Font size
WorksheetsUAS Ganjil 2025 - Gerontik
Total questions: 120
Worksheet time: 3600secs
Seorang wanita berusia 68 tahun yang aktif dan sehat bertanya kepada perawat tentang alasan biologis mengapa beberapa orang terlihat lebih tua dibandingkan yang lain meskipun usia mereka sama. Perawat menjelaskan bahwa teori non-stokastik memiliki pandangan berbeda dari teori stokastik tentang penuaan. Apa konsep utama dari teori non-stokastik dalam menjelaskan penuaan?
Penuaan terjadi secara acak akibat akumulasi kerusakan lingkungan.
Penuaan merupakan proses yang telah diprogram secara genetik di tingkat seluler.
Penuaan terjadi akibat gangguan keseimbangan oksidatif dalam tubuh.
Penuaan adalah hasil interaksi antara kerusakan DNA dan metabolisme energi.
Penuaan disebabkan oleh kerusakan jaringan yang tidak dapat diperbaiki oleh tubuh
Apakah implikasi terhadap keperawatan bahwa perawat harus memahami ilmu gerontologi dan geriatri?
Lebih humanis dan individualis
Sesuai dengan adat budaya dan kearifan lokal
Masalah keperawatan yang ditemukan lebih kompleks dan tepat
Intervensi lebih mengutamakan menggunakan bahan alamiah (back to nature)
Pengkajian menjadi lebih detail dan menyeluruh
Seorang mahasiswa keperawatan sedang mempelajari berbagai teori tentang penuaan. Ia menemukan bahwa teori radikal bebas termasuk dalam kelompok teori stokastik, sementara teori program genetik termasuk dalam kelompok teori non-stokastik. Bagaimana teori radikal bebas menjelaskan proses penuaan?
Radikal bebas menyebabkan kerusakan pada molekul penting seperti DNA, protein, dan lipid, yang mengakibatkan penuaan.
Radikal bebas memicu respons autoimun yang menyerang sel tubuh dan mempercepat penuaan.
Radikal bebas mengurangi produksi hormon yang mengatur regenerasi sel tubuh.
Radikal bebas meningkatkan aktivitas gen yang mengontrol apoptosis (kematian sel).
Radikal bebas memperlambat metabolisme tubuh, sehingga memengaruhi penuaan
Seorang wanita berusia 61 tahun menolak memberitahukan umurnya saat dimintai data oleh petugas desa. Ia juga menolak dipanggil oma oleh cucunya. Terkadang ia sering termenung sendiri dan menanyakan pada perawat bahwa mengapa waktu cepat berlalu padahal masih banyak yang hendak ia capai. Lansia tipe apakah ibu tersebut?
Tipe Ketergantungan
Tipe Defensif
Tipe Militan dan serius
Tipe pemarah/frustasi
Tipe putus asa/pembenci
Sepasang suami isteri dengan umur sebaya yaitu berusia 43 tahun. Rambut sang suami sudah mulai rontok dan 70% berwarna putih, sedangkan rambut isterinya masih 95% hitam mengkilap. Pada kasus diatas, apakah faktor yang membedakan keduanya?
Herediter
Nutrisi
Pengalaman hidup
Stress
Lingkungan
Seorang pria berusia 72 tahun mengeluh mudah lelah, sering sakit kepala, dan penurunan berat badan dalam enam bulan terakhir. Setelah ditelusuri, ia memiliki kebiasaan merokok sejak usia muda dan jarang berolahraga. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar vitamin D yang rendah. Dokter menjelaskan bahwa faktor gaya hidup dan lingkungan dapat memengaruhi proses penuaan. Faktor eksternal apa yang paling mungkin berkontribusi terhadap kondisi pasien ini?
Genetik dan kadar hormon tubuh
Status nutrisi dan kebiasaan merokok
Ras dan predisposisi terhadap penyakit tertentu
Pengalaman hidup dan kadar stres emosional
Gangguan keseimbangan hormonal akibat usia
Seorang wanita berusia 67 tahun pindah ke rumah anaknya setelah pensiun dan menjual rumahnya. Ia merasa tidak lagi memiliki kendali atas kehidupannya dan sering bertengkar dengan menantunya karena perbedaan cara pengasuhan cucu. Wanita tersebut mengungkapkan bahwa ia merasa kehilangan otonomi dan peran yang bermakna dalam keluarga. Apa strategi yang tepat untuk membantu lansia ini menghadapi perubahan psikososial yang dialaminya?
Membantunya membangun kembali rasa otonomi dengan mendiskusikan peran yang sesuai dalam keluarga
Menyarankan untuk menerima peran baru tanpa mempertanyakan situasi yang terjadi
Mengurangi keterlibatan lansia dalam urusan keluarga untuk menghindari konflik
Mengarahkan lansia untuk fokus pada aktivitas spiritual dan mengabaikan masalah sehari-hari
Mengusulkan pemisahan tempat tinggal agar ia dapat lebih mandiri
Seorang pria berusia 65 tahun didiagnosis dengan hipertensi dan diabetes tipe 2, serta memiliki riwayat stres kronis akibat pekerjaannya. Ia ingin tahu bagaimana kondisinya dapat memengaruhi penuaan. Dokter menjelaskan bahwa kombinasi faktor internal dan eksternal memainkan peran penting dalam mempercepat proses penuaan. Manakah kombinasi faktor berikut yang paling mungkin mempercepat penuaan pada pasien ini?
A. Penyakit kronis, kadar hormon, dan ras
B. Penyakit kronis, stres kronis, dan gaya hidup
C. Genetik, pengalaman hidup, dan nutrisi buruk
D. Lingkungan kerja, status kesehatan, dan predisposisi genetik
E. Nutrisi buruk, kadar hormon, dan pengalaman hidup
Seorang lansia perempuan berusia 67 tahun. Ia termasuk lansia yang mengalami penurunan pada sistem persyarafan, kondisi yang dapat terjadi pada lansia perempuan tersebut adalah sebagai berikut
Vertikel kiri mengalami perubahan fungsi karena kondisi hipertropi
Penurunan fungsi pendengaran karena presbiaskusis
Rentan terjadi dehidrasi karena syaraf pengatur keseimbangan cairan mengalami penurunan
Terjadi nafas pendek, hal ini dapat disebabkan karena volume cadangan paru bertambah
Terjadi tremor dan saat memegang gelas dapat terjadi karena penurunan koordinasi
Beberapa lansia yang berada di RPSTW Budi Daya Karawang mengalami keadaan yang disebut KIFOSIS. Keadaan ini pada lansia terjadi karena..
Diskus intervertebralis menipis
Tulang kehilangan density
Persendian menjadi kaku
Atropi serabut otot
Tendon mengerut
Seorang laki-laki berusia 67 tahun mengeluh penglihatannya kini buram. Gangguan atau penurunan penglihatan pada lansia kemungkinan disebabkan oleh...
Kornea berbentuk silindris
Lensa lebih terang
Ambang toleransi terhadap cahaya seimbang
Spingkter pupil mengalami sklerosis
Peningkatan daya akomodasi mata
Puskesmas Margahayu termasuk puskesmas santun lansia. Perbedaan Puskesmas santun lansia dengan Puskesmas yang biasa dapat dilihat dari segi…
Jam buka
Sarana
Jenis pelayanan Sasaran Penanggungjawab
Sasaran
Penanggungjawab
Seorang lansia berusia 68 tahun memiliki riwayat hipertensi. Perawat memberinya edukasi tentang pola makan sehat rendah garam dan pentingnya mengelola stres untuk menjaga tekanan darah tetap stabil. Lansia tersebut mulai mempraktikkan pola hidup sehat dan melaporkan bahwa tekanannya lebih terkendali. Intervensi keperawatan wellness yang dilakukan perawat ini bertujuan untuk...
Meningkatkan kesehatan biologis melalui pengaturan pola makan
Mengurangi stres emosional melalui terapi psikologis
Meningkatkan kebutuhan sosial melalui keterlibatan keluarga
Memberikan kenyamanan melalui pengelolaan gejala hipertensi
Memenuhi kebutuhan keamanan melalui kontrol lingkungan yang baik
Seorang wanita lansia berusia 68 tahun sering merasa tidak dihargai oleh anak-anaknya yang sibuk dengan pekerjaan. Ia mengeluh merasa kesepian dan tidak berdaya. Perawat menyarankan wanita tersebut untuk bergabung dengan kelompok komunitas lansia agar ia merasa lebih terlibat dan dihargai. Pendekatan perawat ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan lansia dalam aspek....
Sosial dengan meningkatkan hubungan interpersonal
Fisik dengan mengurangi risiko penyakit akibat isolasi
Mental dengan mengurangi gejala kecemasan
Emosional dengan meningkatkan rasa percaya diri
Aman dengan menyediakan lingkungan yang mendukung
Saat kita memberi asuhan keperawatan kepada lansia, perlu memperhatikan beberapa hal terutama resiko jatuh. Upaya pencegahan lansia terjatuh di kamar mandi yaitu
Memperhatikan jenis ubin kamar mandi
Memberi mat khusus di lantai kamar mandi
Mengatur posisi bak mandi
Melihat jenis closet
Melihat jenis pintu kamar mandi
Jika di rumah lansia terdapat AC dan kulkas. Hal apa yang harus disampaikan kepada lansia untuk diwaspadai?
Resiko kebakaran
Resiko keracunan monoksida
Resiko kerusakan arus listrik
Resiko injuri
Resiko chemical injuri
Seorang lansia dibawa ke panti 4 hari yang lalu oleh saudaranya, lansia tersebut hidup seorang diri tanpa pasangan dan anak. Ia selalu tampak murung dan menolak makan. Menolak berbagai aktivitas dan kegiatan yang ada di panti. Kemungkinan penyebab lansia tersebut mengalami depresi adalah....
