca tulisan kecil. Perawat Budi berencana memberikan pendidikan kesehatan (penkes) mengenai perubahan gaya hidup yang harus dilakukan klien untuk mengontrol penyakitnya.

Media pendidikan kesehatan yang PALING tepat digunakan untuk kondisi klien tersebut adalah …

a)

Leaflet dengan tulisan kecil agar mudah dibawa

b)

Poster bergambar yang ditempel di ruang tunggu

c)

Media audio dan penjelasan verbal dengan bahasa sederhana

d)

Buku panduan diet tertulis lengkap

e)

Media presentasi PowerPoint dengan teks detail

71.

Seorang laki-laki usia 75 tahun telah tinggal di Panti Rukun Ibu selama dua bulan dan didiagnosis rematik. Berdasarkan pengkajian Katz Index of Independence in Activities of Daily Living, diperoleh data bahwa klien mandiri dalam semua aktivitas, kecuali mandi, berpakaian, ke kamar kecil, dan satu fungsi ADL lainnya.

Berdasarkan data tersebut, kategori Katz Index yang tepat untuk klien adalah …

a)

Kategori A

b)

Kategori B

c)

Kategori C

d)

Kategori E

e)

Kategori F

72.

Seorang lansia usia 78 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan pusing dan lemas. Dari hasil pengkajian, diketahui pasien mengonsumsi 7 jenis obat dari beberapa dokter berbeda dan memiliki riwayat penyakit ginjal kronik. Faktor risiko pada pasien tersebut adalah …

a)

Usia lanjut

b)

Penyakit ginjal kronik

c)

Polifarmasi dan penurunan fungsi organ

d)

Kepatuhan minum obat

e)

iwayat kunjungan kesehatan yang sering

73.

Seorang perawat komunitas melakukan kunjungan rumah pada lansia dengan 6 jenis obat rutin. Pasien sering lupa jadwal minum obat dan mengeluh mual.

Tindakan paling tepat untuk mencegah iatrogenik adalah …

a)

Menghentikan semua obat

b)

Menyarankan pasien minum obat saat perlu saja

c)

Melakukan review obat, penyesuaian dosis, dan efek samping

d)

Menambah obat antiemetik

e)

Mengganti semua obat dengan herbal

74.

Lansia usia 80 tahun mengalami penurunan fungsi ginjal. Ia mendapatkan dosis obat yang sama seperti pasien dewasa muda. Mengapa penyesuaian dosis obat penting pada lansia tersebut?

a)

Lansia lebih patuh minum obat

b)

Metabolisme obat meningkat

c)

Fungsi organ menurun sehingga risiko toksisitas meningkat

d)

Lansia membutuhkan dosis lebih tinggi

e)

Lansia lebih tahan terhadap efek samping

75.

Seorang lansia tinggal bersama anaknya dan mengonsumsi beberapa obat kronis. Keluarga sering mendampingi saat kontrol ke puskesmas. Peran keluarga yang paling penting dalam manajemen medikasi lansia adalah …

a)

Menentukan jenis obat yang dikonsumsi

b)

Menghentikan obat bila muncul keluhan ringan

c)

Memastikan kepatuhan, memantau efek samping

d)

Menggantikan obat dengan obat bebas dan generik

e)

Memberikan obat sesuai intuisi

76.

Seorang lansia sering mengalami infeksi berulang meskipun tidak memiliki penyakit autoimun. Dokter menjelaskan bahwa kondisi ini berkaitan dengan proses penuaan sistem imun. Penyebab utama imunodefisiensi pada lansia adalah …

a)

Aktivasi sel T berlebihan pada kondisi-kondisi tertentu

b)

Peningkatan produksi antibodi seiring dengan berkurangnya usia

c)

Pengecilan thymus dan penurunan fungsi sel T

d)

Hipersensitivitas sistem imun terutama pada Antibodi dan Sel T

e)

Respons inflamasi yang mulai mengalami perubahan sesuai sel memory

77.

Seorang lansia mengalami luka kecil di kaki yang sulit sembuh dan dalam setahun terakhir sering mengalami ISK berulang. Kondisi tersebut paling menggambarkan …

a)

Proses penuaan normal

b)

Gangguan nutrisi

c)

Tanda imunodefisiensi

d)

Efek samping antibiotik

e)

Gangguan psikologis

78.

