NEW
Font size
WorksheetsTM 13,14,15,16 Falsafah_1B
Total questions: 25
Worksheet time: 25mins
Seorang pasien laki-laki usia 60 tahun dirawat karena stroke ringan. Selain mengalami kelemahan ekstremitas, pasien tampak sedih karena tidak bisa bekerja dan merasa menjadi beban keluarga. Perawat mengkaji kondisi fisik, psikologis, serta peran sosial pasien sebelum menyusun rencana asuhan. Pendekatan perawat tersebut mencerminkan konsep
Biomedis
Kuratif
Holisme
Klinis akut
Reduksionisme
Seorang pasien perempuan menolak pemasangan NGT karena merasa takut dan tidak nyaman. Perawat mendengarkan alasan pasien, memberikan penjelasan dengan bahasa sederhana, dan menghargai keputusan pasien. Sikap perawat tersebut mencerminkan prinsip
Paternalistik
Humanisme
Efisiensi pelayanan
Profesionalisme teknis
Kuratif
Seorang pasien TB sering tidak patuh minum obat. Setelah dikaji lebih lanjut, perawat menemukan pasien mengalami stigma sosial dan kurang dukungan keluarga. Perawat kemudian memberikan edukasi, konseling, dan melibatkan keluarga. Pendekatan ini disebut
Case management
Holistic care
Kuratif
Evidence-based care
Nursing skill
Seorang perawat awalnya enggan menggunakan alat monitoring baru. Setelah melihat rekan kerjanya berhasil meningkatkan keselamatan pasien dengan alat tersebut, perawat mulai mencoba dan akhirnya menerima perubahan. Proses ini sesuai dengan teori perubahan
Kurt Lewin
Lippitt
Rogers
Havelock
Spradley
Seorang perawat menyatakan bahwa praktik keperawatan yang ada sudah berjalan baik dan tidak perlu evaluasi. Ia tidak merasa ada masalah meskipun angka komplain meningkat. Perawat tersebut berada pada tahap
Kontemplasi
Persiapan
Pra-kontemplasi
Aksi
Terminasi
Seorang perawat mulai menyadari bahwa sistem handover kurang efektif dan berpotensi menyebabkan kesalahan. Namun, ia masih ragu untuk mengusulkan perubahan dan belum melakukan tindakan nyata. Tahap perubahan yang dialami adalah
Aksi
Terminasi
Pemeliharaan
Kontemplasi
Persiapan
Seorang perawat mengikuti pelatihan komunikasi SBAR dan mulai merencanakan penerapannya di unit kerja. Ia menyiapkan format dan berdiskusi dengan tim. Perawat tersebut berada pada tahap
Kontemplasi
Persiapan
Aksi
Pemeliharaan
Terminasi
Perawat telah menerapkan sistem handover baru selama lebih dari satu tahun dan praktik tersebut sudah menjadi kebiasaan tanpa dorongan eksternal. Perawat merasa yakin dan tidak kembali ke cara lama. Tahap perubahan ini disebut
Terminasi
Kontemplasi
Persiapan
Aksi
Pemeliharaan
Di sebuah ruang rawat inap, diterapkan sistem dokumentasi baru yang awalnya mendapat penolakan dari perawat. Setelah beberapa minggu, sistem tersebut dievaluasi dan disesuaikan dengan kebutuhan unit. Perubahan tersebut kemudian diterima dan terus berkembang mengikuti kondisi pelayanan. Sifat perubahan dalam kasus tersebut adalah
Statis
Individual
Linear
Spontan
Dinamis
Manajemen rumah sakit menyadari adanya kesalahan komunikasi antar tim. Mereka mulai dengan menyosialisasikan pentingnya perubahan, kemudian menerapkan sistem baru, dan akhirnya menetapkan sistem tersebut sebagai kebiasaan kerja. Proses perubahan ini paling sesuai dengan teori
Rogers
Lippitt
Havelock
Kurt Lewin
Spradley
Seorang perawat awalnya menolak penggunaan alat baru karena merasa nyaman dengan cara lama. Setelah melihat hasil positif dari rekan kerjanya dan mencoba sendiri, perawat tersebut akhirnya menerima dan menggunakan alat tersebut secara rutin. Proses perubahan ini sesuai dengan teori
Rogers
Kurt Lewin
Lippitt
Havelock
Spradley
Seorang kepala ruangan tidak hanya memulai perubahan sistem kerja, tetapi juga terus memantau dampaknya terhadap perawat dan pasien. Ia memberikan dukungan dan evaluasi agar perubahan berjalan optimal. Pendekatan ini sesuai dengan teori perubahan
Rogers
Kurt Lewin
Lippitt
Havelock
Spradley
Seorang perawat bertindak sebagai agen perubahan dengan membantu tim mengidentifikasi masalah pelayanan dan mencari solusi bersama. Ia tidak memaksakan keputusan, tetapi memfasilitasi proses perubahan. Pendekatan ini sesuai dengan teori