Sakit hati oleh saudaranya
Kehilangan harta bendanya
Kehilangan teman-temannya
Perubahan fungsi tubuhnya
Perubahan lingkungan yang asing
Perawat home care mengunjungi klien lansia. Perawat menemui klien di kamarnya, hasil pengkajian didapatkan data tangan, kaki, punggung memar, saat diajak bicara tidak mau menjawab, pandangan mata selalu melihat ke arah pintu, KATZ Index kategori B yaitu bermasalah dalam hal berpakaian. Keluarga mengatakan bahwa lansia sering terjatuh. Apakah yang harus dilakukan perawat?
Mengkaji caregiver’s stress level
Melaporkan kasus sebagai elder abuse
Memberi support system kepada lansia
Bekerjasama lintas sektoral dengan pemuka agama
Bekerjasama lintas sektoral dengan tokoh masyarakat
Hasil pengkajian didapatkan data terdapat bunyi ronchi di kedua area paru-paru anterior, respirasi 34x/menit, score pemeriksaan SPSMQ adalah 5, KATZ Index kategori A, riwayat pneumonia (+), menggunakan kacamata presbikusis. Perawat akan mengajarkan klien tentang latihan batuk efektif. Apakah media yang tepat digunakan?
Pemutaran video
Penjelasan poster
Pemberian leaflet
Pemutaran audio
Penggunaan Flipchart
Berdasarkan UU No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan, upaya pemeliharaan kesehatan bagi lanjut usia harus ditujukan untuk menjaga agar tetap hidup sehat dan produktif secara sosial maupun ekonomis. Pemerintah membuat program-program untuk dilaksanakan di tingkat puskesmas. Apakah bentuk upaya pelaksanaan program yang dimaksud?
Pembentukan masyarakat peduli lansia
Penempatan perawat home care
Pemberdayaan LSM terkait
Program dokter keluarga
Pembentukan posbindu
Seorang wanita berusia 66 tahun mempunyai riwayat riwayat jatuh, pendengaran berkurang, riwayat diabetes mellitus sejak 2 tahun, mengatakan sering melihat kodok putih berbaris di mejanya menggunakan sepatu merah, KATZ Index kategori C, hasil SPSMQ menunjukkan kerusakan intelektual ringan. Apakah diagnosa keperawatan prioritas pada kasus diatas?
Gangguan persepsi sensori : Halusinasi penglihatan
Resiko ketidakstabilan kadar glukosa darah
Gangguan mobilitas fisik
Gangguan memori
Resiko jatuh
Seluruh lansia yang datang ke Posbindu Mawar diajak untuk melakukan latihan fisik sesuai dengan kemampuannya. Apakah tujuan latihan fisik tersebut?
Meningkatkan memori saat mengingat gerakan dan keseimbangan tubuh
Meningkatkan kekuatan otot panggul dan metabolisme sel
Meningkatkan kekuatan otot, memperbaiki keseimbangan tubuh dan gaya berjalan
Mengurangi resiko jatuh berulang dan meningkatkan kemampuan reabsorpsi dengan meningkatkan kemampuan motilitas usus
Meningkatkan ekspansi paru maksimal, meningkatkan kualitas tidur
Seorang laki-laki, 60 tahun, dirawat di RS dengan Benigna Prostat Hipertrofi. Hasil pengkajian: terdapat distensi kandung kemih. Saat dilakukan pemasangan folley kateter terjadi tahanan pada uretra. Apakah tindakan yang tepat dilakukan pada kasus tersebut?
Mengganti kateter ukuran yang lebih kecil
Melanjutkan untuk mendorong folley kateter
Menghentikan dorongan folley kateter
Menganjurkan pasien untuk nafas dalam
Melaporkan pada perawat senior
Laki-laki berusia 70 tahun datang ke poliklinik dengan riwayat diabetes melitus, ia mengeluh cemas akan penurunan kemampuan seksnya, libido seksnya menurun dan merasa cepat lelah. Apakah masalah keperawatan utama pada pasien diatas?
Gangguan Mobilisasi fisik
Gangguan Keamanan dan Kenyamanan
Disfungsi seksual berhubungan dengan perubahan struktur/fungsi tubuh yang ditandai dengan perubahan dalam mencapai kepuasan seksual
Perubahan pola seksualitas
Gangguan gambaran diri sehubungan dengan perubahan bentuk salah satu anggota tubuh
Seorang perempuan, 72 tahun datang ke poliklinik geriatri, mengeluh tengkuk terasa berat, kepala pusing, dada berdebar, serta pandangan kabur. Hasil pengkajian: TD 180/100 mmHg, frekuensi nadi 95x/menit ireguler, lensa mata kiri tampak keruh. Saat ini masih mampu melakukan aktivitas dengan mandiri. Apakah kriteria evaluasi pada kasus tersebut?
Kontrol nyeri
Status fungsional
Tingkat risiko jatuh
Status kardiopulmonal
Perilaku mencari pelayanan Kesehatan
Seorang laki-laki, 75 tahun, tinggal di panti werdha sejak 5 tahun yang lalu. Klien mengeluh: kurang mendengar, gatal dan berdenging pada kedua telinga. Hasil pemeriksaan ditemukan: ada cairan ditelinga kiri dan kemerahan pada liang telinga kanan, klien tampak sering menggaruk kedua telinganya. Apakah pengkajian lanjutan pada kasus tersebut?
Fungsi pendengaran
Riwayat penyakit
Keseimbangan
Palpasi telinga
Kebersihan diri
Laki-laki berusia 70 tahun datang ke poliklinik dengan riwayat diabetes melitus, ia mengeluh cemas akan penurunan kemampuan seksnya, libido seksnya menurun dan merasa cepat lelah. Apakah masalah keperawatan utama pada pasien diatas?
Gangguan Mobilisasi fisik
Gangguan Keamanan dan Kenyamanan
Disfungsi seksual berhubungan dengan perubahan struktur/fungsi tubuh yang ditandai dengan perubahan dalam mencapai kepuasan seksual
Perubahan pola seksualitas
Gangguan gambaran diri sehubungan dengan perubahan bentuk salah satu anggota tubuh
Seseorang perempuan, 65 tahun tinggal di panti wredha, memiliki riwayat DM. Klien mengeluh sulit tidur sudah satu minggu. Hasil pengkajian: klien terlihat bingung, saat berinteraksi mudah tersinggung, tampak tidak konsentrasi, TD 150/80 mmHg dan frekuensi nadi 79x/menit. Seluruh aktivitas klien dapat dilakukan dengan mandiri. Apakah pengkajian yang tepat pada kasus tersebut?
Status nutrisi
Status afektif
Status kognitif
Kualitas tidur
Status fungsional
Seorang perempuan, berusia 68 tahun tinggal di panti werdha sejak 2 tahun yang lalu. Sudah dua minggu, klien mengeluh nyeri pada daerah lutut, dan kram pada betis di malam hari. Hasil pengkajian: Klien tampak berjalan perlahan, nyeri skala 3, TD 120/80 mmHg, frekuensi nadi 88 x/menit. Apakah tindakan keperawatan pada kasus tersebut?
Mengajarkan latihan ROM
Mengajarkan rileksasi napas dalam
Memberikan kompres hangat pada lutut
Menganjurkan diet rendah protein dan purin
Memberikan edukasi tentang proses penyakit
Seorang laki – laki berusia 72 tahun mengeluh sesak nafas setelah berolahraga, klien mengeluh tubuhnya terasa dingin, nadi tidak teratur. Hasil wawancara klien memiliki riwayat hipertensi sejak 5 tahun yang lalu. Apakah tindakan keperawatan prioritas akan anda berikan pada kasus di atas?
Memberikan oksigen dosis 5 liter
Menganjurkan bedrest
Memberikan posisi semi fowler
Menganjurkan istirahat
Menganjurkan nafas dalam
Seorang perempuan berusia 67 tahun dirawat disebuah panti werdha dengan masalah inkontinensia urine. Perawat melaksanakan kateterisasi urine intermitten untuk mengatasi masalah tersebut. Apakah hasil yang diharapkan dari tindakan tersebut?
Klien terbebas dari iritasi kulit
Intake cairan dapat dipertahankan
Linen tidak basah akibat kebocoran urin
Kandung kemih dapat dipalpasi oleh perawat
Bebas dari kebocoran urin diantara waktu berkemih
Seorang perempuan, berusia 70 tahun dengan riwayat DM datang ke poliklinik geriatri, mengeluh tidak nafsu makan sejak 1 bulan lalu karena mual dan kembung. Hasil pengkajian: Klien tampak lemah, TB 155 cm, BB 48 kg, TD 130/90 mmHg.. dan nyeri tekan pada area epigastrium. Keluarga mengatakan klien lebih banyak diam di rumah dan jarang mandi. Apakah masalah keperawatan yang paling tepat pada kasus?
Koping individu tidak efektif
Defisit perawatan diri
Defisit nutrisi
Nausea
Nyeri
Seorang laki-laki berusia 78 tahun tinggal di RPSTW Budi Darma, 2 hari yang lalu telah berobat ke Puskesmas ia mengalami gangguan pernafasan keluhan yang dirasakan saat ini mengeluh sesak nafas, batuk berdahak, berkeringat di malam hari, batuk bercampur darah. Saat di lakukan pemeriksaan fisik suhu 38,5°C, ronchi (+), respirasi 28x/menit. Apa masalah keperawatan yang tepat pada klien tersebut?
Gangguan pola nafas
Gangguan pertukaran gas
Tidak efektifnya bersihan jalan nafas
Kurang pengetahuan tentang TBC paru
Resiko penularan pada anggota keluarga yang lain
Seorang perempuan berusia 70 tahun mengeluh pusing, nyeri pada pundak skala 4, tekanan darah 150/110 mmHg, saat diwawancara klien mengatakan keluhan seperti ini biasa untuk se usianya dan tidak perlu berobat. Implementasi apa yang paling tepat untuk klien diatas?