Seorang lansia 82 tahun datang ke IGD dengan keluhan bingung mendadak, lemas, dan tidak nafsu makan. Suhu tubuh 35,8°C tanpa demam. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa infeksi pada lansia sering …

a)

Selalu disertai demam tinggi

b)

Menunjukkan gejala klasik

c)

Menunjukkan gejala tidak khas

d)

Mudah dikenali dari nyeri lokal

e)

Tidak memerlukan pemeriksaan lanjutan

79.

Seorang lansia perempuan dirawat inap karena penurunan kesadaran dan hasil pemeriksaan menunjukkan infeksi. Infeksi yang paling sering menyebabkan hospitalisasi pada lansia adalah …

a)

Tuberkulosis

b)

Infeksi saluran kemih

c)

Influenza

d)

Infeksi virus hepatitis

e)

Infeksi parasit

80.

Seorang lansia dengan gejala tidak khas dicurigai mengalami infeksi sistemik. Pendekatan paling tepat untuk menegakkan diagnosis infeksi pada lansia adalah …

a)

Memeriksa suhu tubuh

b)

Pemeriksaan fisik head to toe

c)

Pemeriksaan darah lengkap dan kultur

d)

Anamnesis data objektif dan subjektif

e)

Pemeriksaan kadar elektrolit

81.

Seorang pria berusia 79 tahun datang ke klinik dengan keluhan perasaan sedih dan kehilangan minat

dalam kegiatan yang biasanya disukainya. Dia juga mengeluh sulit tidur dan merasa tidak ada harapan.

Dia tinggal sendirian setelah kematian istrinya dua tahun lalu. Pemeriksaan fisik dan tes laboratorium

tidak menunjukkan kelainan signifikan. Apa langkah penanganan yang paling tepat untuk pasien ini?

a)

Memulai terapi antidepresan seperti sertraline dan merujuk untuk terapi psikologis.

b)

Mengarahkan pasien untuk meningkatkan aktivitas fisik dan diet sehat tanpa tambahan obat.

c)

Mengurangi kunjungan klinik dan memantau gejala tanpa pengobatan.

d)

Merujuk pasien untuk pemeriksaan neurologis untuk mengevaluasi kemungkinan gangguan otak organik

e)

Menyarankan pasien untuk tinggal dengan anggota keluarga untuk mengurangi perasaan kesepian.

82.

Seorang wanita berusia 75 tahun mengeluh sering merasa putus asa dan cemas. Dia juga mengalami

penurunan berat badan dan kurang tidur. Riwayat medisnya mencakup diabetes tipe 2 dan hipertensi,

yang keduanya terkontrol dengan obat. Setelah evaluasi awal, dokter mencurigai adanya depresi berat.

Apa tindakan selanjutnya yang paling tepat?

a)

Memulai terapi dengan antidepresan dan merekomendasikan konsultasi dengan psikolog.

b)

Mengubah dosis obat antihipertensi untuk mengatasi kemungkinan efek samping.

c)

Menyarankan pasien untuk menghindari stres dengan mengurangi tanggung jawab sehari-hari.

d)

Melakukan tes laboratorium tambahan untuk menilai kemungkinan gangguan tiroid.

e)

Mengarahkan pasien untuk mengikuti program rehabilitasi fisik dan nutrisi.

83.

Seorang pria berusia 80 tahun melaporkan bahwa ia sering mengalami perubahan suasana hati yang

mendadak, dari merasa bahagia menjadi sangat marah atau cemas tanpa alasan yang jelas. Dia juga

mengalami kesulitan tidur dan kehilangan minat dalam aktivitas sosial. Riwayat medisnya menunjukkan

adanya hipertensi dan tidak ada riwayat gangguan mental. Apa langkah pertama yang paling tepat dalam

penanganan kondisi ini?

a)

Melakukan evaluasi lebih lanjut untuk gangguan mood atau psikologis dan mempertimbangkan terapi

psikoterapi.

b)

Mengganti obat antihipertensi dengan jenis lain yang mungkin memiliki efek samping lebih rendah.

c)

Menyarankan pasien untuk melakukan latihan relaksasi dan mengurangi stres meminimlkan intervensi medis.

d)

Melakukan pemeriksaan laboratorium untuk gangguan metabolik yang mungkin berkontribusi.

e)

Mengarahkan pasien untuk menjalani pemeriksaan neurologis untuk mengevaluasi kemungkinan

gangguan otak organik

84.