Rogers
Lewin
Lippitt
Havelock
Spradley
Di suatu komunitas, perubahan perilaku kesehatan masyarakat terjadi perlahan melalui interaksi sosial dan penyesuaian budaya. Perawat komunitas memahami bahwa perubahan harus mengikuti nilai dan kebiasaan setempat. Proses perubahan ini sesuai dengan teori
Kurt Lewin
Rogers
Lippitt
Havelock
Spradley
Rumah sakit menetapkan kebijakan budaya keselamatan pasien yang wajib diterapkan di seluruh unit pelayanan. Kebijakan ini memengaruhi cara kerja semua tenaga kesehatan. Perubahan tersebut termasuk perubahan pada level
Organisasi
Individu
Kelompok kecil
Unit kerja
Interpersonal
Seorang perawat manajer menjelaskan bahwa pelayanan keperawatan bergantung pada kerja sama dengan farmasi, laboratorium, dan administrasi. Jika satu bagian tidak berjalan baik, pelayanan pasien akan terganggu. Cara pandang ini mencerminkan konsep
Mekanistik
Reduksionisme
Sistem
Individualistik
Linear
Dalam pelayanan kesehatan, rumah sakit melibatkan tenaga kesehatan, sarana prasarana, dan kebijakan organisasi. Semua unsur tersebut saling berinteraksi untuk mencapai tujuan pelayanan. Unsur-unsur tersebut disebut sebagai
Output
Lingkungan eksternal
Komponen sistem
Umpan balik
Evaluasi
Seorang pasien laki-laki datang ke IGD dengan keluhan nyeri dada. Ia dilayani oleh perawat menggunakan alat medis yang tersedia. Dalam konsep sistem pelayanan kesehatan, kondisi ini termasuk tahap
Transformasi
Evaluasi
Output
Input
Umpan balik
Seorang pasien mendapatkan tindakan keperawatan berupa pemberian obat, edukasi, dan pemantauan kondisi. Setelah beberapa waktu, kondisi pasien menunjukkan perbaikan. Tindakan keperawatan tersebut termasuk tahap
Input
Output
Transformasi
Lingkungan
Kontrol
Setelah menjalani perawatan, pasien dinyatakan membaik dan merasa puas dengan pelayanan keperawatan. Hasil akhir dari pelayanan tersebut dalam konsep sistem disebut
Input
Proses
Transformasi
Output
Evaluasi
Instalasi keperawatan memiliki fungsi khusus namun tetap berada dalam sistem rumah sakit secara keseluruhan. Keberhasilan rumah sakit sangat dipengaruhi oleh kinerja instalasi ini. Hal ini menunjukkan bahwa keperawatan merupakan
Sistem utama
Sub sistem
Lingkungan
Input
Output
Seorang perawat komunitas melakukan kunjungan rumah pada seorang lansia yang sering mengalami sesak napas. Dari hasil pengkajian, rumah pasien berada di dekat pabrik dengan ventilasi buruk dan paparan asap setiap hari. Pasien tidak memiliki riwayat penyakit paru sebelumnya. Kondisi kesehatan pasien pada kasus ini paling dipengaruhi oleh hubungan antara
Perilaku dan gaya hidup
Faktor genetik dan biologis
Sistem pelayanan kesehatan
Lingkungan dan kesehatan
Psikologis dan sosial
Seorang pasien laki-laki dengan hipertensi terkontrol harus rutin kontrol setiap bulan. Namun, jadwal kontrol sering tertunda karena perubahan kebijakan rujukan yang mengharuskan prosedur administrasi lebih panjang. Kondisi ini menyebabkan pengobatan pasien tidak teratur. Faktor yang paling berpengaruh dalam kasus tersebut adalah
Sumber daya manusia (SDM)
Fasilitas dan alat kesehatan
Aksesibilitas pelayanan kesehatan
Kebijakan dan regulasi
Kondisi pasien
Sebuah rumah sakit menerima laporan peningkatan kejadian jatuh pada pasien rawat inap. Tim keperawatan kemudian menganalisis laporan insiden tersebut dan melakukan perbaikan prosedur keselamatan pasien. Setelah perubahan diterapkan, angka kejadian jatuh menurun. Proses pemanfaatan laporan insiden ini merupakan contoh
Input
Transformasi
Output
Umpan balik
Evaluasi akhir
Seorang pasien pasca stroke menjalani perawatan yang melibatkan perawat untuk rehabilitasi, dokter untuk terapi medis, ahli gizi untuk pengaturan diet, dan fisioterapis untuk latihan mobilisasi. Seluruh tenaga kesehatan berkoordinasi dalam satu rencana perawatan pasien. Peran keperawatan pada kasus ini menunjukkan bahwa pelayanan keperawatan merupakan
Pelayanan mandiri
Pelayanan tambahan
Pelayanan integral
Pelayanan alternatif
Pelayanan suportif saja