Melakukan teknik relaksasi nafas dalam
Melakukan refreshing bersama keluarga
Melakukan penyuluhan tentang perawatan hipertensi
Melakukan terapi aktifitas kelompok : life review
Melakukan rujukan ke rumah sakit.
Seorang laki-laki, 62 tahun, tinggal dirumah bersama keluarga dengan riwayat post stroke satu bulan yang lalu. Klien mengatakan ingin dapat beraktivitas mandiri kembali. Data hasil pengkajian: Klien mengalami hemiparesis dextra dengan kekuatan otot ekstremitas kanan tiga; menggunakan kursi roda untuk mobilisasi; TD 138/88mmHg, dan frekuensi nadi 76x/menit. Apakah pengkajian lanjutan pada kasus tersebut?
Psikososial
Keseimbangan
Status kognitif
Status fungsional
Fungsi otot dan syaraf
Seorang laki-laki berusia 76 tahun mengalami kesulitan berjalan, kaki klien tampak kaku, klien mengeluh nyeri pada kedua kakinya bila digerakkan, scala nyeri 3 dari rentang 5, klien tampak meringis bila kedua kaki digerakkan. Klien menggunakan tongkat untuk membantu berjalan, nilai hasil pengkajian barthel indeks 80 (ketergantungan sebagian). Klien mempunyai riwayat post stroke 2 kali, dirawat dengan parestesia pada kedua ekstremitas bawah terjadi di tahun 2002, serangan kedua pada tahun 2008. Keadaan sekarang TD 150/100mmHg, nadi 70x/menit, suhu normal, RR 30x/menit. Apakah masalah keperawatan yang tepat berdasarkan kasus diatas?
Gangguan interaksi
Gangguan rasa nyaman nyeri
Resiko tinggi jatuh/injury
Kerusakan mobilitas fisik
Gangguan immobilisasi
Seorang laki-laki berusia 81 tahun, tinggal di panti wreda mengeluh sudah seminggu tidak BAB dan feces selalu keras. Data hasil pengkajian: frekuensi bising usus 3x/menit, teraba massa feses pada abdomen kwadran kiri bawah, klien jarang beraktivitas karena mengalami kontraktur pada ekstremitas kanan bawah. Klien mengatakan mengurangi minum karena takut mengompol. Apakah tindakan keperawatan yang utama pada kasus tersebut?
Kaji adanya obat yang mempengaruhi motilitas usus
Memberikan edukasi tentang konstipasi
Tingkatkan aktivitas dan latihan fisik
Diet tinggi serat
Lakukan enema
Seorang wanita berusia 64 tahun, dapat menyebutkan hari dengan benar, tapi tidak mampu menyebutkan tanggal dan tahun. Ketika ditanya tempat keberadaannya klien dapat menjawab dengan benar bahwa dia sedang di panti wredha. Perawat menyebutkan 3 objek : handuk, ember, sabun, kemudian meminta klien untuk menyebutkan kembali ketiga objek tersebut. Klien hanya mampu mengulang 2 objek dengan benar yaitu handuk dan sabun. Perawat meminta klien untuk memulai angka 100 kemudian dikurang 7 kali /tingkat, klien hanya benar 93 dan 86 yang lainnya keliru. Klien diminta kembali menyebutkan 3 objek yang tadi, klien hanya dapat mengingat 1 yaitu handuk. Perawat menunjukkan dua buah benda ke klien dan klien bisa menjawabnya dengan benar. Perawat meminta klien untuk mengulang kata berikut : ‘tak ada jika, dan atau tetapi. Klien hanya mampu mengulang ‘tak ada jika’. Perawat memberi perintah 3 langkah yaitu ambil kertas, lipat dua, taruh dilantai. Klien mampu melakukan ke 3 langkah tersebut. Perawat meminta klien tutup mata, klien dapat melakukannya. Perawat meminta klien menyalin kalimat dan membuat gambar, klien hanya mampu menyalin kalimat sedangkan menggambar klien tidak mampu. Pengkajian diatas merupakan ....................
Barthel indeks
MMSE
SPSMQ
Katz indeks
Pengkajian psikososial
Seorang wanita berusia 66 tahun mempunyai riwayat jatuh, pendengaran berkurang, riwayat diabetes mellitus sejak 2 tahun, mengatakan sering melihat kodok putih berbaris di mejanya menggunakan sepatu merah, KATZ Index kategori C, hasil SPSMQ menunjukkan kerusakan intelektual ringan. Apakah diagnosa keperawatan prioritas pada kasus diatas?
Gangguan persepsi sensori : Halusinasi penglihatan
Resiko ketidakstabilan kadar glukosa darah
Gangguan mobilitas fisik
Gangguan memori
Resiko jatuh
Seorang pasien dengan BPH (Benigna Prostat Hiperplasia) sedang menjalani operasi TURP (Transurethral Resection of the Prostate) dan mendapatkan irigasi kandung kemih. Sebelum tindakan dilakukan, perawat bedah memberikan penjelasan dan meminta persetujuan pasien. Apakah nilai etik utama yang menjadi pedoman perawat dalam tindakan tersebut?
Keadilan
Kebebasan
Persamaan hak
Harga diri manusia
Mendahulukan kepentingan orang lain
Seorang laki-laki, 65 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan sulit dan nyeri saat BAK. Hasil pengkajian: menetes saat kencing, memulai kencing yang lama dan harus mengedan, kandung kemih teraba penuh, TD 140/90 mmHg, frekuensi napas 20x/menit, dan frekuensi nadi 84x/menit. Pasien sering bertanya dengan kondisinya. Apakah masalah keperawatan pada kasus tersebut?
Cemas
Hipovolemia
Inkontinensia urine
Retensi urine
Nyeri akut
Seorang laki-laki usia 60 tahun dirawat diruang penyakit syaraf dengan diagnosa medis stroke. Dari hasil anamnesa di dapatkan keadaan umum lemah, hemipharase sinistra, bicara pelo dan tersedak saat screening dysphagia. TD 150/100 mmHg, frekuensi nafas 23 x/menit, nadi 95 x/menit, suhu 36,8°C. Sehingga diperlukan pemasangan NGT untuk memberikan nutrisi yang adekuat. Apakah diagnosis keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Resiko aspirasi
Kerusakan mobilitas fisik
Hambatan komunikasi verbal
Resiko ketidakefektifan perfusi jaringan serebral
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan
Pasien laki-laki berusia 61 tahun sudah mulai kesulitan mengontrol BAK dan sering mengompol di celananya saat tidak mampu lagi menahan BAK. Berdasarkan kasus diatas apa yang harus dilakukan oleh perawat?
Melatih pasien mengontrol emosinya
Melatih pasien mengontrol BAK dengan meminum obat
Melatih pasien menggunakan diapers lansia
Melatih pasien mengontrol otot suprapubiknya dengan senam kegel
Melatih pasien mengontrol BAK dengan latihan nafas dalam
Seorang laki-laki, umur 72 tahun tinggal bersama anak dan cucunya. Keluarga mengatakan beberapa bulan terakhir klien mengatakan malas makan. Hasil pengkajian: klien tampak tidak banyak melakukan aktifitas, dari hasil perhitungan BMI klien adalah gizi kurang. Apakah intervensi keperawatan utama pada kasus tersebut?
Rencanakan pengelolaan berat dan tinggi badan
Berikan penyuluhan tentang bahaya menahan lapar
Berikan dukungan positif terkait nafsu makan klien
Berikan penkes tentang kebutuhan nutrisi yang sesuai
Rundingkan dengan ahli gizi dalam pengaturan pola makan
Seorang wanita berusia 65 tahun, 3 hari tinggal di panti werdha, mengatakan bahwa kegiatan di panti seperti senam, kesenian, keagamaan dan terapi aktifitas kelompok tidak ada yang disenangi dan suasana panti sangat membosankan. Apakah tindakan keperawatan yang tepat untuk klien ini?
Membantu klien beradaptasi dengan lingkungan secara bertahap
Mendesak klien segera bergabung dengan penghuni panti yang lain
Menyarankan klien untuk mencari panti lain yang sesuai seleranya
Menyusun program kegiatan baru sesuai dengan keinginan klien
Membuat kegiatan yang dapat dilakukan klien sendirian
Seorang laki-laki, umur 68 Tahun, dirawat diruang rawat inap Puskesmas sejak 3 hari lalu. Klien mengeluh sesak napas. Hasil pemeriksaan: frekuensi napas: 32 x/menit, frekuensi nadi: 100X/menit, TD 150/90 mmHg, adanya batuk produktif dengan mengeluarkan sputum, auskultasi suara nafas ronchi. Apakah intervensi keperawatan prioritas dari kasus tersebut?
Berikan terapi O2
Mencatat pergerakan dinding dada
Dorong klien untuk bernapas pelan
Keluarkan secret dengan batuk efektif
Monitor kecepatan dan kedalaman respirasi
Seorang wanita berusia 65 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri pada bagian punggung dan posturnya terasa lebih bungkuk. Pasien didiagnosa oleh dokter mengalami osteoporosis. Bagaimanakah terjadinya osteoporosis pada pasien diatas?
Pasien kurang aktifitas
Kurang aliran darah ke tulang
Ketidakseimbangan antara reabsopsi tulang dan formasi tulang
Kurang terpapar sinar matahari
Gangguan absorpsi kalsium ke dalam tulang
Saat kunjungan rumah didapati laki-laki 65 tahun dengan keluhan penurunan pendengaran sehingga sulit berkomunikasi dengan orang lain. Klien mengatakan kedua telinganya sering berdengung sejak tiga tahun terakhir. Klien memiliki riwayat darah tinggi sejak usia berusia 45 tahun. Apakah teknik berkomunikasi keperawatan yang digunakan pada kasus tersebut?