Seorang wanita berusia 77 tahun mengeluh sering merasa marah dan cemas, dan mengalami perubahan

suasana hati yang cepat. Dia tinggal sendirian dan tidak memiliki dukungan sosial yang kuat. Riwayat

medisnya tidak menunjukkan gangguan psikologis sebelumnya. Apa pendekatan yang paling tepat untuk

menangani kondisi ini?

a)

Mengarahkan pasien untuk melakukan terapi psikologis dan memantau perkembangan emosi.

b)

Mengganti semua obat yang sedang digunakan untuk mengidentifikasi kemungkinan penyebab

perubahan suasana hati.

c)

Menyarankan pasien untuk meningkatkan keterlibatan dalam aktivitas sosial untuk mengurangi

perubahan suasana hati.

d)

Merekomendasikan terapi obat untuk gangguan mood tanpa evaluasi lebih lanjut.

e)

Mengurangi kunjungan ke klinik dan memantau kondisi pasien secara berkala.

85.

Seorang pria berusia 85 tahun datang ke klinik dengan keluhan merasa sangat kesepian dan terisolasi.

Dia tinggal sendirian di rumah dan jarang berinteraksi dengan orang lain. Dia juga mengalami penurunan

nafsu makan dan kurang bersemangat. Apa intervensi yang paling sesuai untuk mengatasi masalah

isolasi sosial ini?

a)

Menyarankan pasien untuk bergabung dengan kelompok komunitas atau kegiatan sosial di

lingkungan sekitarnya.

b)

Menganjurkan pasien untuk mengurangi kunjungan sosial dan fokus pada kegiatan individu.

c)

Mengarahkan pasien untuk memulai terapi psikologis untuk mengatasi perasaan kesepian.

d)

Merekomendasikan perubahan gaya hidup seperti olahraga rutin tanpa dukungan sosial.

e)

Mengarahkan pasien untuk mempertimbangkan pindah ke fasilitas perawatan jangka panjang untuk

meningkatkan interaksi sosial.

86.

Seorang wanita berusia 82 tahun mengeluh tidak memiliki teman dekat dan merasa terasing dari

keluarga. Dia tinggal sendirian di rumah dan jarang berpartisipasi dalam kegiatan sosial. Apa pendekatan

terbaik untuk meningkatkan keterlibatan sosial dan mengurangi perasaan kesepian?

a)

Mencarikan program sukarelawan lokal atau kelompok kegiatan sosial yg sesuai dengan minat pasien.

b)

Mengurangi aktivitas fisik dan sosial untuk menghindari kelelahan dan stres.

c)

Menyarankan pasien untuk memulai terapi individu untuk menangani perasaan kesepian.

d)

Mengarahkan pasien untuk fokus pada aktivitas religius tanpa mencoba solusi sosial tambahan.

e)

Menghentikan semua kunjungan ke klinik untuk mengurangi frekuensi kontak sosial.

87.

Seorang pria berusia 76 tahun dihadapi dengan penurunan memori progresif, termasuk kebingungan

mengenai waktu dan tempat, serta kesulitan dalam mengenali anggota keluarga. Hasil pencitraan otak

menunjukkan atrophy yang konsisten dengan penyakit Alzheimer. Apa langkah manajemen yang paling

tepat untuk kondisi ini?

a)

Memulai terapi dgn inhibitor kolinesterase seperti donepezil untuk memperlambat penurunan kognitif.

b)

Menyarankan pasien untuk melakukan latihan fisik secara rutin tanpa terapi medis.

c)

Mengarahkan pasien untuk menjalani evaluasi untuk kemungkinan gangguan kognitif lainnya

d)

Merekomendasikan rencana perawatan jangka panjang di fasilitas perawatan untuk demensia.

e)

Menghentikan semua obat yang tidak berhubungan dengan kognisi dan memantau kondisi lebih lanjut.

