NEW
Font size
WorksheetsKuis Perdarahan Postpartum
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Seorang ibu melahirkan 30 menit yang lalu. Saat ini, ia mengalami perdarahan pervaginam yang masif dan uterusnya teraba lembek. Diagnosis yang paling mungkin adalah:
Retensio plasenta
Atonia uteri
Robekan jalan lahir
Inversio uteri
Koagulopati
Manakah dari faktor-faktor berikut yang paling sering menjadi penyebab perdarahan postpartum dini?
Koagulopati
Retensio plasenta
Sisa plasenta
Atonia uteri
Infeksi
Penanganan awal yang paling penting untuk atonia uteri adalah:
Pemberian antibiotik profilaksis
Kompresi bimanual uteri
Pemasangan tampon vagina
Transfusi darah
Pemberian obat anti-fibrinolitik
Seorang ibu postpartum mengalami perdarahan yang terus-menerus meskipun uterusnya sudah berkontraksi dengan baik. Penyebab yang paling mungkin adalah:
Atonia uteri
Retensio plasenta
Robekan jalan lahir
Koagulopati
Sisa plasenta
Yang termasuk dalam "4 T" penyebab perdarahan postpartum adalah, KECUALI:
Tone (Atonia uteri)
Tissue (Sisa plasenta)
Trauma (Robekan jalan lahir)
Thrombus (Koagulopati)
Terapi (Efek samping obat)
Tanda dan gejala syok hipovolemik akibat perdarahan postpartum meliputi, KECUALI:
Takikardia
Hipotensi
Kulit dingin dan lembab
Produksi urin meningkat
Penurunan kesadaran
Manajemen aktif kala III (MAKK III) bertujuan untuk:
Mencegah perdarahan postpartum
Mempercepat proses persalinan
Mengurangi nyeri persalinan
Mencegah infeksi nifas
Memantau kontraksi uterus
Obat uterotonika yang paling sering digunakan untuk mencegah dan mengatasi atonia uteri adalah:
Sulfas Magnesikus
Nifedipin
Oksitosin
Misoprostol (oral)
Morfin
Seorang ibu postpartum mengalami perdarahan dan plasenta belum lahir setelah 30 menit. Penanganan yang tepat adalah:
Menunggu hingga 60 menit
Melakukan eksplorasi jalan lahir
Melakukan manual plasenta
Memberikan infus RL dengan cepat
Melakukan kompresi bimanual uteri
Komplikasi serius yang dapat terjadi akibat perdarahan postpartum yang tidak tertangani dengan baik adalah:
Demam nifas
Anemia kronis
Syok hipovolemik dan DIC (Disseminated Intravascular Coagulation)
Infeksi saluran kemih
Mastitis