Meningkatkan intonasi suara hingga klien mendengar
Menggunakan ekspresi wajah dengan intonasi suara rendah
Menatap wajah klien, berbicara perlahan dan intonasi normal
Menatap wajah klien dan bicara dengan cepat
Menggunakan bahasa isyarat
Seorang perempuan, umur 65 tahun tinggal di panti werdha. Klien mengeluh nyeri kaki, lutut dan otot betisnya sesekali terasa ngilu. Pada saat membantu klien ke kamar mandi perawat tidak memperhatikan lingkungan dan privasi klien sehingga aurat klien terlihat. Apakah prinsip etik yang di langgar oleh perawat pada kasus tersebut?
Justice
Veracity
Autonomy
Beneficience
Nonmaleficience
Seorang laki-laki, umur 67 tahun, datang ke Puskesmas ditemani keluarganya. Klien mengeluh BAB cair 5x sehari, mual, muntah sudah 2x sejak 2 hari yang lalu. Hasil pengkajian didapatkan mukosa bibir kering, turgor kulit jelek, TD: 150/90 mmHg, suhu: 37.9°C, frekuensi Nadi 87x/menit, frekuensi napas: 19x/menit. Apakah masalah keperawatan prioritas pada kasus tersebut?
Defisit volume cairan
Risiko infeksi
Hipertermi
Nyeri akut
Ansietas
Seorang wanita lansia berusia 65 tahun mengatakan bahwa ia sering merasa lelah meskipun tidak melakukan banyak aktivitas. Ia juga mengalami penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas dalam beberapa bulan terakhir. Selain nyeri dan bengkak pada sendi kecil, hasil laboratorium menunjukkan anemia ringan. Apa yang menjadi aspek penting dalam pengkajian rheumatoid arthritis pada kasus ini?
Pola makan lansia untuk mendeteksi kekurangan nutrisi
Gejala sistemik seperti kelelahan dan penurunan berat badan
Riwayat penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS)
Tingkat stres emosional yang memengaruhi kondisi sendi
Pemeriksaan fisik pada sendi besar seperti lutut dan bahu
Seorang pria lansia berusia 70 tahun dengan rheumatoid arthritis kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari, seperti mengenakan pakaian dan memasak. Perawat mengajarkan penggunaan alat bantu seperti pegangan khusus untuk sendok dan pakaian dengan velcro untuk mengurangi beban pada sendi. Intervensi yang diberikan perawat tersebut bertujuan untuk:
Meningkatkan kemandirian lansia dalam aktivitas sehari-hari
Mengurangi risiko cedera akibat deformitas sendi
Menghilangkan kebutuhan perawatan oleh keluarga
Mempercepat proses penyembuhan arthritis
Meningkatkan sirkulasi darah pada sendi yang bengkak
Seorang pria lansia berusia 80 tahun yang tinggal sendiri dilaporkan oleh tetangganya sering lupa mematikan kompor setelah memasak. Ketika perawat melakukan pengkajian, ia tampak bingung tentang lokasi perabot di rumahnya sendiri dan menunjukkan kesulitan merencanakan kegiatan sederhana. Apa aspek penting yang perlu dikaji oleh perawat untuk mengidentifikasi tingkat keparahan dimensi pada lansia ini?
Pola aktivitas harian dan tingkat bahaya di rumah
Keseimbangan tubuh dan risiko jatuh saat beraktivitas
Hubungan interpersonal dengan tetangga dan keluarga
Riwayat penyakit kronis yang memengaruhi fungsi otak
Tingkat stres emosional akibat tinggal sendirian
Seorang lansia pria berusia 78 tahun, yang beragama Islam, berada di akhir hayatnya setelah bertahun-tahun berjuang melawan penyakit jantung. Keluarga dan perawat merasa penting untuk memahami pandangannya terhadap kematian dalam konteks agama Islam, yang mengajarkan bahwa kematian adalah perpisahan antara ruh dan jasad, dan ruh kembali ke Allah SWT. Pasien mengungkapkan perasaan berdosa dan takut akan kematian yang menyakitkan, serta takut tidak diterima oleh Tuhan. Intervensi perawat yang sesuai untuk membantu pasien ini mengatasi kecemasan terkait kematian adalah
Mengajarkan pasien untuk menerima kematian sebagai proses alamiah tanpa memandang agamanya.
Mendorong pasien untuk menghindari diskusi lebih lanjut tentang kematian agar tidak memperburuk kecemasannya.
Menghargai pandangan agama pasien dan menawarkan dukungan spiritual melalui doa dan penghiburan sesuai dengan keyakinannya.
Memberikan konseling yang menekankan bahwa kematian adalah akhir dari segala sesuatu dan harus diterima dengan lapang dada.
Memastikan pasien tetap terhubung dengan keluarga untuk membantu mengurangi kecemasannya tanpa memperkenalkan topik agama.
Seorang wanita lansia berusia 75 tahun dengan diagnosis kanker stadium lanjut mengalami kecemasan yang sangat tinggi terkait dengan kematiannya yang semakin dekat. Ia sering mengungkapkan rasa takut tentang kematian yang menyakitkan dan merasa sendirian. Perawat merasa perlu memberikan dukungan emosional yang sesuai dengan pandangan budaya pasien tentang kematian, yang berakar dalam tradisi agama dan spiritualitasnya. Aspek apa yang perlu diperhatikan perawat dalam memberikan dukungan kepada pasien ini?
Mendorong pasien untuk menyelesaikan urusan praktis seperti surat wasiat dan perencanaan pemakaman.
Menghindari pembicaraan tentang kematian untuk mencegah meningkatkan kecemasannya.
Memberikan ruang bagi pasien untuk berbicara tentang kepercayaannya terkait kehidupan setelah kematian dan memberikan kenyamanan emosional berdasarkan keyakinannya.
Menyarankan pasien untuk mengabaikan rasa takut dan fokus pada perawatan medis saja.
Mengarahkan pasien untuk segera menerima perawatan paliatif tanpa membahas apa yang ia rasakan tentang kematian.
Seorang pria lansia berusia 82 tahun yang tinggal di rumah perawatan sering kali mengabaikan kebersihan pribadi, seperti tidak mau mandi atau menyikat gigi. Ia mengeluh merasa lelah dan tidak nyaman saat melakukan kegiatan tersebut. Perawat melakukan pendekatan dengan sabar dan menawarkan bantuan secara bertahap untuk meningkatkan kebiasaan higiene pribadi. Intervensi keperawatan yang dilakukan perawat bertujuan untuk:
Meningkatkan kemandirian lansia dalam merawat diri
Menurunkan risiko infeksi dengan perawatan higiene
Mengurangi perasaan frustrasi dengan memberi pujian
Membantu lansia untuk mengatasi kesulitan fisik yang ada
Meningkatkan komunikasi dengan anggota keluarga melalui perawatan pribadi
Seorang pria lansia berusia 80 tahun dengan kondisi kesehatan yang memburuk cenderung menghindari pertemuan sosial dan lebih suka menghabiskan waktu di kamar. Ia tidak ingin berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang disarankan oleh keluarga atau perawat. Perawat memberikan dukungan emosional dan mencoba mengajak pria tersebut untuk mengikuti kegiatan seni atau kerajinan tangan yang sesuai dengan minatnya. Intervensi yang dilakukan oleh perawat ini bertujuan untuk:
Mengurangi kecemasan dengan kegiatan fisik yang mengalihkan perhatian
Meningkatkan motivasi untuk bergabung dalam kegiatan sosial
Menurunkan risiko gangguan tidur dengan aktivitas yang menenangkan
Mengurangi frustrasi akibat keterbatasan fisik dengan kegiatan ringan
Meningkatkan keterampilan komunikasi dengan orang lain di sekitar rumah
Seorang pria lansia berusia 75 tahun melaporkan mengalami kesulitan untuk mempertahankan ereksi, meskipun libido dan minat seksualnya tetap ada. Ia memiliki riwayat penyakit jantung koroner dan sedang menjalani terapi obat antihipertensi. Pasien merasa tertekan karena masalah ini mempengaruhi hubungan dengan pasangannya. Dalam pengkajian pada kasus ini, apa yang perlu diperhatikan oleh perawat untuk memahami lebih dalam tentang impotensi?
Menilai kualitas hubungan interpersonal dengan pasangan
Menilai potensi efek samping dari terapi antihipertensi yang digunakan
Menyusun rencana terapi diet untuk memperbaiki kondisi jantung
Mengevaluasi pola tidur dan faktor kelelahan fisik yang mungkin memengaruhi
Mengidentifikasi kebiasaan seksual yang tidak sehat dalam kehidupan pasien
Seorang pria lansia berusia 76 tahun dengan diabetes mellitus tipe 2 dirawat di * rumah sakit karena luka diabetik yang terinfeksi. Pasien mengeluh rasa nyeri yang hebat di sekitar luka, disertai dengan kemerahan dan pembengkakan. Perawat melakukan pengkajian untuk menilai tingkat keparahan infeksi dan pengaruhnya terhadap kesehatannya secara keseluruhan. Aspek penting yang perlu diperhatikan oleh perawat dalam pengkajian infeksi pada luka diabetik lansia ini adalah...