88.

Seorang wanita berusia 79 tahun mengalami penurunan kemampuan kognitif, termasuk kesulitan dalam

melakukan aktivitas sehari-hari dan orientasi waktu. Riwayat medisnya menunjukkan beberapa kondisi

medis kronis, tetapi tidak ada gangguan kognitif sebelumnya. Apa intervensi yang paling tepat untuk

manajemen awal penyakit Alzheimer?

a)

Mengembangkan rencana perawatan yg melibatkan terapi obat dan dukungan non-medis, termasuk

dukungan keluarga.

b)

Mengarahkan pasien untuk mengikuti terapi fisik dan okupasi tanpa obat tambahan.

c)

. Memulai terapi hormon untuk potensi kekurangan hormon yang mungkin mempengaruhi kognisi.

d)

Menyarankan pasien untuk menghindari aktivitas kognitif yang menuntut untuk mengurangi stres.

e)

Mengganti semua obat yang mungkin mempengaruhi fungsi kognitif dan memantau kemajuan.

89.

Seorang pria berusia 83 tahun dibawa ke klinik oleh anaknya karena mengalami kebingungan yang

semakin memburuk, kesulitan berbicara, dan gangguan memori. Tes pencitraan menunjukkan

penurunan fungsi kognitif yang signifikan. Apa pendekatan terbaik untuk manajemen kondisi dimensia

ini?

a)

Menyusun rencana perawatan yang mencakup pengobatan dan dukungan non-medis, termasuk

pelatihan kognitif dan dukungan keluarga.

b)

Memulai terapi antipsikotik untuk mengatasi gejala perilaku yang terkait dengan dimensia.

c)

Merekomendasikan pasien untuk memulai terapi fisik dan okupasi tanpa intervensi medis.

d)

Mengarahkan pasien untuk melakukan pemeriksaan tambahan untuk gangguan neurologis lain.

e)

Menghentikan terapi medis yang ada dan fokus pada manajemen gejala tanpa pengobatan lebih

lanjut.

90.

Seorang wanita berusia 80 tahun mengalami penurunan fungsi kognitif progresif, termasuk kebingungan

dan kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Pemeriksaan menunjukkan adanya dimensia

dengan atrophy otak. Apa langkah manajemen yang paling sesuai?

a)

Memulai terapi dengan obat-obatan penghambat kolinesterase dan dukungan psikososial untuk

memperlambat penurunan kognitif.

b)

Mengarahkan pasien untuk menjalani terapi fisik dan terapi okupasi tanpa obat tambahan.

c)

Mengganti semua obat yang digunakan dengan terapi hormonal tanpa evaluasi lebih lanjut.

d)

Menyarankan pasien untuk mengikuti program diet ketat tanpa pengobatan lebih lanjut.

e)

Merekomendasikan pasien untuk pindah ke fasilitas perawatan jangka panjang dengan layanan

khusus untuk dimensia.

91.

Seorang pria berusia 74 tahun yang baru pensiun dan kehilangan istrinya setahun lalu mengatakan bahwa ia merasa “tidak lagi berguna” dan sering mengenang masa lalu. Ia tampak menarik diri dari lingkungan sosial, meskipun kondisi fisiknya relatif stabil.

Fenomena yang paling tepat menggambarkan kondisi lansia tersebut adalah …

a)

Proses adaptasi fisiologis akibat penuaan normal

b)

Fase kehilangan yang berdampak pada aspek emosional dan sosial

c)

Gangguan kognitif awal akibat penurunan fungsi otak

d)

Reaksi stres akut yang bersifat sementara

e)

Bentuk penolakan terhadap perubahan peran keluarga

92.

Seorang wanita usia 78 tahun mulai membicarakan keinginannya terkait perawatan akhir hidup, termasuk siapa yang boleh mengambil keputusan medis jika ia tidak sadar. Ia menyampaikan hal ini dengan tenang kepada anak-anaknya. Perilaku tersebut paling tepat diartikan sebagai …

a)

Bentuk kecemasan yang wajar terhadap kematian

b)

Upaya mendapatkan perhatian dari anggota keluarga

c)

Proses persiapan kematian secara emosional dan administratif

d)

Tanda depresi laten pada lansia yang perlu di tangani

e)

Penurunan fungsi psikologis akibat usia lanjut

93.