Memeriksa tingkat kebugaran fisik dan kemampuan berjalan pasien
Menilai tanda-tanda dehidrasi dan keseimbangan elektrolit pasien
Mengkaji riwayat pengobatan antibiotik dan kemungkinan resistensi
Mengidentifikasi faktor risiko yang memperburuk proses penyembuhan luka
Memastikan pasien memiliki akses ke makanan bergizi yang cukup
Seorang pria lansia berusia 82 tahun mengalami infeksi saluran kemih (ISK) yang berulang. Ia memiliki riwayat diabetes mellitus dan hipertensi. Perawat melakukan pengkajian mendalam dan memutuskan untuk menerapkan Evidance Based Practice dalam perawatan pasien ini untuk mencegah ISK lebih lanjut. Intervensi keperawatan apa yang tepat untuk mencegah ISK berulang pada pasien ini adalah:
Memberikan antibiotik jangka panjang untuk mencegah infeksi berulang
Menganjurkan pasien untuk meningkatkan asupan cairan dan mengosongkan kandung kemih secara teratur
Menghindari penggunaan kateter urin untuk mencegah infeksi, meskipun diperlukan
Mengajarkan pasien untuk mengonsumsi makanan yang dapat meningkatkan jumlah bakteri baik dalam tubuh
Memberikan obat-obatan yang meningkatkan kekebalan tubuh tanpa mempertimbangkan riwayat medis
Seorang pria lansia berusia 85 tahun yang menerima terapi antibiotik jangka panjang untuk infeksi saluran kemih mengeluh diare, mual, dan kelelahan. Perawat melakukan pengkajian untuk menilai kemungkinan adanya efek samping dari pengobatan tersebut. Pengkajian yang perlu dilakukan oleh perawat untuk mengidentifikasi efek samping iatrogenik pada pasien ini adalah:
Menilai status pernapasan pasien dan memastikan tidak ada tanda-tanda sesak
Memeriksa apakah pasien memiliki riwayat penyakit jantung atau gangguan peredaran darah
Mengkaji pola buang air besar dan konsistensi tinja pasien
Menilai status tidur dan kecemasan yang dialami pasien terkait efek pengobatan
Memeriksa kadar glukosa darah dan pengaruhnya terhadap kontrol diabetes
Seorang wanita lansia berusia 80 tahun dengan hipertensi dan diabetes mellitus sedang menjalani pengobatan jangka panjang dengan obat antihipertensi dan obat pengontrol gula darah. Ia mengeluh pusing dan merasa tidak seimbang ketika berdiri, serta menunjukkan tanda-tanda hipoglikemia yang disebabkan oleh interaksi obat. Perawat segera melakukan pengkajian dan merencanakan intervensi. Intervensi keperawatan yang paling tepat untuk mengatasi masalah iatrogenik pada pasien ini adalah...
Menghentikan pengobatan antihipertensi dan memperkenalkan obat antihipertensi baru
Memonitor kadar gula darah secara lebih ketat dan menyesuaikan dosis obat jika perlu
Memberikan obat anti-hipotensi untuk mencegah pusing pada pasien
Menginstruksikan pasien untuk mengurangi asupan makanan agar tidak berlebihan
Mengatur pasien untuk tidur lebih banyak guna meningkatkan keseimbangan tubuh
Seorang laki-laki berusia 75 tahun tinggal di Panti Wredha dan telah menjalani perawatan selama beberapa waktu. Sejak empat hari terakhir, klien mengeluh mual dan muntah, sehingga setiap kali diberikan satu porsi makanan, klien hanya mampu menghabiskan sekitar ¼ porsi. Saat ini klien tampak lemah, lebih banyak terbaring di tempat tidur, dan tidak mampu mengikuti aktivitas serta rutinitas harian yang biasanya dilakukan bersama penghuni lain.
Berdasarkan kondisi tersebut, aspek lain yang paling penting untuk dikaji secara mendalam oleh perawat adalah …
Riwayat pekerjaan dan aktivitas sosial klien sebelum masuk panti
Pola eliminasi, status hidrasi, dan keseimbangan elektrolit klien
Preferensi makanan dan kebiasaan makan sejak usia muda
Hubungan klien dengan sesama penghuni panti wredha
Tingkat kepatuhan klien terhadap aturan dan jadwal panti
Seorang perempuan usia 76 tahun tinggal di sebuah panti wredha. Klien mengeluh sering kesulitan mencari barang-barang pribadinya seperti tasbih, gelas minum, dan balsam, terutama setelah perawat membantu merapikan area tempat tidurnya. Klien memiliki riwayat gangguan penglihatan sejak tiga tahun terakhir. Kondisi tersebut membuat klien tampak cemas dan berulang kali menanyakan letak barang-barangnya.
Sebagai perawat, metode komunikasi yang paling tepat digunakan saat menata barang-barang pribadi klien agar mudah dipahami dan diingat oleh lansia tersebut adalah …
Memberi penjelasan secara singkat tanpa melibatkan klien agar pekerjaan cepat selesai
Menjelaskan sambil berdiri dan menunjuk posisi barang dari jarak jauh
Mengajak klien terlibat, menjelaskan secara verbal sambil menyentuhkan tangan klien ke setiap barang
Menyimpan barang di tempat yang dianggap praktis oleh perawat tanpa penjelasan
Menjelaskan posisi barang secara tertulis agar dapat dibaca kembali oleh klien
Seorang perawat komunitas melakukan pengkajian komprehensif pada seorang lansia laki-laki usia 63 tahun yang tinggal bersama keluarga. Selama wawancara, perawat menemukan klien sering lupa meletakkan barang, membutuhkan waktu lebih lama untuk menjawab pertanyaan, dan tampak kesulitan mengingat kejadian yang baru saja terjadi. Untuk memastikan kondisi tersebut, perawat merencanakan pengkajian kemampuan kognitif secara sistematis menggunakan instrumen yang telah terstandar.
Form atau alat ukur yang paling tepat digunakan oleh perawat untuk menilai fungsi kognitif klien tersebut adalah …
Katz Index of Independence in Activities of Daily Living
Mini Mental State Examination (MMSE)
Geriatric Depression Scale (GDS)
Barthel Index
Clock Drawing Test (CDT) - 4
Seorang lansia laki-laki usia 69 tahun datang ke posyandu lansia dengan keluhan sulit memulai berkemih, pancaran urin lemah dan terputus-putus, serta sering terbangun pada malam hari untuk buang air kecil. Perawat mencurigai klien mengalami Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) berdasarkan keluhan yang disampaikan.
Kombinasi tanda dan gejala yang paling menunjukkan klien mengalami Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) adalah …
Nyeri hebat saat berkemih dan urin berwarna keruh
Hematuria akut disertai demam tinggi
Hesitansi berkemih dan pancaran urin lemah
Inkontinensia urin total dan nyeri suprapubik akut
Poliuria disertai peningkatan asupan cairan
Seorang laki-laki usia 72 tahun dirawat di ruang bedah setelah terjatuh di kamar mandi dan didiagnosis mengalami dislokasi pada daerah panggul. Pasien mengeluh nyeri hebat pada area tersebut dan tampak kesulitan menggerakkan tungkai. Perawat memahami bahwa kondisi ini berisiko tinggi menyebabkan gangguan neurovaskular jika tidak ditangani dengan tepat.
Sebagai tindakan awal untuk mempertahankan posisi panggul dan mencegah gangguan neurovaskular, intervensi pertama yang paling tepat dilakukan perawat adalah …
Membantu pasien melakukan latihan rentang gerak pasif
Memposisikan pasien dengan abduksi panggul menggunakan bantal/abduction pillow
Mengubah posisi pasien secara berkala setiap 2 jam
Menganjurkan pasien duduk untuk mengurangi nyeri
Melakukan ambulasi dini dengan bantuan alat
Seorang lansia perempuan usia 65 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri hebat pada sendi-sendi kaki sebelah kiri sejak dua hari terakhir. Pada pemeriksaan fisik, tampak pembengkakan, kemerahan, peningkatan suhu lokal, dan klien tidak mampu menggerakkan kaki tersebut. Klien tampak meringis saat area nyeri disentuh dan berjalan dengan sangat terbatas.
Berdasarkan kondisi tersebut, tindakan keperawatan prioritas yang paling tepat dilakukan terlebih dahulu adalah …
Melatih rentang gerak sendi secara aktif
Memberikan kompres dingin pada area sendi yang nyeri
Menganjurkan ambulasi dengan alat bantu
Mengajarkan latihan penguatan otot
Memberikan edukasi tentang aktivitas harian
Seorang lansia laki-laki usia 65 tahun datang ke puskesmas dan didiagnosis Diabetes Mellitus. Klien juga mengalami gangguan penglihatan. Perawat Budi berencana memberikan pendidikan kesehatan (penkes) terkait perubahan gaya hidup yang harus dilakukan klien. Namun, hasil pemeriksaan Mini Mental State Examination (MMSE) menunjukkan klien melakukan kesalahan pada 6 item.
Berdasarkan kondisi tersebut, keputusan keperawatan yang paling tepat adalah …
A. Tidak memberikan penkes karena klien mengalami gangguan kognitif
B. Memberikan penkes secara penuh tanpa modifikasi
C. Tetap memberikan penkes dengan penyesuaian metode dan melibatkan keluarga
D. Menunda penkes sampai fungsi kognitif klien membaik
E. Menyerahkan sepenuhnya penkes kepada dokter
Tidak memberikan penkes karena klien mengalami gangguan kognitif
Memberikan penkes secara penuh tanpa modifikasi
Tetap memberikan penkes dengan penyesuaian metode dan melibatkan keluarga
Menunda penkes sampai fungsi kognitif klien membaik
Menyerahkan sepenuhnya penkes kepada dokter
Seorang lansia usia 65 tahun datang ke puskesmas dan didiagnosis Diabetes Mellitus. Klien mengalami gangguan penglihatan sehingga kesulitan membaca tulisan kecil. Perawat Budi berencana memberikan pendidikan kesehatan (penkes) mengenai perubahan gaya hidup yang harus dilakukan klien untuk mengontrol penyakitnya.
Media pendidikan kesehatan yang PALING tepat digunakan untuk kondisi klien tersebut adalah …
Leaflet dengan tulisan kecil agar mudah dibawa
Poster bergambar yang ditempel di ruang tunggu
Media audio dan penjelasan verbal dengan bahasa sederhana
Buku panduan diet tertulis lengkap
Media presentasi PowerPoint dengan teks detail
Seorang laki-laki usia 75 tahun telah tinggal di Panti Rukun Ibu selama dua bulan dan didiagnosis rematik. Berdasarkan pengkajian Katz Index of Independence in Activities of Daily Living, diperoleh data bahwa klien mandiri dalam semua aktivitas, kecuali mandi, berpakaian, ke kamar kecil, dan satu fungsi ADL lainnya.
Berdasarkan data tersebut, kategori Katz Index yang tepat untuk klien adalah …
Kategori A
Kategori B
Kategori C
Kategori E
Kategori F
Seorang lansia usia 78 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan pusing dan lemas. Dari hasil pengkajian, diketahui pasien mengonsumsi 7 jenis obat dari beberapa dokter berbeda dan memiliki riwayat penyakit ginjal kronik. Faktor risiko pada pasien tersebut adalah …
Usia lanjut
Penyakit ginjal kronik
Polifarmasi dan penurunan fungsi organ
Kepatuhan minum obat
iwayat kunjungan kesehatan yang sering
Seorang perawat komunitas melakukan kunjungan rumah pada lansia dengan 6 jenis obat rutin. Pasien sering lupa jadwal minum obat dan mengeluh mual.
Tindakan paling tepat untuk mencegah iatrogenik adalah …
Menghentikan semua obat
Menyarankan pasien minum obat saat perlu saja
Melakukan review obat, penyesuaian dosis, dan efek samping
Menambah obat antiemetik
Mengganti semua obat dengan herbal
Lansia usia 80 tahun mengalami penurunan fungsi ginjal. Ia mendapatkan dosis obat yang sama seperti pasien dewasa muda. Mengapa penyesuaian dosis obat penting pada lansia tersebut?
Lansia lebih patuh minum obat
Metabolisme obat meningkat
Fungsi organ menurun sehingga risiko toksisitas meningkat
Lansia membutuhkan dosis lebih tinggi
Lansia lebih tahan terhadap efek samping
Seorang lansia tinggal bersama anaknya dan mengonsumsi beberapa obat kronis. Keluarga sering mendampingi saat kontrol ke puskesmas. Peran keluarga yang paling penting dalam manajemen medikasi lansia adalah …
Menentukan jenis obat yang dikonsumsi
Menghentikan obat bila muncul keluhan ringan
Memastikan kepatuhan, memantau efek samping
Menggantikan obat dengan obat bebas dan generik
Memberikan obat sesuai intuisi
Seorang lansia sering mengalami infeksi berulang meskipun tidak memiliki penyakit autoimun. Dokter menjelaskan bahwa kondisi ini berkaitan dengan proses penuaan sistem imun. Penyebab utama imunodefisiensi pada lansia adalah …
Aktivasi sel T berlebihan pada kondisi-kondisi tertentu
Peningkatan produksi antibodi seiring dengan berkurangnya usia
Pengecilan thymus dan penurunan fungsi sel T
Hipersensitivitas sistem imun terutama pada Antibodi dan Sel T
Respons inflamasi yang mulai mengalami perubahan sesuai sel memory
Seorang lansia mengalami luka kecil di kaki yang sulit sembuh dan dalam setahun terakhir sering mengalami ISK berulang. Kondisi tersebut paling menggambarkan …
Proses penuaan normal
Gangguan nutrisi
Tanda imunodefisiensi
Efek samping antibiotik
Gangguan psikologis
Seorang lansia 82 tahun datang ke IGD dengan keluhan bingung mendadak, lemas, dan tidak nafsu makan. Suhu tubuh 35,8°C tanpa demam. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa infeksi pada lansia sering …
Selalu disertai demam tinggi
Menunjukkan gejala klasik
Menunjukkan gejala tidak khas
Mudah dikenali dari nyeri lokal
Tidak memerlukan pemeriksaan lanjutan
Seorang lansia perempuan dirawat inap karena penurunan kesadaran dan hasil pemeriksaan menunjukkan infeksi. Infeksi yang paling sering menyebabkan hospitalisasi pada lansia adalah …
Tuberkulosis
Infeksi saluran kemih
Influenza
Infeksi virus hepatitis
Infeksi parasit
Seorang lansia dengan gejala tidak khas dicurigai mengalami infeksi sistemik. Pendekatan paling tepat untuk menegakkan diagnosis infeksi pada lansia adalah …
Memeriksa suhu tubuh
Pemeriksaan fisik head to toe
Pemeriksaan darah lengkap dan kultur
Anamnesis data objektif dan subjektif
Pemeriksaan kadar elektrolit
Seorang pria berusia 79 tahun datang ke klinik dengan keluhan perasaan sedih dan kehilangan minat
dalam kegiatan yang biasanya disukainya. Dia juga mengeluh sulit tidur dan merasa tidak ada harapan.
Dia tinggal sendirian setelah kematian istrinya dua tahun lalu. Pemeriksaan fisik dan tes laboratorium
tidak menunjukkan kelainan signifikan. Apa langkah penanganan yang paling tepat untuk pasien ini?
Memulai terapi antidepresan seperti sertraline dan merujuk untuk terapi psikologis.
Mengarahkan pasien untuk meningkatkan aktivitas fisik dan diet sehat tanpa tambahan obat.
Mengurangi kunjungan klinik dan memantau gejala tanpa pengobatan.
Merujuk pasien untuk pemeriksaan neurologis untuk mengevaluasi kemungkinan gangguan otak organik
Menyarankan pasien untuk tinggal dengan anggota keluarga untuk mengurangi perasaan kesepian.
Seorang wanita berusia 75 tahun mengeluh sering merasa putus asa dan cemas. Dia juga mengalami
penurunan berat badan dan kurang tidur. Riwayat medisnya mencakup diabetes tipe 2 dan hipertensi,
yang keduanya terkontrol dengan obat. Setelah evaluasi awal, dokter mencurigai adanya depresi berat.
Apa tindakan selanjutnya yang paling tepat?
Memulai terapi dengan antidepresan dan merekomendasikan konsultasi dengan psikolog.
Mengubah dosis obat antihipertensi untuk mengatasi kemungkinan efek samping.
Menyarankan pasien untuk menghindari stres dengan mengurangi tanggung jawab sehari-hari.
Melakukan tes laboratorium tambahan untuk menilai kemungkinan gangguan tiroid.
Mengarahkan pasien untuk mengikuti program rehabilitasi fisik dan nutrisi.
Seorang pria berusia 80 tahun melaporkan bahwa ia sering mengalami perubahan suasana hati yang
mendadak, dari merasa bahagia menjadi sangat marah atau cemas tanpa alasan yang jelas. Dia juga
mengalami kesulitan tidur dan kehilangan minat dalam aktivitas sosial. Riwayat medisnya menunjukkan
adanya hipertensi dan tidak ada riwayat gangguan mental. Apa langkah pertama yang paling tepat dalam
penanganan kondisi ini?
Melakukan evaluasi lebih lanjut untuk gangguan mood atau psikologis dan mempertimbangkan terapi
psikoterapi.
Mengganti obat antihipertensi dengan jenis lain yang mungkin memiliki efek samping lebih rendah.
Menyarankan pasien untuk melakukan latihan relaksasi dan mengurangi stres meminimlkan intervensi medis.
Melakukan pemeriksaan laboratorium untuk gangguan metabolik yang mungkin berkontribusi.
Mengarahkan pasien untuk menjalani pemeriksaan neurologis untuk mengevaluasi kemungkinan
gangguan otak organik
Seorang wanita berusia 77 tahun mengeluh sering merasa marah dan cemas, dan mengalami perubahan
suasana hati yang cepat. Dia tinggal sendirian dan tidak memiliki dukungan sosial yang kuat. Riwayat
medisnya tidak menunjukkan gangguan psikologis sebelumnya. Apa pendekatan yang paling tepat untuk
menangani kondisi ini?
Mengarahkan pasien untuk melakukan terapi psikologis dan memantau perkembangan emosi.
Mengganti semua obat yang sedang digunakan untuk mengidentifikasi kemungkinan penyebab
perubahan suasana hati.
Menyarankan pasien untuk meningkatkan keterlibatan dalam aktivitas sosial untuk mengurangi
perubahan suasana hati.
Merekomendasikan terapi obat untuk gangguan mood tanpa evaluasi lebih lanjut.
Mengurangi kunjungan ke klinik dan memantau kondisi pasien secara berkala.
Seorang pria berusia 85 tahun datang ke klinik dengan keluhan merasa sangat kesepian dan terisolasi.
Dia tinggal sendirian di rumah dan jarang berinteraksi dengan orang lain. Dia juga mengalami penurunan
nafsu makan dan kurang bersemangat. Apa intervensi yang paling sesuai untuk mengatasi masalah
isolasi sosial ini?
Menyarankan pasien untuk bergabung dengan kelompok komunitas atau kegiatan sosial di
lingkungan sekitarnya.
Menganjurkan pasien untuk mengurangi kunjungan sosial dan fokus pada kegiatan individu.
Mengarahkan pasien untuk memulai terapi psikologis untuk mengatasi perasaan kesepian.
Merekomendasikan perubahan gaya hidup seperti olahraga rutin tanpa dukungan sosial.
Mengarahkan pasien untuk mempertimbangkan pindah ke fasilitas perawatan jangka panjang untuk
meningkatkan interaksi sosial.
Seorang wanita berusia 82 tahun mengeluh tidak memiliki teman dekat dan merasa terasing dari
keluarga. Dia tinggal sendirian di rumah dan jarang berpartisipasi dalam kegiatan sosial. Apa pendekatan
terbaik untuk meningkatkan keterlibatan sosial dan mengurangi perasaan kesepian?
Mencarikan program sukarelawan lokal atau kelompok kegiatan sosial yg sesuai dengan minat pasien.
Mengurangi aktivitas fisik dan sosial untuk menghindari kelelahan dan stres.
Menyarankan pasien untuk memulai terapi individu untuk menangani perasaan kesepian.
Mengarahkan pasien untuk fokus pada aktivitas religius tanpa mencoba solusi sosial tambahan.
Menghentikan semua kunjungan ke klinik untuk mengurangi frekuensi kontak sosial.