Seorang lansia meminta bantuan perawat untuk menyiapkan berbagai hal agar keluarganya tidak kesulitan jika ia meninggal. Ia ingin memastikan semua berjalan sesuai keinginannya. Tindakan yang PALING mencerminkan langkah praktis persiapan kematian adalah …

a)

Menyusun surat wasiat, rencana pemakaman, dan surat kuasa medis

b)

Mengurangi aktivitas sosial agar lebih fokus pada diri sendiri

c)

Menghindari pembicaraan tentang kematian dengan keluarga

d)

Menyerahkan seluruh keputusan kepada tenaga kesehatan

e)

Menunda pembahasan hingga kondisi fisik semakin menurun

94.

Seorang pria usia 80 tahun mengungkapkan ketakutan menghadapi kematian, terutama saat malam hari. Ia merasa cemas dan sulit tidur meskipun kondisi penyakitnya stabil.

Pendekatan yang paling tepat untuk membantu mengatasi kecemasan tersebut adalah …

a)

Menganjurkan pendekatan spiritual, dukungan keluarga, dan konseling

b)

Mengalihkan pembicaraan agar pasien tidak memikirkan kematian

c)

Memberikan obat tidur tanpa intervensi psikososial

d)

Menyarankan pasien menerima kondisi tanpa diskusi lebih lanjut

e)

Membatasi kunjungan keluarga agar pasien dapat beristirahat

95.

Seorang lansia dengan kanker stadium lanjut tidak lagi merespons terapi kuratif. Ia sering mengeluh nyeri dan kelelahan, serta ingin lebih fokus pada kenyamanan hidupnya.

Pendekatan yang paling tepat untuk kondisi tersebut adalah …

a)

Perawatan paliatif yang berfokus pada kenyamanan dan kualitas hidup

b)

Melanjutkan terapi kuratif meskipun manfaatnya minimal

c)

Menunda perawatan hingga muncul komplikasi lebih lanjut

d)

Menghentikan seluruh intervensi medis secara mendadak

e)

Merujuk pasien hanya untuk perawatan rehabilitatif

96.

Seorang lansia ingin menyampaikan keinginannya terkait perawatan akhir hidup, tetapi khawatir akan melukai perasaan keluarganya. Cara komunikasi yang paling tepat adalah …

a)

Memilih waktu tenang, menggunakan bahasa jujur dan penuh empati

b)

Menyampaikan secara singkat tanpa membuka ruang diskusi

c)

Menyerahkan pembicaraan sepenuhnya kepada tenaga medis

d)

Menghindari topik kematian demi menjaga suasana keluarga

e)

Membicarakan secara mendadak agar keluarga segera memahami

97.

Seorang lansia menyatakan masih menyimpan penyesalan terhadap konflik lama dengan anaknya dan merasa gelisah menjelang akhir hidup. Pendekatan yang paling membantu kondisi tersebut adalah …

a)

Mendorong rekonsiliasi, saling memaafkan, dan menyampaikan pesan bermakna

b)

Mengalihkan fokus pada perawatan fisik semata

c)

Menghindari pembahasan konflik untuk menjaga stabilitas emosi

d)

Menyarankan pasien menerima konflik tanpa penyelesaian

e)

Membatasi interaksi keluarga untuk mencegah stres tambahan

98.

Seorang wanita lansia ingin memastikan keluarganya tidak mengalami kesulitan emosional dan administratif setelah ia meninggal. Tindakan yang paling tepat untuk tujuan tersebut adalah …

a)

Menyiapkan dokumen penting dan meninggalkan pesan bermakna

b)

Menghindari pembicaraan tentang kematian dengan keluarga

c)

Menyerahkan semua urusan kepada pengacara tanpa diskusi

d)

Membatasi komunikasi agar tidak menimbulkan kesedihan

e)

Menunda persiapan hingga kondisi semakin memburuk

99.