Seorang pria berusia 76 tahun dihadapi dengan penurunan memori progresif, termasuk kebingungan
mengenai waktu dan tempat, serta kesulitan dalam mengenali anggota keluarga. Hasil pencitraan otak
menunjukkan atrophy yang konsisten dengan penyakit Alzheimer. Apa langkah manajemen yang paling
tepat untuk kondisi ini?
Memulai terapi dgn inhibitor kolinesterase seperti donepezil untuk memperlambat penurunan kognitif.
Menyarankan pasien untuk melakukan latihan fisik secara rutin tanpa terapi medis.
Mengarahkan pasien untuk menjalani evaluasi untuk kemungkinan gangguan kognitif lainnya
Merekomendasikan rencana perawatan jangka panjang di fasilitas perawatan untuk demensia.
Menghentikan semua obat yang tidak berhubungan dengan kognisi dan memantau kondisi lebih lanjut.
Seorang wanita berusia 79 tahun mengalami penurunan kemampuan kognitif, termasuk kesulitan dalam
melakukan aktivitas sehari-hari dan orientasi waktu. Riwayat medisnya menunjukkan beberapa kondisi
medis kronis, tetapi tidak ada gangguan kognitif sebelumnya. Apa intervensi yang paling tepat untuk
manajemen awal penyakit Alzheimer?
Mengembangkan rencana perawatan yg melibatkan terapi obat dan dukungan non-medis, termasuk
dukungan keluarga.
Mengarahkan pasien untuk mengikuti terapi fisik dan okupasi tanpa obat tambahan.
. Memulai terapi hormon untuk potensi kekurangan hormon yang mungkin mempengaruhi kognisi.
Menyarankan pasien untuk menghindari aktivitas kognitif yang menuntut untuk mengurangi stres.
Mengganti semua obat yang mungkin mempengaruhi fungsi kognitif dan memantau kemajuan.
Seorang pria berusia 83 tahun dibawa ke klinik oleh anaknya karena mengalami kebingungan yang
semakin memburuk, kesulitan berbicara, dan gangguan memori. Tes pencitraan menunjukkan
penurunan fungsi kognitif yang signifikan. Apa pendekatan terbaik untuk manajemen kondisi dimensia
ini?
Menyusun rencana perawatan yang mencakup pengobatan dan dukungan non-medis, termasuk
pelatihan kognitif dan dukungan keluarga.
Memulai terapi antipsikotik untuk mengatasi gejala perilaku yang terkait dengan dimensia.
Merekomendasikan pasien untuk memulai terapi fisik dan okupasi tanpa intervensi medis.
Mengarahkan pasien untuk melakukan pemeriksaan tambahan untuk gangguan neurologis lain.
Menghentikan terapi medis yang ada dan fokus pada manajemen gejala tanpa pengobatan lebih
lanjut.
Seorang wanita berusia 80 tahun mengalami penurunan fungsi kognitif progresif, termasuk kebingungan
dan kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Pemeriksaan menunjukkan adanya dimensia
dengan atrophy otak. Apa langkah manajemen yang paling sesuai?
Memulai terapi dengan obat-obatan penghambat kolinesterase dan dukungan psikososial untuk
memperlambat penurunan kognitif.
Mengarahkan pasien untuk menjalani terapi fisik dan terapi okupasi tanpa obat tambahan.
Mengganti semua obat yang digunakan dengan terapi hormonal tanpa evaluasi lebih lanjut.
Menyarankan pasien untuk mengikuti program diet ketat tanpa pengobatan lebih lanjut.
Merekomendasikan pasien untuk pindah ke fasilitas perawatan jangka panjang dengan layanan
khusus untuk dimensia.
Seorang pria berusia 74 tahun yang baru pensiun dan kehilangan istrinya setahun lalu mengatakan bahwa ia merasa “tidak lagi berguna” dan sering mengenang masa lalu. Ia tampak menarik diri dari lingkungan sosial, meskipun kondisi fisiknya relatif stabil.
Fenomena yang paling tepat menggambarkan kondisi lansia tersebut adalah …
Proses adaptasi fisiologis akibat penuaan normal
Fase kehilangan yang berdampak pada aspek emosional dan sosial
Gangguan kognitif awal akibat penurunan fungsi otak
Reaksi stres akut yang bersifat sementara
Bentuk penolakan terhadap perubahan peran keluarga
Seorang wanita usia 78 tahun mulai membicarakan keinginannya terkait perawatan akhir hidup, termasuk siapa yang boleh mengambil keputusan medis jika ia tidak sadar. Ia menyampaikan hal ini dengan tenang kepada anak-anaknya. Perilaku tersebut paling tepat diartikan sebagai …
Bentuk kecemasan yang wajar terhadap kematian
Upaya mendapatkan perhatian dari anggota keluarga
Proses persiapan kematian secara emosional dan administratif
Tanda depresi laten pada lansia yang perlu di tangani
Penurunan fungsi psikologis akibat usia lanjut
Seorang lansia meminta bantuan perawat untuk menyiapkan berbagai hal agar keluarganya tidak kesulitan jika ia meninggal. Ia ingin memastikan semua berjalan sesuai keinginannya. Tindakan yang PALING mencerminkan langkah praktis persiapan kematian adalah …
Menyusun surat wasiat, rencana pemakaman, dan surat kuasa medis
Mengurangi aktivitas sosial agar lebih fokus pada diri sendiri
Menghindari pembicaraan tentang kematian dengan keluarga
Menyerahkan seluruh keputusan kepada tenaga kesehatan
Menunda pembahasan hingga kondisi fisik semakin menurun
Seorang pria usia 80 tahun mengungkapkan ketakutan menghadapi kematian, terutama saat malam hari. Ia merasa cemas dan sulit tidur meskipun kondisi penyakitnya stabil.
Pendekatan yang paling tepat untuk membantu mengatasi kecemasan tersebut adalah …
Menganjurkan pendekatan spiritual, dukungan keluarga, dan konseling
Mengalihkan pembicaraan agar pasien tidak memikirkan kematian
Memberikan obat tidur tanpa intervensi psikososial
Menyarankan pasien menerima kondisi tanpa diskusi lebih lanjut
Membatasi kunjungan keluarga agar pasien dapat beristirahat
Seorang lansia dengan kanker stadium lanjut tidak lagi merespons terapi kuratif. Ia sering mengeluh nyeri dan kelelahan, serta ingin lebih fokus pada kenyamanan hidupnya.
Pendekatan yang paling tepat untuk kondisi tersebut adalah …
Perawatan paliatif yang berfokus pada kenyamanan dan kualitas hidup
Melanjutkan terapi kuratif meskipun manfaatnya minimal
Menunda perawatan hingga muncul komplikasi lebih lanjut
Menghentikan seluruh intervensi medis secara mendadak
Merujuk pasien hanya untuk perawatan rehabilitatif
Seorang lansia ingin menyampaikan keinginannya terkait perawatan akhir hidup, tetapi khawatir akan melukai perasaan keluarganya. Cara komunikasi yang paling tepat adalah …
Memilih waktu tenang, menggunakan bahasa jujur dan penuh empati
Menyampaikan secara singkat tanpa membuka ruang diskusi
Menyerahkan pembicaraan sepenuhnya kepada tenaga medis
Menghindari topik kematian demi menjaga suasana keluarga
Membicarakan secara mendadak agar keluarga segera memahami
Seorang lansia menyatakan masih menyimpan penyesalan terhadap konflik lama dengan anaknya dan merasa gelisah menjelang akhir hidup. Pendekatan yang paling membantu kondisi tersebut adalah …
Mendorong rekonsiliasi, saling memaafkan, dan menyampaikan pesan bermakna
Mengalihkan fokus pada perawatan fisik semata
Menghindari pembahasan konflik untuk menjaga stabilitas emosi
Menyarankan pasien menerima konflik tanpa penyelesaian
Membatasi interaksi keluarga untuk mencegah stres tambahan
Seorang wanita lansia ingin memastikan keluarganya tidak mengalami kesulitan emosional dan administratif setelah ia meninggal. Tindakan yang paling tepat untuk tujuan tersebut adalah …
Menyiapkan dokumen penting dan meninggalkan pesan bermakna
Menghindari pembicaraan tentang kematian dengan keluarga
Menyerahkan semua urusan kepada pengacara tanpa diskusi
Membatasi komunikasi agar tidak menimbulkan kesedihan
Menunda persiapan hingga kondisi semakin memburuk
Seorang pria usia 82 tahun menyampaikan keinginannya agar tidak meninggal sendirian dan ingin ada orang yang mendampingi di akhir hidupnya. Pendekatan paling realistis dan etis untuk memenuhi keinginan tersebut adalah …
Mengkomunikasikan keinginan pada keluarga dan tim paliatif
Mengandalkan kunjungan acak dari tenaga kesehatan
Menyerahkan sepenuhnya pada kondisi alamiah
Menyarankan pasien menerima kemungkinan kesendirian
enghindari pembahasan agar tidak menambah kecemasan
Seorang lansia mengatakan ia merasa damai dan siap menghadapi kematian setelah menyelesaikan urusan keluarga, spiritual, dan administratif. Kondisi psikologis tersebut paling tepat diartikan sebagai …
Tahap penerimaan yang normal dalam proses menghadapi kematian
Penyangkalan terselubung terhadap realitas penyakit
Gejala depresi yang tersamar
Reaksi emosional sementara akibat kelelahan
Bentuk ketergantungan emosional pada lingkungan
Seorang pria berusia 68 tahun datang ke klinik dengan keluhan nyeri sendi di tangan dan lututnya yang sudah berlangsung selama 6 bulan. Nyeri terasa lebih parah di pagi hari dan cenderung membaik di sore hari. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya pembengkakan dan kekakuan pada sendi-sendi tangan dan lutut. Laboratorium menunjukkan adanya peningkatan faktor rheumatoid dan C-reactive protein. Berdasarkan informasi ini, manakah dari pernyataan berikut yang paling mungkin benar?