Seorang pria usia 82 tahun menyampaikan keinginannya agar tidak meninggal sendirian dan ingin ada orang yang mendampingi di akhir hidupnya. Pendekatan paling realistis dan etis untuk memenuhi keinginan tersebut adalah …

a)

Mengkomunikasikan keinginan pada keluarga dan tim paliatif

b)

Mengandalkan kunjungan acak dari tenaga kesehatan

c)

Menyerahkan sepenuhnya pada kondisi alamiah

d)

Menyarankan pasien menerima kemungkinan kesendirian

e)

enghindari pembahasan agar tidak menambah kecemasan

100.

Seorang lansia mengatakan ia merasa damai dan siap menghadapi kematian setelah menyelesaikan urusan keluarga, spiritual, dan administratif. Kondisi psikologis tersebut paling tepat diartikan sebagai …

a)

Tahap penerimaan yang normal dalam proses menghadapi kematian

b)

Penyangkalan terselubung terhadap realitas penyakit

c)

Gejala depresi yang tersamar

d)

Reaksi emosional sementara akibat kelelahan

e)

Bentuk ketergantungan emosional pada lingkungan

101.

Seorang pria berusia 68 tahun datang ke klinik dengan keluhan nyeri sendi di tangan dan lututnya yang sudah berlangsung selama 6 bulan. Nyeri terasa lebih parah di pagi hari dan cenderung membaik di sore hari. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya pembengkakan dan kekakuan pada sendi-sendi tangan dan lutut. Laboratorium menunjukkan adanya peningkatan faktor rheumatoid dan C-reactive protein. Berdasarkan informasi ini, manakah dari pernyataan berikut yang paling mungkin benar?

a)

Pasien mungkin menderita osteoartritis daripada rheumatoid arthritis.

b)

Terapi utama untuk pasien ini adalah terapi hormon kortikosteroid.

c)

Gejala pasien ini konsisten dengan rheumatoid arthritis, dan terapi DMARD mungkin diperlukan.

d)

Pasien memerlukan operasi penggantian sendi segera.

e)

Tidak perlu melakukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut karena diagnosis sudah jelas.

102.

Seorang wanita berusia 72 tahun dengan riwayat rheumatoid arthritis yang sudah lama datang dengan keluhan

kelelahan dan kehilangan nafsu makan. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya penurunan berat badan dan

anemia. Hasil laboratorium menunjukkan adanya kadar hemoglobin yang rendah serta kadar sedimentasi eritrosit

yang meningkat. Apakah tindakan yang paling tepat untuk mengelola kondisi ini?

a)

Memberikan suplemen besi dan melakukan pemeriksaan kadar feritin.

b)

Menghentikan semua obat antirematik dan menunggu hingga kondisi membaik.

c)

Memberikan antibiotik spektrum luas untuk kemungkinan infeksi.

d)

Melakukan biopsi sumsum tulang untuk menilai kemungkinan anemia aplastik.

e)

Meningkatkan dosis obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID).

103.

Seorang pria berusia 70 tahun menjalani pemeriksaan rutin dan ditemukan tekanan darahnya adalah 160/95 mmHg. Ia tidak memiliki riwayat penyakit jantung atau stroke, namun sering mengeluh sakit kepala. Dokter memutuskan untuk memulai terapi antihipertensi. Apa pendekatan pertama yang paling tepat untuk mengelola hipertensi pada pasien lansia ini?

a)

Memulai dengan kombinasi dua jenis obat antihipertensi.

b)

Mengubah gaya hidup dan menurunkan berat badan terlebih dahulu sebelum memulai obat.

c)

Memulai terapi dengan beta-blocker sebagai terapi pertama.

d)

Menggunakan diuretik thiazide sebagai terapi pertama.

e)

Memberikan obat antihipertensi dosis tinggi sejak awal untuk menurunkan tekanan darah dengan cepat.

104.

Seorang wanita berusia 75 tahun dengan riwayat hipertensi kronis datang dengan keluhan pusing dan rasa

lemah. Pemeriksaan tekanan darahnya adalah 145/85 mmHg. Dokter mencurigai adanya efek samping dari pengobatan hipertensi. Obat apa yang kemungkinan besar menyebabkan keluhan ini?

a)

ACE inhibitor

b)

Calcium channel blocker

c)

Angiotensin II receptor blocker (ARB)

d)

Diuretik thiazide

e)

Beta-blocker

105.

Seorang pria berusia 72 tahun mengeluh kesulitan berkemih dan frekuensi berkemih yang meningkat di malam hari. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya pembesaran prostat. Hasil pemeriksaan urine menunjukkan adanya sisa urine yang signifikan setelah berkemih. Apa langkah pengobatan pertama yang paling tepat untuk mengelola kondisi ini?

a)

Memulai terapi dengan antibiotik untuk infeksi saluran kemih.

b)

Menggunakan inhibitor 5-alpha reductase seperti finasteride.

c)

Memulai terapi dengan antikolinergik untuk mengurangi frekuensi berkemih

d)

Menyarankan perubahan gaya hidup dan diet sebagai pengobatan utama.

e)

Merekomendasikan operasi transurethral resection of the prostate (TURP) segera.

106.

Seorang pria berusia 68 tahun dengan diagnosis benigna prostat hiperthropy (BPH) melaporkan gejala baru berupa nyeri perut bawah dan demam. Apa penyebab yang paling mungkin dari gejala-gejala ini?

a)

Efek samping dari obat-obatan untuk BPH.

b)

Infeksi saluran kemih sekunder dari pembesaran prostat.

c)

Metastasis kanker prostat.

d)

Prostatitis akut yang tidak terkait dengan BPH.

e)

Kanker kandung kemih.

107.

Seorang wanita berusia 76 tahun mengeluhkan inkontinensia urin yang terjadi terutama saat batuk atau bersin. Dia juga menyebutkan tidak dapat menahan urin setelah merasakan dorongan mendesak. Apa jenis

inkontinensia urin yang paling mungkin dialaminya?

a)

Inkontinensia stres

b)

Inkontinensia urgensi

c)

Inkontinensia campuran

d)

Inkontinensia overflow

e)

Inkontinensia fungsional

108.

Seorang pria berusia 80 tahun mengalami inkontinensia urin yang disertai dengan kesulitan dalam

mengosongkan kandung kemih sepenuhnya. Pemeriksaan fisik dan laboratorium menunjukkan adanya sisa

urine yang signifikan dan pembesaran prostat. Apa pengobatan yang paling sesuai untuk kasus ini?

a)

Latihan otot panggul (Kegel exercises)

b)

Terapi obat-obatan antikolinergik

c)

Obat-obatan untuk mengurangi pembesaran prostat

d)

Pemasangan kateter permanen

e)

Operasi untuk memperbaiki fungsi otot dasar panggul

109.

Seorang lansia 82 tahun tampak lemah, berat badan menurun 5 kg dalam 2 bulan, dan sulit berjalan. Ia tinggal sendiri dan jarang makan. Sindrom geriatri yang paling mungkin adalah..

a)

Delirium

b)

Malnutrisi dan frailty

c)

Imobilitas

d)

Gangguan kognitif ringan

e)

Dehidrasi

110.

Seorang pasien lansia tampak bingung, sulit fokus, dan berhalusinasi sejak 2 hari dirawat di rumah sakit. Tanda vital fluktuatif. Kondisi ini termasuk sindrom..

a)

Demensia

b)

Depresi

c)

Delirium

d)

Frailty

e)

Imobilitas

111.

Seorang kakek berusia 80 tahun sering jatuh saat berjalan ke kamar mandi pada malam hari. Intervensi keperawatan yang paling tepat untuk mencegah jatuh adalah..

a)

Meningkatkan asupan cairan malam hari

b)

Mematikan lampu kamar mandi untuk istirahat

c)

Menganjurkan berjalan tanpa alas kaki

d)

Menyediakan penerangan cukup dan jalur bebas hambatan

e)

Memberikan diuretik sebelum tidur

112.

Apa tujuan utama dari program Posyandu Lansia yang diinisiasi oleh pemerintah?

a)

Memberikan bantuan keuangan bagi lansia

b)

Menyediakan layanan kesehatan preventif dan promotif bagi lansia

c)

Meningkatkan keterampilan kerja lansia

d)

Memberikan pendidikan literasi bagi lansia

e)

Membangun fasilitas olahraga untuk lansia

113.