Pasien mungkin menderita osteoartritis daripada rheumatoid arthritis.
Terapi utama untuk pasien ini adalah terapi hormon kortikosteroid.
Gejala pasien ini konsisten dengan rheumatoid arthritis, dan terapi DMARD mungkin diperlukan.
Pasien memerlukan operasi penggantian sendi segera.
Tidak perlu melakukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut karena diagnosis sudah jelas.
Seorang wanita berusia 72 tahun dengan riwayat rheumatoid arthritis yang sudah lama datang dengan keluhan
kelelahan dan kehilangan nafsu makan. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya penurunan berat badan dan
anemia. Hasil laboratorium menunjukkan adanya kadar hemoglobin yang rendah serta kadar sedimentasi eritrosit
yang meningkat. Apakah tindakan yang paling tepat untuk mengelola kondisi ini?
Memberikan suplemen besi dan melakukan pemeriksaan kadar feritin.
Menghentikan semua obat antirematik dan menunggu hingga kondisi membaik.
Memberikan antibiotik spektrum luas untuk kemungkinan infeksi.
Melakukan biopsi sumsum tulang untuk menilai kemungkinan anemia aplastik.
Meningkatkan dosis obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID).
Seorang pria berusia 70 tahun menjalani pemeriksaan rutin dan ditemukan tekanan darahnya adalah 160/95 mmHg. Ia tidak memiliki riwayat penyakit jantung atau stroke, namun sering mengeluh sakit kepala. Dokter memutuskan untuk memulai terapi antihipertensi. Apa pendekatan pertama yang paling tepat untuk mengelola hipertensi pada pasien lansia ini?
Memulai dengan kombinasi dua jenis obat antihipertensi.
Mengubah gaya hidup dan menurunkan berat badan terlebih dahulu sebelum memulai obat.
Memulai terapi dengan beta-blocker sebagai terapi pertama.
Menggunakan diuretik thiazide sebagai terapi pertama.
Memberikan obat antihipertensi dosis tinggi sejak awal untuk menurunkan tekanan darah dengan cepat.
Seorang wanita berusia 75 tahun dengan riwayat hipertensi kronis datang dengan keluhan pusing dan rasa
lemah. Pemeriksaan tekanan darahnya adalah 145/85 mmHg. Dokter mencurigai adanya efek samping dari pengobatan hipertensi. Obat apa yang kemungkinan besar menyebabkan keluhan ini?
ACE inhibitor
Calcium channel blocker
Angiotensin II receptor blocker (ARB)
Diuretik thiazide
Beta-blocker
Seorang pria berusia 72 tahun mengeluh kesulitan berkemih dan frekuensi berkemih yang meningkat di malam hari. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya pembesaran prostat. Hasil pemeriksaan urine menunjukkan adanya sisa urine yang signifikan setelah berkemih. Apa langkah pengobatan pertama yang paling tepat untuk mengelola kondisi ini?
Memulai terapi dengan antibiotik untuk infeksi saluran kemih.
Menggunakan inhibitor 5-alpha reductase seperti finasteride.
Memulai terapi dengan antikolinergik untuk mengurangi frekuensi berkemih
Menyarankan perubahan gaya hidup dan diet sebagai pengobatan utama.
Merekomendasikan operasi transurethral resection of the prostate (TURP) segera.
Seorang pria berusia 68 tahun dengan diagnosis benigna prostat hiperthropy (BPH) melaporkan gejala baru berupa nyeri perut bawah dan demam. Apa penyebab yang paling mungkin dari gejala-gejala ini?
Efek samping dari obat-obatan untuk BPH.
Infeksi saluran kemih sekunder dari pembesaran prostat.
Metastasis kanker prostat.
Prostatitis akut yang tidak terkait dengan BPH.
Kanker kandung kemih.
Seorang wanita berusia 76 tahun mengeluhkan inkontinensia urin yang terjadi terutama saat batuk atau bersin. Dia juga menyebutkan tidak dapat menahan urin setelah merasakan dorongan mendesak. Apa jenis
inkontinensia urin yang paling mungkin dialaminya?
Inkontinensia stres
Inkontinensia urgensi
Inkontinensia campuran
Inkontinensia overflow
Inkontinensia fungsional
Seorang pria berusia 80 tahun mengalami inkontinensia urin yang disertai dengan kesulitan dalam
mengosongkan kandung kemih sepenuhnya. Pemeriksaan fisik dan laboratorium menunjukkan adanya sisa
urine yang signifikan dan pembesaran prostat. Apa pengobatan yang paling sesuai untuk kasus ini?
Latihan otot panggul (Kegel exercises)
Terapi obat-obatan antikolinergik
Obat-obatan untuk mengurangi pembesaran prostat
Pemasangan kateter permanen
Operasi untuk memperbaiki fungsi otot dasar panggul
Seorang lansia 82 tahun tampak lemah, berat badan menurun 5 kg dalam 2 bulan, dan sulit berjalan. Ia tinggal sendiri dan jarang makan. Sindrom geriatri yang paling mungkin adalah..
Delirium
Malnutrisi dan frailty
Imobilitas
Gangguan kognitif ringan
Dehidrasi
Seorang pasien lansia tampak bingung, sulit fokus, dan berhalusinasi sejak 2 hari dirawat di rumah sakit. Tanda vital fluktuatif. Kondisi ini termasuk sindrom..
Demensia
Depresi
Delirium
Frailty
Imobilitas
Seorang kakek berusia 80 tahun sering jatuh saat berjalan ke kamar mandi pada malam hari. Intervensi keperawatan yang paling tepat untuk mencegah jatuh adalah..
Meningkatkan asupan cairan malam hari
Mematikan lampu kamar mandi untuk istirahat
Menganjurkan berjalan tanpa alas kaki
Menyediakan penerangan cukup dan jalur bebas hambatan
Memberikan diuretik sebelum tidur
Apa tujuan utama dari program Posyandu Lansia yang diinisiasi oleh pemerintah?
Memberikan bantuan keuangan bagi lansia
Menyediakan layanan kesehatan preventif dan promotif bagi lansia
Meningkatkan keterampilan kerja lansia
Memberikan pendidikan literasi bagi lansia
Membangun fasilitas olahraga untuk lansia
Apa tujuan dari program 'Rumah Aman Lansia' yang digagas oleh pemerintah?
Membantu lansia mendapatkan pekerjaan
Menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi lansia
Menyediakan transportasi gratis bagi lansia
Menyediakan makanan gratis bagi lansia
Mengadakan kegiatan rekreasi khusus untuk lansia
Apa efek psikologis utama dari pensiun pada lansia?
Peningkatan energi akan banyak waktu bersama cucu
Penurunan stres kerja
Peningkatan rasa pencapaian
Peningkatan risiko depresi
Penurunan kebutuhan sosial
Bagaimana perubahan sosiologis seperti kehilangan teman sebaya mempengaruhi lansia?
Menurunkan frekuensi aktivitas sosial
Menurunkan perasaan kesepian
Mengurangi risiko gangguan mental
Meningkatkan partisipasi dalam kegiatan komunitas
Meningkatkan perasaan kesepian
Seorang BJ Habibie seorang yang dikenal awet muda untuk ukuran laki-laki bahkan saat beliau memasuki masa pensiun. Kemungkinan penyebab beliau tampak selalu terlihat awet muda adalah.....
Faktor genetic
Faktor pengalaman hiidup
Faktor type kepribadian
Faktor lingkungan
Faktor Gaya hidup
Apa yang dapat menjadi indikator awal penurunan kesehatan mental pada lansia?
Penurunan keterampilan sosial
Penurunan motivasi
Penurunan minat dan aktivitas sehari-hari
Penurunan kapasitas fisik
Penurunan ketergantungan emosional
Apa perubahan sosiologis yang sering terjadi ketika lansia mengalami penurunan status ekonomi?
Peningkatan akses ke layanan kesehatan
Penurunan ketergantungan pada dukungan sosial
Meningkatkan interaksi sosial dengan keluarga
Penurunan kualitas hidup dan dukungan sosial
Meningkatkan partisipasi dalam kegiatan sosial
Seorang perawat komunitas melakukan kunjungan rumah pada lansia usia 78 tahun yang tinggal sendiri, memiliki beberapa penyakit kronis, dan mengalami keterbatasan mobilitas. Perawat menemukan bahwa lansia tersebut sering lupa minum obat dan jarang menghadiri kontrol kesehatan. Kondisi ini mencerminkan salah satu isu tren utama dalam keperawatan lansia. Pendekatan keperawatan yang paling sesuai dengan tren pelayanan lansia saat ini adalah …
Menyediakan perawatan berbasis institusi dengan pengawasan medis ketat setiap hari
Mengembangkan layanan home care terintegrasi dengan pemantauan berkelanjutan
Memfokuskan perawatan pada pengobatan farmakologis tanpa intervensi sosial
Mengarahkan lansia untuk tinggal di rumah sakit dalam jangka waktu panjang
Membatasi intervensi keperawatan pada tindakan kuratif di fasilitas kesehatan
Seiring meningkatnya jumlah lansia dengan penyakit kronis, fasilitas pelayanan kesehatan mulai menerapkan teknologi digital untuk mendukung perawatan. Seorang perawat diminta terlibat dalam program pemantauan kesehatan jarak jauh pada lansia. Penerapan teknologi tersebut paling tepat mencerminkan tren keperawatan lansia modern dalam hal …
Penggantian peran perawat oleh sistem teknologi otomatis sepenuhnya
Peningkatan kualitas perawatan melalui pemantauan dan intervensi jarak jauh
Pengurangan kebutuhan komunikasi antara perawat dan lansia
Pembatasan akses lansia terhadap layanan kesehatan langsung
Pengalihan tanggung jawab perawatan sepenuhnya kepada keluarga