Apa tujuan dari program 'Rumah Aman Lansia' yang digagas oleh pemerintah?

a)

Membantu lansia mendapatkan pekerjaan

b)

Menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi lansia

c)

Menyediakan transportasi gratis bagi lansia

d)

Menyediakan makanan gratis bagi lansia

e)

Mengadakan kegiatan rekreasi khusus untuk lansia

114.

Apa efek psikologis utama dari pensiun pada lansia?

a)

Peningkatan energi akan banyak waktu bersama cucu

b)

Penurunan stres kerja

c)

Peningkatan rasa pencapaian

d)

Peningkatan risiko depresi

e)

Penurunan kebutuhan sosial

115.

Bagaimana perubahan sosiologis seperti kehilangan teman sebaya mempengaruhi lansia?

a)

Menurunkan frekuensi aktivitas sosial

b)

Menurunkan perasaan kesepian

c)

Mengurangi risiko gangguan mental

d)

Meningkatkan partisipasi dalam kegiatan komunitas

e)

Meningkatkan perasaan kesepian

116.

Seorang BJ Habibie seorang yang dikenal awet muda untuk ukuran laki-laki bahkan saat beliau memasuki masa pensiun. Kemungkinan penyebab beliau tampak selalu terlihat awet muda adalah.....

a)

Faktor genetic

b)

Faktor pengalaman hiidup

c)

Faktor type kepribadian

d)

Faktor lingkungan

e)

Faktor Gaya hidup

117.

Apa yang dapat menjadi indikator awal penurunan kesehatan mental pada lansia?

a)

Penurunan keterampilan sosial

b)

Penurunan motivasi

c)

Penurunan minat dan aktivitas sehari-hari

d)

Penurunan kapasitas fisik

e)

Penurunan ketergantungan emosional

118.

Apa perubahan sosiologis yang sering terjadi ketika lansia mengalami penurunan status ekonomi?

a)

Peningkatan akses ke layanan kesehatan

b)

Penurunan ketergantungan pada dukungan sosial

c)

Meningkatkan interaksi sosial dengan keluarga

d)

Penurunan kualitas hidup dan dukungan sosial

e)

Meningkatkan partisipasi dalam kegiatan sosial

119.

Seorang perawat komunitas melakukan kunjungan rumah pada lansia usia 78 tahun yang tinggal sendiri, memiliki beberapa penyakit kronis, dan mengalami keterbatasan mobilitas. Perawat menemukan bahwa lansia tersebut sering lupa minum obat dan jarang menghadiri kontrol kesehatan. Kondisi ini mencerminkan salah satu isu tren utama dalam keperawatan lansia. Pendekatan keperawatan yang paling sesuai dengan tren pelayanan lansia saat ini adalah …

a)

Menyediakan perawatan berbasis institusi dengan pengawasan medis ketat setiap hari

b)

Mengembangkan layanan home care terintegrasi dengan pemantauan berkelanjutan

c)

Memfokuskan perawatan pada pengobatan farmakologis tanpa intervensi sosial

d)

Mengarahkan lansia untuk tinggal di rumah sakit dalam jangka waktu panjang

e)

Membatasi intervensi keperawatan pada tindakan kuratif di fasilitas kesehatan

120.

Seiring meningkatnya jumlah lansia dengan penyakit kronis, fasilitas pelayanan kesehatan mulai menerapkan teknologi digital untuk mendukung perawatan. Seorang perawat diminta terlibat dalam program pemantauan kesehatan jarak jauh pada lansia. Penerapan teknologi tersebut paling tepat mencerminkan tren keperawatan lansia modern dalam hal …

a)

Penggantian peran perawat oleh sistem teknologi otomatis sepenuhnya

b)

Peningkatan kualitas perawatan melalui pemantauan dan intervensi jarak jauh

c)

Pengurangan kebutuhan komunikasi antara perawat dan lansia

d)

Pembatasan akses lansia terhadap layanan kesehatan langsung

e)

Pengalihan tanggung jawab perawatan sepenuhnya kepada keluarga